FF: Kiss, Hate, & Love [Part 3]


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Happy Reading all. Masih nunggu tukang pos ke rumah bawa kabar baik nih. Semoga kita lulus semua! Amin!

 

Author (Owner) : gluu

Genre : Romance, Comedy, Angst

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Kang Hyu Won

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Lee Hyukjae of Super Junior

–       Lee DongHae of Super Junior

–       Lee Sungmin of Super Junior

–       Kang In of Super Junior

–       Cho Ahra

–       Kang Ji Hoon as Hyu Won Brother

–       Kang  Jung Hyun as Hyu Won Father

–       Kang Sun Hee as Hyu Won Mother

 

Kyunghee University Clinic

Seoul, South Korea

04.00 PM

“Akh, appo Hyu Won-ah..” ringis Eun Hyuk saat Hyu Won mengobati kakinya.

Hyu Won hanya diam tak memperdulikan ringisan Eun Hyuk. Hatinya sedang kesal karena Eun Hyuk. Seharusnya pria itu mengatakan semuanya padanya, tentang taruhan antara dirinya dan Kyu Hyun.

“Kau marah? Pelan-pelan sedikit Hyu Won-ah,” ucap Eun Hyuk mencoba mencari wajah Hyu Won yang sibuk menunduk masih tak memperdulikannya.

“Ya! Kau marah?” kesal Eun Hyuk.

Hyu Won mengangat kepalanya dan menatap Eun Hyuk tajam , pria itu menjadi sedikit gugup. “Iya aku marah padamu Lee Hyukjae!! Huwaaaa kau membuatku harus berurusan lagi dengan napeum namja itu,” teriak Hyu Won dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Ia benar-benar mengutuk semua kejadian yang baru saja terjadi antara dirinya dan Kyu Hyun.

“Mianhae, seharusnya aku tidak terkilir dan menyebabkan kekalahanku, aku pasti menang tapi aku terjatuh dan kakiku terkilir,” ucap Eun Hyuk berusaha menenangkan Hyu Won.

“Wae? Kenapa kau tak menceritakan taruhan itu dan langsung menyetujuinya?” tanya Hyu Won lagi.

“Akk..ku tak tahu ia akan memintamu, demi Tuhan saat melakukan taruhan itu, ia tak mengungkitmu sama sekali,” ucap Eun Hyuk memberi penjelasan.

“Tapi kenyataannya, ia memintaku, kan?” ucap Hyu Won tak mau kalah.

“Mianhae, aku benar-benar tak memperkirakan semuanya,” ucap Eun Hyuk.

Hyu Won berdiri dan mengambil air mineral di dalam tasnya yang terletak pada sofa di sudut ruangan. Ia menguknya hingga tandas, emosinya benar-benar terkuras.

Eun Hyuk membalikan kepalanya dan menatap Hyu Won. “Mianhae, jangan marah lagi padaku,” ucap Eun Hyuk lagi.

“Aku tak marah padamu, aku hanya kesal padanya,” ucap Hyu Won.

Eun Hyuk terdiam beberapa saat, ia mengerutkan dahinya. “Sekarang ceritakan padaku, apa hubunganmu dengan Kyu Hyun. Dari cara kalian melihat satu sama lain aku merasa kalian punya hubungan yang serius,” ucap Eun Hyuk dengan selidik.

Hyu Won menelan ludahnya gugup, ia tak menyangka Eun Hyuk akan bertanya seperti itu. “Eobsseo,” balas Hyu Won.

“Aisshhh, kau menyuruhku jujur padamu tapi kau sendiri tak jujur padaku,” ucap Eun Hyuk kesal.

Hyu Won terkekeh pelan lalu menatap Eun Hyuk ragu, “Apakah aku harus menceritakannya padamu?” tanya Hyu Won ragu.

“Tentu saja, aku harus tahu sesuatu tentang kalian. Kelak bila ia mengincarmu, setidaknya aku tahu harus berbuat apa,” balas Eun Hyuk meyakinkan Hyu Won.

Hyu Won menganggukan kepalanya. Benar, Eun Hyuk tak pernah tahu hubungan antara dirinya dan Kyu Hyun. Jadi saat taruhan itu terjadi, Eun Hyuk menyetujuinya tanpa pikir panjang.

“Jadi begini,” ucap Hyu Won menggantung. Ia mulai mencari posisi yang enak di sofa. Eun Hyuk menunggu dengan penasaran, “Aku dan Kyu Hyun adalah sepasang kekasih di Senior High School dulu,” ucap Hyu Won kemudian. Ia yakin Eun Hyuk pasti akan terperangah.

“Hmmm,” balas Eun Hyuk tak terperangah sama sekali. Hyu Won tak terlalu memperdulikan reaksi pria itu. Ia kembali melanjutkan ceritanya.

“Saat itu aku anak baru, aku masih kelas satu dan Kyu Hyun kelas tiga, ia akan segera lulus,” ucap Hyu Won.

“Lalu bagaimana kalian bisa menjadi kekasih?” tanya Eun Hyuk penasaran.

Hyu Won menghembuskan nafasnya dengan lemah, seolah mengutuk kebodohannya sehingga bisa menjadi kekasih pria itu. “Aku terlalu bodoh dan buta akan pesonanya, ia menyatakan cinta padaku saat di perpustakaan sekolah, tapi itu hanya bagian dari permainan yang ia rancang,” ucap Hyu Won kesal.

“Permainan?” tanya Eun Hyuk bingung.

“Ne, ia menjadikanku taruhan dengan teman-temannya. Aku tak tahu apa saja hadiah yang mereka jadikan taruhan. Tapi kalau ia berhasil menciumku, ia mendapatkan hadiah dari teman-temannya,” balas Hyu Won sinis.

“Aigoo, jadi kau hanya taruhannya?”

“Hmmm, dan bodohnya aku mengira ia mencintaiku tulus, aku benar-benar polos dan bodoh saat itu,” ucap Hyu Won mengatai dirinya sendiri. Gadis itu lantas menyandarkan punggungnya pada sofa.

“Lalu setelah itu bagimana hubungan kalian?” tanya Eun Hyuk penasaran.

“Hubungan kami? Seperti orang yang tak kenal satu sama lain, aku tahu dari kakak kelas yang membenciku, mereka bilang aku hanya satu di antara banyak korban Kyu Hyun, ia suka mempermainkan banyak gadis,” balas Hyu Won.

“Membencimu?”

“Iya mereka membenciku, dan bodohnya mereka benci aku karena Kyu Hyun memilihku menjadi korbannya, apakah mereka tak punya otak? Mana ada orang yang senang dijadikan permainan? Mereka mengejekku tiga  tahun lamanya, mengatakanku bodoh karena dengan mudahnya mempercayai Kyu Hyun,” ucap Hyu Won kesal. “Kurasa mereka berharap merekalah yang menjadi korban Kyu Hyun, cih dasar tak punya harga diri,” sambung Hyu Won sebal.

“Mereka pikir aku senang dan bangga menjadi korban pria itu? Aku bahkan memohon pada appa untuk pindah sekolah tapi ia tak mengabulkannya, dan pria itu? Ia hidup bahagia setelah tamat sekolah kurasa, ia tak tahu aku yang mendapat hujatan selama tiga tahun bersekolah di sana,” sambung Hyu Won semakin kesal.

Eun Hyuk terdiam beberapa detik, alisnya bertautan memikirkan kejanggalan yang ada, ia sibuk memikirkan hal-hal yang baru saja berkeliaran dalam otak kecilnya, “Hyu Won-ah, mungkinkah Kyu Hyun menyukaimu?” tanya Eun Hyuk tiba-tiba.

