FF: Kiss, Hate, & Love [Part 2]


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Happy Reading all, akhirnya selesai UN juga. Tinggal nunggu tukang pos ke rumah bawa kabar baik. Semoga kita lulus semua! Amin!

Author (Owner) : Galuh Tyas Wijiastuti ^^

Genre : Romance, Comedy, Angst

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Kang Hyu Won

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Lee Hyukjae of Super Junior

–       Lee DongHae of Super Junior

–       Lee Sungmin of Super Junior

–       Kang In of Super Junior

Kyunghee University

10.00 AM

Sudah hampir satu minggu sejak menjadi mahasisiwi baru Kyunghee University, Hyu Won mulai merasa lelah bila harus bersikap seperti sekarang terus-menerus. Bagaimana tidak? Ia selalu waspada dengan keadaan sekitar, berjaga-jaga agar ia tak bertemu dengan Kyu Hyun. Ia benar-benar tak ingin bertemu pria itu. Lagipula kebenciannya benar-benar membuatnya tak mau melihat wajah pria itu lagi.

Ia melihat jam tangannya, masih ada 15 menit sebelum kelas di mulai. Sejak kemarin ia tak melihat Eun Hyuk, ia sedikit merindukan pria itu. Bukan dalam konteks cinta melainkan konteks pertemanan. Pria itu manis, jenaka, dan memiliki hati yang begitu tulus.

Ia membelokan langkahnya dan berhenti tepat di depan lift, dengan cepat ia menekan tombol pada sisi lift. Kelas Eun Hyuk terletak di lantai 6 gedung Universitas ini. Lama menunggu membuatnya sedikit bersenandung, ia bahkan mengetuk-ngetukan ujung sepatunya pada lantai marmer karena merasa bosan menunggu pintu terbuka.

Ting!

Hyu Won mengeratkan tas ranselnya dan mengangkat kepalanya dengan cepat saat mendengar suara pintu lift yang terbuka. Baru saja akan memasuki lift, tubuhnya menegang saat menatap orang di dalam lift, ia kembali mengeratkan tas ranselnya dan berjalan dengan berat memasuki lift. Ia berusaha meredam degupan jantungnya. Orang yang mati-matian ia hindari dan tak ingin ia temui kini justru berada dalam satu ruangan yang sama, dan parahnya mereka hanya berdua. Ia benar-benar mengutuk keadaan seperti ini.

Suasana canggung begitu kentara, Hyu Won bahkan menahan dirinya agar tak berteriak dan memaki pria yang kini berdiri dengan wajah dingin di sampingnya. Entahlah, saat melihat wajah pria itu, Hyu Won merasa begitu emosi bila harus mengingat semua luka yang ditorehkan pria itu padanya.

Suasana semakin canggung, Hyu Won mencoba menerka apa yang akan dilakukan pria itu di lantai atas? Tak penting, tak ada gunanya menerka apa yang akan dilakukan pria itu bukan? Hyu Won mulai tak betah dengan suasana lift. Ini seperti berada di atas panggung dengan banyak penonton yang memberikan tatapan intimidasi karena kau tak bisa memberikan pertunjukan terbaikmu. Gadis itu terus melamun tak jelas, pikirannya terlalu mudah berkeliaran pada sesuatu yang tak masuk akal.

“Lama tak bertemu,” suara berat pria itu terdengar tak asing bagi Hyu Won.

Hyu Won melirik Kyu Hyun dari ekor matanya, telinga gadis itu tak salah dengar, kan? Pria itu baru saja membuat lift itu terlihat berisi orang.

“Kau bicara padaku?” tanya Hyu Won kikuk. Bodoh, detik berikutnya ia mengutuk ucapannya. Kalau ia tak buta hanya ada dirinya dan pria itu di lift itu, bukan?

Kyu Hyun terkekeh pelan mengejek kebodohan gadis itu, “Kau pikir ada siapa lagi selain dirimu?”

Hyu Won tak mau menanggapi ejekan pria itu, ia akan semakin mempermalukan dirinya sendiri. “Hmm, lama tak bertemu,” balasnya ketus.

Kyu Hyun menganggukan kepalanya paham, wajar saja bila gadis itu bersikap ketus padanya. Ia bahkan mempermalukan gadis itu dihadapan semua siswa-siswi Sekolah saat di Senior High School dulu.

“Kau mau kemana?” tanya Kyu Hyun.

“Bukan urusanmu,” balas Hyu Won singkat.

“Ketus sekali,” gumam Kyu Hyun tanpa ia sadari.

Hyu Won menolehkan kepalanya cepat saat mendengar gumaman pria itu. Kalau membunuh tak berdosa, mungkin ia akan membunuh pria itu sekarang juga.

Ting!

Hyu Won menghela nafasnya lega saat pintu lift terbuka, setidaknya ia tak harus berlama-lama dengan pria yang sangat ia benci itu.

Hyu Won melangkahkan kakinya keluar dari lift, ia merasa harus menjauhi pria itu secepatnya.

Ia terus mengumpat pelan, ia tak sadar sejak tadi Kyu Hyun berada di belakangnya. Pria itu hanya terkekeh pelan mendengar semua umpatan Hyu Won.

Hyu Won menghentikan langkahnya, dihembuskan nafasnya dengan kasar. Dengan cepat ia membalikan badannya ingin melihat lagi kemana pria itu pergi atau sekedar meluapkan semua emosinya dengan mengamati pria itu walaupun dalam jarak jauh.

“Das..” belum sempat ia melanjutkan umpatnyannya, ia sudah lebih dulu terkejut dengan orang di belakangnya.

“Neo.. apa yang kau lakukan di belakangku? Kau mengikutiku?” cerca Hyu Won dengan keterkejutannya.

Kyu Hyun hanya menatap gadis itu miring, ia mengedikan dagunya ke arah belakang Hyu Won. Hyu Won mengikuti arah dagu pria itu. Ia sedikit bingung, tak mengerti dengan maksud Kyu Hyun. Ada apa dengan kelas di belakangnya?

“Itu kelasku, aku tak mengikutimu. Kurasa kau yang mau menemuiki di kelas, ada apa? Kau merindukanku?” tanya Kyu Hyun santai.

Hyu Won melipat kedua tangannya di depan dada, ia meniup poninya dengan frustrasi lalu berbalik dan meninggalkan Kyu Hyun tanpa berkata sedikitpun. Ia tak mau terlihat lebih bodoh lagi. Mengapa bila berada dekat dengan pria itu, ia merasa dirinya selalu menjadi gadis lain yang tak punya kendali atas dirinya sendiri.

