FF: Trilogy In Time (Before Sunset)


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Halo apa kabar? Aku balik lagi! Maafin lama posting. Mumpung ada libur tiga hari jadi diedit cepet-cepet. Yang gak suka FF nyesek jangan baca. Aku gak tau sedih atau gak tapi dibeberapa bagian ada sedihnya. Semoga seneng, maaf kalo pasaran atau sinetron banget sama kurang feel. Recommended song Super Junior – She’s Gone, Coldplay – The Scientist, Nina – Someday. Happy reading all!

Author (Owner) : gluu

Genre : Angst, Sad story, Hurt

Rating : PG 17

Cast :

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Kang Hyu Won

–       Lee Donghae of Super Junior

–       Park Jung Soo of Super Junior

–       Han Jung An

–       Choi Si Won of Super Junior

(Cho Kyu Hyun)
Kalau seribu cacian dan pukulan bisa mengobati hatinya, aku rela ia melakukannya padaku. Apapun. Aku rela diperlakukan seperti apapun asalkan hatinya tak lagi terluka. Tapi aku sangat yakin bahwa seribu cacian dan pukulan tak akan cukup untuk mengobati luka hatinya. Aku berjanji untuk tidak meninggalkannya tapi aku melanggarnya, aku berjanji untuk kembali padanya tapi aku justru tak pernah kembali padanya. Apa yang dia katakan benar. Sekali saja aku pergi pada Jung An, aku tak akan kembali padanya. Tapi aku mulai meragukannya. Kupikir kebersamaanku dengan Jung An adalah apa yang aku inginkan dalam hidup. Tidak. Tubuhku memang bersama Jung An tapi tidak dengan hati dan jiwaku. Aku justru semakin dilanda penyesalan dan rasa rindu yang sangat besar terhadapnya. Keinginanku untuk kembali padanya lebih besar daripada mengulang semua kenangan indah antara diriku dan Jung An dulu. Aku ingin sekali saja memberikan kenangan indah untuknya, untuknya dan untuk diriku. Aku sangat berharap masih memiliki kesempatan sekali lagi untuk kembali bersamanya, kuharap ia mau mengabulkan satu permohonan terakhirku untuk kembali bersamanya.

****

Two Years Later…

Dia mengendus leherku, rasa geli membuatku tersenyum lebar walaupun mataku enggan untuk terbuka. Ia terus menggodaku dengan suara cekikikannya. Telunjuknya bergerak menyentuh jakunku hingga suara erangan lolos dari tenggorokanku begitu saja. Hentikan Hyu Won-ah, sebelum aku membalasmu. Hentikan. Jangan menggodaku.

“Ayo bangun,” ujarnya lalu meniup kedua mataku, aku masih enggan untuk membuka mataku.

“Ayo bangun,” ujarnya lagi, kali ini suaranya lebih rendah. Aku bisa merasakan nafasnya menerpa wajahku.

Cup.

Mataku terbuka lebar saat bibirnya menempel pada bibirku, aku baru saja akan membalasnya saat wajahku berubah kaku seolah tak memiliki syaraf.

“Jung An?” ucapku terkejut. Suaraku terdengar seperti gabungan dari rasa tercekat dan kecewa. Rasanya seperti seseorang baru saja memukul wajahku dengan sangat keras. Untuk sepersekian detik aku merasa linglung. Kupikir… kupikir tadi itu Hyu Won.

Jung An memundurkan tubuhnya. “Kyu Hyun-ah, gweanchanna?” tanya Jung An dengan khawatir, wajahnya terlihat seperti ia baru saja melihat sesuatu yang mengerikan. Apakah ekspresi wajahku benar-benar membuatnya terkejut? “Kau kenapa?” tanyanya lagi, kali ini aku bisa lihat bahwa ia benar-benar tak mengerti dengan responku padanya.

Kuedarkan pandanganku menatap interior ruangan ini, sedetik kemudian tubuhku berubah lemas. Kutolehkan kepalaku pada Jung An, wajahnya masih sama seperti tadi. Ia mencengkram selimut menutupi tubuhnya. Kupalingkan wajahku pada tubuhku sendiri. Oh ya, aku ada di atas ranjang tidur bersama wanita yang sudah dua tahun belakangan ini tak bisa terlepas dari diriku.

“Aku butuh kopi.” Ucapku singkat lalu berdiri meraih jubah tidur yang tergantung di samping kepala ranjang. Dengan cepat kupakai jubah itu untuk menutupi tubuhku. Tanpa memperdulikan Jung An yang terus menatapku, aku berjalan keluar dari kamar ini.

Blammm

Kututup pintu dengan keras lalu berjalan menuju ruang santai setelah sebelumnya mengambil secangkir kopi yang sudah disiapkan oleh pembantu rumah tangga di atas meja tepat di sebelah pintu kamar. Kutatap pemandangan dari jendela besar di ruang santai ini, kusesep kopi di cangkir sambil menghirup aromanya. Aku sangat suka aroma kopi ini. Aroma kopi selalu membangkitkan ingatanku tentang Hyu Won. Kami selalu minum kopi bersama. Ya, ini minuman favorit kami.

Tanpa sadar hatiku bertanya-tanya bagaimana keadaannya setelah dua tahun ini. Ini pertanyaan yang sama dan selalu menjadi pertanyaan tanpa jawaban. Aku merindukannya… sangat merindukannya. Apakah dia juga merindukanku? Tidak, kurasa ia tak merindukanku setelah semua yang kulakukan padanya. Apakah aku masih pantas menjadi orang yang ia rindukan setelah menjadi pria brengsek dengan meninggalkannya di hari pertuangan kami, aku tak pernah sekalipun menghubunginya sejak tinggal di sini. Sekalipun. Ini rumit untuk dijelaskan. Ini terlalu rumit. Beban di hatiku selalu menumpuk setiap harinya bila mengingat janji dan semua hal yang aku ucapkan padanya. Aku memang pria yang sangat brengsek.

Kusesep kembali kopi di cangkir ini.

“Ini salah.” Gumamku.

Ini semakin salah bila diteruskan. Aku selalu memikirkan semua ini. Aku selalu memikirkan Hyu Won. Aku tak bisa membiarkan diriku terlalu jauh tersesat pada keadaan seperti ini. Ini harus dihentikan. Tidak peduli apapun lagi, ini harus dihentikan. Aku sudah tersadar dari semua keadaan yang kujalani selama ini. Kurasa dua tahun sudah cukup bagi Jung An untuk hidup mandiri. Ia tak bisamenahanku lagi.

“Kyu Hyun-ah, kau kenapa?” sebuah suara mengintrupsi lamunanku, tangan lembutnya melingkar pada perutku. Kurasakan pipinya menempel pada punggungku.

“Jung An lepaskan,” perintahku lembut. Aku tak sadar sejak kapan ia ada di belakangku.

“Tidak.” Ucapnya.

“Ayolah, aku sedang memegang kopi. Ini bisa melukaimu bila tertumpah.”

“Tidak apa-apa.” Balasnya lembut.

“Lepaskan, Jung An.” Perintahku dingin. Kali ini ia melonggarkan pelukannya meskipun tak melepas pelukannya dari tubuhku.

“Kau kenapa, Kyu Hyun-ah?” tanyanya padaku dengan nada seolah ia tak mengerti dengan sikapku. Kupegang salah satu lengannya lalu melepasnya tanpa menumpahkan kopi di tangan kananku. Kulakukan hal yang sama pada lengan satunya lagi.

“Aku ingin menghentikan ini.” Ucapku singkat. Jung An tak langsung membalas ucapanku. Ia berjalan lalu berdiri tepat di hadapanku. Ia menatapku, menatap kedua manik mataku. Aku balas menatapnya tapi tak sampai menyentuh manik matanya. Ia menghembuskan nafas beratnya, ia memundurkan tubuhnya lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya seolah ia sedang berpikir mengenai apa yang kuucapkan.

“Apa yang kau bicarakan, Kyu Hyun-ah? Menghentikan apa?” tanyanya seolah ia menyerah untuk menebak apa yang aku pikirkan.

Kuhembuskan nafas lelahku. “Aku ingin mengakhir semua yang terjadi di antara kita. Aku ingin mengakhiri hubungan ini.” Ucapku dengan tegas. Ia membulatkan mulutnya seolah ia terkejut. Ia menggelengkan kepalanya lalu menatapku dengan dalam.

“Kau gila.” Cibirnya.

“Tidak.”

“Ya, kau gila.” Ucapnya.

“Tidak, aku tidak gila.” Balasku tenang.

“Kenapa?” bisiknya pelan.

“Karena aku sadar ini tak seharusnya dilanjutkan lagi. Ini sebuah kesalahan.” Ucapku padanya. Ia menatapku dengan terkejut sekarang.

Ia menghembuskan nafasnya kesal. “Kesalahan? Tidak, ini bukan kesalahan Kyu Hyun-ah. Ada apa denganmu sebenarnya? Ah, aku tahu… kau memikirkan Hyu Won? Kau memikirkan gadis itu?” tanyanya menuntut balas. Aku bisa mendengar kebencian dari suaranya. Mereka berdua… mereka berdua menyimpan kebencian untuk satu sama lain.

Kutatap Jung An seolah apa yang ia katakan adalah sesuatu yang sudah semestinya kulakukan. “Ya. Tentu saja ya. Dia berstatus kekasihku saat aku meninggalkannya untuk dirimu.” Ucapku lagi. Aku tak menyalahkannya atas kepergianku meninggalkan Hyu Won. Aku hanya ingin ia tahu bahwa ia sudah cukup mendapatkan semua perhatian dan kasih sayangku.

Jung An berjalan menjauhiku lalu kembali menatapku dengan tajam. Ia marah padaku. Aku tahu itu.

“Tidak. Aku tidak ingin ini berakhir. Kita akan menikah, Kyu Hyun-ah. Kau akan menikahiku.” Ucapnya seolah ia tak ingin aku menyangkal ucapannya.

“Tidak Jung An, kita tidak bisa menikah. Aku punya tunangan, dan aku… aku mencintainya. Sangat.” Ucapku padanya memberikan pengertian.

“Dia sudah melupakanmu!”

“Tidak… aku yakin tidak. Ia tak akan melupakanku meskipun aku ragu ia masih menganggapku tunangannya.” Balasku berubah sesak.

Ia menggelengkan kepalanya lalu mulai menatapku lagi dengan sedih. Aku tahu ia selalu melakukan hal semacam ini.

“Aku… aku takut. Jangan meninggalkanku.” Ucapnya dengan memohon. Kupejamkan mataku muak dengan apa yang ia ucapkan. Ia memulainya lagi.

“Cukup. Cukup Han Jung An, kau tidak bisa menahanku dengan semua drama yang kau ciptakan. Kau kuat, kau sudah tak seperti dulu lagi. Kau sudah melupakan kecelakaan itu. Jangan terus-menerus menggunakan traumamu itu untuk mencegahku pergi. Kali ini kau tak bisa menahanku untuk pergi.” Ucapku padanya mencoba memberikan pengertian meskipun sebenarnya aku sangat ingin berteriak padanya.

“Tapi dulu kau bilang kau tak akan pergi, Kyu Hyun-ah. Kau bilang kau tak akan kembali padanya. Kau bilang kau ingin bersamaku!”
Kupejamkan mataku lalu membukanya lagi. “Pada awalnya ya aku tidak akan meninggalkanmu. Tapi sekarang tidak lagi. Semuanya terasa tidak benar, dulu aku mengatakan hal seperti itu karena kau masih sangat depresi. Ibumu memintaku untuk selalu di sisimu. Satu sisi aku sangat merasa bersalah karena meninggalkan Hyu Won tapi di sisi lain aku juga merasa sangat bersalah pada ibumu bila meninggalkanmu. Kondisimu belum bisa ditinggalkan untuk mengurus Jin Young. Aku sudah berjanji pada ibumu untuk membuatmu pulih.” Ucapku dengan jujur. Sudah lama aku ingin mengatakan semua ini. Kurasa dua tahun ini perkembangan psikisnya sudah membaik. Ia sudah kembali seperti semula.

“Tapi… tapi kau menikamati kebersamaan kita. Kau membiarkan dirimu untuk selalu bersamaku. Kau bersikap seolah kau juga menginginkanku.” Ucap Jung An masih tetap mempertahan argumennya. Bola matanya bergerak meminta aku mengiyakan ucapannya.

Aku berjalan mendekatinya lalu menatap matanya dengan dalam. Apa yang ia katakan tidak salah. “Itulah mengapa aku menyebut hubungan kita sebagai sebuah kesalahan. Satu tahun pertama kebersamaan kita, aku kembali terjebak pada masa lalu kita. Kau berada di hadapanku… kau bisa kujangkau. Ingatan tentang hubungan kita sebelumnya benar-benar membuatku berpikir kita bisa kembali bersama. Aku ingin kau sembuh, aku bahkan melupakan Hyu Won untuk dirimu. Aku berusaha memfokuskan diriku untuk dirimu. Aku ingin kau sembuh dan kembali seperti Jung An sebelumnya. Aku mengharapkan kebersamaan kita kembali terulang, aku sangat mengingkankannya waktu itu. Lalu perlahan aku sadar bahwa apa yang aku rasakan padamu tak lebih dari rasa ingin menolong. Aku hanya terjebak pada masa lalu kita.” Ucapku lalu menarik nafasku mengatur emosi yang selalu akan keluar bila mengingat apa yang sudah kulakukan bersama Jung An di belakang Hyu Won.

Jung An menatapku dengan tak percaya seolah aku baru saja meludah padanya. Ia baru saja akan bicara sebelum aku memotongnya dengan cepat.

“Aku sadar bahwa aku telah menyianyiakan seorang gadis yang dengan tulus mencintaiku di saat aku begitu hancur –karena dirimu. Setiap hari Hyu Won selalu ada di dalam pikiranku. Aku menyesal melakukan semua ini terhadapnya. Aku hanya terobsesi padamu tanpa ada rasa cinta di dalam hatiku. Aku kecewa karena kau meninggalkanku untuk Si Won dulu. Aku kecewa saat itu, kupikir aku ingin bersama denganmu karena aku ingin membuktikan padamu bahwa aku lebih baik dari Si Won. Tapi tidak, sekarang tidak lagi. Aku tak ingin melakukan semua itu lagi.” Ucapku dengan penuh penyesalan. Aku hanya mementingkan ego priaku untuk kembali memiliki Jung An.

Dia terdiam cukup lama, matanya menatapku dengan tajam. “Kau mengasihaniku, kan? Kau hanya mengasihaniku.” Ucap Jung An dengan suara bergetar akhirnya. Aku tak ingin menyangkalnya tapi juga tak ingin mengatakan itu salah.

Jung An berjalan mendekatiku lagi, “kau mengingkanku Kyu Hyun-ah. Kau mengingkanku. Kalau kau tidak menginginkanku, kau tak akan memperlakukanku seperti seorang wanita yang kau cintai.”

“Ya, aku memang menginginkanmu tapi itu dulu. Dulu.” Ucapku padanya.

“Lalu kenapa kau mau hidup bersamaku setelah dua tahun ini? Kau bahkan menjaga anakku seperti kau menjaga anakmu sendiri.” Cercanya.

Kuanggukan kepalaku untuk menenangkannya. “Ini murni kesalahanku karena tak bisa menahan diri terhadapmu. Kau selalu memintaku untuk bersamamu, kau selalu ketakutan bila aku mengatakan ingin kembali Ke Seoul. Kau selalu menahanku, Jung An.” Ucapku lalu menarik nafas menahan emosiku. “Aku tak pernah bisa menolakmu karena aku menyayangimu juga menyayangi Jin Young dulu. Tapi rasa sayangku sekarang hanya ada karena kalian sudah seperti keluargaku.” Ucapku penuh penyesalan. Aku begitu bodoh hingga terperangkap ke dalam pesonanya. Tapi aku seorang pria normal. Jung An pernah ada dihatiku, kecantikannya pernah menjadi sesuatu yang begitu kupuja.

Jung An menatapku seolah apa yang kukatakan benar. Kulihat raut wajahnya perlahan tak setegang tadi meskipun emosinya masih mendominasi.

“Ya ini kesalahan.” Ucapnya lalu terdiam lama.

Aku menatapnya membiarkan ia berpikir mengenai apa yang sudah kukatakan. Akankah akhirnya ia mau mengerti dengan apa yang kuinginkan? Aku ingin kembali kepada Hyu Won. Sekalipun ia tak mengizinkanku kembali kali ini, aku tak peduli. Aku akan tetap kembali ke Seoul.

“Tidak seharusnya aku mencegahmu pergi. Kau sudah berbaik hati untuk selalu menjagaku dan Jin Young. Aku sepenuhnya sadar dengan perasaanmu Kyu, kau tidak ingin berada di sini. Hanya tubuhmu yang ada di sampingku tidak dengan hatimu. Aku… aku hanya tak ingin sendirian.” Ucapnya lalu tersenyum lemah. Aku menatap kosong ke arah sudut ruangan, mengapa pembicaraan ini tidak terjadi sejak dulu?

“Ya, akupun tak menghentikan semua itu.” Balasku untuk meringankan hatinya. Semua ini bukan hanya kesalahannya tapi juga kesalahanku. Tak seharusnya aku menikmati kebersamaan kami. Aku mempunya seorang gadis yang sedang menungguku. Tidak,seorang gadis yang kupaksa untuk menungguku. Apakah ia masih menungguku?

“Si Won oppa mungkin menertawakanku dari atas sana,” ucapnya.

Kuanggukan kepalaku. “Ya, mungkin dia menertawakan kita.” Balasku.

“Ya, pasti.” Balasnya lalu tersenyum kecut. Aku tahu ia sedang menyalahkan dirinya karena tidak setia kepada Si Won.

“Tapi Jung An, tidakah kau sadar bahwa kau hanya menjadikanku sebagai pelarianmu?” Tanyaku padanya. Ia mengerutkan dahinya tak mengerti dengan ucapanku. “Kau mencintai Si Won, kau tak bisa melupakannya. Tatapan matamu padaku selama dua tahun ini bukan tatapan mata saat kita masih menjadi kekasih. Tatapan matamu padaku tak lebih dari tatapan sebuah obsesi. Kita sama-sama terobsesi satu sama lain tanpa cinta di dalamnya. Kau mencoba menjadikanku seperti Si Won dan aku… aku terobsesi untuk keinginan bodohku di masa lalu.” Ucapku. Aku ingin ia membuka hatinya. Selama ini kita terjebak pada sebuah kesalahan. Dia masih sangat mencintai Si Won, aku tahu itu. Kami seolah sedang bermain pada keadaan dan memanfaatkannya untuk obsesi hati kami.

“Mungkin aku memang menginginkanmu. Tidak hanya sebuah obsesi.” Ucapnya pelan. Ia lalu tersenyum lelah. “Kau sangat menyayangi Jin Young, aku senang saat kau begitu dekat dengannya.” Ucapnya menerawang seolah sedang membayangkan kedekatan kami.

Kutundukan kepalaku. Ucapannya mungkin memang benar tapi aku tak ingin ia kembali berharap padaku. “Aku sadar aku sangat mencintai Hyu Won. Saat aku meninggalkannya untuk dirimu, aku tahu aku sudah membuat kesalahan paling fatal di dalam hidupku. Tapi kurasa ia bisa mengerti dengan semua ini nantinya, ia akan selalu mengerti diriku. Ia akan selalu kembali padaku meskipun aku melukainya. Aku ingin kembali padanya, pada gadisku. Gadis kuat yang selalu bersabar padaku meskipun aku menyakitinya. Maafkan aku karena tak bisa berada di sini semakin lama lagi. Tugasku sebagai dokter untuk membuatmu pulih sudah selesai. Kau sudah bisa mengurusi Jin Young dengan mandiri. Dan aku minta maaf padamu bila aku menyakiti perasaanmu, Jung An. Aku benar-benar tidak bisa berada di sini bersamamu. Mengertilah.” Ucapku memberinya pengertian. Aku ingin ia paham bahwa aku tak bisa bersamanya. Aku sudah tak sabar untuk kembali dan menebus semua kesalahanku pada Hyu Won. Aku ingin mencoba… mencoba memperbaiki kesalahanku.

Jung An berdiri lalu menyeka air matanya yang mulai mengalir. Ia menatapku dengan dalam, ia berdiri dengan tegak seolah ingin memperlihatkan padaku bahwa ia bisa hidup dengan tegar. “Aku paham, aku paham Kyu Hyun-ah. Aku bisa apa bila kau tak ingin di sini? Maafkan aku karena selalu bersikap egois dengan menahanmu. Sejak dulu aku tak pernah memikirkan perasaanmu ataupun perasaan Hyu Won. Aku tamak dan tak punya hati. Mungkin inilah mengapa Tuhan mengambil Si Won oppa dariku,” ucap Jung An pelan, detik berikutnya ia terisak pedih. Ia akan selalu bersedih bila mengingat kematian Si Won. Kuraih tubuhnya lalu memeluknya dengan erat.

“Ssst~ tidak Jung An, kau tak boleh memandang dirimu seperti itu. Kau harus kuat untuk dirimu dan Jin Young. Buktikan pada Si Won hyung bahwa kau bisa menjaga satu-satunya harta yang kalian miliki. Kalau kau memandang dirimu seperti itu, Jin Young akan terluka bila mendengarnya. Ia sangat mengagumi sosok dirimu Jung An.” Ucapku menenangkannya.

