FF: Never Be The Same [Part 6]


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Assalamualaikum! Hallo semua. Long time no see, ya. Apa kabar? Maaf lama banget ya publishnya. Makasih buat yang udah inbox di fb, dm, kirim email buat nanya kapan ini ff dilanjut. Langsung aja deh ya, happy reading!

Author (Owner) : gluu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Drama, Romance

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Kang Hyu Won (OC)

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk of Super Junior

 

Nine Years Ago…

Jung Soo menatap tubuh ringkih seorang gadis yang kini terbaring di atas ranjang kamarnya. Ia sangat penasaran dari mana gadis itu berasal. Wajahnya tak pernah ia lihat sebelumnya, gadis ini pasti bukan dari daerah sini. Tangannya bergerak memeras handuk yang sebelumnya ia rendam di dalam air panas. Dengan pelan-pelan ia menyeka wajah gadis itu. Gerakannya selembut kapas, seolah kasar sedikit saja tubuh gadis itu akan hancur.

“Dia sangat cantik, hyung.” Ucap Donghae yang entah sejak kapan sudah berada di dalam kamar Jung Soo.

“Ya, dia sangat cantik. Mengapa ada orang yang tega melakukan ini padanya?” ucap Jung Soo pelan namun Donghae bisa menangkap kemarahan terselip dalam kalimat pria itu.

“Apakah mungkin dia diperkosa?” tanya Donghae hati-hati.

Jung Soo tercekat. Kalau apa yang dikatakan Donghae benar maka gadis ini benar-benar malang sekali. Mengapa gadis secantik dirinya harus mengalami hal buruk seperti itu?

“Entahlah, Donghae-ah. Semoga tidak seperti itu.” Ucap Jung Soo.

“Dia belum sadarkan diri dari sore, hyung. Bagaimana kalau kita bawa ke rumah sakit? Aku khawatir melihat luka di sekujur tubuhnya.” Ucap Donghae khawatir.

“Ya, aku juga berpikiran seperti itu. Besok pagi saja kita membawanya ke rumah sakit, sekarang sudah larut sekali.” Ucap Jung Soo.

“Hmm…” angguk Donghae. “Dia benar-benar manis sekail. Aku belum pernah lihat gadis semanis dia. Kau akan punya dua adik, hyung.” Ucap Donghae lagi, kali dengan cengiran.

“Kau menyukainya?” tanya Jung Soo dengan kekehan.

“Tidak. Aku hanya mengatakan yang sejujurnya.” Ucap Donghae.

Donghae lantas keluar dari kamar Jung Soo. Jung Soo kembali menatap wajah mungil gadis yang kini berbaring di atas ranjangnya. Apa yang dikatakan Donghae benar, gadis itu memang sangat cantik dan manis sekali. Ia jadi penasaran bagaimana suara gadis itu terdengar bila sedang berbicara, bagaimana tatapan matanya, bagaimana sifat gadis itu, dan bagaimana tingkah gadis itu. Terselip harapan kecil di hatinya, semoga gadis itu tak mengalami sesuatu yang buruk seperti apa yang dikatakan Donghae.

“Cepat bangun, gadis manis.” Ucap Jung Soo lembut. Ia lalu menarik selimut hingga leher gadis itu. Tanpa sadar perasaan sayangnya sudah tercipta untuk gadis itu. Ia tak pernah tahu bahwa perasaan itu akan berubah menjadi perasaan cinta dan ingin memiliki.

****

Seoul National University Hospital

Seoul, South Korea

08.00 AM

Jung Soo menatap Hyu Won yang kini masih tertidur di sampingnya, tangan gadis itu menggenggam tangannya seolah takut pria itu akan pergi. Jung Soo tersenyum menatap tubuh gadis itu. Terselip kekhawatiran di hatinya melihat gadis itu tertidur dalam posisi seperti itu. Tubuhnya pasti akan pegal setelah ini.

CEKLEK

Jung Soo menatap pintu kamar yang terbuka. Seorang perawat masuk dengan senyum merekah di bibirnya. Ia membawa alat pemeriksaan fisik di tangannya, Jung Soo tahu sebentar lagi perawat itu akan memeriksa dirinya.

“Selamat pagi Jung Soo-ssi.” Ucap perawat tersebut.

“Selamat pagi perawat Jung.” Balas Jung Soo ramah. Perawat itu lantas menatap gadis di sebelah Jung Soo dengan bingung.

“Kekasihmu masih tidur?” tanya perawat tersebut.

“Hmm, dia tampaknya kelelahan. Tidak apa-apa memeriksa tanpa membangunkannya, kan?” tanya Jung Soo.

“Tidak apa-apa. Aku hanya akan memeriksa tanda-tanda vitalmu.” Ucap perawat Jung.

Ne.” Angguk Jung Soo.

Perawat Jung lalu mulai melakukan pemeriksaan fisik, mulai dari mengukur tekanan darah hingga menghitung nadi pria itu. Perawat Jung menatap gadis yang masih tertidur di samping Jung Soo dengan lembut.

“Kekasihmu pasti sangat mencintaimu. Dia bahkan tak melepaskan genggamannya pada tanganmu.” Ucap perawat Jung menggoda Jung Soo. Jung Soo hanya tersenyum, tangannya bergerak mengusap lembut kepala Hyu Won.

“Apakah perutmu masih nyeri?” tanya perawat Jung lagi.

“Sudah tidak terlalu, aku bisa mengatasinya.” Ucap Jung Soo.

“Kau bisa melakukan teknik napas dalam yang sudah kuajarkan.” Ucap perawat Jung.

“Ya, aku selalu melakukannya. Itu sangat membantu.” Ucap Jung Soo.

“Syukurlah kalau itu mengurangi nyerinya. Pemeriksaan sudah selesai Jung Soo-ssi,” ucap perawat Jung lalu membereskan alat-alat pemeriksaan.

Gomawo, perawat Jung.” Ucap Jung Soo.

Ne. Sampaikan salamku pada kekasihmu kalau dia sudah bangun. Kalau ada apa-apa kau bisa memanggilku.” Ucap perawat Jung lalu keluar dari kamar Jung Soo.

Tak lama setelah perawat Jung keluar, Hyu Won bergumam pelan. Gadis itu melenguh lalu membuka matanya dengan perlahan. Ia menatap jendela yang sudah sangat terang. Matahari sudah tinggi rupanya.

Annyeong…” sapa Jung Soo pada Hyu Won.

Anyyeong oppa.” Balas Hyu Won. Ia meringis pelan saat merasakan pusing pada kepalanya, belum lagi matanya yang terasa berat sekali. Ia ingat semalaman ia menangis sampai tak bisa mengeluarkan air mata lagi. Setelah itu ia pindah dan tidur di samping Jung Soo.

“Matamu bengkak sekali, Hyu Won-ah. Kau menangis?” tanya Jung Soo tiba-tiba. Hyu Won menelan ludahnya gugup. Dengan tenang ia mengusap matanya lalu menatap Jung Soo.

Anniya… aku hanya terlalu mengantuk.” Ucap Hyu Won, Jung Soo menatap gadis itu lama mencari-cari sesuatu yang gadis itu sembunyikan. Ia kemudian tersenyum lembut berusaha mengabaikan rasa penasarannya.

“Kau mendapat salam dari perawat Jung.” Ucap Jung Soo.

“Perawat Jung? Aku belum pernah melihatnya.” Ucap Hyu Won.

“Ya, kau memang tak pernah melihatnya. Tadi juga kau masih tidur ketika dia di sini.” Ucap Jung Soo.

“Kenapa tak membangunkanku?” tanya Hyu Won.

“Kau kelihatannya lelah sekali. Obrolanku dan perawat Jung cukup keras tapi kau sama sekali tak terbangun. Kurasa ada bom pun kau tak akan bangun.” Cibir Jung Soo.

Hyu Won menyipitkan matanya meneliti senyuman di bibir Jung Soo. “Kenapa kau tersenyum saat membicarakan perawat Jung?” tanya Hyu Won sinis.

Waeyo?” balas Jung Soo geli.

“Apakah perawat Jung cantik?” tanya Hyu Won kemudian.

Jung Soo terkejut mendengar pertanyaan gadis itu. Apakah gadis itu cemburu?

“Ya, dia cantik.” Balas Jung Soo lalu mengulum senyumannya.

“Dibanding dengan diriku?”

“Dia–”

“APA? Kau selingkuh?” teriak Hyu Won kesal. Jung Soo berusaha menahan tawanya.

“Tidak.” Balas Jung Soo cepat dengan cengiran.

“Tadi kau bilang?”

“Tadi aku belum selesai bicara. Dia cantik tapi kau jauh lebih cantik.” Ucap Jung Soo lalu tertawa ketika melihat wajah Hyu Won yang merona merah. Hyu Won tersipu mendengar ucapan pria itu. Senyum kemenangan mencuat di bibir gadis itu.

“Tch~ dasar perayu.” Ucap Hyu Won dengan sisa-sisa senyuman di bibirnya.

“Pulanglah, kau harus menjaga toko bunga.” Ucap Jung Soo.

Hyu Won menatap jam tangannya. Benar, ia harus menjaga toko bunganya. Direnggangkan tubuhnya lalu berdiri dari tempat duduk.

“Baiklah, aku akan pulang. Nanti malam aku akan kembali lagi.” Ucap Hyu Won.

“Tidak perlu, malam ini Donghae yang akan menginap. Sudah dua malam kau di sini. Tidurlah di rumah malam ini.” Ucap Jung Soo. Hyu Won tak membantah. Jung Soo benar, lagi pula dia butuh istirahat yang panjang.

“Kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa besok, Oppa.” Ucap Hyu Won.

“Hmm… hati-hati!” seru Jung Soo.

Hyu Won berjalan keluar dari kamar Jung Soo. Pria itu menatap kepergian Hyu Won dalam diam. Walaupun Hyu Won bersikap santai seperti tadi, Jung Soo tahu ada sesuatu yang disembunyikan gadis itu. Hyu Won mungkin lupa bahwa Jung Soo sudah terlalu mengenal dirinya.

****

A Few Days Later

Uhm’s Family Home

Kyu Hyun menatap Ji Won yang kini tengah sibuk menata makanan di dalam kotak bekal makanan. Ibu angkatnya itu tengah sibuk menyiapkan dua bekal makanan untuk dirinya dan Hyu Won. Satu kotak berisi bekal makan siang Kyu Hyun dan satu lagi adalah termos yang berisi sup ayam kesukaan Hyu Won.

Hyu Won.

Membicarakan Hyu Won membuat Kyu Hyun kembali merasa sedih. Sudah empat hari berlalu sejak pertemuan terakhir mereka di Rumah Sakit, ia belum bertemu atau pun berbicara lagi dengan gadis itu. Ia tidak berencana mengikuti kemauan gadis itu untuk pergi menjauh. Ia hanya butuh waktu untuk mengobati lebam hatinya.

“Tolong berikan ini juga pada Hyu Won. Aku akan menemuinya nanti, mungkin ia akan terkejut kalau aku tiba-tiba menemuinya dan membawakan sup kesukaannya. Katakan saja kau kebetulan lewat ke arah yang sama dan aku kebetulan juga sedang membuat sup ayam. Jadi aku menitipkan ini untuknya.” Ucap Ji Won dengan sumringah, Kyu Hyun ikut tersenyum melihat kebahagiaan ibu angkatnya itu. Tanpa wanita itu ketahui bahwa menemui Hyu Won tak semudah ‘kebetulan’ yang wanita itu katakan.

“Ya, aku akan memberikannya.” Balas Kyu Hyun pelan. Ji Won menangkap sesuatu yang berbeda dari nada suara putranya itu, ia lantas menatap putranya itu dengan dahi berkerut.

“Keadaanmu dan Hyu Won baik-baik saja, kan?” tanya Ji Won penasaran.

“Hmm, kami baik. Tenang saja.” Ucap Kyu Hyun.

“Kau sedikit kurang bersemangat beberapa hari terakhir ini.” Ucap Ji Won khawatir.

“Banyak pekerjaan di kantor.” Bohong Kyu Hyun.

“Ambil cuti dan istirahatlah, Kyu Hyun-ah.” Ucap Ji Won.

Eomma terlalu mengkhawatirkan aku.” Ucap Kyu Hyun.

“Cepat berangkat ke kantor, ini sudah hampir setengah delapan.” Ucap Ji Won.

“Aku akan berangkat sekarang.” Ucap Kyu Hyun sambil meraih bekal makanan di atas meja.

“Hati-hati! Sampaikan salamku untuk Hyu Won.” Ucap Ji Won. Kyu Hyun menganggukan kepalanya lalu berjalan meninggalkan meja makan dengan langkah berat.

****

Bee Florist

Seoul, South Korea

08.00 AM

Hyu Won duduk dengan santai sambil merangkai bunga pesanan salah satu pembelinya. Bibirnya tersungging menatap warna-warni bunga. Sesekali ia bersenandung pelan. Suasanan hatinya sedikit lebih baik hari ini. Ia tak memungkiri pertemuan terakhirnya dengan Kyu Hyun menyisakan kesedihan yang cukup mendalam baginya. Tapi semua itu sedikit tertutupi dengan kabar mengenai kondisi Jung Soo yang semakin membaik. Dokter bilang pria itu sudah bisa pulang dari Rumah Sakit.

“Selamat pagi.” Sebuah suara berujar.

Hyu Won menghentikan aktiviasnya lalu mendongakan kepalanya. Mata Hyu Won sontak membulat begitu melihat siapa yang berdiri di depan pelataran toko bunganya.

“Kau?” ucap Hyu Won dingin.

“Jangan usir aku.” Ucap suara itu memelas namun masih tetap dengan sedikit keangkuhan.

Wanita itu berjalan perlahan mendekati Hyu Won. Hyu Won lantas berdiri dengan ragu, ia menunggu-nunggu apa yang akan dilakukan wanita itu padanya. Langkah Na Mi semakin dekat dengan Hyu Won. Hyu Won merasakan sesuatu yang berbeda dari wanita itu walaupun dandanan wanita itu cukup mengintimidasi pagi ini.

“Hyu Won…” ucap Na Mi menggantung, dengan perlahan wanita itu membuka kacamata hitamnya.

“Ya Tuhan! Apa yang terjadi padamu?” pekik Hyu Won saat melihat lebam keunguan di sudut mata kiri Na Mi. Wanita itu hanya menatap Hyu Won dalam diam, matanya berkaca-kaca seolah tak mampu mengutarakan isi hatinya.

“Aku mohon, tolong aku. Tak ada tempat lain lagi, izinkan aku bersembunyi di sini.” Ucap Na Mi pelan. Hyu Won menatap Na Mi dengan iba. Wanita itu pasti mendapatkan suatu tindak kekerasan.

“Tolonglah.” Ucap Na Mi lagi.

Setelah menimbang-nimbang dalam hati, Hyu Won akhirnya luluh pada permohonan wanita itu. Masih ada kebencian di hatinya tetapi ia tak sampai hati menolak permohonan wanita itu.

“Masuklah.” Ucap Hyu Won akhirnya.

Na Mi mengembuskan napasnya lega lalu tersenyum lemah pada Hyu Won. “Gomawo. Ehmm– Hyu Won, maafkan aku kalau aku lancang. Aku meminta Kyu Hyun datang ke mari karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengannya.” Ucap Na Mi pelan.

“Apa? Mengapa kau harus memintanya datang? Kalau kau ingin bicara dengannya, kau bisa cari tempat lain.” Ucap Hyu Won kesal.

“Aku menghubunginya karena panik. Demi Tuhan aku tidak sengaja memintanya ke mari. Aku memintanya datang dalam perjalanan ke mari, sebentar lagi mungkin dia datang.” Ucap Na Mi dengan lemah. Hyu Won menyipitkan matanya menatap wanita itu, ada apa sebenarnya? Tampaknya ada sesuatu yang pelik tengah melanda wanita itu.

