FF: Kiss, Hate, & Love [Part 5-End]


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

 

Halo!! Aku datanggg, siapa peduli? Maaf postingan lama buat yang nunggu.  Maaf buat yang nunggu Alter Love. Aku bilang bulan depan lah bulan ini lah, tapi nyatanya gak posting. Maafin banget, gak tau kalo bakal sibuk banget sama tugas. Gak ada waktu banget buat lanjutin sisanya tapi aku usahain. Maaf buat yang udah aku harkosin, gak maksud. Terserah mau kesel, mau bete, mau bilang tukang boong. Itu hak reader hahaha. Jangan nunggu, gak tau kapan bisa posting. Paling aku cicil kayak ff ini. Asli kangen banget sama blog ini, sama eonnie, sama saeng, sama semua reader. Huhuhu sedih banget gak bisa bloging+nulis sesering dulu. Cuma bisa bales komen doang. Maafin banget. Makasihh udah dateng ke blog :’)

Happy Reading!

 

Author (Owner) : gluu

Genre : Romance, Comedy, Campuss Life

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Kang Hyu Won

–       Myung Se Bin

–       Kim Jang Hyuk

–       Lee Hyukjae of Super Junior

–       Lee DongHae of Super Junior

–       Lee Sungmin of Super Junior

–       Kang In of Super Junior

 

Kyunghee University

Seoul, South Korea

03.30 PM

“Apa yang terjadi?” Se Bin bertanya dengan lembut, gadis itu lantas berjalan mendekati Kyu Hyun.

“Jangan mendekat,” desis Kyu Hyun tajam.

Se Bin tak menghiraukan penolakan pria itu, ia semakin berjalan mendekati Kyu Hyun. Gadis itu melempar tatapan prihatin sekaligus rasa bersalah yang sangat besar pada pria itu.

Kyu Hyun menundukan kepalanya, nafas pria itu tersenggal-senggal menahan emosi dan rasa nyeri yang mulai menjalar di sekitar tangannya. Eun Hyuk yang sejak tadi berdiri di dalam kelas kini beringsutan keluar. Ia dilanda rasa bersalah terhadap Hyu Won. Ia kesal pada dirinya sendiri, mengapa ia bisa menyakiti hati gadis sepolos Hyu Won.

“Minggir,” ucap Eun Hyuk saat melewati pintu, Kang In dan Sung Min mundur dengan reflek memberi jalan pada Eun Hyuk.

“Ya!! Eun Hyuk-ah! Kau mau ke mana?” teriak Donghae dari dalam kelas.

“Aku mau pulang!” teriak Eun Hyuk yang sudah berlalu meninggalkan kelas. Kyu Hyun menatap punggung Eun Hyuk yang mulai menghilang dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia tahu sahabatnya itu pasti merasa sangat bersalah –sama sepertinya.

Kang In dan Sung Min menatap Se Bin lalu tersenyum pada gadis itu. Sudah lama mereka tak bertemu.

“Se Bin noona, sebaiknya kita masuk untuk mengobrol.” Ucap Kang In lalu menatap Kyu Hyun seolah mengajak pria itu untuk menyetujui sarannya.

****

Se Bin membalut luka di tangan Kyu Hyun. Gadis itu sesekali meringis melihat lebam merah di tangan pria itu, berbanding terbalik dengan Kyu Hyun yang sejak tadi hanya memasang wajah datarnya. Ia tak merasa sakit sedikit pun. Dahinya sesekali berkerut ketika mengingat ekspresi di wajah Hyu Won saat mengetahui dirinya kembali dipermainkan. Ia ingin sekali menjelaskan semuanya tapi ia sangat yakin gadis itu tak ingin melihatnya saat ini.

“Jadi kau kembali mempermainkan wanita?” tanya Se Bin setengah mencibir. Kyu Hyun hanya diam.

“Ya, dia mempermanikan Hyu Won,” balas Donghae saat Kyu Hyun tak membalas pertanyaan Se Bin.

“Lee Donghae tutup mulutmu,” geram Kyu Hyun. Ia tak suka nada cibiran dari suara Donghae.

“Hyu Won… nama yang manis,” ucap Se Bin pelan dengan senyum tipis.

Kyu Hyun menarik tangannya setelah gadis itu selesai membalut lukanya.

“Jadi, untuk apa noona kembali lagi?” tanya Kyu Hyun dingin. Se Bin menelan ludahnya gugup, ia lalu melempar tatapan sendunya ke arah Kyu Hyun.

“Aku kemari untuk memberitahukan kabar bahagia tapi aku justru menemukan kabar tak bahagia lebih dulu,”

Kyu Hyun memiringkan kepalanya lalu menatap Se Bin dengan datar. “Ya, maaf karena menyuguhkan kabar tak bahagia untukmu,” balas Kyu Hyun acuh.

“Kyu, kupikir kau sudah bisa melupakanku dan berhenti mempermainkan hati gadis-gadis tapi ternyata kau masih mempermainkan mereka,” ucap Se Bin serius. Kang In dan Sung Min sibuk mencerna ucapan gadis itu. Ucapan gadis itu terdengar begitu prihatin dan sarat akan rasa bersalah.

“Aku sudah berhenti mempermainkan gadis-gadis. Dan aku sudah melupakanmu noona,” balas Kyu Hyun tajam. Ia tak suka mendengar nada suara gadis itu, seolah dirinya benar-benar tak bisa lepas dari gadis itu.

“Hyu Won… Kyu Hyun mencintai gadis itu noona,” sambung Donghae.

“Sekali lagi kau bicara, kau akan tahu akibatnya Hae!” ucap Kyu Hyun tajam. Donghae hanya merenggut lalu sibuk dengan ponselnya.

“Aku tahu kau mencintainya, kau membawanya ke taman kita dulu.” Balas Se Bin.

“Itu bukan taman kita,” balas Kyu Hyun dingin. Se Bin tersenyum. Benar, itu bukan taman mereka. Ia hanya suka dengan bunga lalu kebetulan ibu pria itu memiliki taman bunga. Jadi, keduanya sering berkunjung ke taman tersebut. Lagi pula gadis itu memang sangat dekat dengan keluarga pria itu. Keluarga Cho adalah salah satu kerabat dekat keluarga Myung.

“Apa yang kau lakukan pada gadis itu?” tanya Se Bin dengan senyum tulus –berusaha mendalami perasaan Kyu Hyun, ia senang bila pria di hadapannya ini akhirnya bisa terlepas dari dirinya. Ucapan sinis pria itu menunjukan segalanya.

“…” Kyu Hyun hanya diam.

“Kyu?”

“Ia menjadikan Hyu Won sebagia taruhan kami dulu. Ia mengatur skenario kedekatannya dengan Hyu Won,”

“LEE DONGHAE!!” Kyu Hyun berdiri dan meraih kerah baju Donghae.

“Ya! Hantikan!” teriak Se Bin dengan marah. Kedua pria yang sudah ia anggap seperti dongsaengnya sendiri kini tengah saling menatap dengan sangat emosi.

“Kubilang hentikan Hae!”

“Wae? Semuanya benar, kan? Kau memang mempermainkan Hyu Won!”

Kyu Hyun melepas cengkramannya lalu menatap Donghae dengan tatapan bersalah, “Mianhae… aku kalut memikirkannya, Hyu Won pasti sangat membenciku.” Balas Kyu Hyun datar. Wajah pria itu menunjukan rasa bersalah.

“Gweanchanna,” balas Donghae kikuk. Ia segera membenarkan letak kerah kemejanya.

“Jadi kabar bahagia apa yang akan noona beritahukan kepada kami?” Kang In menyela, ia mencoba mengembalikan suasana yang sedikit tegang.

Se Bin tersenyum lalu menatap Kyu Hyun, Donghae, Kang In, dan Sung Min dengan kerlingan mata, “Aku akan menikah.”

****

Hyu Won Room’s

Seoul, South Korea

07.00 PM

Hyu Won duduk di samping ranjangnya, gadis itu terus menenggelamkan kepalanya di antara kedua pahanya. Air mata memang sudah tidak mengalir lagi tapi hatinya terasa begitu sakit.

“Bagaimana bisa aku kembali dipermainkan? Tupai bahkan tak akan jatuh untuk kedua kalinya pada lubang yang sama…”

Drrt Drrt

Hyu Won mengangkat kepalanya lalu meraih ponselnya di atas nakas, dahi gadis itu berkerut saat melihat ID Caller di layarnya.

Eun Hyuk Calling

Reject. Dengan cepat Hyu Won me-reject panggilan pria itu. Ia lalu mencabut baterai ponselnya dengan kasar. Ini panggilan ketiga dari Eun Hyuk.

“Aku bahkan berteman dengan Eun Hyuk, aku bahkan bercerita semua hal pada pria itu, astaga… mereka benar-benar mempermainkanku,”

Hyu Won berdiri lalu menaiki ranjangnya, gadis itu menelungkup menyembunyikan wajahnya pada bantal tidurnya. Ia benci mengapa dirinya bisa merasa begitu bahagia saat bersama pria itu, padahal ia hanya ada dalam skenario licik yang diatur pria itu.

“Cho Kyu Hyun, kenapa lagi-lagi kau melakukan semua ini? Apa aku tak cukup berharga?”

Ceklek

Hyu Won tak mau ambil pusing untuk melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya.

“Won-ah, kau tak makan?” suara Ji Hoon terdengar begitu pelan.

“Aku tak lapar,”

Ji Hoon menutup pintu lalu berjalan menuju ranjang besar adiknya itu, ia menatap adiknya itu dengan sayang. Ia tahu ada sesuatu yang terjadi dengan adik semata wayangnya itu.

“Ada apa?” tanya Ji Hoon saat dirinya duduk di samping gadis itu.

“Gweanchanna,” balas Hyu Won singkat.

Ji Hoon membelai lembut kepala gadis itu, ia lantas menarik tangan gadis itu lalu melakukan dorongan kecil hingga gadis itu kembali terlentang.

“Wae?” tanya Ji Hoon lagi, kali ini terdengar begitu serius. Ia tak pernah melihat adiknya dengan wajah sesedih ini.

“Apa aku begitu bodoh? Apa aku tak berharga sama sekali?” tanya Hyu Won pelan nyaris berbisik lalu setelah itu air mata kembali mengalir deras. Dengan cepat Ji Hoon merengkuh adiknya itu lalu memeluknya dengan sayang.

“Tidak, tak ada manusia yang tak berharga,” ucap Ji Hoon lalu mengusap lembut punggung Hyu Won.

“Dia mempermainkanku. Lagi.” Ucap Hyu Won setengah berbisik seolah malu dengan keadaan yang menimpanya. Ji Hoon semakin mengeratkan pelukannya.

****

Kyunghee University

Seoul, South Korea

10.00 AM

Hyu Won berjalan dengan lunglai, ia tak memiliki cukup semangat untuk melewati hari ini lebih lama lagi. Gadis itu membenarkan letak tasnya lalu mulai berjalan lagi. Saat akan melintasi gerbang, Eun Hyuk berjalan menghampirinya. Dahi Hyu Won sedikit berkerut. Pria itu tak terlihat seperti Eun Hyuk yang ia kenal. Tak ada kemeja dengan pergelangan tangan yang dikancing, tak ada jeans pudar, dan kacamata tebal yang sering bertengger di hidungnya.

‘Ah… ia Eun Hyuk pria sialan yang berpura-pura menjadi sahabatku,’ desis Hyu Won dalam hati dengan sinis.

“Hyu Won…” panggil Eun Hyuk dengan ragu, Hyu Won memutar bola matanya acuh, wajah pria itu terlihat seribu kali sangat menyebalkan. Ia berjalan melewati Eun Hyuk begitu saja.

“Hyu Won-ah dengarakan aku, aku bisa menjelaskan semuanya. Kau harus mendengarkanku!” teriak Eun Hyuk saat Hyu Won berada beberapa langkah di depannya. Gadis itu tetap berjalan tanpa menghiraukan teriakan Eun Hyuk.

Srett

“Yak!! Lepaskan aku!” bentak Hyu Won saat Eun Hyuk menarik tangan gadis itu.

“Tidak sebelum kau mendengarkan aku, aku bersalah, ya aku bersalah. Dengarkan aku,” ucap Eun Hyuk dengan memelas.

Hyu Won menatap pergelangan tangannya lalu melempar tatapan sinisnya tepat pada manik mata pria itu, “Lepas,” ucap Hyu Won singkat. Eun Hyuk mengembuskan nafasnya kesal lalu melepas cengkramannya.

“Kau sangat marah padaku,” ucap Eun Hyuk menyesal.

“Ya, kau bahkan menjadi sahabatku. Tidak, sahabat palsuku, apakah memang pekerjaan kalian selalu menuruti Cho Kyu Hyun?” ucap Hyu Won sinis.

Eun Hyuk menggelengkan kepalanya, “Tidak, semua tidak seperti pemikiranmu. Kyu Hyun tidak akan menjalankan rencana seperti –mengatur skenario untukmu–ini kalau aku yang tak memulai lebih dulu,” ucap Eun Hyuk dengan cepat takut bila Hyu Won akan pergi.

Hyu Won mengerutkan dahinya ia bingung dengan apa yang Eun Hyuk lontarkan, “Aku tak paham apa yang kau ucapkan,”

“Makanya kau harus mendengarkanku,” ucap Eun Hyuk dengan desakan. Hyu Won memutar matanya lalu menatap Eun Hyuk dengan cibiran.

“Tidak, terima kasih. Sekarang cerita seperti apalagi yang akan kau karang untuk menutupi kesalahan Kyu Hyun? Aku tak akan terjebak lagi, kau penuh dengan tipu daya Lee Hyukjae.”

Eun Hyuk menggeram tertahan, ia kesal dengan sikap Hyu Won yang tak mau memepercayainya. Ia tahu ia pantas mendapatkannya. Kepercayaan memang sulit untuk didapatkan kembali.

“Sekali saja, dengarkan aku, kumohon…” pinta Eun Hyuk.

Hyu Won membuang mukanya tak mau melihat Eun Hyuk, gadis itu menatap ke arah ujung jalan. Tanpa sengaja matanya menatap seorang pria yang berdiri dengan wajah yang sulit diartikan. Ia sibuk menebak berapa lama pria itu berdiri di sana. Manik mata keduanya terkunci satu sama lain. Aura kebencian yang sulit dihilangkan memancar begitu saja dari mata Hyu Won.

“Aku harus pergi,” ucap Hyu Won tanpa melepas tatapannya dari pria tersebut.

“Hyu Won! Aishhhh!” Eun Hyuk menggeram kesal.

Hyu Won memutuskan pandangannya dari pria tersebut, ia lantas berjalan berlainan arah dari tempat pria tersebut berdiri, “Cho Kyu Hyun brengsek, sedang apa ia berdiri di sana?” umpat Hyu Won setengah mendesis. Jantungnya selalu bereaksi sama, berdebar saat melihat pria itu. Ia tak tahu mengapa reaksi dirinya harus seperti itu.

****

At Canteen

Kyunghee University

03.00 PM

Hyu Won menyesap jus jeruk kesukaannya, gadis itu sibuk mengganti playlist musik di ponselnya sesekali bibir gadis itu bergumam tak jelas mengikuti irama musik yang ia dengar. Suasana kantin tak seramain siang tadi, mungkin orang-orang lebih memilih menikmati waktu istirahat di dalam kelas.

“Permisi, bolehkan aku duduk di sini?” sebuah suara mengintrupsi kegiatan Hyu Won. Dengan enggan Hyu Won melepas earphone kesayangannya lalu menatap sosok yang baru saja berbicara dengannya.

Hyu Won menyunggingkan senyumannya, gadis itu meneliti dandanan pria yang kini tengah sibuk berkutat dengan lunch box biru di tangannya.

“Kau Hyu Won, kan?” ucap pria itu tanpa melepas pandangannya dari lunch box biru di hadapannya.

Hyu Won melirik dengan bodoh ke sekitar memastikan pria itu memang berbicara dengan dirinya, “Hmm, ya. Aku Hyu Won, bagaimana kau bisa tahu? Ada apa?” tanya Hyu Won ragu. Ia sekarang benar-benar melepas earphone miliknya dan meletakannya di atas meja. Ia lebih tertarik dengan jawaban yang akan dilontarkan pria di hadapannya itu.

“Kau yang sering bersama dengan Kyu Hyun sunbae, bagaimana aku tak tahu…” suara pria itu terdengar begitu ringan. Hyu Won mengerutkan dahinya tanda ia sedikit bingung dan tak suka dengan nada suara pria itu.

“Hmm… tidak juga, tapi ya begitulah.” Balas Hyu Won acuh.

“Oh ya kenalkan namaku Henry.”

Hyu Won menganggukan kepalanya lalu tersenyum simpul, “Aku Hyu Won… dan kau sudah tahu.”

Henry berhasil membuka lunch box miliknya, “Kau mau?” tawar Henry saat ia hendak menyuap satu sendok makanan ke dalam mulutnya.

“Tidak terima kasih,” balas Hyu Won.

“Jadi siapa kau sebenarnya? Apakah kau kekasih Kyu Hyun sunbae?” tanya Henry dengan mulut penuh makanan. Hyu Won membulatkan matanya tanda ia tak setuju.

“Anni. Aku bukan kekasihnya.” Sergah Hyu Won kesal.

“Kupikir kau kekasihnya, Kyu Hyun sunbae tak pernah terlihat bersama dengan gadis mana pun, lalu kau dengan tiba-tiba menjadi seorang yang spesial kurasa. Kau tahu? Banyak gadis meraung tak jelas melihat kedekatan kalian,” ucap Henry dengan kekehan.

“Kau pikir ini lucu? Kubilang aku bukan kekasihnya! Lagipula dia itu playboy! Suka mempermainkan wanita!” ucap Hyu Won lagi.