Ia menganggukan kepalanya lalu membalas pelukanku. “Gomawo Kyu Hyun-ah. Kau selalu menjadi orang yang ada untukku. Gomawo karena sudah membantuku menata hidupku. Aku menyesal karena pernah meninggalkanmu dulu tapi aku lebih menyesal lagi bila tak bersama dengan Si Won oppa. Dia adalah pria paling hebat di dalam hidupku.” Ucap Jung An. Aku bisa mendengar kebanggan keluar dari suaranya. Aku tersenyum lalu mengangguk dalam diam. Bisakah aku menjadi pria yang paling hebat untuk Hyu Won?

“Aku ingin kau kuat Jung An. Kita memang pernah bersama dan saling mencintai dulu, kau juga sangat mencintai Si Won tapi kuharap kau bisa menemukan seorang pria yang akan mencintaimu dengan tulus. Dan itu bukan aku. Kisah kita sudah berakhir sejak kau memutuskan bersama Si Won.” Ucapku padanya.
Ia menganggukan kepalanya. “Gomawo, aku berdoa untuk kebahagiaanmu Kyu Hyun-ah.” Ucap Jung An tulus. Aku tahu ia berusaha tegar.

“Aku juga berdoa untuk kebahagiaanmu dan Jin Young.” Ucapku padanya. Kutatap luar jendela. Ini adalah pagi paling manis yang pernah kurasakan di London. Hyu Won adalah kebahagiaanku. Bisakah aku meraih kebahagiaanku?

****

Cho’s Family Home
Seoul, South Korea
10.00 AM

Aku turun dari taksi dan berjalan menuju pintu rumahku. Pintu ini masih sama seperti dua tahun lalu. Eomma selalu suka dengan ukiran dan warna cat pada pintu, jadi ia tak akan membiarkan siapapun untuk mengganti pintu tersebut.

Kutekan bel pada pintu. Kutatap barang bawaanku, aku tak membawa banyak barang. Hanya beberapa souvenir khas London untuk Eomma, Noona, dan Appaku. Aku tahu bahwa souvenir tak akan meluluhkan hati mereka setelah dua tahun kepergianku dari Seoul tanpa kabar sedikitpun. Mereka butuh penjelasan dan permintaan maafku. Aku sudah siap bila mereka membenciku.

Ceklek

Pintu terbuka dan Ahra Noona berdiri menatapku dengan tercekat, aku tersenyum padanya. Ia tak membalas senyumanku, ia masih menatapku seolah aku adalah makhluk dari planet lain. Kugoyangkan tanganku di depan wajahnya, ia mengerjapkan matanya.

“Hai, Noona?” sapaku kikuk. Ia lalu berhambur ke dalam pelukanku.

“Cho Kyu Hyun! Kau darimana saja?” teriaknya keras di dalam pelukanku. Aku bisa dengar suaranya berubah parau.

“Aku merindukanmu Noona.” Ucapku padanya. Aku benar-benar merindukan keluargaku. Merindukan kakak cantikku ini dan… merindukan Hyu Won.

Ia menganggukan kepalanya dalam pelukanku. “Aku juga merindukanmu, Kyunie. Kau benar-benar adik yang sangat kurang ajar! Kau baik-baik saja?” tanyanya setelah melepas pelukannya, ia meraba wajahku seolah ia tak percaya ini aku. Aku tahu ia sangat emosional.

“Ya, aku baik-baik saja. Bisakah kita masuk?” tanyaku padanya. Ia menganggukan kepalanya seolah baru saja sadar bahwa kami masih berada di luar.

Kami berjalan masuk ke dalam rumah, ia terus melingkarkan tangannya pada lenganku. Ia terus berceloteh menanyakan apa saja yang kulakukan selama aku tak di Seoul. Terlalu banyak hal yang ingin aku sampaikan tapi pertama-tama aku butuh mandi dan istirahat.

****

A night
07.00 PM

Aku berdiri dengan diam di depan pintu kamar Ahra Noona. Pikiranku masih berputar pada apa yang terjadi sore tadi. Aku ingin menanyakan semua hal yang dikatakan Appa padaku. Sore tadi ia baru saja pulang dari kantor. Ia begitu terkejut dan marah saat melihatku. Tanpa mandi dan makan ia langsung memintaku untuk menemuinya di ruang kerjanya. Selama tiga jam lamanya ia memarahiku dan mengatakan semua kekecewaannya pada apa yang sudah kulakukan dua tahun lalu. Aku tahu aku pantas mendapatkannya, aku bahkan mengira ia akan mengusirku. Tidak, ia bilang ia tak akan mengusirku. Ia memintaku memperbaiki semuanya. Aku pasti akan melakukannya tanpa ia minta sedikitpun. Itu sudah menjadi tujuanku saat kembali ke Seoul. Hanya saja ada satu hal yang tidak kumengerti dari apa yang ia katakan. Ia bilang hubungan keluarga kami dengan keluarga Kang tak cukup baik. Ia tak menjelaskan lebih. Ia hanya terus memarahiku dan menanyakan pada dirinya sendiri bahwa apakah ia sudah salah mendidikku. Aku hanya diam saat ia melontarkan kemarahannya, aku lebih dari tidak pantas bila hanya mendapatkan kemarahannya. Seharusnya ia memukul atau mengutukku tapi ia bilang bahwa aku sudah dewasa, ia menghormati apa yang menjadi keputusanku.

Tok… Tok… Tok…

Tanpa membuang waktu kuketuk pintu kamar Ahra Noona. Aku ingin segera menanyakan semua hal yang sudah terjadi selama kepergianku ke London. Aku tak bisa hanya berharap bahwa semuanya baik-baik saja. Aku tahu aku sudah merusak segalanya.

“Masuk.” Suara Noona terdengar dari dalam. Kubuka pintu kamarnya. Aku lantas masuk ke dalam kamar kakak perempuanku ini. Ia sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjanya. Aku berjalan memasuki kamar.

“Apa itu?” tanyaku lalu duduk di atas ranjang kamarnya.

“Tugas perusahaan. Appa memukulmu?” tanyannya tanpa melihatku.

“Tidak.” Balasku dengan senyum kecut, aku tahu ia mengharapkan Appa memukulku.

“Sudah kuduga. Ia terlalu marah padamu hingga ia tak bisa melakukan apa-apa lagi.” Balasnya sinis. Aku menganggukan kepalaku mengiyakan ucapannya.

“Aku ingin menanyakan banyak hal padamu. Apa aku mengangganggu kesibukanmu?” tanyaku padanya.

“Tanyakan saja, pekerjaan ini bisa kulakukan sambil menjawab pertanyaanmu.” Balasnya. Ia kembali menulis sesuatu di atas kertas.

“Apakah kau tahu bagaimana keadaan Hyu Won?” tanyaku pelan nyaris berbisik. Aku tahu seharusnya aku mencaritahu sendiri tapi aku ingin menanyakan pada Noona terlebih dahulu.

“Tidak.” Balasnya singkat seolah ia tak ingin membahas topik tentang Hyu Won.

Aku terkejut mendengarnya. Bukankah mereka begitu dekat?

“Tidak? Apakah kau tak tahu sama sekali?” tanyaku tak percaya.

“Sama sekali. Apakah kau tahu keadaannya?” tanya Noona padaku. Ia menatapku seolah ia memojokanku.

“Kau menatapku sama seperti Appa menatapku. Aku tak tahu keadaannya.” Balasku pelan. Seketika itu runtuh sudah kepercayaan diriku. Mendadak aku menjadi sangat malu dan pengecut.

Noona kembali melanjutkan pekerjaannya. “Kami tak pernah bertemu lagi sejak batalnya pertunangan kalian.” Ucapan Noona membuatku terkejut.

“Bagaimana bisa? Ia tak pernah datang lagi mengunjungi Eomma?” tanyaku dengan cepat.

“Tidak.”

“Sekalipun?” tanyaku tercekat.

“Tidak.” Balas Noona. Kutelan ludahku yang terasa seperti batu. Dadaku sakit sekali mendengar apa yang Noona katakan. Apakah sekacau ini semua yang sudah kulakukan?

Kutarik nafasku mencoba meloloskan rasa sesak di dadaku. “Kau tidak pernah bertemu dengannya satu kalipun?” aku masih menuntut balas.

“Tidak, Kyu Hyun-ah. Aku tak pernah lagi bertemu dengan Hyu Won sejak dua tahun lalu, ia juga tak pernah datang ke mari.
Hubungan kami seolah berhenti begitu saja. Kami tak pernah tahu keadaan masing-masing.” Balas Noona dengan datar. Aku tahu ia menyembunyikan kesedihannya.

“Kenapa?” tanyaku. Bodoh, seharusnya aku sudah tahu apa jawabannya. Aku, akulah penyebabnya.

“Kau bertanya kenapa sedangkan kau tahu kaulah penyebab semua ini. Appa sangat malu dengan kejadian pagi itu saat kau tak datang. Aku lebih baik dicaci semua tamu undangan daripada melihat kesedihan yang sangat mendalam di wajah Hyu Won. Dia hancur, Kyu Hyun-ah. Dia sangat hancur.” Ucap Noona dengan emosi. Tiba-tiba ia bergerak menarik tissue di atas meja lalu mulai mengelap air matanya. Kupejamkan mataku lalu membukanya lagi. Rasa sedih membuatku sangat tersiksa.

“Aku menyesal.” Bisikku pelan. Aku mencoba memikirkan bagaimana raut wajahnya saat itu. Aku tak pernah benar-benar membuatnya bahagia. Aku hanya bisa menorehkan luka untuknya.

“Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau pergi meninggalkannya? Kenapa kau harus pergi di hari bahagia kalian? Kupikir kau menginginkannya Cho Kyu Hyun. Mengapa kau memintanya bertunangan lalu kau justru meninggalkannya. Tak tahukah kau sebesar apa harapan yang sudah kau hancurkan di hatinya? Aku wanita sama seperti Hyu Won. Dan hatiku hancur sekali saat tahu justru adikku-lah yang melakukan hal seperti itu.” Ucap Noona padaku dengan kesedihan.

“Aku terlalu bodoh. Aku memang bodoh. Aku memang menginginkannya Noona. Sangat.” Ucapku pelan. Jantungku berdetak tak tentu. Rasa perih terasa begitu menyakitkan di dadaku.

“Kuharap ia masih mau memaafkanmu, Kyu Hyun-ah. Ia sangat mencintaimu, aku tahu itu. Kalian bersama tidak hanya satu atau dua tahun. Kalian bersama seumur hidup kalian.” Ucap Noona.

“Aku harap ia mau memaafkanku.” Ucapku lalu menarik nafas. Pembicaraan ini membuat dadaku terasa sesak sekali. “Appa bilang hubungan keluarga tak baik, apa maksudnya itu?” tanyaku penasaran.

Ahra Noona sekarang sepenuhnya menatapku. “Keluarga Kang dan keluarga kita tak pernah lagi bertemu. Tak ada pertemuan keluarga seperti dulu. Bahkan hubungan perusahaan juga terputus begitu saja meskipun memang kontrak kerja sudah berakhir. Mereka tak mencoba melakukan perpanjangan hubungan bisnis. Aku tahu Keluarga Kang sangat sakit hati dengan semua ini, aku tahu mereka berusaha menjaga hati putri mereka. Lebih baik mereka membalas kita daripada tak pernah berhubungan sedikitpun.Hubungan keluarga kita dengan keluarga Hyu Won sudah berakhir Kyu. Tak ada lagi tali persahabatan. Appa sangat menyesali semuanya, ia sangat menyesali apa yang sudah terjadi pada Hyu Won.” Ucap Noona dengan pelan. Rasa sakit semakin terasa saja… terlalu sakit hingga aku tak bisa melakukan penjabaran lagi untuk rasa sakit dan sesak di dadaku. Aku benar-benar sudah membuat hubungan keluarga seperti orang yang tak saling mengenal satu sama lain.

“Maafkan aku Noona.”

Kami terdiam satu sama lain. Aku mencoba mengatur nafasku. Melakukan nafas dalam sedikit meredakan rasa sesak di dadaku.

“Aku memaafkanmu sebelum kau memintanya Kyunie. Aku tahu kau sudah dewasa, aku percaya bahwa keputusan yang kau ambil adalah apa yang sudah kau pikirkan. Hanya sebaiknya kau perbaiki semua ini. Aku sangat menyesali semuanya juga –sama seperti Appa. Eomma kehilangan sosok menantu idamannya dan aku kehilangan sosok adik perempuanku.” Ucap Noona dengan prihatin.
Aku tersenyum kecut mendengar ucapan Noona, bagaimana kalau ia tahu aku pergi karena gadis lain? Apakah ia masih bisa percaya pada keputusanku? “Apakah… apakah ia akan memaafkanku?” tanyaku pada Noona.

Ahra Noona menatapku seolah ia ragu mengutarakan jawabannya. “Molla. Tapi kuharap ia mau memaafkanmu.” Ucap Noona. Aku berdiri lalu menatap Ahra Noona.

“Gomawo, sudah mau menjawab pertanyaanku. Aku akan kembali ke kamarku.” Ucapku. Ahra Noona menganggukan kepalanya.

Kulangkahkan kakiku menuju pintu. Baru saja aku akan membuka pintu, Ahra Noona mencegahku dengan kalimat yang ia lontarkan.

“Kyunie, aku berharap untuk kebahagiaanmu, aku juga berharap untuk kebahagiaan Hyu Won. Aku harap apapun nanti keputusannya, kau harus bisa menghargainya. Kalau ia akhirnya memilih untuk tak memaafkanmu, kau harus menerimanya Kyu. Berikan dia kebahagiaannya. Dia pantas untuk bahagia.” Ucap Noona padaku dengan tatapan sayang.

Aku menanggukan kepalaku dengan lemah. “Kuharap akulah kebahagiaan Hyu Won. Karena… karena ia adalah kebahagiaanku, Noona-ya.” Ucapku lalu membuka pintu dan keluar dari kamar Noona.

Kututup pintu kamar Ahra Noona lalu menyandarkan tubuhku pada pintu kamarnya, rasa penyesalan benar-benar menjadi hukumanku sekarang. Aku menyesal dengan semua yang terjadi. Aku menyesal karena tak mendengar permintaannya di telpon saat itu. Hanya kembali dan bertunangan dengannya, mengapa aku tak bisa? Ia bahkan memohon padamu, Cho Kyu Hyun.

“Aku sangat menyesal, Kang Hyu Won.”

****

Hyu Won’s Home
Seoul, South Korea
06.00 AM

Aku segera menghentikan mobilku saat kulihat seorang gadis berdiri di samping sebuah mobil sedan hitam, aku sangat yakin itu Hyu Won. Kubuka seatbelt-ku dengan tergsea-gesa. Sial! Kenapa harus di saat seperti ini pengunci otomatis harus rusak? Ini sedikit macet untuk di lepaskan. Perasaanku tak bisa kutahan lagi, aku benar-benar bahagia melihatnya.

Aku baru saja berhasil membuka seatbelt-nya saat ponselku berdering nyaring sekali. Kusambar ponselku pada dashboard mobil dan berbicara dengan kasar.

“Yeobboeseo!”

“Ya! Ya! Kau kasar sekali padaku,” suara Jung Soo Hyung terdengar kesal.

“Mian hyung, aku sedang terburu-buru.” Ucapku lalu mambuka pintu mobil.

“Lima belas menit kau tak sampai di sini, aku tak akan menerima permintaanmu untuk kembali ke Rumah Sakit ini.” Suaranya terdengar kesal.

“Mian hyung, aku benar-benar terburu-buru. Aku akan sampai dalam tiga puluh menit.” Ucapku meminta kelonggaran.

“Cho Kyu Hyun! Kau pikir aku siapa?” teriaknya keras. Kulepas ponselku lalu berlari pada Hyu Won yang kini bersiap memasuki mobil.

“KANG HYU WON!” teriakku keras saat kaki kanannya sudah masuk ke dalam mobil. Tolong dengarkan aku.

“KANG HYU WON TUNGGU!” teriakku lagi. Ia sudah sepenuhnya masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil.

“HYU WON-AH!” teriakku keras berharap ia mendengarku, mobilnya sudah melaju meninggalkan halaman rumahnya. Kupegang lututku lalu mulai mengatur nafasku yang mulai tersenggal-senggal. Aku kurang cepat berlari mengejarnya. Mobilnya sudah menghilang dari hadapanku.

Kutolehkan kepalaku ke arah pagar rumah Hyu Won, seorang wanita tua berdiri menatapku. Kukerutkan dahiku berusaha mengingat siapa wanita itu.

“Kim Ahjumma!” pekikku keras. Ia adalah pengasuh Hyu Won sejak kecil. Aku baru saja akan berjalan menuju ke arahnya saat ia justru berbalik meninggalkanku. Apakah ia melupakanku?

“Ahjumma! Chankkaman,” teriakku. Mengapa dengan orang-orang pagi ini?

“Ahjuuma!” teriakku keras.

“Ahjumma!” teriakku frustrasi. Wanita itu membalikan tubuhnya dan menatapku dengan dingin.

“Jangan pernah datang ke mari lagi Tuan Cho.” Suara wanita itu terdengar seolah ia menyesali apa yang sudah ia katakan padaku. Jantungku berdegup kencang. Terus terang saja aku terkejut mendengar ucapannya.

“Ahjumma, bisakah kita berbicara?” Wanita itu justru berjalan semakin jauh meninggalkanku di luar pagar. Kutatap nanar rumah Hyu Won, pandanganku sedikit merana. Mengapa aku begitu menyedihkan? Hyu Won tidak mendengar teriakanku lalu Ahjumma justru mengusirku dari rumah ini.

****

Seoul International Hospital
Seoul, South Korea
12.30 PM

Keterlambatanku tadi pagi benar-benar membuat Jung Soo hyung marah padaku, tapi aku tahu ia tak benar-benar marah. Aku kembali ke ruanganku dulu dan bekerja seperti dulu. Rumah Sakit ini selalu menerimaku meskipun aku pergi tanpa prosedur yang seharusnya. Jung Soo hyung adalah kepala Rumah Sakit dan ia adalah sahabatku jadi ia sudah pasti menerimaku dengan senang hati. Aku juga lulusan terbaik di Universitas kami dulu.

“Jadi kau mengejarnya tapi ia tak mendengarmu?” tanya Jung Soo hyung padaku. Aku menjelaskan alasan keterlambatanku pagi tadi padanya. Awalnya ia terkejut tapi akhirnya ia berusaha untuk tak bertanya lebih.

“Ya, aku terlalu sibuk berbicara denganmu, Hyung.” Cibirku. Aku tak ingin mengingat kejadian pagi tadi. Malam ini aku akan datang ke rumahnya untuk berbicara. Aku tak tahu seperti apa reaksinya nanti tapi aku harus mencobanya.

“Maafkan aku tapi kau juga tak bisa datang terlambat di hari pertamamu.” Balasnya dengan kekehan.

“Gomawo karena menerimaku kembali.” Ucapku.

“Tidak gratis, berikan nomor ponsel Ahra padaku.” Ucapnya dengan santai.

“Sial kau.” Desisku dan dibalas dengan tawa renyahnya.

Kami berjalan menuju kantin Rumah Sakit, seketika bayangan tentang Hyu Won yang selalu minum kopi denganku melintas begitu saja. Kutatap sudut kantin dan tak menemukan kursi biasanya kami duduk berdua. Ya, sudah dua tahun berlalu. Kantin ini juga banyak mengalami perubahan. Rasa kecewa sedikit menghinggapiku.

“Ahjumma, dua kopi hitam tanpa gula.” Kepalaku menoleh seketika saat Jung Soo Hyung memesan pesanannya. Aku menatap Ahjumma penjual dan dahiku berkerut saat melihat Ahjumma yang melayani berbeda dengan Ahjumma yang dulu sering melayani aku dan Hyu Won.

“Wae Kyu Hyun-ah? Kau ingin kopi, kan?” tanya Jung Soo hyung padaku.

“Ya.” Balasku. “Kajja! Kita duduk di sana.” Ucap Jung Soo hyung lalu menunjuk kursi di dekat jendela. Kami berjalan lalu mulai duduk pada kursi tersebut, Jung Soo Hyung membuka jas tugasnya lalu mengikuti duduk.

“Kau semakin kurus saja Kyu Hyun-ah,” candanya.

“Benarkah?” tanyaku lalu tertawa pelan.

“Jadi mengapa kau pergi meninggalkan Hyu Won dua tahun lalu? Di hari pertunangan kalian.” Tanyanya berubah serius. Perubahan suasana dimulai. Aku sudah menduga ia akan bertanya tentang ini cepat atau lambat.

“Pasien.” Balasku acuh.

“Jangan berbohong, kau bisa berbohong pada orang bodoh di luar sana tapi tidak padaku. Katakan padaku,” tuntutnya. Aku tertawa lalu mulai menarik sebungkus rokok dari saku celanaku. Kutarik satu batang rokok lalu mulai memantik api pada ujungnya. Kuhisap rokok tersebut lalu mulai merasakan sensasinya. Ini sedikit menenangkanku.

“Sejak kapan kau kembali merokok?” tanya Jung Soo Hyung kasar. Saat kuliah kami sesekali merokok meskipun kami tahu ini akan membunuh secara perlahan.

“Hanya sesekali.” Balasku. Kutatap tulisan Djarum Black pada bungkus rokokku. Ini salah satu favoritku, tembakau yang dicampur dengan cengkeh diimpor langsung dari Indonesia. Ini yang terbaik di antara semua rokok di dunia. Dan ini jugalah yang terbaik dalam mengatasi rasa tertekanku.

“Kau tahu itu akan membunuhmu.” Ucap Jung Soo Hyung, aku hanya tertawa lalu kembali menghisap rokokku. Ahjumma penjual kopi datang lalu meletakan kopi kami di atas meja. Kuhirup aroma kopi di hadapanku. Seketika membangkitkan ingatanku tentang Hyu Won.