Hyu Won menolehkan kepalanya cepat, “HA? Kau gila? Ia itu playboy, ia tak akan mungkin menyukaiku, lagipula aku hanya mainan di matanya, ia tak akan berhenti bermain hingga ia mendapat balasan,” balas Hyu Won dengan tawa mengejek, gadis itu benar-benar berharap Kyu Hyun mendapat balasan suatu hari nanti.

“Tapi apakah kau sadar? Point penting taruhanku dan dirinya adalah dirimu,” ucap Eun Hyuk lagi.

Hyu Won menolehkan kepalanya dan menatap Eun Hyuk bingung. “Apa maksudmu?” ucap Hyu Won mengambang.

“Dengar, ia hanya mengincarmu. Kau tak ingat ia ingin menjadikanmu kekasihnya? Apalagi kalau bukan menyukaimu?”

Hyu Won menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangan kesehatan tersebut, gadis itu lantas tertawa keras. “Hhahaha, bagaimana kalau ia kembali ingin bermain-main?” tanya Hyu Won lagi.

“Kalau kau yakin ia mempermainkanmu, kenapa kau mau saja diajak berciuman seperti tadi? Itu karena hati terdalammu bisa merasakan niat dibalik semua tindakannya,” ucap Eun Hyuk.

Blussshh

Jantung Hyu Won berdetak aneh, benar apa yang dikatakan Eun Hyuk. Seharunya ia bisa menolak keinginan pria itu dan bukannya justru terjatuh ke dalam permainan pria itu. Tapi tadi saat ia menyetujuinya, ia sedikit mulai mempercayai pria itu.

“Itu karena aku tak tega melihatmu meringis kesakitan, babo.” Sangkal Hyu Won.

“Benarkah? Kupikir kau bisa membuat penawaran lain, tapi kau jutru terlihat pasrah dan masuk ke dala perangkap pria itu dengan senang hati, kau seolah menantikan semua terulang kembali tapi dalam konteks yang berbeda,” ucap Eun Hyuk masih berusaha memojokan Hyu Won. Ia ingin semua dugaannya benar.

Hyu Won mengibaskan tangannya, udara tiba-tiba menjadi begitu panas bagi gadis itu. “Apa maksudmu? Aku tak mengerti,” sangkal Hyu Won lagi. Sejujurnya ucapan Eun Hyuk hampir benar semuanya.

“Secara tidak sadar. Kau mengingkan ciuman kalian karena adanya dorongan perasaan lain, bukan hanya sekedar permainan, kau mengingakan dirinya sama seperti Kyu Hyun mengingkan dirimu, hanya saja kau belum paham perasaanmu sendiri,” balas Eun Hyuk dengan serius.

Hyu Won menggelengkan kepalanya, “TIDAK, aku tak mengingkan pria itu. Ia pria yang mati-matian ingin kuhapus dari ingatanku, ia mempermainkan perasaanku sesuka hatinya,” ucap Hyu Won semakin menyangkal. Ia tak mau begitu saja menyetujui semua dugaan Eun Hyuk.

Eun Hyuk tersenyum tipis. “Kau hanya belum menyadarinya Hyu Won-ah, walaupun Kyu Hyun menyebalkan tapi aku merasa kali ini ia benar-benar tulus, lagipula selama ini aku tak pernah mendengarnya mempermainkan wanita di kampus ini,” ucap Eun Hyuk menyakinkan Hyu Won.

Hyu Won berdiri dan menatap Eun Hyuk sebal.

“Berbicara denganmu benar-benar membuang waktu, aku pergi!” ucap Hyu Won gusar lalu berjalan keluar dengan sebal. Ia tak suka dikatai mengingkan pria itu. Eun Hyuk hanya tersenyum tipis, ia senang melihat Hyu Won yang menjadi gusar seperti itu.

“Ya! Kau tak kasihan padaku?” teriak Eun Hyuk.

“Aku tak peduli!! Semoga kakimu semakin memburuk!!” balas Hyu Won yang sudah menghilang dari pandangan Eun Hyuk.

****

Kyu Hyun’s Home,

Gangnam, Seoul

07.00 PM

Donghae menghentikan kegiatan memetik senar gitar, pria itu menatap Kyu Hyun lalu detik berikutnya ia tertawa keras. Bayangan tentang penolakan yang diterima sahabatnya tadi membuatnya tak bisa berhenti tertawa sejak mereka tiba di rumah Kyu Hyun. Kang In memutuskan pulang duluan, ia harus mengantar eommanya pergi ke bandara. Benar-benar anak berbakti.

“Hahahhaha babo Kyu, kau lihat gadis itu sudah besar sekarang, ia tak akan masuk ke dalam perangkapmu lagi,” ucap Donghae dengan ejekan. Kyu Hyun mendengus sebal, bukankah semua itu ide pria itu?

Sung Min meringis pelan. “Benar, ia begitu terlihat kuat tadi, astaga aku tak menyangka itu gadis yang dulu kita kerjai,” sambung Sung Min dengan gelengan kepala.

Kyu Hyun hanya menatap pemandangan dari luar jendela kamarnya, pikirannya terus berputar pada Hyu Won. Gadis itu semakin membuatnya tertarik untuk berusaha lebih keras lagi. Tangannya bergerak mengusap bibir tebalnya, kecupan gadis itu masih terasa di sana.

Kyu Hyun menyeringai tipis. “Aku akan mendapatkannya lagi,” ucap Kyu Hyun dengan penekanan.

Donghae mendengus. “Bagaimana caranya? Kau bahkan mendapat penolakan seperti tadi,” sindir Donghae.

“Kau tahu, akan selalu ada jalan untuk niat baik,” balas Kyu Hyun begitu yakin. Sung Min hanya tersenyum meremehkan, ia sibuk dengan ponsel di tangannya.

Brakkkk

“Yakkk!!” pekik Sung Min tertahan saat melihat pintu kamar Kyu Hyun yang menjeblak lebar.

“Eoh? Eun Hyuk-ah?? Apa kabar?” tanya Donghae dengan kekehan, mata pria itu menatap kaki Eun Hyuk yang diperban. Sedikit rasa prihatin melihat sahabatnya harus menderita seperti itu. Tapi ini sedikit menghibur.

“Brengsek kalian!” teriak Eun Hyuk kesal, pria itu berjalan tertatih-tatih menuju sofa dimana Donghae duduk, pria itu mulai duduk dan mengatur nafasnya yang sedikit tersenggal-senggal.

“Ya! Cho Kyu Hyun! Kau harus bayar besar untuk kakiku, rasanya mulai sakit sekarang!” dengus Eun Hyuk.

Kyu Hyun membalikan tubuhnya lalu menatap Eun Hyuk, pria itu berusaha menahan tawanya. Ia tahu tak seharusnya ia menertawakan kesialan sahabatnya itu, lagi pula Eun Hyuk sudah membantunya jadi sedikit bersimpati mungkin akan memperbaiki keadaan.

“Salahkan Donghae, ia yang melukai kakimu, kan?” balas Kyu Hyun tanpa rasa berdosa sama sekali. Memang Donghae yang melukai tapi semua ini adalah ide gila pria itu.

“Mwoya? Ya! Cho Kyu Hyun kau benar-benar simbol eratnya sebuah persahabatan. Hanya demi seorang gadis kau mengorbankan kami. Aku mau berhenti saja!” Ucap Donghae setengah mencibir. Pria itu tidak habis pikir mengapa dirinya bisa dengan bodohnya menyetujui permintaan Kyu Hyun untuk membantu pria itu mendapatkan Hyu Won.