“Ya, terserah padamu. Sejak dulu kalian memang selalu bertindak sesuka hati kalian. Cepat selesaikan masalah kalian dan pergi dari rumahku.” Ucap Hyu Won dingin lalu berjalan menuju dapur.

Na Mi menatap Hyu Won yang berlalu dari hadapannya. Ia meremas tangannya dengan gugup. Tidak apa-apa gadis itu bersikap kasar padanya, setidaknya Hyu Won tak mengusirnya dari rumah ini, karena ia tak tahu ke mana lagi ia bisa bersembunyi dari suaminya.

Drrt Drrt Drrt

Na Mi menatap ponselnya dengan terkejut. Nama Si Won tertera di layar ponselnya. Dengan tangan bergetar ia mengangkat telepon dari suaminya itu.

“Di mana kau?” suara Si Won terdengar penuh kemarahan.

“Jangan mengangguku lagi. Aku lelah, Choi Si Won! Aku tak ingin bertemu denganmu lagi.” Ucap Na Mi dengan suara bergetar.

“Kau pikir kau bisa pergi dariku? Cepat kembali istriku, kau tak ingin membuat suaminya marah, kan?” ucap Si Won dingin.

“Aku ingin bercerai.” Ucap Na Mi dengan lantang.

Terdengar tawa dari seberang telepon. “Tidak akan ada perceraian, sialan!” ucap Si Won lalu terdengar sambungan telepon diputus. Na Mi menatap ponselnya dengan air mata yang mengalir.

Tanpa Na Mi sadari Hyu Won sejak tadi mendengar pembicaraannya dengan Si Won. Hyu Won menggigit bibir bawahnya dengan gugup, ia tak ingin ikut campur tapi rasa penasarannya cukup tinggi.

“Ehmm…” Hyu Won berdehem.

Na Mi menolehkan kepalanya terkejut. “Kau pasti mendengarkannya.” Ucap Na Mi sinis.

“Ya.” Balas Hyu Won. Hyu Won tahu dibalik kesinisan suara wanita itu, ia menyimpang kesedihan yang mendalam.

“Silahkan tertawa dan ucapkan selamat padaku karena hidupku kini menderita. Mungkin ini balasan atas apa yang pernah aku lakukan untukmu.” Ucap Na Mi. Hyu Won tahu wanita itu pasti sangat tertekan saat ini. Dia menyembunyikan dengan bersikap sinis dan kasar.

“Terserah dengan apa yang ada di dalam kepalamu itu, Kim Na Mi. Aku tidak akan tertawa dan mengucapkan selamat pada penderitaan orang lain.” Ucap Hyu Won dingin. Ia lantas meletakan es batu dan kain untuk mengompres di atas meja.

“Kau bisa gunakan ini untuk mengompres lebam di matamu.” Ucap Hyu Won lalu pergi dari hadapan Na Mi.

****

Hyu Won meletakan bunga-bunga yang sudah selesai ia rangkai ke dalam keranjang, ia lantas mulai menyirami bunga-bunga di sekitar pelataran toko. Sesekali ia mengawasi para pekerjanya. Dahinya berkerut memikirkan apa yang sedang terjadi pada Na Mi, tapi sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya berusaha meghilangkan rasa penasarannya. Untuk apa ia sibuk memikirkan masalah orang lain sementara masalahnya sendiri belum teratasi.

BRAKKK

Ommo!” Hyu Won terkejut saat melihat salah satu pot bunganya jatuh ke tanah. Pot bunga itu hancur tak berbentuk.

“DI MANA KIM NA MI!” teriak seorang pria di depan pintu toko. Pria itu lantas menendang lagi satu pot bunga dan berakhir mengenaskan seperti pot bunga sebelumnya.

“Tuan, apa yang kau lakukan?!” teriak Hyu Won kesal. Ia berjalan mendekati pria besar itu dengan gugup. Sejujurnya ia ketakutan tetapi pria itu baru saja menghancurkan barang dagangannya. Ia tak akan membiarkannya begitu saja.

Eonnie, ada apa?” Tae Yeon salah satu pegawai Hyu Won keluar dengan wajah tak kalah terkejut.

“DI MANA KIM NA MI! KAMI TAHU DIA DI SINI!” suara berat pria itu kembali membentak.

“Tidak ada Kim Na Mi di sini!” balas Hyu Won marah.

“Jangan berani menipuku, kau akan menyesal kalau sampai aku menemukan Kim Na Mi di sini.” Ucap pria itu dengan serius. Hyu Won tahu pria itu tak main-main.

“KIM NA MI KELUAR!” teriak pria itu lagi lalu berusaha masuk, dengan cepat Hyu Won menahan tubuh besar pria itu namun naas tubuh kecilnya justru terjerembab karena dorongan pria itu.

“Jangan coba-coba melawanku!” ucap pria itu, Hyu Won masih meringis berusaha bangun dibantu oleh Tae Yeon.

“Kau tidak berhak masuk ke dalam tokoku, kalau kau melakukannya, aku akan melapor pada Polisi.” Ucap Hyu Won lantang ketika ia berdiri.

“Kau pikir kau bisa mengancamku?” ucap pria itu lalu kembali masuk, Hyu Won kembali berusaha menahan pria itu. Karena kesal pria itu berbalik dan mencengkram leher Hyu Won hingga gadis itu hampir kehabisan nafas.

“Le-pash-kan!” Ucap Hyu Won terbata-bata berusaha menghirup udara.

“Aku bilang jangan coba-coba.” Ucap pria itu memperingati, ia terus mencekik leher Hyu Won hingga wajah gadis itu mulai memucat.

“Hentikan Tuan!” suara Tae Yeon terdengar ketakutan. Pria itu tak memedulikan teriakan Tae Yeon, ia justru tersenyum licik menikmati ketersiksaan Hyu Won.

“Le-pash-kan…” ucap Hyu Won sambil memukul-mukul dada pria itu namun tak memberikan efek apa-apa.

“Mati kau!”

“Lepaskan dia!” semuanya menatap ke dalam rumah.

Na Mi berjalan keluar dengan wajah marah. Pria itu melepas cengkramannya pada leher Hyu Won. Hyu Won mengusap-usap lehernya sambil terbatuk-batuk.

“Akhirnya kau keluar juga.” Sebuah suara asing berujar dari belakang Hyu Won.

Na Mi menatap sosok yang berdiri di belakang Hyu Won dengan terkejut, Hyu Won bisa menangkap ketakutan di mata Na Mi. Dengan cepat ia membalikan tubuhnya. Seketika itu kaki Hyu Won lemas seolah tak bertulang. Nafasnya tersenggal-senggal dan matanya membulat besar.

Andwae… Choi Si Won? Ucap Hyu Won dengan ketakutan di dalam hati.

Hyu Won yakin itu Choi Si Won. Ia tak mungkin melupakan kejadian naas malam itu. Hyu Won menelan ludahnya dengan susah payah. Matanya semakin membulat saat melihat Si Won berjalan menuju ke arahnya.

Tidak! Tidak! Tidak!

Hyu Won menggelengkan kepalanya berusaha mencegah Si Won berjalan mendekatinya tetapi pria itu terus maju. Tanpa diduga Si Won melewati Hyu Won begitu saja dan berjalan dengan langkah cepat menuju Na Mi. Pria itu tak ingat padanya?

“Akhhhh!” Teriakan Na Mi membuat Hyu Won bergidik ngeri.

Hyu Won membalikan tubuhnya dan seketika tubuhnya bergetar hebat. Na Mi sudah terjerembab di lantai dengan darah segar yang mengalir di sudut kanan bibirnya.

“Dasar kau wanita jalang! Kau itu milikku!” teriak Si Won lalu dengan kejamnya menendang perut Na Mi.

Appo… ampun…”

Hyu Won menutup mulutnya mencegah teriakannya keluar. Ia tak mampu melakukan apa-apa. Tubuhnya mulai berkeringat dingin. Ia menutup telinganya saat mendengar rintihan memilukan dari Na Mi. Tubuhnya kaku tak dapat bergerak. Tiba-tiba ingatannya tentang malam naas di mana Kyu Hyun meninggalkannya di kamar hotel muncul begitu saja.

“Akh! Appo…”

“Kau seharusnya tak pernah mengikuti kami, dasar bodoh. Kim Na Mi, ia sudah menjualmu padaku. Aku sudah membelimu dengan sangat mahal jadi kau jangan pernah bertindak semaumu lagi. Kau itu sekarang milikku!”

“Lepaskan aku! Kau bajingan!”

PLAKK PLAKK

Hyu Won menggelengkan kepalanya berusaha menghapus memori-memori kelam itu. Dia tersiksa setengah mati.

“HENTIKAN… HENTIKAN!” teriak Hyu Won keras, entah pada dirinya sendiri atau pada Si Won yang kini tengah memukul Na Mi.

Si Won tak memedulikan teriakan Hyu Won ia justru semakin menyiksa Na Mi. Wanita itu masih meringis kesakitan. Hyu Won ingin berlari dan menolong Na Mi tapi ia tak sanggup. Ketakutan dan trauma dalam dirinya kembali muncul.

“Andwae…andwae…” Hyu Won berbicara pada dirinya sendiri. Ia menatap Si Won dalam-dalam. Itu adalah Si Won. Dia yakin Si Won di hadapannya sama dengan Si Won malam itu.

“Hentikan, kalian bisa tertangkap polisi karena tindakan bodoh ini. Lagi pula tubuhnya sudah tak menarik lagi.”

Ya. Itu Si Won. Hyu Won bahkan masih ingat dengan suara pria itu. Tubuh Hyu Won semakin bergetar hebat, wajahnya memucat, dan kepalanya berubah pening. Ia tak sanggup melihat Na Mi yang kini babak belur di bawah kaki Si Won. Hyu Won menatap Tae Yeon yang kini berada dalam cengkraman pria besar yang tadi menghancurkan pot bunganya. Mereka semua tak berdaya. Hyu Won merasakan kembali perasaan menakutkan seperti malam itu. Tak ada pertolongan sama sekali.

“Kau meminta perceraian? Jangan harap!” bentak Si Won lalu kembali menendang Na Mi.

“HENTIKAN CHOI SI WON!” sebuah teriakan menghentikan aksi brutal Si Won pada Na Mi.

“Kyu Hyun?” Ucap Hyu Won.

Hyu Won menatap Kyu Hyun dengan perasaan lega. Kyu Hyun berjalan menuju Hyu Won yang kini sudah berlutut di tanah. Kakinya terlalu lemas untuk menopang berat tubuhnya.

“Pahlawan datang!” ucap Si Won dengan kekehan.

“Ada apa ini?” ucap Lee Donghae yang baru saja tiba. Ia menatap Hyu Won lalu menatap Na Mi yang kini tergeletak tak sadarkan diri. Pria itu terkejut setengah mati.

“Kau gila, Choi Si Won. Itu istrimu. Dia bisa mati!” teriak Kyu Hyun murka.

Seolah tersadar dengan ucapan Kyu Hyun, Si Won menatap Na Mi yang kini tergeletak tak sadarkan diri. Ia hendak membungkuk untuk menydarakan Na Mi saat Kyu Hyun dengan cepat mencegahnya.

“PERGI KAU! Kau tak pantas menyentuhnya!” Teriak Kyu Hyun lalu dengan cepat ia meminta Donghae untuk membantunya membopong Na Mi. Si Won hanya diam membeku seolah baru saja tersadar dari apa yang sudah ia lakukan pada Na Mi.

“Bantu aku Lee Donghae.” Ucap Kyu Hyun. Dengan sigap Donghae membantu Kyu Hyun mengangkat tubuh Na Mi. Mereka membawa wanita itu ke mobil Kyu Hyun.

Hyu Won hanya menatap Kyu Hyun dan Donghae dengan tatapan kosong. Dia tak bisa melakukan apa pun. Tindakan kekerasan yang baru saja Si Won lakukan menjadi sebuah faktor presipitasi untuknya. Kejadian kelam malam itu kini kembali berputar-putar di dalam kepalanya. Bukan hanya pikirannya yang terganggu, ia bahkan mengalami hipokondriasis. Perasaan di mana tubuhnya terasa sakit dan nyeri padahal tak ada luka sama sekali. Hyu Won menatap bekas luka di tangannya dan ia kembali merasakan nyeri di mana-mana.

“Ini tidak nyata…” ucap Hyu Won berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Air matanya mengalir dan perasaan takut itu kembali muncul. Sekali lagi, dia tersiksa setengah mati.

Hyu Won memegang kepalanya dan pandangannya mulai berkunang-kunang. Ia menatap Kyu Hyun yang kini berjalan menuju ke arahnya. Pria itu memanggil-manggil namanya tetapi Hyu Won tak dapat mendengar apa yang Kyu Hyun katakan.

“Kyu Hyun–” Ucap Hyu Won lemah. Pandangannya mulai gelap, tubuhnya limbung dan ia jatuh pingsan.

“HYU WON!” Teriak Kyu Hyun terkejut, dengan cepat ia meraih tubuh Hyu Won agar tidak jatuh mencium tanah.

****

Kyu Hyun menatap Hyu Won yang kini terbaring di atas ranjang kamarnya, wajah gadis itu beberapa kali menunjukan kegelisahan. Entah sudah beberapa kali gadis itu mengigau menyebutkan nama Si Won dan Min Seo. Ada apa sebenarnya? Dan apa hubungannya Si Won dan Min Seo dengan gadis itu?

Kyu Hyun kembali mengganti kompres hangat di lipatan paha Hyu Won. Demamnya sudah tak setinggi tadi pagi saat pingsan. Kyu Hyun mengusap butiran keringat di dahi gadis itu. Rasa penasaran dan khawatir membuatnya begitu frustrasi.

Hyu Won kembali meringis dalam tidurnya. Tampak sekali ketakutan dan kegelisahan di sana. Kyu Hyun dengan perlahan menggenggam tangan Hyu Won. Dengan penuh kasih sayang ia mengecup jemari dan punggung tangan gadis itu. Matanya tak sengaja menatap bekas luka di sepanjang tangan gadis itu. Dadanya terasa nyeri melihat semua itu. Ditatapnya wajah cantik Hyu Won dengan dalam, sejujurnya tak ada yang berubah dari gadis ini. Ia masih terlihat sama seperti dulu saat mereka masih remaja. Rasa rindu itu kembali muncul di hati Kyu Hyun, bibirnya tanpa sadar tersungging mengingat bagaimana mereka selalu bersama dulu. Ia rindu ingin mengulang semua itu lagi.

“Kau selalu pandai membuat orang merindukanmu, Hyu Won-ah.” Ucap Kyu Hyun pelan.

Kyu Hyun lantas melemparkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar Hyu Won. Kamar ini kecil namun rapi. Tak ada banyak pajangan atau foto kenangan seperti gadis-gadis pada umumnya. Dinding kamar gadis itu hanya di isi dengan beberapa lukisan pemandangan dan bunga. Hanya ada satu foto di atas nakas meja. Kyu Hyun memiringkan tubuhnya lalu turun dari ranjang Hyu Won. Sebelum turun dari ranjang, ia memastikan kembali keadaan Hyu Won. Gadis itu masih tertidur, nafasnya sudah mulai teratur.

Kyu Hyun meraih foto di atas nakas milik Hyu Won, bibirnya tersungging saat melihat potret Hyu Won yang tengah berdiri di depan toko bunganya. Bibir gadis itu tersungging lebar. Tampak sekali kebahagiaan di sana. Kyu Hyun mengira-ngira dalam hati, mungkin ini adalah hari ulang tahun gadis itu atau mungkin ini pertama kali ia membuka toko bunga miliknya. Ah… tak penting, yang paling penting adalah sorot mata gadis itu menunjukan kebahagiaan. Diletakannya kembali foto gadis itu di atas nakas. Tangannya lantas bergerak membuka lacil nakas berharap ia menemukan sesuatu yang berhubungan dengan kepribadian gadis itu.