“Playboy? Yang benar saja?? Terakhir kali kulihat ia hanya dekat denganmu dan seorang gadis bernama Sung Rin. Ya aku tak ingat jelas. Tapi sepertinya ia hanya dekat dengan gadis bernama Sung Rin itu beberapa bulan saja, lalu setelah itu aku tak pernah melihat Kyu Hyun sunbae dekat dengan gadis manapun lagi. Kedekatannya dengan Sung Rin juga sudah terjadi beberapa tahun lalu.”

Hyu Won menyipitkan matanya lalu menatap Henry dengan sebal, “Mengapa kau membicarakan ini? Kau tak kenal aku, lalu mengapa kau begitu ingin tahu sekali? Dan lagipula aku tak peduli dengan Kyu Hyun atau gadis bernama Sung Rin itu,” ucap Hyu Won kesal.

Henry mengangkat bahunya acuh lalu menatap Hyu Won, “Aku hanya kebetulan duduk di sini dan menemukan topik menarik ini, aku tak punya maksud apapun. Aku hanya penasaran saja dengan kedekatan kalian.” Balas Henry dengan senyuman, mata pria itu berubah menjadi satu garis lurus saat ia tersenyum menggemaskan seperti itu.

Hyu Won tak menanggapi ucapan Henry, ia kembali menyesap jus jeruk kesukaannya.

“Jadi bagaimana bisa kau dekat dengan Kyu Hyun sunbae? Kurasa tak mungkin kau hanya gadis biasa baginya, ia benar-benar tak pernah terlihat dekat dengan gadis manapun, aku curiga kau ini adal-…”

“YAK!! Diam! Aku bukan kekasih, orang spesial, atau apapun yang ada dalam kepala besarmu itu!” sergah Hyu Won dengan kesal. Wajah gadis itu berubah merah menahan emosi.

Henry tak menanggapi lebih amarah Hyu Won, mata pria itu sibuk menatap arah jalan. Wajahnya berubah gugup seperti melihat hantu.

“Ya! Gweanchanna?” tanya Hyu Won pelan nyaris berbisik, ia menjadi takut saat melihat perubahan wajah Henry.

“Henry-ssi, apa yang kau lihat?”

“Jang Hyuk dan anggotanya,”

“Jang Hyuk?”

“Musuh bebuyutan Kyu Hyun sunbae, sudah lama mereka tak berseteru. Terakhir kali mereka berseteru saat Kyu Hyun meninggalkan Sung Rin,”

Hyu Won menggelengkan kepalanya bingung, ia tak tahu siapa Sung Rin, siapa Jang Hyuk dan apa hubungannya Henry membicarakan semua ini padanya. Ya… mungkin Henry benar ia hanya menemukan topik menarik di sini.

“Siapa Sung Rin? Lalu apa hubungan Jang Hyuk itu dengan Kyu Hyun dan Sung Rin? Kau membuatku benar-benar bingung Henry-ssi…”

“Hahhh, kau tak perlu tahu! Aku harus pergi!” Henry membereskan lunch box miliknya dengan tergesa-gesa seolah ia baru saja melihat sosok dementor yang sering muncul pada seri Harry Potter.

“Yakkk! Wae?” Hyu Won berteriak kencang saat Henry telah berlari menjauhinya. Dahi gadis itu berkerut bingung. Henry benar-benar orang aneh menurut Hyu Won.

Hyu Won menolehkan kepalanya dan tercekat saat melihat Kyu Hyun tengah berdiri tepat di belakangnya, dengan sebal Hyu Won menghembuskan nafasnya.

‘Jadi ini penyebab Henry pergi ketakutan?’

“Kita harus bicara,” ucap Kyu Hyun dengan suara beratnya.

“Tidak,”

“Harus,”

Hyu Won menyipitkan matanya lalu menatap Kyu Hyun dengan tajam, “Kau tak punya hak memaksaku berbicara denganmu, kau tak bisa melakukan itu lagi.”

“Aku bisa,”

Hyu Won memutar matanya kesal lalu berdiri beranjak dari kursi kantin, “Minggir,” sentak Hyu Won saat Kyu Hyun tak memberikannya jalan.

Pria itu masih enggan bergeser sesenti pun, ia justru mentap Hyu Won dengan tajam seolah gadis itu akan hilang seperti asap. “Hyu Won-ah, sekali saja. Dengarkan apa yang akan kujelaskan,”

“Tidak, tolong minggir, aku ada kelas setelah ini. Kau menghalangi jalanku,” ucap Hyu Won dingin-datar-lelah-kesal menjadi satu.

Kyu Hyun mengangkat tangannya seolah ia ikut menyerah dengan penolakan gadis itu, “Sekarang kau bisa pergi tapi nanti aku tak akan membiarkanmu pergi tanpa penjelasanku,” ucap Kyu Hyun seperti sebuah ancaman.

“Lihat saja nanti,” ucap Hyu Won acuh lalu melangkahkan kakinya meninggalkan kantin universitas dengan cepat.

Kyu Hyun menatap kepergian Hyu Won dengan wajah datarnya, sedetik pun ia tak mengalihkan pandangannya dari gadis itu.

****

A Night

Hyu Won Class

08.00 PM

“Hyu Won aku duluan!”

“Sampai nanti Ryewook-ah,”

“Aku duluan Hyu Won-ah, jangan terlalu malam!”

“Hmmm, sebentar lagi catatanku selesai!”

Hyu Won menundukan kepalanya dan kembali sibuk dengan rangkuman catatannya tanpa ia sadari sejak tadi seseorang berdiri menatapnya dari pintu kelas.

Hyu Won mengangkat kepalanya dan mata gadis itu membulat terkejut saat melihat Kyu Hyun berdiri menyender pada sisi pintu sehingga ia bisa melihat Hyu Won dengan puas. Wajah pria itu tak terlihat bersahabat sama sekali. Yang terlihat hanya tatapan dingin-datar-menyesal-lelah menjadi satu.

Hyu Won membereskan buku-buku miliknya tanpa menyelesaikan catatannya. Dengan tergesa-gesa ia beranjak dari tempat duduknya, ia sadar bahwa hanya tinggal dirinya dan Kyu Hyun yang berada di gedung B selarut ini. Hanya kelasnya yang mendapat jam malam. Walaupun Kyu Hyun tak akan melakukan apapun padanya, tetap saja ia memiliki kewaspadaan yang besar terhadap pria itu. Pria itu adalah sumber kesakitannya beberapa hari ini.

“Minggir,” ucap Hyu Won lalu berjalan melewati Kyu Hyun.

“Tunggu,” ucap Kyu Hyun lalu menarik pergelangan tangan Hyu Won. Dengan cepat Hyu Won menepis tangan Kyu Hyun.

“Jangan menyentuhku,”

“Sekali saja, jangan keras kepala. Kau harus mendengarkan penjelaskanku, aku punya alasan untuk setiap tindakan yang kulakukan padamu.”

“Aku tak peduli, aku tak ingin mendengar apapun yang kau lontarkan. Kau dan aku, kuharap tak perlu berbicara lagi. Aku tak ingin berurusan lagi denganmu,” ucap Hyu Won lalu berjalan menuju lorong kelas. Lorong kelas terasa seperti labirin yang begitu sulit untuk diselesaikan.

Tanpa menghiraukan penolakan Hyu Won, Kyu Hyun mengejar gadis itu lalu kembali memaksa gadis itu untuk berbicara dengannya. Ia tak ingin menyia-nyiakan waktu yang telah ia pakai sejak tadi untuk menunggu gadis itu terbuang percuma.

“Dengar-…”

“HAHAHAHHA! Pecahkan!!”

“Hancurkan!!”

Kyu Hyun maupun Hyu Won mengerutkan dahi mereka saat mendengar suara kegaduhan dari arah ujung lorong. “Kyu Hyun, ini sudah malam. Aku harus pulang!” sentak Hyu Won lalu menepis tangan Kyu Hyun.

“Hyu W-…”

“Hancurkan!!!” suara gaduh terdengar lagi, kali ini semakin dekat. Seolah suara benar-benar menghampiri Kyu Hyun dan Hyu Won, hanya menunggu beberapa detik lagi.

“Siapa itu?” tanya Hyu Won pelan.

“Buat Universitas ini hancur!!!”

“Sial,” umpat Kyu Hyun, Hyu Won menolehkan kepalanya dan menatap Kyu Hyun ngeri. Wajah Kyu Hyun terlihat pucat.

“Kemari!” bisik Kyu Hyun lalu menarik Hyu Won mengikutinya.

“Shirroe!” tolak Hyu Won lalu menepis kasar tangan Kyu Hyun.

Kyu Hyun berdecak kesal. “Tak ada waktu lagi,” ucap Kyu Hyun. Mata pria itu berputar liar seolah mencari tempat persembunyian.

“Kemari!”

Blammm

“Akhh~” pekik Hyu Won tertahan saat Kyu Hyun menariknya dengan cepat lalu membuat tubuh mereka terantuk dinding, Kyu Hyun lalu menutup sebuah pintu dengan pelan.

Mata Hyu Won bergerak waspada, tangan Kyu Hyun berada tepat di depan mulutnya seolah membekap gadis itu. Merasa sesuatu yang tak wajar, Hyu Won mulai meronta. Ia mencoba menyikut perut Kyu Hyun tapi pergerakannya benar-benar sia-sia. Kyu Hyun justru menarik kedua tangan gadis itu lalu menguncinya di depan perut gadis itu.

“App-pha ya-nghh kauhh laku-kanhh?” ucap Hyu Won dengan terengah-engah dan tak jelas. Ia merasa sesak sekarang, bukan hanya karena sekapan Kyu Hyun melainkan debu yang mulai berterbangan. Mereka berada di ruang penyimpanan sapu yang berukuran begitu kecil.

“Diamlah, Jang Hyuk dan anggotanya sedang beraksi.”

“Jang Hyuk?” Hyu Won bergumam saat Kyu Hyun mulai melepas tangannya dari mulut gadis itu. Obrolannya dengan Henry sekilas berputar seperti roll film.

“Mahasiswa berandalan, aku sudah pernah mengatakannya padamu, kan?” tanya Kyu Hyun dengan pandangan penuh mawas. Ia memasang pendengarannya dengan benar, suara pergerakan sekecil apapun terdengar begitu jelas. Ia harus memastikan Jang Hyuk dan anggotanya tak menyadari keberadaan mereka. Dengan cepat Kyu Hyun merogoh ponselnya lalu mengetik pesan singkat.

Hyu Won menarik nafasnya lalu menatap Kyu Hyun dengan pandangan menilai, “Kau sedang tidak mencuri kesempatan, kan?” tanya Hyu Won ragu.

Kyu Hyun memasukan ponselnya setelah dirinya selesai mengetik pesan, “Tanpa harus mencuri kesempatan, aku bisa menciptakan banyak kesempatan denganmu.” Ucap Kyu Hyun setengah berbisik.

“Kau benar-benar pria sialan,” desis Hyu Won. Kyu Hyun dengan cepat meletakan jari telunjuknya di depan bibir Hyu Won.

“Ssst, kau akan membuat kita tertangkap.”

“Kau itu suka berkelahi dan berbuat onar, aku yakin kau bisa mengalahkan mereka. Katakan kau hanya sedang mencari kesempatan, kan?”

“Sudah kubilang, aku bisa menciptakan kesempatan tanpa harus melakukan hal serendah ini,” ucap Kyu Hyun mulai kesal. Ia sedang mencoba menjaga dirinya maupun Hyu Won agar tak ketahuan oleh Jang Hyuk, tapi gadis itu terus mengecoh konsentrasinya.

“Ya… kau memang pandai menciptakan kesempatan tanpa harus melakukan hal rendahan, termasuk mengatur skenario tentang diriku,” ucap Hyu Won setengah menyindir.

“Kau menyindirku Kang Hyu Won?”

“Ya, dan aku ragu ini adalah sebuah ketidaksengajaan. Kurasa kau dan Jang Hyuk mungkin bekerja sama agar aku kembali masuk dalam skenarionmu lagi! Berpura-pura bersembunyi untuk menghindari bahaya padahal kau sendiri adalah bahaya itu! Dan lagi pula mengapa orang sepertimu begitu takut dengan Jang Hyuk? Ini seperti bukan dirimu yang brengsek itu!”

“Diam!” desis Kyu Hyun.

Hyu Won memutar matanya kesal meskipun dirinya sedikit bergidik mendepat desisian Kyu Hyun. “Katakan ini bagian dari skenarionmu juga, benarkan?”

“Tidak!” balas Kyu Hyun kesal.

“Iya!”

“Tidak!” Ucap Kyu Hyun dengan mata yang sibuk mengintip lubang pintu memastikan Jang Hyuk tak ada di sana.

“Ya, ya, kau melakukannya. Aku yakin, orang sepertimu tak akan takut untuk melakukan hal serendah ini lagi,”

Brakkkk

“Diam, sialan! Kau bisa membuat kita tertangkap! Aku sendiri dan bersama dengamu, mereka bisa melakukan apapun padamu. Jadi, diam!” ucap Kyu Hyun dengan marah setelah dirinya mendorong tubuh mungil Hyu Won hingga terantuk dinding. Suara pria itu memang berbisik namun sarat dengan penekanan berlebihan. Ia tak ingin Hyu Won masuk dalam lingkar permusuhan yang ia buat sejak dulu dengan Jang Hyuk. Hyu Won bisa saja menjadi bahan permainan bagi Jang Hyuk.

Bughh!

“Siapa di sana!!!” teriakan seorang pria terdengar lagi, Kyu Hyun maupun Hyu Won menegang seketika.

“Diam. Diam. Diam. Aku tak mengatur semua ini, aku serius kita dalam bahaya.” Hyu Won menarik nafas dengan pelan seolah takut ketahuan ia sedang berbafas.

“Benarkah?” lirih Hyu Won. Wajah Kyu Hyun tak terlihat sedang berbohong.

Kyu Hyun memutar bola matanya kesal. “Ya. Aku tak akan memasukanmu ke dalam bahaya tolol seperti ini, jadi diamlah.”

Hyu Won menganggukan kepalanya patuh lalu menatap waspada ke arah pintu. Kyu Hyun juga melakukan hal yang sama. Nafas keduanya terdengar begitu dekat satu sama lain.

“Bagus,”

“Sampai kapan kita akan seperti ini?” tanya Hyu Won berbisik.

“Entahlah, sampai dia pergi.”

Hyu Won menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Kyu Hyun menolehkan kepalanya lalu menatap Hyu Won dengan sayang, “Kalau kita ketahuan, kau berlari lalu cari Donghae dan Eun Hyuk di lantai enam. Kami masih ada kelas sampai jam sepuluh.” Ucap Kyu Hyun pelan. Hyu Won hanya mengangguk tak menanggapi lebih. Ia terlalu lelah,takut, dan haus.

Kyu Hyun kembali mengintip lalu memasang pendengarannya, dnegan hati-hati ia menarik gagang pintu. Hyu Won tercekat, gadis itu lantas menahan tangan Kyu Hyun.

“Apa yang kau lakukan?”

“Ssst~”

“Eotte?”

Kyu Hyun menatap sekitar koridor dengan tegang, ia tahu Jang Hyuk sudah pergi dari sini.

“Kita aman, kajja! Kita harus cepat,” ucap Kyu Hyun lalu menarik Hyu Won keluar dari ruang penyimpanan sapu tersebut.

“Hhh~ hhh~…” Hyu Won terengah, dengan pelan Kyu Hyun mengusap lembut wajah Hyu Won yang dipenuhi bulir-bulir keringat.

Deg!

“Lepaskan!” tepis Hyu Won. Kyu Hyun mendengus pelan, ‘Dia masih marah.’ Bisik Kyu Hyun dalam hati.

“Ayo! Aku antar kau pulang,” ucap Kyu Hyun mengacuhkan penolakan Hyu Won.

“Tidak, aku bisa pulang sendiri.”

“Jangan keras kepala, ini sudah malam!”

“Kau bukan ayahku dan aku bukan bayi jadi jangan mangaturku!”

“Kau benar-benar keras kepala! Hilangkan kebencianmu, biarkan aku mengantarmu. Ini sudah malam, tak baik untuk seorang gadis pulang malam sendiri.”

“Aku bisa pulang sendiri!”

“Jangan berteriak-teriak,” ucap Kyu Hyun memperingati Hyu Won.

“Wae? Kau mau bilang Jang Hyuk dan kawanannya akan ke mari lalu mengganggu kita?” ucap Hyu Won dengan suara keras sengaja memancing emosi Kyu Hyun.

“Pelankan suaramu, dan kita pergi sekarang!” desis Kyu Hyun tajam.

“Tidak! Aku tak akan pergi denganmu, aku mulai yakin ini semua rencanamu. Memaksaku masuk ke dalam ruang penyimpanan sapu lalu setelahnya kau akan berpura-pura baik dan mengantarku pulang. Setelah itu kau akan mulai membuat permainan baru lagi,” ucap Hyu Won dengan menantang. Ada senyum kemenangan di wajahnya.

“Tutup mulutmu!” bentak Kyu Hyun keras. Ia mulai kesal.

“Ka-…” Hyu Won baru saja akan membalas bentakan Kyu Hyun saat suara berat seorang pria mengintrupsi perdebatan mereka.

“Wahh… wahhh… ada apa ini?”

Kyu Hyun sontak menolehkan kepalanya dan menatap tegang pada sosok pria di ujung lorong yang berdiri dengan lima orang pria lainnya.

“Jang Hyuk-ah, ternyata benar tadi kita mendengar suara orang berkelahi. Mereka di sini…” suara cempreng seorang pria yang berdiri di belakang Jang Hyuk menyeringai puas ke arah Hyu Won dan Kyu Hyun.

Kyu Hyun meremas siku Hyu Won lalu menyembunyikan gadis itu di belakang punggungnya.

“Hai, Jang Hyuk?” ucap Kyu Hyun datar.

