FF: Never Be The Same [Part 7]


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Assalamualaikum! Hallo semua. Aku muncul lagi haha. Lebih cepat lebih baik! Happy reading all 🙂

Author (Owner) : gluu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Drama, Romance

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Kang Hyu Won (OC)

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk of Super Junior

 

Twenty Five Years Ago…

Ji Won memeluk putrinya dengan erat, tak tega sebentar lagi akan melepas putrinya bersama orang lain. Air matanya terus mengalir dari kedua bola matanya.

“Oppa, dia bahkan baru berusia beberapa hari.” Ucap Ji Won pada Jae Ho dengan isak tangis.

“Arraseo, Shin ahjumma akan menjaganya. Kita tak bisa membiarkan kedua orang tuamu tahu keberadaannya.” Ucap Jae Ho dengan suara paraunya. Tampak sekali raut penyesalan di wajahnya.

Jae Ho menangis sama seperti kekasihnya tetapi ia tak bisa menunjukan sikap lemahnya. Keduanya sudah berhasil menyembunyikan hubungan mereka dari kedua orang tua Ji Won, bahkan kehamilan Ji Won juga berhasil mereka sembunyikan. Mereka menjalani kehidupan dengan bahagia hingga sesuatu yang mereka takutkan terjadi. Tepat setelah kelulusan Ji Won, orang tua Ji Won meminta anak gadis mereka untuk kembali ke Busan.

Ji Won dan Jae Ho sudah berencana akan kembali ke Busan untuk meminta restu dari kedua orang tua Ji Won namun mereka tidak bisa pergi dengan seorang bayi. Orang tua Ji Won akan melakukan apa saja untuk memisahkan mereka semua. Jae Ho harus menunjukan pada orang tua Ji Won bahwa ia pantas menjadi menantu mereka. Pendidikan dan pekerjaan yang baik adalah cara terbaik untuk menunjukan bahwa ia pantas bersama dengan Ji Won. Dia tak bisa membiarkan usahanya bertahun-tahun ini sia-sia bila orang tua Ji Won tahu mereka memiliki seorang anak di luar pernikahan. Semua akan berakhir sebelum diperjuangkan.

“Appa janji kita akan hidup bersama-sama, Ji Hyun-ah. Maafkan appa.” Ucap Jae Ho pada putrinya. Pria itu mengecup kepala putri mungilnya dengan tangis. Dibalik tangisannya ada sebuah keyakinan dalam dirinya, ia akan membuat kedua orang tua Ji Won menerima dirinya dan menerima keluarga kecilnya.

Ji Won kembali memeluk putrinya lalu mengecup kepalanya dengan sayang. Ia menatap Shin ahjumma yang menatap mereka dengan sedih. Shin ahjumma adalah tetangga di samping flat tempat mereka tinggal selama menempuh pendidikan di Seoul. Shin ahjumma tahu bagaimana Ji Won dan Jae Ho menjalani hubungan mereka. Shin ahjumma sudah seperti orang tua bagi mereka berdua.

“Ahjumma, kami titip Ji Hyun. Setiap bulan atau kapan pun kami memiliki waktu kami akan datang ke mari untuk menjenguknya. Aku mohon jaga putri kami.” Ucap Ji Won dengan tangisan.

“Ne, Ji Won-ah. Aku akan menjaganya seperti putriku sendiri.” Ucap wanita itu.

“Gomawo, ahjumma.” Ucap Jae Ho.

Ji Won menyerahkan Ji Hyun pada Shin ahjumma. Putri kecil mereka tampak tenang sekali dalam tidur lelapnya. Ji Won merekam baik-baik wajah mungil putrinya. Dia merasa menjadi ibu paling buruk di dunia. Bagaimana bisa ia meninggalkan putrinya seperti ini?

“Kami akan kembali ke Busan, ahjumma. Tolong jaga putri kami. Sekali lagi terima kasih banyak ahjumma.” Ucap Jae Ho pada Shin ahjumma.

“Ne, hati-hati.” Ucap Shin ahjumma.

Ji Won dan Jae Ho berjalan keluar dari flat milik Shin ahjumma dengan berat hati. Mereka tak pernah tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir mereka melihat Ji Hyun putri mungil mereka. Kunjungan satu bulan sekali atau kapan pun mereka memiliki waktu untuk mengunjungi Ji Hyun tak pernah ada. Putri kecil mereka pergi menghilang bersama dengan Shin ahjumma yang tak pernah ditemukan di mana keberadaannya.

****

Uhm’s Family Home

Seoul, South Korea

08.45 PM

Ji Won membereskan sisa makan malam mereka dengan wajah murung. Sesekali ia mengusap air matanya yang mengalir dari kedua bola matanya. Beberapa pelayan menatap nyonya majikan mereka dengan khawatir.

“Nyonya–…”

PRANGG

Ji Won terkejut saat salah satu pelayan memanggilnya. Piring yang sedang ia pegang tergelincir begitu saja. Perasaannya berubah menjadi tak enak.

“Ada apa ini?” suara Jae Ho terdengar dari pintu dapur. Ji Won menatap suaminya itu dengan wajah cemas.

“Sayang, kau kenapa?” Tanya Jae Ho khawatir.

Molla.” Ucap Ji Won.

“Tolong bereskan semua ini, pelayan Ma.” Ucap Jae Ho pada pelayannya.

Ne.” Balas pelayan Ma.

Jae Ho lantas membawa Ji Won menuju ruang tengah. Wanita itu terlihat begitu sedih. Jae Ho tak mengerti mengapa istrinya itu masih bersedih, ya dia tahu Ji Won sedikit murung karena begitu menantikan kehadiran Hyu Won malam ini. Tetapi seingatnya istrinya itu sudah sedikit lebih ceria saat mereka makan malam tadi.

Waeyo, katakan kau kenapa?” Tanya Jae Ho.

“Tiba-tiba aku teringat dengan Ji Hyun saat kita meninggalkannya dengan Shin ahjumma hari itu. Aku terus berpikir bagaimana Ji Hyun menjalani kehidupannya setelah itu. Ini membuatku merasa begitu buruk.” Ucap Ji Won dengan suara parau.

Arraseo…” ucap Jae Ho lalu memeluk istrinya itu dengan erat. Dia mengerti perasaan istrinya itu.

“Aku yakin sekali Hyu Won adalah putri kita. Secepatnya tolong lakukan tes itu. Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi.” Ucap Ji Won mendesak suaminya.

Ne, aku akan melakukannya secepatnya.” Ucap Jae Ho.

“Aku ingin segera bisa menjaganya, mengembalikan tahun-tahun yang terlewati. Aku ingin–…”

Waeyo?” Tanya Jae Ho bingung saat istrinya itu tak melanjutkan ucapannya.

“Aku harus menghubungi Kyu Hyun. Apakah sia sudah sampai atau belum di rumah Hyu Won.” Ucap Ji Won. Tiba-tiba ia ingin menghubungi putranya itu hanya untuk mengetahui apakah makanan yang ia titipkan sudah sampai pada Hyu Won atau belum. Sejujurnya ia ingin mengetahui bagaimana keadaan Hyu Won. Ia tak tahu mengapa sejak tadi ia terus memikirkan Hyu Won.

“Ya,” ucap Jae Ho lalu melepaskan pelukannya.

Ji Won segera berjalan menuju telepon rumahnya. Wanita itu menekan nomor telepon Kyu Hyun dengan cepat.

“Sayang tenanglah sedikit. Kenapa kau terlihat begitu cemas?” ucap Jae Ho pada istrinya.

Molla… aku hanya ingin cepat menghubungi Kyu Hyun.” Ucap Ji Won. Ia menunggu dengan gelisah. Sejujurnya ia tak tahu mengapa perasaannya sedikit tak enak sejak kepergian Kyu Hyun tadi. Dia merasa cemas pada Kyu Hyun mau pun Hyu Won.

“Bagaimana?” Tanya Jae Ho.

“Tidak diangkat, panggilan tersambung tetapi Kyu Hyun tak mengangkat panggilanku.” Ucap Ji Won.

“Mungkin dia masih di jalan, sayang.” Ucap Jae Ho.

“Ya, mungkin seperti itu.” Ucap Ji Won. Dengan mengabaikan perasaan khawatirnya, ia menutup telepon dan memutuskan untuk menelpon lagi nanti

****

Bee Florist

Seoul, South Korea

09.30 PM

Suasana di rumah Hyu Won terasa begitu mencekam. Hyu Won meremas bajunya dengan erat seolah hal itu dapat mengurangi ketakutannya. Min Seo menatap Hyu Won dengan tatapan licik. Seringai di bibir pria itu membuat Hyu Won lemas setengah mati. Masih terekam dengan jelas bagaimana kejamnya perlakukan Min Seo padanya sepuluh tahun lalu.

“Wah… Siapa di sini?” suara Min Seo terdengar seperti akan mencabik diri Hyu Won.

“K-au…” bisik Hyu Won bergetar. Dilihatnya Min Seo memiringkan kepalanya lalu menyeringai pada dirinya. Lagi. Pria itu seolah menikmati ketakutannya.

“Senang bisa kembali bertemu dengan dirimu Hyu Won-ah.” Ucap Min Seo dengan kekehan, kakinya melangkah mendekati Hyu Won. Hyu Won otomatis memundurkan langkahnya, ia ingin berlari dari sini secepatnya. Tuhan, ia tak bisa melihat Min Seo lagi. Dia tak bisa. Dia mungkin akan mati setelah ini kalau Min Seo berhasil menyentuh dirinya.

“PERGI! Cari bantuan!” teriak Na Mi. Hyu Won tersentak seketika. Ia bersiap akan lari namun langkahnya terhenti seketika saat melihat Min Seo membalikan tubuhnya dan memukul Na Mi hingga tersungkur ke lantai.

ANDWAE!” jerit Hyu Won tertahan.