Kyu Hyun hanya tersenyum kecil melihat Hyu Won yang berjalan dengan gusar di depannya, ia merasa mendapat energi baru. Gadis itu masih sama seperti dulu begitu menggemaskan dan manis, ia pasti sudah gila memuji mantan kekasihnya itu.

“Kemana gadis itu? Bukankah itu kelasku?” ucap Kyu Hyun pelan saat melihat Hyu Won berjalan ke arah kelasnya. Wajah pria itu menegang seketika.

“Ada apa gadis itu ke kelasku?”

****

Donghae tengah berbincang ramai dengan temannya. Mereka membicarakan tentang pertandingan MU dan West Ham United yang berakhir seri semalam. Perbincangan khas anak lelaki.

“Ya!!”

Donghae mengangkat kepalanya lalu menatap pintu walaupun tak ada siapapun di sana. “Bukankah itu suara Kyu Hyun?” tanya Donghae terhadap pria lain di depannya saat mendengar suara Kyu Hyun yang begitu besar.

“Ya! Kang Hyu Won!!”

Dahi Donghae berkerut. “Hyu Won?” Donghae mulai panik dan menolehkan kepalanya pada pria di depannya. Pria di depannya dengan cepat memakai kacamata kudanya dan mulai merapihkan rambutnya.

“Aishhhh bagaimana bisa Hyu Won kemari?” ucap pria tersebut lalu mulai memakai sweater rajut hijau toscanya.

“Lakukan tugasmu dengan baik Hyuk-ah hahhahah,” tawa Donghae pelan saat melihat sahabatnya itu kini tengah panik.

“Eun Hyuk-ah..” teriak sebuah suara nyaring dari depan pintu. Eun Hyuk baru saja memasuki sebelah tangannya.

Eun Hyuk menegang seketika, Donghae juga. Ia melempar tatapan terkejutnya pada Donghae. Ia hafal dengan suara nyaring itu. Detik berikutnya ia melempar tatapannya pada daun pintu. Di belakang gadis itu berdiri Kyu Hyun dengan wajah tak kalah panik.

“Hy..u Won-ah,” ucap Eun Hyuk gugup. Hyu Won mengernyitkan dahinya dan menatap miring ke arah Eun Hyuk lalu menatap Donghae. Eun Hyuk menelan ludahnya susah payah. Langkah kaki Hyu Won yang semakin mendekatinya membuatnya seperti akan menerima vonis hukuman mati dari Hakim Agung. Bagaimana bila semua yang telah direncanakan menjadi berantakan?

“Ya! Donghae-ssi, jangan menggangu temanku,” ucap Hyu Won seketika dengan suara tinggi. Eun Hyuk membelakan matanya, ia menghembuskan nafasnya lega lalu melempar tatapan mengejek ke arah Donghae. Biarkan Donghae menghadapi Hyu Won. Gadis itu sudah lebih dulu memberi lebel pada Kyu Hyun dan kawan-kawan sebagai orang-orang yang tak pantas mendekatinya dan Eun Hyuk.

Donghae menghembuskan nafasnya dengan lega juga.

“Mwo? Apa untungnya mengganggu teman bodohmu itu?” balas Donghae dengan senyum mengejek. Pria itu juga sempat menegang tapi ia berhasil mengontrol raut wajahnya. Hyu Won memutar bola matanya seolah tak menanggapi ucapan pria itu.

Hyu Won melempar tatapannya pada Eun Hyuk, “Hyuk-ah, kajja!” ucapnya lalu menarik tangan Eun Hyuk menjauhi Donghae.

“Kita mau kemana Hyu Won-ah?” tanya Eun Hyuk penasaran dan mengimbangi langkah Hyu Won.

“Kita pergi dari sini,” ucap Hyu Won lalu semakin mempercepat langkahnya menuju pintu.

Langkah Hyu Won terhenti saat mencapai pintu, matanya beradu dengan mata tajam Kyu Hyun. Hyu Won menelan ludahnya gugup. Mengapa mata pria itu seolah melempar ketidaksukaan yang berlebihan. Beberapa detik terasa seperti beberapa jam saat menatap mata pria itu. Ia merasa telah melakukan kesalahan terhadap pria itu. Hyu Won menggelengkan kepalanya menghalau pikiran anehnya. Kalau ia tak salah terka, tatapan pria itu sama seperti dulu saat keduanya masih menjadi kekasih. Semacam tatapan cemburu yang tak berdasar.

‘Tak mungkin Kyu Hyun cemburu pada Eun Hyuk, aku bahkan tak punya hubungan apapun lagi dengannya,’ pikir Hyu Won dalam hati.

“Minggir,” ucap Hyu Won lalu berlalu melewati Kyu Hyun.

Kyu Hyun menatap Hyu Won yang mulai menjauh dari tempatnya berdiri. Tangannya bahkan mengepal tanpa alasan yang jelas. Ia sendiri bingung dengan sikapnya.

‘Yang benar saja, aku cemburu pada Eun Hyuk?’ Pikir Kyu Hyun.

“Ya!! Bola matamu tampak akan keluar,” sindir Kang In salah satu teman Kyu Hyun. Kyu Hyun melempar tatapan kesalnya pada Kang In tanpa memberi komentar sedikitpun.

“Kau kesal dengan Eun Hyuk? Gadis itu masih seperti dulu, benar?” tanya Donghae.

Kyu Hyun berjalan menuju bangkunya dan meletakan tasnya pada meja. “Hmmm, masih seperti dulu. Tak berubah sama sekali, hanya saja sedikit dingin dan ketus,” balas Kyu Hyun.

“Tentu saja, kurasa wajar bila ia ketus padamu, kau mempermainkannya,” ucap Kang In namun Kyu Hyun tak terlalu ambil pusing dengan ucapan pria itu. “Jadi, apakah kau masih akan menjalankan rencanamu?” tanya Donghae antusias.

Kyu Hyun menatap Donghae lalu Kang in bergantian membiarkan dua temannya itu berpikir, “Menurut kalian?”

“Aigoo, uri Kyu Hyun begitu berbahaya,” ucap Donghae dan disambut dengan anggukan Kang In.

“Sepertnya aku ketinggalan banyak, ada apa dengan Hyu Won? Aku melihatnya dengan Eun Hyuk di koridor tadi,” ucap sebuah suara dari arah pintu.

Kyu Hyun menolehkan kepalanya dan seorang pria berdiri dengan senyum tipis.

“Ah Sungmin-ah,” ucap Kyu Hyun.

“Gweanchanna, hanya sedikit morning shock,” ucap Donghae asal. Ia masih sedikit shock dengan kedatangan Hyu Won yang tiba-tiba seperti tadi. Kalau Kyu Hyun yak berteriak, mungkin semua rencana mereka akan berantakan.