Kyu Hyun tersenyum miris saat membuka laci, tak ada sesuatu yang berarti. Hanya ada beberapa barang dan sebuah sketch book. Dengan penasaran Kyu Hyun mengambil skecth book itu. Dia tahu Hyu Won suka melukis sejak mereka kecil. Dengan bibir merekah ia segera membuka sketch book itu, ia ingin tahu objek seperti apa yang sering Hyu Won lukis. Saat Kyu Hyun membuka sketch book itu, jantungnya seperti diremas dengan keras hingga membuatnya merasa nyeri.

Ya Tuhan…tidak mungkin.” Desah Kyu Hyun pelan nyaris berbisik.

Kyu Hyun menatap objek lukis di atas kertas itu dalam-dalam. Ia yakin Itu adalah dirinya. Perasaan haru-sedih-marah berkumpul jadi satu. Ia tak menyangka akan menemukan sosok dirinya di dalam sketch book itu. Jelas sekali bocah lelaki yang dilukis Hyu Won adalah dirinya. Lukisan itu adalah dirinya ketika ia remaja. Dari kertas yang mulai menguning, ia tahu lukisan ini sudah lama dibuat. Bibir Kyu Hyun bergetar menahan emosi, dengan tangan bergetar ia membuka lembar selanjutnya berharap menemukan objek lain. Namun nihil. Hanya ada satu lukisan.

“Hyu Won-ah…”

Kyu Hyun mendekap skecth book itu, mungkinkah Hyu Won juga merindukannya saat melukis wajahnya? Kyu Hyun tak sadar matanya mulai berkaca-kaca. Perasaan sedih menyeruak di dalam hatinya, dari lukisan itu ia tahu ingatan gadis itu tentangnya hanya sebatas usia remaja. Kyu Hyun memejamkan matanya, setidaknya Hyu Won benar-benar tak melupakan dirinya. Gadis itu masih mengingatnya. Senyum simpul merekah dari bibirnya.

“Terima kasih.” Gumamnya pelan.

Kyu Hyun kembali menyimpan sketch book itu ke dalam laci. Tanpa sengaja ketika ia menyimpan sketch book itu di dalam laci, ia melihat beberapa butir obat di dalam sebuah wadah plastik kecil. Kyu Hyun lantas mengambil butiran obat tersebut, dahinya berkerut menerka obat apa itu. Dengan penasaran ia mulai membaca label pada obat tersebut.

“Obat tidur?” gumam Kyu Hyun. Ia menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won dengan bingung. Mengapa gadis itu butuh obat tidur?

Andwae… geumanhae.” Gumam Hyu Won tiba-tiba. Kyu Hyun lantas menyimpan obat tersebut kembali ke dalam laci. Ia lalu kembali naik ke atas ranjang. Perasaannnya berubah cemas.

“Ssst…” bisik Kyu Hyun lembut. Ia meraih tubuh Hyu Won dan memeluk gadis itu dengan erat. Kyu Hyun lantas menjadikan tangannya sebagai bantalan. Dengan lembut ia mengusap punggung gadis itu. Pikirannya berkecamuk memikirkan mengenai obat tidur yang ada di dalam laci. Ia tahu obat tidur itu adalah salah satu jenis obat penenang juga. Untuk apa Kang Hyu Won butuh obat seperti itu?

****

A Night

11.00 PM

Hyu Won mengerjapkan matanya pelan. Ia mencoba bergerak tapi tubuhnya tak bisa bergerak sama sekali. Dahinya tiba-tiba berkerut saat merasakan tubuhnya seperti dipeluk oleh seseorang, dengan panik ia mendongakan kepalanya. Matanya membulat saat mendapati sosok yang sedang tidur memeluknya saat ini adalah Kyu Hyun. Tanpa ia sadari ia merasa lega saat mendapati pria itu di sisinya. Untuk pertama kalinya ia merasa lega karena terbangun tidak dalam keadaan sendirian. Dengan pelan ia mencoba melepaskan pelukan Kyu Hyun pada tubuhnya namun pria itu justru terbangun.

“Kau sudah bangun?” tanya Kyu Hyun parau. Hyu Won hanya diam tak menjawab pertanyaan pria itu.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyu Hyun mulai cemas. Ia mendapati wajah Hyu Won kini memucat. Dengan mengabaikan rasa kantuknya, ia memfokuskan tatapannya sepenuhnya pada Hyu Won.

“Hyu Won? Katakan sesuatu.” Ucap Kyu Hyun lagi. Kali ini pandangannya keduanya terkunci satu sama lain.

“Ya, aku baik-baik saja.” Bisik Hyu Won pelan.

“Hyu Won?” panggil Kyu Hyun sekali lagi, ia tahu jawaban gadis itu berbanding terbalik dengan raut wajahnya.

“Tidak, aku tak baik-baik saja. Dia pasti akan datang kembali.” Ucap Hyu Won pelan nyaris berbisik, seolah apa yang ia katakan akan terdengar oleh orang lain.

“Siapa?” tanya Kyu Hyun tak mengerti.

“Min Seo.” Bisik Hyu Won parau, gadis itu berusaha menahan air matanya. Kyu Hyun dengan cepat meraih tubuh gadis itu. Dia tahu gadis itu ketakutan setengah mati. Tatapan matanya menunjukan segalanya.

“Dengar. Aku tak akan membiarkan ia menyakitimu lagi. Percaya padaku.” Ucap Kyu Hyun dengan serius. Hyu Won menganggukan kepalanya dalam pelukan pria itu.

Hyu Won menelan ludahnya dengan susah payah. Ia ketakutan setengah mati tetapi ia tak punya siapa-siapa di rumah ini. Jung Soo masih di rawat di rumah sakit sementara itu Donghae pun tak terlihat di mana pun. Kyu Hyun? Apakah ia bisa mempercayai pria itu.

“Kyu Hyun…” ucap Hyu Won menggantung, ia ragu ingin mengutarakan keinginannya. Dahinya berkerut menimbang-nimbang apakah seharusnya ia mengutarakan keinginannya.

“Ya?” tanya Kyu Hyun.

“…” Hyu Won tak melanjutkan kalimatnya, gadis itu menggigit bibir bawahnya menahan ucapan yang akan keluar dari mulutnya. Ia ingin bilang bahwa ia ketakutan setengah mati, ia ingin bilang bahwa ia tak ingin sendirian di rumah ini tetapi ia tak mampu mengatakannya.

“Aku di sini.” Ucap Kyu Hyun tenang seolah tahu keresahan yang sedang dirasakan gadis itu.

“Ya.” Bisik Hyu Won parau. Dia lega karena Kyu Hyun mengatakan sesuatu yang ia harapkan.

Dan seketika itu juga Kyu Hyun tahu bahwa gadis itu benar-benar membutuhkan seseorang di sampingnya. Tatapan gadis itu menunjukan kerapuhan yang sangat luar biasa. Oh Tuhan, sebesar apa kerusakan yang terjadi pada gadis ini? Mengapa ia tak bisa mengatakan semuanya secara gamblang saja? Dia bukan orang lain untuk gadis itu.

Kyu Hyun kembali memeluk tubuh gadis itu, kali ini tubuh Hyu Won tak setegang tadi. Kyu Hyun bisa merasakan tubuh gadis itu mulai santai. Dengan lembut ia mengusap lembut punggung gadis itu. Ia berusaha menyalurkan semua kenyamanan yang bisa ia berikan. Hyu Won menempelkan kepalanya di dada Kyu Hyun. Ia merasakan perasaan nyaman dan aman. Kenangan masa kecilnya muncul dalam ingatannya. Dulu memeluk Kyu Hyun adalah hal yang akan ia lakukan bila ia ketakutan.

“Hyu Won?” panggil Kyu Hyun kemudian.

“Ya?” balas Hyu Won pelan.

“Siapa Si Won?” tanya Kyu Hyun.

Seketika tubuh Hyu Won kembali menegang, Kyu Hyun menyesali apa yang ia tanyakan. Dengan lembut ia kembali mengeratkan pelukannya. “Tenanglah. Aku di sini. Kalau kau tidak ingin mengatakan siapa Si Won, aku tak akan bertanya lagi.” Tambah Kyu Hyun berusaha menenangkan Hyu Won.

Tubuh Hyu Won kembali santai, gadis itu menatap langit-langit kamarnya dalam diam. Pikirannya menerawang pada kejadian kelam malam itu. Ia menggigit bibir bawahnya berusaha menahan jeritan ketakutan dan kemarahan yang kembali muncul dalam hatinya.

“Hyu Won?” panggil Kyu Hyun berusaha menarik gadis itu dari lamunannya.

“Dia adalah teman Min Seo.” Ucap Hyu Won kemudian. Kyu Hyun menghentikan usapannya pada punggung Hyu Won sejenak lalu kembali melanjutkannya. Tubuhnya menegang mendengar penuturan Hyu Won.

“Apakah dia menyakitimu?” tanya Kyu Hyun berusaha menahan emosi yang mulai keluar.

“Tidak.” Balas Hyu Won singkat.

“Lalu mengapa kau ketakut–”

“Dia bersama Min Seo malam itu. Mereka ada di dalam kamar hotel itu pada malam di mana kau meninggalkanku.” Ucap Hyu Won.

“Apa?” Pekik Kyu Hyun terkejut.

Min Seo tidak sendirian malam itu? Tubuh Kyu Hyun menegang seketika, ia memikirkan kemungkinan hal buruk yang terjadi pada Hyu Won malam itu. Ketika pikirannya mulai berkeliaran ke mana-mana, Hyu Won mengatakan sesuatu yang membuatnya bingung.

“Dia menyelamatkanku dari kekejaman yang Min Seo lakukan.” Ucap Hyu Won kemudian. Kedua alis Kyu Hyun saling bertautan memikirkan ucapan Hyu Won.

“Choi Si Won menyelamatkanmu?” tanya Kyu Hyun tak mengerti. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Dan bagaimana Si Won bisa kenal dengan Min Seo?

“Ya. Kalau bukan karena Si Won, aku mungkin sudah mati–” Hyu Won tak melanjutkan kalimatnya. Gadis itu tiba-tiba terisak pelan. Dadanya sesak setengah mati saat kilasan kejadian malam itu muncul dalam benaknya. Ya Tuha, sampai kapan ia akan menanggung semua ini? Dia lelah dengan semua ini.

“Ssst… tenanglah. Jangan lanjutkan lagi.” Ucap Kyu Hyun.

“Dia adalah sahabat Min Seo. Bagaimana bisa aku tenang? Sebelum mereka meninggalkanku, Min Seo bilang padaku agar tak menunjukan wajahku di hadapan mereka lagi. Kalau tidak… kalau tidak ia akan membuatku merasakan apa yang lebih berat lagi!” Ucap Hyu Won sedikit histeris. Tangisnya mulai terdengar memilukan. Gadis itu terisak hingga tubuhnya bergetar.

Kyu Hyun dengan cepat bangun dari tidurnya, ia berusaha menenangkan Hyu Won yang kini menangis. Gadis itu begitu ketakutan. Wajahnya menunjukan ketakutan yang tak pernah Kyu Hyun lihat sama sekali. Oh, betapa Kyu Hyun sangat hancur melihat semua itu. Ia ingin melakukan apa saja agar bisa menghilangkan kesedihan dan ketakutan gadis itu. Ya Tuhan, ia tak sanggup melihat gadis itu dalam keadaan seperti ini.

“Dia akan kembali,” bisik Hyu Won nyaris tak terdengar.

“Dengarkan aku Hyu Won! Aku tak akan membiarkan ia kembali dan menyakitimu. Aku bersumpah aku akan menjagamu.” Ucap Kyu Hyun penuh penekanan. Membujuk Hyu Won yang sekarang tak semudah membujuk gadis itu saat keduanya masih kecil dulu.

Aku takut sekali. Ucap Hyu Won di dalam hati. Ia menatap Kyu Hyun seolah pria itu adalah satu-satunya orang yang tersisa di bumi ini.

“Tenanglah… aku ada di sini bersamamu.” Bisik Kyu Hyun mengerti dengan tatapan gadis itu. Pria itu menempelkan bibirnya pada pucuk kepala Hyu Won. Tangannya lantas bergerak mengusap pelan punggung Hyu Won.

Hyu Won menarik nafasnya berusaha menghirup udara sebanyak mungkin. Ucapan Kyu Hyun membuatnya tenang. Apakah ia bisa mempercayai pria itu sekali lagi?

“Aku akan menjagamu.” Ucap Kyu Hyun lagi.

“Apakah aku bisa percaya padamu?” tanya Hyu Won tiba-tiba dengan suara paraunya.

“Ya. Kau bisa percaya padaku.” Balas Kyu Hyun tenang namun penuh dengan keyakinan yang besar. Ia tak akan mengulangi kesalahan seperti dulu, ia tak akan meninggalkan gadis itu apa pun yang terjadi. Hidupnya adalah gadis itu.

Hyu Won memejamkan matanya membiarkan air matanya mengalir. Ia berusaha mengatur nafasnya. Perasaan emosionalnya membuatnya lelah. Rasa takut itu selalu muncul. Hyu Won takut ia kembali lagi pada masa-masa di mana ia tak mampu mengatasi semua trauma yang ia miliki.

Aku tak akan meninggalkanmu lagi. Ucap Kyu Hyun dalam hati. Diusapnya air mata yang membasahi wajah cantik Hyu Won. Gadis itu terlihat begitu rapuh. Wajahnya kosong seolah tak tahu arah ke mana ia harus melangkah.

Hari ini untuk pertama kalinya Hyu Won menujukan kerapuhannya pada Kyu Hyun. Kepanikan dan ketakutan yang Hyu Won tunjukan membuat Kyu Hyun yakin bahwa gadis itu tak peduli siapa yang ada di sampingnya saat ini. Bukan Jung Soo atau pun dirinya. Yang gadis itu butuhkan hanya seseorang yang bisa melindunginya. Dan Kyu Hyun tahu ia akan melakukan semua hal yang bisa membuat gadis itu merasa aman. Ia akan melindungi gadis itu. Ia akan mengembalikan semua tahun-tahun yang ia lewatkan dulu.

****

Tanpa Hyu Won dan Kyu Hyun sadari, sejak tadi seseorang berdiri dengan pandangan nanar menyaksikan apa yang mereka lakukan.

Park Jung Soo. Ya, pria itu sejak tadi berdiri menyaksikan bagaimana Hyu Won meluapkan perasaannya pada Kyu Hyun. Dengan mengabaikan nyeri yang masih terasa di perutnya, ia masih enggan beranjak dari tempatnya berdiri. Ia menatap Hyu Won dengan sendu. Kang Hyu Won yang ada di hadapannya saat ini sama seperti Kang Hyu Won sepuluh tahun lalu. Perasaan pria itu sakit melihat gadisnya kembali seperti dulu. Apa yang sebenarnya telah terjadi? Ia ingin masuk dan menggantikan Kyu Hyun tapi ada sesuatu yang membuatnya menahan langkahnya. Tatapan gadis itu menjelaskan segalanya.

Jung Soo membalikan tubuhnya namun ia tak lantas meninggalkan kamar Hyu Won. Pria itu menyandarkan tubuhnya pada dinding di sebelah pintu kamar Hyu Won. Pria itu menengadahkan kepalanya dan menatap langit-langit dengan gamang.

Jung Soo mengusap rambutnya dengan kasar. Hari ini untuk pertama kalinya ia melihat Hyu Won menujukan kerapuhannya pada pria lain selain dirinya. Jujur saja itu sangat menyakitkan. Ia akhirnya tahu bahwa yang Hyu Won butuhkan selama ini adalah seseorang yang bisa melindunginya, tidak peduli itu adalah dirinya atau pun Kyu Hyun. Gadis itu membutuh seseorang yang menawarkan rasa aman padanya. Gadis itu tidak membutuhkannya karena perasaan cinta.

Jung Soo menatap benda kecil berkilau yang sejak tadi ada dalam genggamannya. Seharusnya benda itu sekarang melingkar di jari manis Hyu Won. Ia tersenyum miris lalu memasukan benda mungil itu ke dalam saku celananya. Pria itu lantas beranjak meninggalkan kamar Hyu Won dengan perasaan hancur.