“Jadi katakan apa yang menyebabkan kau pergi tanpa kabar sedikitpun dua tahun ini?” pertanyaan itu kembali muncul.

“Kau benar-benar memaksa, kan?” tanyaku.

“Pasien siapa? Dia pasien atau Jung An?” tanyanya memojokanku, aku bisa lihat senyum kemenangan di bibirnya. Dia selalu tahu alasanku menjadi kacau.

“Ya, dia.” Balasku singkat.

Jung Soo Hyung mengusap wajahnya dengan kasar lalu tertawa mencibirku. “Sudah kuduga. Apa kau tak punya otak? Kau tidak tahu kan kalau Hyu Won jatuh pingsan di halaman rumahnya? Bisa kau bayangkan bagaimana hancurnya perasaannya dan betapa malunya orang tua kalian?” tanya Jung Soo Hyung padaku dengan emosi.

Aku memadamkan rokokku tanpa menghabiskannya, perasaanku berubah menjadi sakit. Mood-ku telah hilang entah ke mana. Dia jatuh pingsan? Lihat apa yang sudah kau lakukan padanya.

“Ya, aku mengacaukan segalanya.” Ucapku pelan.

“Bagaimana bisa kau kembali pada wanita itu? Bukankah kau tahu dia sudah menikah? Mengapa kau kembali padanya. Kupikir kau mencintai Hyu Won, Kyu Hyun-ah.”

Kupejamkan mataku merasakan kesakitan. “Aku memang mencintai Hyu Won, Hyung.” Ucapku marah. Apakah mereka akan selalu mengatakan hal seperti ini.

“Lalu kenapa? Tidakkah kau bisa membuka perasaanmu untuk Hyu Won? Dia mencintaimu sejak kita kuliah, kau tahu itu dengan jelas.” Ucap Jung Soo hyung.

“Aku tahu.”Bisikku.

“Lalu kenapa? Kenapa kau harus pergi dengan Jung An di hari pertunanganmu? Kau berubah pikiran? Sindrom keraguan?” tanya Jung Soo Hyung dengan kasar.

“Jung An mengalami kecelakaan dan suaminya meninggal.” Ucapku tanpa ekspresi. Aku kembali mengingat malam di mana aku baru saja kembali dari rumah Hyu Won. Eomma Jung An menelpon dan menangis tersedu-sedu ia memintaku datang, ia mengenalku dengan baik. Ia memintaku untuk membantu memulihkan psikis Jung An.

“Ya Tuhan. Itu pasti sangat membuatnya terpukul.” Ucap Jung Soo hyung lalu menyesap kopinya.

“Aku pergi ke Incheon untuk melihat keadaannya. Kupikir aku bisa kembali dini hari tapi ternyata tidak. Mereka merujuk putranya ke London keesokan harinya. Aku menjadi dokter pendamping untuk mereka. Aku tidak bisa kembali ke Seoul pagi itu.” Ucapku pelan penuh sesal. Aku tahu pagi itu adalah kehancuran mendalam untuk Hyu Won. Untukku juga.

“Kau bisa menolaknya Cho Kyu Hyun. Kau bisa mengatakan untuk mengganti dokter. Atau setidaknya kau bisa berangkat keesokan harinya.” Ucap Jung Soo Hyung seolah tak mengerti dengan keputusan yang kuambil.

Kuanggukan kepalaku lalu tersenyum kecut. “Ya, seharusnya aku melakukan itu. Aku menyesalinya sekarang.” Ucapku dengan pelan. Rasa sesal dan malu menyelimutiku bila mengingat keputusan picik yang kuambil hari di mana Jung An kecelakaan.

“Lalu kenapa kau tetap pergi?” tanya Jung Soo Hyung padaku.

“Egois. Penasaran.” Ucapku singkat.

Jung Soo hyung kembali menyesap kopinya. Sebelum ia bertanya lagi, aku lebih dulu menjelaskan apa yang kukatakan padanya.

“Aku pikir mungkin akhirnya Tuhan memberikanku jalan untuk bersama Jung An. Aku penasaran apa kita masih sama seperti dulu. Aku ingin membuktikan pada hatiku apakah aku masih mencintai Jung An, apakah aku bisa mengulang kembali kebersamaan kita dulu. Aku pikir mungkin akhirnya dia adalah jodohku. Saat melihatnya terbaring di Rumah Sakit, hatiku terenyuh. Aku ingin melihatnya seperti dulu. Kuat dan ceria. Kupikir kematian Si Won adalah jawaban dari semua kesetiaanku selama ini menunggunya. Tapi aku sadar bahwa aku punya seorang gadis yang mencintaiku. Dia juga setia menungguku. Aku ingin kembali untuk meneruskan pertunanganku tapi rasa penasaran dan egois lebih mendominasiku. Kupikir aku ingin melakukan pembuktian sekali lagi untuk hatiku, untuk hidupku. Jadi aku memutuskan untuk pergi bersama Jung An. Kupikir bila kelak Jung An bukan jodohku, aku masih punya Hyu Won yang selalu menungguku. Kau tahu Hyung, aku bahkan berjanji untuk menikahinya. Aku menahannya tapi aku tak melepas Jung An di sisiku. Aku mengejar Jung An tapi aku tak melepas Hyu Won. Aku memang pria brengsek paling menjijikan.” Ucapku dengan menerawang ke arah jendela. Aku tahu aku adalah pria egois saat itu. Aku bahkan menjanjikannya sebuah pernikahan sementara otak dan pikiranku ada pada Jung An. Sebenarnya apa yang kupikirkan dulu? Aku tak ingin kehilangan Hyu Won tapi aku sangat ingin membuktikan pada hatiku, apakah hubunganku dengan Jung An bisa kembali seperti dulu. Bodohnya aku.

“Ya, kau memang sangat brengsek. Berdoa saja semoga Tuhan masih mau mengampunimu.” Ucapnya dengan tajam. Aku bisa lihat ia bahkan tak ingin aku diampuni.

“Aku tidak berharap banyak.” Balasku.

“Lalu apa yang menahanmu selama dua tahun di London? Dan mengapa akhirnya kau kembali?” tanya Jung Soo Hyung dengan wajah menuntut.

Kusesap kopiku, rasanya berbeda. Tak sama seperti Ahjumma yang dulu sering membuatkan kopi untukku dan Hyu Won. “Aku… aku kembali terjebak pada masa lalu kami. Aku menikmati kebersamaan kami. Aku membantunya pulih. Putranya sudah seperti putraku sendiri. Kami menikmati kebersamaan kami.” Balasku.

“Kau mengkhianati Hyu Won. Kau memang brengsek.” Balas Jung Soo Hyung marah.

“Ya, aku melakukannya. Tapi perlahan kebersamaan kami tak terasa seperti dulu. Hyu Won selalu muncul di dalam benakku. Kupikir mungkin ini rasa bersalahku tapi ternyata tidak. Setiap aku melakukan hal apa saja yang mengingatkanku padanya, aku akan menjadi begitu merindukannya. Aku sangat merindukannya hingga membuatku tak merasakan apapun lagi dengan Jung An. Aku sadar bahwa aku mencintai Hyu Won. Aku mencintainya.” Ucapku berubah emosi. Aku selalu menjadi berapi-api bila mengingat apa yang sudah kulakukan pada Hyu Won.

“Itulah mengapa kau kembali ke mari dan berusaha untuk mengejarnya lagi, kan?” tanya Jung Soo Hyung. Perkataan Jung Soo Hyung mmebuatku kembali teringat tujuanku kembali ke Seoul. Pikiranku tak akan bisa tenang sebelum aku bertemu dan berbicara dengan Hyu Won.

“Ya.” Balasku singkat. Malam ini, malam ini aku akan menemuinya. Tak peduli ia akan mengusirku, aku harus berbicara padanya.

“Semoga ia masih sosok gadismu yang dulu.” Ucap Jung Soo Hyung. Aku tersenyum lemah lalu menyesap kopi dinginku.

“Dia akan selalu sama.” Balasku menenangkan hatiku. Bertahun-tahun ia selalu setia padaku, menunggu dua tahun mungkin tak masalah baginya.

****

Aku baru saja memasuki ruanganku saat teleponku berbunyi, suara Suster Han terdengar dari seberang telepon. Ada operasi dadakan, aku salah satu tim dokter yang ditugaskan. Dengan cepat kulepas jam tangan dan semua benda yang menempel pada tubuhku agar tidak terlalu merepotkan ketika memasuki ruang operasi nanti. Aku segera berjalan menuju ruang operasi.

Di jalan menuju ruang operasi aku bertemu Suster Lee, ia segera memberikanku baju operasi. Kubelokan tubuhku ke arah ruang sterilisasi. Segera kuganti kemeja dan celanaku dengan baju operasi. Segera setelah melakukan prosedur pencucian tangan yang memakan banyak waktu, aku meluncur menuju ruang operasi. Di sana terlihat tim dokter sudah bersiap pelaksanaan operasi. Kulihat dokter Kim berdiri di samping meja operasi. Ia mungkin sedang bersiap memotret bagian tengkorak pasien. Aku menduga telah terjadi pembengkakan cairan di otak pasien. Karena dari laporan yang diberikan Suster Lee, pasien mengalami kecelakaan parah.

Kulihat pasien adalah seorang pria, wajahnya tak terlalu terlihat. Tiba-tiba jantungku berdetak tak tentu, aku tak tahu apa yang terjadi padaku. Kugelengkan kepalaku menghalau perasaan anehku, aku memantau layar EKG untuk memastikan irama jantung pasien. Pikiranku sudah kembali terfokus pada pasien. Tapi entah mengapa aku merasa orang ini tak asing bagiku meskipun aku tak mengenalnya sebelumnya.

****

“Keluarga Tuan Lee Donghae?” suara suster Lee terdengar keras sekali.

“Saya… saya tunangannya!” suara seorang wanita terdengar begitu familiar di telingaku. Dengan cepat kuangkat kepalaku dan menatap siapa wanita itu.

DEG!

Detik berikutnya yang kurasakan adalah jantungku berdetak kencang. Seolah seseorang baru saja meremas jantungku dengan keras, rasanya sakit sekali. Kutelan ludahku dengan susah payah dan menajamkan kembali penglihatanku.

Kang Hyu Won?

Benarkah itu dia? Aku tidak mungkin melupakan suara dan wajahnya. Tidak sekalipun. Kukerjapakan mataku lalu berjalan mendekati mereka. Aku terus berjalan dengan pandangan masih tertuju pada Hyu Won. Ia masih belum menatapku, ia masih berdiri dengan cemas di depan Suster Lee. Bisa kulihat dandanannya lusuh sekali, rambutnya tak terikat dengan rapih, matanya bengkak seolah ia habis menangis semalaman. Dan itu membuat hatiku sakit sekali. Mengapa ia menangis? Mengapa ia ada di sini? Mengapa ia mengatakan ia tunangan pria di dalam sana? Dan pria itu… pria yang baru saja kami –aku- selamatkan adalah tunangannya?

“Kang Hyu Won?” panggilku pelan seolah tak percaya dengan apa yang keluar dari bibirku.

Hyu Won dan Suster Lee menolehkan kepalanya dengan cepat ke arahku. Kutatap Hyu Won yang kini membulatkan matanya menatapku. Ia tampak tercekat melihatku. Kulihat matanya menatapku dengan khawatir. Aku tahu ia merasa khawatir untuk pria di dalam ruang operasi.

“Kyu?” ucapnya pelan.

“Eoh dokter Cho kau mengenal Nona Kang? Nona Kang, dokter Cho dan tim dokter yang melakukan operasi untuk tunangannmu.” Ucapan Suster Lee semakin membuat Hyu Won menatapku. Ia menatapku seolah ia mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam. Seolah aku baru saja menolong hidupnya –menolong seseorang yang penting dalam hidupnya. Ia tak menatapku seperti dulu. Tak seperti dulu. Ini bukan tatapan seorang Kang Hyu Won padaku.

Kuanggukan kepalaku lalu berusaha tersenyum. “Ya, kami saling mengenal satu sama lain.” Ucapku masih menatap matanya. Hyu Won menatap Suster Lee. Kenapa ia tak menatapku? Kenapa? Kang Hyu Won aku di sini. Bukankah kau selalu menatapku.

“Bagaimana keadaan Donghae oppa? Kapan Donghae oppa akan sadar?” tanyanya padaku langsung. Caranya berbicara dan menyebut nama pria itu membuatku begitu terpukul. Seolah ada banyak kasih sayang di sana. Aku merindukan suaranya.

“Kami tidak bisa memastikan kapan akan sadar tapi ia akan sadar bila sudah waktunya. Tadi itu operasi yang sangat panjang. Kau tidak perlu khawatir karena masa-masa kritisnya sudah berlalu. Ia hanya koma sementara. Ia akan bangun. Penjelasan mengenai operasi bisa dilakukan di ruanganku.” Ucapku dengan senyuman yang selalu kugunakan untuk menenangkan keluarga pasien. Tapi kali ini rasanya berat sekali harus tersenyum menenangkannya dengan tulus. Bukan berarti aku menginginkan kematian pria itu. Hanya saja fakta bahwa ia menyebut pria itu tunangannya sedikit mmebuatku tak bisa bersikap profesional.

“Apa aku bisa melihatnya?” tanya Hyu Won tak sabar.

“Ya, setelah kami memindahkannya ke ruang ICU.” Balasku. Hyu Won hanya menganggukan kepalanya.

“Terima kasih Kyu.” Balas Hyu Won padaku. Aku masih berdiri menatapnya. Aku tak tahu apa yang kulakukan di sini. Seharusnya aku pergi saat ia mengatakan terima kasih. Hyu Won kembali memasang wajah khawatir. Kenapa dia harus memasang wajah seperti itu?

Aku ingin menanyakan kabarnya, aku ingin menanyakan dengan cepat bagaimana hubungan kami, aku ingin memeluknya, aku ingin ia tahu aku kembali untuknya. Tapi seketika hilang semua apa yang ingin kulakukan saat melihat wajahnya. Ia begitu menyedihkan dan khawatir dan panik.

“Tidak perlu khawatir. Tuan Lee akan baik-baik saja.” Akhirnya hanya ucapan itu yang keluar dari bibirku. Ia tersenyum lemah lalu menganggukan kepalanya.

“Aku harap ia cepat sadar,” balasnya parau.

“Hyu Won-ah!” suara nyaring seorang wanita terdengar dari belakang kami. Kutolehkan kepalaku dan menatap ke arah sumber suara. Seorang wanita paruh baya dan pria paruh baya berjalan ke arah kami. Kutaksir umur mereka sama dengan kedua orang tuaku. Itu bukan orang tua Hyu Won.

“Eommanim… abbeonim.” Balas Hyu Won lalu berlalu dari hadapanku. Tubuhku mendadak kaku, mataku membulat tak percaya saat Hyu Won pergi dari hadapanku. Belum lagi kata yang ia lontarkan untuk kedua orang tua tersebut.

“Bagiamana keadaan Donghae?” tanya wanita paruh baya itu.

“Donghae oppa. Operasi. Lancar. Ia. Baik.” Balas Hyu Won terputus-putus. Suaranya berubah parau, ia menangis.

“Ssst~ tenanglah sayang. Donghae kuat, dia tak akan meninggalkanmu.” Ucap pria paruh baya itu lagi.

“Seharusnya aku tak ceroboh dengan menyebrang sembarangan, aku terlalu senang melihatnya dan tak melihat jalan dengan baik. Donghae oppa mendorongku untuk menyelamatkanku tapi… tapi ia tertabrak sebuah mobil, Eomma. Aku memang bodoh.” Ucap Hyu Won lagi. Kubalikan tubuhku dan berjalan meninggalkan Hyu Won yang kini berbicara dengan dua orang tua tersebut.

“Gweanchanna sayang, Donghae akan baik-baik saja. Di mana eomma dan appamu?”

“Mereka sedang membeli makanan. Aku takut sekali Donghae oppa meninggalkanku…” isak Hyu Won akhirnya. Itu suara terakhir yang kudengar dari bibir Hyu Won. Kulangkahkan kakiku semakin menjauhi mereka. Bahuku merosot dalam kekalahan. Rasa nyeri di dadaku semakin menjadi-jadi.

Itu bibir yang dulu selalu menyebut namaku, bibir yang selalu mengkhawatirkanku, bibir yang selalu membicarakanku, bibir yang selalu memarahiku. Itu adalah bibir yang selalu mengatakan mencintaiku. Sekarang… sekarang bibir itu mengucapkan nama orang lain. Aku tak sadar air mata mulai membuat pandanganku menjadi kabur.

****

Aku berdiri dan menatap ke dalam ruangan melalui kaca persegi pada pintu di mana Hyu Won tengah duduk di samping sebuah ranjang. Di atasnya seorang pria yang siang tadi menjadi pasien di ruang operasi. Aku tidak ingin percaya itu tunangannya sebelum Hyu Won sendiri yang mengatakannya langsung padaku.

“Dokter Cho, apa yang kau lakukan di sini?” tanya suster Han mengagetkanku tiba-tiba. Aku menolehkan kepalaku lalu tersenyum padanya.

“Mari kita lakukan pemeriksaan untuk Tuan Lee,” ucapku mengabaikan pertanyaannya. Ia menganggukan kepalanya lalu kami mulai memasuki ruangan tanpa mengetuk dulu.

Ketika baru memasuki ruangan, langkahku terhenti saat melihat Hyu Won tengah menundukan kepalanya, nafasnya teratur tapi aku tahu ia sedang tidak tidur. Ia sedang mendoakan pria itu.

“Berikan ia waktu, aku yang akan melakukan pemeriksaan pada Tuan Lee. Suster Han, kau boleh kembali.” Bisikku pelan pada suster Han. Ia menganggukan kepalanya lalu keluar tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Kudekatkan langkahku mendekatinya, aku berdiri dengan diam di belakangnya. Aku menatap dirinya dari belakang. Oh… betapa aku sangat ingin memeluknya. Aku sangat merindukanmu Hyu Won-ah. Melihat rambut sebahunya membuatku meringis di dalam hati. Mengapa ia memotongnya? Bukankah ia tahu aku sangat menyukai rambut panjangnya?

“Amin.” Itu suara yang akhirnya ia keluarkan. Aku baru saja akan berbicara saat ia lebih dulu bersuara, suaranya terdengar begitu menyedihkan. Ia sangat bersedih. Ini sama seperti dulu saat aku terakhir kali berbicara dengannya di telepon. Penuh dengan permohonan dan isakan.

“Donghae oppa, ayo bangun. Aku sangat merindukanmu. Mengapa kau berlari seperti itu? Mengapa kau menyelamatkanku, kau bisa terbunuh. Ayo bangun.” Ucapnya pelan. Aku terharu melihat sikap perhatiannya. Dulu saat aku sakit dan tak bisa bangun dari tempat tidur, ia juga pernah membujukku bangun seperti itu.

“Ayo bangun,” kali ini kudengar suaranya bergetar hebat, ia menggengam tangan pria itu lalu menempelkannya pada pipinya. Ia lantas mencium dengan lembut tangan pria itu. “Ayo bangun, aku tidak suka melihat oppa tertidur seperti ini. Kau harus bangun.” Ucapnya lagi lalu terisak pelan. Kali ini mataku perih melihatnya bersikap seperti itu pada pria lain. Kutatap tautan tangan mereka, itu… itu menyakitkan sekali. Hyu Won aku di sini. Tepat di belakangmu. Aku ingin ia sadar aku di sini.

“Kalau oppa bangun aku berjanji tidak akan ceroboh lagi. Aku berjanji. Kau harus bangun, oppa. Kau sudah berjanji tak akan meninggalkanmu. Aku minta maaf,” ucapnya lagi masih dengan isakan. Aku memegang dadaku lalu menatapnya dengan nanar, rasanya kebas sekali. Tenggorokanku kering sekali. Tuhan, tolonglah… ini sakit sekali.

“Oppa, kau tak pernah terlihat selemah ini. Jangan bersikap seperti pahlawan. Mengapa kau menerjang bahaya seperti itu?” isak Hyu Won. “Ayo bangun, aku menci-…”

“Selamat malam,” kupotong dengan cepat ucapannya. Aku tak bisa dengar ia mengatakan mencintai pria lain. Tidak saat aku ada di sini melihatnya dengan jarak yang begitu dekat.

“Eoh?” Hyu Won membalikan tubuhnya dan menatapku dengan terkejut, bola matanya selalu indah. Ia menatapku lalu mengusap matanya, ia menghapus air matanya. Mengapa keadaan ini kikuk sekali? Mengapa kami bertingkah seolah kami tak saling mengenal satu sama lain?

“Aku akan melakukan pemeriksaan kepada Tuan Lee jika kau mengizinkan.” Ucapku berusaha terdengar santai. Aku harus profesional meskipun hatiku sakit melihat kedekatan mereka.

“Ya, silahkan dokter.” Ucap Hyu Won kikuk lalu kembali menatap pria itu. Mungkin ia bingung harus memanggilku seperti apa. Mengapa ia bahkan tak menatapku lama? Aku mulai takut, benar-benar takut sekarang. Ia berdiri sedikit menjauhi ranjang tapi tetap memegang tangan pria itu. Ia sesekali menghapus air matanya, ia terus menatap pria itu tanpa memperdulikanku.

Kukeluarkan pen light dari saku jasku. Kudekati pria yang kini masih tertidur di atas ranjang besar ini. Pria ini adalah pria yang tadi siang kuselamatkan. Aku menyelamatkan pria yang mungkin akan menjadi rivalku. Kudekatkan pen light lalu mulai membuka mata pria itu. Kulakukan pemeriksaan lainnya, kami terjebak dalam kesunyian ruangan ini. Hanya bunyi alat-alat yang melekat pada tubuh pria ini yang membuat ruangan tak terlalu sunyi. Selebihnya kami hanya diam. Diam seolah kami tak saling mengenal.