****

Kyunghee Univesity Garden

10.30 AM

“Eun Hyuk-ah gweanchanna?” tanya Hyu Won khawatir. Kini keduanya tengah duduk pada bangku taman kampus.

Eun Hyuk tersenyum menanggapi ucapan temannya itu, “Gweanchanna, kau pikir aku kenapa?” tanya Eun Hyuk.

“Kenapa kau berdiri di hadapan Donghae seperti tadi? Apakah ia menyiksamu? Dan kalian satu kelas? Bagaimana bisa?” tanya Hyu Won.

“Donghae kebetulan sedang mengikuti mata kiliah di kelasku. Sebenarnya ia mengambil kuliah di bidang Komposer, aku tak terlalu tahu apa itu, ia hanya datang dan mengikuti kelasku untuk referensi mungkin, ya semacam kelas gelap. Aku tak boleh berbicara dengannya?” tanya Eun Hyuk. Pria itu kini sadar apa yang sering dibicarakan Kyu Hyun, Hyu Won begitu polos.

Hyu Won tampak berpikir sebentar, “Tapi ia mencengkram kerah bajumu waktu di kantin?” tanya Hyu won bingung. Eun Hyuk sedikit menyeringai samar.

“Ia memang suka bertindak aneh. Kau tahu anggota geng Kyu Hyun, kan? Tapi Donghae orang baik, yang menyebalkan itu Kyu Hyun,” balas Eun Hyuk.

Hyu Won mengangguk-anggukan kepalanya paham, “Lalu kenapa kau tak bilang satu kelas dengan Kyu Hyun?” tanya Hyu Won kesal.

“Kau tak pernah bertanya padaku, ” balas Eun Hyuk lagi dengan enteng. “Tapi tenang saja, tadi aku tak dapat perlakuan buruk dari mereka,” ucap Eun Hyuk menenangkan Hyu Won.

“Ah syukurlah, kupikir kau akan disiksa mereka lagi. Aku tak mau kau terluka, mereka tak bisa menyiksa kaum lemah terus-menerus,” ucap Hyu Won pelan.

“Lemah?”

Hyu Won menolehkan kepalanya cepat lalu menatap Eun Hyuk dengan rasa bersalah, ia menggigit bibir bawahnya, “Mian, aku tak bermaksud mengataimu lemah Hyuk-ah, mianhae..” ucap Hyu Won pelan.

Eun Hyuk tersenyum, “Ya! Gweanchanna, lagipula aku memang lemah. Aku justru berterima kasih padamu karena mau menjadi temanku,” balas Eun Hyuk. Eun Hyuk merasa menjadi pria jahat sekarang. Mengapa ia harus bersikap sok manis di depan gadis polos seperti Hyu Won?

“Ya! Eun Hyuk-ah kau bicara apa?” Sekarang Hyu Won yang kesal. Ia tak suka nada pria itu. Baginya Eun Hyuk adalah teman terbaiknya.

****

Kyu Hyun’s Home, Gangnam, Seoul

07.00 PM

Kyu Hyun menyesap cappucino dengan pikiran yang terus menerawang pada seorang gadis yang hampir seminggu ini membuatnya seperti menjadi manusia yang memiliki gairah hidup yang berlebihan, walaupun sebelumnya juga ia sudah punya gairah hidup tapi semenjak satu minggu lalu ia merasa begitu menikmati hidupnya.

Kyu Hyun sedang menunggu Donghae datang. Malam ini Donghae akan menginap di rumahnya.

“ANYYEONG!!!” Teriak suara dari arah pintu masuk. Kyu Hyun memang sengaja membuka pintu ruang tamunya untuk menunggu sahabatnya itu datang.

Kyu Hyun meletakan minuman coklat ditangannya lalu memandang pria yang memasuki rumahnya. Donghae datang dengan tas ransel besarnya. Isinya sudah pasti baju dan perlengkapan kuliah untuk besok. Ia sedikit memerlukan bantuan Kyu Hyun untuk tugas kuliahnya.

“Ah, Donghae? Kau datang,” tanya Kyu Hyun pada pria itu.

“Dimana ahjumma dan ahjussi?” tanya pria itu lagi lalu mulai duduk pada sofa.

“Ah eomma dan appa sedang pergi ke rumah halmeoni di Busan,” balas Kyu Hyun pelan.

“Lalu Ahra noona?” tanyanya lagi.

“Ahra noona ada di kamar, dia sedang sibuk dengan tugas akhirnya mungkin,” balas Kyu Hyun malas. Ia tak tahu apa yang sedang dikerjakan noonanya itu.

Baru saja Kyu Hyun berkata seperti itu, seorang gadis dengan dress merah maroon turun dari tangga dengan anggun. Rambut gadis itu dijepit ke kiri sehingga menunjukan bahu kirinya yang mulus dan seputih susu tak beda jauh dengan warna kulit Kyu Hyun.

“Aigoo Ahra noona cantik sekali,” puji Donghae dengan mata berbinar.

“Cih, buang sikap flamboyanmu itu Lee Donghae,” cibir Ahra –kakak perempuan Kyu Hyun- tak memperdulikan pujian Donghae.

“Aigoo noona aku tak sedang berbohong, kau sangat cantik. Kau mau kemana?” tanya Donghae.

“Aku ada kencan, wae? Kau mau ikut?” tanya Ahra lalu mulai duduk di sofa memeriksa ponselnya, menunggu pesan singkat dari kekasihnya.

“Kencan?” ucap Kyu Hyun dengan dahi berkerut.

Ahra menatap Kyu Hyun sebal, “Wae? Kenapa kau heran sekali mendengarku berkencan?” tanya Ahra.

“Anniyo noona, kau pergi dengan siapa? Pria berapa tahun? Ia baik atau tidak?” tanya Kyu Hyun dengan tubuh yang mulai menegak. Ia sangat menyayangi kakak perempuannya itu. Sedikit rasa khawatir menggelayutinya.

“Ya! Tak perlu khawatir seperti itu, ia pria baik-baik, ia seniorku di kampus,” balas Ahra lalu mulai berdiri.

“Kalau ada apa-apa segera hubungin aku, hati-hati dengan kaum pria,” ucap Kyu Hyun lagi. Oke, ini terlalu berlebihan. Memangnya kakaknya itu akan pergi dengan siapa? Penjahat? Tapi ia memang jadi sedikit menghawatirkan noonanya itu. Ia selalu mempermainkan wanita, karma pasti ada. Bagaimana kalau keadaan berbalik, bagaimana jika kaum pria di luar sana melakukan hal yang pernah ia lakukan? Mempermainkan noonanya misalnya.