“Eihhhh, Donghae-ah kau mulai lagi, kan? Sudah berjanji akan membantuku, sedikit lagi. Hanya membangkitkan sedikit memori gadis itu tentang diriku, kau pikir mengapa aku menjebaknya dan memintanya menciumku? Itu semua kulakukan agar gadis itu kembali mengingat memori tentang hubungan kami,” balas Kyu Hyun.

Eun Hyuk hanya mendengus sebal, “Lalu bagaimana dengan kakiku? Ini sakit sekali Cho Kyu Hyun! Donghae menginjaknya sangat keras, aku bahkan kesulitan berjalan..” ucap Eun Hyuk sambil melihat keadaan kakinya.

“Mian Hyuk-ah, kau kan kuat! Kau tahan saja..” balas Kyu Hyun ringan. Ia benar-benar simbol pria dengan hati yang benar-benar terkutuk.

“Ah Eun Hyuk-ah, bagaimana tugasmu? Kau sudah menghasut uri Hyu Won?” tanya Sung Min tiba-tiba.

“Kurasa kebencian gadis itu pada Kyu Hyun benar-benar sudah tak tertolong. Setiap kali membicarakan Kyu Hyun, emosinya selalu meluap-luap dan tak terkontrol. Tapi kurasa ia juga mudah dipengaruhi, ia itu masih sangat labil. Jadi, Cho Kyu Hyun selamat berjuang..” ucap Eun Hyuk acuh, ia terlalu sibuk meringis untuk luka di kakinya.

Kyu Hyun tersenyum. “Tenanglah, banyak dukungan untuk diriku..” ucap Kyu Hyun pelan.

“Berhentilah bermain-main Cho Kyu Hyun,” sebuah suara mengintrupsi obrolan mereka. Kyu Hyun menatap pintu dan melihat noonanya masuk dengan nampan yang berisi beberapa makanan dan minuman.

“Mengapa kau tak meminta maaf dan mengatakan perasaanmu saja langsung, kurasa ia mungkin akan mempertimbangkan semuanya. Kau tahu, bila semua ini terungkap, gadis itu mungkin akan semakin membencimu,” ucap Ahra. Ahra tahu semua rencana adiknya itu.

“Ia bukan gadis yang sesimpel pikiranmu noona-ya, ia gadis yang luar bisa. Tak akan mudah menerimaku, lagipula aku sudah terlalu dalam menyakitinya..” ucap Kyu Hyun pelan, suaranya melemah sekatika.

****

 

Kyunghee University

Seoul, South Korea

03.00 PM

Hyu Won tengah duduk pada bangku taman sambil menunggu jadwal kuliahnya, di depannya ada sebuah novel karya Paulo Coelho dan segelas minuman jeruk kesukaannya. Matanya memang terus menatap novel tapi tidak dengan pikirannya. Pikirannya terus berkutat pada permintaan Kyu Hyun untuk menjadi kekasih pria itu, belum lagi ucapan Eun Hyuk yang mengatakan dirinya mungkin saja tak menyadari rasa suka di dalam hatinya terhadap Kyu Hyun. Semenjak obrolannya yang terlalu serius dengan Eun Hyuk di klinik tempo lalu, pikirannya tak henti-hentinya memikirkan Kyu Hyun.

“Aku tak mungkin menyukai pria brengsek itu. Mungkin aku gila kalau sampai menyukainya,” ucap Hyu Won pada dirinya sendiri. Ia terus menyangkal mati-matian semua yang dikatakan Eun Hyuk. Ia yakin bahwa rasa bencinya terhadap pria itu benar-benar tak bisa dihapuskan lagi. Ia tak mau jatuh lagi ke dalam pesona pria seperti Cho Kyu Hyun.

Hyu Won mengangkat kepalanya dan mencerna kembali ucapan Eun Hyuk kemarin. Tiba-tiba mata gadis itu sedikit menyipit, ia mencoba memastikan apa yang ia lihat di depannya bukan pria yang mati-matian berusaha ia singkirkan dari hidupnya.

“Andwae, itu Cho Kyu Hyun!” umpat Hyu Won kecil. Ia menundukan kepalanya mencoba menyembunyikan wajahnya. Pikirannya menjadi kalut dan panik, mengapa juga ia harus sepanik itu?

Kyu Hyun yang dari jauh sudah melihat Hyu Won di taman, membuatnya semakin ingin menghampiri gadis itu. Ia mengeratkan tas ranselnya dan mempercepat langkahnya mendekati Hyu Won.

Hyu Won masih terus menunduk. Dalam hati ia berdoa semoga Kyu Hyun tak berjalan menuju tempatnya duduk. Ia mengangkat kepalanya saat mendengar derap langkah kaki yang mendekatinya.

Dengan cepat ia berdiri dan bersiap akan pergi meninggalkan tempatnya duduk, namun ia terlambat. Kyu Hyun lebih cepat tiba di tempatnya duduk.

“Mau pergi? Menghindariku, hah?” tanya Kyu Hyun dengan suara beratnya.

Hyu Won bingung harus menjawab apa, sebenarnya mengapa juga ia harus menghidar dari Kyu Hyun? Tanpa ia sadar, ia takut bila bertemu Kyu Hyun maka semua yang Eun Hyuk katakan menjadi kenyataan. Bagaimana bila ia kembali menyukai pria itu?

“Mwo? Menghindarimu?” tanya Hyu Won lalu kembali duduk dan menatap Kyu Hyun dengan bola mata yang berputar seolah menertawakan ucapan pria itu.

Kyu Hyun lalu melempar tasnya asal ke atas meja, Hyu Won menatap tas pria itu yang mendarat tepat di depannya. Pria itu lantas duduk pada bangku tepat di depan Hyu Won.

“Hmmm, kalau begitu mengapa kau tampak panik saat melihatku?” tanya Kyu Hyun menyudutkan.

“Cih panik? Mengapa aku harus menghindarimu?” tanya Hyu Won balik.

“Molla, tanyakan sendiri pada dirimu. Kau takut bertemu denganku?” ucap Kyu Hyun enteng.

“Hhahahah takut? Bagaimana kalau takut diganti dengan muak?” balas Hyu Won lalu melipat kedua tangannya di depan dada. Tatapan gadis itu begitu sinis, ia tak mengerti mengapa bila bertemu Kyu Hyun emosinya selalu tak terkendali.

“Muak?” alis Kyu Hyun bertautan.

Hyu Won menatap jam tangannya lalu kembali menatap Kyu Hyun. “Sepertinya aku harus pergi,” ucap Hyu Won. Kyu Hyun mengernyitkan dahinya. Terang sekali gadis itu menghindarinya.

“Kau mau kemana?” tanya Kyu Hyun mencoba mencegah gadis itu pergi.

“Bukan urusanmu, tuan Cho!”

Hyu Won baru saja akan berdiri namun Kyu Hyun menahan bahu gadis itu hingga gadis itu kembali terduduk.

“Ya! Hyu Won-ah, mengapa ingin pergi begitu saja? Aku bahkann baru datang, duduklah..” ucap Kyu Hyun.

“Cih, dia benar-benar masih sama seperti dulu,” Hyu  Won hanya mengumpat pelan. Kepribadian pria itu tak beda jauh dengan dulu hanya saja sekarang semakin menjadi-jadi.

“Bagaimana dengan tawaran kemarin? Maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Kyu Hyun lalu manatap Hyu Won dalam.

Gadis itu mendelik tajam seolah menertawakan ucapan pria itu. “TIDAK! Sampai kapan pun aku tak akan menjadi kekasihmu,” balas Hyu Won penuh penekanan.

