FF: Never Be The Same [Part 8]


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Assalamualaikum! Hallo semua. Long time no see, maafkan atas keleletan ini. Happy reading!

Author (Owner) : gluu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Drama, Romance

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Kang Hyu Won (OC)

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk of Super Junior

Fifteen Years Ago…

Kyu Hyun mengayuh sepedenya dengan kecepatan tinggi, di depannya Hyu Won kecil duduk menyamping pada besi sepeda sambil tertawa senang. Dia menikmati udara segar yang menerpa wajahnya.

“Ayo lebih cepat Kyu Hyun oppa!” teriaknya memberi semangat.

Kyu Hyun menyeringai lalu menundukan kepalanya menatap Hyu Won, walaupun tak melihat wajah Hyu Won sepenuhnya namun Kyu Hyun tahu gadis itu tengah tertawa gembira.

“Kau ingin yang lebih cepat!?” teriak Kyu Hyun.

“Ya! Lebih cepat, oppaaa!” balas Hyu Won kencang.

Kyu Hyun menaikan kecepatan kayuhan sepedanya. Dan sorakan kebahagiaan tak pernah lepas dari wajah mereka. Mereka meluncur seperti anak panah. Bebas dan cepat.

“WHOOOOOOOO!”

“Kau senang!?” tanya Kyu Hyun setengah berteriak.

“Ne!” balas Hyu Won tak kalah kerasnya.

Kyu Hyun mulai memelankan laju sepedanya. Sudah cukup main-main dengan kecepatan. Dia ingin menikmati udara sore hari dengan santai. Tawa Hyu Won masih terdengar sesekali. Kyu Hyun tersenyum mendengar tawa gadis kecil itu. Pria itu bertanya-tanya mengapa Hyu Won bisa begitu bahagia hanya dengan sebuah sepeda yang meluncur cepat, gadis itu tak seperti gadis lainnya di panti asuhan yang selalu mengaitkan kebahagiaan dengan uang dan pakaian baru. Kyu Hyun tahu apapun hal sederhana yang bisa membuat Hyu Won tertawa bahagia.

“Hyu Won-ah?” panggil Kyu Hyun.

“Hmm?” balas Hyu Won tak acuh.

“Kalau kita sudah kaya nanti, aku akan membeli motor dan kita bisa mengendarainya seperti ini.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku tidak mau…”balas Hyu Won polos.

“Wae?” tanya Kyu Hyun.

“Aku tak mau naik motor, aku tak bisa melihat pemandangan dan menikmati udara secara langsung seperti ini.” Ucap Hyu Won.

“Tapi motor lebih cepat.” Ucap Kyu Hyun.

“Tapi kalau kita naik motor, kau akan memboncengku jadi aku tak bisa melihat pemandangan di depan dengan leluasa.” Balas Hyu Won.

“Jadi kau ingin naik sepeda saja?”

“Tidak mau!”

“Ya Tuhan! Jadi kau ingin naik apa?” tanya Kyu Hyun gemas.

“Aku ingin naik mobil. Kita bisa membeli mobil yang atapnya bisa terbuka lalu kita bisa melihat pemandangan dan menikmati udara secara langsung!” balas Hyu Won.

“Kau ini terlalu sering menonton TV!” ucap Kyu Hyun dengan lidah berdecak sebal.

“Memang…” balas Hyu Won dengan tawa jenaka.

Kyu Hyun kembali mengayuh sepedanya namun dia tak melihat ada sebuah lubang besar di tengah jalan, matanya baru saja menangkap lubang besar itu ketika mereka sudah dekat. Dengan reflek dia berusaha menghindari lubang tersebut namun keseimbangannya tak bisa terjaga.

“Sial!” umpat Kyu Hyun ketika dirasakan sepedanya tak bisa dikendalikan.

“Oppa!” teriak Hyu Won hiseteris ketika sepeda mulai oleng.

BRUKKK

Kyu Hyun dan Hyu Won akhirnya jatuh dari sepeda. Sebelum jatuh Kyu Hyun secara reflek melingkarkan tangannya di tubuh Hyu Won sehingga tubuh gadis itu langsung menyentuh tanah. Hyu Won memejamkan matanya tak berani membuka mata. Setelah dirasakan tak ada pergerakan dan suara Kyu Hyun, Hyu Won membuka matanya. Dia menatap ke sekeliling. Gadis itu mencoba merasakan nyeri di tubuhnya tetapi dia tak meresakan apa-apa. Ditundukan kepalanya dan menatap sebuah tangan yang melingkar di tubuhnya. Seketika tubuhnya tercekat.