Ahra hanya mengangguk patuh, ia sudah tahu alasan mengapa adiknya itu begitu menghawatirkannya. Ia tahu benar sikap Kyu Hyun yang suka mempermainkan wanita. Pria itu bahkan mengutarakan sendiri rasa takutnya yang berlebihan, bagaimana bila karma memang benar-benar terjadi pada dirinya suatu hari nanti. Tapi ia juga bukan wanita bodoh yang tak punya feeling terhadap seorang pria  bukan?

“Hmmm, aku akan menghubungimu. Pria ini baik, Kyunie, aku pergi dulu..” balas Ahra lalu berjalan  meninggalkan Kyu Hyun dan Donghae.

Baru selangkah, Ahra kembali membalikan tubuhnya dan memandang dongsaengnya dan Donghae.

“Aku sudah membuatkan kalian makanan, dan kau tuan Flamboyan,” tunjuk Ahra pada Donghae. “Aku sudah membuatkanmu chicken doritang,” ucap Ahra pada Donghae yang kini mulai berbinar-binar tak jelas. Kyu Hyun hanya mendengus malas.

“Gomawo noona!!” teriak Donghae. Ahra menganggukan kepalanya. Ia sangat sayang pada dua pria di hadapannya itu. Donghae sudah seperti dongsaengnya sendiri.

Ahra menatap Kyu Hyun dalam, ia tak ingin adiknya itu terus-menerus tenggelam dalam rasa takutnya karena sering mempermainkan wanita. “Kau tak perlu menghawatirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi. Perbaiki dirimu saja, aku akan menjaga diri,” ucap Ahra pada Kyu Hyun lalu berjalan meninggalkan keduanya.

“Hati-hati Cho Ahra!!!!” teriak Donghae tanpa embel noona. Ia suka menggoda noona sahabatnya itu.

“Dasar bocah tengik!!!” teriak Ahra yang sudah menghilang di balik pintu.

Donghae menatap Kyu Hyun dalam, “Dengar, perbaiki semuanya dulu,” ucap Donghae lalu menatap Kyu Hyun.

“Arra, aku sedang memperbaikinya Hae,” ucap Kyu Hyun pelan.

“Kau kembali mempermainkannya, bagaimana kalau ia tahu semuanya? Apakah ia tak akan lebih marah lagi?” tanya Donghae.

“Percuma bicara baik-baik dengan gadis itu, ia begitu membenciku. Cara halus tak akan mempan, aku harus membuatnya melihatku dulu, setelah itu aku akan benar-benar memperbaiki semuanya,” ucap Kyu Hyun tajam.

“Hmm, terserah padamu, aku hanya membantumu saja,” balas Donghae dengan santai.

Kyu Hyun berdiri dan berjalan menuju pintu. Ia menutup dan mengunci pintu tersebut lalu berjalan kembali ke arah Donghae.

“Jadi kau benar-benar jatuh cinta padanya Kyu Hyun-ah?” tanya Donghae tiba-tiba.

Kyu Hyun diam sebentar, “Hmm, kurasa seperti itu. Saat memutuskan hubunganku dengannya dulu, aku berjanji tak akan mempermainkan hati gadis manapun lagi, kupikir setelah memutuskan hubungan dengannya aku bisa mencari gadis lain dan akan bersungguh-sungguh, tapi aku salah. Aku bahkan tak bisa melupakannya,” balas Kyu Hyun dengan kekehan kecil.

“Kau jatuh pada perangkapmu sendiri, pada korbanmu sendiri,” ucap Donghae mengejek.  “Kang Hyu Won itu kecil tapi hebat sekali berarti, mampu mengubah seorang playboy menjadi anak baik,” sambung Donghae dengan kekehan kecil.

****

Kyunghee University

02.00 PM

Hyu Won berjalan santai sambil bersiul, dosen pengajar baru saja membatalkan pertemuan. Itu artinya ia memiliki banyak waktu luang sampai besok. Ia baru saja berencana pergi ke Myeondong untuk sekedar mencari hiburan. Sudah lama ia tak menikmati waktu santainya.

Drrrtt

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Hyu Won merogoh ponselnya dengan cepat.

Hyu Won menempelkan benda hitam itu pada telinganya. “Eun Hyuk?” dahinya berkerut tidak biasanya Eun Hyuk menghubunginya.

“Yeobboseo, Eun Hyuk-ah?” ucap Hyu Won.

“Hyu Won-ah..” ucap Eun Hyuk terdengar seperti ringisan.

“Aku di gedung olahraga bisakah kau kemari? Kyu Hyun..” ucap Eun Hyuk terpotong.

“MWO? Aku akan ke sana, kau tetap di sana..” ucap Hyu Won dengan panik.

Ia segera memasukan kembali ponselnya pada saku celana.

“Cho Kyu Hyun brengsek,” umpatnya kecil lalu mulai berlari. Ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi ia tahu bahwa pria itu pasti berulah lagi. Dan kali ini Kyu Hyun pasti melakukan sesuatu pada Eun Hyuk.

****

Hyu Won mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Ia mendorong pintu besar tempat masuk ke dalam Gedung Olahraga di Kyunghee University. Ia melempar pandanganya ke penjuru ruangan mencari Eun Hyuk dan mencari keberadaan pria tengik yang ia benci sejak beberapa tahun lalu. Ia tak menemukan pria itu.

“Eun Hyuk?”

Hyu Won berlari pada sudut Gedung Olahraga. Tepat di bawah Ring basket, ia melihat Eun Hyuk tengah duduk dengan tangan kanan yang sibuk memijit-mijit kaki kirinya.

“Eun Hyuk-ah!!” teriak Hyu Won lalu berjalan menuju Eun Hyuk.

Eun Hyuk menolehkan kepalanya dan memandang Hyu Won dengan tatapan bersalah, Hyu Won bingung tapi ia lebih menghawatirkan keadaan Eun Hyuk.

“Wae irrae? Ada apa dengan kakimu?” tanya Hyu Won lalu mulai berjongkok memeriksa kaki Eun Hyuk.

“Ommo!!” pekik Hyu Won saat ia melihat ada lebam biru keunguan di sekitar pergelangan kaki pria itu.

“Hyu Won-ah mianhae, aku tak pantas jadi temanmu,” ucap Eun Hyuk dengan kepala menunduk. Hyu Won membulatkan matanya tak suka ucapan pria itu.

“Jelaskan nanti, kita ke ruang kesehatan sekarang,” ucap Hyu Won khawatir.

“Aku benar-benar minta maaf,” ucap Eun Hyuk lagi. Hyu Won benar-benar bingung sekarang.

“Aishhh aku akan memaafkan semua kesalahanmu, sekarang kita obati kakimu dulu,” ucap Hyu Won mulai emosi. Ia tak habis pikir mengapa pria itu terus meminta maaf sementara kakinya dalam keadaan tidak baik?