“Tuan Lee baik-baik saja, ia akan bangun bila sudah waktunya.” Ucapku lalu memasukan alat-alat pemeriksaanku.

“Terima kasih.” Balas Hyu Won seolah memintaku pergi, aku tahu ia ingin menghabiskan waktu dengan pria itu.

“Janganlah terlalu mengkhawatirkannya. Kau juga harus mengkhawatirkan dirimu. Suster akan berjaga kalau kau ingin mengambil waktu untuk dirimu sendiri.” Ucapku padanya.

“Tidak, aku ingin tetap di sini sampai Donghae oppa bangun.” Ucapnya, ia menatap pria itu dengan dalam. Aku mengepalkan kedua tanganku dengan erat menahan emosiku saat melihat sikapnya padaku. Aku ingin bertanya mengapa ia menatap pria itu seperti ia menatap sesuatu yang sangat berharga.

“Siapa dia Hyu Won-ah?” tanyaku akhirnya, Hyu Won menatapku lalu kembali menatap pria itu.

“Dia Donghae oppa. Tunanganku.” Balasnya masih dengan mata menatap pria itu. Aku tak melihat ekspresi lain selain ekspresi datar. Ia berbicara seolah itu bukan hal penting untuk kami.

“Tuanangan?” tanyaku padanya.

“Ya.” Balasnya tegas.

Aku tersenyum miris, rasanya kakiku lemas sekali. Aku benar-benar tak rela melihatnya menatap pria lain seperti itu, rasanya sakit sekali. Ini bahkan lebih sakit daripada dulu saat Jung An akan menikah.

“Wae?” tanyaku pelan nyaris berbisik. Ia menolehkan kepalanya padaku lalu menatapku seolah ia memintaku untuk mengulang ucapanku.

“Kenapa kau bertunangan dengannya?” tanyaku parau.

Ia menarik kursi hingga kursi sekarang berada dekat dengan perut pria itu. Hyu Won lantas duduk di sana lalu mulai menggengam tangan pria itu lagi.

“Karena ia mencintaiku, menginginkanku untuk menjadi miliknya. Ia memintaku untuk menjadi tunangannya. Dan aku… aku mencintainya.” Jawabnya santai seolah ia tak berutang penjelasan lebih padaku. Ia mengkhianatiku, kan? Bukankah aku juga melakukan hal yang sama dengan mengkhianatinya dengan gadis lain? Jadi penjelasan apa yang ingin aku dengar?

“Bukankah aku memintamu untuk menungguku?” tanyaku lagi.

Ia terdiam cukup lama, ia megecup lembut tangan pria itu. Tak tahukah kau apa yang kau lakukan semakin menyiksaku?

“Aku sudah bilang padamu bila kau pergi, aku tak akan menunggumu lagi. Aku tak akan menunggumu lagi. Tidakkah kau mendengar apa yang kuucapkan waktu itu? Lagipula aku sudah tak sanggup menunggumu lagi.” Balasnya berubah sedikit meninggi meskipun suaranya tak memenuhi ruang kamar ini. Aku memejamkan mataku lalu kembali membukanya. Aku berusaha menahan sakit di dadaku.

“Aku masih menci-…”

“Tidak Kyu, tidak. Jangan katakan hal seperti itu di hadapan tunanganku. Walaupun ia tak sadar, aku tak ingin orang lain mengatakan hal seperti itu di hadapannya. Ia tak akan suka. Ia mungkin bisa mendengar apa yang kau ucapkan.” Balasnya cepat memotongku. Aku seperti baru saja ditampar di tempat dengan sangat keras.

“Orang lain? Kau bilang aku orang lain Hyu Won-ah?” tanyaku setengah emosi. Ia menelan ludahnya lalu menatapku dengan dingin.

“Bisakah kau meninggalkanku? Donghae oppa butuh istirahat dengan tenang.” Ucapnya dengan datar tapi itu terdengar begitu kejam seolah ia baru saja menghinaku.

Kuanggukan kepalaku. Aku harus menghormati privacy pasien. “Ya. Aku akan meninggalkanmu tapi kita belum selesai berbicara.” Ucapku padanya. Ia hanya terus menatap pria itu. Kulangkahkan kakiku menuju pintu keluar. Kutolehkan kepalaku sekali lagi ke arahnya, ia tampak menempelkan kepalanya pada tangan pria itu seolah menjadikannya sebagai bantal.

Separah ini kehancuran yang sudah kuciptakan? Kau sekarang dengan pria lain, Hyu Won-ah? Apakah aku sudah terlambat? Aku salah bahwa ia masih menungguku, aku salah bahwa ia akan selalu menungguku. Ia tak sama lagi.

Saat aku membuka pintu dan keluar dari ruang kamar ini, tubuhku berubah kaku setelah melihat sosok pria paruh baya yang sudah sangat kukenal.

“Abbeoji.” Ucapku tercekat lalu menutup pintu di belakangku.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya dengan dingin. “Hyu Won di dalam?” tanyanya lagi.
Kusunggingkan senyumku berusaha menutupi keteganganku. “Ya, Hyu Won di dalam. Aku baru saja melakukan pemeriksaan.Bagaimana kabarmu Abbeoji.” Tanyaku.

Ia menatapku dengan tajam lalu mulai berbicara. “Aku ingin bicara denganmu Cho Kyu Hyun-ssi.” Ucapnya seperti es yang berada di kutub utara. Ia berbicara padaku seolah aku adalah teroris berbahaya.

Kuanggukan kepalaku berusaha tak memperdulikan tatapan dan sikap dinginnya. “Ne.” Balasku.

****

Five Days Later…
A Morning
07.00 AM

Kumasuki ruangan kamar Donghae bersama suster Han. Donghae sudah sadar sejak semalam. Dan sejak semalam pula wajah Hyu Won tampak seperti matahari terbit. Ia selalu tersenyum dan tertawa renyah. Aku senang melihatnya ceria seperti itu. Itu lebih baik daripada wajah sedihnya beberapa hari lalu. Meskipun kebahagiaannya muncul karena pria lain.

“Selamat pagi Tuan Lee, Hyu Won-ssi.” Sapa Suster Hane dengan ceria. Aku ikut tersenyum di belakangnya meskipun pemandangan di hadapanku sangat menyakitkan. Hyu Won berdiri lalu menggengam tangan Donghae. Mereka tampaknya sedang berbicara akrab.

“Pagi.” Balas mereka bersamaan.

“Bagaiamana perasaanmu Tuan Lee?” tanyaku pada Donghae.

“Sedikit nyeri di kepalaku.” Balasnya pelan. Kulihat Hyu Won tak pernah melepas pandangannya sedikitpun dari Donghae, tangan mereka juga selalu bertautan.

“Apakah kau merasa mual?” tanya Suster Han.

“Tidak,” balas Donghae dengan gelengan kepala.

“Dia bilang dia seolah baru bangun dari tidur yang sangat panjang.” Canda Hyu Won, ia berbicara seolah padaku tetapi menatap Suster Han.

Donghae tersenyum lalu menatap Hyu Won. “Ya, aku mungkin masih tertidur panjang kalau tidak mendengar isakan seorang gadis, belum lagi ia mencuri ciuman dari bibirku.” Ucap Donghae dengan ringan, ia menikmati sikap jahilnya pada Hyu Won. Hyu Won merenggut lalu menatap Donghae kesal.

“Aishhh! Kau sudah janji tidak mengatakannnya pada orang lain.” Cibir Hyu Won. Kutatap mereka dengan dalam. Ia bersikap begitu manja pada pria itu. Apa kau sengaja melakukannya Kang Hyu Won? Kau berhasil menyakiti hatiku sekarang.

“Wahh! Jadi sekarang zaman mulai berubah. Bukan lagi pangeran yang membangunkan putri tidur tapi putri yang membangunkan pangeran.” Ucapku tajam menyindirnya lalu menatap Hyu Won yang kini seperti sedang menelan duri ikan. Ia menatapku dengan terkejut seolah ia baru sadar aku ada di sini. Wajahnya tampak sedikit pucat.

“Ya, begitulah.” Balas Donghae. “Kau kenapa?” tanya Donghae pada Hyu Won.

“Gweanchanna.” Balas Hyu Won dengan senyuman.

“Pulanglah Hyu Won-ah, kau butuh istirahat. Lingkaran hitam di bawah matamu sudah mengalahkan panda di China.” Ucap pria itu lalu mengusap lembut pipi Hyu Won. Kulihat Hyu Won tersipu malu.

“Aku akan pulang nanti,” balas Hyu Won pada pria itu.

“Cha! Tuan Lee, kami akan melakukan pemeriksaan fisik padamu. Tidak akan lama, hanya sepuluh menit. Setelah itu kau bisa menghabiskan waktu dengan tunanganmu.” Ucap suster Han lalu mengedipkan matanya menggoda mereka berdua. Rasanya muak sekali melihat wajah tersipu Hyu Won.

Suster Han mengeluarkan alat pemeriksaan tanda-tanda vital. Ia mulai melingkarkan manset pada lengan atas Donghae. Kulirik Hyu Won yang kini tengah menatap Donghae. Mereka tak pernah melepas pandangan satu sama lain. Donghae sesekali menyingkirkan anak rambut yang menghalangi pandangan Hyu Won. Rasa sesak di dadaku membuatku ingin segera pergi dari ruangan ini. Rasanya sakit sekali, beberapa hari ini aku sudah menanggung sakit saat pria itu belum sadar. Dan ketika ia sadar, rasa sakit jauh lebih dalam dari sebelumnya. Aku tak pernah berpikir suatu saat nanti akan ada pria yang mendapat tatapan kasih sayang dari Hyu Won. Aku tak pernah berpikir bahwa suatu saat nanti ada pria yang begitu beruntung seperti Donghae. Bukankah aku dulu seperti Donghae? Aku… aku ingin dirimu kembali padaku Hyu Won. Aku mohon.

“Kapan Donghae oppa bisa pulang?” tanya Hyu Won membuyarkan lamunanku.

“Besok atau kapanpun Tuan Lee sudah tidak merasa sakit, ia sudah diizinkan untuk pulang.” Jawabku.

“Syukurlah. Aku bosan sekali hanya bisa tidur di sini.” Balas Donghae. Aku tersenyum menanggapi ucapannya.
Suster Han menyelesaikan pemeriksaan fisik pada Donghae. Kubaca hasil pemeriksaan fisik tersebut dan mengatakan kondisi Donghae pada mereka. Aku dan suster Han lantas segera pamit. Aku tak mungkin tetap di ruangan ini sementara pemandangan yang ada di depanku bisa membunuhku.

“Kami permisi. Semoga anda cepat sembuh Tuan Lee.” Ucap suster Han.

“Terima kasih suster.” Ucap Hyu Won ringan.

“Terima kasih dokter.” Kali ini suara Donghae yang kudengar. Kubalikan tubuhku lalu menatap Donghae.

“Kau pria yang sangat beruntung Tuan Lee.” Ucapku lalu tersenyum padanya. Ia mengerutkan dahinya menatapku bingung, Hyu Won menatapku seolah ia mengerti dengan apa yang kuucapkan.

“Selamat beristirahat.” Ucapku lalu keluar dari ruangan ini.

Kututup pintu ruangan dengan pelan lalu berdiri di depan pintu tersebut, aku tak lantas pergi dari sana. Kutatap mereka yang kini sedang bercanda di dalam. Sesekali Donghae mengusap lembut pipi Hyu Won, aku tersenyum melihat senyuman Hyu Won. Mengapa aku tak pernah memperlakukannya seperti itu? Mengapa aku tak bisa bersikap seperti Donghae? Kulihat ia tertawa puas di hadapan Donghae. Kupegang gagang pintu dengan erat. Rasa sesak membuatku ingin mati saja, kutarik nafasku dengan susah payah. Kugigit bibir bawahku menahan teriakan keluar dari bibirku.

“Kumohon maafkan aku, kumohon untuk terakhir kali kembalilah padaku.” Ucapku dari balik pintu ini.

“Aku mohon Hyu Won-ah, ini terlalu menyakitkan untukku. Maafkan aku.” Ucapku pelan. Mataku mulai berkaca-kaca. Tak pernah aku merasa semenderita ini bahkan saat Jung An meninggalkanku. Saat Jung An meninggalkanku, aku bersedih dan diam karena tak mengerti dengan alasannya meninggalkanku. Tapi saat ini aku mengerti dan tahu apa alasan Hyu Won meninggalkanku, aku tak ingin hanya berdiam diri.

Ia kembali tersenyum lebar. Aku juga ingin membuatnya tersenyum seperti itu. Mengapa… mengapa pria lain yang harus melakukannya? Aku juga ingin membuat kenangan indah di antara kita, Hyu Won-ah. Mengapa aku tak pernah sadar dulu bahwa ia yang selalu di sisiku? Aku menyesal. Mengapa semua terasa begitu terlambat?

“Kyu Hyun-ah?” sebuah suara memanggilku. Kupalingkan tubuhku dan melihat Jung Soo Hyung berdiri menatapku dengan bingung.

“Kau baik-baik saja? Wajahmu merah sekali? Ada apa denganmu?” tanyanya terdengar khawatir. Aku tersenyum perih ke arahnya.

“Hyung…” aku memanggilnya dengan pelan. “Hyung, aku menyesal. Sungguh. Aku sangat menyesal meninggalkan Hyu Won dulu.” Ucapku lalu detik berikutnya air mata mengalir dari mata sebelah kiriku. Orang bilang bila air mata mengalir dari mata sebelah kiri, itu adalah air mata kesedihan.

****

One Month Later…

Aku mengetuk-ngetuk setir mobil dengan gelisah, sudah sejak satu jam yang lalu aku duduk di dalam mobilku menunggu Hyu Won keluar. Kali ini aku harus berhasil mengajaknya berbicara denganku. Sejak pembicaraan penting di Rumah Sakit antara aku dan Jung Hyun Ahjussi –Ayah Hyu Won, aku benar-benar tak punya akses untuk bertemu Hyu Won. Aku pikir peringatan yang diucapkannya tidak serius tapi ternyata ia benar-benar melakukan apa yang ia ucapkan padaku.

Aku tak bisa masuk ke dalam perusahaannya. Aku ada di dalam list orang yang tak bisa masuk ke dalam perusahaan. Setelah aku bertanya dan mencari tahu, semua ini adalah perintah Jung Hyun ahjussi. Aku benar-benar kesulitan menemui Hyu Won.
Aku ingat saat ia memintaku berbicara empat mata dengannya. Ia tersenyum dan bersikap ramah padaku seperti dulu tapi ia memintaku untuk tak menemui Hyu Won lagi, hatiku perih mendengar Ayah dari gadis yang kucintai sendirilah yang memintaku untuk tak menemui putrinya lagi.

Flashback

Aku berdiri dengan tegang menunggu apa yang akan Jung Hyun Ahjussi katakan padaku. Ia memang sempat tersenyum dan menanyakan kabarku tapi demi apapun aku sudah siap bila ia akan memukul atau menendangku, aku sudah menyakiti putri semata wayangnya dengan sangat kejam di hari pertunangan kami.

“Aku minta padamu untuk tak lagi muncul di hadapan Hyu Won.”

Ucapan datarnya membuat tubuhku membeku seketika seolah aliran darah di tubuhku berhenti begitu saja. Kutelan ludahku lalu berusaha mengatakan keberatanku tapi ia lebih dulu memotongku.

“Putriku sudah menemukan kebahagiaannya, ia sudah bertunangan. Jadi jangan muncul dan mengacaukan segalanya. Anggap saja ini adalah balasan maaf untuk apa yang sudah kau lakukan pada putriku.” Ucapnya lagi, kali ini aku tak melihat sosok ramah seperti tadi. Ia berubah menjadi seorang pria dengan tingkat ketegasan dan rasa melindungi yang tinggi terhadap Hyu Won.
Aku tidak punya pilihan apapun saat ia mengatakan kalimat seperti itu, seolah aku memang tidak punya pilihan lain selain meninggalkan Hyu Won.

“Tapi Ahjussi aku tidak bisa meninggalkan Hyu Won. Aku mencintainya.” Ucapku dengan nanar. Mataku menatap pria paruh baya ini seolah memintanya untuk tak menahan perasaanku.

“Sudah cukup aku melihat ketegarannya. Ia berusaha menutup semuanya, ia berusaha seolah ia tak hancur tapi aku tahu ia adalah gadis yang sangat hancur sejak pagi di mana kau meninggalkannya. Ia berusaha menjaga kehormatan keluarga, ia berusaha menjaga kehormatanku karena dipermalukan di hadapan banyak orang. Tapi tanpa ia tahu, aku tak malu sedikitpun. Ia meminta maaf padaku karena hari itu. Hyu Won harusnya tahu aku lebih mengkhawatirkan kebahagiaannya… aku mengkhawatirkannya. Dia adalah putri kesayanganku… anak gadisku. Aku berusaha untuk menjaga hatinya dengan tidak lagi mengungkit apapun tentangmu atau pun keluargamu. Sangat sakit bahwa aku kehilangan sahabatku –ayahmu, tapi putriku… dia jauh lebih penting di atas segalanya. Kebahagiaannya adalah apa yang harus kujamin sejak ia lahir. Kami berusaha menjaga perasaan satu sama lain hingga akhirnya ia bisa membenahi hatinya. Aku hanya ingin melihatnya bahagia. Itu saja.” Ucap Jung Hyun Ahjussi padaku. Matanya menunjukan sosok pria paruh baya yang sangat mencintai putrinya. Dadaku rasanya sesak sekali mendengar ucapannya. Apa yang sudah kulakukan memang tak pantas untuk dimaafkan tapi aku masih ingin berusaha untuk mendapatkan hati Hyu Won lagi. Dia adalah satu-satunya gadis yang aku inginkan.

“Aku minta maaf karena sudah menyakiti hati putrimu. Aku tahu aku tak pantas untuknya, tapi aku masih ingin berusaha untuk mendapatkannya lagi.” Ucapku padanya. “Aku mohon sekali saja biarkan aku mencoba, Ahjussi.” Pintaku lagi. Kutundukkan kepalaku sebagai rasa penyesalan dan rasa hormatku padanya. Ia menatapku lalu menepuk bahuku dengan pelan.

“Apapun yang kau lakukan aku tak peduli, aku tak akan mengizinkan kau untuk menyakitinya lagi. Ini permintaanku padamu. Jangan pernah menemui Hyu Won lagi.” Ucapnya lalu berjalan meninggalkanku yang kini berdiri sendirian di koridor Rumah Sakit. Hatiku terasa begitu hampa, tubuhku rasanya seperti lemah dan tak memiliki tenaga.

Flashback end

Jantungku berdebar dengan kencang saat melihat sebuah mobil hitam keluar dari gerbang rumah, sedetik kemudian Hyu Won keluar dari mobil. Dengan cepat aku keluar dari dalam mobil dan berlari menuju ke arahnya. Ia tampak seperti sedang menutup gerbang rumahnya.

“Hyu Won!” panggilku dengan terengah-engah. Ia menolehkan kepalanya dan menatapku dengan terkejut. Matanya membulat lebar, ia segera memalingkan wajah lalu kembali menutup gerbang. Kulangkahkan kakiku mendekatinya. Senyumku tersungging saat melihatnya, aku sangat merindukan gadis ini.

“Hyu Won-ah ada yang harus kubicarakan.” Ucapku padanya.

“Aku harus pergi Kyu,” ucapnya tergesa-gesa lalu berjalan menuju mobilnya. Caranya memanggilku masih sama seperti dulu, itu membuat hatiku sedikit tenang meskipun wajahnya jelas tak ingin melihatku.

“Aku mohon. Aku kesulitan menemuimu, aku tidak bisa masuk ke dalam perusahaan untuk menemuimu. Aku mohon kali ini saja dengarkan aku. Ada yang ingin aku sampaikan padamu.” Ucapku memohon padanya. Ia tampak menimbang-nimbang apa yang akan ia lakukan.

“Aku mohon.” Ucapku lagi. Aku tahu sekarang bagaimana rasanya memohon dengan sangat dalam. Seharusnya aku mendengar permohonannya dulu saat ia memintaku untuk tak pergi.

“Aku benar-benar tak bisa. Aku ada urusan penting.” Ucapnya akhirnya, rasa kecewa menghinggapiku. Ia membenciku hingga tak ingin mendengarkan ucapanku?

“Hyu Won, aku mohon kali ini saja. Kau harus mendengar semua hal yang ingin kusampaikan. Aku tidak bisa membiarkan kesempatan ini pergi begitu saja. Sangat sulit untuk bertemu denganmu.” Pintaku lagi. Ia menatapku dengan bingung. Kenapa bingung Hyu Won? Bukankah dulu kau akan selalu menjadikanku prioritasmu?

“Hyu Won?” panggilku lagi.

“YA! Kang Hyu Won palli! Kau bisa terlambat.” Sebuah suara berujar dengan kasar dari dalam mobil. Hyu Won menolehkan kepalanya ke arah mobil. Kuikuti arah pandang Hyu Won. Seorang gadis menatapku dengan tajam. Itu Eun Ji sahabat Hyu Won. Dia adalah gadis yang menunjukan kebenciannya padaku secara terang-terangan. Ia adalah sahabat dekat Hyu Won. Aku sadar aku pantas untuk mendapat tatapan kebencian seperti itu.

“Iya Eun Ji-ya…” balas Hyu Won. Ia segera berjalan meninggalkanku. Aku terkejut saat ia berjalan begitu saja meninggalkanku. Ini benar-benar menyakitkan.