“Berani selangkah saja kau meninggalkan rumah ini, aku akan membunuh Kim Na Mi!” ucap Min Seo pada Hyu Won.

Hyu Won tak bisa berbuat apa-apa. Dia percaya Min Seo sanggup melakukan hal seperti itu. Ditatapnya Na Mi dengan tangis menyesakan. Na Mi memberikan isyarat padanya untuk berlari. Hyu Won menggelengkan kepalanya seolah mengatakan pada wanita itu bahwa ia tak mungkin meninggalkan dirinya di sini sendiri.

“PERGI HYU WON-AH!”

BUGHH. Sebuah tendangan kembali Min Seo berikan pada Na Mi hingga gadis itu berhenti berteriak menyuruh Hyu Won pergi.

“Hentikan Min Seo! Hentikan!” teriak Hyu Won ketakutan, masih dengan suara bergetar.

“Tutup pintunya!” ucap Min Seo memerintah Hyu Won. Hyu Won menggelengkan kepalanya berusaha menolak perintah pria itu. Demi Tuhan dia tak mau terjebak dalam situasi yang sama seperti sepuluh tahun lalu.

“CEPAT!”

“Ba-ik!” ucap Hyu Won patuh. Hyu Won menutup pintu dengan cepat. Min Seo menyeringai melihat Hyu Won yang bergerak ketakutan.

“Biarkan dia pergi, Min Seo!” teriak Na Mi dengan ringisan.

“Diam!” bentak Min Seo. Pria itu menatap Hyu Won yang kini berjalan menuju ke arahnya. Tak disangka ia akan bertemu kembali dengan Hyu Won, gadis yang sepuluh tahun lalu nyaris mati di tangannya. Gadis yang ia cintai tetapi menolak dirinya seperti sampah.

“Lepaskan Na Mi, Min Seo.” Ucap Hyu Won dengan suara bergetar.

“Nanti setelah kita bersenang-senang.” Ucap Min Seo dingin. Hyu Won membulatkan matanya terkejut.

“Kau kejam.” Ucap Hyu Won.

“Ya, kau tentu saja sangat tahu betapa kejamnya diriku. Apa perlu aku mengingatkanmu kembali bagaimana kejamnya diriku?” kekeh Min Seo.

“….” Hyu Won menggelengkan kepalanya ketakutan, matanya mulai berkaca-kaca.

“Bukankah ini takdir? Kita semua selalu dipertemukan, bukan?” ucap Min Seo dingin.

Min Seo tak menyangka bahwa ia akan bertemu dengan Hyu Won di sini. Dia hanya tahu bahwa Si Won memintanya untuk memberi pelajaran pada Kyu Hyun dan Na Mi. Dia terkejut saat Si Won mengatakan dirinya sekarang mendekam di penjara. Namun, keterkejutannya menjadi berlipat-lipat saat mengetahui siapa penyebab sahabatnya itu masuk ke dalam bui. Cho Kyu Hyun dan Kim Na Mi. Dua nama itu sudah tak asing lagi baginya. Cho Kyu Hyun adalah pria yang selalu ingin ia hancurkan sejak dulu. Dan Kim Na Mi adalah wanita iblis yang ia kenal dengan baik. Wanita iblis yang berhasil menjerat sahabat baiknya. Dan kini dihadapannya muncul satu lagi target yang tak kalah menyenangkan untuk dimainkan. Pikiran licik mulai bermunculan dalam otaknya. Ini namanya sekali dayung dua tiga pulau terlampui.

“Apa sebenarnya maumu Min Seo?” Tanya Hyu Won.

“Sebenarnya aku ke mari ingin bertemu dengan teman-teman lamaku dan memberikan sedikit pelajaran pada mereka tetapi tak disangka aku justru bertemu dengan cinta lamaku.” Ucap Min Seo dengan tawa ringan.

“Apa maksudmu?” Tanya Hyu Won lagi.

“Kau tahu benar aku dan Si Won adalah sahabat, kan? Kalau sahabatmu disakiti, apa yang akan kau lakukan? Melindunginya, kan?” ucap Min Seo.

“Orang sepertimu berbicara tentang melindungi?” ucap Hyu Won dengan mata yang mulai memerah.

“Orang sepertiku? Ah… aku rasa kau tak akan lupa dengan orang sepertiku.” Kekeh Min Seo. Hyu Won menggigit bibir bawahnya meredam tangisnya.

“Kau menjijikan!” desis Hyu Won.

“Kang Hyu Won, bukankah aku sudah bilang padamu untuk tak pernah muncul di hadapan kami lagi? Kau lupa atau kau memang sengaja?” ucap Min Seo.

Hyu Won hanya diam membeku. Masih jelas dalam ingatannya bagaimana pria itu mengancamnya sebelum meninggalkannya dengan tak berdaya. Demi Tuhan dia tak akan pernah melupakannya.

“Kau bahkan menjadi saksi dalam persidangan Si Won. Lancang sekali kau ini!” bentak Min Seo tajam.

DEG!

Andwae…” bisik Hyu Won semakin ketakutan. Apa yang ia takutkan benar-benar terjadi.

“Dasar tidak tahu diri!” Ucap Min Seo.

Min Seo ingat Si Won beberapa kali menyebutkan seseorang bermarga Kang yang menjadi saksi dalam persidangan sehingga memberatkan dirinya. Si Won hanya mengatakan bahwa Na Mi tinggal di rumah nona Kang ini. Dia tak tak tahu bahwa nona Kang yang Si Won bicarakan adalah Hyu Won. Choi Si Won mungkin melupakan Hyu Won.

“Lepaskan dia Min Seo! Yang menjadi targetmu adalah aku!” teriak Na Mi dengan keras.

“Tch! Sejak kapan Kim Na Mi menjadi malaikat? Apakah kalian sekarang sudah berteman? Hyu Won-ah, kau lupa siapa yang menjualmu dulu?” Tanya Min Seo dengan santai. Hyu Won hanya diam seribu bahasa.

“Choi Si Won menginginkanku, bawa aku pergi dari sini dan tinggalkan dia sendiri.” Ucap Na Mi mulai frustrasi. Dia tak bisa melihat Hyu Won disakiti Min Seo. Tatapan Hyu Won saat ini adalah jenis tatapan yang tak pernah Na Mi lihat sebelumnya. Gadis itu seperti kehilangan jiwanya. Ia berdiri dengan begitu ketakutan, tatapan matanya bahkan kosong.

“Oh tidak semudah itu. Bagaimana kalau kita buat ini menjadi sedikit menarik?” ucap Min Seo dengan seringai licik di bibirnya. Hyu Won maupun Na Mi bergidik mendengar ucapan pria itu. Apa yang akan dilakukan pria itu?

“Apa yang akan kau lakukan?!” teriak Na Mi mulai marah.

Min Seo baru saja akan melangkahkan kakinya namun dengan cepat Na Mi menahan langkah pria itu dengan memeluk erat kakinya. Merasa kesal dengan tingkah Na Mi, Min Seo menendeng wanita itu hingga kembali tersungkur.

“Akh…” ringis Na Mi kesakitan.

“Jangan menahanku, wanita bodoh!” ucap Min Seo lalu berjalan menuju Hyu Won.

Andwae… jangan mendekat!” teriak Hyu Won ketakutan setengah mati saat melihat Min Seo berjalan mendekatinya.

“Tenang, Hyu Won sayang.” Ucap Min Seo dengan nada menenangkan tetapi bagi Hyu Won itu suara yang sangat menyeramkan.

“Jangan sakiti aku Min Seo.” Ucap Hyu Won memohon. Kalau Min Seo menyakitinya lagi, Hyu Won yakin dirinya tak akan sanggup hidup lagi setelah ini.

“Kau tidak ingin membalas dendam atas apa yang pernah Na Mi lakukan padamu? Mari ikut aku dan aku tunjukan bagaimana membalas perbuatan Na Mi dulu padamu juga permbuatan Kyu Hyun.” Ucap Min Seo dingin. Hyu Won tahu Min Seo sudah merencanakan sesuatu.

DEG!

Hyu Won membulatkan matanya. Kyu Hyun? Min Seo menyebut nama Kyu Hyun. Min Seo ingin menyakiti Kyu Hyun juga. Tidak, ini tidak boleh terjadi.

“Tidak Min Seo. Jangan… jangan sakiti kami.” Ucap Hyu Won. Gadis itu menatap Min Seo dengan ketakutan.

“Kau masih mencintai pria itu, kan? Betapa aku iri sekali dengan dirinya. Mengapa setelah meninggalkanmu malam itu bersamaku, kau masih mencintai dirinya?” Tanya Min Seo. Tangan Min Seo bergerak mengusap pipi Hyu Won dan tangis Hyu Won meledak seketika. Tubuhnya bergetar dengan hebatnya. Sentuhan lembut Min Seo terasa seperti hantaman sebuah baja.

ANDWAE! Jangan sentuh aku!” tangis Hyu Won pecah seketika.

Min Seo menyeringai melihat ketakutan yang memancar dari kedua bola mata Hyu Won. Dia tahu dia pasti sudah meninggalkan trauma yang sangat mendalam untuk gadis itu.

“Ikut aku!” ucap Min Seo lalu menyeret Hyu Won mengikuti langkahnya.

“MIN SEO, JANGAN BAWA DIA!” teriak Na Mi dengan keras.

Shirreo… shirreo!” jerit Hyu Won menolak perintah Min Seo.

Min Seo dengan kejam menjambak rambut Hyu Won sehingga gadis itu mendongak kesakitan. Tatapan mata Min Seo saat ini sama seperti sepuluh tahun lalu di kamar hotel itu. Dada Hyu Won mulai sesak. Dia ketakutan setengah mati.

“Mari kita lihat apakah Kyu Hyun-mu itu akan menolongmu atau tidak.” Bisik Min Seo tepat di depan wajah Hyu Won.