****

A Morning

06.00 AM

Kyu Hyun mengerjapkan matanya perlahan, tubuhnya terasa begitu segar. Tak pernah ia merasakan tubuh sesegar ini. Ia menolehkan kepalanya menatap Hyu Won yang masih tertidur di sampingnya. Bibir pria itu tersungging membentuk senyum simpul. Ia tak pernah menyangka bisa terbangun di samping gadis itu. Sejak tadi ia tak pernah berhenti bersyukur dan berterima kasih atas apa yang terjadi antara dirinya dan Hyu Won sejak kemarin.

Drrt Drrt Drrt

Kyu Hyun menatap ponselnya yang bergetar di atas nakas. Keningnya berkerut menerka siapa yang sudah menghubunginya di pagi buta seperti ini. Sebelum turun dari ranjang, ia menarik selimut Hyu Won yang tersingkap lalu menutupi tubuh gadis itu hingga sebatas leher.

Yeobboseo?” sapa Kyu Hyun. Pria itu berjalan menjauhi ranjang Hyu Won, ia berdiri di dekat jendela. Tangannya bergerak membuka tirai sehingga sinar matahari masuk dan menerangi kamar Hyu Won.

“…”

“Berkasmu sudah diterima? Kapan tanggal persidangannya?” Tanya Kyu Hyun.

“…”

“Baik, aku akan mencoba berbicara dengannya.” Balas Kyu Hyun dengan suara pelan penuh kebimbangan.

“…”

“Hmm. Jaga kondisimu.” Ucap Kyu Hyun lalu mematikan ponselnya.

Kyu Hyun memasukan ponselnya ke dalam saku celana lalu mebalikan tubuhnya, ia terkejut saat melihat Hyu Won sudah duduk di sisi ranjang. Gadis itu menatapnya dengan penasaran.

“Kau baik-baik saja? Itu siapa?” tanya Hyu Won pelan, ia bisa menangkap raut tegang di wajah Kyu Hyun.

Kyu Hyun berjalan menuju Hyu Won. Pria itu lantas sedikit menundukan tubuhnya. Tangannya bergerak menyentuh dahi dan leher gadis itu.

“Syukurlah demammu sudah turun.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won mengikuti apa yang dilakukan pria itu, ia meraba tubuhnya sendiri. Benar, demamnya sudah turun. Tubuhnya juga terasa lebih ringan.

“Hyu Won?”

“Ya?”

“Ada yang ingin aku bicarakan. Tapi sebaiknya kau mandi dulu lalu kita bisa sarapan setelah itu.” Ucap Kyu Hyun.

“Ada apa? Katakan saja.”

“Ini tentang Na Mi.” Ucap Kyu Hyun. Dan seketika raut wajah Hyu Won berubah datar. Ia tak pernah suka membicarakan wanita itu. Kyu Hyun bisa menangkap perubahan di wajah gadis itu.

“Ada apa?” Tanya Hyu Won.

“Gugatan perceraiannya diterima. Untuk menguatkan dirinya ia butuh dirimu sebagai saksi atas tindakan kekerasan yang dilakukan Choi Si Won.” Ucap Kyu Hyun.

“Apa?” bisik Hyu Won terkejut. “Shirreo.” Tolaknya tegas. Ia tak ingin terlibat lagi dengan Na Mi atau pun Choi Si Won.

“Hyu Won, Na Mi butuh dirimu.” Ucap Kyu Hyun.

“Tidak. Aku tak mau terlibat lagi dengan wanita itu atau pun Si Won. Aku punya firasat ini tak akan berhenti sampai di sini begitu saja. Si Won akan mengingatku!” ucap Hyu Won mulai panik.

“Dengar, tak akan terjadi apa pun padamu. Ada aku.” Ucap Kyu Hyun berusaha menenangkan Hyu Won.

“Kau tak mengerti!” ucap Hyu Won keras. Kyu Hyun tak pernah tahu apa yang sudah terjadi antara ia, Min Seo dan Si Won. Ia tak bisa muncul di hadapan mereka.

“Maka buat aku mengerti. Aku tak mengerti mengapa kau menjadi seperti ini. Na Mi saat ini berada di rumah sakit. Ia hampir sekarat secara mental dan fisik. Si Won selalu menyiksa dirinya. Hanya menjadi saksi. Kau dilindungi secara hukum. Ada aku yang akan selalu melindungimu.” Ucap Kyu Hyun pada gadis itu.

Hyu Won menolehkan kepalanya ke arah lain, ia tak suka ditatap seperti itu oleh Kyu Hyun. Kyu Hyun benar-benar tak mengerti apa yang ia takutkan.

“Hyu Won.”

“Jangan memaksaku, kumohon. Kau tidak mengerti.” Ucap Hyu Won memohon.

“Kang Hyu Won! Kau–…” ucap Kyu Hyun penuh dengan penekanan.

“Dulu saat aku hampir mati, tak ada yang menolongku. Tak ada seorang pun. Semua itu karena wanita itu. Sekarang kalau dia nyaris mati juga, mengapa aku harus menolongnya? Dia punya banyak uang saat ini, ia bisa melakukan apa pun dengan uang yang ia miliki.” Ucap Hyu Won setengah berteriak. Sebenarnya bukan hanya itu yang ia permasalahkan. Ia takut Si Won mengingat dirinya.

Kyu Hyun berdiri tegak dan menjulang di hadapan Hyu Won. Pria itu tak menatap Hyu Won dengan tatapan intimidasi atau pun memaksa.

“Jangan buat dirimu menjadi seperti dirinya. Semua salahku. Seharusnya aku bisa lebih percaya padamu malam itu.” Ucap Kyu Hyun. Tatapan keduanya mengunci satu sama lain. Hyu Won menatap Kyu Hyun dalam. Apakah pria itu benar-benar ingin ia menolong Na Mi. Kenapa?

“Kau benar-benar ingin aku menolong wanita itu?” Tanya Hyu Won mulai lelah.

“Bukan aku. Tapi kau.” Balas Kyu Hyun.

Kyu Hyun menatap gadis itu dengan penuh harapan. Sejujurnya bukan Na Mi yang ingin ia tolong tetapi Hyu Won. Kyu Hyun ingin gadis itu bisa melawan ketakutannya dan membuang perasaan dendamnya pada Na Mi. Ia tahu tak mudah memperbaiki hubungan di antara Na Mi maupun Hyu Won. Tapi setidaknya ia bisa menuntun Hyu Won agar tak menjadi gadis jahat seperti Na Mi. Ia ingin mengembalikan Hyu Won-nya yang dulu.

“Ya. Aku akan menjadi saksi.” Ucap Hyu Won akhirnya setelah menimbang dalam hati.

“Terima kasih.” Ucap Kyu Hyun dengan tulus.

Hyu Won bangkit dari ranjang lalu keluar dari kamarnya meninggalkan Kyu Hyun yang masih berdiri di samping ranjangnya.

“Terima kasih karena tidak membiarkan dirimu semakin tenggelam dalam dendam.” Ucap Kyu Hyun pada Hyu Won yang kini sudah menghilang dari pandangannya.

****

Lee’s Shop

08.00 AM

Donghae berdiri menatap Jung Soo yang sedang menghitung keuangan toko. Pria itu memang tampak sibuk tetapi tidak dengan tatapan matanya. Donghae bisa menangkap kesedihan di sana. Pria itu lantas mendekati Jung Soo.

Hyung, kau baik-baik saja?” Tanya Donghae.

“Ya. Aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?” Tanya Jung Soo.

“Tidak. Tak apa-apa. Jam berapa kau pulang semalam? Kenapa kau tak memintaku menjemputmu?” Tanya Donghae.

“Aku ingin membuat kejutan.” Ucap Jung Soo dengan kekehan. Tak disangka kejutan yang ingin ia buat justru berbalik pada dirinya sendiri. Seharusnya tadi malam adalah malam yang manis untuknya dan Hyu Won. Dia sudah berencana melamar gadis itu begitu ia pulang dari rumah sakit tetapi semuanya pupus begitu saja saat ia melihat Hyu Won bersama dengan Kyu Hyun di kamarnya.

“Kemarin Hyu Won pingsan.” Ucap Donghae. Jung Soo terkejut tetapi ia tak menunjukan ekspresi belebihan dan hal itu membuat Donghae bingung.

“Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Jung Soo.

“Ya.” Balas Donghae. Dahinya berkerut melihat sikap Jung Soo. Mengapa pria itu tak tampak khawatir?

“Kau tak khawatir? Kau tak ingin menemuinya?” Tanya Donghae lagi.

“Nanti.” Balas Jung Soo tenang. Tanpa harus Donghae jelaskan pun ia tahu apa yang terjadi dengan gadis itu. Dia sangat khawatir tentu saja, tapi ia tak bisa menemui gadis itu seolah ia tak melihat apa pun tadi malam.

“Kalian baik-baik saja?” Tanya Donghae.

“Kenapa kau cemas sekali?” Tanya Jung Soo dengan kekehan.

“Kau bersikap tak acuh. Aku khawatir pada Hyu Won, hyung. Dia pingsan setelah melihat kekerasan di depan matanya. Apakah kau tidak khawatir traumanya kembali muncul?” Tanya Donghae. Ia sangat mengkhawatirkan Hyu Won. Hyu Won sudah seperti adik kandungnya sendiri.

“Dia akan baik-baik saja.” Balas Jung Soo lalu berdiri dari kursi kasir. Ia lantas masuk ke dalam toko meninggalkan Donghae yang berdiri semakin bingung. Dia tahu sesuatu mungkin telah terjadi antara Jung Soo dan Hyu Won. Ada apa sebenarnya?

****

One Month Later…

Palu telah diketuk dan persidangan dimenangkan oleh Na Mi. Wanita itu tak henti-hentinya bersyukur dalam hati. Berbanding terbalik dengan Na Mi, Hyu Won justru tertunduk lesu. Sejak tadi ia tak mengangkat kepalanya, ia terus menatap lantai. Bahkan ia tak memedulikan panggilan Kyu Hyun dan Jung Soo yang sejak tadi menatapnya dengan khawatir.

Ia bersyukur bahwa Na Mi bisa memenangkan persidangan ini, tapi ia juga menjadi ketakutan setengah mati karena sejak tadi Si Won terus menatapnya. Hyu Won tahu Si Won mungkin sudah mengingat dirinya. Pria itu menatapnya seolah meminta dirinya untuk membalas tatapannya, belum lagi seringai tipis di sudut bibir pria itu membuat semuanya semakin jelas.

“Hyu Won.”

Hyu Won terkejut ketika seseorang menempuk bahunya. Ia menolehkan kepalanya dan mendapati Kyu Hyun-lah yang menepuk bahunya. Ia baru sadar bahwa ia belum berdiri sama sekali dari kursi tempatnya duduk.

Gwaenchanna?” Tanya Kyu Hyun. Wajah Hyu Won terlalu pucat.

Ne,” balas Hyu Won singkat. Gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap Jung Soo yang kini berjalan ke arahnya. Ia ingin berdiri menghampiri Jung Soo tetapi kakinya terasa lemas.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Jung Soo. Pria itu sengaja menggeser Kyu Hyun dengan halus. Kyu Hyun seolah mengerti dengan gerakan tubuh Jung Soo, lagi pula dia cukup tahu diri bahwa Jung Soo mungkin saat ini lebih berhak berdiri di hadapan Hyu Won. Keduanya adalah sepasang kekasih. Tch!

Ne.” Balas Hyu Won pelan.

“Wajahmu pucat sekali. Ayo, kita makan dulu.” Ucap Jung Soo lalu menarik Hyu Won dengan lembut, Kyu Hyun berdiri seperti orang bodoh menyaksikan Jung Soo yang mencoba membawa Hyu Won pergi.

Ketika Hyu Won, Jung Soo, dan Kyu Hyun hendak berjalan keluar, tiba-tiba Si Won berjalan menghampiri ketiganya ditemani pengacaranya. Hyu Won memundurkan langkahnya tanpa sadar. Kyu Hyun yang menyadari perubahan sikap Hyu Won, dengan cepat berdiri di hadapan gadis itu.

“Kau selalu menggangguku, Cho Kyu Hyun. Kali ini kau dan mantan istriku benar-benar menang, kan?” ucap Si Won dengan sinis.

“Ini bukan tentang menang atau kalah. Kebenaran harus ditegakan, Choi Si Won-ssi.” Ucap Kyu Hyun tenang.

“Ah… kau benar sekali.” Ucap Si Won dengan tawa mengejek. Matanya menatap sekilas pada Hyu Won.

“Renungkan saja apa yang sudah kau lakukan Choi Si Won. Kau memanen apa yang yang kau tanam.” Ucap Kyu Hyun dingin lalu berjalan meninggalkan Si Won. Si Won hanya tersenyum sinis melihat kepergian Kyu Hyun. Matanya menatap tajam punggung Kyu Hyun yang berjalan menjauh.

“Habisi mereka.” Ucap Si Won pada pengacaranya.

****

Hyu Won, Jung Soo, dan Kyu Hyun telah berada di luar ruang sidang. Kedua pria itu sedang memastikan bagaimana keadaan Hyu Won. Hyu Won terlihat benar-benar pucat.

“Mungkin sebaiknya kita pergi di kantin seberang sana, kau butuh sesuaatu untuk dimakan.” Ucap Kyu Hyun pada Hyu Won. Jung Soo mengangguk setuju dengan ucapan pria itu.

Gwaenchanna, aku tak butuh apa pun.” Ucap Hyu Won.

“Kalau begitu ayo kita pulang saja.” Ucap Jung Soo. Hyu Won menganggukan kepalanya.

Kyu Hyun mengerutkan keningnya ketika melihat Hyu Won bersiap akan pergi. Pria itu segera mencegah gadis itu. Apakah Hyu Won lupa mereka punya janji makan malam bersama kedua orang tuanya?

“Hyu Won, apakah kau lupa kita punya janji makan malam dengan ayah dan ibuku?” tanya Kyu Hyun. Hyu Won memejamkan matanya sejenak merutuki dirinya. Bagaimana bisa ia lupa dengan janji makan malam itu? Kyu Hyun bilang ibunya berulang tahun dan mengadakan pesta kecil-kecilan. Wanita itu mengundang dirinya.

“Ya Tuhan, aku lupa.” Ucap Hyu Won dengan raut penyesalan. Ia menatap Jung Soo yang kini memasang wajah dingin, ia tahu mengapa wajah pria itu berubah dingin. Malam ini juga mereka akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahun Donghae.

Melihat Hyu Won yang terlihat bingung membuat Jung Soo sedikit geram. Sejujurnya ia mulai jengah melihat kedekatan Kyu Hyun dan Hyu Won satu bulan terakhir ini tapi ia tahu ia tak berhak membatasi hubungan gadis itu dengan siapa pun. Ia tahu Kyu Hyun adalah ancaman terbesar untuknya tetapi sejauh ini ia mencoba mempercayai Hyu Won. Selama Hyu Won tak mengatakan sesuatu yang membuat hubungan mereka berakhir, ia akan tetap bertahan dan tak mengungkit lagi tentang kedekatan gadis itu dan Kyu Hyun.

“Pergilah, Hyu Won-ah. Aku akan menjemputmu kalau sudah selesai.” Ucap Jung Soo. Hyu Won mengiggit bibir bawahnya ragu. Ia tahu Jung Soo mengatakan sesuatu yang tak sesuai dengan hatinya.

“Tidak, aku akan pulang.” Ucap Hyu Won kemudian. Jung Soo bernafas lega saat mendengar ucapan gadis itu. Sementara itu, Kyu Hyun terlihat menutupi kekecewaannya. Sebenarnya ia memikirkan bagaimana kecewanya Ji Won bila mendengar Hyu Won tak bisa dating malam ini.

“Tidak apa-apa kalau kau ingin menghadiri makan malam itu, kita bisa merayakan ulang tahun Donghae setelahnya.” Ucap Jung Soo.