“Tunggu Hyu Won.” Cegahku cepat.

“Kang Hyu Won palli-wa. Tinggalkan saja pria itu!” suara Eun Ji terdengar kasar sekali. Aku ingin marah pada gadis itu tapi aku tak punya banyak waktu untuk mengurusi gadis itu. Hyu Won membuka pintu mobil dan bersiap untuk masuk tapi aku dengan cepat menahannya. Kuraih pergelangan tangannya lalu menatapnya dengan memohon.

“Aku mohon dengarkan aku sekali ini saja. Kita bisa berbicara di manapun tempat yang aku inginkan. Hanya sebentar.” Ucapku dengan harap.

“Aku tidak bisa, benar-benar tidak bisa.”

“Aku merindukanmu.” Ucapku dengan memelas, setidaknya ia harus tahu aku sangat merindukannya. Aku sangat lelah harus selalu menahan perasaan rinduku padanya. Ia terdiam cukup lama dan menatapku dengan dahi berkerut.

“Jangan Kyu, jangan memulainya. Kita sudah berkahir.” Ucapnya kemudian. Rasa sakit menghantamku, apakah wajahku tak menunjukan kesedihan mendalam?

“Aku tak peduli kita sudah berakhir atau belum. Bisakah kita berbicara sebentar?” pintaku padanya.
Ia menatap jam tangannya. “Tidak bisa hari ini.” Ucapnya. “Aku sudah terlambat.” Sambungnya lalu bersiap akan pergi seolah ia muak melihatku. Aku tak tahu ia sedang tergesa-gesa atau tak ingin melihatku.

“Tunggu!” cegahku gusar. “Setidaknya kalau tidak hari ini, temui aku besok di rumah pohon kita. Kau masih ingat?” tanyaku padanya. Ia menatapku dengan pandangan bimbang seolah ia sedang memikirkan banyak hal. Ia terus diam tak menjawab pertanyaanku.

“Kau tak mungkin melupakannya Hyu Won, aku tahu itu. Temui aku besok, aku mohon. Ada banyak hal yang ingin kubicarakan, aku tak bisa menemuimu. Ayahmu benar-benar menyuruh orang-orangnya untuk melarangku menemuimu. Aku mohon…” pintaku meminta belas kasihannya.

“Aku tidak bisa Kyu,”

Mataku menatapnya dengan nanar, rasanya sakit sekali melihatnya menolakku. “Jangan membalasku dengan semua yang sudah kulakukan padamu. Setidaknya biarkan aku memberikan semua penjelasan. Aku ingin bicara denganmu.” Ucapku dengan mata yang menatap kedua matanya dengan dalam. Ia hanya diam dan balas menatapku seolah ia sedang menimbang-nimbang ucapanku.

“Kau akan datang Hyu Won.” Ucapku tak memperdulikan penolakannya. Kusunggingkan senyumku yang terasa begitu perih.

“Aku harus pergi Kyu,” ucapnya lalu melepas tanganku. Kutelan ludahku dengan susah payah. Aku harus tegar dan bersabar untuk penolakannya. Aku tahu aku pantas untuk diperlakukan seperti ini.

“Aku menunggumu di rumah pohon kita. Aku menunggumu Hyu Won-ah. Aku mencintaimu!” Ucapku padanya. Aku tahu ia mendengarkanku, ia pasti akan datang padaku. Ia segera menutup pintu mobil. Sedetik setelah menutup pintu mobil, mobil berlalu begitu saja dari hadapanku. Kutatap mobil hitam itu dengan nanar.

“Sesakit inikah sebuah penolakan?”

****

The Next Day…

Aku berdiri dan menatap dekorasi ruangan yang sudah kuselesaikan sejak kemarin. Rumah pohon ini begitu usang dan banyak debu di mana-mana saat aku mendatanginya kemarin. Rumah pohon ini sudah bertahun-tahun tak diurus, kupikir mungkin Hyu Won akan mengurus rumah ini tapi ternyata tidak. Aku juga tidak banyak berharap ia akan membersihkan rumah pohon ini. Kami sudah jarang mendatangi rumah ini sejak kami lulus kuliah. Rumah pohon ini menjadi basecamp kami bila kami sedang malas pulang ke rumah. Hanya kami berdua yang memiliki kunci rumah pohon ini. Aku ingat kami memliki banyak kenangan sejak kami kecil di rumah pohon ini.

Kutatap kue tart yang Ahra Noona buatkan tadi malam untukku. Hari ini adalah hari ulang tahun Hyu Won. Aku sudah mengatur semuanya. Aku akan mengatakan semua yang terjadi di London dan alasan aku meninggalkannya dengan sejujur-jujurnya. Setelah itu kami bisa merayakan ulang tahunnya. Ia selalu suka merayakan hari ulang tahun di sini. Saat Jung An lebih memilih menghabiskan waktu berdua di Myeongdong, Hyu Won lebih memilih merayakan di sini. Rumah ini dibuatkan oleh ayahku saat kami masih kecil. Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kami berdua dulu –saat Hyu Won masih tinggal di perumahan yang sama denganku. Rumah pohon ini ada di belakang perumahan yang jarang dikunjungi orang-orang bahkan hampir tidak pernah dikunjungi.

Kutatap jam tanganku, sudah hampir tengah hari dan Hyu Won masih belum datang. Aku sudah di sini sejak pagi buta. Aku menunggunya datang dengan melakukan persiapan untuk merayakan ulang tahunnya. Aku ingin memberikannya kenangan indah, setidaknya sekali saja aku melakukan sesuatu yang manis untuknya. Ini hari minggu jadi ia tak mungkin bekerja. Ia mungkin bangun siang jadi ia belum juga datang. Sejujurnya aku khawatir bila ia memutuskan untuk tidak datang hari ini.

Kubuka jaket musim panasku lalu menuruni tangga dan keluar dari rumah pohon ini. Mungkin sedikit bermain di halaman bawah akan mengusir kegelisahanku. Setelah kakiku menginjak tanah, kurenggangkan tubuhku lalu mulai berjalan mengitari halaman bawah rumah pohon ini. Dulu di sini ada lapangan luas tempat aku dan Hyu Won bermain sepeda, sekarang tampak tertutup oleh rumput setinggi betis. Dengan langkah santai aku berjalan menuju balik pohon. Kami biasanya melihat matahari tenggelam dari rumah pohon kami. Tempat ini memang sangat strategis untuk menghabiskan sore hari, itulah mengapa kami lebih senang tinggal di sini dulu.

Flashback

“Lihat langit jingga itu, aku tidak tahu mengapa ayahmu pandai memilih lokasi untuk tempat bermain kita dulu. Aku suka melihat matahari tenggelam.” Ucap Hyu Won sambil menunjuk ujung langit.

“Aku juga. Rasanya hangat, bukan?” balasku pada Hyu Won. Kutatap tugas kuliahku lalu mulai kembali bergelut dengan laptop dan buku-buku tebal kedokteranku.

“Jangan mengerjakan tugas dulu. Lihat matahari tenggelam baru kau lanjutkan kembali.”

“Aku masih bisa melihatnya besok.” Balasku.

“Tch~ besok aku tak akan ke mari, kau tak akan melihatnya denganku.” Balasnya santai.

“Kau mau ke mana?”

“Aku ada kulaih sampai malam.”

Flashback end

Bibirku tersungging mengingat kenangan kami. Kutatap rumah pohon kami. Akankah kami menjadi seperti dulu lagi? Aku benar-benar menginginkannya. Mendengar suaranya kemarin membuatku merasa begitu senang. Setelah dua tahun pergi dan tak bertemu sama sekali dengannya aku benar-benar merasa hidup kembali saat melihatnya. Dahiku tiba-tiba berkerut saat mengingat ia sudah bertunangan. Tiba-tiba rasa sesak membuat dadaku sakit. Kalau ia sudah bertunangan, mungkinkah aku tak punya tempat lagi di hatinya? Tidak… tidak sampai ia datang padaku nanti.

Kubalikan tubuhku dan berusaha membuang semua ketakutanku, kutatap ponselku dan melihat wajah Hyu Won pada layar ponselku. Dia selalu manis dan cantik. Dia sosok gadis yang selalu menjadi sahabat dan orang yang kucintai. Tapi melihat sikapnya padaku sejak pertemuan pertama kami di Rumah Sakit, rasa takut selalu menghantuiku. Ia bersikap seolah ia tak ingin melihatku. Rasa bencinya padaku mungkin sudah mencapai skala sepuluh. Lebih baik ia mencaci-maki diriku daripada ia tak peduli padaku sama sekali.

Kutatap pohon besar yang melintang tepat di samping tangga rumah pohon kami. Kududuki pohon besar itu, kumainkan ponselku dengan memutar-mutarnya. Kutatap jam tanganku, hari sudah hampir sore. Jarum jam menunjukan pukul lima. Aku tak tahu apa saja yang sudah kulakukan sejak pagi di sini. Aku hanya diam lalu melamunkan kenangan kami. Benar-benar tidak melakukan apapun. Aku tak sadar kegiatanku sejak tadi sudah menghabiskan waktu hingga sore hari. Menunggunya membuatku tak sadar dengan waktu. Kau di mana sebenarnya Hyu Won-ah? Nomor ponselmu bahkan sudah tidak bisa dihubungi, bagaimana aku bisa memastikan dirimu?

Rasa gugup, khawatir, dan gelisah mulai datang. Kutundukan kepalaku lalu mulai memohon pada Tuhan. Aku mau dia datang. Berikan satu kesempatan lagi, aku ingin ia datang padaku. Aku ingin kembali padanya. Mengapa ia belum datang juga? Apakah ia benar-benar mengabaikan permohonanku? Satu-satunya alasan ia tak akan datang mungkin ia sudah tak mengingkankaku. Tidak… tidak. Itu tidak bisa terjadi. Fakta bahwa ia tak menginginkanku lagi sungguh menyakitkan.

Aku mohon sekali saja ia mau datang dan mendengarkan semua yang ingin aku katakan. Aku ingin ia tahu aku benar-benar menyesal telah meninggalkannya. Aku ingin ia tahu aku benar-benar meminta maaf padanya. Yang paling penting adalah aku ingin ia tahu aku sangat mencintainya.

Aku tak bisa membayangkan hidupku tanpa dirinya di dalamnya. Aku tak bisa membayangkan ia lebih memilih pria lain daripada aku. Aku adalah pria yang selalu ia inginkan dalam hidupnya. Aku tahu itu. Jadi ia sudah pasti datang. Kapanpun, jam berapapun, malam ataupun sore, aku akan menunggunya. Menunggunya. Aku menunggumu Hyu Won-ah. Jadi aku mohon untuk datang padaku untuk terakhir kalinya.

Kupejamkan mataku mencoba menenangkan diriku dan menghilangkan rasa sesak di dalam dadaku. Aku ingin dia, aku ingin dia. Sangat menginginkan dirinya.

“Kyu Hyun.” Sebuah suara wanita terdengar begitu keras.

Hyu Won?

Senyumku tersungging, segera kuangkat kepalaku dan menatap siapa yang memanggilku. Dengan cepat senyuman di wajahku berubah saat melihat bukan Hyu Won yang memanggilku.

“Noona?” panggilku bingung. Ia menatapku dengan dalam, bisa kulihat tatapan iba di sana. Kenapa?

“Kyu Hyun-ah,” ucap Noona lagi. Wajahnya menunjukan raut bingung dan gugup, aku juga bisa merasakan kesedihan di sana.

Mungkin ia kasihan padaku karena masih menunggu di sini.

“Noona, mengapa kau di sini?” tanyaku lalu berjalan menghampirinya. Ia berjalan semakin pelan ke arahku seolah ia tak ingin datang padaku.

“Mengapa kau masih di sini?” tanyanya padaku. Suaranya terdengar seolah ia menyuruhku untuk pulang.

Aku tersenyum kikuk padanya. “Menunggu Hyu Won, memangnya apa lagi?” balasku. Bukankah ia tahu semua rencanaku hari ini?
Ia terdiam cukup lama, kulihat wajahnya berubah merah. Matanya tampak berkaca-kaca. “Ayo pulang.” Ucapnya singkat.

Kumiringkan kepalaku lalu menatapnya dengan bingung. “Kenapa? Aku tak akan pergi sampai Hyu Won datang.”

“Ayo kita pulang, Kyu Hyun-ah.” Ucap Noona lagi, kali ini suaranya terdengar bergetar, tatapannya juga berubah iba padaku.

Tiba-tiba perasaan gelap seolah menutupi hatiku. Rasanya seperti Noona akan mengatakan sesuatu yang tidak baik.

“Katakan padaku apa yang terjadi hingga kau datang ke mari, Noona-ya?” tanyaku mulai tak tenang. Wajahnya benar-benar menujukan segalanya.

Ia menggelengkan kepalanya lalu memegang tanganku dengan hangat meskipun yang kurasakan adalah perasaan dingin.

“Hyu Won tidak akan ke mari Kyu Hyun-ah. Tidak akan.” Ucapnya lagi.

Kutatap ia dengan bingung. “Apa maksud Noona?”

“Dia tidak akan ke mari sampai kapanpun jadi jangan habiskan waktumu untuk menunggunya Kyu, Hyu Won tidak akan ke mari!” ucap Noona padaku. Ia bahkan setengah berteriak.

Kubalikan tubuhku dan berjalan meninggalkan Noona yang berdiri di belakangku. Demi Tuhan aku tak ingin mendengar ucapannya.

Mengapa perasaanku berubah menjadi sangat takut?

“Pergilah Noona, aku akan tetap di sini. Aku akan menunggu Hyu Won. Ia pasti datang padaku.” Ucapku berusaha menyangkal apa yang Noona katakan.

“Tidak Kyu.” Kali ini aku mendengar isakan kecil dari belakang. Mengapa rasanya sesak sekali? Rasanya seperti akan terjadi badai hebat.

“Ayo pulang.”

“Berhentilah memintaku pulang! Aku tak ingin pergi dari sini.” Kubentak Ahra Noona yang kini semakin terisak perih. Tolong jangan membuatku takut. Maafkan aku Noona, aku tak ingin mmebenatkmu sebenarnya.

“Hyu Won tidak akan datang Kyu, hari ini adalah hari pernikahannya. Ia sudah menikah tadi pagi.” Ucap Noona padaku.

DEG!

Tubuhku mematung seketika, rasanya seperti aku baru saja disambar petir hingga membuatku tak merasakan apapun lagi. Perasaanku menjadi kebas. Jantungku berdebar kencang. Pandanganku kosong ke depan.

“Tidak mungkin.”

Kugelengkan kepalaku dan membalikan tubuhku pada Ahra Noona. Ia menutup mulutnya menahan isakannya saat menatapku.

Mataku membulat menatapnya tak percaya.

“Katakan apa yang baru saja kau ucapankan itu kebohongan.” Ucapku padanya.

“Aku tidak berbohong.”

“Kau berbohong. Ia tidak menikah.” Balasku dengan tajam.

“Aku melihat undangan pernikahan Hyu Won di meja kerja Appa tadi. Dia sudah menikah tadi pagi, Kyu.” Ucap Ahra Noona dengan susah payah seolah ia tahu apa yang aku rasakan.

“TIDAK! TIDAK MUNGKIN.” Teriakku keras. Tubuhku bergetar mendengar ucapannya, tubuhku rasanya seperti terbang tanpa raga. Tak merasakan apapun.

Kubalikan tubuhku dan berjalan menjauhi Noona. Ia tampak berlari dan mengejarku.

“Kyu, ayo kita pulang.” Isaknya lagi.

“Dia tak mungkin menikah dengan pria lain. Dia mencintaiku! Dia hanya mencintaiku!” teriakku marah.

“Kau meninggalkannya sangat lama. Bagaimana bisa kau tak khawatir ia bisa menemukan pria lain selain dirimu?” Ahra Noona balas membentakku. Kuhentikan langkahku dan mulai berdiri menatap ujung langit. Warna jingga di sana membuat hatiku tak hangat seperti biasanya. Aku justru merasa begitu dingin seolah tak memakai pakaian apapun.

Ucapan Ahra Noona membuatku tertohok. Aku bisa berbuat semena-mena padanya lalu mengapa ia tak boleh berbuat hal yang sama padaku?

“Aku meninggalkannya.” Bisikku lemah. Tanganku bergerak meremas dadaku seolah mencoba meringankan rasa sesak di hatiku.

Kurasakan tangan Ahra Noona di pundakku. “Ayo pulang Kyu. Dia bukan lagi milikmu. Ayo pulang.” Ucapnya lagi.

Tubuhku rasanya runtuh seketika saat mendengar ucapan Noona. Kakiku rasanya lemas sekali. Tubuhku jatuh berlutut di atas rumput hijau. Air mata tak bisa kutahan lagi. Gadis yang kucintai, gadis yang benar-benar kuingankan dalam hidup kini pergi meninggalkanku. Dia sudah menikah. Benarkah ini terjadi padaku? Benarkah dia bukan milikku lagi.

“Kang Hyu Won…” tangisku meledak. Pertama kali dalam hidup aku merasa apa yang sudah kulakukan sangat sia-sia. Bagaimana bisa aku mengabaikan ia yang selalu ada di sampingku? Sekarang apa yang bisa kulakukan lagi?

“Aku tahu perasaanmu Kyu.” Ucap Ahra Noona, ia mencoba menjaga emosinya.

“Rasanya sakit sekali di sini.” Ucapku pelan sambil menunjuk hatiku.

“Arraseo…” bisik Noona. Ia bahkan tak sanggup berkata-kata lagi.

“Sakit sekali Noona. Tolong aku… tolong aku.” Ucapku dengan isakan pedih. Kupegang dadaku menahan rasa sesak yang kini berubah sakit. Ahra Noona terisak pedih di belakangku. Ia lalu berjalan dan memelukku dari depan.

Ia menepuk punggungku pelan seolah menguatkan diriku. “Relankan dia Kyu, dia pantas untuk berbahagia juga.” Ucap Ahra Noona lalu mengusap punggungku.

“Aku sangat mencintainya.” Ucapku di dalam pelukan Ahra Noona. Saat ini ia adalah satu-satunya tumpuanku, tubuhku rasanya lemah sekali hingga tak bisa berdiri lagi. “Lalu kalau ia bahagia, bagaimana dengan diriku? Dia belum mendengar semua penjelasanku. Ia belum mendengar betapa aku sangat menyesal telah memperlakukannya seperti itu.”

“Aku tahu, aku tahu…” balas Ahra Noona.

“Seharusnya aku mendengar permohonannya dulu.” Ucapku bergetar. “Ia membalasku Noona, ia membalasku.” Bisikku pilu.

Ahra Noona ikut terisak bersamaku.

“Aku sudah mengatakan padanya bahwa aku akan menikahinya. Mengapa ia tak mendengarkanku?” ucapku pada diriku sendiri.

Ahra Noona hanya mengusap punggungku berusaha menenangkanku.

“Ia bahkan sudah memperingatiku untuk tidak pergi, ia bilang ia tak akan menungguku bila aku pergi. Seharusnya… seharusnya aku mendengarkannya. Seharusnya aku tidak bodoh.” Ucapku dengan suara parau. Aku merasa kalap sekarang.

Rasanya tubuhku seperti tak bertenaga. Wajahku basah dengan air mataku. Pria juga bisa menangisi cinta, bukan?

“Sudahlah Kyu, semua sudah terjadi. Aku tahu mudah berbicara seperti ini tapi kau harus bisa merelakannya. Mungkin kau bukan pria yang ia inginkan.” Ucap Ahra Noona.

“Aku mengingkannya, Noona.” Ucapku serak. “Aku hanya ingin dirinya.” Ucapku seolah memohon pada Ahra Noona. Seolah bila aku merengek padanya, ia akan memberikan Hyu Won padaku. Faktanya Hyu Won tak akan menjadi milikku meskipun aku memohon beribu kali.

Tuhan… aku mohon. Ini sakit sekali. Dia pergi dariku. Ini salahku. Ini salahku.

“Aku menyesal… aku menyesal, Noona.” Ucapku dengan perih. Air mataku benar-benar tak bisa berhenti. Ini lebih menyakitkan dari apapun. Apakah ia juga menangis sama sepertiku saat aku meninggalkannya untuk Jung An? Apakah rasanya seperti ini, Hyu Won-ah?

“Aku menyesal… ia tak mau mendengarkanku lagi. Ia tak mau mendengar permohonanku lagi.”

“Aku menyesal, Noona.” Bisikku tersedu-sedu. Sampai mulutku berbusa sekalipun, penyesalanku tak akan pernah berbuah apapun.

Semua telah terjadi. Dia sudah menikah.

“Aku tahu Kyu… aku tahu.” Balas Noona.

Kutatap jingga di ujung langit. Matahari hanya tinggal setengahnya di ujung sana.

“Hyu Won…” bisikku perih.

Dulu kami melihat langit jingga dengan senyum merekah. Sekarang tak ada lagi kami, hanya aku. Bahkan sebelum matahari tenggelam, aku tahu dia bukan lagi milikku. Mengapa saat-saat bahagia melihat matahari tenggelam harus tergantikan dengan semua ini. Tidak… matahari bahkan belum tenggelam. Matahari tenggelam bukan lagi milik kami. Hyu Won sudah menjadi milik pria lain. Apa yang bisa kulakukan sekarang? Memintanya kembali padaku? Seharusnya aku bisa memilihnya saat ia memintaku memilih dirinya. Seharusnya aku mendengar semua permohonanannya. Seharusnya… seharusnya aku tak sebodoh itu. Aku menyesal Hyu Won-ah. Aku menyesal sekali.