Hyu Won tahu ke mana semua ini akan berakhir. Dirinya hanya dijadikan umpan untuk memancing Kyu Hyun. Tetapi dia yakin bahwa Min Seo juga tak akan melepaskannya begitu saja. Mengapa ia harus kembali merasakan semua penderitaan ini lagi?

Kajja.” Ucap Min Seo dengan senyuman tetapi berbading terbalik dengan sikapnya.

Min Seo kembali menyeret paksa Hyu Won hingga gadis itu berjalan terseok-seok. Hyu Won menatap Na Mi meminta bantuan. Na Mi berusaha berdiri dengan susah payah, beberapa kali ia terjatuh kembali tetapi ia terus mencoba berdiri. Ia tak akan membiarkan Min Seo membawa Hyu Won begitu saja.

Min Seo dan Hyu Won keluar dari toko bunga dengan tergesa-gesa. Hyu Won tak tahu ke mana Min Seo akan membawanya. Apakah kali ini ia masih selamat seperti sepuluh tahun lalu? Apakah Min Seo akan mengulangi apa yang pernah dia lakukan padanya sepuluh tahun lalu?

“Masuk!” perintah Min Seo pada Hyu Won agar masuk ke dalam mobilnya.

Shirroe!” tolak Hyu Won.

“Masuk!” teriak Min Seo. Kali ini ia mendorong Hyu Won hingga gadis itu masuk dengan paksa ke dalam mobil. Pria itu dengan cepat masuk ke dalam mobil juga. Dari dalam rumah Na Mi berteriak memanggil nama Min Seo. Pria itu hanya menyeringai.

“MIN SEO!” teriak Na Mi keras.

“Ayo ikuti kami.” Desis Min Seo dengan seringai di bibirnya saat melihat Na Mi berjalan terseok-seok menaiki mobilnya sendiri. Hyu Won memejamkan matanya dengan sedih, Na Mi termakan rencana jahat Min Seo. Apakah mereka akan selamat malam ini?

****

30 Minutes Later

Bee Florist

Seoul, South Korea

Kyu Hyun menepikan mobil di depan toko bunga Hyu Won. Ia menatap jam tangannya lalu meringis pelan. Bukankah ini sudah terlalu larut? Ia menatap termos di kursi penumpang. Termos itu berisi sup ayam kesukaan Hyu Won, lalu ada kue ulang tahun yang Ji Won potong untuk Hyu Won. Ji Won pasti sangat mencintai putrinya itu.

Kyu Hyun segera turun dari mobilnya dan berjalan menuju toko bunga Hyu Won. Namun baru selangkah berjalan, matanya membulat saat melihat pintu toko bunga yang terbuka dengan lebar. Degupan jantungnya tiba-tiba berdekat tak seirama, rasa khawatir menjalar dalam hatinya. Perasaannya tiba-tiba berubah menjadi cemas. Dengan cepat Kyu Hyun berjalan setengah berlari masuk ke dalam toko bunga Hyu Won. Di tatapnya keadaan toko yang kosong tak berpenghuni. Apakah Hyu Won lupa menutup pintu?

“Hyu Won-ah!?” teriak Kyu Hyun memanggil nama gadis itu dengan keras.

Kyu Hyun berjalan menuju lantai dua dengan cepat. Ia bahkan melangkahi dua anak tangga sekaligus. Saat tiba di ujung anak tangga, ia menatap keadaan lantai dua yang kosong sama seperti di bawah. Kebingungan melandanya. Ke mana Hyu Won sebenarnya? Dirogohnya ponsel dari dalam saku celananya. Dengan tergesa-gesa ia menekan nomor telepon Hyu Won.

Kyu Hyun meringis saat panggilannya tak juga diangkat oleh Hyu Won. Pria itu lantas turun kembali ke lantai satu, ditatapnya keadaan ruangan yang tak menunjukan tanda-tanda kerusakan sama sekali. Tak ada tanda rumah ini baru saja dimasuki oleh pencuri atau penjahat.

Dengan kepala yang dipenuhi dengan banyak pertanyaan, Kyu Hyun berjalan keluar dari dalam rumah Hyu Won. Saat kakinya tepat menapaki pelataran toko, ponselnya tiba-tiba bergetar. Pria itu merogoh ponselnya dari dalam saku. Dahinya berkerut saat menatap nama Na Mi muncul di layar ponselnya.

Yeobbos–…”

“Kyu Hyun! Kyu Hyun tolong kami, Min Seo membawa Hyu Won.” Ucap Na Mi dengan suara yang terdengar begitu keras. Napasnya bahkan memburu.

MWO?” ucap Kyu Hyun dengan terkejut. Tubuhnya seperti baru saja dialiri listrik dengan ribuan volt.

“Saat ini aku sedang mengikuti mereka. Tolong kami!” Ucap Na Mi, Kyu Hyun bisa menangkap isakan dari suara wanita itu.

“Tetap nyalakan ponselmu. Aku akan gunakan GPS Na Mi-ah.” Ucap Kyu Hyun berusaha tenang. Sejujurnya ia sangat cemas. Tidak, dia bukan hanya cemas saat ini. Dia ketakutan. Dia takut Min Seo menyakiti Hyu Won.

Ne!” balas Na Mi lalu mematikan sambungan teleponnya.

Dengan cepat Kyu Hyun berjalan menuju mobilnya. Namun dari belakang mobil sosok Jung Soo muncul. Pria itu menatap Kyu Hyun dengan dingin. Kyu Hyun tak punya waktu meladeni pria itu.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Jung Soo pada Kyu Hyun.

“Aku tak punya banyak waktu Jung Soo-ssi. Hyu Won dalam bahaya.” Ucap Kyu Hyun tak sabar. Jung Soo membulatkan matanya mendengar ucapan Kyu Hyun.

“Apa maksudmu?” tanya Jung Soo.

“Min Seo membawa Hyu Won. Lebih baik kita mencari Hyu Won.” Ucap Kyu Hyun lalu masuk ke dalam mobil.

Jung Soo pun ikut masuk ke dalam mobil. Perasaan pria itu berkecamuk menerka-nerka apa yang sedang terjadi pada Hyu Won tetapi ia memilih menahan rasa bingungnya. Kyu Hyun benar, mereka harus segera mencari Hyu Won.

Kyu Hyun segera menyalakan mobilnya lalu meninggalkan pelataran toko bunga Hyu Won. Pria itu membawa mobil dengan kecepatan luar biasa. Di kepalanya muncul wajah ketakutan Hyu Won. Dia tahu saat ini Hyu Won pasti ketakutan setengah mati. Demi Tuhan ia tak akan membiarkan Min Seo menyakiti Hyu Won lagi. Dan pria itu tak akan lepas lagi kali ini.

Tunggu aku Hyu Won-ah. Bisik Kyu Hyun penuh keyakinan di dalam hatinya.

****

On The Car

Min Seo menghentikan mobilnya di depan sebuah bangunan tua. Bangunan tua tersebut adalah sebuah bekas pabrik tekstil yang ditinggalkan para pekerja karena mengalami kebangkrutan. Pria itu menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won dengan seringai tipis.

Hyu Won meremas kedua tangannya dengan cemas. Tubuhnya bergetar sejak tadi. Setiap suara dan pergerakan tubuh Min Seo bagaikan ancaman membahayakan baginya. Tubuhnya sudah basah oleh keringatnya sendiri. Dia berharap semua penyiksaan ini cepat berlalu.

“Aku masih tidak menyangka bisa melihatmu lagi. Senang bisa melihatmu lagi, Hyu Won-ah.” Ucap Min Seo dengan santai. Pria itu melepas sabuk pengamannya lalu memiringkan tubuhnya sehingga kini ia berhadapan dengan Hyu Won. Bibirnya menyeringai puas melihat Hyu Won yang duduk ketakutan sambil menundukan kepalanya.

Srett

Tangan kasar Min Seo mencengkram dagu Hyu Won lalu mendongakan kepalanya sehingga kini wajah gadis itu berhadapan dengan Min Seo.

“Kau masih tetap cantik setelah bertahun-tahun tak bertemu.” Ucap Min Seo melecehkan Hyu Won. Matanya meneliti setiap lekuk di wajah Hyu Won. Tak dipungkiri Hyu Won memang cantik. Sejak mereka masih remaja ia sudah menyukai gadis itu karena kepribadian dan kecantikannya. Namun sayang dia selalu kalah dengan Kyu Hyun.

“Lepaskan aku…” bisik Hyu Won ketakutan. Tubuhnya bergetar dengan hebatnya.

“Tenanglah, aku tak akan menyakitimu kecuali kau mengikuti permainanku.” Ucap Min Seo.

“Jangan begini Min Seo.” Tolak Hyu Won memohon.

“Apakah kau tidak ingin membalas dendam pada Na Mi dan juga Kyu Hyun atas apa yang mereka lakukan padamu sepuluh tahun lalu? Aku tahu kau pasti sangat membenci mereka setelah pagi itu.”

“Diam! Aku tidak ingin membalas apa pun.” Ucap Hyu Won sedikit meninggi. Ia mencoba melawan Min Seo. Dia tak ingin kembali mengingat kejadian pada malam sepuluh tahun lalu.

Ommo… omoo. Kau juga pasti sangat membenciku, kan?” ucap Min Seo masih dengan senyum di bibirnya.

“Tuhan pasti akan membalasmu.” Ucap Hyu Won, kali ini gadis itu berbicara dengan tegas.

“Apakah sebaiknya kita bersenang-senang dulu sebelum Na Mi dan Kyu Hyun datang?” ucap Min Seo dengan tatapan yang sangat menakutkan. Hyu Won memejamkan matanya ketakutan. Ingin sekali rasanya mati saja daripada berada dalam ketakutan seperti ini.

Andwae Min Seo. Jebal… lepaskan aku,” isak Hyu Won ketakutan.

Hyu Won menatap sekeliling dan tubuhnya meluruh seolah tak bertenaga. Di sini sangat sepi. Tidak akan ada yang menolong dirinya. Sementara kepalanya sibuk memikirkan apa yang akan Min Seo lakukan padanya, ia tak sadar Min Seo sudah turun dari mobil. Pria itu lantas membuka pintu penumpang dengan kasar.