“Ehmm,” seseorang berdehem di belakang Hyu Won. Hyu Won menolehkan kepalanya dan mendapati Kyu Hyun berdiri dengan wajah dingin. Ia sempat terkejut tapi ia kembali menormalkan ekspresi wajahnya, sejak kapan pria itu ada di sana?

Tanpa memperdulikan Kyu Hyun, Hyu Won kembali memfokuskan dirinya untuk membantu Eun Hyuk berdiri. Belum sempat berdiri, tubuh Hyu Won seperti ada yang menarik.

“Ya!! Lepaskan, apa yang kau lakukan?” teriak Hyu Won saat Kyu Hyun mencengkram lengannya keras.

“Sungmin-ah, Kang In-ah…” ucap Kyu Hyun memberikan isyarat pada dua temannya itu.

Tanpa menjawab, kedua orang itu berjalan menuju Eun Hyuk. Hyu Won membulatkan matanya takut. Apakah ini seperti di drama kebanyakan? Eun Hyuk disandra dan dirinya menjadi tebusannya. Ia segera menghapus pikirkan bodohnya, kini bukan saatnya memikirkan hal bodoh seperti itu.

“Ya! Apa yang akan kalian lakukan?” tanya Hyu Won panik.

“Hyu Won-ah mianhae,” ucap Eun Hyuk masih dengan wajah bersalah.

Dua orang tadi membawa Eun Hyuk sedikit menjauhi Kyu Hyun dan Hyu Won. Hanya membawa beberapa meter lalu kembali menjatuhkan tubuh lemah pria itu kembali pada lantai. Eun Hyuk merintih pelan. Kaki pria itu pasti masih sakit melihat dari lebam yang begitu mengerikan.

“Ya!! Lepaskan!!” teriak Hyu Won. Kyu Hyun melepas cengkramannya. Hyu Won segera berbalik menuju Eun Hyuk, tapi belum sempat ia berbalik, Kyu Hyun sudah mencegahnya lebih dulu dengan perkataan pria itu yang sarat akan ancaman.

“Berhenti, selangkah lagi kau mencoba menghampiri teman bodohmu itu, dua temanku tak akan segan-segan menyiksa teman lemahmu itu,” ucap Kyu Hyun santai.

Hyu Won membalikan badannya dan menatap Kyu Hyun dengan tajam, “Apa maksudmu?”

Kyu Hyun menatap Hyu Won lalu menatap Eun Hyuk, “Baiklah, kau tak bingung mengapa temanmu itu sejak tadi meminta maaf?” tanya Kyu Hyun.

Hyu Won hanya diam, sejujurnya ia sangat penasaran kemana arah pembicaraan Kyu Hyun. “Bisakah kau tak berbelit-belit?” ucap Hyu Won tak sabar.

Kyu Hyun terkekeh pelan, ia suka bila Hyu Won mengamuk seperti itu, “Baiklah kalau itu maumu,” ucap Kyu Hyun menggantung. “Sebenarnya..”

Eun Hyuk memotong ucapan Kyu Hyun. “Aku menjadikanmu sebagai taruhan Hyu Won-ah,” ucap Eun Hyuk pelan dengan kepala tertunduk. Hyu Won membulatkan matanya terkejut, ia menolehkan kepalanya dan menatap Eun Hyuk dengan murka.

Apa? Ia tak mungkin kembali menjadi taruhan bukan?

“Aku bertanding basket dengan Kyu Hyun, aku kalah,” ucap Eun Hyuk masih belum menatap Hyu Won.

“Ya! Katakan dengan jelas, aku tak mengerti,” ucap Hyu Won mulai kesal.

“Cih, dasar bodoh. Sudah tahu tak punya kemampuan masih berani bertaruh denganku,” cibir Kyu Hyun. Hyu Won menatap Kyu Hyun bingung.

“Kyu Hyun mengambil bolpoinku,” ucap Eun Hyuk tak terima  dengan ucapan Kyu Hyun. Hyu Won menghembuskan nafasnya dengan kasar. Bolpoin? Tidakah ini terlihat kekanak-kanakan? Pikir Hyu Won.

“Bolpoin?”

“Kalau aku menang, aku boleh mengambil bolpoin pemberian appaku yang berada pada Kyu Hyun. Tapi kalau aku kalah, Kyu Hyun berhak meminta apapun dariku,” ucap Eun Hyuk menggantung, Hyu Won masih menunggu kelanjutan ucapan pria itu. Ia merasa ucapan selanjutnya pria itu mungkin adalah ucapan terburuk yang pernah ia dengar. “Dan ia meminta dirimu,” ucap Eun Hyuk kemudian masih menunduk. Ia tahu Hyu Won pasti sangat marah.

“TATAP AKU SAAT KAU BERBICARA DENGANKU LEE HYUKJAE!!” teriak Hyu Won keras. Kyu Hyun bahkan terkejut mendengar teriakan gadis itu. Apakah gadis itu benar-benar marah?

Hyu Won menarik nafasnya dengan emosi, hanya karena sebuah bolpon dan dirinya kembali menghadapi situasi yang sama seperti dulu? Menjadi bahan taruhan.

“Cih, apakah aku terlihat murahan?” ucap Hyu Won dengan gigi bergemeretakan. Kyu Hyun bahkan tertegun mendengar ucapan gadis itu.

Eun Hyuk mengangkat kepalanya dan menatap Hyu Won dengan sedih, ia merasa menjual temannya sendiri, “Jongmal Mianhae, itu bolpoin pemberian mendiang appaku, itu sangat penting Hyu Won-ah, setelah ini kau boleh membenciku selamanya,” ucapnya dengan suara bergetar.

Hyu Won menolehkan kepalanya seketika pada Eun Hyuk setelah mendengar ucapan pria itu. Mendiang appa? Itu artinya pria itu sudah tak punya appa? Ia merasa bersalah sekarang, seharusnya ia tahu Eun Hyuk tak mungkin menjulanya seperti itu kalau bukan menyangkut sesuatu yang penting.

Hyu Won menarik nafasnya lalu menghembuskannya lagi, ia tahu bahwa sahabatnya itu tak akan mungkin tega menjadikan dirinya taruhan. Pasti Kyu Hyun yang sudah menjebaknya, tapi untuk alasan apa? Ia tak marah lagi pada Eun Hyuk mengenai taruhan setelah mendengar alasan pria itu, yang ia sesalkan, mengapa Eun Hyuk tak cerita padanya bila ia menyetujui permainan basket yang sebenarnya hanya siasat dan permainan yang sengaja diatur Kyu Hyun.