Kutatap matahari yang perlahan mulai menghilang di ufuk barat, aku tak pernah menyangka bahwa akhirnya aku melihat matahari tenggelam tanpa dirinya. Aku tak pernah menyangka bahwa akhirnya ia pergi meninggalkanku. Aku tak pernah menyangka juga bahwa akhirnya ini semua terjadi padaku. Aku tahu bahwa apa yang dinamakan kesepian adalah seperti saat ini, saat di mana langit mulai gelap… dan aku hanya diam di sini berharap hari kembali terang seperti sebelum matahari tenggelam. Seperti sebelumnya saat ia masih menjadi milikku.

“Ayo pulang.” Ucap Noona. Kuanggukan kepalaku dengan lemah. Aku tak bisa tinggal di sini sementara matahari sudah tenggelam dan Hyu Won tak ada lagi di sini… di sisiku. Aku sungguh membutuhkanmu di dalam hidupku. Aku tak tahu akan seperti apa hidupku tanpa kau di dalamnya, Hyu Won-ah.

TBC~

Gimanaaaa? Pasaran? Sinetron? Drama banget? Kurang feel? Maafkan, sebatas ini kemampuan aku. Komentarnya coba, pingin tahu apa komentar kalian. Gimana Feelnya? Maksa gak ceritanya atau kurang apa gitu? Kalo ada kesalahan penulisan kasih tau. Aku cuma nulis apa yang ada di otak sinteron aku wkwk. Semoga yang benci Kyu bisa balik cinta lagi. Haha.

Makasih buat yang udah main ke twitter, ke blog, baca FF di sini, follow blog, komen di FF, siders juga. Pokoknya makasih buat semuanya! I love you all ♥

Advertisements

322 thoughts on “FF: Trilogy In Time (Before Sunset)

  1. Di part ini bener2 ‘speechless’ sama jalan ceritanya. Pertama, ternyata Kyuhyun d London 2 tahun lamanya -_- Kedua, HyuWon udh pny tunangan. Ketiga, tiba2 HyuWon nikah. Ya ampun feel nya dpt bgt sampe aku jg bisa ngerasain gmn sakitnya hati Kyu pas tau HyuWon nikah #pelukKYU
    Masih penasaran bgt sm ending nya. Ada dua kemungkinan; kalo sad ending ya berarti HyuWon gak bakal balik ke Kyu, tp kalo happy ending gmn cara mereka balik lagi? Sementara HyuWon udh nikah u.u Aahhh penasaran! T__T
    Semangat author lanjut ff nya! I’ll wait^^

    • Bener-bener speechless baca komenannya haha. Panjang benerr, Mereka sama-sama sakit hati intinya. Wahh udah kayak detektif aja nerka-nerka endingnya wkwk, kita liat di chap ending gimana nanti. Makasih udah bacaaa 🙂

  2. huah,,
    puas bgt w hyu ma donghae,
    rasain lu kyu, lu pkir lu sypa?
    Minta d tnggu, 2 taun lu blik aje krna lu sadar kan? Cba klo kgak sdar2? Gmana nasib hyu klo dy ttp nunggu lu?
    Hadeh,
    w ksian liat bpak ny hyu, bner2 cinta dy ma hyu,,
    untung skrg hyu udah nikah,, ma ikan, yeay…

    • Kyu pikir dia makhluk paling ganteng wkwk, kalo dia gak balik Hyu bakal tetep ninggalin, kan di after midnight dia udah lepasin Kyu. Iya bapaknya sayang banget Hyu Won eon. Makasih udah baca eon 🙂

  3. part ini semua dari sudut pandang kyuhyun ya.
    saat baca ini aku sambil mikir klo jadi hyuwon mungkin akan melakukan hal.yang sama.
    untuk apa selalu menunggu seseorang klo orang itu lebih mementingkan orang lain dan dirinya sendiri.
    tapi tetep aja jodoh ditangan Tuhan. hyuwon uda nikah sama donghae, tp klo takdirnya sama kyuhyun mau bilang apa. iya kn? 🙂

    • Iya, part kemarin full Hyu Won sekarang Kyu. Hyu Won juga udah milih tegas buat hati dia, dia ninggalin Kyu. Takdir gak ada yang tahu, kalo jadohnya kyu pasti ada jalan wkwk. Makasihh udah bacaa 😀

  4. sumpahh!! ini sedih bgt hikssss. akhirnya kyu rasain gimana sakit nya hyuwon :” tapi sumpah sedih banget aku ampe nangis bacanya, ini keren bgt thor dari segi tulisan bnr2 ngehayutin emng rada sinetron tapi ini lebih keren dari sinetron di tipi! semangat y thor untuk lanjutanny 😉

  5. Hoaaa.. Chapt 1 dibikin nangis sama hyu won, Chapt 2 nya dibikin nangis sama kyuhyun. Semoga Chapt 3 nya gk dibikin nangis sama dua-duanya ya kak/?? Hehe..
    Feelnya dapet banget.. Thanks ya kak udh dipost. Ditunggu chapt selanjutnya!!! /jangan lama-lama ya kak.. Wkwk/

  6. nahh lohh! kemarin pas baca part 1 nya aku udh setuju bnggt Hyuwon ga usah balik sm Kyuhyun. tapi sekarang aku malah ga rela ya?? Kyu menderita bnggt dan feel nya dpt itu Kyu nelangsa sekali. mungkin krn sudut pandangnya dr Kyu semua.
    aku kira ini part ending tp trnyta msh TBC, bneran loh chingu aku sakit hati rasanya Kyu ga sama Hyuwon. 😦 i!!
    pas baca tadi berharap sekali, wktu Kyu nangisin dia, Hyuwon datengin Kyu smbil msh pke gaun pengantin. lari dari pernikahannya gituu…wkwkwkwk
    next part nya ditunggu bngtt, brharap happy ending 🙂

    • Wahhh labill wkwk, emang dibikin nelangsa kyu-nya. Maapin kalo sakit hati tapi emang gini maunya aku hehehe. Hyu Won gak dibikin balikan dulu sama kyu biar kyu tahu kesalahan dia. Kita liat di chap berikutnya happy atau sad. Makasihh udah bacaa 😀

  7. Kalau kemaran banyak hyuwonnya sekarang banyak kyuhyunnya. Biar adil besok isinya mereka berdua lah ya.. 😀
    Yang penting dipart ini hyuwon bahagia, 😀 sama donghae pula.
    Apa yang akan terjadi dipart akhir? Penasaran…

  8. sedih banget oenie lily sampek menangis baca nya oenie.
    kasihan kyuhyun di tinggal ngikah sama hyu won,knp penyesalan slalu datang belakangan.
    oenie lily berharap ini cuma mimpi buruk kyuhyun.
    next part nya jangan lama ya oenie soal lily penasaran sm and nya oenie apakah kyuhyun balikan sm hyu won atau ngak.
    oenieee semangaaat….

  9. dari part pertama udh bikin nangis….ini juga makin deres nangis nya…sedih bgt….
    penasaran sama endingnya…please bgt diperpcepat post endingnya….

  10. Huaaaaa akhirnya lanjutannya muncul jg (≧▽≦)/~┴┴
    Rasakan Kyu,nyesal kan akhirnya ╰( ̄▽ ̄)╭
    Aq dukung hyu won sama hae aja,biar kyu menderita hoho ╮(╯◇╰)╭
    Ffnya daebak deh,ditunggu lanjutannya…
    Semoga hyu won selalu bahagia hehe…

      • Masih ingat kelakuan kyu di part 1
        Masih ngambek sama kyu hehe :p
        Iyaaa…ngecek ni wp tiap hari demi nunggu lanjutan ni FF XD

  11. akhirnya kyu sakit hati juga hahahaha gue seneng thor di part 2 ini kyu di buat nangis darah gegara nyesel. but penasaran aja sama ending -_- mungkinkah donghae mati trus hyuwon balik ke kyu ato kyu yang bakal jadi perjaka -eh disini kyu masih perjaka ga sih- sampai tua

    • Puas banget sihhh, kita liat di chap selanjutnya. Dia udah gak perjaka ._. soalnya udah tidur sama Jung An. Di awal gak terlalu aku jelasin tapi kurang lebih gitu.
      Makasihh udah bacaa 🙂

  12. Walaupun di part ini kyu mnderita bget,tpi mgkn ini lbh baik,stimpal sma pa yg udah di lakukan ke hyuwon,mlah aku brharap sad ending,krna hyuwon jga udh nikah,aku lebih berasa sedih pas bgian hyuwon memohon dri pda permohonanx kyu,krna di sni semua kslahan ad pda kyu,,,jd jka skarang hyuwon mlih orang lain aku rza itu blsan yg stimpal buat kyu.

    • Kyu emang salah, dia juga udah nyesel sayang terlambat aja. Kelamaan di London, dia ditinggalin biar belajar dari kesalahan. Kita liat di chap selanjutnya mereka gimana. Makasihh udah bacaa 🙂

  13. ngga tau harus bilang apa.. jantung masih deg-degan ini wkwkwk. Aku kira ini bakalan jadi endingnya, kenapa malah ada tulisan ‘TBC’ ?

  14. Hhwwwee.. Feelnya dpet banged…. T_T ….. Ssuummvveeehh sya ikutan nyesek jga.. Hhhwwweee… V sya msih berharap Kyu ma Hyuwon bsa blikan lagggiii…

  15. andwe!!!!!pa hyu won bnrn menikah dgn donghae???padahal q berharap ma kyuhyun setidaknya beri kesempatan kedua untuknya kasihan dia…..nexy part!!!!

  16. Rasain lu kyu! Rasain! Nyesel kan udah ninggalin Hyu Won dulu?! ngh~
    Jujur ya unnie… aku bahagia banget liat kyu dibuat menderita disini, tapi aneh nya aku malah ngeluarin air mata baca nya -_- penggambaran tentang gimana menyesalnya dan menderita nya Kyu di setiap kata kata d tulisan ini yg bikin aku ngeluarin air mata….. TT *ada sedikit gedek juga sih sama kyu, Knp baru sadar skrng* >.<
    Tapi mau semenderita apapun kyu disini aku tetep mendukung Hyu Won… jjang!
    Buat unnie, Terimakasih udah di post lanjutan nya 🙂 dan terimakasih juga udah buat kyuhyun menderita disini hahaha 😀 *tebar bunga*
    Semoga chap selanjut nya gak lebih nyesek daripada ini…. 😀

    • Ihh puas banget sihh liat Kyu menderita tapi gpp yang penting ngeluarin air mata pas dia nelangsa wkwk. Kyu-nya ketahan sama Jung An, dianya juga gak tegas, jadi baru nyadar sekarang. Pada ngedukung Hyu Won, gak ada yang doain Kyu ihh haha. Kayaknya part selanjutnya harus dibikin netral lagi perasaan orang-orang hoho. Sama-sama, makasih juga udah baca cerita ini 🙂

  17. Huhuhu’ aq tdur malem lg pdahal mata q udah kyak mta panda,
    gara2 mampir k sini truz gk tahan buat gk nunda bca ff ini sampe bzok,
    tp emang gk pernah kcewa kalo baca ff mu eon, selalu bkin hati q kyak d ulek2 bingung mihak siapa semua y pda kasihan sih,
    keep writing eon, aku reader yg akan selalu setia nunggu ff mu gk peduli mau ampe taun depan juga asal tuntaz dan gk bkin penasaran lg, 😀

    • Gak bagus tuhh tidur malam apalagi baca FF! Bisa besok bacanya, pernah juga ngerasain kayak gitu dan sakit kepala banget pas bangun wkwk, Syukur kalo gak kecewa, senenggg. Dua-duanya punya penderitaan sendiri jadi bingung ya mihak siapa. Makasih udah setia nunggu *apadeh* makasih juga udah baca ff ini, apalagi sampe malem :’)

  18. Satu lagi, eonie daripada kyu hidup menderita d tinggal hyu won mending kyu y d suruh mati aja (;-> haha kejam Ye) tp kan sekali-kali 😀 jadi istilah y kyu itu ‘daripada hidup tanpa-mu mending mati aja’

  19. Sumpah nyesek banget,akhirnya kyuhyun mersakn bgimna prsaan hyu won..
    Awalnya seneng sih hyu won dan dong hae tp ksian jg sma kyuhyun..berhrap semoga pernikahan hyu won batal dan dtengin kyu dirumah pohon smbil pke bju pengntin..semoga next chap happy ending
    Sangat ditunggu eonnie next chap nya,semoga bs cpt yahhh

    • Tarik nafas dalam kalo nyesekkkk, udah dua orang yang ngebayangin Hyu Won lari pake baju pengantin tapi Hyu Won emang lebih milih nikah sama Donghae. Kita liat di part selanjutnya gimana nasib cinta mereka, makasihh udah bacaaa 🙂

  20. Sangat
    Sangat
    sangat
    sangat berharap hyu won kembli pd kyuhyun,gak rela rsanya hyu won dan donghae menikah..
    Dan kyuhyun jg sdh sngat menyesal ninggalin hyu won,jd biarlh kyuhyun dan hyu won bersatu dinext chap..
    next chap semoga happy ending
    dan semoga bs cpt yah eonnie

  21. gue yakin pasti hyu won nya batal nikah/? eh gatau deng sotoy bgt ya gue wkwkwk pokonya ini sedih deh gue hampir nangis wkwk ceritanyabgus ko, bercermin dari apa yang udah kyuhyun lakuin ke hyu won, kyuhyun emang pantes dapet balesannya. hyu won juga manusia yang punya batas kesabaran, dan gue rasa kesabarannya udah abis nanggepin kyu wkwk disini kyu nya poor bgt ya, how pity you are dude lol tp kasian juga gue kalo dia sampe gajadi sama hyuwon doh. tp semua tergantung authornya ya mau sad atau happy itu kehendak author kkk tp gue harap kalaupun kyu ga sama hyu won, dia bisa nemuin kebahagiaanya sendiri sama seperti hyuwon nemuin takdirnya~ ditunggu part selanjutnya yaaa

    • Hehehe kita tunggu di part selanjutnya! Syukur kalo ceritanya bagus, semua manusia punya batas kesabaran. Kyu dibuat menderita biar dia belajar drai kesalahannn. Emang poor banget u,u! Kita liat aja semoga di part selanjutnya happy happy wkwk, makasih udah bacaaa 😀

  22. Tidak kyuu!tidaak, masih ada diriku yang selalu bersamamuuuu╥_╥ *abaikan* eonniiiii, ffmu bagus sekaleee<3 nyesek banget setiap baca katakatanya..hiks.. Tetap semangat eonni! Btw,berharap banget meraka balik,dan…jangan lama-lama ya lanjutinnya eonni.__. Hehee♡

  23. kakaaaakk kereen banget sumpah,kakak selalu aja kyk gini,bikin aku nangis mulu baca ff kakak,barbie jadi sediihhh ngeliat kyuhyun
    kyuhyunnya buat barbie aja yaa kak
    oiya aku suka sama tampilan blog kakak yg sekarang
    fightinh ya kak lanjutin ffnya jangan ngilang2 wkwk
    love you kaaak

    • Asliinyaa keren? Syukur deh kalo keren hhee. Aku emang kayak gini, mau gimana lagi *apadehh* Kyu gak bisa buat Barbie, Barbia sama Ken ajaa! Tampilan yang manaa? Yg ijo? Tadi sih ganti tapi gak jadi hhee. Aku gak ngilang cuma lagi semedi hhee, makasih udah baca ff aku :’)

  24. anyeong… Aq reader baru dsni. Salam kenal ya…

    Keren ffnya. Feelnya dapet bangettt, jd ikut nangis.
    Tp gw lebih rela hyu won sma hae aja. Bca yg trilogi pertama bikin kesel aja.. Nggak rela kalo hyu won balik ama kyu gt aja.

    • Annyeong! Selamat datang di blog, salam kenal juga! Syukur kalo feel-nya dapet, Kita liat di part selnajutnya gimana nasib cinta mereka, makasihh udah mampir+baca ff di sini 🙂

  25. Hwaaaaa….aku nangiiisss..tp entah knp aku puas banget…Cho Kyuhyun akhirnya dapet balasannya….tambah lg donk penderitaan kyu..hahaha..

    ahhhhhhh i love you Lee Donghae…hehe 😉

    • Hahaha targetnya mau bikin pada kasian sama Kyu trus gak benci lagi eh eh malah makin benci haha. Ihh eonnie tega banget minya dibuat menderita, cukup sudah wkwk. Pada setuju sama Donghae, aku ikut aja dehh. Makasih udah baca eon 🙂

  26. Hii min aq readers bru u,, slam knal..
    Aq sdih bgt past bca part 1 ksian ma hyuwon, tp pas bca part 2 ini og aq dkung kputusan hyuwon buat gk blik ma kyu agy ea cs wktu prtama bca scene kyu yg blang bhwa dia emang menikmati moment ma jung an trs bru akhir2 ini dy ingat ma hyuwon itu kyake kyu brengsek bgt !!!! Dy kn bilang cm bantuin jung an trs sruh hyuwon tnggu untung jha dy bneran gk tnggu, ia klo kyu msh ingat ma hyu won, nah klo gak kan ksian hyu won!!!! Dsar kyu napeun!!!!
    Next part palli eon, jgn lma2 publishe,,,:)
    Soal ending terserah admin’e jha mau sad ato happi,,

    • Hai, selamat datang di blog. Salam kenal juga! Sabar juga ada batasnya, hyu won harus tegas sama hati dia. Kyu juga udah nyesel, maunya yang baca pada gak benci kyu lagi eh eh malah makin menggila hahaha. Makasih udah baca, doain aja endingnya cepet hheee…

  27. Siiippppppp banget,,,
    ugh suka banget sama Kyuhyun yg kesiksa lahir batin..
    rasain loh!!!!!
    akhirnya kyu ngerasain juga diposoisi hyu won.. ngerasain sakitnya gimana g dianggep..

    udah biarin Hyu Won bahagia sama Donghae,,,
    mereka bahagia, punya anak yg lucu2,,,
    kalo bisa tambah lagi kesakitan dan penderitaan Kyu,,
    biar dia nyesel senyeselnya… *ketawa evil*

    • Arghh pada makin benci Kyu, maunya tuh di cerita ini tingkat kebencian reader menurun eh eh malah makin menggila! Pada kejam nih minta Kyu disiksa, cukup sudah dia menderita ditinggal nikah 2 kali haha. Makasih udah bacaaa 🙂

  28. yes ! Hyu won nya nikah sama donge..huhu
    Kesian sama kyunya eon,sedih tapi puas juga,
    Akhirnya si sakit hatinya hyuwon kebales juga.
    Jahat bener si lu kyu dulu !
    Sekarang gantian lu yang nyutttt…
    Hahaha seru eon, feelnya dapet banget..
    Biar tau rasa tuh si kyu nya, terus gimaana ya kyunya? Nerima gak ya kalo si hyuwon sama donge,
    Apa jangan2 mau jadi orang ke3 diantara mereka..?
    Next chap ditunggu eon^^

    • Targetnya sih buat kyu gak dibenci sama nyesel banget, targer juga buat reader puas hahaha. Syukur kalo feel-nya dapet, kita liat kayak apa dipart selanjutnya. Ok! Makasih udha bacaa 😀

  29. eonni…..
    ini apa…..
    kenapa ceritanya gantung dan sad banget….. .
    gak terima T.T
    aku gak bakalan nyangka hyu won bakalan nikah sama donghae 😦
    yaampun 😦 kirain hyu won bakalan sama kyu 😦
    gak ada kesempatan ya buat kyu sama hyu won di part 3? 😦

    • Ini lanjutannya ._. Masih ada next story kok, belum end kisah mereka. Gak ada yang gak mungkin, hyu won emng nikah sama Donghae. Kita liat mereka masih punya kesempatan atau gak di next story-nya!

  30. untung hyuwon bener bener nggak nungguin kyu. bayangin aja kalo dia nunggu, setengah mati rindu, tapi di sana kyuhyun malah seneng seneng sama cewek lain.
    donghae pasti berarti banget buat hyuwon. saat kyuhyun buat dia hancur, ada donghae yg sabar buat dia, sayang sama dia. setuju deh sama hyuwon soal donghae. tapi kyu kasian juga T.T dia remuk banget.
    yg terbaik aja lah. feelnya keren!

  31. aaaa kasian kyunya dibikin nyesek , tapi emang salah kyunya sendiri dulu pake ninggalin hyu won:(
    trus itu hyu won beneran nikah sama donghae??
    trus kyuhyun gimana nasibnya??
    jangan sampe kyuhyun balik lagi ke jung an, pokoknya dia harus dapetin hyu won lagi._.
    pokoknya harus happy ending jangan buat kyu nyesek lagi,kasiaan-___-
    #dih maksa banget, terserah authornya lah-_____-
    semangat yaa lanjutin part 3 nya ,ditunggu 🙂

    • Dia emang nikahh, nasib Kyu kita liat di chap selajutnya! Saran diterima buat happy ending-nya. Pokoknya kita liat aja di chap selanjutnya ya hhee. Makasih udah bacaaa.

  32. Duuuuh kasian~ kyuhyun dapet karma ya? Lebih nyesekkan mana coba ?! Makanya jangan terperangkap sama masa lalu! Sumpah kasian juga sama kyu tapi kesel juga ngeliat tingkahnya yang egois. Kyu dikit lagi depresi entar ga lama gila nih hahaha
    Nice story thor! Can’t wait for the next ^^

    • Iya karma, sekalian biar dia belajar dari kesalahan juga. Semuanya nyesek, semua punya masa lalu cuma tinggal milih buat dilupakan atau terperangkap *aduhh bahasanya!* Gak mau dibikin gila, sayang cakep-cakep gila wkwk. Makasih udah bacaaa 🙂

  33. Terserah mau dibilang jahat atau apa,tapi aku ngerasa Kyuhyun pantes diperlakukan seperti itu haha. Gila kak ini feelnya ngena banget,pinter banget nuntun kalimatnya biar kita bisa ngegambarin keadaan disitu. Canggih!