“Itu siapa Cho Kyu Hyun? Mangsa baru atau gadis pujaanmu?” tanya Jang Hyuk dengan nada merendahkan. Tampak sekali gurat kebencian mengintip dari wajah tegasnya.

Kyu Hyun menyeringai tipis lalu menatap Jang Hyuk dengan tajam. “Bukan urusanmu siapa gadis ini Jang Hyuk-ssi,”

Jang Hyuk melangkahkan kakinya mendekati Kyu Hyun dan Hyu Won. Kyu Hyun menatap waspada ke arah Jang Hyuk. Hyu Won bahkan menghitung dalam hati kapan Kyu Hyun akan menariknya dan membawa mereka meninggalkan Jang Hyuk.

“Kau tidak mau tahu kabar adikku, Kyu Hyun-ssi?” tanya Jang Hyuk saat dirinya semakin mendekati Kyu Hyun dan Hyu Won. Beberapa teman pria itu berjalan mengerubungi Kyu Hyun dan Hyu Won.

Mata Kyu Hyun berpendar mencari jalan keluar, matanya terpejam sesaat saat menyadari jarak pintu keluar yang berada begitu jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

“Bagaiamana keadaan adikmu?” tanya Kyu Hyun seolah tertarik dengan basa-basi yang ia lakukan.

“Tch~ aku menyesal karena ia bahkan tak bisa melupakanmu, setiap malam pekerjaannya hanyalah menangisi pria brengsek sepertimu,” ucap Jang Hyuk dengan nada mencemooh.

“Aku sangat menyesal bahwa ia tak bisa melupakanku,”

“Brengsek, kau masih tak merasa bersalah setelah apa yang sudah kau lakukan pada adikku?” tanya Jang Hyuk dengan gigi bergemeratakan menahan emosi. Diliriknya Hyu Won yang kini sibuk menundukan kepalanya seolah tak tertarik dengan perbincangan mereka.

“Aku tak merasa bersalah karena memang tak melakukan kesalahan, aku dengan senang hati mengakhiri hubungan kami. Aku tak bisa berhubungan dengan gadis yang dengan suka rela menyerahkan tubuhnya untuk dinikmati,”

“Kurang ajar!” sentak Jang Hyuk dengan keras, Kyu Hyun hanya menatap datar ke arah Jang Hyuk. Tangan pria itu mendekap protektif bagian belakang tubuh Hyu Won. Gadis itu semakin menempelkan kepalanya pada punggung Kyu Hyun saat mendengar sentakan Jang Hyuk.

“Astaga Jang Hyuk-ah, pria ini masih saja mengatakan hal seperti ini. Aku yakin Sung Rin tidak seperti itu,” ucap seorang pria tinggi di belakang Hyu Won. Ia sengaja memanas-manasi. Hyu Won menggigit bibir bawahnya menahan diri untuk tak mencibir ucapan pria itu.

Jang Hyuk mengangkat kepalanya memberi isyarat pada pria di belakang Hyu Won. Lalu dengan gerakan seperti angin pria itu menarik Hyu Won dari dekapan Kyu Hyun, beberapa pria di belakang Hyu Won dengan sigap menahan Kyu Hyun. Hyu Won menjerit terkejut saat dirinya berada beberapa meter jauh dari Kyu Hyun. Kejadian terjadi begitu cepat. Sekarang Hyu Won berada dalam dekapan Jang Hyuk.

“Kim Jang Hyuk! Sial, lepaskan gadis itu. Ia tak ada hubungannya dengan urusan kita!” sentak Kyu Hyun dengan geram. Tubuhnya tak bisa bergerak sedikit pun. Pria itu menggeram semakin frustrasi saat tangannya yang dipelintir ke belakang ditekan semakin dalam.

“Kau bilang tak ada urusan dengan kita? Seharusnya kau tak perlu sekhwatir ini, Kyu Hyun-ssi.” Ucap Jang Hyuk dengan arogan lalu menekan tangan Hyu Won hingga gadis itu meringis tertahan.

“Lepaskan aku pria sialan!” bentak Hyu Won kesal. Ia menatap ngeri pada Kyu Hyun. Untuk sepersekian detik ia berpikir dirinya adalah sandra dan Kyu Hyun harus menebus dirinya. Bisa saja pria itu mengalami kekerasan fisik lainnya.

“Owwhh, gadis ini bermulut cerdas. Ah… Kang Hyu Won-ssi, kalau kau mau bersikap kooporatif, aku akan melepaskanmu dan kekasihmu Kyu Hyun. Eotte?” tanya Jang Hyuk dengan bibir yang nyaris menyetuh daun telinga Hyu Won. Gadis itu menggeram muak dengan tingkah Jang Hyuk.

“Eotte!?” bentak Jang Hyuk dengan tangan yang semakin keras menekan lengan kanan Hyu Won saat gadis itu tak menjawab pertanyaanya.

“ANNI!” Bentak Hyu Won dengan ringisan. Kyu Hyun berusaha melakukan pergerakan tapi pria itu bahkan tak bisa melakukan apapun. Wajahnya mengeras pucat saat melihat Hyu Won yang kini sama tak berdayanya seperti dirinya.

“Kyu Hyun bilang adikku bersikap seperti gadis murahan, ia bilang adikku dengan suka rela menyerahkan tubuhnya padanya. Aku tak tahu suka rela seperti apa yang ia maksud, bisakah kau menujukannya padaku?” tanya Jang Hyuk dengan ringan. Hyu Won menegang seketika, wajah gadis itu berubah merah padam seketika. “Hmmm?” tanya Jang Hyuk lagi lalu mengecup ringan telinga Hyu Won. Gadis itu lantas memekik tertahan mendapat perlakuan seperti itu. Rasanya ia ingin menangis melampiaskan rasa takut dan ketidakberdayaannya.

“Brengsek kau Jang Hyuk!” teriak Kyu Hyun.

Bughhh

Hyu Won mengangkat kepalanya saat melihat beberapa pria yang sejak tadi menahan Kyu Hyun tergeletak di lantai. Beberapa di antara mereka meringis memegang wajah yang mulai babak belur.

“Lepaskan dia!” teriak Kyu Hyun saat dirinya dengan cepat berjalan menuju Jang Hyuk. Dengan cepat Jang Hyuk mendorong Hyu Won ke belakang hingga tubuh gadis itu terpental dinding di sekitar mereka.

“Joo!” Teriak Jang Hyuk dengan keras setelah dirinya dengan cepat menendang perut Kyu Hyun hingga pria itu tersungkur ke tanah. Tiga orang pria dengan jaket jeans biru pudar keluar dari pintu ujung lorong. Ketiganya lantas menarik paksa Hyu Won yang kini meringis kesakitan.

Jang Hyuk dengan cepat mencoba menginjak perut Kyu Hyun, tapi Kyu Hyun dengan cepat menghindari serangan pria itu. Seringai tajam mencuat dari bibir keduanya. Kyu Hyun maju selangkah lalu dengan kecepatan tinggi mulai memukul Jang Hyuk membabi buta.

Jang Hyuk tersungkur beberapa kali ke lantai, pria itu berusaha membalas pukulan Kyu Hyun. Keduanya saling melancarkan pukulan satu sama lain. Saat Kyu Hyun akan menendang perut Jang Hyuk, teriakan nyaring Hyu Won membuatnya kehilangan orientasinya.

“Andwaeee!!!” teriak Hyu Won dengan keras, Kyu Hyun mengangkat kepalanya dan menatap Hyu Won dengan ngeri. Tiga orang yang tak Kyu Hyun sadari keberadaannya sejak tadi kini sibuk menarik paksa kemeja hitam gadis itu –bermaksud membuka jaket gadis itu.

Bughhh

Sebuah pukulan telak meluncur mengenai wajah Kyu Hyun. Pria itu tersungkur ke lantai tanpa bisa berbuat apapun. Ketiga teman Jang Hyuk yang tadi sempat tersungkur kini berdiri dan menahan Kyu Hyun agar tak berdiri.

“Ini untuk adikku yang kini merasa begitu hancur!”

Bughhh

“Akhh…” ringis Kyu Hyun. Kyu Hyun mencoba melawan namun pria itu hanya bisa membulatkan matanya saat Hyu Won meringis semakin keras.

“Jangan berusaha menjadi pahlawan bila tak ingin gadis pujaanmu itu hancur berkeping-keping,” peringatan Jang Hyuk membuat Kyu Hyun lemas. Ia bisa saja memukul mereka semua tapi Hyu Won kini menjadi sandra yang begitu berbahaya.

“Bawa kemari!” perintah Jang Hyuk pada ketiga pria yang kini sibuk menahan Hyu Won.

Ketiga pria itu menarik Hyu Won dengan paksa lalu menghempaskan gadis itu dengan kasar tepat di depan lutut Jang Hyuk.

“Sial! Hyu Won-ah!” Kyu Hyun tercekat saat lutut gadis itu menghantam lantai dengan keras. Hyu Won hanya meringis pelan seolah tak membiarkan rasa sakit mengusainya. Mata gadis itu berkaca-kaca saat melihat wajah babak belur Kyu Hyun. Ia menyesal sekarang, benar-benar menyesal. Seharusnya ia mempercayai ucapan Kyu Hyun. Seharusnya ia tak berteriak sehingga suara perdebatan mereka tak memancing Jang Hyuk kembali. Seharusnya ia percaya pada Kyu Hyun, Seharusnya…

‘Mianhae,’ ucap Hyu Won lalu menatap Kyu Hyun dengan pilu. Kyu Hyun hanya memejamkan matanya seolah merasa sakit dengan tatapan sendu milik gadis itu.

Srettt

“Akhhh…” ringis Hyu Won saat ia merasakan dingin pada bagian depan tubuhnya.  Kancing kemejanya baru saja terlepas dan berserakan di lantai. Entah kapan Jang Hyuk melakukan pergerakan menarik paksa kemeja gadis itu, Hyu Won hanya meringis lalu berusaha menutupi bagian depan tubuhnya.

“Brengsek! Aku bahkan tak menyentuh adikmu Kim Jang Hyuk!” teriak Kyu Hyun frustrasi.

Hyu Won menundukan kepalanya merasa malu. Ia malu pada Kyu Hyun, semua komplotan Jang Hyuk, dan juga dirinya sendiri.

“Hyu Won-ssi, bagaimana perasaanmu? Kau merasa malu? Hancur?” tanya Jang Hyuk tepat di samping telinga Hyu Won. Gadis itu hanya menunduk semakin dalam, kedua tangannya mendekap erat kemejanya agar menutupi bagian depan tubuhnya. Ia benar-benar takut Jang Hyuk menarik paksa pakaiannya.

“Hmmm?” tanya Jang Hyuk lagi. Hyu Won terisak ketakutan saat suara berat Jang Hyuk terus berdengung di telinganya.

“Jangan…” pelas Hyu Won saat Jang Hyuk menarik lembut kedua tangannya berusaha melepas dekapan erat gadis itu.

Kyu Hyun memejamkan matanya menahan ketersiksaannya saat mendengar nada ketakutan dari suara Hyu Won.

“Kau ketakutan?” tanya Jang Hyuk lembut namun Hyu Won tak bisa merasakan nada lembut di sana.

Dengan satu gerakan cepat Jang Hyuk menarik tubuh Hyu Won hingga gadis itu bangkit dari sikap berlututnya. “Akhhh…” ringis Hyu Won saat Jang Hyuk menarik kuncir gadis itu ke belakang.

“Lihat Cho Kyu Hyun, adikku menangis seperti ini. Ia merasa malu dan ketakutan karena merasa tak dicintai. Ia pertama kali jatuh cinta, dan itu padamu. Ia menyerahkan tubunya dengan suka rela bukan karena dia begitu murahan. Ia begitu percaya padamu.” Ucap Jang Hyuk dengan mata berkilat emosi. Kyu Hyun memejamkan matanya seolah menyesali ucapan yang baru saja dilontarkan Jang Hyuk.

“Tidak…,” mata Kyu Hyun terpejam takut, takut sesuatu akan terjadi pada Hyu Won. “Maaf, tapi aku tak mencintai adikmu. Kami tak bisa bersama…” Ucap Kyu Hyun dengan datar. Ia menekan emosinya demi Hyu Won. Ia rela merendahkan diri asal gadis itu baik-baik saja.

“Tch~ sekarang berkata seperti itu saat adikku sudah hancur,” desis Jang Hyuk. Pria itu menarik kembali rambut Hyu Won dengan keras hingga gadis itu meringis keras. Rasanya kulit kepala seperti akan tercabut dengan paksa.

“Jangan menjadi pecundang Kim Jang Hyuk, urusanmu denganku bukan dengan gadis ini. Ia tak ada hubungannya sama sekali. Kalau kau mau, kau bisa memukulku sesukamu tapi tidak dengan gadis ini. Kau menggunakannnya untuk membalasku, kau pikir kau bertindak dengan benar?” ucap Kyu Hyun dengan datar.

“Tch~ Kau pikir aku peduli aku pecundang atau tidak? Dendamku denganmu dan semua gadis yang membuat hati Sung Rin sakit, kau tak pernah dekat dengan siapa pun lalu mendadak gadis ini berkeliaran di sekitarmu. Sung Rin begitu kacau dan frustrasi dengan gadis ini. Mungkin bermain-main dengan tikus kecil sepertinya bisa mengatasi kekacauan Sung Rin.”

“Adikmu memang pantas kacau dan frustrasi seperti itu, gadis bodoh sepertinya memang pantas mempunya kakak sepertimu!” bentak Hyu Won, ia merasa kesal dirinya menjadi bagian dari balas dendam Jang Hyuk. Kyu Hyun benar, ia tak ada hubungannya dengan masalah mereka. Mengapa dirinya harus menjadi korban seperti ini?

Dengan kasar Jang Hyuk menarik paksa kemeja Hyu Won. Gadis itu terbelalak lebar tak menyangka Jang Hyuk akan melakukan hal seperti itu. Rasa sesal menggelayutinya, tak seharusnya dirinya menantang pria itu.

“Tikus  kecil dengan mulut tajam,”

Srettt

“Akhh…” ringis Hyu Won saat bahu kanannya terekspos begitu saja.

“Jebal…” pelas Hyu Won. Kali ini ia memelas ketakutan.

Tawa beberapa pria di sekitar mereka membuat Hyu Won bergidik ngeri. Dirinya menjadi tontonan gratis tak beradab seperti ini. Air mata mengalir dengan deras, ia terus menundukan kepalanya menyembunyikan rasa malunya. Kyu Hyun mengatupkan rahangnya.

Jang Hyuk meremas rambut Hyu Won dengan keras, gadis itu meringis tertahan. “Jangan menantangku, tikus kecil. Atau ka-…”

“KYU HYUN! HYU WON!” Suara beberapa pria bergema di sekitar lorong. Kyu Hyun menegakkan tubuhnya seolah mendapat energi begitu banyak. Berbanding terbalik dengan Hyu Won yang terus menundukan kepalanya.

Untuk beberapa saat Kyu Hyun mensyukuri keputusannya untuk mengirim pesan pada Donghae saat mereka terjebak di ruang penyimpanan sapu.

“KYU HYUN! HYU WON!”

“Kau memanggil bala bantuan, Cho Kyu Hyun?” tanya Jang Hyuk merasa tak senang. Dengan gerakan cepat Jang Hyuk menarik Hyu Won mendekati tubuhnya, seringai licik mencuat dari bibirnya. Kyu Hyun menggeleng tak suka dengan seringai licik pria itu.

“Tikus kecil, terima kasih untuk kesenangan malam ini.” Ucap Jang Hyuk degan cibiran lalu dengan cepat mengecup kasar bahu Hyu Won. Hyu Won meraung merasa ngeri dengan tindakan pria itu.

“Ayo pergi!” perintah Jang Hyuk pada teman-temannya. Seketika itu juga mereka berlari meninggalkan Kyu Hyun yang kini berlari meraih tubuh Hyu Won yang merosot menyedihkan ke lantai.

“Hyu Won! Aman… kita aman,” ucap Kyu Hyun saat Hyu Won terus menangis –masih berusaha menutupi tubuhnya. Kyu Hyun meraih tubuh ringkih gadis itu lalu menimangnya dengan sayang.

“Kau aman… kita aman,” ucap Kyu Hyun lalu mulai membungkus tubuh Hyu Won dengan jaket yang baru saja ia lepaskan dari tubuhnya.

“Kyu Hyun-ah? Hyu Won-ah?” suara Donghae terdengar ngeri saat melihat Kyu Hyun dan Hyu Won yang saling memeluk satu sama lain.

“Wae irrae?” tanya Sung Min dan Kang In bersamaan. Eun Hyuk hanya menganga menatap Hyu Won yang masih terisak ketakutan dalam pelukan Kyu Hyun.

“Shirreo… jebal,” lirih Hyu Won.

“Kita pulang Hyu Won-ah, ini aku Kyu Hyun. Tenanglah, Jang Hyuk sudah pergi…” ucap Kyu Hyun dengan sayang.

Dengan satu gerakan cepat Kyu Hyun meraih tubuh Hyu Won lalu mulai menggendong tubuh gadis itu. Hyu Won melingkarkan tangannya pada leher pria itu, kepalanya ia tempelkan pada leher pria itu. Air mata masih terus mengalir.

“Mianhae Kyu Hyun-ah, harusnya aku percaya padamu…” bisik Hyu Won.

“Ssst~”

Donghae, Eun Hyuk, Sung Min, dan Kang In mengerutkan dahi mereka bingung dengan kejadian yang menimpa Kyu Hyun dan Hyu Won. Mereka tahu sekarang bukan saatnya bertanya. Mereka mengikuti Kyu Hyun yang sibuk menenangkan Hyu Won.

Kyu Hyun berbalik lalu menatap keempat sahabatnya dengan datar, “Gomawo.” Ucap pria itu dengan bisikan pelan. Keempatnya hanya mengangguk ragu seolah paham.