Hyu Won dengan cepat menarik tangan Jung Soo lalu berjalan sedikit menjauh dari Kyu Hyun. Kyu Hyun menatap keduanya dengan wajah dingin. Sejujurnya ia tak suka berada dalam situasi seperti ini. Ia menatap Hyu Won dan Jung Soo yang kini tengah berdebat kecil. Ia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

“Aku akan pulang, oppa. Kita rayakan ulang tahun Donghae oppa bersama.” Ucap Hyu Won.

“Kalau kau setengah hati, sebaiknya pergi saja bersama Kyu Hyun.” Ucap Jung Soo dengan tenang. Hyu Won membulatkan matanya terkejut mendengar ucapan Jung Soo.

“Kenapa aku harus setengah hati? Oppa, jangan kekanak-kanakan. Aku tak bilang ingin menghadiri makan malam itu tadi.” Ucap Hyu Won.

“Kau memang tak mengatakannnya, tetapi tatapan matamu menjelaskan semuanya.” Ucap Jung Soo.

“Kau menyebalkan. Sudahlah, aku tak ingin berkelahi lagi.” Ucap Hyu Won mencoba menenangkan dirinya.

“Aku tak akan melarangmu. Sekarang kau bisa memilih ingin pergi bersama Kyu Hyun atau pulang bersamaku.” Ucap Jung Soo datar. Ia tahu Hyu Won juga ingin mengadiri makan malam itu tetapi ia sangat yakin gadis itu tak akan meninggalkannya dan Donghae.

Mwo? Kalian bukan pilihan, Oppa. Kalian adalah keluargaku.” Ucap Hyu Won merasa sedih, seketika Jung Soo tertohok mendengar ucapan gadis itu. Raut wajahnya perlahan berubah melunak.

“Maafkan aku.” Ucap Jung Soo tulus. Ia merutuki kecemasannya yang terlalu berlebihan. Ia tak ingin Hyu Won pergi bersama Kyu Hyun. Itu saja. Pria itu cemburu.

“Tunggu di sini.” Ucap Hyu Won lalu berjalan menghampiri Kyu Hyun.

Kyu Hyun menatap Hyu Won dengan datar. Ia tahu apa yang akan dikatakan gadis itu. Hyu Won-nya benar-benar sudah berubah, kan? Gadis itu bisa memilih Jung Soo tanpa harus mempertimbangkan dirinya. Kyu Hyun tahu bagi Hyu Won ia bukanlah seseorang yang penting seperti dulu. Ia tahu mulai sekarang ia harus belajar menyadari semua itu.

“Maaf, aku tak bisa menghadiri ulang tahun ibumu.” Ucap Hyu Won dengan penyesalan.

“Ah… sangat disayangkan. Ibuku mungkin sudah membuatkanmu sup ayam kesukaanmu.” Ucap Kyu Hyun dengan kekehan, ia berusaha menutupi kekecewaaannya.

“Sampaikan salamku padanya. Apakah aku boleh mengirimkannya bunga sebagai ucapan ulang tahun?” Tanya Hyu Won.

“Ya, tentu saja.” Balas Kyu Hyun.

“Baiklah. Kalau begitu aku pulang dulu.” Ucap Hyu Won.

“Hmm… hati-hati. Terima kasih sudah datang hari ini, Hyu Won-ah.” Ucap Kyu Hyun. Sejujurnya ia masih ingin berbicara banyak dengan gadis itu.

“Ya, sama-sama.” Balas Hyu Won.

Kyu Hyun menatap Hyu Won dan Jung Soo yang berjalan menjauhinya. Park Jung Soo akan selalu mendapatkan hati Hyu Won. Hubungannya dan Hyu Won memang semakin dekat tetapi ia tak pernah bisa meraih gadis itu. Seperti ada tembok tak kasat mata yang menghalangi dirinya.

****

Uhm’s Family Home

Seoul, South Korea

07.00 PM

Ji Won berdiri dengan senyum ceria di depan pintu ketika melihat mobil Kyu Hyun masuk ke pekarangan rumahnya. Senyum wanita itu terlalu sumringah. Sang suami yang berdiri di sebalahnya mau tak mau tertular juga dengan keceriaan wanita itu.

“Mereka datang! Mereka datang.” Ucap Ji Won dengan senang.

Yeobbo, tenanglah sedikit. Kau akan membuat Hyu Won bingung nanti.” Ucap Jae Ho.

“Dia tak akan bingung. Dia akan berpikir aku bahagia karena ini ulang tahunku. Ya ampun aku ta sabar ingin melihatnya, yeobbo-ah.” Ucap Ji Won.

“Aku juga.” Balas Jae Ho lebih kalem. Sejujurnya ia pun tak kalah senangnya seperti Ji Won. Ia akan melihat Hyu Won lagi malam ini.

Ji Won mengerutkan dahinya saat melihat mobil Kyu Hyun berhenti tepat di hadapannya. Ia tak melihat ada orang lain selain Kyu Hyun di dalam mobil. Perasaannya sontak berubah sedih. Jelas Hyu Won tak ada di sana.

“Di mana Hyu Won, Kyu Hyun-ah?” Tanya Ji Won begitu Kyu Hyun keluar dari dalam mobil. Pria itu menatap ibu angkatnya itu dengan tatapan menenangkan.

“Dia tak bisa ikut, eomma. Dia ada urusan lain.” Ucap Kyu Hyun.

Waeyo? Kau bilang ia akan ikut.” Ucap Ji Won masih tak percaya.

“Tadi setelah persidangan ia ternyata punya urusan lain. Dia juga terlihat lelah, eomma.” Ucap Kyu Hyun berusaha memberi penjelasan. Ji Won menatap lantai dengan nanar, kerutan di wajah wanita itu semakin terlihat ketika ia memasang wajah murungnya. Kyu Hyun benar-benar menyesal tak bisa membawa Hyu Won malam ini.

“Sudahlah, yeobbo. Besok mungkin dia bisa datang ke mari.” Ucap Jae berusaha menghibur istrinya.

Ji Won mengangkat kepalanya lalu tersenyum berusaha menutupi kekecewaannya. “Bagaimana persidangannya? Kenapa sampai sore?” Tanya Ji Won masih berusaha menghalau perasaan sedihnya.

“Jadwalnya terus diundur, tapi semua sudah berakhir. Persidangan dimenangkan oleh Na Mi.” Ucap Kyu Hyun.

“Baguslah.” Ucap Jae Ho.

“Selamat ulang tahun, eomma.” Ucap Kyu Hyun lalu memberikan sebuket bunga mawar pada Ji Won. Wanita itu tersenyum menatap bunga pemberian Kyu Hyun. “Itu dari Hyu Won.” Ucap Kyu Hyun lagi.

Jinjja? Dia mengirimkan aku bunga?” Tanya Ji Won dengan senang. Ia menatap bunga pemberian Hyu Won dengan sumringah. Seperti hadiah yang diberikan seorang putri pada ibunya.

Kyu Hyun tersenyum menatap wajah sumringan ibu angkatnya itu. Bagaimana bila wanita itu tahu putri yang ia tunggu kehadirannya tak datang karena lebih memilih pergi dengan kekasihnya? Ia tak sampai hati mengatakan alasan sebenarnya. Ia tak mau Ji Won berpikiran yang macam-macam. Cukup sudah wanita itu murung berminggu-minggu setelah mendengar penolakan Hyu Won tentang bertemu dengan orang tua kandungnya.

Gomawo. Hmm… ini wangi sekali.” Ucap Ji Won dengan senyuman. Ia menatap Kyu Hyun dengan sayang. Dia juga punya seorang putra di sini. Tiba-tiba rasa bersalah muncul dalam hatinya. Betapa teganya ia sudah bersikap tak adil pada Kyu Hyun hanya karena begitu mengharapkan kehadiran Hyu Won di sini.

Kajja!” ucap Jae Ho lalu merangkul Kyu Hyun dan Ji Won. Ketiganya masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang berkecamuk. Malam ini akan sama seperti tahun kemarin. Mereka akan duduk bertiga ditemani beberapa pelayan lalu merayakan ulang tahun istrinya. Masih belum ada kehadiran putri kandung mereka.

****

Lee’s Shop

08.00 PM

Hyu Won menatap Donghae yang kini tersenyum bahagia. Pria itu terlalu bahagia bahkan di usianyanya yang hampir memasuki kepala tiga. Sejak tadi ia terus berceloteh tak jelas dengan lelucon-leluconnnya. Hyu Won melirik pada Jung Soo yang duduk di sebelahnya, pria itu dalam mood yang kurang baik. Hyu Won bisa merasakan itu.

“Oppa, mau cake-nya lagi?” Tanya Hyu Won pada Jung Soo.

“Tidak, aku sudah kenyang sekali.” Ucap Jung Soo. Hyu Won hanya menganggukan kepalanya. Sebagai gantinya ia yang memakan cake yang sudah ia potong untuk Jung Soo tadi.

“Hyu Won, kau baik-baik saja? Wajahmu pucat sejak tadi.” Ucap Donghae pada Hyu Won.

“Benarkah?” Tanya Hyu Won sambil menyentuh wajahnya, apakah ia masih terlihat pucat? Ya, dia memang masih memikirkan persidangan tadi siang tetapi ia tak tahu bahwa wajahnya masih pucat. Bukan hanya Donghae yang mengatakan wajahnya pucat. Jung Soo dan Kyu Hyun juga mengatakan hal yang sama. Mengingat Kyu Hyun membuatnya sedikit merasa bersalah, ia sudah membatalkan janji makan malam dengan keluarga pria itu. Seharusnya ia tak melupakan acara ulang tahun Donghae sehingga ia tak mengiyakan ajakan pria itu.

“Dingin?” Tanya Jung Soo pada Hyu Won.

Anni.” Balas Hyu Won.

“Mulai mengantuk?” Tanya Jung Soo.

“Hmm…” balas Hyu Won dengan suara parau. Sejujurnya ia sangat lelah sekali hari ini. Bukan hanya fisiknya saja yang lelah, mentalnya jauh lebih lelah.

“Mau kuantar pulang sekarang?” Tanya Jung Soo.

“Tidak, nanti saja. Aku masih betah di sini.” Ucap Hyu Won.

“Wanita itu masih tinggal di rumahmu?” Tanya Jung Soo.

Hyu Won mengerutkan dahinya, sejenak ia teringat dengan wanita yang Jung Soo maksud. Ya, Kim Na mi, sudah hampir sebulan ini wanita itu tinggal di rumahnya. Wanita itu bilang akan pindah begitu persidangannya dan Si Won selesai. Mungkin ia sudah pindah dari sore tadi.

“Entahlah, ia mungkin sudah pindah tadi sore.” Ucap Hyu Won.

Sebenarnya Hyu Won merasa kurang nyaman dengan kehadiran Na Mi di sekitarnya, wanita itu beberapa minggu lalu memaksa tinggal bersamanya karena bagi wanita itu rumah Hyu Won adalah satu-satunya tempat yang bisa ia tuju. Walaupun Si Won pernah memukul wanita itu di sana, tetapi Na Mi mengatakan hatinya lebih tenang bila berada di rumah Hyu Won. Wanita itu juga terus-menerus berusaha memperbaiki hubungannya dengan Hyu Won tetapi Hyu Won hanya menanggapi wanita itu dengan dingin.

“Bagaimana hubungan kalian?”

“Tidak ada sesuatu yang berarti. Aku sudah bilang oppa, aku tak bisa dengan mudah melupakan apa yang sudah ia lakukan padaku. Aku tahu ia sangat menyesal dengan apa yang pernah ia lakukan padaku tetapi hatiku benar-benar tak bisa menerima penyesalannya dengan lapang dada. Sulit sekali.” Ucap Hyu Won pelan seolah ia juga merutuki sikap buruknya.

“Aku tahu.” Ucap Jung Soo mencoba memahami Hyu Won. Ia tahu bagaimana hancurnya Hyu Won dulu. “Lalu Kyu Hyun?” sambung Jung Soo kemudian –pelan-pelan, Hyu Won menatap Jung Soo dengan bingung.

“Ada apa dengan Kyu Hyun?” Tanya Hyu Won.

“Hubunganmu dengannya?” Tanya Jung Soo berubah serius.

Hyu Won mengembuskan nafasnya lelah. Mereka kembali lagi dengan pembicaraan yang tak ia sukai. Mereka pernah membicarakan Kyu Hyun dan berakhir dengan perdebatan. Hyu Won tahu Jung Soo tak suka melihatnya dengan Kyu Hyun. Ia ingat sebulan lalu pertengkaran besar pertama mereka karena ia pergi dengan Kyu Hyun, Jung Soo tak pernah marah sebelumnya ia pergi dengan Kyu Hyun tetapi mendadak pria itu menjadi sangat menyebalkan.

“Aku tak mau membahasnya. Aku mau ke kamar mandi.” Ucap Hyu Won lalu beranjak dari kursinya. Jung Soo menatap Hyu Won yang berjalan masuk ke dalam toko dengan tajam.

Hyung, kalian baik-baik saja?” Tanya Donghae pelan mencoba menerka mood Jung Soo.

“Ya.” Balas Jung Soo singkat. Pria itu lantas berdiri dari kursinya dan meninggalkan Donghae dan Ji Kyung yang masih duduk. Suasana berubah menjadi tak nyaman.

****

Hyu Won mengikat ulang rambutnya sebelum keluar dari kamar mandi. Tubuhnya mulai lelah, ia ingin pulang setelah ini.

Drrt Drrt Drrt

Hyu Won merogoh ponselnya dari saku celana jeans-nya. Dahinya berkerut saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

Kyu Hyun?

Dengan bingung ia mengangkat panggilan pria itu. Tangan kirinya bergerak menempelkan ponselnya di telinganya sedangkan tangan kanannya bergerak membuka pintu kamar mandi.

Yeobboseo?” sapa Hyu Won.

“Hai.” Sapa Kyu Hyun ragu. Hyu Won tersenyum mendengar suara pria itu, ia masih hafal dengan tingkah Kyu Hyun. Hyu Won tahu pria itu sedang bingung di seberang sana.

“Ada apa?” Tanya Hyu Won.

“Tidak apa-apa. Eomma bilang terima kasih untuk bunganya. Dia suka sekali walaupun dia lebih suka kalau kau yang hadir.” Balas Kyu Hyun.

“Maafkan aku tak bisa datang,” balas Hyu Won dengan nada sesal.

“Bagaimana pesta ulang tahun Donghae?” Tanya Kyu Hyun.

“Donghae oppa sangat senang. Ia terus tersenyum sepanjang malam.” Balas Hyu Won dengan senyuman.

“Bagaimana keadaanmu? Tadi setelah persidangan kau pucat sekali.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku baik-baik saja, semua sudah berlalu.” Ucap Hyu Won.

“Terima kasih.” Ucap Kyu Hyun.

“Untuk?” Tanya Hyu Won. Seingatnya pria itu sudah mengatakan terima kasih padanya tadi sore.

“….” Kyu Hyun terdiam.

Kyu Hyun tersenyum dari seberang sana. Tak menyangka ia bisa memiliki obrolan santai tanpa emosi dengan Hyu Won. Jujur, ia sangat merindukan saat-saat seperti ini. Hyu Won memang mulai menerima kehadirannya tetapi ia tahu bahwa tatapan Hyu Won padanya masih bukan tatapan yang sama seperti dulu.

Yeobboseo?” panggil Hyu Won.

“Maaf, aku sedang di jalan.” Ucap Kyu Hyun.

“Tidak baik melakukan panggilan saat sedang berkendaraan. Kupikir orang sepertimu tahu hal seperti itu.” Ucap Hyu Won setengah marah.

Kyu Hyun lagi-lagi tersenyum seperti orang bodoh di seberang sana. Apakah ia harus bilang lagi bahwa ia merindukan Hyu Won yang memarahi dirinya karena bertindak ceroboh.

“Orang sepertiku? Orang seperti apa itu?” pancing Kyu Hyun dengan kekehan.

“Jangan memancingku dan cepat matikan ponselmu!” Balas Hyu Won dengan kekehan.