“Keluar!” teriak Min Seo.

Shirreo… shirreo…” ucap Hyu Won dengan gelengan kepala.

“Cepat! Jangan buat aku menyakitimu di sini!” gertak Min Seo.

Hyu Won masih enggan turun. Ia mencengkram sabuk pengamannya dengan keras. Min Seo yang melihat Hyu Won tak juga keluar akhirnya mulai habis kesabaran. Pria itu dengan kejamnya menarik sabuk pengaman Hyu Won lalu menyeret gadis itu keluar dari dalam mobil. Tubuh Hyu Won bahkan beberapa kali terjerembab ke tanah, tak dipedulikan lagi lututnya yang mulai perih.

Brakkk

Min Seo mendorong pintu gedung dengan kakinya sehingga menimbulkan bunyi yang sangat keras saat pintu berbenturan dengan dinding. Hyu Won membulatkan matanya saat melihat ada dua orang pria di dalam gedung. Min Seo tidak sendiri. Hyu Won menelan ludahnya dengan susah payah. Tamat sudah semuanya kali ini. Dia tahu Min Seo adalah orang yang kejam, pria itu sanggup melakukan apa saja. Keputusasaan mulai menyergapinya. Kalau dia harus menerima kembali kekejaman Min Seo malam ini, maka ia berharap agar Tuhan mencabut nyawanya saja setelah ini.

“Jaga gadis ini!” ucap Min Seo lalu mendorong Hyu Won dengan kasar. Gadis itu jatuh tersungkur. Digigitnya bibir bawahnya menahan rasa perih di kedua lututnya.

Hyu Won menurut saja saat kedua orang suruhan Min Seo menyeret dirinya. Dia tahu bila ia melawan maka mereka mungkin tak akan segan-segan menyakiti dirinya. Kedua orang suruhan Min Seo melakukan tugas mereka dengan cepat. Ia didudukan pada sebuah kursi kayu lalu tubuhnya dipegang erat oleh dua orang tersebut sehingga ia tak bisa bergerak. Air matanya mengalir semakin deras membayangkan bagaimana nasibnya setelah ini.

Min Seo berjalan keluar dari ruangan. Hyu Won menundukan kepalanya dengan lesu. Benaknya terus menerka-nerka apa yang akan Min Seo lakukan padanya setelah ini. Diliriknya kedua orang di sampingnya diam-diam. Mereka memasang wajah dingin seolah tak peduli dengan dirinya. Hyu Won mulai mengatur napasnya, detak jantungnya sudah mulai normal tetapi ketakutannya tak berkurang sedikit pun.

Tiba-tiba pintu gudang terbuka dengan lebar. Hyu Won mengangkat kepalanya terkejut saat melihat pintu terbuka lebar. Min Seo membawa seseorang. Hyu Won menyipitkan matanya untuk melihat siapa yang Min Seo bawa. Sedetik kemudian mulutnya menganga lebar saat melihat siapa orang yang dibawa Min Seo.

“Na Mi?” desis Hyu Won terekejut.

Min Seo berjalan menuju Hyu Won, pria itu menatap Hyu Won dengan seringai licik. Lalu tiba-tiba ia mendorong Na Mi hingga tersungkur di bawah kaki Hyu Won. Hyu Won menatap Na Mi dengan iba.

“Ikat dia!” perintah Min Seo pada orang suruhannya untuk mengikat Na Mi.

“Lepaskan aku! Shirreo!” berontak Na Mi dengan keras namun kekuatannya tak bisa melawan dua pria sekaligus. Dengan kasar kedua orang yang tadi menjaga Hyu Won kini mengerjakan tugas mereka. Na Mi didudukan di sebuah kursi sama seperti Hyu Won namun tangan dan kakinya diikat dengan erat.

Min Seo berdiri di belakang Hyu Won lalu menundukan tubuhnya sehingga kini wajahnya sejajar dengan telinga Hyu Won. Ia lantas berbisik dengan sangat pelan.

“Kau suka melihat Na Mi seperti itu? Bukankah ia pantas diperlakukan seperti itu? Dia pembohong besar, kan? Sudah menipu Kyu Hyun dulu, sekarang dia menipu sahabatku juga. Kita apakan dia? Aku akan melakukan apa pun yang kau perintahkan.” Ucap Min Seo.

Hyu Won menelan ludahnya dengan panik. Walaupun Min Seo benar, Na Mi pernah menjebak dan menipu dirinya dan Kyu Hyun dulu, tapi tak ada sedikit pun niat dalam dirinya untuk membalas perbuatan Na Mi seperti apa yang Min Seo katakan.

“Lepaskan dia Min Seo.”Ucap Hyu Won dengan isakan.

“Aku akan melepaskannya tapi kau yang menggantikannya, eotte?” tawar Min Seo. Hyu Won tercekat seketika.

“Kau pria kejam.” Desis Hyu Won.

“Ya, aku sudah tahu.” Ucap Min Seo lalu membelai pipi Hyu Won. Hyu Won memundurkan tubuhnya seketika dan Min Seo tertawa keras melihat reaksi gadis itu.

“Pegang gadis ini!” perintah Min Seo pada orang-orang suruhannya agar kembali menjaga Hyu Won. Pria itu lantas berjalan menuju Na Mi yang kini duduk ketakutan di tengah ruangan.

“Halo Kim Na Mi?” sapa Min Seo dengan senyum mengejek. Pria itu berdiri di hadapan Na Mi dengan kedua tangan yang bersedekap di depan dadanya. Ia lantas berlutut di hadapan Na Mi.

“Mengapa dari dulu sampai sekarang kau tak pernah berubah? Selalu menjadi wanita yang sangat menjijikan? Aku tak menyangka sahabatku bisa mengenal dirimu. Seharusnya aku tahu wanita seperti apa yang Si Won incar dulu, kalau aku tahu itu adalah dirimu, aku akan memperingati dirinya.” Ucap Min Seo dengan muak.

Min Seo lantas mengambil kursi dan meletakannya di depan Na Mi. Pria itu lalu duduk berhadapan dengan Na Mi. Sejujurnya ia enggan berurusan dengan Na Mi lagi. Dia tahu wanita seperti apa Na Mi itu. Dulu ia tak pernah peduli bila Si Won bercerita mengenai gadis yang ia cintai. Ia hanya tahu gadis yang Si Won cintai adalah teman satu fakultasnya saat di Seoul University dulu. Tak disangka wanita yang Si Won puja setengah mati adalah wanita iblis ini. Entah apa yang Na Mi lakukan sampai Choi Si Won jatuh cinta setengah mati padanya.

“Apa yang harus kulakukan padamu agar sakit hati yang Si Won rasakan dapat terobati?” Tanya Min Seo pada Na Mi. Na Mi hanya diam dengan tatapan mata yang menantang.

“Jawab aku, sialan!” bentak Min Seo tepat di wajah Na Mi. Wanita itu semakin menatap Min Seo dengan menantang. Min Seo menyeringai melihat sikap Na Mi padanya.

“Dia pantas mendapatkannya!” teriak Na Mi dan sebuah tamparan melayang di pipi mulusnya.

“HENTIKAN!” teriak Hyu Won saat melihat tangan Min Seo melayang di pipi Na Mi.

“Diam kau! Akan ku tunjukan padamu sejahat apa wanita ini.” Ucap Min Seo pada Hyu Won.

Hyu Won mengatur napasnya yang mulai sesak. Dia tak sanggup melihat kekerasan di depan matanya. Trauma yang Min Seo berikan padanya mempengaruhi seluruh hidupnya. Dia tak tahan dengan teriakan dan kekerasan.

“Tak akan kubiarkan kau dan Kyu Hyun berbahagia sementara sahabatku menderita di dalam penjara. Mengapa dari dulu kau dan Kyu Hyun selalu mencari masalah denganku? Kalau kau begitu mencintai pria itu, mengapa kau masih merayu sahabatku? Ah… kau ini memang wanita yang gila akan uang. Choi Si Won pasti bisa memberikan segala yang kau minta. Tubuh bersama Si Won tetapi hati dan pikiran bersama Kyu Hyun.” Ucap Min Seo pada Na Mi. Pria itu lantas merogoh ponselnya di saku celana.

“Aku dan Kyu Hyun tak punya hubungan seperti apa yang ada dalam kepalamu!” ucap Na Mi.

“Dengar Kang Hyu Won, dia bilang dia tak punya hubungan dengan Kyu Hyun. Apakah kau percaya? Melihat Cho Kyu Hyun yang menjadi milyarder seperti sekarang ini, aku sangat yakin bahwa kau tentu semakin mencintainya, Kim Na Mi. Dasar wanita menjijikan.” Desis Min Seo penuh hinaan. Na Mi merasa sakit hati tentu saja tapi ia sadar dirinyalah sendiri yang membuat semua orang beranggapan seperti itu tentangnya.

“Terserah padamu Min Seo. Apa yang kau inginkan sebenarnya?” Tanya Na Mi dengan emosi.

“Si Won memintaku untuk memberikan kau dan Kyu Hyun pelajaran. Dia bilang dia sangat sakit hati sekali melihat perselingkuhan kalian. Dia bilang kalau dia tak bisa memilikimu maka tak ada pria yang boleh memilikimu juga. Tch! Menggelikan sekali bahwa cintanya padamu begitu besar sementara kau hanya mempermainkannya.” Cibir Min Seo.

“Aku tidak berselingkuh! Choi Si Won salah paham. Aku dan Kyu Hyun tak memiliki hubungan apa pun. Kami masih berhubungan karena sama-sama berasal dari tempat yang sama. Kami pernah tinggal bersama di panti asuhan. Kau tahu sendiri!” teriak Na Mi.

“Kau membuatku ingin tertawa Kim Na Mi!” ucap Min Seo.