  34. Selain αкŭ suka bgt FF nya αкŭ juga suka Sama authornya yg rajin balesin komenan .
    αкŭ sempat shock gimna Cara mikirnya coba dari hyuwon Ɣª sedih menggalau ria .digantiiin gitu AJA ma bang kyu ,sebenaranya αкŭ seneng bamnng kyu di gituin biar tau rasa .Tapi lama 2 ksian juga Sama si bang kyu .kalo hyuwon UDah married gimana caranya mereka bisa balik .bang donghae juga bisa kena imbas nihh .trus giman AMA keluarga donghae and hyuwoon ! ђαϑϱђ jadi bingung mikirnya .maka dari itu kutunggu next nya ya authooorr .hwaiting paliiiiiiiiiiii , ^^ Wk̮ “̮ wk̮̮.”̮:p”̮.

    • Makasih udah suka FF aku, syukur banget hahaha! Aku suka balesin komenan reader, pingin ngobrol juga sama reader. Bikin blog ya buat ngobrol wkwk. Udah komen jadi apa salahnya balesin komen hhee. Sedih banget iya si Hyu Won! Target FF ini tuh supaya pada gak bencilagi sama Kyu, syukur deh kalo ikut kasian sama Kyu. Kita liat di chap selanjutnya! Semoga gak ngecewain. Makasih udah bacaaa 🙂

  35. wkwk speechless baca ff ini gak tau bingung mw koment apa, krna wktu bca di part satunya itu kan dari sudut pandang hyu won,tapi dipart ini dari sudut pandang nya kyuyhun dan sedih,nyesek,kecewanya aku rasain banget pkoknya feelnya dapet banget thor :3 tapi jujur aku malah baca part ini itu dalem hati smbil ngatain kyuhyun “kapok emang enak” *ehh wkwk ehh tpi itu Tbc yah thor? brrti msh ada lanjutanx yah? wahh aku tungguin next part nya jangan lama yah thor 😀 I love you thor :* ehh

    • Iya ini dari sudur pandang Kyu Hyun, syukur banget kalo feel-nya dapet. Yahhh, target bikin Kyu gak dibenci gak nyampe wkwk. Maunya yg baca ini jadi sayang sama Kyu. Ini masih TBC, kan trilogy jadi masih satu lagi. Semoga akunya gak lamaa. Aaaa~ i love you too!

  36. Luar biasa emang, satu kata “nyesek”
    gila.. bacanya ampe degdegser!!!
    pas part di rumah sakit itu w-o-w bertanya” hyuwon punya tunangan? Siapa? dan ternyata si ikan aka lee donghae emang cocok ini org dpt peran kyk ginian<3 dan sedihnya itu hyuwon keliatan cinta bgt sama hae dan ngerasa biasa aja ngeliat kyu alias udah gk punya perasaan lg but who knows.. *cuma kak galuh yg tau* manggil kakak gk apa-apakan? hehe:D
    Kyu bener" ngerasain gimana sakitnya hyuwon pas di tinggal prg sm dia buat jung an tp mungkin hyuwon rasanya lbh sakit yaa jd wajar aja klu hyuwon smpe ngebuktiin ucapannya klu dia gk bakalan balik sm nunggu kyu lagi.
    Kyu kasian jg udah nunggu lama", udah berharap klu hyuwon bakal dtg nemuin dia tp ternyata dpt berita klu hyuwon udah nikah.. hancur pasti rasanya udah pasti 😥
    agak cemas jg klu ini udah ending soalnya serasa udah gk ada harapan buat kyu tp syukur msh tbc jdjddjd ada akhir bahagiakan buat kyu-hyewon but how? dia udah nikah sm hae fufu entah bagaimana cara yg akan kak galuh buat, sebagai reader sy mengharapkan yang terbaik *tengok kyu-hyewon
    Semangat buat part 3-nya ditunggu-ditunggu as always ;D

    • Hahhh! *Tarik nafas dulu* komennya panjang bener wkwk tapi aku suka! Nahh aku suka nih ada yang bahas tentang adegan di RS, itu adegan paling sedih menurut aku. Aku suka banget bikin scene di situ. Aaaa~ seneng ada yang ngeh adegan di situ. Manggil apa aja boleh, kakak juga boleh. Kyu hancur banget pas Hyu Won nikah, aku gak tega bikin dia ditinggal sebenernya huhuhu, tapi mau bales sakit hati Hyu WOn sama reader hahaha. Ini masih TBC kok, kan trilogy jadi tenang aja hhee. Semoga akunya gak lama publish hoho, biasa penyakit mahasiswa+malas ngedit hahaha. Makasihh udah bacaaa :’)

  37. Daebak thorrr astaga seru banget ff ini ff yg paling aku tunggu2>< pas di part sebelumnya aku kasian sama hyuwon di part ini aku kasian sama kyu huaaa kasian banget kyu ditinggal nikah sama hyuwon:(( lagian kamu sih kyu ninggalin hyuwon waktu itu:(( hehe keep writting eonni^^9

  38. Daebak thorrr astaga seru banget ff ini ff yg paling aku tunggu2>< pas di part sebelumnya aku kasian sama hyuwon di part ini aku kasian sama kyu huaaa kasian banget kyu ditinggal nikah sama hyuwon:(( lagian kamu sih kyu ninggalin hyuwon waktu itu:(( hehe keep writting eonni^^9 pensaran nih sama chap selanjutnya kyu bakal bahagia gak yaa?:p

  39. Ka galuhh>…< akhirnya ya post juga:D ohmygod aku nyesek baca nyaa:"( kenapa sama hae? Emang sih di part awal aku benci sama kyu nya-_- tp pas baca part ini malah jadi kasian sama kyuhyun:""((( *labilisasi:p* daebak ka ff nya^^ next chap ditunggu ya kaka cantik:3

    • Iya akhirnyaaa hahaha. Tarik nafas kalo masih nyesek, gak apa-apa labil ihh. Aku justru maunya Reader pada gak benci Kyu, semoga gak lama aku publishnya. Makasih udah bacaa cantikku 🙂

  40. sumpah demi apapun chingu ini nyesek banget T.T aku sih seteuju sebenernya kalo hyuwon sama donghae. Kyuhyun udah nyakitin terlalu dalam, tp pas baca part ini ampe kelar n tau penyesalan kyu kasin jg yahhh u.u kita liat dichap berikutnya deh. Aku harap ga lama, anyeong 🙂

    • Annyeong! Iya, emang nyesek pas baca ulang juga. Kenapa aku bisa selebay ini bikin cerita hahahaaa. Syukur kalo pada kasian sama Kyu, semoga jadi gak benci-benci banget. Mari kita liat lanjutannya 🙂

  41. Ada donghae opaaaaaaaa ah ah ah ga tau mesti komen apa. Tapi bener aku ga ada kasian-kasian nya sama tuan cho aku bener-bener simpatisan hyu won hahahaa di part 1 itu fatal banget kesalaham tuan cho bener deh tak termaafkan.. mungkin maaf boleh lah di kasih tapi kalau buat balik lagi BIG NO udh sama donghae oppa aja titik. Mian di ff ini aju bener-bener ga respek sama tuan cho abisnya author hebat banget di part 1 aku bener-bener merasakan sakitnya hyu won. Authornya jago mempermainkan emosi nih hahaha thanks author buat update an nya 🙂 love

    • Iya ada Donghae, si Prince Charming! Yahhh target gak kecapai, maunya tuhh yang baca pada gak benci lagi sama Kyu tapi tapi malah makin benci wkwk. Authornya lebay bikin FF jadi pada emosi haha. Makasih udah bacaaa 🙂

  42. sumpah ini kren abis .. suka bgt sma cara hyuwoon ngbales si kyuhyun .. lgian jd orang egois bgt .. sngat amat di tnggu next partnya chingu .. smoga gk lama ya .. heehehe dan dapet kjutan dh di next part .. 🙂 keep writing .. 🙂

  43. Ini adalah FF pertama yang mendeskripsikan penderitaan Kyuhyun akibat ulahnya.
    huaaaa daebak thor.
    aku suka.
    aku suka liat Hyuwon lebih memilih Donghae.
    perbuatan Kyuhyun memang sulit dimaafkan.
    Kyuhyun juga harus merasakan bagaimana penolakan.
    hahahahaha

    Jeongmal mianhae Kyuhyun Oppa, aku bukanlah seorang Sparkyu yang baik.
    tapi kalau salah memang harus tetap dihukum.
    meskipun ada alasan dibalik semua yang terjadi.

    Lanjutannya jangan lama-lama ya thor…
    tapi dimohonkan jangan ada adegan yang merusak feel angst nya ya thor.
    seperti ada cast yang meninggal.
    apalagi kalau Donghae Oppa dibuat meninggal trus Kyuhyun balikan lagi dengan cewek itu.
    aigoooo, untuk di ff ini aku lebih menyukai Kyuhyun yang menderita 😀

    • Gak ini yang pertama kok, masih banyak lagi mungkin gak nemu. Di wp aku ada ff yg deskripsiin perasaan di juga kok. Syukur kalo suka ff ini hhee.

      Semoga aku gak lama lanjutinnya, di part 3 mungkin udah ilang angst-nya jadi jangan terlalu berharap penderitaan masih berlangsung hhee. Kita liat aja gimana cerita di chap selanjutnya. Makasih udah bacaa 🙂

  44. huaaa eonnniii makin nyesekkkk!! rasian kyu! makanya kalo mau lakuin itu dipikir dulu. aduh nyesel kan? wkwkw tapi sebenernya kasian kyu jga #labil. aq ikut aja deh sama keputusan eonni.. aq nunggu next partnya.. *bow

  45. Ini terlalu menyedihkan unnie…huaaaaaaa:'(
    Q bisa komen apa2:'(
    Kyu kasiannnnn tp q suka malah haha salah spa gtu ja peegi trus tnla kbar lagi emngnya spa si cwe yg mau digituin…mending mlih ug pasti2 aja:-)

  46. nyesek banget bacanya :'(:'(:'(:'(:'(:'(
    emang enak tuh sih kyuhyun ditinggalin hyuwon , lagian sih dulu sih hyuwon ditinggalin , jadi sekarang gantian 😥
    sungguh memperihatinkan nasibmu cho kyuhyun #lebay
    :'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(:'(

  47. Huàaaaaaa T.T aku kesel sekesel2nya 😥 bagus eonni aku aja beneran nangis 😥 aku pernah baca ff kya gini … tp p Punya mu tuh top bgt!! Aku sebetulnya benci bgt ff genre gini, tapi punyamu tuh beda eonni bikin aku penasaran bgt xD nagih lg tp jgn genre nyesek bgt wkekek kerennnnnnnnnn!! Sugoi jgn lama2 yah eonni cantekkkkkkkk

  48. Ff’y keren..biasa’y mls bngt baca ff yang nyesek kyk gini apalagi ff’y chapter,tapi ff ini bikin ketagihan tiap hari pasti mampir dulu ke sini hehehe gak bsn d baca berulang kali juga..next chapter’y d tunggu bngt fighting 🙂

  49. Asli aku galau… Brakhrnya boleh happy ga ya? Ga rela banget kyu menderita sampe bgtu.. Huaaa… Tp hyuwon jg uda bhagia gtu ama donghae. Ada k cra lain sikyu bisa baikan ama hyuwon? Biar si kyu punya kesepatan buat ngelurusin kesslahannya yg dlu. Thor berasa mau baca ulang lagi dan lagi nih. Sukses buat ngs tp ngs krn kesedihan kyu di part ini. Part3 nya bs happy ending utk mrk ber2 yah? Ngarepppp…..

  50. huh,, mewek lg.
    feel penderitaan kyu dapet bgt, penyesalan emang datang di akhir gx pernah duluan selalu ketinggalan.
    sebenarny dari lubuk hatiku yang paling dalam aku bahagia bgt melihat kyuhyun menderita hahaha #ketawaevil

    berharap tetep hyu ma kyu n donghae oppa buat aku. hehehe

  51. aaaaaaaaaaaaa keren bnget dibeberapa bagian aku merinding kaya penyesalan kyu
    ehmm bener sich mreka sma* sakit hati

    kmrn pas yg after sumpah saya benci dgn kyu gmna bang rasa ny skrng hahahaaha ,, byangin pacar ny gk bsa move on juga PHP dan egois trus kaya angap kita pelarian gmna gk sakit tu , smpe detik terakhir pun juga nyakitin gitu

    bagus bnget inii feel ny dpat bkin pembalasan yg lebih dgn penyesalan ,, cuma aku sedikit sedih krna blm tau perasan hyu won skrng tp bagian AKHIR deabak Kmrn Hyu won nagis dan memohon kyu jgn pergi tp Apaa dia pegi slma 2thn yaa bgus lah Kyu woon merried cocok ajaa lah dia cocok bagia setelah semua ny

    • Haaahhhhhhhh *tariknafas* ini komen panjang banget miapah! Tapi gak apa-apa, sukaaa! Iya ceritanya bikin dari sudut pandang mereka biar bisa tau gimana perasaan mereka. Jadi sakit hati sama penderitaannya mereka impas.

      Syukur kalo feel-nya dapet, kita liat di chap selanjutnya gimana mereka. Makasih udah bacaaa! Mwahhh!

  52. intinya sama2 sakit hati, rasanya sya benci bngt sama kyu, udah nyakitin tp masih pengen miliki hyu won… egois tapi juga kasian sma kyu… hyu won juga berhak bahagia,..

  53. Wahhhhhhhh nyesekkkkkkk bacanya…!!!!!!!!
    Yaaaaah setimpal lah tu rsa skit nya hyuwon…!!!
    Kyuhyun hrus ngerasain juga biar kapoook…!!!

  54. demi jidatnya kyuhyun /? ini nyesek banget T__T
    rasain lo kyu, nyesel kaaann?
    tapi, kasian juga kyuhyunnya *apaan sih

  55. Huhu aku terharu. Sama ceritanya smpai”air mataku keluar. Sempurna. Feel ny dapet, nyesek apalagi,. The best!!!!!

  56. ini lebih luar biasa nyeseknya
    kasian sama kyuhyun deh jadinya..
    aku malah ngiranya ini udah ending,,
    kalo ada chapter selanjutnya,,mau gimaan ya endingnya,,
    biar tahu rasa deh si kyuhyun..
    tapi penasaran juga sama perasaan hyu won sebenernya dan nasib kyuhyun setelah ini..
    beneran hyuwon udh bener bener lupa sama kyuhyun???
    huhuhuhuhuhhhuhuuh
    THUMBS UP AUTHOOOOOOOOOOOOOOR

  57. Wahhh baca berulang2 kali. Uda kangen banget sma crt ff ini. Ga sabar ngu trilogy nya yg selanjutnya. Berharap authornya berbaik hati dan cepat dapat ilham utk nerusin ff yg super gaul dan galau ini. Wkwkwk…

    • Wahhh makasih kalo dibaca ulang-ulang :’)
      Udah ada idenya tapi waktu dan tenaga gak tersedia wkwk. Kuliah nguras semuamuanya! *lebaybgt! Makasih udah baca dan maafkan hhee…

  58. sampe mewek nih gara” ff ._. Feel nya dapet bngt :’) Kasian Kyuhyun tapi dia emang pantes dapetin itu semua setelah kebodohan yg dia lakuin

  59. ekheemm..ekhemmm..tarik napas dulu ,,,huft

    pertama q mau ngasih jempol buat km dulu saeng,, dapet bgt cara gmbarin tiap tokohnya,,bs buat q terhanyut pindah haluan (apan sih???)
    awal nya pake pov nya hyuwon, yang bikin q sebeeeeelll bgt ama kyu
    nah sekarang pov nya kyu, hemf jadi luluh jg kasian ama kyu T.T…tp dia pantes dpt balesanya tuh
    itu uda nikah beneran , ?? gman end nya apa mereka masi bs bersatu
    penasaran ama perasaan hyuwon gmn? apa dia uda beneran move on dari kyu,,
    apa donghae ud bener2 gantiin posisi kyu?

    penasaran end nya gmna??
    cpt publish yaa, ditunggu karya2 terbaik mu…

    • Hahhhh! Sama aku juga tarik nafas dulu eon, komoenannya panjang banget haha. Wah makasih jempolnya eon, yeayy syukur kalo aku bisa gambarin tokohnya. Emang target aku yang baca FF ini pada luluh sama Kyu eon, iya mereka nikah beneran lahh eon hhee. Kita liat aja di story selanjutnya eon *yang gak tau kapan muncul* #plak.

  60. hahahhahaha ..
    galuh~ kamu selalu bisa bikin hatiku tersayat2 kkkkkkkk~

    biar kyu ngerasain kalo cinta jg pnya batas kesabaran .. hyuwon pantas dpt yg lbh baik entah nnt sma donghae atau sam kyu 😀

  61. Super duper panjang de ceritanya. Untung aku suka yang panjang-panjang/? /gak
    Wkakakaka.
    Bingung aku mau comment apa speechless asli, feelnya dapet banget, nyeseknya dapet, cuma masih samar-samar aja sama perasaan hyuwon yang sebenarnya, karena di part ini kan full Point Of View nya si kyuhyun.
    Diawal tadinya rada boring pas percakapan kyuhyun sama jung an, mungkin karena aku kurang begitu suka ya sama jung an jadi begini nih. Hahahaha
    Aku si berharapnya happy end, tapi sad end juga boleh kok, itu hak yang membuat ceritanya kkkk~
    Aku sebagai pembaca si nurut aja sama yang punya ide cerita kkk~
    Tadi pas di tbc nya juga masih samar-samar, belum jelas maksud aku, apakah si hyuwon beneran jadi menikah sama donghae atau engga.
    Kan sapa tau aja gitu hyuwon gagal nikah terus datang kerumah pohon nyamperin kyuhyun wkakakaka. *imagine*
    Kalaupun emang beneran nikah si hyuwon, yaudahlah kyuhyun sama aku aja hahahaha /plak
    Untuk next nya aku tunggu ya de, yang panjang juga ya de, makin complicated juga seru kayaknya wkakakak.

    • Oh my god! Ini komen paling panjanggggg. Apa yang panjang? *masihpolosbanget*
      Speechles tapi panjang banget komenannya kak, tapi aku sukaaa! Iya semua emang samar. Kita liat di part selanjutnya yang gak tau kapan keluar. Maunya Hyu Won gimana? Nikah atau gak? Suka-suka aku aja yaa hhee. Reader terima aja wkwkw *plak*

      Makasihh udah baca kak!

  62. Hii author yg kece, mna nih lnjutannya ff og gk publish2 .. Hehehe
    Aq tiap hr dtang k’blog u brhrap udh ada lnjutane tp mlh blm ada..
    Buat obat kecewa aq tiap hr bca yg part 2 ini tp sumpah ttep jha msuk hti trs,, smpe gk bsa tidur klo inget klakuan kyu trs dpt blesanya jg manteeepppp…
    Next part thoorrrr:)

    • Hai reader yang gak kalah kece! Akunya gak punya wkatu, maafkan. Jangan dateng tiap hari, ngerasa bersalah gini gantungin reader hhe.

      Ya ampun cuma ff jangan dimasukin hatiiii haha, aku usahaain cepet dahhh.

  63. dipart pertama aku nangis ngerasain gmn jd hyuwon. tp dipart ini aku senang soalnya kyuhyun dibalas perbuatan jahatnya. HAHA *smirk. pokoknya semua cerita yg ada dsini the best bgt gada yg jelek!!!!

  64. akhirnya kyuhyun bisa merasakan ksktan yg prnh drskan hyu won. Jadi mereke sm2 impas. Tapi, tetap pengen mereka sama2 lagi.

  65. anyeong,
    astaga! feelnya membuat ngilu(?) ,haha keren ,
    mian baru bisa baca sekarang, bener-bener terlambat aku,
    disisi lain sedih hyu won diperlakukan seperti itu , tapi kenapa saat kyuhyun diperlakukan seperti itu pula juga nggak rela,hahaha sebenarnya hanya nggak ingin mereka berpisah seperti itu,kekeek
    lalu mau bawa kemana donghae? ,haha

    @_@fighting

    • Annyeong Nay-ssi. Aww ngilu hatinya wkwk. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali *apaandeh*
      Kyu-nya jahat sih jadi dibales sama aku kesedihan Hyu Won. Berlanjut ke My Sunrise buat tau donghae ke manaa. Makasih udah bacaaa 🙂

  66. feelnya nggx kurang , feel nya ngena banget
    dan jalan cerita nya juga dipaksain kalau hyu won harus dengan kyuhyun sekarang juga
    mengajarkan arti penyesalan dalam hidup
    semuanya sdh terlambat , kyuhyun disini jd orang yg egois yg menganggap dia adalah segalanya bg hyuwon

  67. Akhirnya kau rasakan pedihnya….aku puas thor….walaupun nggak happy ending..biar dia tau rasanya…aku nangissssss..DAEBAK

  68. apakah aku udh comment d’part I saeng???
    hehehehehehehe…
    Part I aku ngerasa berada d’posisi hyuwon…
    part II aku ngerasa berada d’posisi kyuhyun…
    feelnya dapet banget saeng…
    Good Job

  69. Awalnya puas banget waktu tau Kyu nya sakit disini, tapi makin kebawah makin gak tega 😥
    Kyu dia bukan lagi milik mu 😥 huaaaaaa hiks hiks hiks

  70. imajinasi tentang Donghae buyar seketika habis nonton MAMACITA mv, absurd hahahaha. Kyuhyun juga aneh sih masa 2th tanpa kabar gak pulang2 pula kayak bang Toyib 😀 keep writing

  71. kkkkk rasain cho tau kan rasa.a sakit yg dialamin hyu won, 2th pergi lalu blik lagi tba2 pngen blikan lagi ma hyu won yg udah punya tunangan kkk

  72. Ini baru pembalasan yg setimpal..
    Walaupun aju juga gak rela hyuwon sama yg lain tapi ini cukup adil untuk kyuhyun..
    Sapa suruh dulu gak mau dengerin hyuwon..
    Yg egois itu bukan hyuwon tapi dirimu sendiri kyu..
    Sekarang baru kamu bisa ngerasain gimana sakitnya ditinggal orang yg dicintai..