****

Kyunghee University

Seoul, South Korea

09.00 AM

Kyu Hyun berdiri dengan tangan bersedekap di depan dada, pria itu sengaja berdiri di salah satu sudut Universitas untuk menunggu Hyu Won. Sudah lima hari gadis itu tak menunjukan batang hidungnya. Butuh waktu lama untuk memulihkan diri seteleah insiden seperti itu. Hyu Won sudah bisa masuk saja mungkin sebuah kemajuan. Kyu Hyun benar-benar khawatir dengan keadaan gadis itu.

Mereka tak melakukan kontak apapun setelah insiden malam itu. Rasa cemas masih menghinggapinya bila mengingat raut ketakutan Hyu Won saat dirinya mengantar gadis itu pulang.

“Dia kuat, dia gadis yang kuat,” gumam Kyu Hyun. Kyu Hyun mengeratkan jaket khaki miliknya lalu kembali menatap gerbang Universitas.

Sebuah Audi merah berhenti tepat di depan gerbang, seorang gadis dengan maxi dress biru turun dengan anggun. Rambut gadis itu terurai lembut, sebuah kacamata bertengger di atas kepalanya. Kyu Hyun hanya menatap datar pada gadis itu.

Dahi Kyu Hyun berkerut saat melihat seorang gadis mungil berjalan di belakang gadis anggun tadi. Hyu Won berjalan dengan ringan. Raut wajah cemas seketika hilang dari wajah Kyu Hyun. “Gadis itu baik-baik saja,” gumam Kyu Hyun. Ia berusaha keras menahan diri agar tak menghampiri Hyu Won.

Kyu Hyun membenarkan letak tas ranselnya lalu berjalan menuju gerbang, wajah pria itu berubah dingin seketika. Langkah kakinya terdengar berat. Matanya menatap lurus pada Hyu Won yang kini berjalan menuju dirinya.

“Kyu Hyun!” gadis mungil itu berteriak dengan semangat saat melihat Kyu Hyun berjalan ke arahnya. Senyum lebar terus tersungging, tangannya bergerak lincah melambai pada Kyu Hyun.

Kyu Hyun melambaikan tangannya dan tersenyum lebar. Hyu Won mempercepat langkahnya mendekati Kyu Hyun. Selangkah lagi mendekati Kyu Hyun namun, langkahnya terhenti tiba-tiba saat Kyu Hyun justru berdiri berhadapan dengan seorang gadis di depannya.

“Annyeong Se Bin noona…” ucap Kyu Hyun ringan. Hyu Won menggigit bibir bawahnya dengan ragu. Rasa malu sekaligus perih menjalar di hatinya. ‘Kyu Hyun bukan tersenyum padaku?’ gumam gadis itu.

Kyu Hyun dan Se Bin berbalik dan seketika itu pandangan ketiganya terkunci satu sama lain. Hyu Won meringis gugup sedangkan Kyu Hyun hanya menatap datar ke arah gadis itu.

“Ayo,” ucap Kyu Hyun memberi isyarat pada Se Bin untuk meninggalkan Universitas.  Hyu Won memundurukan tubuhnya saat Kyu Hyun dan Se Bin melintas di depannya. Gadis itu menatap punggung Kyu Hyun dan Se Bin yang terlihat serasi.

“Mengapa ia mengacuhkanku?” tanya Hyu Won saat Kyu Hyun dan Se Bin menghilang dari pandangannya. Kyu Hyun benar-benar mengacuhkannya. Gadis itu meringis pelan saat pikirannya berusaha menebak apa sebenarnya yang sedang terjadi. Mengapa pria itu terkadang begitu perhatian padanya namun berubah menjadi begitu dingin seolah mereka tak saling kenal satu sama lain. Ia benar-benar tak bisa menebak sifat pria itu. Apakah pria itu marah padanya? Tapi mengapa?

“Ada apa dengannya?” gumam Hyu Won, sebagian dadanya terasa mulai perih. Bukankah insiden malam itu sudah membuat hubungan keduanya membaik? Kyu Hyun begitu menjaganya malam itu, sikapanya begitu hangat dan perhatian bahkan begitu posesif. Tapi mengapa sekarang pria itu justru terlihat seperti tidak ingin melihatnya?

‘Se Bin, siapa gadis itu sebenarnya?’ gumam Hyu Won. Rasa mual melandanya saat pikiran-pikiran tak berdasar terus berputar seperti roda. Apakah gadis itu penyebab berubahnya sikap pria itu?

****

Kyunghee University

Seoul, South Korea

03.00 PM

Hyu Won duduk pada bangku panjang di bawah taman rindang, biasanya ia dan Eun Hyuk akan duduk dan bercengkrama tapi kini setelah ia tahu siapa Eun Hyuk yang sebenarnya, ia selalu duduk di sini sendiri. Hyu Won memainkan ponselnya dengan bosan. Ia sedang menunggu mata kuliah selanjutnya.

Bukkk!

Seketika itu juga Hyu Won menolehkan kepalanya dan menatap siapa yang baru saja menjatuhkan setumpuk buku tebal di sampingnya. Mata gadis itu membulat saat melihat sosok pria tampan di sampingnya.

“Halo Hyu Won…” sapa pria itu dengan ramah, senyum lebarnya membuat pria itu terlihat beberapa tahun lebih muda dari usia sebenarnya.

Dengan buru-buru Hyu Won membuang mukanya, gadis itu lantas membereskan barang-barang miliknya dengan cepat. Pria di samping Hyu Won itu berdiri dan mencegah gerakan gadis itu.

“Ya! Mengapa kau mau pergi? Kau takut padaku? Atau kau takut pada kami semua?” tanya pria itu seolah mengejek sikap antisipasi Hyu Won.

“Mwo?” dengus Hyu Won kesal, gadis itu kembali duduk. Pria di sampingnya tersenyum penuh kemenangan.

“Ehmm, bagaimana keadaanmu? Kyu Hyun bila-…”

Hyu Won menolehkan kepalanya dengan cepat lalu menyipitkan matanya menatap pria tersebut seolah tidak suka dengan pertanyaan pria itu.

“Aku tak ingin membahas kejadian itu Donghae-ssi…” ucap Hyu Won dengan enggan, kejadian itu membuatnya sedikit ketakutan. Rasa malu terus menghinggapinya, belum lagi bayang-bayang suara Jang Hyuk saat tertawa seringkali muncul dan mengganggunya.

“Baik, baik… maafkan aku,”

Hyu Won menganggukan kepalanya, ia berterima kasih tanpa mengeluarkan suaranya.

“Kau masih marah pada Eun Hyuk?” tanya Donghae dengan ragu. Hyu Won kembali menyipitkan matanya tak suka dengan topik yang coba diangkat oleh Donghae. Pria itu meringis sebal, “Kau tak perlu menyipitkan matamu seperti itu padaku, setidaknya bersikaplah sopan padaku. Aku ini seniormu…” kesal Donghae.

“Aku tidak mau bersikap sopan pada pria-pria jahat seperti kalian.”

“Ommo! Jahat katamu? Astaga, aku tidak sejahat apa yang kau lihat. Ya… walaupun dulu aku menikmati mengerjaimu.” Ucap Donghae dengan candaan, lalu detik berikutnya ia tahu candaannya begitu tak lucu. “Baik, baik… maafkan aku,” ucap Donghae lagi. Kali ini terdengar tulus.

Hyu Won menganggukan kepalanya lagi lalu tiba-tiba dahi gadis itu berkerut kecil, ditolehkan kepalanya dengan ragu menatap Donghae.

“Apa?” tanya Donghae bingung dengan tatapan gadis itu.

“Donghae-ssi, bolehkan aku bertanya?” tanya Hyu Won ragu.

Donghae tersenyum ragu, “Ya, tentu saja…”

“Ehmm…” Hyu Won berdehem pelan membersihkan tenggorokannya, “Sebenarnya siapa Se Bin itu?” tanya Hyu Won pelan. Seketika itu juga pipi gadis itu merona.

Donghae tahu gadis itu sedang merasa malu sekarang. Tapi, pria itu memilih tak membahas perubahan rona merah di wajah gadis itu.

“Mengapa kau bertanya tentang Se Bin noona?” Tanya Donghae. Hyu Won menelan ludahnya gugup, gadis itu lantas menarik nafas dalam.

“Tidak apa-apa, hanya ingin tahu saja. Beberapa kali aku melihatnya dengan Kyu Hyun…”

Donghae mengangguk paham, lalu seringai tipis mencuat dari bibirnya. “Se Bin noona adalah pusat kehidupan Kyu Hyun…”

Hyu Won menolehkan kepalanya dengan cepat dan menatap Donghae seolah ia tidak bisa mempercayai ucapan pria itu. Ia mencoba memaksa Donghae untuk mengatakan sesuatu yang salah tentang menjadi “pusat kehidupan Kyu Hyun.”

“Itu dulu,” ucap Donghae lagi, kali ini angin segar seolah berhasil membuat perasaan Hyu Won menjadi sejuk.

“Dulu?” ulang Hyu Won dengan kedua alis yang saling bertautan.

“Hmm,”

“Apa artinya hmm? Aku butuh penjelasan lain Donghae-ssi,” kesal Hyu Won.

“Eiiih, kenapa kau tidak sabaran sekali Hyu Won-ah?” goda Donghae.

“Anniya, hanya saja aku sedikit penasaran. Seseorang seperti Kyu Hyun itu bisa serius dengan satu gadis? Itu sulit dipercaya.” Sangkal Hyu Won. Ia merasa aman kali ini, setidaknya ia lolos dari ejekan Donghae.

“Tentu saja Kyu Hyun bisa serius. Selama hidup dan selama aku mengenalnya, Kyu Hyun hanya serius dengan dua orang gadis saja.”

“Dua?”

Donghae menganggukan kepalanya.

“Se Bin noona…” ucap Donghae menggantung, mencoba mengukur reaksi Hyu Won. Dan ia tersenyum tipis tanpa diketahui Hyu Won saat dirinya melihat kerutan tipis di dahi gadis itu. “Dan yang kedua adalah kau…” sambung Donghae.

Hyu Won tercekat mendengar ucapan Donghae, rasa kesalnya hilang berganti dengan perasaan gugup. Pipi gadis itu merona merah sekarang. Kyu Hyun hanya dua kali serius dengan wanita dan ia salah satunya. Apakah ia harus terlihat senang dan bangga?

“Ehmm,” Hyu Won berdehem mencoba menghilangkan kegugupannya. “Kembali pada Kyu Hyun dan Se Bin, kau bilang gadis itu pernah menjadi pusat kehidupan Kyu Hyun. Bagaimana itu bisa terjadi?” tanya Hyu Won lagi, kali ini terlihat begitu ingin tahu sekali. Donghae menekan diri untuk tidak menggoda gadis itu.

“Mereka pernah menjadi sepasang kekasih,”

Hyu Won memejamkan matanya sebal, “Aku tahu! Pasti seperti itu, aku ingin tahu sesuatu yang lebih detail lagi!” sentak Hyu Won mulai kesal. Donghae sejak tadi mempermainkan rasa pensarannya.

“EIHHH! Wae? Mengapa kau pensaran sekali? Kau ingin tahu sekali, hah? Wae? Kau cemburu?

“MWO?”

“Kau menyukai Kyu Hyun?” tebak Donghae.

“Tidak!” sangkal Hyu Won.

“Iya!” balas Donghae.

“Tidak!”

“Iya! Iya!!” ucap Donghae dengan menatap Hyu Won tajam, pria itu bahkan mengintimidasi dengan mencondongkan tubuhnya.

“Iya! Kau menyukai Kyu Hyun, Eun Hyuk bilang padaku kau menyukai Kyu Hyun.”

“Tidak!”

“Kau cemburu saat aku mengucapkan Se Bin adalah gadis yang pernah menjadi pusat kehidupan Kyu Hyun, iya!” ucap Donghae dengan tubuh semakin condong.

“Tidak!”

“Kau kesal saat pagi ini Kyu Hyun mengacuhkanmu?”

“Iya!” Hyu Won menutup mulutnya dengan cepat saat telinganya justru mendengar ia berkata iya. “Tidak, tidak…” ucap Hyu Won menggelengkan kepalanya. “Tidak benar, ia memang mengacuhkanku, tapi tidak.”

Donghae menyipitkan matanya mencoba membuat Hyu Won mengakui perasaannya. “Benarkah? Aku lihat kau murung seharian ini setelah tadi pagi Kyu Hyun mengacuhkankanmu di gerbang.”

“Kau mengikutiku?” balas Hyu Won sebal.

“Aku selalu berada di mana Kyu Hyun berada, dan suatu kebetulan aku melihatmu memasang wajah murung setelah Kyu Hyun lebih memilih “gadis yang menjadi pusat kehidupannya” untuk diajak pergi. Kau cemburu, kau menyukai Kyu Hyun!”

“Iya! Iya! Kau puas!” ucap Hyu Won dengan sebal lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan. Mencoba menyembunyikan rasa malunya.

Donghae tersenyum senang, bukan senyum mengejek melainkan senyum bahagia. Akhirnya Kyu Hyun berhasil mendapatkan hati Hyu Won kembali.

“Ya! Turunkan tanganmu, aku tak bisa melihat wajahmu, ada apa dengan menyukai Kyu Hyun? Apa yang membuatmu malu, hah?” kesal Donghae.

Hyu Won menurunkan tangannya perlahan, “Kau tak mengejekku?”

“Tidak tentu saja, terima kasih karena sudah menyukai sahabatku yang idiot itu.” Ucap Donghae tulus. Hyu Won merasa tenang dan lega sekarang.

“Jadi, bagaimana sebenarnya hubungan Kyu Hyun dan Se Bin?” tanya Hyu Won.

“Kau masih ingin tahu?”

“Ya, tentu saja!” jawab Hyu Won merasa tak malu lagi.

Donghae bersedekap lalu mulai mengusap-usap dagunya dengan jari telunjuk, wajahnya menunjukan raut sedang berpikir.

“Dulu saat kami masih di Senior High School, Kyu Hyun dan Se Bin adalah pasangan paling favorit di sekolah kami. Usia Se Bin noona lebih tua dua tahun dari kami…”

“Mwo? Dua tahun?”

Donghae menatap Hyu Won dengan datar, “Asal kau tahu saja, kami para pria terkadang menyukai wanita yang lebih tua. Itu membuat adrenalin kami sedikit terpacu…” Balas Donghae.

“Whatever… lanjutkan.”

“Kyu Hyun sangat mencintai Se Bin. Kuberitahu padamu, satu hal yang kusuka dari Kyu Hyun adalah bila ia sudah menjerat seseorang maka ia tidak akan pernah melepaskan orang itu,”

‘Apakah ia sudah menjeratku? Apa ia akan melepaskanku?’ Pikir Hyu Won dalam hati. Gadis itu tersenyum malu-malu.

“Lalu bagaiamana hubungan mereka selanjutnya?”

“Mereka putus,”

“Wae?”

“Kyu Hyun hanya jadi bahan taruhan untuk Se Bin. Gadis itu hanya menjadikan Kyu Hyun bahan permainan bersama teman-temannya.” Ucap Donghae ringan seolah itu hal biasa, sedangkan Hyu Won mengaga mendengar penuturan pria itu.

“Astaga! Bagaimana mungkin, Kyu Hyun pasti hanya anak remaja yang sangat percaya pada wanita itu, tapi wanita itu justru mempermainkannya.” Ucap Hyu Won dengan emosi. Ia tak habis pikir bagaimana bisa seorang wanita seanggun dan secantik Se Bin mampu melakukan hal seperti itu. Dan… seseorang seperti Kyu Hyun bisa dipermainkan?

“Ya, faktanya memang seperti itu. Se Bin noona memutuskan Kyu Hyun di tahun terakhirnya. Ia sudah meminta maaf pada Kyu Hyun sebelum melanjutkan studinya ke luar negeri.”

“Lalu mengapa ia kembali?” tanya Hyu Won masih diliputi emosi.

“Entahlah…” Donghae mengangkat bahu. Dahinya sedikit berkerut, “Mungkin ingin kembali pada Kyu Hyun.” Ucap Donghae penuh perhitungan, ia sedang mengukur reaksi Hyu Won.

“Apakah Kyu Hyun masih menyukai wanita itu?”

“Tidak seharusnya, tapi kau tahu kekuatan cinta pertama?” ucap Donghae lagi. Kali ini ia benar-benar mengerjai Hyu Won. Ia ingin lihat bagaimana emosi gadis itu tersulut.

Hyu Won menghembuskan nafas lemah, angin tiba-tiba berhembus membuat dadanya terasa kosong. Ia tidak mempermasalahkan kehadiran wanita manapun sekarang. Yang ia permasalahkan adalah bagaimana hati Kyu Hyun yang sebenarnya. Sekarang ia terlihat seperti menjilat ludah sendiri dengan mengakui pada dunia bahwa ia kembali jatuh cinta pada pria itu.

“Hei… kau masih di sini?” tanya Donghae, pria itu sedikit menyesali perkataannya yang ingin memanasi Hyu Won. Kalau tahu mood gadis itu akan buruk seperti ini, ia tak akan memanas-manasi gadis ini.

“Apakah sikap Kyu Hyun yang suka mempermainkan hati wanita semua karena kisah cintanya yang begitu menyedihkan dengan Se Bin?”

“Ya, itu terjadi setelah kepergian Se Bin…” ucap Donghae membenarkan. Hyu Won memejamkan matanya menahan emosi, ia tak suka mendengar fakta seperti itu. Ia tak suka Kyu Hyun menjadi begitu rapuh seperti itu karena ulah Se Bin, tapi ia sadar ia bukan seseorang dalam posisi yang tepat untuk menyalahkan gadis itu maupun Kyu Hyun. Mereka mempunyai kisah di masa lalu, dirinya hanya satu dari puluhan gadis yang ada di sekitar Kyu Hyun.