Min Seo lantas membalikan tubuhnya dan menatap Hyu Won. “Kau tahu Hyu Won, malam saat wanita ini menjualmu padaku, dia bilang dia sangat muak dengan dirimu karena terus menempel pada Kyu Hyun. Dia tahu aku sangat menyukai dirimu maka ia mengumpani dirimu padaku. Dan kita semua tahu Kim Na Mi dan Kyu Hyun adalah pasangan yang sangat serasi saat di SMA dulu, kan? Bagaimana bisa aku percaya bahwa mereka tak memiliki hubungan? Menurutmu bagaimana?” Tanya Min Seo pada Na Mi.

Hyu Won menggigit bibir bawahnya menahan tangis. Mendengar alasan Na Mi menjualnya dulu selalu memunculkan rasa sedih dan pedih yang mendalam di hatinya. Ditambah lagi dengan apa yang Min Seo katakan mengenai hubungan Na Mi dan Kyu Hyun dulu di sekolah. Min Seo benar, Na Mi dan Kyu Hyun adalah pasangan yang sangat serasi.

“Mereka tidak saling mencintai, Min Seo.” Ucap Hyu Won berusaha tidak terpengaruh oleh Min Seo. Dia harus bisa menyelamatkan Na Mi mau pun dirinya.

“Tch~ masih membela dirinya? Aku beritahu kau satu hal lagi. Setelah mereka meninggalkanmu malam itu bersamaku, mereka tak pernah peduli padamu. Kim Na Mi dan Kyu Hyun melanjutkan pendidikan mereka di Seoul, mereka mungkin menggunakan uang hasil menjual dirimu.” Ucap Min Seo dengan kekehan.

“TIDAK! Dia berbohong!” ucap Na Mi. Ia menatap Hyu Won mencoba meyakinkan gadis itu. Sejujurnya Kyu Hyun bahkan tak tahu mengenai dirinya yang menerima sejumlah uang setelah memberikan Hyu Won pada Min Seo.

“Kau pembohong besar Min Seo! Kyu Hyun tidak akan melakukan hal seperti itu.” Ucap Hyu Won dengan tegas. Meski pun apa yang dikatakan Min Seo mungkin benar tetapi ia memilih untuk tidak percaya.

Na Mi bernapas lega mendengar ucapan Hyu Won. Entah mengapa sebagian dari dirinya ingin dipercaya. Sejujurnya ia benci dengan dirinya di masa muda yang bisa dengan mudahnya menyakiti orang lain. Dia ingin memperbaiki kehidupannya. Ia ingin memiliki setidaknya satu orang teman yang dapat percaya padanya.

“Wahh… kalian ini benar-benar kompak ya dalam membela pria itu. Aku heran mengapa ia selalu mendapat perhatian yang lebih dari kalian. Apa hebatnya pria itu sebanarnya? Dia hanya anak panti asuhan yang kebetulan diadopsi oleh sepasang milyarder.” Ucap Min Seo dengan kekehan. Hyu Won tak menanggapi ucapan pria itu.

“Karena dia memang pantas. Tidak seperti dirimu! Mengapa kau selalu iri padanya, Min Seo? Aku kasihan padamu.” Ucap Na Mi dengan keras. Hyu Won menggigit bibir bawahnya cemas menerka bagaimana reaksi Min Seo.

“Iri? Tak sesenti pun dari dirinya bisa membuatku iri!” teriak Min Seo dengan kedua tangan yang mencengkram kasar rahang Na Mi. Wanita itu meringis pelan.

“Apa namanya kalau bukan merebut Hyu Won dari Kyu Hyun dan mencelaikainya ketika kita masih sekolah? Aku tahu harga dirimu tidak mengizinkanmu kalah dari dirinya. Faktanya kau kalah dar–”

BRUKK

OMMO!” teriak Hyu Won terkejut saat melihat Na Mi jatuh tersungkur dari kursi tempatnya duduk. Wanita itu masih dalam keadaan terikat. Hyu Won berusaha berdiri namun tubuhnya segera ditahan oleh kedua orang suruhan Min Seo.

“Aku tidak pernah iri dengan pria sialan itu!” bentak Min Seo disertai tendangan-keras pada tubuh Na Mi. Ia tak memedulikan rintihan kesakitan yang keluar dari bibir Na Mi.

Hyu Won memejamkan matanya takut melihat kekerasan yang Min Seo lakukan pada Na Mi. Tetapi hati dan pikirannya tidak bisa ditutupi. Suara rintihan Na Mi terdengar begitu menakutkan.

Appo… appo…” rintih Na Mi memohon. Ia tak bisa melindungi dirinya tentu saja, tubuhnya masih terikat tak bisa bergerak.

“HENTIKAN! Hentikan! Kau akan membunuhnya, Min Seo!” teriak Hyu Won akhirnya. Min Seo menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won dengan tajam.

“Aku memang akan membunuhnya. Sebaiknya tutup mulutmu atau kau yang akan kubunuh.” Ucap Min Seo memperingati Hyu Won. Gadis itu tercekat mendengar ucapan Min Seo.

“Kau tidak akan selamat kali ini kalau kau sampai membunuhnya!” teriak Hyu Won lagi.

“Tutup mulut gadis itu!” teriak Min Seo. Hyu Won segera melakukan perlawanan begitu melihat kedua orang di sampingnya yang bersiap akan menutup mulutnya dengan lakban hitam.

“Cukup aku! Cukup aku! Kau tidak bisa menyakiti orang sesuka hatimu. Kau manusia biadab bila kau melakukan kekerasan pada Na Mi. Kau tidak punya hati nurani, kau tidak ada bedanya dengan bintang! Tuhan akan menghukummu!” teriak Hyu Won dengan lantang sebelum akhirnya mulutnya ditutup dengan lakban hitam. Kedua orang tersebut menekan bahunya dengan keras sehingga ia tak bisa bergerak.

“Aku memang biadab. Kau baru tahu, hah? Akan kutunjukan padamu sebiadab apa aku ini.” Ucap Min Seo lalu dengan membabi buta kembali melakukan kekerasan pada Na Mi. Tak terhitung berapa tendangan dan pukulan mengenai tubuh wanita malang itu.

Hyu Won menatap Na Mi dengan perasaan ngeri bercampur sedih. Dia tak bisa melakukan apa pun untuk menolong wanita itu. Ketakutan dan ketidakberdayaan membuatnya sangat frustrasi. Apa sebenarnya salah mereka sampai mereka mengalami hal seperti ini? Dia tahu Na Mi akan bernasib sama sepertinya kalau wanita itu selamat malam ini. Dia mungkin bisa sembuh secara fisik tapi tidak dengan mentalnya. Hyu Won memejamkan matanya membiarkan air matanya mengalir. Ketika ia membuka mata, muncul tekad dalam dirinya untuk keluar dari semua penderitaan ini. Ia tak akan tunduk pada ketakutannya lagi. Dia tak ingin mereka mati konyol di tangan Min Seo.

Jebal…” teriak Na Mi mulai kehabisan tenaga. Hyu Won menatap mata Na Mi seolah meminta wanita itu untuk bertahan. Dia memang benci dengan wanita itu tetapi dia tak pernah berharap Na Mi mendapat perlakukan seperti ini.

Mata Hyu Won berpendar ke seluruh ruangan. Ia melihat sebuah balok kayu terletak tak jauh dari tempatnya duduk. Gadis itu mulai memperhitungkan waktu dan strategi untuk meraih balok kayu itu. Dia tak bisa melihat Na Mi sekarat lalu akhirnya mati di depan matanya. Dia tak bisa. Demi Tuhan semua itu akan semakin menambah trauma dalam dirinya. Mungkin dia lebih baik mati daripada harus melihat seseorang terluka di hadapannya.

Tuhan, bantu aku. Bisik Hyu Won dalam hati.

Tekad Hyu Won semakin bulat. Dia tahu bagaimana rasanya meminta bantuan tetapi tidak ada yang datang menolongnya. Na Mi sama persis berada di posisinya dulu. Na Mi mungkin mengharapkan bantuan sama seperti Hyu Won dulu. Bedanya dulu tak ada yang menolong dirinya. Na Mi tak akan mengalami hal seperti itu. Hyu Won tahu dia harus menolong wanita itu.

Dengan cepat Hyu Won berlari ketika dua orang di sampingnya lengah. Gadis itu meraih sebuah balok kayu lalu berlari ke arah Min Seo. Dengan sekuat tenaga ia menghantam balok kayu itu tepat di belakang kepala pria itu. Ia berharap balok kayu itu mengenai pusat kesadaran Min Seo.

BRUKK

Tubuh besar Min Seo terjerambab di tanah. Ringisan dan umpatan keluar dari mulutnya. Hyu Won dengan cepat memukul kembali pria itu. Ia lantas membalikan tubuhnya dan mengacungkan balok kayu pada dua orang pria yang sejak tadi menjaganya.

“Selangkah kalian maju, aku akan membunuh Min Seo!” ucap Hyu Won pada kedua orang itu. Kedua orang itu berhenti seketika. Mereka meneliti tubuh Min Seo. Pria itu tampak tak sadarkan diri. Hyu Won menundukan tubuhnya lalu mengambil pisau lipat di saku celana Min Seo. Ia lalu berlari ke arah Na Mi dan membuka ikatan di kaki wanita itu. Sesekali ia menatap ke arah tubuh Min Seo dan dua orang suruhan Min Seo.

Tanpa Hyu Won sadari sejak tadi Min Seo tidak benar-benar pingsan. Pria itu hanya sedang mengelabui dirinya. Dengan gerakan selembut kapas, Min Seo berdiri lalu dengan cepat mendorong Hyu Won hingga gadis itu tersungkur tak jauh dari tubuh Na Mi.

“Gadis sialan.” Desis Min Seo tajam. Dengan tubuh sempoyongan ia berjalan menuju Hyu Won yang kini meringis kesakitan.