“Wae? Bagaimana kalau kita bertaruh? Kalau kau bisa jadi kekasihku-”

“Berhenti bertaruh, kau ini sudah dewasa dan masih seperti bocah ingusan, kau pikir tingkahmu seperti itu bagus?” ucap Hyu Won memotong ucapan Kyu Hyun dengan kesal. Pria itu masih sama seperti dulu, masih kekanak-kanakan dan bertingkah falmboyan.

Kyu Hyun terkekeh pelan, “Aku sudah berhenti mempermainkan wanita karena dirimu,” ucap Kyu Hyun lagi. Kali ini ucapan pria itu terdengar serius. Hyu Won sempat tak percaya mendengar ucapan pria itu tapi ia mencoba menormalkan ekspresinya.

“Kau pikir aku peduli? Kau pikir aku akan terharu dan jatuh cinta padamu hanya karena kau sudah berubah?” tanya Hyu Won sinis.

“Aku tak bilang kau akan jatuh cinta padaku, tapi aku berharap kau akan jatuh cinta padaku sebenarnya..” balas Kyu Hyun dengan kekehan.

Gadis memutar bola matanya sebal mendengar ucapan pria itu yang terdengar begitu menggelikan. Hyu Won semakin kesal sekarang. Dengan cepat ia membereskan semua barang-barang yang ada di atas meja. Semakin lama berbicara dengan Kyu Hyun, maka semakin berpotensi terkena tekanan darah tinggi. Kyu Hyun menatap Hyu Won yang semakin kesal dengan senyum terkulum. Ia suka melihat Hyu Won sedang kesal seperti itu.

Hyu Won terlihat semakin terburu-buru membersekan semua barang-barangnya. Ia menatap Kyu Hyun dengan kesal. “Tak ada gunanya berlama-lama denganmu di sini,” ucap Hyu Won lalu berdiri kasar.

Srettttt

“Ommo!” pekik Hyu Won. Ia mendengar sepertin kain yang baru saja robek. Kyu Hyun juga mendengarnya. Hyu Won menolehkan kepalanya ke arah belakang roknya. Dan mata gadis itu membulat. Roknya baru saja tersangkut paku dan robek hingga memperlihatkan setengah dari paha gadis itu.

Kyu Hyun berdiri dan berjalan menuju belakang tubuh Hyu Won. Hyu Won berdiri waspada, “Jangan.. jangan ke sini!” cegah gadis itu gusar. Kyu Hyun tak mengindahkan sama sekali, justru semakin mendekati Hyu Won.

“Ya! Aku bilang jangan ke sini!”

Kyu Hyun memiringkan kepalanya dan menatap takjub pada apa yang baru saja ia lihat, “Aigoo, rokmu robek Hyu Won-ah. Apakah itu underwearmu?” tanya Kyu Hyun dengan wajah menggoda.

“Ya! Ya! Cho Kyu Hyun!!” kesal Hyu Won. Ia kembali duduk. Samar-samar Hyu Won mendengar derap langkah kaki mendekati tempatnya duduk. Ia melihat segerombolan pria dan wanita yang berjalan menuju bangku tempatnya duduk. Mungkin mereka juga akan duduk dan menunggu jadwal kuliah sama seperti apa yang ia lakukan sejak tadi hingga pria itu datang.

Mata gadis itu berputar mencari cara agar bisa pergi tanpa malu. Ia merogoh ponselnya dan mencoba menghubungi Eun Hyuk. Hanya Eun Hyuk yang bisa dimintai tolong saat ini.

Baru saja ia akan menyalakan ponselnya, ia mendapati ponselnya mati.

“Wae? Aishhh!” ucapnya gusar sambil mencoba menyalakan ponselnya. Tangannya bergerak gusar menyalakan ponselnya, tapi usahanya tak berguna sama sekali. Ponsel itu tetap mati.

“Mungkin baterainya habis,” ucap Kyu Hyun santai. Hyu Won mendengus, pria itu tak membantu sama sekali.

Suara gerombolan mahasiswa lainnya semakin mendekat. Hyu Won menatap Kyu Hyun ragu. Apakah ia meminta tolong saja pada pria itu? Tidak! Ia menggelengkan kepalanya. Sama saja menjatuhkan harga diri di depan musuh. Tapi ia akan lebih malu lagi bila harus berjalan dengan tubuh bagian belakang yang hampir terlihat seperti itu.

Kyu Hyun menatap jam tangannya. “Baiklah, aku ada kelas. Sepertinya aku harus pergi,” ucap Kyu Hyun acuh. Hyu Won mengangkat kepalanya cepat. Ia menggigit bibir bawahnya menimbang-nimbang apakah ia meminta bantuan pada pria itu atau tidak.

“Aku pergi dulu,” ucap Kyu Hyun lalu membalikan badannya.

“Chankkaman,” cegah Hyu Won cepat. Kyu Hyun menyeringai. Sudah ia duga gadis itu pasti akan meminta bantuannya. Ia hanya berpura-pura pergi sebernarnya, dasar licik!

“Wae?” tanya Kyu Hyun dengan senyum menggoda.

Hyu Won menelan ludahnya dan menatap Kyu Hyun nanar, “Rokku robek, kau lihat sendiri kan? Bantu aku,” ucap Hyu Won dengan wajah merahnya. Ia benar-benar tak punya harga diri sekarang.

Kyu Hyun diam sebentar, “Hmm bagaimana ya? Aku mau membantu tapi tidak gratis,” ucap Kyu Hyun dengan santai. Hyu Won menghembuskan nafasnya dengan kasar. Pria itu semakin gila saja mempermainkan gadis itu.

“Kau, tak bisakah kau tak mengharapkan pamrih?” ucap Hyu Won emosi.

“Ya sudah aku pergi, annyeong Hyu Won-ah…” ucap Kyu Hyun lalu bersiap akan pergi.

Hyu Won melihat segerombolan pria mulai duduk pada bangku taman.

“Baiklah, baiklah..apa yang harus ku lakukan?” tanya Hyu Won pasrah.

Kyu Hyun tersenyum lalu menatap Hyu Won, “Mudah saja,” balas pria itu.

“Apa?” tanya Hyu Won ketus.

“Sama seperti kemarin, jadilah kekasihku,” ucap Kyu Hyun enteng.

“MWO?”

“Bagaimana?”

“Katakan, ini pasti bagian dari taruhan besarmu lagi kan?” tanya Hyu Won sinis.

“Terserah apa katamu. Aku sudah berhenti bermain-main karena dirimu,” ucap Kyu Hyun dengan serius. Hyu Won tidak mau mempercayainya begitu saja.

“Eotte? Jadi kekasihku?” tanya Kyu Hyun lagi.

Hyu Won menatap roknya lalu menatap segerombolan pria di samping bangku tempat ia duduk. Mengapa ia tak berbuat licik saja? Sekarang ia berniat menyetujui permintaan Kyu Hyun tapi nanti lain lagi ceritanya. Ia bisa saja berkelit. Hah, pemikiran cemerlang.

“Ne,” balas Hyu Won singkat. Ia tak yakin suaranya terdengar menyetujui permintaan pria itu, ia justru yakin suaranya terdengar begitu sarat akan kelicikan.

“Aku tak bisa mempercayaimu, bagaimana kalau kau hanya membual?” tanya Kyu Hyun menyebalkan. Hyu Won meniup poninya yang mulai memanjang dan menutupi matanya. Gadis itu semakin gusar, ia mendengus tertahan. Pria itu tak bisa diremehkan.