“Baik… baik. Aku matikan.” Ucap Kyu Hyun lalu mematikan ponselnya.

“Hmm…”

“Sampai jumpa.” Ucap Kyu Hyun.

KLIK.

Hyu Won mematikan ponselnya lalu segera memasukannya ke dalam saku celananya kembali. Ia lantas berjalan meninggalkan kamar mandi. Namun baru saja selangkah ia berjalan, seseorang sudah lebih dulu mencegatnya di samping dinding yang membatasi ruang ruang tengah dan dapur.

“Jung Soo oppa?”

“Pria itu lagi.” Ucap Jung Soo dingin. Hyu Won menatap Jung Soo dengan lelah. Jung Soo sudah pasti mendengar pembicaraannya dengan Kyu Hyun.

“Ya, pria itu lagi.” Ucap Hyu Won sengaja menantang Jung Soo.

“Aku tak suka kau berhubungan dengannya.” Ucap Jung Soo.

Oppa sudah pernah mengatakannya. Kita sudah pernah membicarakan ini. Jangan sampai kita mengulang hal yang tak penting seperti ini lagi.” Balas Hyu Won sengit.

“Mungkin bagimu tidak penting. Tapi bagiku ini sangat penting.” Ucap Jung Soo.

“Ada apa denganmu sebenarnya, oppa? Sejak kapan hubunganku dengan oarng lain adalah urusanmu. Mengapa kau tak bisa bersikap santai seperti sebelumnya. Kyu Hyun hanya orang dari masa lalauku yang tak akan pernah bisa mengubah masa depanku. Aku punya dirimu, oppa! Harus berapa kali lagi aku mengatakan semua ini?” Ucap Hyu Won dengan serius.

“Karena–…” ucapan Jung Soo melayang di udara begitu saja. Ia tak bisa melanjutkan kalimatnya.

“Apa?” Tanya Hyu Won.

Karena aku melihatmu menangis dalam pelukannya, tatapan matamu mengatakan pada dunia bahwa kau membutuhkan pria itu di sisimu. Sikapmu malam itu membuatku ketakutan setengah mati. Tatapan matamu membuatku sangat yakin bahwa kau sanggup melupakanku dan membuang diriku. Gumam Jung Soo dalam hati.

“Justru karena dia adalah orang dari masa lalumu, Hyu Won-ah.” Balas Jung Soo parau.

“Kau tidak perlu khawatir! Aku tidak mencintai dirinya.” Ucap Hyu Won.

Jung Soo memajukan langkahnya lalu dengan gerakan tiba-tiba pria itu merengkuh wajah Hyu Won sehingga tatapan mata keduanya terkunci satu sama lain.

“Tatap mataku dan katakan sekali lagi bahwa kau tidak mencintainya. Katakan padaku kau hanya mencintaiku.” Ucap Jung Soo dengan serius.

Mwo?” bisik Hyu Won terkejut. Otaknya seolah dipaksa mengingat sesuatu yang sama seperti ini, hanya saja dengan orang yang berbeda. Jantung Hyu Won berdetak tak menentu. Permintaan Jung Soo dirasa begitu sulit untuk dilakukan. Kenapa?

Jung Soo tersenyum masam melihat ketekejutan Hyu Won. Ketakutannya benar-benar terbukti. Sekarang perasaan takutnya meningkat berkali-kali lipat.

“Seharusnya ini tak sulit untukmu.” Ucap Jung Soo dengan kekecewaan yang berusaha ia sembunyikan. Hyu Won tercekat mendengar ucapan Jung Soo. Ya, Jung Soo benar. Kalau Hyu Won memang mencintai dirinya, gadis itu tak butuh waktu untuk terkejut setelah mendengar permintaannya.

Op-pa…”

“Berhenti mempermainkan diriku dan dirimu sendiri.” Ucap Jung Soo.

“Aku tidak mempermainkan dirimu!” ucap Hyu Won setengah membentak. Jung Soo menjadi emosi karena perdebatan ini.

“Kalau begitu menikahlah denganku!” Ucap Jung Soo dengan kasar. Pria itu kalap tentu saja. Tangannya bahkan mencengkram pergelangan tangan Hyu Won dengan keras. Hyu Won menatap Jung Soo dengan terkejut.

“Kau membuatku takut.” Ucap Hyu Won parau. Jung Soo tersadar seketika, dengan cepat ia melepaskan cengkraman tangannnya seolah ia akan menghancurkan gadis itu.

“Maafkan aku.” Ucap Jung Soo. Hyu Won tak menatap pria itu lagi, ia lantas berjalan meninggalkan Jung Soo dengan pandangan yang mulai berkaca-kaca. Ia ingin segera pulang dan melupakan semua ini sejenak. Sikap Jung Soo malam ini membuatnya terkejut setengah mati. Jung Soo terlalu menakutkan. Ke mana sosok pria yang selama ini mampu menghilangkan ketakutannya?

****

Bee Florist

09.00 PM

Langkah gontai membawa Hyu Won berjalan menuju pekarangan rumahnya, sepanjang jalan pikirannya terus berkecamuk memikirkan apa yang Jung Soo katakan tadi. Ia menggigit bibir bawahnya sambil meringis pelan. Seharusnya ia bisa mengatakan apa yang Jung Soo pinta tanpa harus berpikir dua kali. Ada apa dengannya dirinya? Gadis itu menghentikan langkahnya sejenak lalu tanpa sadar kakinya menendang kerikil kecil di depannya dengan sedih. Dia kembali menyakiti Jung Soo. Kembali ia pertanyaakan perasaan sebenarnya pada pria itu.

Hyu Won mengangkat kepala lalu melanjutkan langkahnya. Namun baru saja ia ingin melanjutkan langkahnya, kedua alisnya saling bertautan satu sama lain saat ia melihat lampu toko bunganya menyala. Seingatnya hari ini toko tutup dan ia tak menyalakan lampu saat pergi.

Kim Na Mi. Selintas nama wanita itu muncul dalam benak Hyu Won. Kim Na Mi mungkin masih tinggal di rumahnya. Hyu Won menarik nafasnya dalam-dalam. Ia masih harus bertemu dengan wanita itu lagi. Mengapa wanita itu tak menepati ucapannya saja lalu pergi tanpa harus bertemu dengan dirinya. Hyu Won tidak suka berlama-lama bersama dengan Na Mi.

Hyu Won melanjutkan langkahnya memasuki toko bunganya. Ia membuka pintu toko lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Saat akan memasuki ruang tamu, mata Hyu Won menangkap sosok Na Mi yang berdiri mematung di ambang pintu. Wajah wanita menyamping tetapi Hyu Won bisa menangkap ketegangan di wajah wanita itu. Seolah wanita itu tengah berhadapan dengan seseorang yang menakutkan.

“Na Mi?” panggil Hyu Won.

Tubuh Na Mi tersentak seketika, wanita itu menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won dengan ngeri. Kepalanya bergerak menggeleng ke kanan dan kiri seolah memberikan isyarat pada Hyu Won untuk tak melangkah masuk ke dalam ruang tamu.

“PERGI!” teriak Na Mi keras pada Hyu Won.

“Ada apa denganmu?” Tanya Hyu Won bingung. Wajah Na Mi terlalu pucat. Mengapa wanita itu melarangnya masuk?

“PERGI! PERGI!” Jerit Na Mi frustrasi.

Tak memedulikan teriakan Na Mi, Hyu Won justru melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang tamu. Saat ia akan memasuki pintu ruang tamu, langkahnya sontak terhenti seketika. Matanya membulat terkejut, aliran darah seolah berhenti mengalir di dalam tubuhnya hingga membuatnya tak bisa bergerak sama sekali. Nafasnya berubah menjadi pendek-pendek. Keringat dingin mulai mengucur di sekujur tubuhnya.

“Min Seo?” Bibir Hyu Won bergetar menyebutkan nama pria itu. Tubuhnya bahkan terhuyung ke belakang. Pria itu ada di rumahnya? Mengapa? Mengapa pria itu bisa muncul di sini?

TBC

Hai semua, gimana part 6 ini? Maaf banget lama publishnya. Aku baru beres praktik lapangan. Makasih buat yang masih nungguin ff ini (terharu banget). Min Seo udah muncul tuhh, serem gakk? wkwk. Btw kalian nge-imajinasiin aktor/idola siapa buat tokoh Min Seo ini? Pokoknya ditunggu masukannya buat ff ini.
PS: Sebelumnya aku bilang kalau dua part ini bakal jadi part ending. Nah, aku berubah pikiran. Part 7 bukan part ending ya. Aku masih ingin explore cerita ini. Oke deh, sekian cuap-cuapnya. Makasih buat komenan, masukannya, semuanya. I love you all! See you^^
 
Advertisements

118 thoughts on “FF: Never Be The Same [Part 6]

  1. yeyyy senengnya liat notif email langsung buka
    akhirnya dilanjut lagi
    ya ampun na mi gk ada berhentinya bikin hidup hyu won tenang
    kan sekarang minseo dateng pasti siwon jugakan yang menghubunginya
    nich moga gk bakal jadi sad ending ya
    kayaknya bakal ada nyawa yang dikorbanin dichapter depan
    pengen lah hidup hyu won bahagia sama kyuhyun dan kedua orang tuanya

  2. Masalah diantara mereka cukup pelik yahh-,- hufftt kasian aku lihat kyuhyun tp biar bagaimanapun kmu harus ttp semangat kyu buat dapetin Hyu Won-mu lagi!^^ btw, kok bisa yaa Min Seo ada di rumahnya Hyun Woo???? 😮

  3. Min seo kembali ?
    Bagaimana dgn hyu won apakah traumanya kan kembali ternyata bnr apa yg ada dipikiran hyu won kl min seo akan kembali dimana kyu akankah bnr apa yg dijanjikan kyu kl akan selalu melindungi dan ada disisi hyu won disaat keadaan menjadi mencekam

  4. Kyuhyun hatus datang nolong hyu won
    Pokoknya kyu harus datang
    Apa siwonbyg ngasih tau ya kalau hyu won membatu agar na mi bisa pisah dengan siwon kan siwon pingin balas dendam ga sad ending kan
    Hyu won balikan sama kyu aja ngarep bangettttttt☺

    Nama sya : lyla
    Id coment: lyla
    Daerah asal : indramayu- jawa barat
    TTD : 89
    Email: lyla201401@gmail.com

  5. huaaaaaaaaa seram bangt ending nya. min seo muncul… mana na mi seram banget cara peringatinnya. huaaaa jadi hyuwon pasti bingung milih kyu atau jungsoo….
    eonni ff ini bagus bangt. awalnya aku pikir ff ini bakal kayak ff yg lain yg ceritanya hampir mirip. ehh ternyata lebih seru dan menegangkan… sukaa banget… semangat nilis eonni. fighting!!!

  6. huaa.. long time kali ini yaa..
    udah lama banget ga nongol, akhirnya muncul lagi
    and cerita ny makin menarik, bikin penasaran terus..

  7. galuhhh… kemana aja kamu beb.. kkk k ini bener-bener part menegangkan apalagi di akhir hyuwon ketemu minseo lagi. kasian kyu tolongin hyuwon.. kasian juga yah jungsoo.. semoga part selanjutnya adalah penyelesaian ketegangan dari konflik. tapi gimana bisa minseo muncul, gue kira dia udah mati..wjwkwk tapi ditunggulah part selanjutnya. sebenernya sih gue udah coment dulu-dulu , tapi masalahnya sekarang gue lupa id coment.. makanya gue pake ini lagi beb.

  8. Min seo kembali? jangan2 itu siwon yg ngasih tau keberadaannya hyu won. Aduh.. penjahat kembali, tolong lindungi hyuwon. aahh… hyu won jgn kecewain jungsoo oppa dong, tapi juga kasian sama kyuhyun kalau hyuwon sama jungsoo.

  9. Masih teka teki, sebenarnya apa yang dilakukan Min Seo pada Hyu Won dimasa lalu? Sebegitu mengerikannyakah? Sampe terbawa bawa trauma yang mendalam begitu.
    Min Seo nongol? Astaga~ semoga Hyu Won baik-baik saja. Kyuhyun sedang di jalan katanya, mudah-mudahan tujuannya ke Bee Florist.

    Siwon kok ngeri gitu sih perannya disini. Siwon biasanya selalu jadi pria baik hati, tapi sekarang jafi nyeremin gitu.

    Kalo imajinasi aku yang cocok jadi Min Seo adalah Kim Woo Bin, entahlah! Muka Kim Woo Bin cukup kejam dan cocok peran antagonis menurutku.

    Oke, cukup panjang. Sekian dan terima kasih ^^ Hahaa

  10. Beneran serem tbc-nya,ni jantung msih deg3n. Pas nami mlai teriak2 & geleng2 kpala udah was2,trnyata beneran ada min seo.jantyng srasa copot & rontok,gimana nasib hyuwon selanjutnya…. Mana g da cowo yg bantuin lag,jungso juga ngebiarin hyuwon pulang sendiri. Agak kecewa sebenernya,kirain junso bakalan selalu mengerti & nglindungin apapun yg terjadi,tapi belum2 apa2 sikapnya udah berubah karna cemburu. Wajar sh jungso kawatir,krna dia pasti ngerada lo perasaan hyuwon cuma sebatas sayang sma kakak,cintanya tetep masih buat kyu. Hyuwon belum sadar aja….

  11. Akhirnya setelah sekian lama dilanjut juga..
    Aku kira sudah lupa..
    Hehehhe ..
    Ya ampun dari part awal sampai akhir bawaannya tegang teruz dech bacnya..
    Gak pernah tenang..
    Ehh sekarang dikejutkan dengan kehadiran minseo??
    Ya ampun apalagi sih ini??
    Koq bisa dy muncul lagi..
    Terus hyu won gimana??
    Gak ada kyuhyun ataupun jung soo lagi..

    Apa siwon yg bilang ke min seo??
    Tadi kan siwon bilang kepengacaranya bunuh mreka..
    Semoga gak ada hal buruk lagi yg terjadi sama hyuwon plis ..
    dy ajja belum bisa ngilangin traumanya masa mau ditambah lagii..

    Kyuhyun plis donk dateng ketempat hyuwon..

    Sesungguhnya aku penasaran sama endingnya..
    Siapakah yg akhirnya akan dipilih hyuwon..
    Kyuhyun atau jung soo??

  12. akhirnya setelah sekian lama update juga neh ff

    di part ini sedikit demi sedikit terkuap juga kenapa hyu won jadi kaya gitu

    penasaran apa yg bakal di lakuin min seo sama siwon neh

  13. Kapan hyu won bisa bebas dari sakit masa lalunya:'( Semoga mereka semua cepet nemuin titik terang&hyu won sadar masih ada perasaan buat kyuhyun:’)))) Thxxx author untuk masih luangin waktu buat ff ini:’3

  14. Ke mana sosok pria yang selama ini mampu menghilangkan ketakutannya? Krn won jg udah berubah, itu Yg aku tangkap, won bilang soo segalanya n cm pengen soo tp embel embelnya msh ngeladeni kyu Tuh. Ga suka cwe gt aku. Hihihiihihii
    Giliran ada apa apa soo terus Yg maju.