Kedua orang suruhan Min Seo berjalan hendak membantu Min Seo namun pria itu dengan cepat memberikan isyarat dengan tangannya agar keduanya tak perlu repot-repot membantunya.

“Keberanianmu benar-benar membuatku tertantang sekali, Kang Hyu Won.” Ucap Min Seo yang kini mulai pulih. Rasa pening memang sempat menghampirinya tapi ia masih sanggup berdiri. Pukulan Hyu Won memang keras tetapi tak sampai membuatnya kehilangan kesadarannya.

Hyu Won menatap Min Seo dengan cemas. Pria itu kini menindih tubuhnya. Dengan kasar, ditariknya scraft yang Hyu Won kenakan hingga tubuhnya setengah duduk. Min Seo menatap Hyu Won dengan kemarahan yang sangat jelas. Gadis itu jelas-jelas merusak rencananya.

“Mau menjadi pahlawan? Kau sudah bosan hidup?” tanya Min Seo dengan tatapan mata yang berkilat-kilat. Ditariknya lakban hitam yang menutup mulut Hyu Won.

“Kau pasti sangat ingin membunuhku.” Ucap Hyu Won pelan. Dia sudah lelah dengan semua ketakutannya. Terserah apa yang akan Min Seo lakukan padanya saat ini. Toh dia tak akan sanggup melakukan sesuatu yang dapat menolong dirinya.

“Seharusnya aku membunuhmu dulu, kan? Aku terlalu baik hati membiarkanmu hidup Kang Hyu Won.” Ucap Min Seo.

“Ya, benar. Seharusnya kau bunuh aku dulu Min Seo.” Ucap Hyu Won dingin. Kalau dulu Min Seo membunuhnya, mungkin ia tak akan merasakan penderitaan dalam hidupnya. Ah… betapa tidak bersyukurnya dirinya. Hyu Won menatap manik mata Min Seo demham tatapan menantang. Gadis itu memancing kemarahan Min Seo.

“Gadis sialan.” Ucap Min Seo lalu dengan kejamnya menghempaskan tubuh Hyu Won hingga kepala gadis itu membentur lantai dengan keras. Pandangan Hyu Won berkunang-kunang seketika.

Hyu Won memejamkan matanya berusaha menahan nyeri di kepalanya. Rasa pening itu mulai datang. Tangannya baru saja akan bergerak mengusap belakang kepalanya namun dengan tiba-tiba Min Seo menarik tubuhnya hingga ia terbangun. Hyu Won berdiri dengan susah payah mengimbangi gerakan Min Seo. Gadis itu berusaha melepas cengkraman Min Seo namun tak terlepas sama sekali. Tubuhnya bahkan kini terseret-seret mengikuti langkah Min Seo.

“Lepaskan aku Min Seo!” Ucap Hyu Won.

“Memohonlah seperti dulu kau memohon padaku.” Ucap Min Seo dengan tawa menghina.

“Tak akan pernah terjadi! Kau manusia paling menyedihkan di dunia ini.” Ucap Hyu Won dengan tatapan merendahkan.

“Katakan sekali lagi!”

“Kau sangat menyedihkan!”

BRUKKK

Tubuh Hyu Won seketika itu juga jatuh terjerembab ke tanah. Min Seo baru saja mendorong dirinya dengan kasar. Hyu Won berusaha bangun tetapi Min Seo lebih dulu menahan tubuhnya dengan menginjak perut gadis itu. Hyu Won membulatkan matanya saat merasakan asam lambungnya seolah naik ke kerongkongannya. Tangannya bergerak berusaha melepas pijakan kaki Min Seo di perutnya namun usahanya sia-sia karena Min Seo tak menyingkirkan kakinya. Tak cukup hanya menginjak perut Hyu Won, Pria itu kini mulai menendang dan menyiksa Hyu Won dengan membabi buta.

Na Mi yang melihat Hyu Won mendapat siksaan dari Min Seo hanya bisa menangis dalam diam. Dia ingin bangun dan menghentikan perbuatan pria gila itu tetapi ia tak bisa. Tenaganya sudah habis terkuras. Tubuhnya sakit di mana-mana. Ia menatap Hyu Won dengan sedih. Tatapan mata keduanya saling mengunci satu sama lain. Dia bisa melihat kesakitan yang berusaha Hyu Won tahan. Wanita itu memejamkan matanya dan berdoa kepada Tuhan memohon bantuan. Hyu Won bisa mati kalau terus mendapat siksaan seperti itu. Teriakan kesakitan Hyu Won membuat Na Mi menderita. Wanita itu memejamkan matanya tak sanggup melihat Hyu Won.

“Kau ingin mati, kan? Aku berikan!” ucap Min Seo kejam. Gadis itu benar-benar sudah melukai harga dirinya.

Hyu Won berusaha menghalau tendangan dan siksaan yang Min Seo berikan. Tubuhnya meringkuk seperti bayi dalam kandungan. Ia memeluk tubuhnya sendiri berusaha memberikan kekuatan. Dia pernah berada dalam situasi yang sama seperti ini. Sendiri. Berteriak meminta bantuan tetapi tak ada yang datang. Dan dia yakin malam ini akan berakhir sama seperti dulu. Tak akan ada yang datang menolong dirinya. Diam-diam Hyu Won mulai berhenti berharap di dalam hati. Lagi pula bila ia selamat dari Min Seo malam ini, ia tak yakin bisa menjalani hidupnya lagi. Dia tak bisa merasakan hidup tetapi seperti orang mati.

Hyu Won memejamkan matanya tak sanggup lagi merasakan siksaan yang Min Seo berikan. Sekilas bayangan kehidupan di panti asuhan dulu muncul dalam ingatannya. Dia ingat bagaimana dulu dia begitu bahagia hidup bersama penghuni panti asuhan. Dia ingat bagaimana setiap hari ia lalui bersama Kyu Hyun. Dulu kebahagiaan selalu menyertainya sebelum semuanya hancur karena perbuatan Min Seo.

“HYU WON!” teriak Na Mi keras berusaha membuat Hyu Won sadar. Na Mi tahu Hyu Won mulai kehilangan kesadarannya. Hyu Won membuka matanya dan menatap Na Mi dengan tatapan kosong. Dia ingat bagaimana pertama kali Na Mi datang ke panti asuhan. Walaupun Na Mi tidak suka padanya, dia selalu menyayangi Na Mi seperti kakaknya sendiri.

Min Seo masih terus menyiksa Hyu Won dengan membabi buta. Gadis itu sudah lelah berusaha menahan sakit di tubuhnya. Tubuhnya perlahan mulai melemah. Dia ingin agar semua ini cepat berakhir.

Appo…” ringis Hyu Won nyaris berbisik.

Hyu Won kembali memejamkan matanya. Napasnya mulai terputus-putus. Rasa sakit di tubuhnya yang semula terasa begitu hebat kini berangsur-angsur mulai menghilang. Dadanya sesak setengah mati seolah ada ribuan paku yang menusuk paru-parunya. Gadis itu mulai terbatuk-batuk berusaha melolosan paru-parunya dari rasa sesak. Dia kini merasa kebas.

“Hentikan Min Seo, dia akan mati!” teriak Na Mi berusaha bangkit.

Na Mi benar-benar ngeri melihat kekejaman yang Min Seo lakukan. Dia akhirnya tahu orang seperti apa Min Seo itu. Pria itu memiliki kelainan jiwa. Na Mi tidak berani membayangkan apa yang sudah dilakukan Min Seo saat dirinya meninggalkan Hyu Won di hotel dulu. Rasa penyesalan itu semakin besar.

Tubuh Hyu Won melemah. Tubuhnya kini meringkuk tak berdaya. Tatapannya kosong berusaha menjemput kegelapan. Tak dipedulikan lagi tendangan dan siksaan Min Seo. Dia merasakan perasaan paling menyedihkan sama seperti dulu. Perasaan di mana ketika ia berada dalam kesulitan dan benar-benar ketakutan tetapi dia tak tahu kepada siapa dia bisa berharap untuk membantunya keluar dari semua ini. Tak ada orang tua. Tak ada saudara. Tak ada teman. Hanya dirinya sendiri. Hyu Won mulai menyerah. Dia sudah tak sanggup lagi. Tepat saat ia akan memejamkan matanya, pintu gudang terbuka dengan lebar.

BRAK!

“HYU WON!”

Beberapa orang masuk ke dalam gudang. Hyu Won tahu suara siapa yang memanggil namanya. Siksaan yang Min Seo berikan sudah tak terasa lagi. Gadis itu menutup matanya dengan perlahan namun tubuhnya tiba-tiba terangkat dari atas tanah. Guncangan pada tubuhnya membuatnya membuka matanya.

“Hyu Won!”

“Kyu Hyun…” ucap Hyu Won lemah. Ia menatap Kyu Hyun dengan tatapan kosong. Kyu Hyun merasa ngeri melihat tatapan mata Hyu Won. Itu adalah jenis tatapan keputusasaan dan kepasrahan. Kyu Hyun menggelengkan kepalanya mencoba memperingati Hyu Won agar tak menyerah. Tetapi gadis itu sudah sangat lelah dan kesakitan setengah mati. Dia memilih menyerah.

“TIDAK! Jangan coba-coba Hyu Won!” teriak Kyu Hyun keras.

“Bertahanlah!” teriak Kyu Hyun keras namun Hyu Won tak memedulikan teriakan pria itu.

“Bernapas sialan!”

“HYU WON BERTAHAN!” teriak Kyu Hyun lagi. Suara pria itu terdengar begitu ketakutan.

Hyu Won bisa menangkap kesedihan di dalam suara Kyu Hyun. Pria itu ingin ia bertahan. Mengapa ia harus bertahan? Untuk siapa dia harus bertahan?

Hyu Won akhirnya menutup matanya perlahan dengan senyum tipis di bibirnya. Setidaknya dia tak sendirian kalau ajal menjemputnya saat ini. Dia berada di dalam pelukan Kyu Hyun. Perlahan rasa sakit di tubuh Hyu Won menghilang. Dia merasa tenang dan damai.