Hyu Won menatap Kyu Hyun tajam, “Baiklah, kau pikir aku masih sebodoh dulu? Kau pikir dewa penolong hanya dirimu? Lebih baik aku mati malu daripada harus menjadi kekasihmu Cho Kyu Hyun!” ucap Hyu Won serius, ia benar-benar tak habis pikir Kyu Hyun masih bisa bermain-main saat dirinya benar-benar membutuhkan pertolongan seperti saat ini.

Kyu Hyun hanya tersenyum simpul mendengar ucapan gadis itu. Benar-benar tak mudah membuat gadis itu menjadi miliknya lagi. Lagipula ia sudah yakin jawaban seperti ini yang akan keluar dari bibir gadis itu, tak mungkin gadis itu akan menyetujui semua permintaannya dengan mudah.

Hyu Won berdiri cepat, Kyu Hyun hanya menatap Hyu Won dengan senyuman yang terlihat begitu menyebalkan di mata Hyu Won. Gadis itu mulai meletakan tas selempangnya di balik tubuhnya untuk menutupi roknya yang robek. Ia terus berusaha menutupi roknya, sedikit menolong setidaknya. Pahanya tak terlalu terekspos dengan bebas seperti tadi. Ia menatap Kyu Hyun lalu mendengus sebal. Kyu Hyun justru memberikan senyum terbaiknya. Hyu Won berlalu dengan cepat dari hadapan Kyu Hyun.

Kyu Hyun melihat Hyu Won yang berjalan dengan tertatih-tatih menjauhinya, gadis itu terlihat kesulitan berjalan karena harus menutupi roknya yang robek.

“Harga dirinya tinggi sekali,” ucap Kyu Hyun lalu berdiri menyusul Hyu Won yang belum terlalu jauh. Ia lantas melepas jaket PSD miliknya. Dengan cepat ia mengerjar Hyu Won.

Srettt

“Yakkk!!” jerit Hyu Won saat dirinya merasakan tangannya baru saja dihempaskan dengan kasar sehingga tas yang ia gunakan untuk menutupi roknya terlempar ke tanah. Gadis itu merasa ngeri, ia tak tahu kesialan apa lagi yang akan menimpanya saat ini. Apakah ia akan menjadi korban pelecehan?

Baru saja Hyu Won akan membalikan tubuhnya, ia merasakan seseorang baru saja mengikat lengan sebuah jaket pada perutnya. Ia tahu sekarang roknya yang robek sudah kembali tertutupi. Ia terus menatap tangan yang masih telaten mengikat lengan jaket tadi. Untuk sepersekian detik, nafasnya tercekat karena tindakan tiba-tiba seperti ini.

“Eoh? Kyu Hyun-ssi?” ucap Hyu Won terkejut saat tahu Kyu Hyun yang baru saja melakukan semua itu.

“Cha! Ini tasmu..” ucap Kyu Hyun lalu menyerahkan tas Hyu Won yang tadi sempat terjatuh. Hyu Won hanya terdiam membeku akibat keterkejutannya, ia tak menyangka pria itu yang menolongnya.

Kyu Hyun melangkahkan kakinya dan meninggalkan Hyu Won yang masih diam termangu di belakangnya. Gadis itu mengerjapkan matanya saat menyadari Kyu Hyun sudah melangkah menjauhinya. Ia tak tahu alasan apa yang membuat pria itu tiba-tiba mau menolongnya. Tapi yang ia tahu sekarang, hatinya sedikit terharu dengan tindakan pria itu. Ia yakin mungkin dirinya baru saja masuk dalam arus yang diciptakan pria itu. Sebuah permainan yang ia sendiri tak paham seperti apa tata cara mempermainkannya.

“Andwae! Hentikan Kang Hyu Won, pria itu brengsek!” ucap Hyu Won berusaha menghalau pikirannya tentang kebaikan pria itu. Ia tak boleh jatuh ke dalam pesona pria itu.

“Aku hanya harus berterima kasih padanya, kupastikan ini pertama dan terakhir kali pria itu menolongku!”

****

Hyu Won’s Home

Seoul, South Korea

07.00 PM

Hyu Won berjalan memasuki ruang tamu, langkah gadis itu terhenti saat melihat ada beberapa orang duduk di sana. Ada dua orang paruh baya yang ia kenal betul, mereka orang tuanya. Lalu dua orang lagi?

“Annyeong Haseyo..” ucap Hyu Won sambil membungkuk, kalau tidak mengingat kesopanan, ia mungkin sudah meluncur ke kamarnya sekarang. Tubuhnya terlalu lelah setelah seharian berkuliah.

“Eoh? Wonie..” ucap Sun Hee, eomma Hyu Won.

“Ahh, kenalkan ini putriku..” sekarang Jung Hyun, appa Hyu Won, berdiri dan menarik Hyu Won agar mendekat.

Kedua orang lain yang sedang duduk kini menatap Hyu Won dengan tatapan yang sulit diartikan. Hyu Won tersenyum canggung, tatapan mereka terlalu berbinar-binar seolah dirinya adalah artis ternama.

“Neomu yeoppo..” ucap wanita paruh baya tersebut.

“Gomawo ahjumma..” ucap Hyu Won kikuk.

Jung Hyun menatap Hyu Won sekilas, “Kenalkan dirimu pada teman appa Hyu Won-ah..”

Hyu Won menganggukan kepalanya, ia lantas berdiri tegak lalu kemudian membungkukan tubuhnya. “Annyeong Haseyo ahjumma, ahjussi namaku Hyu Won..” ucap Hyu Won lalu tersenyum.

“Aigoo! Dia manis sekali, sepertinya aku setuju dengan rencana kita..” ucap wanita paruh baya tersebut. Hyu Won mengerutkan dahinya, ia sedikit bingung kemana arah pembicaraan wanita itu.

“Kita atur pertemuan, eotte?” tanya Jung Hyun dengan antusias.

Hyu Won merasa ini bukan teritorinya lagi, mereka mengobrol tanpa memperdulikannya. “Eomma, appa, ahjussi, dan ahjumma aku permisi ke kamarku..” ucap Hyu Won berusaha mengintrupsi obrolan kedua orang tuanya serta tamu mereka.

“Ah, geura. Kau pasti sangat lelah, ne? Masuklah..” ucap Sun Hee.

“Gomawo, aku permisi..” ucap Hyu Won lalu berbalik.

Hyu Won berjalan pelan menuju tangga, banyak rencana di dalam otaknya. Ia akan mandi dengan aroma terapi favoritnya, makan malam, mengerjakan beberapa tugas, membuang rok sialannya yang sekarang tertutup jaket pria itu, lalu ia akan istirahat setelahnya.

“Aku tak sabar untuk menjodohkan mereka,”

Langkah Hyu Won terhenti seketika saat ia mendengar samar-sama ucapan eommanya. Ia mengerutkan dahinya, ia penasaran siapa yang mereka maksud sebenarnya?

“Siapa yang mereka jodohkan? Aku? Tak mungkin, mungkin Ji Hoon oppa. Ji Hoon oppa sudah punya kekasih. Siapa? Mungkin orang lain,” ucap Hyu Won bergumam mencoba menenangkan hatinya. Tak dipungkiri perasaannya sedikit tak tenang, apakah masih ada perjodohan di jaman modern seperti ini?

Hyu Won kembali melangkahkan kakiknya. Saat melewati ruang TV, matanya menangkap seseorang yang tengah menyaksikan tayangan TV dengan serius. Ia berjalan mengendap-endap ingin mengagetkan oppanya itu.

“Oppa!!” teriaknya keras, sayangnya pria itu bahkan tak bergerak sama sekali. Ia masih menatap tayangan TV dengan serius.