  15. Wah akhirx update juga..
    Udh lama nunggu kelanjutan nie ff
    author kyk menghilang tanpa bekas kkkk
    aq jd tmbh penasaran sm cerita selanjutx
    udh mulai nampak permasalahanx hehehe
    trs hyu won ntr ma cp? Kyu ap jungso oppa??
    Ditunggu kelanjutax

  16. Serius, bacanya jadi berasa liat drama deh,
    Dari baca pertama udah seneng soalnya hyu won dan kyuhyun udah mulai dekat lagi, tapi insiden dirumah hyuwon, yg juga melibatkan nami kyuhyun dan juga siwon seriusan mulai dari bagian itu udah sukses dibkin tegang ma kakak, dikepala tuh udah muncul pertanyaan “duh fmna nnti kalau min seo nongol lagi dikehidupan mereka?” Pkoknya udh mulai dag dig dug, dan ditambah hyuwon yg jadi saksi buat kasus siwon dan nami.!huhu
    Dan bneran nangis, wktu kyuhyun nemuin sketch book punya hyuwon yang isinya adalag wajah dia wktu remaja, bner bagian itu aku nangis, kebayang kyuwon wktu dulu yg lengket satu sama lain,..huhu
    Setelah itu, dibkin berharap ttg perasaan hyuwon yg masih buat kyuhyun, meskipun bkalan nyakitin jungso, tapi ttep aja srek nya kyuwon couple…wkwk

    Dan ketegangan itu bertambah dengan bneran nongolnya kembali min seo!,. Duarrr berasa deg… gitu bacanya, bayangin muka min seo yang ada cuma ngeri…hihii Kalau ditanya visual yg coxok buat dia, seriuss gak tahu siapa yg pantes…hadehhh

    Makasih lho kak, udah post kelnjutannya, di next part moga dpet pwnya,..
    Fighting!,

  17. Finally~ Dapet notif email lanjutan FF ini 😂😂😂 setelah sekian lama ga baca FF 😂 Apa kabar eonni? Hehehe Tengkyu udah mau dilanjut ceritanya
    Inu ngomobg2 FF nya masih lama ya eonni kelar nya? Aku gereget pen liat Kyu sama Hyu Won bahagia *pls Hyu Won jangan sama Jung soo*… Kasian bgt Hyu Won tersakiti terus 😢
    Aku selalu nungguin apdetan eonni… Fighting eonni~

  18. sudah kutunggu aaakhhh!!>< minseo kenapa dateng cobaaa akhhh/? kesel kesel/?
    tapi akhirnya hyu won sama kyuhyun bisa deket lagi haftt… tapi sedih sih sama jung soo oppa 😦 jungsoo oppa sini sama aku ajaa

  19. susah susah mo coment susah.knp g msk msk coment ai.izin bc ya saeng
    pkknya ceritanya top markotop iyeh
    aku sk won bin gmn.
    q sng bc ff ini crtnya g pasaran pkoknya km author the best pisan eyyyyy.makasih dah dilnjt ya.diff km ini yg part prtm pek ketiga q g coment.alnya g msk msk maaf ya.pkoknya HWAITING jgn bsen” buat ksh cerita yg bgs keq gini ya

  20. akhirnya setelah 6 bulan update jugaaa
    dan hubungan kyu hyuwon akhirnya ada kemajuan juga. agak ga rela choi siwon dibikin antagonis sbnrnya . aku ngebayangin min seo itu kang ha neul karna dia agak judes dan cool. cucok lah jd antagonis

  21. Anjir anjir anjir minseo muncuk lageeeee
    Gimana ntar nasib hyu won
    Omaigaaaaat. Jungsoo kesian banget :’ dan hyuwon berasa kayak bohongin dirinya sendiri kalo misal dia suka sama jungsoo. Padahal perasaan nya ke kyuhyun belom kelar. Hmm berharap yang terbaik aja deeeh.
    Dan gw penasaraan sama nami kok bisa ketemu siwon ya. Hmmmm

  22. Aduh,min seo lagi. Bakal bikin hyu won ketakutan lagi ni. Menyeramkan banget. Mudah2an kali ini kyuhyun bisa bergerak cepat utk menjaga hyuwon.

  23. akhir.a update juga v msih blom puas nih msih bikin penasaran…

    hyu won n kyu dah mulai membaik hubungan.a
    itu c na mi kenapa tiba2 dateng trus minta tolong gtuh aja, dulu perlakuan ke hyu won malah begitu seenak.a aja
    aduh kenapa mesti berurusan lagi c sama mereka hyu won.a dia kan dah mulai tenang kenapa mesti di ganggu lagi…
    hyu won bakalan di usik terus ini mah gimana hyu won mau sembuh dari trauma.a klo gtu cara.a yg ada malah tambah2 trauma.a

    aduh kesel banget baca.a
    aaaarrrggghhttt sebel

    plis lanjutan.a jangan lama2 yah dah penasaran banget nih…

  24. Hallo author-nim .. ^^

    aku reader baru, salam kenal.. Aku udah baca dari part 1 jujur aja aku suka ff ini, alurnya menarik, feelnya juga dapet banget, pokoknya daebak 😀

    Oh ya menurut aku sih, Hyu Won itu ga mencintai Jungsoo ? Dia cuma salah mengartikan perasaannya doang..

    Aku berharap Kyuhyun dan Hyu Won bisa bersatu juga bersama orang tua mereka..

    Penasaran kenapa Minseo datang kerumah Hyu Won ? dia berniat jahat atau mau minta maaf atas perlakuannya dimasa lalu ?

    Ditunggu chapter berikut ya, Fighting.. ^^

    Maaf baru bisa komen dipart ini doang eonni ^^

  25. hwaaaaaaaa!!!! pas bangun langsung buka blog kaka, asalnya ga percaya itu angka ‘6’ *efekbanguntidur tapi pas liat lagi langsung hampir ngejerit saking senengnya!!!! hwaaaa akhirnya post juga ka!!!! aku udah memfosil nungguin!! hehehe tapi aku puas di part ini puanjannggggg ka tapi next part berharap lebih panjang!! ihh siwon ga akan berbuat macem-macem kan sama hyuwon??? apa jangan-jangan minseo tau di mana hyuwon dari siwon???? terus apa tujuan minseo muncul lagi di hadapan hyuwon??!!! arggghhh aku jadi ngerasain gimana takutnya hyuwon pas ketemu orang-orang yang menyakiti dirinya di masa lalu!!!! oh ia ka aku juga jadi bingung maunya hyuwon ma siapa joongso ma kyuhyun sama-sama tulus!!! oh ia ka aku ngebayangin minseo itu jo insung (?) bhakk ya dalam bayangan aku sih kek dia gitu lah hahahaha oh ia ka next part jangan lama-lama ^^ lanjut terus ka FIGHTING!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  26. Sebenarnya td mau tanya.. kira2 perjuangan kyuhyun untuk dapatin hyuwon lg masih lama atau egak??
    Tp ternyata tinggal 2 part lagi end.
    Seegaknya gk galau kelamaan kkk~~
    Klo aku sih berharap nya kyuhyun yg selamatin hyuwon, kyu kn jg udah janji buat melindungi hyuwon.. dan semoga nti hyuwon jg bisa menerima orang tua kandung nya.

  27. knp min seo muncul lg???? bgmn nsib hyuwon,,trauma yg lalu jg blm hilang haruskah terulang lagi?? kyuhyun hrus datang,,dia sdh janji akn slalu melindungi hyuwon apapun yg terjadi. menegangkan…!!! athornim ditunggu part 7 ny??

  28. Yaampuuun kenapa min seo kembali. Harusnya hyuwon jangan mau jadi saksi deh, biarin nami menderita. Kyuhyun gmna sih malah mengantarkan hyuwon ke bahaya yg mengerikan bgt. Ish sebel deh. Emmm kasian jungsoo ya kalo gini malah berasa nggak sepenuhnya dicintai hyuwon. Eemmm pokoknya ditunggu deh part selanjutnya, ff sekeren ini patut ditunggu. Yaampun bahasanya tuh apik bgt. Berasa lgi nntn drama korea. Author fighting!!!

  29. akhirnya penantian saya terbayar juga
    welcome back eonni..
    ya ampun tegang bacanya,min seo datang lagi,please kyuhyun datang dong
    takut hyu won di culik min seo
    smoga lanjutanya gk lma ya eon.nunggu bgt aku ff ini

  30. ya ampun setelah sekian lama kahirnya lanjutannya di publish hehe

    demi apa kasian hyu won dia jadi di terror lagi hanya karna jadi saksi ..
    dan kemana kyu yang katanya akan menjaga hyuwon huhuhu

  31. baru baca lagi, aku bahkan belum baca yang sebelumnya tapi serius keren ceritanya itu beda, beda temanya jadi penasaran disetiap partnya. keep writing

  32. Dan apa yang terjadi dulu, telah merubah segalanya. Ya ampun Kyuhyun, kamu bisa dekat lagi tapi sepertinya tak akan kembali seperti dulu. Niat Kyuhyun yg bikin Hyuwon melupakan dendamnya ke Nami tp kesannya Kyuhyun belain Nami banget, kan Hyuwonnya jadi kesel sendiri. Mana Minseo dateng lagi gara-gara Nami. Nah lo kalau gini jd berabe kan? 😤

  33. apa ini..kenapa siwon sadis begitu? entahlah meskiga tega tapi aku juga puas nami dapet balesan kaya gitu, sempet sebel sama kyuhyun yang maksa hyueon bersaksi, tapi setelah tau alasannya aku bisa mengerti..hyuwon sebenernya udah mulai terbuka lagi sama kyuhyun tapi gimana dengan jungsso? u..u.. dan kenapa Minseo bisa muncul lagi? aish..biarin muncul dibuat mati aja sekalian thor -_-

  34. Lagi lagi nami yg bkin hyuwon dlm bahaya
    Harusnya dia paham untuk gak deketin hyuwon lg kalo dia masih dlm bahaya siwon dan minseo gitu…

    Dan jungsoo kasian bgt
    Masih gak tahu siapa yg sebenernya dicintai hyuwon

    Akhirnya posting juga authornyyaaaa

    Keep writing authoor
    Thumbs up

  35. akhir ny keluar jga ff ini setelah sekian lama…
    knp rmh hyun won berdarah???
    kasian bgt hyun won… semoga gk di apa2in sama min seo…
    di tunggu kelanjutan ff ny y chingu

  36. duh si Min Seo dateng lagi, traumanya Hyu Won pasti kambuh lagi. Semoga Na Mi semper nelfon Kyu buat minta pertolongan. Jung Soo mending mutusin Hyu Won duluan drpd sakit hati terus liat Hyu Won jalan sama Kyu terus XD

  37. akhirnyaa eon setelah nunggu beberapa bulan…

    yeaayyy update jugaa kangenn bangett pake bangett sama hyu won dan abang kyuhyun dan sama eonnie juga deh.
    Dari awl sampe part 6 kurang suka sama nami ngeselin banget walaupun rada kasihan,
    aduhh jadi dilema gini yaa sih hyu won milih abang kyuhyun apaabang leeteuk.
    Karakternya siwon jahatt bangett serem-serem gimana gituh
    sebenernya masih kesel banget sama abang kyuhyun tapi hyu won aja udah terima masa aku enggak.

    eon semangat terus yaa buat nulisnyaa aku masih akan tetep menjadi readers setiamu wkwkkw
    next part aku tunggu yaa eon.

  38. Sumpah keren parah. Hyu won sama kyuhyun aja plisss, mereka lebih cocok gt menurut aku(?)wkwk trs tadi pas bagian akhir yang hyu won sebut min seo tiba2 jd deg-degan. Etapi tbc😂😭 omg. Author fav bgt emanggg💕 keep writing kak! Ditunggu part 7 nyaaa😍☺️

  39. waah akhir nya dipost jg kak.. Hampir tiap hari aku check email loh nungguin lanjutain ff ini..

    Wah ceritanya tambah nyesek ya, sampe sedih pas baca hyu won sama kyu.. Kyuhyun nyesel bgt pasti gara2 satu kesalahan yg dulu sampe hyu won berubah ky gt..

    Kasian jg sama jungsoo dia kan yg ngejagain hyu won wktu hyu won terpuruk tp ky nya hyu won ga cinta deh sama jungsoo..

    Terus aku tadi nya sebel bgt sama na mi tp skrg malah kasian ngeliat dia disiksa mulu sama siwon, dia udh dpt balesan atas perbuatan ny dulu ke hyu won..

    Itu si min seo jg ngapain balik lg, ya ampun benci bgt sama orang jahat ky gt. Semoga kyu bisa kasih pelajaran buat min seo..

    Ya udh kak, ditunggu part selanjut ny ya.. Hwaiting 😉

  40. waah akhir nya dipost jg kak.. Hampir tiap hari aku check email loh nungguin lanjutain ff ini..

    Wah ceritanya tambah nyesek ya, sampe sedih pas baca hyu won sama kyu.. Kyuhyun nyesel bgt pasti gara2 satu kesalahan yg dulu sampe hyu won berubah ky gt.. Eh tp kayanya hyu won msh cinta sama kyu ya, hehe

    Kasian jg sama jungsoo dia kan yg ngejagain hyu won wktu hyu won terpuruk tp ky nya hyu won ga cinta deh sama jungsoo..

    Terus aku tadi nya sebel bgt sama na mi tp skrg malah kasian ngeliat dia disiksa mulu sama siwon, dia udh dpt balesan atas perbuatan ny dulu ke hyu won..

    Itu si min seo jg ngapain balik lg, ya ampun benci bgt sama orang jahat ky gt. Semoga kyu bisa kasih pelajaran buat min seo..

    Ya udh kak, ditunggu part selanjut ny ya.. Hwaiting 😉

  41. lama banget nunggu ff ini. akhirnya update juga
    hyuwon sudah mulai sedikit membuka diri dg kyuhyun
    sayang joongsu sayang kyuhyun duh ni orang bedua sama2 baik bakal sulut hyuwon buat milih
    nah si won menjadi teka teki derita lama hyuwon
    hmm

  42. jujur aq agak lupa ma critanya krn udah lm km gak update maaf ya ,ceritanya bgus n seru knp hyu won sgt takut bgt ma min seo penasaran apa yg bkal dilakuin sm hyu won ,dibunuh kah?

  43. Fiuuh..critany berat bener..dan sangat menegangkan..ga tau neh bakal sanggup bayangin da apa di next chapt berikutny..
    Klo bsa jngn trlalu sadis dan menegangkan ya Min..hehehe.
    Oke deh dtunggu next chapt..

  44. Wah, akhirnya publish jg part 6. .
    Entah kenapa bacanya deg2an bngt,
    Antara takut sama penasaran jd satu,
    Kyuhyun samaa Jungsoo sama2 baik, jadi bingung mau memihak yg mana dlm cerita ini,
    Semoga part selanjutnya cepat publish ya Author. .
    Tetap semangat menulisnya ^^

  45. duh min seo muncul….. serem nih cerita.. moga kyuhyun bs melindungi hyu won….
    ak bs ngebayangin btp takutnya hyu won pas liat min seo.. dn btp hncurnya kyuhyun mgkin kl tau hyu won d siksa sm min seo..
    jung soo oppa hrs nglah ya.. hyu won jdohnya kyuhyun…hee

  46. Kira-Kira apa ya yg bakal dilakuin minseo pas ketemu hyuwon
    trus apa yggima ekspresi nya hyuwon pas liat minseo
    ahh penasaran
    ditunggu kelanjutannya ka
    fighting!!

  47. minseo blik lgi,,smoga aja kyu dtang buat ngehilangin trauma ny hye won,,ksian bgt dia trsiksa mental nya,,aduh pnsaran bgt ama klnjutn ny,,keep writing ya eonni..

  48. ow ow min seo akhirx muncul….
    serem., moga kali ini kyuhyun bener2 nepatin janjix buat jaga hyu won…. gk sabar skaligus deg2 an buat baca part depan…
    oh ya boleh minta pw nya.?
    nama q eka
    asal jember jatim
    q line 94
    email q cloudseka94@gmail.com
    tw pin bb q 754a167c
    q invite bb nya ya makasih

  49. Astga,,,, min seo muncul…
    ya ampuunn,kyuh kamu dmn,,astga,,smga kyuhyun dtg,,nggk bisa,bayangin apa yg akan terjdi dgn hyu won lg…..