“KANG HYU WON!” teriak Kyu Hyun keras saat dirasakan tak ada pergerakan dari tubuh gadis itu.

Dengan semua ketakutannya, Kyu Hyun membawa Hyu Won keluar dari gudang seperti orang kesetanan. Dia tak akan kehilangan gadis ini lagi. Demi Tuhan, dia tak akan kehilangan Hyu Won untuk kedua kalinya.

TBC

Hallo semuaaa! Gimana gimanaaa? Komentarnya cobaa pingin tahu. Maaf atas segala kekurangannya. Semoga bisa puas ya. Pokoknya ditunggu banget komentar, masukan, dan kritiknya. I love you all! See you^^
Ps: Buat part 8 kayaknya akan lama publish karena saya mulai dines dan penelitian buat tugas akhir tapi saya usahakan gak lama-lama banget. Selow aja ya nunggunya! Mohon doanya buat kelancaran hidup saya selama lima bulan kedepan di kampus (haha) dan tugas akhir saya. Makasihhh, muahhhh:*
Advertisements

70 thoughts on “FF: Never Be The Same [Part 7]

  1. setelah sekian lama akhirnya dilanjut lagi
    ya ampun hyu won gk berhenti juga penderitaannya
    aku nangis ini lho sumpah
    gk tega ngeliat dia disiksa gitu merinding rasanya dan perut rasanya kayak dikocak kocak tahu dech
    astaga jangan sampai hyu won meninggal
    gk rela aku

  2. Ya ampun… ya ampun… semoga hyu won selamat. Gak rela kalo hyu won sampe meninggal dengan keadaan kaya gitu. Eonni, tolong buat hyu won selamat. Hiks. Biarin dia tau siapa orang tua kandungnya dan mendapatkan kebahagiaan. aduh, sesak bgt ni dada ngebayangin siksaan yg d dapat hyu won dan nami. Bener2 ada kelainan tu min seo…

  3. huah… sesak dadaqu,minseo bener2 psikopat. g berani bayangin siksaan yg dialami hyuwon,apalagi ini untuk yg ke-2 kalinya.penginnya sih hyuwon sembuh,kasihan lo seumur hidup sampai mati menderita terus. tapi lo dia bisa bertahan juga belum tentu bisa bangkit dari traumanya lagi,yang dulu aja belum bener2 hilang.terserah aja deh, mo dibikin ending yg gimana. happy / sad ending itu kan tergantung persepsi masing2. tiap orang bisa punya pendapat yg berbeda beda tergantung dari sudut pandang masing2,lo kematian adalah cara supaya hyuwon supaya g menderita lagi why not?
    tapi lebih bagus lagi.lo hyuwon bisa lebih dulu.ngrasain hidup yg bahagia juga,she deserve it.
    kritiknya cuma 1 : update sooner,he….

  4. si min seo nya mana????? kenapa ga dibuat mati dulu!!!! dia sakit jiwa beraninya sama perempuan, aduh thorr… aku kaya lagi nonton film india…bantuan lama banget datangnyaaaaa!! udah pegel leher nungguin si kyuhyun dateng nolongin u..u..nangis aku ..ga kuat ngeliat si pria brengsek itu nyiksa hyuwon sama nami..jebal hyuwon jgn meninggal, biarkan dia merasakan hidup bahagia..kenyataan(kemungkinan besar) ia masih punya orang tua biarkan ia menikmati kasih sayang mereka yang tak pernah ia dapatkan..u..u.. malang sekali nasibnya..

  5. ya ampun Cho Kyu Hyun…kanapa dteng telat banget..mengendarai mobilnya kaya siput lelet banget..
    pingin Kyu Hyun dateng pas Hyu Won mau dibawa pergi Min Seo..tapi malah telat dateng nya…
    nyampe gudang pun juga telat…ngak rela kalo Hyu Won mati…ngak boleh pokoknya…Hyu Won harus bertahan..Hyu Won harus sembuh!!!
    kenapa si Min Seo ngak dibikin sekarat sekalian…dipukuli sampai lemas ngak punua tenaga sama seperti yg Min Seo lakuin ke Hyu Won dan Na Mi…

  6. Eh… la Jung soo kemana? kayaknya tadi dia bareng ma kyuhyun, apa dia ngurusin Minseo. itu hyuwon masih bertahankan? Aduh… kyuhyun jangan lupa bawa Nami ke rumah sakit juga.

  7. Akhirnya di post jg..
    Ya ampuunn jgn sampai hyu won mati,,,kacian udah cukup penderitaan nya slama ini..
    kyuh cepat selamatkan hyu won,,jgn lupa jg si nami,,
    kacian kan dia…
    dan jgn lupa untuk membuat minseo kapok,jika perlu sampai mati…

  8. ya ampun min seo ni bener2 sakit jiwa kali ya.. apa dia nggak sadar kalo yg dia pukul cewek semua ya? mesti dihukum seberat2nya itu org.. andwaeeee hyuwon nggak akan knp2 kan? 😥 aku takut dia nggak selamat.. trus nami juga baik2 aja kan? ouh nggak kebayang deh ntar reaksinya ibu angkatnya kyuhyun waktu tau hyuwon terluka..

  9. Sampe tahan napas beberapa kali waktu baca scene Hyuwon yang disiksa sama Min Seo. Astaga, kejam banget dia!! Aku gak terima Hyuwon digituin 😭😭 untung aja Kyuhyun cepet dateng nyelamatin Hyuwon.. please Hyuwon, bertahan dong.. Kyuhyun dan aku gamau kehilangan kamu. 😍

  10. Aduuh please jangan sad ending..kasian hyuwon udah hidup nya tersiksa semoga ending nya dia bahagia…baca nya ded deg an setengah mati..nunggu kyu nyelamatin hyuwon lama banget sekali nya dtg tbc juga dateng…tp puas bgt udh lama ga update pas update seneng luar biasa

  11. Sejauh ini baca cerita mereka selalu aja berderai air mata….dan ini yang terparah.
    Bahkan nulis ini coment sampai gak bisa stop ini air mata.
    Berasa jadi hyu won, gimana sakitnya dia? Satu kebahgiaannya cuma kyuhyun, tapi dulu dia kehilangan kyuhyun, dan kali ini kyuhyun pengen menebus kesalahannya. Tapi bisakah? Maukah hyuwon bertahan? Kalau dulu dia cuma punya kyuhyun dipanti asuhan, kaliini ada orng tua kandung dia. Jadi berharap banget hyuwon selamat.

    Aku pengen liat hyuwon bahagia lagi, gak kebayang gimana hancurnya kyuhyun kalau bner hyuwon pergi.

    Duh….masih nangis nih, kebayang wktu hyuwon ada dipelukan kyuhyun…huaaaaa

    Apa ini masih panjang kak?hehe…soalnya penasaran banget.
    Next part ditunggu kak, fighting!!!

  12. Gak tau lagi mau comment apa..
    Bener2 speechless 😮😮
    Ternyata HyuWon anak kandung ortunya KyuHyun ya??
    Waahh,, jalan ceritanya bener2 daebaakk.
    KyuHyun bakalan bener2 hancur cur cur nih kalo HyuWon sampai pergi 😭😭

  13. Astaga… Dr td aku bacanya cuman bisa nangis sambil tahan napas T.T
    itu min seo sepertinya punya gangguan jiwa, setelah ini semoga dia membusuk d penjara!!!

    Dan setelah kejadian ini aku makin benci dgn kyuhyun, Nami.. Seandainya bukan krn kyuhyun yg nyeret2 hyu woon dlm masalah rmh tangga nami/siwon ini semua gak bakalan terjadi. Semoga yg mati mereka berdua buka hyu woon. Please hyu woon selamat ;(

    NEXT NEXT NEXT SAY

  14. huaaa hyu won disiksa lagi sama min seo. Min seo jahat banget ya jadi orang. Hyu won hampir mati disiksa abis2an sama min seo.
    Tapi untung kyuhyun dateng buat nolongin hyu won

  15. AAAAAARRRGGGH!!!
    knapa hrs kyk sinetron seh pahlawan datang kesiangan!!!
    Minseo bajingan!sialan!
    Uupss..kebawa emosi dah..hehehe..
    Haduuh gmn yaah endingny…pliis segera dipublish ya Galuh..jg ksh ending Minseo mati trsiksa jg buat pembalasan..lagian itu cowok banci amat sukany nyiksa cewek! Dasar psyco sialan!
    Aiih..emosi lg..hehehe

  16. Minseo psikopat, sebelas duabelas dgn siwon, gak ada beda.
    Semoga saja hyuwon masih bisa diselamatkan, makin gak sabar nungguh kelajutannya.

  17. seriusan baru dua hari gak lihat blog ini udah ada yang baru aja.
    pas adegan hyu won sama na mi dipukulin itu serasa ngeri banget eon, nunggu sih kyuhyun dateng ko rasanya lama banget yaa.
    please yaa eon hyu won nya jangan dibikin meninggal kasihan kyuhyun kan belom bahagia berdua…
    oh iya min seo sama wonnie oppa ko jahat banget yaa, sereemm ngebayangin mereka berdua jadi nyaa hihihi.
    tetep semangat nulisnyaa yaa eon, aku tunggu kelanjutan ceritanya

  18. GILA!GILA!GILA! .. CHOI SIWON DAN MINSEO SAMA-SAMA GILA!! semoga mereka mendapat hukuman dari Tuhan!!
    *edisi greget

    aku sampai menahan nafas saat scene Minseo menyiksa Na Mi dan Hyu Won. tega,biadab,arghhh kenapa bukan Minseo dan Siwon saja yang mati!! benar-benar memuakkan! ㅠㅠ
    Hyuwon harus bertahan, kau harus bertahan untuk orang tuamu,kebahagiaanmu, dan Kyuhyun. Part paling menegangkan dan bikin asdfghjkl ㅠㅠ

  19. Nyesek bacanya Hyuwon yang malang masalalu yang ingin dia lupakan malahan datang lagi. Rupanya firasat Ji won terjadi terhadap Hyuwon. Bisakah dia selamat? Ditunggu next chapnya.