“Aishhh! Hanya karena Kim Tae Hee dan ia tak memperdulikanku?” cibir Hyu Won.

“Cepat mandi sana, kau bau sekali..” ucap Ji Hoon pelan, matanya masih menatap layar datar di depannya.

Hyu Won hanya mendengus sebal, gadis itu lalu bergabung dengan Ji Hoon. Pria itu sedikit bergeser memberi tempat duduk untuk adiknya.

“Oppa, ahjussi dan ahjumma di depan itu siapa?” tanya Hyu Won.

Ji Hoon menolehkan kepalanya lalu menatap Hyu Won dengan tatapan yang sulit diartikan. Hyu Won jadi sedikit gugup.

“Wae? Mengapa menatapku seperti itu?” tanya Hyu Won.

“Kau mau tahu siapa mereka?” tanya Ji Hoon, ia kembali menatap layar TV.

“Hmm, tampaknya mereka penuh dengan rencana yang membuatku sangat penasaran,” balas Hyu Won. Ji Hoon terdiam, ia sedang memikirkan kalimat yang akan ia lontarkan pada adiknya itu.

“Mereka siapa, oppa?” tanya Hyu Won lagi.

“Mereka calon ayah dan ibu mertuamu,” ucap Ji Hoon singkat.

“MWO? Apa maksudmu?” tanya Hyu Won, tubuhnya menegak sekarang.

Ji Hoon menatap adik semata wayangnya itu, ia tak terlalu terkejut dengan reaksi adiknya itu. “Ya! Cepat mandi dan jangan merusak indra penciumanku..” ucap Ji Hoon lalu mendorong adiknya dari sofa. Hyu Won terdorong hingga hampir jatuh.

“Oppa, jelaskan. Apa yang kau bicarakan?” tanya Hyu Won penasaran.

“Aishhh! Cepat pergi, kau mengangguku..” ucap Ji Hoon lalu medorong adiknya hingga gadis itu terpaksa berjalan menaiki tangga. Ji Hoon masih terus mendorongnya.

“Geurae! Lepaskan aku! Kang Ji Hoon babo, menyebalkan!” ucap Hyu Won lalu menaiki tangga meninggalkan oppanya.

“Yakk! Gadis kurang ajar..!” teriak Ji Hoon sebal.

****

Kyunghee University

Seoul, South Korea

08.00 PM

Hyu Won duduk pada halte yang tak jauh dari universitas tempatnya belajar, ia sedang menunggu bus. Ji Hoon tak jadi menjemputnya karena ada urusan penting dengan kekasihnya. Hyu Won yakin mereka pasti sedang berkencan, apalagi yang lebih penting untuk dua orang yang akan segera menikah?

“Aigoo! Kasihan sekali aku ini..” gumam Hyu Won, udara mulai sedikit dingin. Beberapa kali gadis itu menggosokan kedua tangannya agar suhu tubuhnya sedikit menghangat.

Hyu Won berdiri lalu menatap arah kanan jalan berharap ia melihat bus yang ia tunggu sejak tadi, “Aku berharap ada pangeran tampan yang datang menjemputku..” ucap gadis itu dengan mata yang masih menatap arah kanan jalan.

Cekitttttt

Mata Hyu Won membulat seketika saat sebuah Trail Hijau berhenti tepat di hadapannya, jantungnya sedikit berdegup kencang karena keterkejutannya. Motor itu seolah akan menyembar dirinya.

“Nuguya?” gumam gadis itu. Pengendara motor itu melepas helmnya lalu meletakannya di atas pahanya.

“Hai,” sapa pengedara itu dengan senyum jahil, ia bahkan mengedipkan matanya seolah menggoda Hyu Won.

“Astaga, aku meminta pangeran bukan Kyu Hyun..” ucap Hyu Won pelan setengah mencibir. Ia benar-benar meminta pangeran bukan iblis seperti pria di hadapannya itu. Dan apa tadi? Mengedipakan mata? Kedipan matanya bahkan tak menggoda gadis itu sama sekali, ia semakin bertambah muak.

“Ini sudah malam, sedang apa kau di sini sendirian? Kau tak takut ada mahasiswa brandalan yang lewat sini dan mengganggumu?”

Hyu Won memutar bola matanya acuh tak memperdulikan ucapan pria itu.

“Kemana rokmu? Sudah kau buang? Baguslah kau pakai celana malam ini, kalau sampai robek lagi, aku tak yakin ada yang bisa menolongmu..” ucap Kyu Hyun, pria itu sengaja mengingatkan gadis itu tentang insiden rok robek yang menimpa dirinya.

“Kau sedang mengejekku, Cho Kyu Hyun-ssi?” tanya Hyu Won ketus.

Kyu Hyun tak memperdulikan ucapan Hyu Won, ia lebih tertarik untuk mengajak gadis itu pulang bersamanya.

“Bagaimana kalau kau pulang denganku, ini sudah malam. Kurasa bus yang kau tunggu tak akan lewat..” ucap Kyu Hyun.

Hyu Won menatap Kyu Hyun dengan sedikit menyipit, “Tidak, terima kasih.”

“Ayolah, ini sudah malam. Kau ini seorang gadis, kau tak takut ada mahasiswa brandalan? Mereka suka menggoda gadis-gadis yang sedang menunggu bus sepertimu,”

“Tidak, Cho Kyu Hyun-ssi! Jangan memaksaku, aku bisa pulang sendiri. Lagi pula aku yakin kau lebih berbahaya daripada mahasiswa-mahasiswa brandalan itu..” balas Hyu Won.

Kyu Hyun mendengus sebal, mengapa gadis itu selalu saja menolak semua tawarannya? Apakah gadis itu benar-benar sangat membencinya? Jawabannya sudah pasti iya, gadis mana yang tidak membenci pria yang dengan kurang ajarnya mempermainkan perasaan dan mempermalukamu di depan umum?

“Baiklah, aku ceritakan padamu. Dua tahun lalu seorang mahasiswi bernama Park Sung Rin ditemukan tewas di belakang universitas,”

“Apa yang kau bicarakan Cho Kyu Hyun-ssi? Kau mau menakut-nakutiku dengan cerita hantu seperti itu? Maaf, aku tak takut..” ucap Hyu Won, gadis itu sedikit bergidik ngeri sebenarnya. Pria itu sedang tidak menakutinya tentang cerita horor seperti itu, kan?

“Cih, siapa yang menakutimu? Lagi pula aku yakin hantu lebih takut padamu…” balas Kyu Hyun sebal.

“Lalu apa maksudmu bercerita seperti itu?”

“Kau mau tahu apa alasannya ia bunuh diri?” tanya Kyu Hyun. Hyu Won hanya mengangkat satu alisnya berusaha tak tertarik sama sekali, sayangnya wajahnya bahkan menunjukan ekspresi sebaliknya.

“Ia bunuh diri karena depresi,”

“Depresi?”

“Ia hamil, gadis itu diperkosa oleh mahasiswa brandalan. Ia dip…”

“MWO?” pekik Hyu Won tertahan, tangannya bergerak menutupi mulutnya yang menganga lebar. Kyu Hyun suka ekspresi gadis itu.

“Sama sepertimu, ia baru saja selesai mengikuti mata kuliahnya. Ia sedang menunggu bus dan mahasiswa-mahasiswa brandalan itu datang lalu melancarkan aksi mereka, kau tak mau bernasib sama seperti gadis itu, kan?”

“Cho Kyu Hyun hentikan! Kau menakutiku,”

“Aku tak menakutimu, makanya naiklah. Aku akan mengantarmu pulang,” ajak Kyu Hyun. Hyu Won menatap jam tangannya, ia sedikit bergidik bila mengingat cerita pria itu.