  50. Kalo untuk min seo aku ngebayanginnya soo jong ki, soalnya pernah baca ff sebelah dan soo jong ki jdi pemeran ya kayak min seo itu feelnya dapet banget wkwkwk sifat ama muka gak bisa ketebak kalo soo jong ki jdi aktor ff pokoknya top B G T dah ffnya kak galuh
    Semangat terus kakak

  51. Akhirnya FF yang ditunggu-tunggu publish juga ^^
    Syukurlah Hyuwon udah mulai bisa menerima kyuhyun lagi 🙂
    berharap di part selanjutnya akan banyak moment mereka.
    dan masalah minseo, kenapa dia harus datang lagi ke kehidupan hyuwon !!! >_<

  52. What da!?!?!! Udah kaya orang gila nungguin FF ini, tiap hari bolak-balik buka web nya tapi tetep stuck di part 5 asdfghjkl suka kesel sendiri ih jadinyaaaa. Kakkkkkk kenapa seneng banget sih bikin para pembacanya terbawa suasana. Baperrrrrrrxxxx🙈🙈🙈🙈🙈

  53. Hallo author saya reader bru disini. Bru bca part ini. Demi apa bru baca 1 part aja udah bikin baper ngga ketulungan, ditunggu part selanjutnya

  54. Dan finally akhirnya nih ff muncul -___- lama banget ye

    aku benci part ini, kenapa mereka semua (nami, minseo, siwon) harus kembali ke kehidupan hyu won?
    Dan yg paling bikin kesel itu kyuhyun yg maksa2 hyu won jd saksi d perceraian nami dan siwon, gak mikir apa itu bisa membahayakan hyu won? Katanya janji lindungi hyu won malah gitu :3

    Apa sebaiknya hyu won, donghae dan jung soo prg ke luar negri aje mulai hidup baru? Tinggalin semuanya termasuk kyuhyun :p

    btw kok permintaan pw nya caranya kek gitu? Emang part sebelumnya ada apa? Gak mungkin ada nc kan? XD

  55. Mungkin sebenernya yg bikin hyuwon gamau jadi saksi ya kayak beginj ini, efek setelah siwon kalah. Huwaaaaaaaa pengen banget deh cepet cepet adem ayem. Kyuhyun Hyuwon bahagia bersama.
    semoga yg jahat jahat bakal nerima balasan setimpal ya.

  56. Kamuuuuu kemana sajaa??? hahaa
    Oh ternyata lagi sibuk praktek pantasan lama banget posted! Benar2 kangen ini ff ympn.
    Jdi ada kaitanya juga ternyata sama siwon, minseo muncul baru muncul aja udah bayangin ngeri bangettt, hahaa
    Hyuwon sdkit2 sudah mulai menerima kyu kembali tapi dlm artian hanya sbgai masalalunya, tak apalah. Karna menurut aku mmng kl hyuwon memafkan kyu dan kembali padanya itu terlalu mudah, kesalahan yg kyu dan nami lakukan itu terlalu besar! Dan sebenarx sulit untk dimaafkan.
    Makin seruuu aja nih, ditunggu yh next chapt jangan lama2 yh, kkkkke

  57. ya ampun akhir’y ni ff ada lanjutan’y lg..kirain ga di lanjutin lg..hiksss tiap hari bolak balik liat ni blog kali aja ada apdetan baru..duhh smkin seru dan tegang smga next part bs cepat publish yaaa…

  58. duh kasihan banget si hyu won. kapan dia bahagianya? kalo kyuhyun aku udah nggak ambil pusing lagi..

    buat min seo mungkin kim woo bin cocok kali ya?! rada sangar gimana gitu..
    can’t wait next chapter, as soon as possible ya kak! tapi, kalo lama nggak apa juga sih bakal setia menunggu kok..

  59. ahhh akhirnya di lanjutkan jugaaaaa ..
    duhhhh banyak sekali misteri yang belum terungkap walau gitu satu persatu mulai terungkap. Siwon disini kejam ya, kasihan juga sama Nami dapat suami kejam kayak gitu. apalagi dia berteman sama Minseok, ha sama” manusia iblis.

    kuharap Kyu benar” menepati janjinya untuk selalu ada di samping Hyu Won apapun yg terjadi. ahh penasaran sama lanjutannya. ditunggu walaupun bakal lama di publish-nya .. fighting Gluu ^^

  60. Hyyyy yang ditunggu2 dtg juga heheheh, seneng dh ada lanjutannya lumayan lama ya hehhehe, seru nih minseo dtg lg dikehidupan hyun, ini semua gara2 nami. Gara2 dy hidup hyun kacau dan trauma berat betul kan firasat hyun klo dy bantu nami pasti dy yg jd tumbalnya siwon kenal hyun soalnya.

  61. waaah akhirnya setelah penantian panjang part ini datang juga. sibuk banget ya thor sama praktik lapangannya?
    tapi tetep semangat nulis ya thor 😀
    aku ngerasa ff ini lebih mencekam ya, ngeri gimana gitu. suka merinding sendiri sama trauma nya hyuwon. semoga kyuhyun bisa mengembalikan keceriannya hyuwon ya. tapi kalo hyuwon milih jungsoo oppa, biar kyu oppa sama aku aja hehe.
    lanjut ya thor, disini entah kenapa aku ngebayangin minseo itu dengan rupanya GD. sosok serem, misterius, tapi tetep menawan haha.

  62. Hai thor, saya reader baru di sini, salam kenal yah thor 🙂
    Terkesan banget baca ffnya thor, belum pernah baca ff semenarik ini thor hehehe.. Hebat!!

  63. haa akhirnya ada part 6..nya lama bnget nungguiin.kyuhyun berjuanglah lebih keras untuk dapetin hyuwon..aku suka bnget. author hebat bikin aku ahhh bingung ngomonginnya yang jlas aku menantikan karyamu lagi….semangat buat authornya

  64. YAAMPUNNN KA GALUH:’)
    akhirnya setelah sekiaaannn lama aku menunggu di post juga:) kyaaa akhirnya kyu deket lagi sama hyuwonnnn lafff<3
    Jungsoo kasian ih:( namj juga, walopun dia dulunya jahat sih, siwon ih bikin gregett malah ngasih tau minseo 😥
    Penasaran nih minseo mau ngapainnnn next chap ditunggu yaaaa ka, jangan kelamaan:( Semangat ka galuuuhh^_^

  65. iseng2 ngecek blognya gluu, eh udah ada part 6nya.. seneng seneng seneng ❤ ❤

    ciiieeee hyuwon udah mulai akrab tuh sama kyuhyun, sampe bikin jungsoo patah hati..

    untung kyuhyun sabaaaar bgt menghadapi hyuwon yang benci sama dia.. mungkin sebenernya hyuwon nggak bener2 benci sama kyuhyun sama nami, buktinya masih mau nolongin nami..

    jadi hyuwon juga kenal sama siwon? duh penasaran bgt nih sebenernya dulu hyuwon di apain sih sama si minseo itu?

    trus ngapain lagi si minseo nyamperi hyuwon coba? mau bikin hyuwon trauma lagi ya?

    um aku boleh minta pw buat part selanjutnya kan?
    aku tunggu next part ya.. fighting!!

  66. akhirnya,,, setelah setaun dilanjutin jg 🙂 kirain udah lupa 🙂
    aduuuhhh,,, katanya kyuhyun mau ngelindungin, knapa hyuwon dibiarkan sendrian?? udh tau siwon temennya minseo,, mreka berdua udh nyata2 jahat sma prempuan!
    ish ini ni manusia mcam kyuhyun ni,, yg patut digeplak kepalanya,, o’on pangkat 10,, jungsoo jg,, ilangin dlu deh masalah ati,, masalah nyawa ni yg jd taruhan.. bgtu hyuwon ilang lg br tau 😦

    klo bisa tokoh minseo jgn dr idola deh,,, teseraah muka siapa jgn idola pokoknya 🙂 ntar jd benci sma tu org,, kyak skarang,, pgen ngulek siwon barengan sambel terasi 😀 n request ya,, klo bisa next partnya jgan sampe setaun lg hehe…

  67. aku baru baca part 1-6. greget banget bacanya eon. semoga part selanjutnya lebih cepat ya eon. dan gak buat aku penasaran. hahahahaha

  68. Nunggu lama akhirnya ada juga lanjutannya 😂 kangeennn.
    Kasiaaan kyuhyun kasian hae won nya juga. Jungsoo juga 😂
    Nano-nano bgt kalo udh baca ini,kesel ada,romantis ada,sedih ada. Suka banget pokoknya. Di tunggu next nya ya 😘😚

  69. Eon,…
    Maaf baru bisa komen…
    Duhh kok disini aku kasian ama kyuhyun y…
    Udah cintanya masih dipending ama hyuwon…belum ketemu keluarga aslinya,terus dihantui rasa bersalah,duhh bang fighting yakkk…
    Moga kyuhyun ma hyuwon happy ending

  70. Akhirnya publish juga… wlpun q bcanya juga telat 😀 haa part ini lbih deg2 serrrr tambah seru, ikut sedih pas jung soo mau nglmar hyuwon mlah liat yg bgituanT_T hyuwon egois si tp ksian juga ga’ tau mau mihak siapa. Itu min seo??? knpa dtengnya deketan sma tbc?? Rsanya kan greget jdnya. Ditung2u part slnjutnya aja deh ok fighting:-D

  71. Makin numpuk numpuk di penasarannya. Menebak nebak apa yang uda terjadi sama Hyu Won dulu. Apa dia diperkosa sama min seo dan kawanannya? Nyeseeekk banget kalo ternyata dugaanku bener T.T kan kasian Hyu Won 😭😭 semoga dia ga di apa apain lagi sama cowo brengsek itu. Berharap Kyu ada disana buat nyelametin Hyu Won..
    Ditunggu next chapternya authornim.. fighting~ 😘

  72. Wahhhh lama ga update…

    Masa lalu memang selalu jd masalah ya, apalg yg blm bisa move on.

    Kasihan bgt hyuwon, di satu sisi aku kesel sama kyuhhyun maksa hyu won buat jd saksi, dia ga tau apa susah melawan trauma sendiri..

  73. Kali kedua bacaa hehe hyuwon sama kyuhyun aja plissss😂 aku ngeliat mereka berdua kayanya saling membutuhkan bgt omgggg gregetan wkwk😂

  74. penasaran penasaran apa yg akan terjadi. akhirnya si trouble maker*lirik minseo muncul juga.. berharap kyuhyun jga ada disana biar lengkap cast2 yg di masa lalu..
    tekatekinya hampir terkuak.. Fighting author lanjutnya^^^

  75. Terharu, akhirnya dipublish juga😂
    Nah kan hyuwon berat bgt bilang dia cinta sama jungsoo, ditambah pula selama sebulan sering berhubungan dg kyuhyun tambah bimbang lah dia.. Minseo udh muncul, kasian bgt hyuwon pastinya. Dia trauma berat

  76. akhirnya setelah kemarin DM di twitter hahahah 😀 bagus kak, tapi menurut ku yang part ini kok gak semenegangkan yang part part sebelumnya? 😀 maaf terlalu banya protes

  77. Hyu Won jadi bimbang sama perasaannya sendiri..Hyu Won sikap kamu bikin semuanya sakit…Jung Soo yg sakit liat kamu deket sama Kyu hyun..Kyu Hyun juga sakit liat kamu sama Jung Soo..
    tentukan pilihanmu Hyu Won..tapi jangan bikin semuanya sakit…
    selamat Na Mi kamu resmi bercerai dari Si Won..aq curiga jangan2 Si Won sama Min Seo lunya kelainan..kaya sadism suka liat orang tersiksa secara fisik…ikh serem akh mereka..
    ouh jangan bilang Min Seo di rumah Hyu Won gara2 persidangan Si Won sama Na Mi…Kyu Hyun miga kamu bisa ngerasaan ada sesuatu yg salah sama Hyu Won..trus tiba2 kamu udah ada di rumah Hyu won buat lindungi Hyu Won dari Min Seom.
    akh pokoknya di tunggu nekt Chapter nya…aq suka sama crita…perasaannya pas baca setiap part di campur aduk..
    moga di next Chapter ada kejutanan meneganggkan antara Hyu Won..Kyu Hyun..Min Seo

  78. Ya ampun.. Makin parah nih konfliknya. Minseo dateng lagi dan itu pasti berdampak besar buat hyuwon dan traumanya. Perintah siwon yg pengen melenyapkan mereka semua itu maksudnya hyuwon juga? Kyuhyun emang niatnya baik pengen bikin hyuwon melawan ketakutannya tapi dia gak tau bahaya apa yg mengancam hyuwon ditambah hyuwon punya trauma sama kekerasan. Duh degdegan sendiri baca nya apalagi pas bagian kekerasannya itu. Huhuhu

  79. Haaaaii kakgaaaaal 😀 apa kabaaaaar?? Ya ampun ya ampuun gila gak nyangka banget udah setahun aku gak berkunjung kesini, akhirnya masih diberi kesempatan /plak
    Heuheu… terakhir kali Kakgal ngepost itu pas bulan agustus juga tahun 2015 kan? Dan sekarang–
    Ini siapa yang keterlaluan? Siapa? Aku yang setahun gak muncul atau kakgal yang udah setahun aku tinggalin tapi baru nyelesein ampe chapter 8? *plaaak canda kok kak piiiis :–v hihi

    Terakhir di part 5, aku taunya Kyuhyun-Hyuwon ribut didepan kamar rawat Jungsoo, bener gak? Tapi alasan kenapa mereka ribut, aku lupa~ XD sebenernya mau baca ulang di part 5 karena–udah setahun aku gak ketemu ff ini jadi agak-agak lupa. Tapi gimana yaa? Aku juga udah gak tahan baca Chapter ini soalnya hihi.. jadi nekad deh dibaca aja. Untungnya masih bisa angguk-angguk ngerti 😂

    Nyeri. Nyeri banget waktu baca scene Nami yang disiksa Siwon. Kayak ada yang ‘nyentil’ gitu kak.. apalagi itu ngakibatin Hyuwon trauma lagi. Dan gak nyangkanya, Siwon bagian dari ‘masa kelam’ Hyuwon. Eeeew 😣 sempet kesel juga sih waktu Kyuhyun telat dateng tadi.. tapi masih mending sih daripada dia dateng dengan keadaan Nami yg udah gak bernyawa atau parahnya gak pernah dateng. Well–untungnya sih gak gitu yak wkwk

    Jungsoo jadi cemburuan gitu.. wajar sih, namanya juga pacar. Siapa yg gak bakal cemburu kalo orang dari masa lalu kekasihnya muncul lagi? Apalagi kehadiran Kyuhyun bagi Hyuwon–gak sepenuhnya nyakitin perasaan gadis itu. Biar bagaimanapun, Kyuhyun itu pernah jadi prioritas Hyuwon kan? Dan mungkin untuk kedepannya, bisa terjadi lagi. Hati mana ada yang tau sih.. iyakan?

    Untuk Min Seo, aku bingung mau ngebayangin pake siapa? Jaejoong kali yak? Wkwkwk.. kegantengan gak sih kalo aku ngebayanginnya itu dia? Abis Siwon aja yang jahat punya visual ganteng–jadi gak ada salahnya kan kalo Min Seo pakenya Jaejoong 😅

    Ohiya Kak, aku ini yang dulu pake ID : Ajirei’s–Princessbrown heuheu XD

  80. Hye Won udah mulai bisa nerima Kyuhyun sedikit2, tapi kayanya lahi bimbang antara Kyuhyun atau Jung Soo. Di sini kayanya Kyuhyun yang lebih banyak menelan kekecewaan. Ternyata Siwon temennya Min Seo dan Min Seo kembali?

  81. Si siwon kejam bgt y am bini ny sndri kok gt. Tega bgt ni org.
    Kykny jungsoo mulai was was am kbradaan kyu d dekat hyuwon. Tp wjar sih cinta ms lalu dtg lg hohoho.
    Nah loh mau ap tu si minseo?….

  82. lohh hee kok minseoo bisaa muncull???
    gmnaa bisa????
    langsung k rumah hyueon jugaa..
    sebenarnyaa slamaa inii diaa dmna??

  83. Astaga, apalagi ini ..

    Min seo itu sebenernya ada masalah apaan sih ?
    Kalo dia beneran suka sama hyu won, Kenapa menyiksa hyu won spt itu ??
    Apa dia sejenis psikopat ??

    Aduuh,, dimana kyuhyun,, siapa yg bakal nolongin hyu won ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s