  20. Akhirnya muncul juga.
    Kasian hyuwon ketemu lagi dengan iblis minseo itu.
    Untung aja kyuhyun datang walaupun agak telat.

  21. hyuwon gpp kan .iya kan????
    minseo pasti sakit jiwa, bukan manusia,
    cho ayo selamatin hyuwon,
    alurnya bagus, ceritanya juga, tp masih banyak yg perlu di jelasin, masih abu abu . hehe
    di tunggu lanjutannya. keep writing ~^^

  22. Kejer sumpah!!! Ya ampun minseo kejam banget!! Bener2 ga berperasaan. Sampe abis2an mukulin hyuwon.
    Aku jadi kesel lagi pas minseo ceritain gimana nami dulu setelah jadiin hyuwon pancingan buat minseo. Dan aku malah berharap hyuwon nyerah aja.
    Tapi keinget jungsoo aku gamau hyuwon nyerah. Masih ada yg sayang sama hyuwon. Jungsoo, donghae.
    Dan harusnya yg mati itu nami aja. T.T

  23. Pas bgt lagi buka2 blog ka galuh eh ff ini nongol new chapternya😂😂 seruuu:( itu hyuwon kasian bgtsihh?!!!:((
    Kenapa dia hrs digituin coba??!! Kasiann:(

  24. seketika jadi murka sama nami dan kyuhyun, ngebayangin hyuwon disiksa kaya gitu di masa lalu tanpa ada yang menolong dan tempat mengadu! gilaaaaaa nami tega nipu hyuwon dan kyuhyun tega ga percaya sama hyuwon waktu itu! ternyata ini yang di alami hyuwon dulu?? pantes aja dia pengen ngubur masa lalunya termasuk kyuhyun dan nami di dalamnya orang kaya gini kelamnya wajar dia trauma!!!! hwaaaaaa sedihhhh banget pokonya!! apa kali ini hyuwon bakal selamat lagi???!! hwaaa next part di tunggu sangat!! FIGHTING!!!!!!

  25. Ga akan mati kan, hbs klo lihat judul nya takutnya aku salah prediksi. Buat kyu bisa jg ya, judulnya. Hihihiihihii
    Tp kshn jung soo ikh. Kpn kesananya ga adil buat dia ya
    Ya ga? Tp egois dilihat dr sudut mn dl deng.

  26. Min seo masuk penjara sana bakal dapat karma yg lebih sakit dan menderita dr hye won
    Jgn samapai.hye won meninggal kasian dia hidupnya byk menderita dan.kesakitan

  27. Kejam kejam Min Seo, sakit jiwa kali dia thor T-T mewek jdinyaa astaga, sebegitu mengerikannya Min Seo nya nyiksa Hyu Won, udh bisa kebayang gimna sakit htinya Hyu Won saat ketemu sama Kyuhyun dn Na Mi, takutny dia ketemu Si Won dn Min SeoT-T Daebakkk
    Fightingg buat tgs akhirnya!!!!
    Semoga bsa cpet publish part slnjutnya jugaa 😀

  28. Hyu Won bertahanlah!
    Min Seo emang beneran kejam yaa, kasian Hyu Won sampe ngalamin itu dua kali. Ya Tuhan, gak kebayang gimana sakitnya Hyu Won..

    Semoga Hyu Won bertahan dan mendapatkan kebahagiaan.. Entah itu dengan Kyuhyun atau Jung Soo..

  29. Ya ampuuunnnn. Kenapa Min Seo kejam bangett? Dia kayaknya emng kelainan jiwa deh ya. Bagian terakhir sumpah demi apa nyesek banget. Bisa ngerasain putus asanya hyu won. Gak kebayang jadi kyuhyun liat tatapan pasrah hyuwon. Pingin cept tau ending ff ini.

    Semangat penelitiannya! Semoga sukses saeng! Walaupun penasaran tingkat dewa sama ff ini tapi tettep sabar nunggu kok, jangan terburu-buru juga entar kangen sama ff ini:(

  30. Itu minseo manusia atau binatang? Padahal sm wanita tp nggak tanggung-tanggung kasarnya. Ini kl Hyuwon kenapa-kenapa ini gimana? 😭

  31. keren eonie ..aku nangis bcanya..huhuhu…gak papa part 8 agak lama klau kualitas bacaannya kya gini impas lah..semangat trus …..

  32. ya ampuunn kejam bgt minseo. kalo aku jadi hyuwon aku juga bakal milih maati. sakalinya idup bisa bisa depresii bener bener trauma mendalam. kejam banget. kasian sama nami tapi benci jugam skrg dia tau apa yg do rasain hyuwon dulu mungkin lebih parah dari ini. lelah banget jadi hyuwon pastii aku juga bakal milih nyerah karna itu pasti sakit banget dan gada yg bisa ng obatin

  33. Sedihnyaaaa… minseo benar2 gak waras T_T kasian hyuwon, dia dua kali disiksa sama minseo. Mudahan hyuwon gk meninggal. Kebahagiaan hampir dicapainya, jiwon dan jaeho udh yakin klo hyuwon anak mereka. Jungsoo dan kyuhyun jga selalu ada untuk hyuwon.. please kak jgn buat hyuwon meninggal

  34. akhirnya publish juga ya….
    aku nyesek bnget nih bacanya. gak bs byangin rasanya jd hyu won.. tlng bnget say Selama apa pun kamu publish lanjutannya, please bnget jgn d bkin sad ending. nie ff udah nyesek dr awal.. kalo endingnya nyesek juga aku bsa mewek… huweeeeee….

  35. hikksss kasian bget hyu won,, n walopun nami nye jahat, ttp aja kesian
    haaaahh,,,,,,, nunggu 5 bulan lagi ya 😦 smoga nggak,, plisss
    ada manusia kyak gtu?? dihukum mati mah ga cukup! penjarain aja seumur idup,, tp seumur idup cuma dikasi makan nasi+kangkung+ikan asin doang! biar tau rasa!
    mf y gluu 🙂 ntah knapa,, rasanya ga ada orang baik deh di crita ni,, mulai dr orang tua hyu won yang tega ninggalin anaknya demi mdapat restu kluarga,, na mi dengan segala kedengkiannya,,, kyuhyun yg tega ninggalin sahabat sendri cm krna dengerin omongan orang,,, siwon yang cemburuan plus hobi main tangan,, min seo yg sakit jiwa,,, klo jd hyu won bneran ga ssanggup hidup dg ingatan ttg org2 kyak gtu,, aplg ampe hidup bareng,, amit2 dah…
    bner2! kyuhyun dsini mirip bnget sama polisi di film2 india jaman dulu,, telat mulu 😀 😀 ujung2nya nyesel
    n smoga hyu won nya lamaaaaaaaaa bget pingsannya,, biar yang dulu pernah ninggalin hyu won berasa nyesek luar dalam! eh tp kasian jungsoo oppa ya 😦

  36. Ih ada ya org kayak min seo, kejam bgtttttt…

    Kasihan hyu won, merasakan kesakitan yg sama 2 x. Lama bgt si kyu dtg..

    Semangat buat kuliahnya 😉

  37. Wah ini pertama kalinya saya bca ff ini dan lngsung obrak abrik ff lain yg ada dsni. Mskipun dramanya knceng banget tpi suka bnget dan bkin penasaran. Salam kenal dgn authornya. Sy reader baru dsni ^^

  38. min seo psycho ! dia tu ga punya hti bgt. knp perlakuin wanita sprt itu ? apa hyu won akan meninggal ? ini greget bgt. kejadian 10 th yg lalu jg msh blm jelas

  39. ya tuhan cobaan apa lagi ini….
    min seo emang seiko tingkat dewa
    ih ngeri bnget ama orang kaya gini…
    hyu won bakalan selamat kan…
    please… kasian hyu won 😦

  40. Oemji,, kok bisa km buat Hyuwon semenyedihkan dan semenyakitkan itu.. Gak kebayang klo kejadian itu beneran ada, kasihan bgt dia.. 😥
    Walaupun genrenya hurt, sad. Tp aku berharap mereka berakhir bahagia. Hyuwon gak mati kan? Pliss jgn ya, bertahanlah Hyuwon!!

  41. huaa mewek baca part ini …
    hyuwon bertahan dunk please ..
    minseo bener2 ya bikin emosi tingkat dewa ..!!
    biar dya aja yg mati …

  42. Huweeeeeh kakgaaal bagian ini nyesek banget 😣 aku gak kuat kalo gak nangis weeeeeh~ aku ngebayangin sakitnya jadi Hyuwon ataupun Nami.. kenapa Kyuhyun selalu telat dateng? Kenapa? 😢😢😢
    Mereka berdua–Hyuwon dan Nami bakalan bertahan kan? Iyakan? Astagaah…

  43. mewek bacanya… 😭😭😭
    pliss jgn lama2 update ny thor…
    bisa mati penasaran readers ny…
    di tunggu part 8 ny y…
    ttp semangat buat nulis ny

  44. Duuhhh ini ff, udah lama ga baca ff yg alurnya begini. Deg2an sendiri bacanya #lebay
    Itu Hyu Won sama Na Mi ngerasain sakit bgt, dasar Min Seo be****h #sensor

  45. maunya happy ending. jangan sampai sad ending. udah cukup sedih2nya. pengen ngelihat kyuhyun bahagia bareng hyuwon. nami bareng jungsoo juga gpp.

  46. Astga minseo kejam banget sumpah,
    Ga kebayang sbrpa luka yg d trima hyuwon sma nami krna kekerasan minseon. Smga aja hyuwon sma nami baik2 aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s