    Hikzzzz nyesek bangettt

  73. Setimpal lah ya. Meskipun gk sepenuhnya terbayar semua dan setara ma yg dirasain Hyuwon. Eh ternyata ma ikan toh. Hahaha
    Oh ya happy wedding.. dan buat kyu. Selamat menyesal ria.. penyesalan memang selalu datang diakhir kan oppa?? Tapi semuanya tidak akan kembali seperti semula sebanyak apapun oppa menyesal ^^

  74. Disatu sisi ku puas kyuhyun akhirnya berada diposisi hyu won dimasa lalu , bgaimana rasa sakitnya hyu won saat itu , tp disisi lain kasihan juga meihat kyuhyun bisa sesakit itu ketika hyu won benar2 meninggalkannya … Orang memang baru akan menyadari ketulusan orang lain ketika orang tersebut tak lagi berada disisi mereka ya !

  75. awalnya aku seneng hyuwon bisa ngelupain kesedihan nya..hyuwon bisa mencari pengganti kyu oppa.
    kyu oppa tega ninggalinn hyuwon demi wanita lain ..ini sangat menyedihkan…tapi saat scene terakhir itu mengguras air mata seakan aku dapat ngerasain yg kyu oppa rasakan uwaaaaa nanggis bombai..#plaaaak lebay kumat

  76. ya ampun makin sesak..pas prtama aku setuju bnget kw hyewon udh move on, tpi mkin ke sini kok mkin nyesek liat kyuhyun y, d crita ini tuh detail bnget ngjlasin prasaan y kyu ke hyewon, pnasaran gmna kira2 nasib kyu kan hyewon y udh nikah…dan d part ini tuh dari awal smpe akhir aku nangis feel y tuh dpet bnget..salut sma author y pokok y smngat terus bwat author y 🙂 ak ska bnget sma semua ff y

  77. Puas sih liat kyu udh kena batunya maka nya kyu jgn jahat”,sakit kan rasamya d tinggalin…
    Tpi kasian juga sih hyu won ga nanggepin kyu,tpi mw gmn lgi karma x y???lanjut k part terakhir aahh…

  78. Sakit ny polll bgt nih. Ngenes bgt dah. Gmn kyu,, udah puas? Skrg udh bs ngrasakan yg nm ny khilangan org yg qt cintai. Sakit kan? Skarg tgl pnyesalan doank yg bs dratapin.
    Dlu wkt ninggalin hyuwon dptunangan kalian mikir g? Kyu trlalu egois mnrt q,, d 1 sisi dy msh tetp mgejar jung an. Tp dsisi lain dy jg tetp mgenggam erat tgn hyuwon. Seenakny aj dy gt am hyuwon. Dy pikir hyuwon ap? T4 psinggahan. Dr stu aj q udh kcwa bgt am kyu. Jd namja plinplan bgt.. Kalo q jd hyuwon mgkn q jg nglakuin hal yg sma. Stiap org pny btas ksabarn. N q rsa hyuwon udh ckup trlalu sbar am skap kyu. Smpe2 dy g kuat unk btahan lg.
    Y mgkin it yg tbaik.. Hyuwon jg brhak unk bhagia mskipun bukan am kyu.
    N unk kyu,, yg sbar aj y. Trima aj smua ny. Toh smua bmula gr2 dirimu sndri.

    • Kayaknya emosi banget nih bacanya haha, kyu emang labil banget di sini. Dia penasaran sama kisah cinta dia sendiri, dia masih ingin tahu siapa jodoh dia sebenernya tapi dia udh nyakitin Hyu WOn. Ya mungkin dia pantas ditinggal hyu won:(

  79. Woww kece
    di chapter sebelumnya bisa sebel banget sama Kyuhyun, tapi di chapter ini Kyuhyun kasian sangat, nggak tega kalo harus sad ending

  80. Huuuaakkhhh. . Sedih bngt sm kyu, tp mau blng aoa smua salah mu kyu. . Lepaskan hyewon.biarkan dia bahagia. . . Crlah kbhgian mu kyu. . . Wwaahhh ini ff.kya realita sk bngt sm.wanita yg bs moveon kaya gini. . . Kyu jngn.sedihhh

  81. i’m comeback again *gak ad yg tanya* wkwk
    smpet menunda bca ff ini gegara sebelllllll ma si kyu di trilogi yg awal.
    dan jejeeeeeng, dsni kyu yg menyedihkan.
    yah, bgaimanapun juga pesakitan yg kyu tanamkankan ma hyuwon. skrang, gliran dia yg dpet hasil dr yg ia tanam sndiri.
    yahh slamat menikmati hasil yg kmu tnam kyu *wkwk*
    tpi klo gni, jdi ksiaan ya sama abang epil 😦

  82. Speechless, konfliknya keren. Jujur aku suka Hyu Won sama Donghae, aku suka Kyuhyun sedih tapi aku juga sedih dg nasib Kyu ditinggal kawin -,-
    Good Job. Author pandai sekalii membawa perasaanku #upss

  83. Padahal td aku pengen hyuwon tdk memaafkan kyuhyun tp kok liat hyuwon menikah ikut sakit ;;__;; aduh kyuhyun di tinggal kawin 2 kali..nasi udah jadi bubur tambahin kecap plus ayam biar lbh enak#iniapa -___- ..
    Authornya sukses mengaduk-aduk emosi saya..satukan mereka authornim#demodirumahauthor

  84. Kyuhyun ninggalin hyu won lama bngt 2 tahun,
    Selama 2 tahun hyuwon berusaha move on dan akhirnya dia bertunangan sama dongahe dan mereka menikah,
    Ohhh ga bisa komen apa2 lagi.

    Eh ka author aku readers baru di blog ini, dpet recomment ff ini dri tmen dannnnnn ternyataaaaaaa ffnya daebak.

    • Sebelumnya entar bilangin makasih ke temennya yg udah rekomendasi hehe, makasih juga udah baca ff ini. Welcome to my blog yaa:)

      Dia terlalu lama mikir jadinya keterusan ninggalin Hyu Won sampe 2 tahun tapi akhirnya sadar dan udah telatt. Karma kali ya wkwk.

  85. HYAAAAAAAA…!!!!!
    Keraayyy kerayyy keraaayyy..
    Kasihan kyuhyun tapi mau gimanalagi hukum karma masih berlaku. Aku gatau ini ending nya kyuhyun-hyuwon atau donghae-hyuwon. Karna blog ini khusus utk kyuwon aku mikirnya di ending emg mereka. Tapi kalo ditelisik dari jalan ceritanya, hyuwon bisa nyakitin perasaan donghae kalo dia milih kyu kayak wkt kyuhyun milih jungan. Tapi siapapun itu, ttp dukung pilihan hyuwon kok 😂

    • Gak khusus untuk Kyu-Won kok tapi ada couple lain lagi, cuman kebetulan mereka lebih mendominasi hahaha. Baca trilogy In time my sunrise dan semua bakal kejawabb wkwk.

  86. Anjritttttttt ini ff gue baca dari rekomendasian temen….sumpahhhhh kerennnnnn binggooo…. Di part awal kayaknya si ceweknya yg tersakiti tapi di part kedua ini cowoknya yg tersakiti…nangissss bombay ini T.T
    Authorr nya kereeeeeeeeen 1000 jempol buat author

  87. Hahahaha..
    Mampus loo kyuhyun jelekk.. Gimana rasanya? Kgk enakkan? Luu nyeselkan? Ahahaha makan tuhh cinta luu,, siapa suruh luu udh ninggalin Hyuwon ..
    #Selamat Menderita kyu jelek..
    #Very nice author-nim

  88. Feelnya dpet bget thor…
    Gmna ya wktu part 1 aku ngga respek sma kyuhyun sma skali..

    Skarang rsany adil kyuhyun jga sakit..
    Tpi bner kah hyu won mnikah sma donghae…

    Gmna kyuhyun dong klo gtu ?

  89. awalnya hyuwon yang nyesek
    akhirnya kyu yang nyesek
    emang pantes Kyu dapaat balasan kayak gitu
    tapi kasihan juga 😦
    jadi g tega
    bakalan happy or sad ending yaaa????

  90. Penyesalan itu emang datengnya belakangan, ini adalah balesan buat Kyuhyun atas sikapnya dulu ke Hyuwon. Aku yg mengharapkan Kyu jera, tapi malah gak tega liat dia yg sekarang T.T #labilbangetsih

  91. tau apa yang aku rasakan? aku puaaaassssss banget.. harusnya kau nangis darah kyu… pergi dua tahun hanya penasaran pengen ngebuktiin dia masih cinta ma mantannya itu apa ngga??? bagus bener alesannya # tendang kyuhyun ke jamban!

  92. Kyu dapet balesannya…. Makanya pulang jangan kaya bang toyib masa baru pulang 2 tahun yang jelas mah hyu won udah di embat orang…… Tapi sakit juga kalau jadi kyuhyun tapi kesel juga sam sikapa kyu yang seenaknya ke hyu won…..

  93. ga bisa ngomong apa² feelnya dpet bgt
    hukum karma masih berlaku diFF ini … penderitaan hyuwon belum sebanding dengan penderitaan kyuhyun sekarang ..
    Hyuwon harus bahagia .. harus . klo soal kyuhyun ????!!! aku dah bingung mau ngomong apa lagi sama dia ..cuma satu kata buat dia ‘kasihan’

  94. kamu gak tau thor gimana senengnya aku nemu ff ini. pengen banget baca ff yg di situ kyuhyun menderita. akhir terkabul juga, rasanya jadi lega banget. aku suka banget sama ff ini. bahasa keren, dan gk tau kenapa aku suka pas bagian ada iklan rokok :v

  95. daebakkk feelnya dapat bgt
    pertemuan pertama dgn hyu won di rmh sakit
    pernyataan kyuhyun klw dia masih mencintai hyuwon
    pernyataan ahra noona klw hyu won pagi tadi sdh menikah itu sesak bgt feel nya
    keren

  96. tuh kan karma datang ….. aku suka sama tindakannya hyu won untuk melupakan kyuhyun. tapi sih sebenarnya hyu won masih mencintai kyuhyun ku rasa heheh

    daebak!! ceritanya bagus feelnya dapet. keren kaa!! ^^

  97. Aku banjir air mata kak di part ini astaga😭
    Sakit banget pasti jadi kyuhyun, tapi itu kesalahannya juga kenapa dulu dia nyia-nyiain hyuwon. Tapi mungkin siapapun yang ada di posisi hyuwon akan melakukan hal yang sama, hyuwon deserves with a better person. Which wants her more than anything😢

  98. Kapok kyuhyun rasain… skrg dia ngerasain gmn jd hyu won. Walopun sebenerny kasian jg sm kyu… donghae tp baik bgt, jd gak mungkin hyu won ninggalin donghae….

  99. baca_nya sekilas alias scanning tp langsung ngena d hati….
    aQ suka conflict_nya wlopun uda pasaran, tp pembawaan ceritanya beda ….
    ga bosen baca_nya….:) malah makin di baca bikin makin penasaran gmn cerita kedepannya, cara Qmu bkin ending cerita_nya….
    lanjut tros authornim….

  100. Karma butterfly! Hahaha
    Speechless jujur. intinya aku seneng liat kyuhyun sakit. Liat kyuhyun menderita seneng bgt haha. Gaada kabar selama 2tahun, baru tau rasanya kehilangan org yg sll ada buat dia. Disaat dia sadar akan hatinya, dia ditinggal nikah. Haha senang! Tapi rasanya ada yg ngganjel gitu, kenapa harus beda jalan. Kenapa ga sejalan lagi sama hyuwon? Tapi emg biar dia tau gimana rasanya penolakan. ah aku bahagia liat kyuwon bahagia dan bikin kyuhyun menderita. Kkk aku suka jalan ceritanya terlalu dalam dan menyedihkan😊😄😊

  101. padahal tadi lg esmossos gegara ego kyu yg nyakitin hati hyewon, ehhhh authornim malah sempet2’a nyempilin iklan Djarum Black dsini… ahahahhahahahahhahah#LOL
    Ternyata authornim pecinta produk lokal jg… daebak… !!!!
    2 jempol deh buat authornim…..
    Euuummmm… part 2’a penuh dg coretan isi hati’a kyu….
    Dr dlu cwo emg byk yg egois sih….#gajauhbedajugakelessamacewe… kwkwkwk 

  102. ya ampuuuunnnn…. part ini sukses ngaduk2 emosi aQ… awal part’a sakit hati sama ego kyu, pas bagian tengah’a malah ga tegaan liat kyu patah hati… brasa nonton drama pas scene dmn kyu bisa tau perasaan hyewon k kyu uda berubah lwat sikap’a trus pas moment donghae-hyewon….
    akhir’a aQ jd dilemma sendiri karna donghae yg super duper baik yg jd tunangan’a hyewon dsini, trus hyewon’a jg rada suka beneran gih sma donghae….
    finally, hyewon-donghae nikah jg…
    pupus sdh harapan kyu…#akhir’aakuikutmewekjuga…
    mian, comment’a kepanjangan… maklumin ajah yg baca suka baper saking srius’a….#terlarutaku…

    • Gak apa-apa panjangg, aku suka baca komenan yg panjangg kok. Hyu won bukan rada suka sama donghae tapi dia cinta sama donghae. Tapi cewe kan selalu punya cinta pertama dan disimpannya di hati paling dalem, jadi biar ada donghae, dia gak pernah berhenti cinta sama kyu cuma disamarkan sama kehadiran donghae wkwkwk.

  103. Hhh…..akhirnya spt yg q hrpkan. Kyuhyun bs merasakan gmn sakitnya ditinggalin org yg dicintai demi bersama org lain. Rasain tuh kyu…emng enak???hehehe… sumpah feelnya dpt bgt say…good job

  104. Nah,nyesel kan.Nangis-nangis deh kamu bang kyu
    sekarang bisa ngerasain gimana perasaannya hyu won kan? Penyesalan memang selalu datang diakhir,dan terlambat karna Hyu won udah nikah ama donghae
    beneran kak,ff ini keren banget.Aku bahkan sampai nangis sendiri bacanya.

  105. Bru nemu ff ini tpi sukaaakk. Entah knapa feelnya dpet. Knapa hyu won hrus nikah coba. Kasian kyuhyunnya kan. Part slanjutnya end atau blum ? Slam knal sy reaader bru.

  106. sumpah yaa Kyuhyun keterlaluan ngapain coba sama Jung An lagi. Ketika momennya pertama kok sama hyuwon sempet kaget sih karena kan part 1 Kyuhyun pergi gitu aja ternyata ilusinya si Cho. Kenapa membutuhkan waktu 2 tahun untuk menyadari perasaanmu ke hyuwon. Momen pertma hyuwon Kyuhyun setelah 2 tahun adalah di rumah sakit dengan keadaan hyuwon mengkhawatirkan lelaki lain dan itu tunangannya pula. Lalu momen nyesek lainnya ketika ahra datang dan bilang hyuwon menikah di hari itu. Jadi penasaran ending seperti apa yang akan terjadi dalam kehidupan hyuwon kyuhyun. Maaf komennya maraton yaa soalnya baca dulu baru komen hehe

  107. Entah ini udh keberapa kali aku baca ff ini, tapi rasanya masih sama. Sakit bgt baca nya. Mewekk 😥
    Sebel sama kyu di part pertama, trs sebel jg sama kyu disini. Pokoknya kyu nya nyebelin, tapi kasihan liat dia sedih huhuhu 😥

  108. kerasa kan sakitnya…. nyaho lo skarang
    nyesel tinggal nyesel apa susahnya…
    itulah yg dirasain hyu won dlu ama lo kyu….

  109. Akhirnya rasa puasku terbayarkan akan pernikahan hae_won 😂😂 tp kenapaaaaaaaaaaaaa pen hyuwon balik lagi ke kyuhyun 😅😅 dasarrr sidersss labilllll 😆🔫🔫 semangattt authornimmmmmmm buat karyanyaaaa 💪💪💪

  110. Pada akhirnya penyesalan datang belakang, sekarang Kyuhyun ngerasain gimana rasanya memohon. Kyuhyun sadarnya rada lama ya kalau yg dibutuhin itu Hyu Won. Itu beneran Kyuhyun ditinggal nikah sama Hyu Won? rada ga rela sih Hyu Won nikah sama Donghae hahaha

  111. Ampun sedih banget apalagi waktu bilang ‘aku memintanya menungguku kenapa dia tak mendengarkanku ‘ gak bayangin kalo ini kisah nyata. Daebak

  112. Kenapa aku gak kasian lihat kyuhyun menderita ya malah seneng banget lihat dia begitu 😀
    Kyuhyun sekarang kau tau bagaimana rasa nya kan ? Sangat sakit sekali dan rasanya semua harapanmu jadi hancur berantakan karena kesalahan yang kau anggap enteng.
    Hyu won , bahagia lah bersama donghae Oppa …
    Kyuhyun ? Entahlah aku bingung
    Mungkin dia akan selalu menyesal dengan rasa kehilangan cinta dari hyu won . Jadi lain kali jangan sia-sia’in orang yang sangat membuat kita nyaman,mengerti dirimu dan mencintaimu dengan tulus… 🙂
    Jjangg !!! Fanfiction Emosi nya ngena banget !! 😀

  113. Kyuhyun.. Nyesel kan lo…. Rasain!!!
    Gak selamanya Hyu Won bakal menerimamu dengan tangan terbuka. Duh.. Di satu sisi seneng karna akhirnya Kyuhyun dapet balesan atas perbuatannya tapi di sisis lain juga nyesek banget..
    Feelnya dapet banget…

  114. hem kyuhyun dibuat menyesal krna dlu ninggalin hyuwon kmu jhat sih mkanya hyuwon ama yng laen….tpi anehnya pngen mereka nanti bersatu…pliss

  115. Dapet rekomendasi ff ini dari salah satu website, maaf baru komen di sini, bacanya ngebut..
    Suka sama part ini, gimana penyesalan kyuhyun dan kebahagiaan yang didapet hyuwon. Karena aku suka baca ff yang kyuhyunnya menyesal haha.
    Dari awal feelnya udah dapet, walaupun panjang tapi ceritanya juga engga monoton.

  116. Nah loh.. kyuhyun nyesal. Kok rasanya menyenangkan ya? Hahahaha. Jahat bener jadinya. Ff nya sukses eon.. hrus ada timbal balik kyk gini baru seru.. kan enak ada part kyuhyun kyk org gila. Hihihi
    Semangat eon..

  117. udah pergi ninggalin dgn kejam, masih mikir dia bakalan nunggu lo?? cihh… dasar kepedean. gue seneng bgt akhirnya kyu jadi sedih.
    Claps for author..
    moga aja dah dia menderita selamanya.. hahaha.. tawa evil.

  118. Kok makin sebel yaa sm kyu… kok bisa dengan perca bgt kalo hyu won bakalan nunggu dia.. seneng sihh di part ini buat kyu nyesel sm pilihannya dia… sebenernya sihh pengen happy ending tp gimana yaa kayaknya kok susah hehehh

  119. Akhirnya nyesel juga kan kyu, tapi apa bisa gelas yang idah pecah bisa disatuin lagi ? Itu mustahil kyu.
    Aku sampe nangis baca ffnya 😷😢

  120. sama2 sedih lah ini. aaaa gakuku ganana speechless kereeenn bisa banget ngocok hati reader nya asli keren. semua jempol buat authornim

  121. Penyesalan memang sllu dtng terakhir. Begitu pun kyuhyun dia menyesal krna udh ninggalin hyuwoon, skrng hyuwoon udh menikah, dan kyuhyun hrus ikhlasin itu, krna smua kslhan brawal dri kyuhyun, andai kyu ga ninggalin hyuwoon demi jungah mngkin skrng kyu sma hyuwoo udh nikah.

    Minta password selain lewat email boleh ga ?

  122. wahhh kasian kyuhyun meskipun pas di part1 sebel bnget sma dia tpi di part ini dia bner2 menyesal,,
    dia sekarang bisa ngerasain sma apa yg Hyu won rasain ;'(
    itu bneran Hyu won nikah sma donghae atau gmna??
    jdi makin penasarn sma kelanjutannya,,

  123. Boleh ketawa ga ???? Akhirnya kyuhyun ngerasain gimana dianggap, nangis ? Nyesel ? Basi kyu nasi sudah jadi bubur, tapi walau begitu aku berharap happy ending

  124. Kyu terlalu percaya diri sekali kalau hyuwon masih mau kembali dan memaafkan dia . Kalau sudah begini baru bilang menyesal .
    Penyesalan memang datang belakangan , kamu sudah diperingatkan sama hyuwon tapi ksmu gak mau mendengarkan . Benar hyuwon gak mau menunggumu , wong kamu pergi untuk wanita lain. Kalau kamu pwrgi untuk belajar pasti hyuwon masih mau menunggumu tapi kamu pergi untuk wanita lain. Kamu egois kyu rasakan sekarang itu semua karena dirimu sendiri . Wanita mana kyu yg mau selalu sakit hati .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s