“Aku ada kelas sebentar lagi, aku harus pergi Donghae-ssi. Terima kasih untuk ceritamu…”

“Ya! Jangan lemas seperti itu. Kau masih bisa berusaha, aku yakin Kyu Hyun lebih menyukaimu.”

“Cinta pertama selalu menang, tapi aku akan berusaha.” Ucap Hyu Won pelan. Donghae tersenyum senang.

“Semoga kau yang menang, oh ya… asal kau tahu, Kyu Hyun tak pernah sedikitpun menjebakmu untuk kesenangannya. Ia benar-benar jatuh cinta padamu.” Ucap Donghae dengan serius.

Hyu Won tersenyum, setidaknya ucapan Donghae sedikit menenangkannya. Sekarang ia merasa menyesal karena tak membiarkan Kyu Hyun menjelaskan semuanya. Apakah sekarang keadaan berganti menjadi dirinya yang berlari dan mengejar pria itu?

“Sampai jumpa Donghae-ssi, kau tak semenyebalkan dulu…” ucap Hyu Won tulus. Donghae hanya mengangguk dan melambaikan tangannya.

****

One Week Later…

Kyunghee University

Seoul, South Korea

11.00 AM

Kyu Hyun berdiri mengukur ekspresi kedua sahabatnya itu, ia baru saja memberitahukan kabar tak menggembirakan. Ia tak terlalu ambil pusing dengan kabar yang ia beritahukan itu, berbanding terbalik dengan kedua sahabatnya itu. Ia tahu langkah apa yang akan ia ambil.

“Bagaimana bisa?”

“Kau akan bertunangan?” suara Eun Hyuk terdengar begitu terkejut.

“Ya, orang tua.”

“Lalu bagaimana dengan Hyu Won? Tidak mungkin,”

“Menurutmu?”

“Kau tak mungkin melepaskan gadis itu dan menurut pada perintah kuno orang tuamu, ini terlalu terburu-buru Cho Kyu Hyun! Bagaimana bisa?” tanya Donghae.

“Sayangnya aku anak penurut. Aku ingin lihat seperti apa calonnya, kalau itu bagus mungkin bisa kuteruskan…” ucap Kyu Hyun dengan ringan.

“Aishhh Cho Kyu Hyun! Bagaimana bisa kau mempermainkan Hyu Won dan dirimu sendiri?” kesal Eun Hyuk.

“Aku bosan… lagipula aku bisa menolak kalau aku tak setuju. Eomma dan appa tak terlalu memaksa,”

“Bosan bukan berarti kau harus bermain-main dengan kehidupanmu! Kang Hyu Won bahkan mulai jatuh ke dalam pelukanmu!” sergah Donghae kesal. Ia teringat obrolannya dengan Hyu Won di taman Universitas.

“Bagus!”

“Cho Kyu Hyun!”

“Kau tak bis-…”

Tok… Tok… Tok…

Semua kepala berpaling ke arah pintu di mana Hyu Won berdiri dengan wajah merah menahan gugup.

“Ah Hyu Won-ah…” sapa Donghae dengan ringan. Ia menatap sekilas ke arah Kyu Hyun lalu menatap Hyu Won.

“Anyyeong semuanya. Apa aku menganggu waktu kalian?”

“Tidak.” Jawab Kyu Hyun dingin.

Hyu Won menelan ludahnya dengan gugup. Ia tahu keputusannya untuk datang ke kelas Kyu Hyun adalah sebuah kesalahan. Pria itu masih bersikap dingin padanya.

“Bolehkah aku bicara dengamu, Kyu Hyun?” tanya Hyu Won berhati-hati. Kyu Hyun menolehkan kepalanya ke arah Donghae dan Eun Hyuk. Pria itu lantas menganggukan kepalanya. Donghae dan Eun Hyuk beringsutan keluar kelas.

Hyu Won menatap Eun Hyuk lalu menatap Donghae dengan ragu. Pria itu tersenyum lalu berbisik pelan saat melewati Hyu Won.

“Santai saja, Kyu Hyun tak akan memakanmu. Mengapa kau harus segugup ini? Semangat Kang Hyu Won!”

“Gomawo…” bisik Hyu Won.

Blammm

Pintu tertutup dan kini menyisahkan Kyu Hyun dan Hyu Won yang berdiri saling memandang satu sama lain. Seolah mereka berada di arena tinju dan saling mempelajari lawan masing-masing.

“Ada apa?” tanya Kyu Hyun datar.

Hyu Won menggigit bibir bawahnya dengan pelan, ia ragu dengan tujuan awalnya kemari.

“Apa aku menganggu waktumu?” tanya Hyu Won, detik berikutnya ia merutuki pertanyaannya. Apakah kegugupan membuatnya harus menanyakan sesuatu yang sama berulang kali?

“Tidak.”

“Aku ingin mengembalikan jaketmu,” ucap Hyu Won pelan. Bukan itu tujuannya kemari, sebenarnya ia lebih ingin jaket pria itu berada di kamarnya.

“Ambil saja, aku tak membutuhkannya lagi.”

Hyu Won terhenyak mendengar ucapan pria itu. Sekarang apa? Ia harus melakukan apa?

“Aku hanya merasa ini harus di kembalikan,” ucap Hyu Won mencoba menjaga harga dirinya karena penolakan pria itu. Gadis itu berjalan pelan lalu meletakan jaket milik pria itu di salah satu meja.

“Ada lagi?”

Hyu Won tersentak lalu ia menarik nafasnya dengan dalam, “Mengapa kau bersikap begitu dingin padaku? Sebelumnya kau tak bersikap seperti ini, Kyu Hyun. Apakah kau marah padaku karena kejadian malam itu?” tanya Hyu Won gugup. “Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Hyu Won lagi.

Kyu Hyun menarik nafasnya dengan dalam lalu menatap gadis itu dengan datar, “Ya, kau melakukan kesalahan. Aku tak bisa memaafkan orang yang tak bisa mempercayaiku dan membahayakan dirinya sendiri.”

Hyu Won membulatkan matanya terkejut, ia memeluk tubuhnya sendiri. Ia mencoba menguatkan dirinya. “Maafkan aku, seharusnya aku mende-…”

“Kau sudah selesai? Aku sudah selesai dengamu.” Potong Kyu Hyun dengan dingin seolah mengakhiri semua hubungan di antara mereka. “Pergilah…” ucap Kyu Hyun mengusir Hyu Won. Mata gadis itu berkca-kaca. Ia berusaha keras menahan dorongan matanya untuk menangis. Ia menatap Kyu Hyun. Ia tahu tatapan Kyu Hyun sama terlukanya dengan dirinya tapi ia tak bisa berbuat sesuatu yang lebih lagi.

“Baik, aku pergi… maafkan aku Kyu.”

Mengapa semua harus sekacau ini? Sekarang ia tahu mengapa pria itu bersikap dingin padanya.

****

Ceklek

Hyu Won membuka pintu kelas dengan lemas. Tepat di depannya Eun Hyuk dan Donghae berdiri terkejut. Keduanya mengatur mimik seolah tak mendengar apapun yang dibicarakan Kyu Hyun dan Hyu Won.

“Hyu Won-ah, kau baik-baik saja?” tanya Eun Hyuk dengan prihatin saat melihat mata gadis itu yang sedikit berkaca-kaca.

“Gweanchanna…” ucap Hyu Won berbisik.

Donghae memaksa masuk ke dalam kelas mereka. Pria itu tak habis pikir dengan apa yang ada di dalam kepala Kyu Hyun.

“Cho Kyu Hyun! Kau sialan! Kau tak bisa bersikap dingin padanya! Kau tak bisa bertunangan atau menikah dengan siapa pun yang tak kau inginkan, kau tak bisa bersikap dingin padanya seperti itu!” Suara Donghae terdengar penuh kemarahan.

“Diam Lee Donghae! Kau tak tahu apapun!”

Hyu Won menundukan kepalanya setelah mendengar teriakan Donghae dan Kyu Hyun. Jantungnya seperti sedang diremas dengan keras sekarang.

‘Bertunangan,’

‘Orang tua?’

Eun Hyuk maju selangkah lalu dirinya merangkul Hyu Won. “Ayo kita pergi dari sini, ada yang ingin kubicarakan.” Ucap Eun Hyuk dengan lembut. Hyu Won hanya mengikuti Eun Hyuk. Ia bahkan mengesampingkan emosinya pada Eun Hyuk. Kalau bukan dalam keadaan seperti ini, ia mungkin sudah menendang pria itu jauh dari tubuhnya.

****

Three Day Later…

Hyu Won’s Room

Kang’s Family Home

05.00 PM

“Ya! Cepat bangun! Kau ini… kita akan makan malam di luar!” Ji Hoon berdiri berkacak pinggang menatap Hyu Won yang kini masih terus berbaring malas di atas ranjangnya.

“Ya! Kang Hyu Won!” ucap Ji Hoon lagi. Kali ini pria itu semakin kesal. Dengan tidak sabaran ia menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Hyu Won. Gadis itu memekik tak senang.

“Ayo cepat bangun!”

“Aku lelah…” lirih Hyu Won. Ia berkata mengenai hatinya bukan kondisi fisiknya.

Ji Hoon bersedekap lalu ikut berbaring dengan Hyu Won. “Aku tahu, kau tak bisa melemah karena seorang pria. Bagaimana bisa kau selemah ini? Sudah tiga hari dan kau terus seperti ini,” ucap Ji Hoon dengan sayang. Ia tahu masalah apa yang membelenggu adik manisnya ini.

“Tapi aku mulai menyukainya, ia mempermainkanku lagi…” ucap Hyu Won dengan sendu.

“Lupakan pria itu. Hidupmu masih panjang dan kau bisa mencari satu yang lebih baik dari pria itu.” Ucap Ji Hoon lalu dengan satu tarikan keras menyentak Hyu Won hingga gadis itu terlonjak dari tidurnya.

“Yakkk!!”

****

Pierre Gagnaire

Seoul, South Korea

07.00 PM

Hyu Won terus mengeratkan rangkulannya pada lengan kanan Ji Hoon, dirinya terus menempel seperti kepompong pada Ji Hoon. Sesekali Ji Hoon mengusap lembut punggung tangan gadis itu.

“Oppa mengapa kita makan malam di tempat seformal ini? Aku tidak suka makanan Prancis…” ucap Hyu Won pelan.

“Sstt… diamlah. Appa mengajak kita untuk bertemu dengan relasinya. Ini untuk hubungan bisinis,” balas Ji Hoon.

Hyu Won hanya menganggukan kepalanya lalu menatap kedua orang tua mereka yang sudah berjalan jauh di depan. Langkah Kang Jung Hyun terhenti saat mencapai pintu besar yang dilapisi cat emas. Seorang pria muda tersenyum ramah lalu membuka pintu dan mempersilahkan pria paru baya itu untuk masuk.

“Tegakkan dirimu, dan berhentilah menempel seperti kepompong padaku.” Sentak Ji Hoon pelan. Hyu Won hanya merenggut lalu melepas rangkulannya pada lengan pria itu.

“Hyu Won-ah, sini…” panggil Sun Hee –ibu Hyu Won.

Hyu Won mengangguk lalu berjalan menuju ibunya. Ji Hoon mempercepat langkahnya hingga ia kini bersebelahan dengan Jung Hyun. Aturan sederhana, para pria di depan dan wanita mengikut dari belakang.

“Silahkan masuk Tuan Kang…” pelayan muda itu mempersilahkan masuk dengan sopan. Jung Hyun menganggukan kepalanya lalu berjalan bersisihan dengan Ji Hoon.

“Ah… Kalian sudah datang. Selamat datang Jung Hyun-ah!” suara tegas seorang pria menyambut dengan lantang. Jung Hyun tersenyum lalu berjalan menuju meja di mana seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun berdiri di samping menyambutnya dengan tangan terbuka lebar.

“Ah… Sahabatku, akhirnya!”

Hyu Won menarik Navy Dress kesayangannya ke bawah untuk menghindari kerutan di sekitar pinggulnya, gadis itu bersiap untuk menunjukan kesan paling manis untuk relasi ayahnya itu. Gadis itu baru saja mengangkat kepalanya saat metanya beradu dengan mata hitam pekat milik pria muda yang berdiri di samping pria paruh baya tadi.

Deg!

‘Cho Kyu Hyun? Bagaimana bisa?’ gumam Hyu Won dalam hati. Pria itu menunjukan senyum paling menawan yang tak pernah Hyu Won lihat sebelumnya. Tak ada seringai menyebalkan seperti biasanya. Walaupun Hyu Won tahu ada tatapan geli di sana –hanya sedikit. Mata pria itu menyambut dengan begitu hangat. Hyu Won bahkan tak bisa berdiri dengan baik sekarang, kakinya terasa seperti agar-agar. Belum lagi penampilan pria itu malam ini. Tuxedo hitam dengan kemeja abu-abu muda membuat pria itu terlihat begitu tampan. Potongan rambut baru pria itu tak luput dari penilaian Hyu Won. Tak ada Kyu Hyun yang bersikap dingin seperti tiga hari sebelumnya. Hyu Won bahkan nyaris menampar pipinya untuk menyadarkan dirinya sendiri.

“Sayang… kau baik-baik saja?” suara lembut Sun Hee membuat Hyu Won tersadar dari keterkejutannya.

Hyu Won memejamkan matanya lalu menatap Sun Hee dengan ragu, “Ne, aku baik-baik saja eomma…” balas Hyu Won. Sun Hee menuntun langkah keduanya mendekati meja bundar yang di atasnya sudah tersaji berbagai makanan.

“Sun Hee-ya, nan jongmal bogosipoyeo…” seorang wanita paruh baya berdiri lalu berpelukan dengan Sun Hee.

“Nado Hanna-ya…”

Hyu Won berdiri kikuk, mata gadis itu masih terpaku pada mata pekat Kyu Hyun. Banyak pertanyaan bersarang dalam kepala Hyu Won. Pria itu memejamkan matanya sekilas lalu tersenyum menggoda kali ini.

“Annyeong haseyo ahjussi, lama tidak bertemu…” ucap Kyu Hyun dengan ramah.

‘Lama tidak bertemu?’ dahi Hyu Won berkerut bingung. Bukankah ini kali pertama kedua keluarga bertemu?

“Ji Hoon hyung…” ucap Kyu Hyun lalu menjabat tangan Ji Hoon. Ji Hoon menyambut dengan bersahabat. Keduanya lantas berpelukan seolah mereka adalah sahabat lama. Hyu Won semakin mengerutkan dahinya.

‘Hyung?’

“Hai, Hyu Won…” sapa Kyu Hyun tak kalah ringan seolah menunjukan pada Hyu Won bahwa ia bisa terlihat ramah di depan semua keluarga. Pria itu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa di sini.

“Hai,” sapa Hyu Won gugup.

“Aigoo! Inikah Kang Hyu Won?” suara seorang gadis manis dengan rambut potongan barbie berdiri lalu berjalan ringan menuju Hyu Won. Mata Hyu Won membulat saat tubuh mungilnya tenggelam dalam pelukan hangat wanita muda itu.

“Annyeong eonni…” sapa Hyu Won ragu-bingung-gugup.

“Sudah lama aku ingin melihatmu!” bisik wanita itu pelan namun terdengar begitu bersemangat.

Wanita itu melepas pelukannya yang begitu erat hingga tak menyadari tubuh Hyu Won yang sedikit limbung ke belakang.Wanita itu lantas membalikan tubuhnya dan berjalan kembali menuju tempat duduk di mana ia duduk tadi.

“Ayo duduk…” Cho Yeung Hwan –ayah Kyu Hyun–mempersilahkan dengan sopan.

Semua berjalan menuju meja bundar kecuali Hyu Won yang masih berdiri mematung. Melihat Hyu Won dengan wajah pucat dan bingungnya, membuat Kyu Hyun sedikit tak tega. Dengan langkah pelan pria itu berjalan menuju Hyu Won. Senyum menawan yang sejak tadi ia pasang kini luntur seketika dan berganti dengan seringai halus mematikan.

“Ayo Hyu Won-ah…” ajak Kyu Hyun. Hyu Won membulatkan matanya saat Kyu Hyun semakin dekat dengannya.

Deg!

Jantung Hyu Won seperti akan melompat saat Kyu Hyun berdiri tepat di depannya. Pria itu mencondongkan tubuhnya lebih dekat namun masih terlihat begitu sopan.

“Kau manis dalam balutan Navy Dress ini, aku suka pipi meronamu…” Kyu Hyun berbisik pelan lalu mengedipkan sebelah matanya menggoda gadis itu.

Astaga!

Hyu Won pasti akan jatuh pingsan kalau Kyu Hyun tidak dengan cepat merangkul bahu gadis itu. Seolah tahu efek apa yang bisa ia timbulkan untuk gadis itu, dengan sopan Kyu Hyun menuntun Hyu Won menuju meja bundar yang menyisakan dua kursi saling berhadapan. Satu untuk Kyu Hyun dan yang satu lagi sudah pasti untuk Hyu Won.

Semua keluarga menatap Kyu Hyun dengan senyum menggoda. Bahkan beberapa mengerlingkan mata seolah memuji tingkah sopan pria itu. Hyu Won tak sadar bahwa semua keluarga tampak menikmati keterkejutannya. Ia satu-satunya yang tak tahu arti kerlingan mata dari semua keluarga.

****

Hyu Won terus menundukan kepalanya, ia berusaha melarikan tatapannya dari mata hitam pekat milik Kyu Hyun. Sebaliknya, pria itu terus menatap Hyu Won sejak gadis itu duduk di bangkunya. Tatapan tajam-memuja-menggoda berkumpul jadi satu di sana. Gadis itu beberapa kali meneguk air putih untuk menghilangkan kegugupannya, tanpa sadar Kyu Hyun sejak tadi terus mengulum senyumnya karena tingkah gadis itu.

‘Menggemaskan sekali,’ gumam Kyu Hyun dalam hati.