“Temani aku, akan akan menelpon Ji Hoon oppa untuk menjemputku,” ucap Hyu Won pelan. Kyu Hyun mendengus sebal.

“Kau takut padaku? Kau pikir aku akan membawamu kemana? Aku akan mengantarmu ke rumahmu. Kau sangat membenciku, hah?” tanya Kyu Hyun kesal. Hyu Won menelan ludahnya gugup, semua ucapan pria itu tak sepenuhnya salah. Sepertinya rasa benci gadis itu yang benar-benar membuatnya tak mau berdekatan dengan pria itu.

“Anniya, bukan begitu. Aku hanya..”

“Aisshhh!” potong Kyu Hyun cepat, pria itu turun dari motornya dan berdiri di samping Hyu Won. Gadis itu sedikit terkejut dengan gerakan cepat pria itu.

Sretttt

“Yakk!! Turunkan aku Cho Kyu Hyun-ssi!”

Kyu Hyun menggendong Hyu Won dan mendudukan gadis itu dengan paksa di atas motor Trailnya. Gadis itu tak sempat melakukan apapun, gerakan pria itu terlalu cepat.

“Dengar, aku sangat mencintaimu! Semenjak hubungan kita berakhir, aku tak bisa berhenti memikirkanmu. Kupikir ini semua karma karena diriku menyakiti perasaanmu. Tapi setelah lama kupikirkan, ini bukan karma. Aku jatuh cinta padamu, tak bisakah kau paham dengan maksudku? Aku hanya khawatir pada gadis yang kucintai, malam-malam begini masih berdiri sendirian!” ucap Kyu Hyun dengan kesal, ia tak berharap gadis itu percaya ucapannya. Karena ia yakin gadis itu tak akan mudah mempercayainya lagi.

“Cho-Kyu-Hyun apa yang kau bicarakan?” ucap Hyu Won dengan gugup. Sejujurnya ia sedikit tak menyangka pria itu bisa mengatakan semua kalimat itu.

“Sudahlah..” ucap Kyu Hyun mengacuhkan pertanyaan gadis itu. Dengan cepat ia menaiki motornya. Hyu Won menatap punggung pria itu dengan pikiran yang berkecamuk.

‘Benarkah semua yang ia katakan? Aku tak lihat kebohongan di sana..’ gumam Hyu Won dalam hati.

Kyu Hyun memakai helmnya lalu mulai menyalakan mesin motor. Pria itu menolehkan kepalanya ke belakang, “Pegang pinggangku, Kang Hyu Won! Ini sudah malam, aku tak suka berlama-lama di jalan. Jadi kecil kemungkinan aku akan membawa motor ini dengan kecepatan normal..”

Hyu Won hanya diam saja, ia bingung harus bagaimana. Apakah ia harus memeluk pria itu? Peluk? Ralat memegang, tapi secara tidak langsung dia memang memeluk pria itu. Belum lagi desain motor gunung ini yang terlalu kacau. Dirinya bahkan merasa pegal pada bagian pinggangnya.

“Ya! Kau dengar tidak?” sentak Kyu Hyun.

“Ak..ku tak akan jatuh,” ucap Hyu Won gugup.

“Aishhhh!”

Srettt

Dengan cepat Kyu Hyun menarik lengan gadis itu lalu melingkarkannya dengan paksa pada perutnya. Bibir pria itu tersungging. Walaupun ini bukan kemauan gadis itu, tapi setidaknya ia merasakan pelukan hangat gadis itu.

“Sudah siap? Kita berangkat..” ucap Kyu Hyun. Hyu Won hanya diam membeku, gadis itu tak mengerti mengapa jantungnya tiba-tiba bekerja seperti sekarang ini? Ia merasa jantungnya berdegup kencang saat kulit tangan pria itu menyetuh lengannya. Seperti tersengat ribuan Volt listrik, ia merasakan getaran aneh di dalam dadanya. Ia pernah merasakan perasaan seperti ini dulu, dulu sekali.

TBC~

 

Catatan Kaki:

Appo: Sakit

Ya!: Hei!

Mianhae: Maaf

Wae: Kenapa?

Eobsseo: Tidak ada apa-apa

Aigoo: Aduh

Babo: Bodoh

Mwoya: Apa

Mwo: Apa

Andwae: Tidak

Chankkaman: Tunggu

Ommo: Ya Ampun!

Eotter: Bagaiaman

Annyeong Haseyo: Apa kabar/ Halo

Gomawo: Terima Kasih

Eomma: Ibu

Appa: Ayah

Ahjussi: Paman

Ahjumma: Bibi

Oppa: Kakak laki-laki

Geurae: Baiklah

 

Gimana? Komen-komen, komen kalian sangat membantu wkwkwk. Maaf kalau kacau ceritanya. Makasih buat yang udah mampir, komen, sama baca. I love you all, enjoy it!

Salam SS5 🙂

 

 

Advertisements

100 thoughts on “FF: Kiss, Hate, & Love [Part 3]

  1. Woahhh akhirnya pasangan ini comeback(?) ;3
    Cieee cieee kan hyu won xD ahahaha. .
    Itu modus bgt ya kyuhyun -____- cuman ngeri aja kalo rencana bangKyu ketauan… Yg ahjuma ama ahjusi di rmh hyu won waktu itu pasti emak ama bapake nya bangKyu (?)

    Eonniee eonniee lanjuuttt ya eon *3*
    Gimana hasil UN nya??

    • Hhahahha iya itu si kyu modus banget wkwk, biarinlah Evil kerjaannya emang ngemodus.

      Kalo ketahuan, tau deh perang dunia III kayaknya, lebay ya.

      Hasil UN, katanya sih dari Jabar yg gak lulus 1 orang. Sekolah aku gak tau, mudah-mudahan lulus semua. Nunggu tukang pos ajadehh wkwk…

  2. Akhr’y stlah sekian lama ff ini d tunggu hehe..makin seru cerita’y..
    Next part’y jangn lama” 🙂

  3. Hyuwon mau dijodohin?? Sama siapa?? Jangan2 sama kyuhyun!!! *sotoy
    Aaahhh,, penasaran akut..

    Lanjut lanjut lanjut,, suka banget sama story line-nya.. Bahasanya mudah dimengerti dan gak jelimet(??).

    Semangat ya buat next chapter-nya 🙂

  4. Cie kyuhyun(?) karma does exist dude! XD
    Aku curiga, jangan jangan yg dijodohin itu kyuhyun dan hyuwon? Bisa jadi sih *usap dagu ala detektif*
    Kyuhyun modus parah sumpah wkwk
    Kak, hasil UN nya gimana? Semoga nem nya bagus^^
    Next part asap yooo~^^9

    • Hhahahah bisa jadi *senyum-senyum misterius..
      Hhahah author yang modus sebenarnya, pingin digituin Kyu wkwkkw..

      UN, Lulus alhamdulillah. Nem masih belum tau, masih nunggu pak pos ke rumah intinya.
      Makasih, next part tunggu lagi ya wkkwkw..