Hyu Won membalikan tubuhnya dan menatap Kyu Hyun dengan tajam, “Katakan, apa yang harus kulakukan agar bisa mendapatkan bolpoin Eun Hyuk?” ucap Hyu Won malas. Ia ingin segera menyelesaikan semuanya.

“Hyu Won-ah..” cegah Eun Hyuk. Ia tak menyangka Hyu Won akan mencemplungkan dirinya sendiri ke dalam bahaya. Ia tahu Kyu Hyun sangat licik, pria itu akan menggunakan semua jebakan untuk setiap mangsanya.

Kyu Hyun menautkan alisnya, ia sedikit tak suka sikap persahabatan yang ditunjukan Hyu Won untuk Eun Hyuk. Mengapa gadis itu begitu baik dan rela melakukan apapun untuk Eun Hyuk?

“Ya!! Palli-wa,”

“Benarkah kau mau mendengar permintaanku?” tanya Kyu Hyun dengan wajah datar. Sekali lagi, pria itu tak suka dengan sikap baik gadis itu hanya untuk pria lain.

“Katakan,” ucap Hyu Won datar. Sebenarnya ia begitu takut mendengar permintaan pria itu nantinya.

“Cium aku,” ucap Kyu Hyun singkat.

Hyu Won menolehkan kepalanya cepat. Tubuhnya sedikit menegang. Ini sama seperti dulu, di tempat yang sama, dan karena alasan yang sama, sebuah taruhan.

“Kau gila? Jangan banyak berharap, aku tak akan jatuh lagi pada kubangan yang sama,” ucap Hyu Won murka.

“Akhh,” jerit Eun Hyuk dan membuat Hyu Won menolehkan kepalanya dengan cepat.

“Eun Hyuk-ah gweanchanna?” tanya Hyu Won panik.

“Hanya sedikit ngilu,” ucap Eun Hyuk.

Hyu Won membalikan tubuhnya menuju Eun Hyuk, tapi lagi-lagi Kyu Hyun menahan gadis itu.

Hyu Won menghembusakan nafasnya kasar lalu kembali berbalik memandang Kyu Hyun dengan murka. “Ya! Eun Hyuk terluka, kau tak punya hati, hah?”

Kyu Hyun menarik nafasnya, “Perjanjian tetap perjanjian, pria itu boleh pergi setelah hutangnya lunas, aku tak akan membiarkan ia pergi untuk mengobati kakinya itu sebelum aku mendapatkan apa yang kumau,” ucap Kyu Hyun masih datar.

Hyu Won menatap Kyu Hyun dengan emosi yang hampir meledak sekarang, “Kau masih senang bermain-main tuan Cho? Kau benar-benar tak berguna, jadi hobimu masih sama? Suka berciuman dan bertaruh?” ucap Hyu Won lalu maju selangkah. Kyu Hyun menyeringai lalu menatap Hyu Won.

“Aku senang bermain-main,” ucap Kyu Hyun santai.

“Jadi dimana? Dimana aku harus menciummu?” tanya Hyu Won cepat. Ia berusaha menyembunyikan kegugupannya. Sayangnya Kyu Hyun bahkan mengetahui kegugupan gadis itu.

“Di bibir tentu saja,” balas Kyu Hyun dengan seringai. Kyu Hyun melihat tubuh Hyu Won yang sedikit menegang.

“Wae? Mengapa harus bibir?” kesal Hyu Won.

“Karena aku merindukan bibir cherry milikmu,” balas Kyu Hyun enteng. Hyu Won hampir saja melayangkan tinju tapi nyalinya bahkan tak mencapai angka 10 %

“Tapi setelah itu kembalikan bolpoin Eun Hyuk dan menjauh dari hidupku, lalu biarkan aku membawa Eun Hyuk ke ruang kesehatan,” ucap Hyu Won sinis.

“Geurae,”

“Aku tak bisa mempercayaimu begitu saja, kau licik,” ucap Hyu Won lagi.

“Hahahahha, benar-benar gadis pintar. Ini, ambil bolpoin ini, lalu cepat cium aku,” ucap Kyu Hyun tak sabar. Ia menyerahkan bolpoin milik Eun Hyuk pada Hyu Won. Sekarang Hyu Won yang menjadi gugup, kenapa ia bisa seberani ini? Tapi tak ada pilihan lain, Eun Hyuk harus segera diobati. Pria itu mempunyai dua teman yang bisa membantunya, sedangkan ia? Ia hanya gadis kecil yang tenaganya bahkan tak seberapa. Seandainya ia memaksa untuk membawa Eun Hyuk pergi pun, Kyu Hyun tak akan tinggal diam.

Ia maju selangkah lagi berusaha memangkas semua jarak antara tubuhnya dan Kyu Hyun. Kyu Hyun menyeringai. Hyu Won memejamkan matanya berusa berpikir rasional, mengapa ia mau saja diperintah agar mencium pria itu? Sisi terdalam hatinya seolah menginginkan kembali bibir Kyu Hyun saat pandangannya hanya menatap bibir Kyu Hyun karena jarak yang memang begitu dekat. Ia membuka matanya lalu menarik nafasnya.

Kyu Hyun terkekeh pelan melihat kegugupan Hyu Won. Sejujurnya ia juga berusaha menutupi kegugupannya sendiri. Ia penasaran seperti apa ciuman ini akan berlangsung, apakah akan sama seperti dulu? Gila, ia benar-benar mempermainkan gadis itu lagi. Tapi ia harus melakukan ini.

Hyu Won semakin memajukan langkahnya..

10 centi

5 centi

Chu~

Kyu Hyun maupun Hyu Won memejamkan mata menikmati sentuhan lembut pada bibir masing-masing. Ini seperti melepaskan semua kerinduan yang lama terpendam dalam hati mereka. Kyu Hyun kembali merasakan rasa yang sama seperti dulu.

Hyu Won merasakan kembali sentuhan bibir tipis Kyu Hyun. Rasanya begitu memabukan, bibir mereka hanya menempel, tak ada pagutan dan ciuman intens seperti dulu. Kyu Hyun sadar dirinya tak bisa mempermainkan gadis ini lebih parah lagi.

Hyu Won melepas ciumannya, Kyu Hyun sedikit kecewa tapi ia tak melakukan apapun. Mata keduanya saling bertabrakan, seolah melempar telepati. Hyu Won merasa canggung dengan keadaan seperti ini, ia merasa Kyu Hyun bukan musuhnya melainkan pria yang ia cintai. Ia mulai sedikit mempercayai Kyu Hyun kembali. Ia tak mengerti reaksi hati dan jantungnya. Dua benda itu bekerja seolah menghianati pikiran normalnya. Hatinya seperti sedang melompat bahagia, sementara jantungnya terus mengalunkan irama yang membuatnya sedikit menikmati setiap detik degupan yang ditimbulkan.