“KYU HYUN OPPA!” teriak Hyu Won lalu melepas tangan Kyu Hyun di tubuhnya. Gadis itu segera bangun dengan panik.

Hyu Won membalikan tubuhnya lalu menatap tubuh Kyu Hyun yang terbujur kaku di atas tanah. Mata pria itu terpejam erat. Hyu Won ketakutan membayangkan hal-hal yang tak diinginkan. Dengan panik gadis itu berusaha membangunkan Kyu Hyun.

“Kyu Hyun oppa, bangun!” teriak Hyu Won sambil mengguncang tubuh Kyu Hyun.

“Kyu Hyun oppa!” panggilnya lagi.

“Kyu Hyun oppa!”

Hyu Won terus mengguncang tubuh Kyu Hyun tetapi pria itu tak menunjukan tanda-tanda akan sadar. Air mata mulai mengalir dari mata gadis itu. Dia menangis tetapi tak mengeluarkan suaranya. Rasa bersalah mulai menggelayutinya. Seandainya tadi dia tak bersikeras mengajak Kyu Hyun naik sepeda mungkin mereka tak akan terjatuh.

“Kyu Hyun oppa , bangun! Jangan begini.” Bisik Hyu Won mulai terisak. Dia ketakutan tentu saja.

“Kyu Hyun oppa!” teriak Hyu Won mulai sesenggukan.

Hyu Won menatap jalanan yang sepi. Dia ingin pergi meminta bantuan tetapi dia tak ingin meninggalkan Kyu Hyun. Ia menatap jalanan lalu kembali menatap Kyu Hyun. Dia bingung setengah mati. Dia benar-benar tak mau meninggalkan Kyu Hyun.

“Kyu Hyun opppa!” teriaknya lagi.

“Tolonggg! Tolonggg! Siapa pun tolong kami!!!!” teriak Hyu Won mulai frustrasi.

Gadis itu menundukan kepalanya dan menempelkan kepalanya di atas dada Kyu Hyun lalu mulai menangis histeris. Dia hanya gadis kecil yang tak tahu apa-apa. Dia tak pernah dihadapkan dengan situasi seperti ini. Apakah Cho Kyu Hyun-nya mati?

“Andwae…. Oppa, jangan tinggalkan aku.” Isaknya mulai memelan nyaris berbisik seolah Kyu Hyun akan bangun mendengar bujukannya. Dia tak punya orang tua, apakah ia akan kehilangan sosok Kyu Hyun juga?

“Oppa…” isaknya lagi.

“Apa?” balas suara yang sudah ia hapal betul. Hyu Won terkejut setengah mati, diangkatnya kepalanya lalu menatap Kyu Hyun yang kini membuka mata dan menatapnya dengan jahil.

“Kyu Hyun oppa kau–”

“Kau manis sekali Kang Hyu Won…” ucap Kyu Hyun lalu tertawa pelan.

Hyu Won masih mematung mencerna apa yang baru saja terjadi. Tadi dia menangis ketakutan karena menyangka Kyu Hyun sudah mati tapi ternyata pria itu hanya menjahilinya. Wajah Hyu Won berubah merah seperti kepiting rebus antara lega dan kesal setengah mati. Bisa-bisanya Kyu Hyun melakukan kejahilan seperti ini.

“Kau menyebalkan.” Desis Hyu Won masih dengan sesenggukan. Dia mulai marah sekarang. Kyu Hyun menghentikan tawanya ketika dirasakan Hyu Won tak tertawa seperti dirinya.

“Kau ketakutan, ya?” tanya Kyu Hyun pelan. Tangannya terjulur berusaha mengusap kepala Hyu Won namun gadis itu dengan cepat beringsutan mundur lalu berdiri.

“Hyu Won-ah?”

“Jangan main-main!” teriak Hyu Won lalu mengusap air matanya. Wajahnya yang tadi memerah kini berangsur mulai kembali normal. Kulit putihnya yang seperti bayi semakin terlihat menggemaskan.