“Bukankah Hyu Won dan Kyu Hyun satu Universitas?” suara Hanna terdengar begitu lembut. Hyu Won mengangkat kepalanya lalu menatap wanita itu dengan senyum ragu.

“Ya ahjumma, Kyu Hyun-ssi adalah salah satu seniorku di Universitas.” Balas Hyu Won berusaha terdengar biasa saja. Ia ingin mengatakan bahwa Kyu Hyun lebih dari seorang senior di Universitas. Pria itu seperti iblis dan pangeran dalam waktu bersamaan.

“Bagaimana Kyu Hyun dikesehariannya?” tanya Ahra –Kakak Kyu Hyun.

“Nde?”

“Kyu Hyun? Apakah ia baik?”

‘Dia tidak baik! Dia kejam! Dia suka menindas orang! Dan dia mempermainkanku…’

“Ehhmm, Kyu Hyun-ssi baik. Ia salah satu senior favorit di Universitas kami. Dia suka bermain dan… sedikit bertaruh.” Balas Hyu Won mencoba berbicara dengan santai tapi faktanya gadis itu bahkan ingin sekali berteriak di depan Kyu Hyun.

Kyu Hyun mengulum senyumnya mendengar pujian gadis itu. Ia tahu gadis itu mengatakan semuanya dengan berat hati. Tak mungkin mereka meneruskan konfrontasi mereka di depan keluarga.

“Ommo! Benarkah adikku baik? Aku tidak percaya, aku lebih percaya dengan kalimat terakhirmu Saengi. Dia memang suka betaruh!” sindiri Ahra dengan puas.

Cho Yeung Hwan tertawa pelan setelah meletakan gelas di atas meja, “Kyu Hyun memang suka bertaruh Hyu Won-ah. Tapi, aku suka dengan sikapnya yang seperti itu. Ia selalu berani bertaruh dengan keberhasilan perusahaan kami.” Ucap Cho Yeung Hwan dengan bangga. Hyu Won mengerutkan dahinya bingung.

“Ya… benar. Aku percaya dengan ucapanmu. Pernah satu kali aku dan Kyu Hyun berada di dalam satu ruang rapat. Aku suka semua ide yang ia sampaikan tentang proposal kalian…” suara Jung Hyun terdengar begitu memuja Kyu Hyun.

“Dia memang menurunkan bakatku, sebenarnya tanpa harus kuliah pun aku yakin ia bisa mnegurusi perusahaan kami. Yah… Kuliah hanya untuk formalitas saja,”

‘Formalitas? Sepintar itu, kah?’ cibir Hyu Won dalam hati.

“Ya, aku pun berpikir seperti itu. Bahkan sambil kuliah pun ia mampu menjalankan perusahaanmu. Kalau Ji Hoon, aku harus memaksanya. Anak nakal…”

Kyu Hyun maupun Ji Hoon terkekeh pelan mendengar ucapan Jung Hyun. Hyu Won justru menatap Kyu Hyun dengan mata yang membulat dengan maksimal. Sepintar itukah Cho Kyu Hyun?

Kyu Hyun mengalihkan pandangannya dan menatap Hyu Won dengan seringai tipis. Seolah mengatakan pada gadis itu untuk tidak usah terlalu terkejut. Hyu Won tersadar lalu mulai memutar bola matanya dengan sebal, ia berusaha mengeyahkan kekagumannya pada pria itu.

“Jadi menurutku kalau Hyu Won dan Kyu Hyun menikah mungkin perusahaan kita bisa berkolaborasi.” Ji Hoon menambahkan dengan kekehan kecil.

“Aku sangat setuju, Hyu Won cantik dan cerdas, dia memnuhi kriteria gadis idamanku.” Timpal Kyu Hyun santai menanggapi candaan Ji Hoon.

“Mwo?” Hyu Won memekik tak senang.

“Aigoo! Berhenti menggoda adikmu Kang Ji Hoon,” Hanna menyahut dengan senyum terkulum. Hyu Won hanya menatap Ji Hoon dengan tatapan tajam.

“Ah ya… aku senang kalau Hyu Won menjadi adik iparku.” Sambung Ahra yang sejak tadi hanya diam.

“Eomma…” rengek Hyu Won tanpa sadar. Semua orang di meja mulai terkikik geli melihat tingkah gadis itu tak terkecuali Kyu Hyun.

“Ayolah… jangan terus menggoda putri manisku ini,” Sun Hee ikut menimpali.

Makan malam kembali dilanjuti, hanya kaum tua yang sering melontarkan pembicaraan. Hyu Won, Kyu Hyun, Ji Hoon, dan Ahra hanya sesekali menimpali. Hidangan utama telah selesai disantap, hidangan penutup mulai disajikan dengan cepat oleh beberapa pelayan.

Hyu Won mengusap bibirnya dengan serbet lalu memundurkan bangku belakang, ia lantas berdiri dan pamit ke belakang.

“Semuanya aku mau ke belakang…”

“Ya hati-hati sayang…” balas Sun Hee.

****

Hyu Won menatap wajahnya di depan cermin dengan tegang. Ia masih tak percaya Kyu Hyun beserta keluarganya duduk satu meja dengannya. Mereka bahkan terlihat begitu akrab. Adakah kebetulan yang sesempurna ini? Atau ada sesuatu yang tak ia ketahui?

“Bagaimana bisa eomma dan appa mengenal keluarga Cho? Ya Tuhan, apakah mereka relasi lama?”

Drrt Drrt

Balkon lantai tiga, sekarang. Tidak ada penolakan!

 

Hyu Won mengumpat kecil saat membaca sederet kalimat di ponselnya. Ia tahu pria itu memang suka memerintah. Ia mencoba mengabaikan pesan dari pria itu.

Drrt Drrt Drrt

Kali ini bukan pesan melainkan sebuah panggilan masuk, dengan gugup Hyu Won menempelkan ponsel itu pada telinga kanannya.

“Yeobb-…”

“Jangan mengabaikanku atau aku akan mendatangimu sekarang juga di kamar kecil itu!”

Klik!

“Mwo???” Hyu Won memekik tak senang. Walau begitu, gadis itu bergegas dengan cepat keluar dari kamar kecil itu. Ia tak mau pria itu turun lalu menemuinya di kamar kecil itu, ia tak mau muncul keributan sekecil apapun. Lagipula banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya tentang semua yang terjadi malam ini. Pria itu seharusnya punya jawaban dari semua pertanyaannya nanti.

****

At Balcony

Pierre Gagnaire

07.00 PM

 

Hyu Won mendorong pintu kaca dengan ukiran emas di sekitar kusen dengan keras. Nafas gadis itu tersenggal-senggal. Bodoh, bukannya menaiki lift, gadis itu justru menaiki tangga. Ia terlalu kesal, takut, dan penasaran dengan semua hal yang terjadi malam ini.

Hoshh

Hoshh

Hyu Won menunduk lalu mencengkram lututnya menahan rasa lelahnya, kepalanya masih menatap lantai hingga matanya menatap satu titik yang sama. Sepatu hitam mengkilap berada tepat di depannya. Dengan gugup ia mengangkat kepalanya. Pria itu tersenyum dengan penuh kemenangan seolah berhasil membuat gadis itu menurut padanya.

“Bagus, tidak terlalu terlambat. Lelah Hyu Won-ah?” tanya Kyu Hyun.

Hyu Won menegakkan tubuhnya dan menatap pria itu dengan sebal.

“Ya! Ada apa? Mengapa harus memerintahku??” tanya Hyu Won dengan sebal.

Kyu Hyun bersedekap lalu meneliti tubuh Hyu Won dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Kau cantik sekali dengan dress itu, aku suka rambutmu yang sedikit ikal itu.” Puji Kyu Hyun dengan tulus.

Blushhh

Hyu Won merona seketika, wajahnya berubah menjadi tomat sepertinya. Kyu Hyun tersenyum geli lalu berjalan menuju tepi balkon, ia menatap kendaraan yang berlalu-lalang dengan cepat di bawah.

Keheningan cukup lama terjadi di antara keduanya. Hyu Won bahkan mulai bergerak gelisah karena angin malam yang menerpa dirinya. Rambutnya sesekali berterbangan menutupi sebagian wajah. Gadis itu menatap punggung tegak pria itu. Rasa bingung mulai menjalar.

Hyu Won menarik nafas lalu berjalan menuju tempat Kyu Hyun berdiri. Gadis itu ikut melihat ke arah bawah. Ia berusaha melawan rasa dingin yang mulai terasa.

“Bagaimana bisa kau dan keluargamu mengenal keluargaku?” tanya Hyu Won tak bisa menghilangkan rasa penasarannya. Kyu Hyun tersenyum simpul lalu  menatap gadis itu.

“Aku dan ayahmu sering berbisnis bersama,”

“Tidak. Ada yang lain, mengapa tampaknya kalian semua sangat akrab. Ji Hoon oppa dan kau, mengapa kalian terlihat begitu akrab? Ah ya, Ahra eonnie juga, mengapa saat melihatku wajahnya seperti… ahh aku tak bisa menjelaskannya. Aku tahu sesuatu telah terjadi di sini.” Hyu Won menatap Kyu Hyun dengan menyelidik.

Kyu Hyun melipat kedua tangannya lalu menatap gadis itu dengan mata menyipit seolah memuji semua dugaan gadis itu.

“Kalau aku bilang kami memang sudah saling mengenal sejak dulu, apa kau percaya?”

“Tidak… maksudku tidak mungkin kalian saling mengenal.” Ucap Hyu Won.

“Begini…” Kyu Hyun berujar, pria itu lantas berjalan dan berdiri tepat di depan Hyu Won. Pria itu meletakan satu tangannya di sisi kiri gadis itu hingga bertumpu pada tembok beton pembatas balkon. Seolah mencegah gadis itu untuk pergi, Hyu Won merasa tubuhnya sedikit hangat karena pria itu menghalangi angin yang menerpa tubuhnya.

“Apa?” desah Hyu Won saat dirinya menatap Kyu Hyun yang sedikit lebih tinggi di atasnya.

“Kalau aku bilang semua ini sudah terencana dengan baik, apa kau percaya?” tanya Kyu Hyun. Suara pria itu terdengar mantap tapi tidak dengan hatinya.

“Terencana dengan baik? Semuanya? Semua yang mana?” suara Hyu Won terdengar gugup. Ia tak tahu semua yang mana yang dimaksud pria itu.

“Makan malam ini, akrabnya keluarga kita, dan… masuknya kau ke Kyunghee University.” Suara Kyu Hyun berubah menjadi berat.

“MWO?” Hyu Won menutup kedua mulutnya karena terkejut, Kyu Hyun benar-benar membuatnya terkejut. Pria itu dengan pelan menaikan satu tangannya lagi dan mengunci pergerakan gadis itu, kali ini gadis itu tak akan bisa pergi ke mana-mana.

“Ya…” Kyu Hyun berkata dengan ringan. Sejujurnya kejujuran itu pahit tapi ia tak bisa membiarkan Hyu Won tak tahu kebenaran sebenarnya. Setidaknya ia akan menjalani kehidupan cinta tanpa kebohongan.

“Ya? Kau tak bisa berkata begitu ringan seperti itu. Aku?” Hyu Won menunjuk dirinya. Suaranya terdengar begitu parau. “Aku tertipu lagi? Katakan kalau semua yang terjadi tidak ada campur tangan keluargaku juga!” suara Hyu Won terdengar sedikit meninggi. Ia merasa dipermainkan dan tenang secara bersamaan. Merasa tenang karena pria itu tidak akan terlapas darinya tapi tidak dengan cara yang digunakan pria itu.

“Sayangnya ada.” Jawab Kyu Hyun singkat. Pria itu tahu Hyu Won sedang emosi sekarang. Siapa yang tidak emosi saat tahu keluarganya juga ikut bermain-main dengan kehidupannya?

“Ji Hoon oppa juga?” tanya Hyu Won dengan setengah berteriak.

“Ya,”

“Minggir!” sentak Hyu Won. Ia merasa bodoh sekarang. Ji Hoon dan Eun Hyuk tak ada bedanya sekarang.

“Tidak! Kau tidak akan pergi sampai aku selesai dengan penjelasanku,”

“Tidak! Aku tak butuh penjelasanmu, aku mau bicara dengan Ji Hoon oppa! Dan aku tak mau mendengar omong kosong dari mulutmu.” Hyu Won mencoba menurunkan tangan Kyu Hyun tapi ia bahkan tak berhasil menggerakannya sesenti pun.

“Dengar, dengarkan semuanya dulu.”

“Apa lagi? Setelah ini apa? Apa kau mau bilang bahwa kau sudah merancang kehidupanku lima tahun ke depan? Cho Kyu Hyun-ssi, kau bukan Tuhan atau malaikat yang bisa mengatur kehidupanku. Aku merasa bodoh dan tidak dihargai. Kalian menipuku, bukan hanya kau dan teman-temanmu. Tapi keluargaku juga!”

“Mereka tidak bersalah, aku yang melakukannya. Aku memang bukan Tuhan atau malaikat tapi aku bisa melakukan semua itu.” Ucap Kyu Hyun dengan tegas.

“Mereka besalah. Kau. Mereka. Kalian semua salah. Mengapa kau selalu begini. Tak memperdulikan hak diriku. Kau bukan siapa-siapa Cho Kyu Hyun!” Hyu Won berteriak marah.

Kyu Hyun menegakkan tubuhnya lalu menarik kedua tangannya dari kedua sisi tubuh gadis itu tapi gadis itu tak bergerak sedikit pun. Matanya berkaca-kaca tapi ia terlihat menahan diri untuk tidak menangis.

“Ya kau benar… tidak ada kebenaran untuk kebohongan. Sekalipun itu kebohongan untuk kebaikan. Tapi satu yang harus kau tahu, aku tak melakukan ini untuk mempermainkanmu. Pecayalah… Aku mencintaimu.”

Hyu Won menatap Kyu Hyun dengan serius lalu detik berikutnya ia tertawa lebar. “Hahahaha…”

Kyu Hyun mengerutkan dahinya, ia tak mengerti dengan tingkah gadis itu. “Wae?”

“Kau bilang apa? Mencintaiku? Kau mau aku percaya padamu? Apa kau pantas mendapat kepercayaan lagi setelah menipuku?”

“YA… Aku pantas.”

“Kali ini kau bahkan melibatkan keluargaku! Kau tahu semarah apa aku pada keluargaku?”

“Kau pantas marah untuk semua yang sudah terjadi.”

“Cho Kyu Hyun!”

“Hyu Won-ah, maafkan aku untuk semua ini. Aku tahu aku bersalah. Aku mengajukan beasiswa untuk dirimu supaya kau masuk Kyunghee University, aku meminta appa untuk menjalin hubungan kerja dengan perusahaan keluagamu, aku meminta Ji Hoon hyung untuk memberitahuku apa yang sedang terjadi padamu -semuanya, aku meminta Eun Hyuk dan Donghae untuk membantuku. Dan aku mengatur makan malam ini, semua karena kau. Aku tak bisa melepaskanmu lagi, aku jatuh cinta padamu. Apa kau tak paham juga? Aku jatuh cinta. Sangat jatuh cinta padamu.” Ucap Kyu Hyun serius.

Hyu Won menangis, kali ini ia tak ingin menahan rasa sesak lagi. Ia meledak seperti bom. Ia tak bisa memungkiri perasaannya bahwa ia merasa lega. Setidaknya pria itu tidak mencintai Se Bin. Tapi ia juga merasa sesak dan emosi karena menjadi satu pihak yang tak tahu apapun di sini. Mereka mungkin tak menanggapnya bodoh tapi hatinya merasa seolah dirinya memang begitu bodoh.

“Kau melelahkan Cho Kyu Hyun,”

“Aku… Aku kesal dan marah padamu tapi kau juga membuatku tenang. Aku benci karena aku bahkan bisa begitu senang meskipun kau sudah memperlakukan aku seperti ini.”

Kyu Hyun menganggukan kepalanya paham, tangan pria itu bergerak menangkup kedua pipi gadis itu. “Jangan menangis, jebal…” ucap Kyu Hyun tulus. Hyu Won menarik nafasnya pelan.

“Kau selalu bertindak sesuai keinginanmu, terkadang kau begitu manis dan terkadang kau begitu dingin. Aku benci sekali setiap saat harus menebak sebenarnya seperti apa dirimu itu.”

“Aku melakukan itu untuk mengontrolmu. Kau pikir seperti apa rasanya berpikir bahwa kau mungkin sudah tidak menginginkanku lagi.”

“Aku benci saat kau lebih memilih Se Bin, aku benci saat kau pergi dengannya di depan mataku. Aku benci sekali karena sibuk menerka apa yang sedang terjadi. Aku takut sekali kau berpikir aku begitu menjijikan karena ulah Jang Hyuk.”

“Tidak, aku tak menatapmu seperti itu. Kau tak menjijikan.” Kyu Hyun membulatkan matanya mencoba membuat Hyu Won percaya pada ucapannya.

“Tapi kau bertindak seperti itu beberapa hari lalu. Itu menyakitiku.”

“Aku marah saat kau tak mempercayaiku malam itu. Kau membuat dirimu sendiri dalam bahaya Kang Hyu Won. Jang Hyuk… ia bisa melakukan apapun untuk melukaimu. Dan fakta aku tak bisa melakukan apapun membuatku marah padamu dan… pada diriku sendiri. Aku mengacuhkanmu karena aku ingin kau tahu aku tak suka dengan sikapmu malam itu.”

Hyu Won diam sejenak, satu lagi fakta dari pria itu yang membuatnya senang. “Maafkan aku…” lirih Hyu Won.

“Tidak, maafkan aku.”

****

“Yakkk! Shirreo!” teriak Hyu Won keras saat Kyu Hyun menaikan dan mendudukan tubuhnya dengan paksa pada tembok beton pembatas balkon. Tangan gadis itu mencengkram kuat kerah jas hitam Kyu Hyun.