  5. Lagi asik2 baca tiba2 ketemu tiga huruf paling menyebalkan *read : TBC.
    Okelah tapi memuaskan sih ceritanya, lebih bnyk momen kyu sm hyu won.
    Next part jgn lama2 yaaa…
    Nungguin bgt nih^^

  6. akhirnya d post jg stelh sbulan lbih nunggu……
    modus kyu what the…..???
    wuuuaahhh….
    klw kthuan hyu won tau rasa loch…
    wkwkwkwk….
    kunyuk ksian jg harus brkorban sgitunya…
    ckckck….
    brharep nya sich yg djdohin kyu sm hyu won….
    Ђέђέђέ«{^⌣^}»

    eonn,next part jngan lma” y ???
    please…..
    Ђέђέђέ«{^⌣^}» 🙂

    chukae eonnie^^
    atas kelulusannya…
    smoga nilainya memuaskan 😀

    • Maafin lama postnya, nyari ilham dulu.
      Hhahah Hyuk emang sahabat yg baik, rea berkorban wkwk..
      Kalo ketahuan? tau deh, gimana nanti hahhaha…
      Semoga harapannya terkabul, aamiin!

      Makasih ucapannya, iya semoga nilai bagus. Tapi gak tau juga, tapi semoga!
      Ditunggu lagi ya next chapternya hhee..

  7. Sangat2 bagus ^^
    klo pblish lbh cpat ea ??
    Krna udah sangat penasaran dg part slnjt.ny
    skrang kand pngmum.an kelu2s.an SMA…berapa nilai rta2.ny ?? N eonni doa.in aku jga lulus2 dg nilai bgus eaaa ?? Aku deg2.an cz bsok tgl 1 juni pngmum.an kelu2s.an anak smp *curcol* jd mnta doa.ny eaaa ??~gomawo ^^

  8. Cie-cie yang abis lulus, berbagi kebahagiaan dengan readers. 😀
    pantes hyuwon benci sama kyuhyun, sampai segitunya sih nyakitinnya
    penasaran sama calon mertua hyuwon.

  9. Udah lm gak maen ksni, ternyata banyak FF yg update…
    Wahh, makin seru aja nih ceritanya..
    Eeh, itu temenx ortu hyuwon, apa ortux kyu? Ato bakalan ad cast baru tuk dijodohin dgn hyuwon??
    Ngarepx sih bakal ad cast baru, siwon mgkn?? Biar nntix kyu jealous ketulungan, hahahaha…#abaikan
    Oklah, ditunggu next chapterx ya saeng…

    • Iya udah lama, setahun lalu kayaknya *garingabis..
      Welcome again eonnie, ortu siapa yaaa? Secret ahh. Pertimbangan cast baru mungkin bisa kali ya, hhee. Ditunggu lagi ya eon kelanjutannya hahaha. Makasih 🙂

  10. Ya ampun tdi itu aku kaget bngt sma ucapan kyuhyun ke hyuwon..
    Ciecie ada yg udh ngungkpin praraan nya tuh*lirik kyu
    tar hyuwon mo d jodohin sma kyuhyun kah ???
    Next part …Hwaiting ya eon !!!&pasti nya LULUS kn ?!!

  11. Tuuh bener eunhyuk kompoltan kyu haha,
    yg aku penasaran siapa ortu td? Ortu nya kyu? Tp kenapa aku malah ngrasa kalau ahra itu pasangannya ji hoon..fufu

  12. Saeeeeeeeng,. Haisshhh jinja, itu itu itu,. Kenapa harus tbc eoh?
    Hiks,. Aq penasaraaAaaan..
    Ayo cepet di lanjut ne 🙂
    Mian comment nya sekalian di part ini, abiznya sinyal modem. Naik turun kaya jet coster kkkk~

    Gemes sm si kyu,.
    Ya ampun kyu,. Baik2in hyuwon nya napa?
    Ga usah pake rencana2 gtu pabbo*jitak kyu*
    Dan hyuwon,. Km msih cinta sm kyu napa ga jujur aja? Kan lebih baik 😀
    Dan ituuuu,. Orang tuanya sopo?
    Kyuuu,. Hyuwon mau di jodohin tuh, cepetan, sebelum kau keduluan.. Ntr ga dapet hyuwon nya lagi*lapor ke kyu*#abaikan#

    Di tunggu lanjutannya saeng ^^

    • Sinyal kayak jes coster? Try this at home! Taruh tutup panci disekitar modem atau bungkus pake alumunium foil wkwkwk. Nanti cepet mudah-mudahan hahahaha. #Apadehh…

      Iya itu Kyu juga lagi pedekate ulang cuma caranya aja bad banget! Author sih yang salah wkwk. Nah, Hyu Won masih galau perasaan dia hhee. Semoga mereka berjodoh jadi mau dijodohin sama siapa aja pasti ketemu lagi. Makasih 🙂

  13. ooohhhh so sweet dehhhhhhh jadi envy nih……..
    Kyu selalu top deh ya :’)
    Btw siapa ya cowo yg bakalan dijodohin sama hyu won?

  14. yah.. ternyata eun hyuk musuh di dalam selimut.. awalnya gk mau percaya dan berharap pling tidak ada yang tulus ama hyu won ternyata..
    semua hanya taktik kyu and the gank..
    ini benar-benar menyebalkan huuuu…-.-

  15. yah.. ternyata eun hyuk musuh di dalam selimut.. awalnya gk mau percaya dan berharap pling tidak ada yang tulus ama hyu won ternyata..
    semua hanya taktik kyu and the gank..
    ini benar-benar menyebalkan huuuu.. -.-

  16. Sweet part. Menurut gue.hahaha
    Mulai dari insiden rok robek sampek yg terakhir itu lho.. kyu mungkin juga gk sadar kali ya udah ngomong sepanjang itu tentang perasaannya dia karena kan secara dia ngomong nya karena kesel ma hyuwon yg kerasa kepala.. park sung rin? Bener tuh cerita atau hanya karangan kyu…
    Dan masalah perjodohan itu emang hyuwon yg mau dijodohin atau kakaknya itu?? Klo dijodohin, bakal dijodohin sama siapa itu ntar?? Masa’ gk ma kyu??

  17. Hahaha aigo malu bgt,, ms rok ny robek sih. Mn kyu liat lg haha #TutupMataKyuhyun :p ..
    Kyu bnr2 modus deh ah.. Sgala cra dpake buat dptin hyuwon lg.
    Omo.. It org tua kyu kan? Ap mrk mau mjodohkn kyu n hyuwon.

  18. yaaahhh kalo jadi hyuwon yg diejek selama sekolah,, wjar kalo benci,, agak aneh malah kalo dia masih cinta mati sma kyuhyun
    pasti mau dijodohin sma kyuhyun tuh … 🙂

  19. Hahaha
    Kyuhyun kau tak bsa romantis apa ?

    Udah jdian lgi aja hyu won kyuhyun ngga boong ko yg katanya cinta sma kamu..

    Aku ska scene mreka naik mtor thor..

  20. aigoo aku senyum2 ga jelas gini, deg2an pula wkwkw..takut pertahanan hyuwon roboh dan diketawain Kyuhyun lagi kalo hyuwon itu sebenarnya masih menncintainya..beuh jadi wanita emang serba salah..padahal pengen banget liat kyuhyun tersiksa..hahahah kekeuh ya..:D

  21. ah akhir’y kyu ngungkapin juga tpi kyk’y benear kta kyu kalo hyu won gk akan mudah percaya ama omongan’y tpi pling tdak hyu won akan goyah juga

  22. Siapa ke2 orangtua yg katanya teman appa.nya Hyu Won? Apakah orangtua Kyuhyun atau siapa?
    Sayng sekali, Kyuhyun sudah jujur dengan perasaannya pada Hyu Won tapi Hyu Won sudah tidak percaya lagi..

  23. Kyuhyun sungguh terlalu emang nyatain cinta ga romantis gitu kesannya malah ketus haha
    Udahlah Hyuwon juga masih cinta kan?? Balikan aje lah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s