“Maafkan aku…” Ucap Kyu Hyun masih dengan sisa tawa di bibirnya. Sejujurnya dia tak tega saat mendengar isakan gadis itu tadi, dia ingin segera bangun tetapi ide jahilnya melintas begitu saja. Dia suka mendengar kekhawatiran Hyu Won padanya.

“Aku mau pulang!”

“Ayo naik sepeda.”

“Tidak mau! Aku akan bilang pada eomma kau sudah berbuat jahat padaku!”

“Aku tidak berbuat jahat, Kang Hyu Won! Ini namanya bercanda.” Balas Kyu Hyun.

“Bercandamu tidak lucu!” balas Hyu Won lalu membalikan tubuhnya dan berlari meninggalkan Kyu Hyun.

“Yak! Kang Hyu Won, jangan marah. Aku minta maaf!” teriak Kyu Hyun lalu segera meraih sepedanya. Dia punya pekerjaan berat meluluhkan hati gadis itu malam ini.

****

Seoul International Hospital

Seoul, South Korea

07.00 PM

Kyu Hyun terbangun dari tidurnya. Ia baru saja bermimpi tentang masa kecilnya dan Hyu Won. Dahinya berkerut menatap jendela kaca di samping ranjang Hyu Won. Rupanya hari sudah gelap. Direnggangkan tubuhnya sejenak. Sudah dua hari sofa di kamar perawatan Hyu Won menjadi ranjang favoritnya. Sejak dilarikan ke rumah sakit, Hyu Won belum juga sadar dari tidurnya.

Kyu Hyun berjalan menuju ranjang Hyu Won. Ditatapnya wajah mungil gadis itu. Dokter bilang tulang rusuk gadis itu memar namun mereka sudah menanganinya. Benturan yang terjadi di kepala gadis itu tak sampai menyebabkan hal yang serius tetapi masih harus dipantau secara menyeluruh. Lebam di sekujur tubuhnya mungkin akan pulih dalam beberapa minggu. Masalah psikologis yang nantinya akan muncul menjadi hal yang sangat dikhawatirkan oleh tim medis.

Kyu Hyun menundukan kepalanya lalu mengecup dahi Hyu Won. “Aku merindukanmu.” Ucapnya dengan mata terpejam lama. Dia benar-benar merindukan Hyu Won.

CEKLEK

Kyu Hyun mengangkat kepalanya lalu menoleh ke arah pintu. Sosok Jung Soo berdiri dengan sebuket bunga di tangannya. Kyu Hyun mengusap jemari lentik Hyu Won sejenak lalu berjalan menuju sofa. Sudah dua hari dirinya dan Jung Soo menjaga Hyu Won. Walaupun ketegangan di antara mereka belum hilang sepenuhnya, mereka berusaha mengabaikannya seolah tak pernah ada masalah sebelumnya. Kesehatan Hyu Won adalah hal yang menjadi prioritas mereka saat ini.

“Di mana kedua orang tuamu?” tanya Jung Soo. Biasanya ia akan melihat semua keluarga Kyu Hyun berkumpul di kamar ini tetapi malam ini ia tak melihat kedua orang tua pria itu.

“Ibuku sedikit tidak enak badan. Malam ini mereka akan beristirahat di rumah.” Ucap Kyu Hyun. Jung Soo menganggukan kepalanya lalu berjalan menuju ranjang Hyu Won.

Kyu Hyun kembali duduk di sofa. Dia sengaja memberi waktu untuk Jung Soo. Mereka berdua memiliki pengaturan yang tak kasat mata. Kyu Hyun akan memberikan waktu kepada Jung Soo untuk berbicara dengan Hyu Won setelah dirinya begitu pun sebaliknya bila Jung Soo telah selesai berbicara dengan Hyu Won, pria itu akan memberi waktu kepada Kyu Hyun.

“Hai,” sapa Jung Soo pada Hyu Won. Pria itu lantas mengganti bunga di atas nakas.

Jung Soo menggenggam tangan Hyu Won lalu mengusap punggung tangan gadis itu. Dia menatap wajah Hyu Won. Lebam di wajah gadis itu membuat Jung Soo meringis pelan. Biasanya gadis itu yang melihat wajahnya penuh lebam tapi sekarang dirinyalah yang melihat wajah lebam gadis itu. Mengapa ada manusia setega Min Seo di dunia ini?