“Tidak usah takut.”

“Ini tinggi Cho Kyu Hyun!” geram Hyu Won. Ia bisa melihat kendaraan berlalu-lalang di bawah.

“Kau percaya padaku? Aku tak akan menjatuhkanmu, aku menjagamu.”

“Ya, aku percaya padamu.”

Kyu Hyun tersenyum lalu menempelkan tubuhnya lebih dekat dengan Hyu Won. “Dingin?” tanyanya saat tangannya menyentuh lengan gadis itu.

“Ya… tapi itu tadi. Sekarang rasanya hangat sekali.”

Kyu Hyun bergerak ke belakang lalu melepas jas-nya. Gadis itu sibuk mencari pegangan, takut bila ia tergelincir sedikit saja lalu menyebabkan tubuhnya jatuh mengenaskan ke bawah. Kyu Hyun menempelkan tubuhnya pada kaki gadis itu dengan kuat.

“Aku memegangmu, kau tak akan jatuh.” Ucap Kyu Hyun setengah mengejek. Ia lantas memakaikan jas-nya ke tubuh gadis itu.

“Eotte?”

“Hangat.”

Kyu Hyun lalu melingkarkan kedua tangannya pada pinggang gadis itu. Matanya menatap lurus ke arah Hyu Won.

“Kau percaya padaku? Kau memaafkanku?” tanya Kyu Hyun.

“Ya,”

“Walaupun aku sudah mengatur semuanya sejak awal? Memasukanmu ke dalam Kyunghaee University?”

“Ya,”

“Walaupun aku bersama Se Bin?”

“Tidak! Sejujurnya aku tak suka gadis itu,” ucap Hyu Won ragu. Takut Kyu Hyun tak suka dengan ucapannya.

“Wae?”

“Annio…”

“Katakan,”

“Shirreo!”

“Atau aku memaksamu dengan caraku,”

“Aku tak mau mengatakannya,”

“Katakan,” geram Kyu Hyun.

“Aishhh, kau memaksa lagi. Selalu memaksa,”

“Ya itu aku, kau tahu itu…”

“Aku tak suka caramu menatapnya saat kita di taman dulu, aku tak suka cara ia berbicara padamu, dan… aku tak suka masa lalu kalian. Donghae, ia menceritakan semuanya padaku,”

“Kami hanya masa lalu, kau tahu itu…” ucap Kyu Hyun sebal. Ia tak suka Donghae menceritakan hal itu pada Hyu Won.

“Tapi kau seperti itu karena dirinya, mempermainkan banyak hati wanita…”

“Tidak, bukan karena dirinya tapi diriku sendiri…”

“Kau mencoba melindunginya,” ucap Hyu Won tak suka.

“Tidak, aku tak melindunginya. Aku tak suka mengaitkan kehidupanku dengan orang lain. Aku tak suka Se Bin selalu menjadi alasan apa yang aku lakukan…”

‘Aku juga… aku sangat mencintaimu Cho Kyu Hyun,’ desah Hyu Won dengan lega dalam hati.

“Apa?” tanya Kyu Hyun seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Hyu Won.

“Tidak,”

“Katakan,”

“Shirreo,”

“Aku menjadi pemaksa bukan karena sikapku tapi karena dirimu.” Ucap Kyu Hyun pelan dan sebuah kecupan singkat mendarat pada bibir mungil Hyu Won, mata gadis itu membulat lalu detik berikutnya kembali seperti semula. Kyu Hyun melepas kecupannya dan menangkup wajah gadis itu.

“Kau tahu, satu hal yang tak kau ketahui lagi adalah tentang Eun Hyuk.”

“Eun Hyuk?”

“Ya… sebeanarnya ia tak masuk dalam rencanaku. Tapi pagi itu saat kau datang ke Kyunghee University, kau pertama kali bertemu dengannya. Itu tidak disengaja, ia memang suka berdandan seperti orang bodoh dan mencari gadis-gadis muda di bawah tingkatan kami. Dan… ia bertemu dengamu. Kau terlalu emosi saat melihatku, Eun Hyuk dengan cepat menelponku dan memberitahukanku tentang dirimu. Dari situ semua berawal. Jadi jangan marah dan benci pada Eun Hyuk.” Ucap Kyu Hyun dengan ringan. “Tidak seperti itu rencana awalnya, aku hanya ingin membuatmu dekat denganku tapi Eun Hyuk mengacaukan semuanya…” tambah Kyu Hyun lagi, ia sedikit terkekeh.

“Kalian kekanak-kanakan, menyebalkan. Berarti Eun Hyuk selalu melaporkan apa yang aku ceritakan padanya?”

“Ya… Ji Hoon hyung juga. Jangan pikir aku tak tahu apapun, bahkan aku memantaumu sejak insiden Jang Hyuk. Tolong jangan seperti itu lagi, kau harus percaya padaku.”

Hyu Won menangkupkan wajahnya lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Kalian tega sekali, aku sangat malu!”

“Gweanchanna… itu manis sekali. Setiap kali mendengar Eun Hyuk dan Ji Hoon hyung menceritakanmu, aku iri sekali. Mereka bisa begitu dekat denganmu. Aku bahkan ingin sekali menendang Eun Hyuk saat ia membicarakan kedekatan kalian.” Ucap Kyu Hyun. Tangannya bergerak melepas kedua tangan Hyu Won yang masih menempel di wajahnya.

“Aku akan membuat perhitungan dengan Ji Hoon oppa, biar bagaimana pun kalian bersekongkol.”

“Ayolah jangan seperti anak kecil…” ejek Kyu Hyun.

“Kau pikir kau seperti apa? Kau jauh lebih kekanak-kanakan Cho Kyu Hyun.”

“Benarkah aku seperti anak-anak? Aku bisa menjadi begitu dewasa,”

“Tch~ sudahlah aku tahu kau, Eun Hyuk, dan Donghae itu satu pemikiran. Aku pernah melihat situs porno di ponsel Eun Hyuk jadi bisa disimpulkan definisi dewasa menurut kalian adalan hal-hal yang mengarah pada tindakan mesum…” ucap Hyu Won dengan nada meremehkan.

Kyu Hyun tertawa lalu dengan cepat menurunkan Hyu Won dari tembok beton pembatas balkon, “Hah, itu menyakitiku. Aku tak semesum Eun Hyuk. Tapi, aku tak bisa melarang kepala kecilmu untuk berpikir seperti itu.  Kajja! Kita masuk, mereka mungkin menunggu kita.” Ucap Kyu Hyun. Hyu Won mengangguk lalu meraih uluran tangan Kyu Hyun. Keduanya berjalan bergandengan menuju pintu masuk.

“Chankkaman…” Hyu Won menghentikan langkahnya, Kyu Hyun terpaksa menghentikan langkahnya juga.

“Wae?” tanya Kyu Hyun dengan dahi berkerut.

“Ehmm… benarkah kau akan bertunangan? Dengan siapa?” tanya Hyu Won.

Kyu Hyun semakin mengerutkan dahinya.

“Hari itu aku mendengarnya sendiri, dengan siapa?” tanya Hyu Won lagi. Wajahnya adalah campuran dari perasaan ragu, takut, penasaran, dan sedikit terluka.

Kyu Hyun menyipitkan matanya lalu menarik gadis itu dengan geram hingga menabrak dada bidanganya.

“Apa?” tanya Hyu Won gugup, ia tak mengerti dengan arti tatapan Kyu Hyun.

Kyu Hyun menempelkan bibirnya pada sudut bibir Hyu Won dengan gemas, “Kau ini polos atau benar-benar tidak tahu?”

“Nde!?” Hyu Won menjerit tertahan saat bibir tebal pria itu melumat lembut bibir mungilnya.

Kyu Hyun menekan lembut kepala Hyu Won, tangan pria itu meremas bagian belakang kepala Hyu Won. Dengan lembut ia melumat bibir bawah gadis itu. Hyu Won dengan perlahan mencengkram kerah kemeja Kyu Hyun. Ia memejamkan matanya menikmati sentuhan manis bibir pria itu. Kyu Hyun memutar kepalanya dan semakin menekan lembut bibir Hyu Won. Hyu Won berusaha mengimbangi kecupan yang terus bertubu-tubi pada bibirnya hingga beberapa teriakan orang menghentikan aktivitas mereka.

“AAAAAA~”

Bughh!

Suara jeritan beberapa orang membuat Hyu Won terkejut. Dengan cepat Hyu Won mendorong Kyu Hyun hingga ciuman mereka terhenti. Kyu Hyun sedikit kesal karena harus menghentikan kesenangannya.

“KALIAN BERDUA? Apa yang kalian lakukan!?” Kyu Hyun berseru marah sekaligus malu saat melihat Ahra dan Ji Hoon meringis di depan pintu masuk. Suara jeritan tadi berasal dari Ahra yang jatuh menimpa Ji Hoon.

“Kalian menguping pembicaraan kami?” tanya Hyu Won menyelidik. Wajahnya memerah malu.

“Asihhh! Eomma, appa, ahjussi, ahjuma! Keluarlah!” Ahra berteriak kesal. Ji Hoon sudah bangun, ia sibuk membantu Ahra untuk berdiri.

Keempat orang yang dipanggil Ahra muncul satu per satu. Mereka memasang wajah tak bersalah. Hyu Won menggigit bibir bawahnya dengan kesal.

“Kalian kekanak-kanakan!” kesal Hyu Won.

“Apa maksud kalian berdiri di sana?” tanya Kyu Hyun.

“Appa dan eomma yang memberi ide ini Kyunie…” ucap Ahra mencari pembelaan.

“Eomma, appa… kalian benar-benar kekanak-kanakan.” Ucap Kyu Hyun kesal.

“Kekanak-kanakan apa? Kau yang keterlaluan! Bagaimana bisa kau mencium putriku dengan begitu panas seperti tadi? Kalau kami tidak di sini, mungkin kau sudah melakukan hal lain pada putriku.” Jung Hyun berseru dengan wajah dibuat-buat seolah ia sedang marah.

Blusshhh

Wajah Hyu Won berubah merah, rasanya ia ingin sekali berlari dan memutari lapangan bola di Kyunghee University.

“Ya… kau menodai adikku!” Ji Hoon menambahkan dengan berlebihan.

Kyu Hyun menelan ludahnya dengan gugup, seringai tipis mencuat di sana. “Mianhae ahjussi, aku tak akan melakukannya kalau putrimu tak begitu polos.” Balas Kyu Hyun dengan tenang.

“Mwo?” pekik Hyu Won tak terima.

“Ia masih bertanya aku akan bertunangan dengan siapa, padahal ia tahu pasti siapa yang ingin aku jadikan tunangan.” Balas Kyu Hyun lagi.

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Hyu Won bingung.

“Kau.”

“Apa?” Hyu Won menyela tak mengerti.

“Sudahlah! Sekarang masuk dan lanjutkan acara yang masih tertunda. Dan… kau Cho Kyu Hyun, cepat cari cincin yang kau siapakan dan pakaikan pada putriku.” Jung Hyun berseru dengan tegas.

“Nde, ahjussi.”

Semua orang berbalik memasuki gedung kecuali Kyu Hyun dan Hyu Won. Hyu Won menolehkan kepalanya dan menatap Kyu Hyun dengan wajah bingungnya.

“Kau bertanya apakah aku akan bertunangan? Ya, aku akan bertunangan. Dan ini tujuan keluargaku mengundang kalian makan malam di sini…”

“…” Hyu Won hanya diam masih mencoba menerka ucapan pria itu.

“Kau bertanya aku akan bertunangan dengan siapa?” tanya Kyu Hyun mengabaikan rasa bingung Hyu Won. Hyu Won hanya mengganggukan kepalanya ragu.

“Dengan putri dari keluarga yang kami undang malam ini untuk makan malam.”

“MWO? Kau bilang apa?”

“Ayo masuk!” ucap Kyu Hyun tak memperdulikan pertanyaan Hyu Won. Bibirnya tersungging lebar.

“Cho Kyu Hyun! Kau akan bertunangan denganku?”

“Ya, bodoh…” ucap Kyu Hyun sebal lalu mengecup kilat bibir gadis itu.

“Bukan dengan Se Bin atau gadis manapun?” Hyu Won tak memperdulikan kecupan singkat pria itu. Ia masih harus memastikan dirinyalah yang memang akan bertunangan dengan Kyu Hyun.

Kyu Hyun menatap Hyu Won dengan marah.

“Geura! Denganku, kan? Jadi hari itu kau menipu Eun Hyuk dan Donghae. Termasuk aku juga, kan? Kau memang penulis skenario hebat!”

Chu~ Sebuah kecupan singkat mendarat pada bibir Kyu Hyun. Kyu Hyun tersentak karena kecupan kilat gadis itu. Hyu Won lantas menjulurkan lidahnya mengejek pria itu. Kyu Hyun hanya terkekeh pelan.

****

Epilog

 

2 Years Later…

Kyunghee University

Seoul, South Korea

09.00 AM

Kyu Hyun menghentikan mobilnya di depan gerbang Kyunghee University. Mata pria itu berpendar menatap gedung almamaternya. Hyu Won melepas seatbelt lalu menatap Kyu Hyun.

“Kapan kelasmu selesai?” tanya Kyu Hyun.

“Nanti sore, aku akan menelponmu kalau sudah selesai. Kau ada rapat hari ini dengan appa?” tanya Hyu Won.

“Ya aku akan rapat dengan appa. Dan Hyu Won… cepatlah lulus lalu menikah denganku,” ucap Kyu Hyun tak sabar. Ia selalu berkata seperti ini.

“Menikah? Jangan harap! Aku tak akan langsung menikah setelah lulus, aku ingin bekerja dulu.” Balas Hyu Won dengan kekehan.

“Aishh, kau tega melihatku terus menjadi bujang? Kau bisa bekerja setelah menikah denganku,” ucap Kyu Hyun memaksa.

“Tidak. Setelah menikah kau akan membuatku hamil lalu melarangku bekerja,” ucap Hyu Won penuh tuduhan. Kyu Hyun memutar bola matanya sebal.

“Aku bisa membuatmu menikah denganku, aku punya banyak cara…” gerutu Kyu Hyun.

Hyu Won mengedikan bahunya acuh lalu menatap gerbang. Ia sudah sering mendengar pria itu berkata seperti itu. Hyu Won benar-benar ingin menamatkan bangku kuliah lalu merasakan dunia kerja.

“Ommo! Bukankah itu Eun Hyuk? Mengapa ia ada di sini?” Hyu Won berseru tak senang. Bukan karena pria itu melainkan dandanan pria itu. Pria itu memakai pakaian yang terlihat begitu ketinggalan jaman. Dandanan pria itu mengingatkan Hyu Won pada awal pertemuannya dengan Eun Hyuk dulu.

“Entahlah, kurasa ia menjadi pembicara lagi untuk seminar kampus. Atau ia sengaja kemari untuk berkumpul dengan teman-temannya… kau ingat dulu saat dirinya memanipulasi dirimu?” tanya Kyu Hyun.

“Ya… ya aku ingat.” Balas Hyu Won dengan enggan. Ia tak suka mengingat pertemuan pertamanya dengan Eun Hyuk dulu.

Hyu Won terus menatap ke arah Eun Hyuk hingga pria itu melakukan gerakan seolah terjatuh dan benar saja, seorang gadis berlari ke arahnya dengan cemas.

“Aishhh tak bisa dibiarkan!” geram Hyu Won.

****

“Oppa gweanchanna?” seorang gadis bertanya dengan cemas. Tangannya bergerak menyentuh bahu Eun Hyuk.

“Gwea…channa.” Balas Eun Hyuk dengan gugup.

“Hahahaha…” beberapa mahasiswa menertawakan pria itu, bahakan ada yang hanya melihat tak peduli.

“Mengapa mereka tertawa? Apakah meraka tak punya hati? Ada yang terjatuh dan mereka hanya menertawakan,” gadis itu mendengus sebal dengan mahasiswa lain yang hanya berlalu di depannya.

“Mengapa kau menolongku?” tanya Eun Hyuk. Astaga! Wajahnya penuh dengan tipu daya.

“Oppa, terjatuh. Jadi aku hanya ingin membantu. Ayo, aku bant-…”

“Saengi…” suara lembut seseorang membuat gadis itu menolehkan kepalanya ke belakang.

“Ah… Hyu Won sunbae? Annyeong haseyo.” Sapa gadis itu ramah.

“Sebaiknya kau menjauhi pria ini, ia sedang berpura-pura.”

“Nde?” gadis itu menatap Hyu Won dengan bingung.

“Benar, masuklah. Pria ini sedang berekting. Ia hanya menipumu dengan dandannya. Kau lihat mahasiswa lain tak menolongnya? Itu karena mereka tahu pria ini penipu.” Ucap Kyu Hyun menambahkan. Pria itu sebenarnya berusaha menahan tawanya. Hyu Won bahkan tersenyum puas dengan wajah kesal Eun Hyuk.

“YA! YA! Kalian berdua!” teriak Eun Hyuk tak suka.

“Masuklah, biar kami yang mengurus pria penipu ini…” ucap Hyu Won dengan senyum manis. Gadis itu hanya mengangguk ragu. Ia melemparkan tatapan kesalnya pada Eun Hyuk.

“Oppa, aku tak mengerti mengapa kamu melakukan ini. Tapi asal kau tahu saja, kau terlihat begitu menyebalkan! Dasar monkey!” Ucap gadis itu kesal lalu berjalan meninggalkan Eun Hyuk sebelum dirinya pamit pada Hyu Won dan Kyu Hyun.

“Hey! Hey! Sweetheart! Aishhhh….” Eun Hyuk berteriak dengan frustrasi memanggil gadis itu.

Pletakkk

“Yakkk!!!” kesal Eun Hyuk saat Hyu Won menjitak kepalanya.