“Ehhmm…” sebuah suara mengintrupsi kegiatan keduanya. Hyu Won menolehkan kepalanya dan mendapati Donghae berdiri dengan sebuah kamera di tangannya.

“Apalagi ini?” tanya Hyu Won.

Kyu Hyun menyeringai lalu menatap Hyu Won seolah menertawakan kebodohan gadis itu. Bukan kebodohan sebenarnya, tapi ketidakwaspadaan gadis itu.

“Kau masuk perangkap lagi,” ucap Kyu Hyun santai.

“Cih, kalian masih sama seperti dulu, brengsek..” Hyu Won menyesali semua perasaan berbunga-bunga yang ia rasakan tadi. Bodoh, seharunya ia tak masuk ke dalam jebakan yang sama seperti ini. Bahkan tupai pun mampu menyelamatkan hidupnya agar tak jatuh pada lubang yang sama.

“Aigoo uri Hyu Won sudah besar sekarang,” ucap Donghae pelan setelah mendengar makian Hyu Won.

“Katakan permainan apalagi yang kalian rancang? Kali ini apa?” cerca Hyu Won mulai emosi.

“Ehmm, bagiamana ya. Aku kembali merekam aktivitas kalian,” ucap Donghae dengan senyuman.

Kyu Hyun berjalan lalu menyentuh pipi Hyu Won. “Dulu tidak sengaja foto saat kita berciuman muncul di situs Sekolah, sekarang ku pastikan tak akan bocor asalkan kau mau jadi kekasihku, eotte?” tanya Kyu Hyun santai. Kyu Hyun merasa dirinya begitu kekanak-kanakan sekarang. Tapi ia begitu menikmati setiap detik ekspresi Hyu Won.

“Lepaskan,” ucap Hyu Won lalu menyingkirkan tangan Kyu Hyun. Ia benci semua ucapan pria itu.

Kyu Hyun tersenyum melihat penolakan Hyu Won. Hyu Won berjalan menuju Eun Hyuk.

“Kau lebih suka orang tahu ciuman tadi, ya?” pancing Kyun Hyun. Demi tuhan ia benar-benar tak suka cara seperti ini, tapi Donghae yang memaksanya melakukan cara seperti ini. Ia bahkan sudah punya cara sendiri agar Hyu Won mau kembali menatapnya.

Hyu Won membalikan tubuhnya dan menatap Kyu Hyun murka. “Lakukan apapun maumu, aku tak takut. Aku sudah pernah malu karena insiden separti ini,” ucap Hyu Won dengan santai. Dulu hampir seluruh siswa manyakisakan secara langsung ciuman mereka, belum lagi satu tahun setelah insiden taruhan itu terjadi, foto dirinya dan Kyu Hyun berciuman menjadi tontonan umum di situs sekolah. Jadi sekali lagi malu ia tak akan peduli.

“Sekali lagi malu tak masalah bagiku, tuan Cho.” Ucap Hyu Won setelah berhasil memapah Eun Hyuk dengan susah payang.

TBC~

Catatan Kaki:

Oppa: Kakak laki-laki bagi perempuan

Ya!: Hei!

Andwae: Tidak

Molla: Tidak tahu

Ommo: Ya ampun

Ne: Iya

Anni: Tidak

Mwo: Apa

Wae: Kenapa

Annyeong: Hallo

Kajja: Ayo

Gimana? Gimana? Komen-komen. Hancur kayaknya, aku gak tau kayak apa ceritanya, lho? Ah pokoknya kalo nemuin unsur maksa itu murni kesalahan otak aku hahahah. Kalo ceritanya alurnya rada ngaco maafin, otak aku hampir buntu. Kalo rada gak nyambung, oke maafin. Aku lupa jalan cerita hahahha….

Makasih buat yang udah mampir ^..^

I love you all, enjoy it!

Advertisements

106 thoughts on “FF: Kiss, Hate, & Love [Part 2]

  1. hua!!!! udah keluar lanjutanya jangan lama lama ya UN kan udah selesai. Daebak banget loh. aku sempet kira ini berakhir di part 2 aja. pokoknya aku tunggu part selanjutnya dan jangan lama lama ya^^

  2. Annyeong..
    Aku yg sbelumnya pake nama EkaKurniiaa, skrg ganti jd nama koreaku hehe *abaikan*

    Bagus bgt temanya, aku selalu suka sm jln cerita yg km buat 🙂
    Lanjutannya ditunggu yaa ^^

  3. Tunggu tunggu tunggu..
    Eunhyuk juga ternyata temennya kyuhyun ya??
    Parah bgt deh si mr.cho satu ini..
    Hehehehehe..
    Tapi ceritanya bener2 fresh,, alurnya gk ngebosenin..
    Fighting for the next chapter 🙂

  4. kereeenn, jeongmal! tbc-nya ngeseliiiinn. aku suka bgt tuh sm ucapan trkhirnya (?) Hyuwon. bagus! biar tau rasa tu si Evil. emgnya enak trnyata Hyuwon kgk takut ancemannya. wkwk.. trbawa emosi nih aku.

    oh jd gt ya cerita Hyuk bs trlibat ama KyuHae. ngerti deh aku. cara Kyuhyun buat dapetin Hyuwon lg emg kejam sih. tp aku ya gak mau munafik, klo jd Hyuwon tnp d ancem pun aku mau lah, cuma trkadang jual mahal dikit itu diperlukan #PLAK!!! Kyuhyun hrs trsiksa jg tuh, biar dia rasain gmna sakitnya Hyuwon gara2 dia dlu. kkkkk~

    wah udah selesai UN ya? smg hasilnya baik dan sesuai harapan ya? Amin. next partnya jg kelamaan ya? aku kepo pake super duper bgt xD.

    • Iya kyu emang kejam, kita liat dia bakal jadi apa nanti ahhahaha. Bikin kyu ngelayang dulu pas di kisseu abis itu jatuhin ke lantai ahhaha.

      Makasih doanya, semoga lulus. AMIN!
      Next part tungguin ajaa..

  5. ceritanya lucu bgt hihi. kyuhyun-nya juga loveable ya biarin so jerky juga. lanjutannya ditunggu! se ma ngat authr!

  6. huweeee lanjuttt ini harus dilanjut >.<
    kyaaa kyuuuuuuu woahhh apalagi ini rencana itu epil -,-

  7. Kasihan eunhyuk, ikut skenario yg dibuat kyuhyun jadi korban bulan*an.
    Eh?, ternyata pengumuman UN tiap daerah beda* ya. Kalo dijogja asal g ada dari tukang pos/ pihak sekolah datang kerumah udah pasti lulus.