“Hari ini toko bunga sangat ramai. Tae Yeon kewalahan karena harus mengurus tanaman dan pelanggan. Aku memetik beberapa tangkai bunga dari kebunmu. Aku pikir kau mungkin merindukan toko bunga dan bunga-bunga di sana.” Ucap Jung Soo dengan kekehan.

Kyu Hyun menatap interaksi antara Jung Soo dan Hyu Won dengan senyum simpul. Semua orang ingin gadis itu bangun tapi tampaknya gadis itu masih ingin menikmati tidurnya lebih lama lagi. Apa yang diimpikan Hyu Won dalam tidurnya? Mengapa dia tak kunjung bangun dari tidurnya? Apakah dia lebih senang tidur dari pada bertemu dengan orang-orang yang merindukannya? Mengingat bagaimana tatapan putus asa Hyu Won sebelum gadis itu tak sadarkan diri membuat Kyu Hyun memejamkan matanya seketika. Dia tak mau mengingat lagi bagaimana Hyu Won terlihat begitu menyerah malam itu.

Kau bukan gadis yang mudah menyerah, kan? Bisik Kyu Hyun di dalam hati. Dokter bilang gadis itu akan bangun dalam beberapa hari tetapi ia belum juga menunjukan tanda akan terbangun dari tidurnya. Apakah gadis itu sendiri yang memutuskan untuk tak bangun? Tidak! Kang Hyu Won tak akan menyerah secepat ini. Seberat apapun hidupnya, Kyu Hyun tahu Hyu Won adalah gadis yang kuat.

“Sebaiknya kau juga beristirahat Kyu Hyun-ssi.” Suara Jung Soo mengagetkan Kyu Hyun. Pria itu lantas membuka matanya dan menatap Jung Soo.

“Aku bisa beristirahat di sini.” Balas Kyu Hyun. Jung Soo lantas duduk di samping Kyu Hyun.

“Sepertinya dia sangat suka tidur ya.” Ucap Jung Soo berusaha memulai obrolan.

Kyu Hyun terkekeh pelan. “Ya, dia suka sekali tidur.” Balas Kyu Hyun dengan senyum miris.

“Dulu saat dia masuk rumah sakit, dia tak pernah tertidur selama ini.” Ucap Jung Soo.

“Hyu Won pernah masuk rumah sakit?” tanya Kyu Hyun.

“Ya, dia pernah overdosis obat tidur dulu.”

“Overdosis?” tanya Kyu Hyun tercekat.

“Hyu Won punya masalah gangguan tidur saat pertama kali kami bertemu. Dia selalu bermimpi buruk dan terbangun di malam hari. Kalau sudah terbangun dia tak pernah bisa tidur lagi. Aku dan Donghae tak tahu bahwa dia diam-diam mengkonsumi obat penenang sampai suatu hari dia tak sadarkan diri.” Ucap Jung Soo mengingat bagaimana menderitanya Hyu Won dulu.

Kyu Hyun hanya diam tak menanggapi ucapan Jung Soo. Pikirannya sekarang sedang berputar-putar membayangkan penderitaan apa yang telah dilwati gadis itu. Pria itu menatap Hyu Won dengan tatapan sedih. Seberapa banyak yang telah dia lewati dari gadis itu?

Jung Soo menatap Kyu Hyun yang kini terlihat begitu berantakan. Dia tahu dia baru saja mengguncang pria itu. Jung Soo memutuskan untuk membiarkan Kyu Hyun berkutat dengan pikirannya. Jung Soo berpendar menatap ruang perawatan Hyu Won. Dia tak akan mampu memberikan perawatan semahal ini untuk Hyu Won pikirnya. Matanya masih berpendar hingga terhenti di pintu rumah sakit. Seketika ingatannya berputar pada malam di mana ia dirawat karena perkelahian. Malam itu ia melihat Hyu Won yang merosot penuh kesedihan di balik pintu. Dia tahu Hyu Won menangis malam itu karena Kyu Hyun.

Jung Soo menolehkan kepalanya dan menatap Kyu Hyun dengan tatapan menilai. Pria ini dan Hyu Won punya sejarah yang tak bisa diabaikan, mereka punya cerita indah sebelum semuanya hancur. Apakah dia bisa hadir dan menggantikan pria ini di hati Hyu Won?

“Jung Soo-ssi?” panggil Kyu Hyun tiba-tiba.

“Ya?” balas Jung Soo.