“Berhenti bersikap kekanak-kanakan seperti ini! Carilah wanita dengan serius dan menikah saja sana Lee Hyukjae! Kau sudah tidak muda lagi! Urus saja perusahaanmu daripada bermain-main tak jelas seperti ini.” Ucap Hyu Won dengan kesal.

“Aisshh Cho Kyu Hyun! Urus calon istrimu ini! Dia begitu cerewet sekali. Dan kau Kang Hyu Won, cepat lulus dan pergi dari Kyunghee University!” sebal Eun Hyuk.

“Kau saja sana yang pergi!”

“Sudahlahhh… Hyu Won-ah, bukankah kau ada kelas?” tanya Kyu Hyun berusaha memotong perdebatan Eun Hyuk dan Hyu Won.

“Ya, benar. Karena sahabatmu ini aku jadi lupa.” Balas Hyu Won. Kyu Hyun meraih pinggang Hyu Won lalu mengecup lembut pipi gadis itu.

“Masuklah…” ucap Kyu Hyun dengan lembut. Eun Hyuk menjulurkan lidahnya seolah muak dengan tingkah kedua sahabatnya itu.

“Ne, aku akan menelponmu nanti.” Ucap Hyu Won.

“Hmm…” angguk Kyu Hyun.

Hyu Won berjinjit sekali lagi lalu mengecup cepat bibir Kyu Hyun. “I love you…”

“I love you too…”

“Eihhhh menjijikan sekali kalian ini! Cepatlah menikah!” sergah Eun Hyuk. Dan sebuah jitakan keras mendarat pada kepala Eun Hyuk.

“Rasakan!” teriak Hyu Won lalu berlari meninggalkan Kyu Hyun dan Eun Hyuk.

“Kang Hyu Won sialan!!”

THE END

Gimana? Gimana?? Komen-komen. Sejujurnya! Alur cepet banget, ceritanya maksa, feel gak dapet. Aku ngerasanya gitu, aku udah males banget lanjut ff ini wkwkwk. Tapi aku usahain tamatin biar gak ada utang. Endingnya gimana? Maksa abis ya? Intinya pingin bikin ceritanya gitu di ending tapi kalo kecepatan atau gak banget. Maafkan. Bikinnya juga nyicip-nyicil di hari libur. Maaf kalo kurang memuaskan, mampunya segini.

Makasih buat yang udah mention ke twitter, komen di blog, baca ff, siders juga. Makasih banyak, aku seneng asli. Semangat jadinya tapi gitulah keterbatasan waktu jadi lama posting. I love you all ♥

Advertisements

143 thoughts on “FF: Kiss, Hate, & Love [Part 5-End]

  1. Jujur aja, feelnya emang agak berantakan sih hehehe.. Kesel dan gregetan sama sikap Hyu Won yang emm kurang bijak atau tegas. Dan sikap Kyu Hyun yang kayak gitu sedikit bikin kesel setengah mati. Tapi tetep bagus kok, dan ini emang bagus hahaha.. Keep writing for new ff xixixi… Fighting ~

  2. Woahhhh Daebbaaaaak :’D
    Akhirnya publish juga eonnie ^^
    Akhir yang manis :’
    Ternyata kyuhyun penyusun skenario yg baik -__- ga ada after storynya kah eon? Nikah? hamil? lahir? :’D

    • Ahhh ini ancur menurut aku, tapi bagian ending doang yang aku suka sih hahahaha. Gak ada kayaknya, ini aja bikinnya udah males bgt jadi ceritanya ngalor-ngidul gitu. Makasih udah baca 🙂

  3. Ya ampun.. Kasian skali hyu won..
    Jadi pihak ”tidak tahu”…
    Utk alter love’a…
    Gpp k0 e0nn..
    Aq msih setia nnggu’a… 🙂

  4. wiihh akhirnya keluar jg setelah lama nunggu..
    tapi chingu aku ngerasa kurang gregetnya..seharusnya Kyuhyun diksih pelajaran jg tuhh wlwpun alsanya bwt hyuwon kmbli sm dia tp ttp ja cranya salah..bs juga tuhh dng cara Jang Hyuk yg culik Hyuwon bwt bles dendam psti dramatis bngt,,hhee
    tp ni kn ff kamu jd terserah ci mo dibkin kya pa..ttp suka ci sm akhrnya..:)
    alter love nya ttp ditunggu,lama jg ga pp asalkn dilanjutin..
    mian komentku kpanjangann..

    • Gpp kali komen panjang juga.
      Hhahahah mau bikin dramatis tapi udh males duluan sama ff ini, bawaan pingin cepet beres. Waktu juga gak punyaaa. Liat ceritanya juga gak jelas gitu wkwkkw. Makasih udh nunggu alter love *terharu*

  5. bagus di ending 2 tahun setelah itu sih, galuh,tp kalo mau jujur feelnya agak berantakan dimulai dr stlh kejadian dg jang hyuk itu..mmm,entahlah eonni memang rada kurang sreg dg lelaki yg suka main2 dan ngontrol trus dimaafkan dg demikian cepat kalo beberapa bln kdpan gpp sih,trus lg ditambah msh sempet pula kyu yg jd dingin krn kesalahan yg tdk disengaja sm hyu won,dia kan ga tau masalah kyu sm si jang hyuk..makanya eonni rasa susah nyambung feelny di ending, luh…
    mian yaa..tp eonni tetap nunggu tulisanmu berikutny ^^

    • Iya aku juga cuma suka bagian ending doang eon.
      Iya ini ancur banget kok, ngerasa banget hahaha. Aku bikinnya juga udh males+buru-buru. Kyu kesannya jadi plin-plan. Padahal kalo gak males bisa rada dipanjangin lagi ya. Tapi udahlahh hahahhaa.
      Makasih masukannya eon, intinya kurang deskripsi sama kurang dijelasin lagi ya? Okee, buat selanjutnya gak akan gegabah publish hhhee.
      Makasih banyak eon :’)

  6. Menurutku alurnya gak kecepetan malahan bguz bnget, ide cerita dan cara penyampaiannya baguz, bikin gak bosen bca y.. ..
    Semangat teruz dan d tunggu karya y lagi:-D

  7. annyeong eonni…
    akhr.ny ending jga..
    aduh,,psing pnya pcr kyk kyuhyun yg jln pmkiran.ny slit dtbak N apa jdi.ny klo kyuhyun pnya ank,,appa.ny aja brwjah mlkat tp sft.ny kyk iblis,,bnar2 slit dtbak,,huuuft v.v
    KeeP WritinG eonni

  8. gilak setelah menunggu lama hahahaha keluar jg endingnya.
    Gak terduga banget nih scene2nya ._.
    Akhirnya terjawab sudah siapa sebin itu ~
    Fiuh… Aku kirain hyu won bakalan diapa2in sama janghyuk -_-
    Aihhhh so sweeeetttt last scene nya ><

    • Iya maafin lamaa hahahhaha.
      Scenenya maksa, ngikutin mau di kepala tapi hasilnya begitu. Gak bakal diapa-apain, tokoh utama! Iya aku juga suka scene-scene terakhir. Makasih udah baca 🙂

  9. bikin sequelnya dong eonni, yang hyuwon sm kyuhyun nikah dan punya anak, seru banget ini kisah percintaan mereka berdua

  10. Aaaaa akhirnya ya setelah bbrp minggu ff ini gak update eh sekalinya update langsung ending. Gak nyangka ya ternyata dari awal planning nya kyuhyun benar benar gak pernah sekalipun terlintas on my mind. Karena bahkan sampai melibatkan keluarganya hyuwon juga
    Dan ternyata si eunhyuk juga nyamar karena buat ngegaet adek kelas toh wkwk. Aaaa pokoknya love the ending of this story deh ❤

  11. Akhirnyaaa happy ending ~(‾▿‾~)(~‾▿‾)~
    Tp msh penasaran sama Jang Hyuk..kok dia bisa lolos setelah apa yg dia lakukan sama Hyu Won.. -_-”
    Ahh masa bodoh,yg penting Hyu Won & Kyuhyun bahagiaaaa..,cepet nikah yahh hahahahaaa..

    Tenang aja, msh setia nungguin buat alter love nya..heheehe..

    • Iya akhirnya ending, Jang Hyuk gak usah dipikirin eon hhee. Iya semoga cepet nikah, kasian kyu. Makasih udah baca ff kacau ini eon. Huwaa makasih lagi udah mau nunggu Alter Love ending ^_^

  12. ulalaalaaaa 😀
    gimana ini, aku suka tapi masih belum jelas soal campur tangan dan hubungan kyu sama keluarganya hyu, aku masih butuh penjelasan tentang hubungan mereka selain sebagai rekan kerja. terus juga endingnya aku lebih suka kalo mereka nikah gitu haha *banyak minta*
    sequel dong, sama tambahin lagi yang chapter, soalnya aku suka bacanya yang chapter haha, terus kalo bisa genrenya marriage life terus happy anding ya. aku fans sejatinya genre marriage life haha
    sampai ketemu di comment aku yang selanjutnyaa
    akhir kata, figting salaaaangeeee

    • Ahhh~ TIDAK! Liat ff ini tuh amburadul banget, aku udh males ngerjainnya wkwkw. Jadi kacau gini. Jadi singkatnya gini, Kyu tuh emang udah ngatur semuanya dari chapter 1 buat Hyu Won. Dia gunain semua keluarga sama temen2 buat jebak Hyu Won. Karena waktu kuliah padat banget jadi terciptalah ending kayak gini wkwkkw. Maafin hahahah. Kesalahan di Author yg males.

      Baca destroy her heart, itu marriage life. Kali aja suka dan tertarik soalnya aku suka banget sama FF itu hahah.

      Makasih udah baca ff ini :’)

  13. kerenn .. maaf ya thor cma komen di part ini .. hehehe .. jalan critanya bagus bgt .. cma agak krang suka sma si kyu .. tp ttp bagus ko .. di tnggu karya slanjutnya ya .. ffnya bagus” .. hehehe keep writing .. 🙂

  14. Ya ambrukk!! Sweett sangaat>///<

    Ugh awal'a aq dongkol! Gondok sangat! Hyuwon dibilangin ngeyel sih! Jdi'a terjadikan tuh si kim cpa itu..

    Tpi ending'a kereeennn (y)
    Ada sequel kah thorr??-smogaada-

    Next acak.. 😉

  15. Aaaaah suka endingnya
    Happy ending soalnya ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Kasihan banget Ɣää si enhyukkk
    Wkwkwkwk

  16. Astagaaaa suka banget sama ff iniiiii feellll nya dapet banget di part terakhir ini 🙂 apalagi pas adegan-ade g an menegangkan bener-bener tetbawa emosi pengen nangis pas hye won nya nangis 🙂 hebat author!

  17. Hallow unnie…. Nurul imnida 🙂 Aku reader Baru di sini… jujur ya aku langsung jatuh cinta dari pertama baca epep ini….
    Serius! aku galau sama kelakuan kyuhyun disini -_- Kyuhyun bad boy banget suka maenin cewe pen Aku Pites masa -_- Tapi Aku suka sama Cara kyuhyun ngungkapin rasa cinta nya lagi sm Hyu Won…. apa lgi scene pas yg di atap Gedung… doohhh gmna ya unnie bilang nya hahahaha 😀 scene nya Manis banget :’)
    Aku juga mau ijin baca ff unnie yang lain ya 🙂
    Salam kenal ya unnie 🙂

    • Hallo Galuh imnida! Selamat datang di blog hahaha. Huwa seneng baca komennya, syukur banget kalo langsung jatuh cinta. Tapi ini FF yang paling susah buat bikin endingnya. Mau lebih panjang tapi udah bosen nulis FF ini. Aku juga suka pas Kyu ungkapin perasaan dia, akhirnya dia berenti juga mainin Hyu Won. Silahkan dibaca FF-nya, salam kenal juga. Semoga gak kapok main ke blog 🙂

  18. happy endingnya memuaskan..
    aku suka banget.. apalagi pas kyu sm hyu kisseu trus diintipin sama keluarga mereka.. itu lucu banget.. 🙂

  19. suka bngt sama ff nya. Moment2 kyu sama hyu yg pas bgt di setiap cerita. Bkin aku senyum2 gaje. Keren. Fighting bwt karya2 yg lain ya chingu…

  20. Hahaha akhir ny brakhir bahagia^.^ cerita nya keren abis author-nim…
    Kpan mau post ff lg autor-nim udh ga sbr nunggu klanjutan trilogy 🙂
    Utk ff yg dpw boleh mnta pw ny ga author? Aku hrs mnta k mna? Bsa dkirim lwt email aku ga? Ini almat ny raysaseptiana@gmail.com
    Jeball author-nim,aku janji bkal trus koment:) gamsahamnida

    • Syukur kalo keren, gak tau kapan hhe. Masih sibuk bgt kuliah, pw boleh. Iya aku kirim lewat email, maaf ya kalo balasan lama. Aku cuma bisa santai kalo sabtu-minggu. Gak apa-apa ih gak komen juga, itu komenannya kesannya gak bakal aku kasih pw kalo gk komen wkwk. Cek email ya udah aku kirim pw-nya. Makasih udah main ke blog 🙂

  21. Si kyuhyun emang penulis skenario hebat, rencananya selalu ada aja ckck. Daebak eonnie, aku suka ffmuuu, ide ceritanya unexpected kkk~ keep writing ditunggu ff lainnyaa^^

  22. Wahh, kyupil penuh dgn kejutan :p
    Keren bgt ceritanya^^ ada sequelnya ga chingu? Sampe mereka nikah + punya anak 🙂 ditunggu sequelnya, fighting^^

  23. udah end ya ini thor?
    knp rasanya ga ikhlas ya haha XD

    ff nya keren meskipun di part 2 rada bingung…
    overall ok kok thor….
    good job and keep writing ya! !!!!!!!

  24. buahaha jadi eunhyuk suka nyamar jadi nerd toh kkk

    nuna.a kyuhyun sama oppa.a hyuwon bikin ngakak sumpah udah ngintip eh mlh jatuh kkkk

    duh ga nyangka ternyata semua.a udah direncanain kyuhyun, smpe hyuwon masuk kyunghee

  25. Ahhh endingnya manis sekali.
    Wahh gak nyangka ternyata kyu bener” merencanakan semuanya..
    Kelihatan banget dy sangat mencintai hyuwon..
    Sampai dy melibatkan keluarga..

    Ya ampun hyuwon..
    Dirimu mank bener” polos ya…
    Bagaimana bisa dy masih nanya kyuhyun tunangan sama sapa??
    Ckckckck..
    Kayaknya dy memang masih sulit mencerna semua.

  26. astagaaa trnyta smua sdh masuk dlm skenario kyuhyun..ckckckckkk..si hyu won polos bgt yahh..manisnyaaa pasangan ini..ada sekuel’y ga ini..?kisah mrka udh nikah gitu..heheheee..

  27. Yeyeye.. happy end. Suka..
    Dan begitulah cho kyuhyun klo udah jatuh cinta.. bakal memperjuangkannya gimanapun caranya. Dan bonusnya akan menjadi cho kyuhyun yg sangat manis dan bikin ngiri aja dengan cara dia mencintai yeojanya.. beruntungnya kau Cho HyuWon.hahaha..

  28. kerennn.. aku dari awal baca ampe abis chapter puas banget ama ceritanyyaaa 🙂 yuhuuu ga sabar nunggu cerita hyukyu lagii 😀

  29. Wehhh it si hyuwon udah tw dy yg mau djodohin am kyu msh jg tny cp clon tunangny kyu hahaha. Jd gemes kan kyu mka ny lgsg nyosor hyuwon nympe kpergok smua keluargany lg hahaha.
    It eunhyuk ngpain sih, hadeuhhh

  30. ahhhhhh suka bgt…. tapi janghyuk disitu gak diceritain akhirnya gmn? tiba2 dia kabur aja. gada balasan dari kyuhyun gitu. biar gak ganggu hyuwon.yasudalah aku speechless skenario kyu bener2 dah cuma buat hyuwon bisa sama kyu. keren.

  31. Uwaaaaaa kaka keren banget FF nya 😀 aku suka semua FF kaka, apalagi yang Trilogy In Time..
    Wahhh nambah author favorit lagi nih 😀
    good Job (y) fighting buat FF selanjutnya \^^/

  32. cieee,,, yg lg fallin’ in love pasti senyam senyum sendiri baca part ini 🙂
    udah nebak2 kalo oppanya pasti tau sesuatu,,, eh bneran ditunangin sma kyuvil 😀
    ok luh! 4 jempol tuk idemu 🙂

  33. Ya ampun kyuhyun itu misterius bget…
    Authornya ko ngga nyampe mreka menikah sih ??

    Eunhyuk jomblo apa itu ?.

  34. Wkwkwk.. Eunhyuk kasian bgt, dijitak mulu..
    Btw, aku reader br..
    Lgsg baca ff yg part terakhir..haha
    Ffnya bagus, tp suka kesel ama sikap kyuhyun..
    Pura2 tl bikin emosi..

  35. akhirnya mereka bersatu juga…Kyuhyun memang menyebalkan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan..bahkan smeuanya diaatur sama dia..ckckck.. dia memang selalu beruntung seorang evil yang selalu happy endi hahaha…

  36. hahahahahaah ya ampun..
    ternyata eh ternyata..
    hyu won emang polos bgt..
    eunhyuk knp selalu sperti, kurang jerjaan bgt sih dia..
    tapi over all lucu ceritanya hihihihi 🙂

  37. manis banget,white lies. konfliknya ringan tapi g kacangan,menghibur sekali.nyaman dibaca,bawa angin segar yg ngademin hati…

  38. Akhir yang bahagian buat kyuhyun dan hyuwon. 😊 dn utk eunhyuk oppa brhntilah modusin cwek2 dgn cra brpura2 jatuh. Ckck hrus.y cri cwek dgn cra yg bner trus nikahin deh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s