    • Ihhh enak banget pengumumannya gitu, aduh ini was-was. Tahun ini angkatan aku jadi percobaan 20 paket jadi udah pasti hasilnya pasti harus murni gak ada bantuan lain huhuhu takut, terus jadi tolak ukur pemerintah. Doain lulus eon, serem banget!
      Pindah Jogja!!! Hhahahha..
      Oh iya eon, aku udah ngikut saran eonnie kirim cerita ke blog lain hasilnya bagus, gak bikin jleb! wkwkwk

  8. Amin, tahunmu emang tahun percobaan kok. Dan pemerintah pada belum siap. Selain paket un yg beragam, simpang siurnya universitas negeri mulai menerapkan uang kuliah tunggal. Dan kalau diitung* lebih mahal. Walau aku g ngerasain, tapi tetep aja g setuju, terlalu memberatkan.
    Pindah jogja wae *jogja semakin penuh-,-*
    selamat, dikirim ke blog mana aja?

  9. Adegan KyuWon bikn deg-deg an .FEELnya tuh dpet Adegan KyuWon bikn deg-deg an .FEELnya tuh dpet Adegan KyuWon bikn deg-deg an .FEELnya tuh dpet Adegan KyuWon bikn deg-deg an .FEELnya tuh dpet bngt .
    Smoga punya wktu bwt publish next part nya,,krn kn bntr

  10. Adegan KyuWon bikn deg-deg an .FEELnya tuh dpet bngt .
    Smoga punya wktu bwt publish next part nya,,krn kn bntr lgi mO jdi ank kuliahan .
    Hwaiting ya eonni !!!
    [mian hpku gi gngguan server]

  11. aku bingung eunhyuk oppa itu baik atau ng????
    penasaran banget dgn cerita ini, ak kira nanti hyu won bakalan nerima ancaman kyuhyun untuk jd pacarny, ehh ternyata ng..
    bagus deh jadi beda ceritanya.. deabak lanjutannya ditunggu y ^^

  12. jadi sebenernya kyu hyuk hae kangin itu semuanya berkomplot???!!?? Astaga -.- klo aja hyuwon tau, langsung deh dia benci semuanya….
    Duh kyu cemburu nih wwwkwkk gara2 hyuwon perhatian sama hyuk :p

  13. Agakk binguung
    Bukannya enhyuk juga ikut dalam sandiwara yg dibuat sama kyu Ɣ‎​​ªª ??
    Ŧǻρί Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ disakitin ƍįıƭÛ ??
    Apa pura2 juga yaaaa
    Hmmmm
    Next next

  14. ahhhh kurang greget sama penyampaian emosi nya unn… padahal alurnya udah bikin reader berapi api lol hehehehe lainkali harus lebih greget yah 🙂 fighting

  15. Oh my god semakiiiin seruuuu !!! Cho kyuhyun kekanakan sekali kena batunya tuh hahhaaa dan astaga ga pernah nemu ff dengan cast lee hyuk jae yg jd bahan bulian kasiiian poor enhyuk 😦 but the story is so great 🙂

  16. okeyyy.. sekarang hatiku tambah panas dengan kelakuan kyu.. apa dia gak bisa pake cara baik-baik ya kalo emang masih suka sama hyu won.. issh nyebelin..

  17. emangnya bodoh sama polos itu beda2 tipis…
    tapi kaya kalau Hyu Wo kayanya polos.. tapi dia udah ga selemah dulu ya, kalau sekarang dia bisa ngelawan.
    Cho Kyuhun Bad Boy…

  18. Dpt bgt feelnya. Tp kesel bgt sama kyu knp mesti mempertaruhkan hyuwon agar hyuwon bs ngeliat ke dia lg….
    Hyukjae trnyt ga diduga ga bs bgitu sama uri hyuwon….

  19. Waaahhh.. hyuwon daebak!! Gitu dong. Jangan jadi lemah apalagi takut.. mending kayak gini.. ya sok2 kuat lah seenggaknya.hahahaha
    Tuhkan bener. Monyet temennya ikan ternyata.. dan mereka semua satu komplot. Ntar klo ketauan ginana tuh emosinya hyuwon. Ckckckck
    Ciyee. Jadi kyu cinta n kangen ma hyuwon nih ternyata ya? Ehemm.. tapi masa’ ia caranya kyk gitu. Kyk flashback ke jaman sekolah yg nyakitin buat hyuwon. . Bener2 king of evil.. caranya lain dari yg lain.. 🙂

    • Tuh kan Hyukjae bikin kejutan wkwk. Dia pake cara gitu biar bikin Hyu Won deket sama dia. Kyu Hyun menganut paham benci jadi cinta. Awalnya bikin benci dulu lalu akhirnya cinta hahaha.

  20. Aigo tnyt mrk smua komplotan.. N mrk tega ngerjain hyuwon lg. Aigo hyuwon ksian bgt u ktipu mulu.
    Kalo suka y bilg aj oppa.. Knp malah msti pke cra bgni lg. Kan ksian hyuwon, dy pzt ngrasa jd permainanmu doank.

  21. Ohhh
    Ternyata kyuhyun nglakuin cra itu untuk jdiin hyu won pcaranya lg…

    Tpi gmna nih kyuhyun hyu won ngga terpengaruh sma ancamanmu..

  22. kyuhyun dan teman temanx ahli dalam perbuatan penjebakan, eunhyuk ikut ikutan lg , kalo gt enakan kuliah di harvard

  23. masih sedikit bingung sama eunhyuk. Sebenar’y eunhyuk tuh temen’y kyu bukan. Cz sedikit curiga pas hyu won ke kelas eunhyuk , si eunhyuk’y ikutan panik. Seolah-olah eunhyuk ge nyamar supaya kyu jadian sama hyu won.

  24. Eunhyuk..ah penasaran peran apa sih dia disini, aku ga mau hyuwon benci ma eunhyuk kalo ternyata dia komplotannya kyuhyun cs..ga tau ya ..aku pengen si kyuhyuh tersiksa dulu atinya…hahaha

  25. oh ya aku kayak nya belum komen di part ini. dan sebelum nya aku udah pernah baca, tapi lupa waktu itu sampe part berapa. dan aku ngulang lagi baca dari awal. suka sih ^^

  26. Ternyata Eunhyuk itu bagian dari teman dekat Kyuhyun dn Eunhyuk adalah salah satu rencana Kyuhyun juga. Ahhh Hyuwon bakalan marah besar kalau tau dibohongi Kyuhyun lagi..

  27. aku masih penasaran sbnrnya eunhyuk bagian dari kyu cs atau bkn, awalnya masih kurang jelas..
    tapi kenapa kyu tega bgt ngelakuin itu sma hyu won.. huft

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s