“Bagaimana kau bisa bertemu dengan Hyu Won?” tanya Kyu Hyun dengan tatapan yang sulit diartikan.

Jung Soo tahu Kyu Hyun pasti memiliki banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Pria itu pasti ingin tahu semua hal yang telah terjadi pada Hyu Won. Dan Jung Soo tak keberatan sama sekali membagi kisahnya bersama Hyu Won kepada Kyu Hyun. Bukankah dia rival yang baik?

“Aku dan Donghae menemukannya di sebuah gudang tua.” Ucap Jung Soo datar.

“A-pa?” ucap Kyu Hyun tercekat seolah ia baru saja menyaksikan sebuah tabrakan di depannya.

Jung Soo menolehkan kepalanya dan menatap Kyu Hyun dengan menimbang-nimbang kalimat selanjutnya. “Kondisinya saat itu tak sadarkan diri. Persis seperti saat ini. Sekujur tubuhnya dipenuhi luka. Aku dan Donghae berpikir dia mungkin sudah mati tetapi napasnya spontan dan nadinya teraba kuat.” Ucap Jung Soo.

“Apa yang terjadi padanya?” tanya Kyu Hyun berusaha tenang tetapi Jung Soo tahu pria itu begitu terpukul. Suaranya memang terdengar datar tetapi Kyu Hyun tak bisa menyembunyikan getir dari suaranya.

“Hyu Won tidak pernah mau bercerita pada kami tentang apa yang sudah terjadi padanya.” Jawab Jung Soo dengan gelengan kepala. “Ketika dia sadar keesokan harinya, dia seperti gadis tanpa jiwa. Butuh waktu satu tahun untuk memulihkan keadaannya. Jiwanya terguncang hebat. Aku tak tahu apa yang sudah terjadi padanya tetapi kami mengasumsikan dia adalah korban kekerasan.” Sambung Jung Soo lagi. “Hyu Won sangat tertutup bahkan padaku dan Donghae. Dia tak pernah bercerita pada siapa pun.” Tambah Jung Soo lagi.

Kyu Hyun tak menanggapi lagi semua ucapan Jung Soo selanjutnya, yang ada di kepalanya saat ini adalah perasaan bersalah dan sakit luar biasa. Dadanya terasa sesak dan nyeri bukan main. Pria itu berdiri dari sofa lalu berjalan menuju ranjang Hyu Won, tatapan matanya kosong seolah jiwanya baru saja dicabut dengan paksa. Dia berdiri tepat di samping ranjang Hyu Won. Tangannya terjulur ingin menyentuh Hyu Won tetapi dengan cepat ia mengurungkannya, dia merasa tak pantas menyentuh gadis itu. Tidak, dia merasa seolah sentuhannya akan mengahancurkan gadis itu.

Maafkan aku, Hyu Won-ah. Bisik Kyu Hyun di dalam hati.

Kyu Hyun menatap Hyu Won sekali lagi dan rasa sakit itu semakin menjadi-jadi. Dadanya terasa nyeri setengah mati dan air matanya mengalir begitu saja. Dia mengunci tatapannya kepada Hyu Won seolah membiarkan rasa nyeri di dadanya adalah sebuah cara untuk menghukum dirinya. Menatap Hyu Won membuatnya semakin merasa bersalah dan menyesal. Kyu Hyun mengerti sekarang mengapa gadis itu menatapnya dengan putus asa sebelum tak sadarkan diri.

****

07.00 AM

Kyu Hyun tidak tidur semalaman. Pria itu hanya duduk dan menatap Hyu Won sejak semalam. Tatapannya kosong membayangkan apa yang sudah terjadi pada gadis ini bertahun-tahun lalu. Dia terus memutar kepalanya mengingat apa yang sudah ia lakukan pada malam Hyu Won menghilang. Apa yang sedang ia lakukan sementara Hyu Won justru sedang berjuang sendirian. Gadis itu pasti ketakutan setengah mati. Kyu Hyun merasa dia tak berguna sama sekali. Perasaan frustrasi dan menyesal terus-menerus menggelayutinya.

Seharusnya malam itu ia mempercayai Hyu Won…

Seandainya malam itu dia tak pergi meninggalkan Hyu Won…

Seharusnya dia tetap mendengarkan Hyu Won memberikan penjelasan…                           

Seandainya dia bisa menemukan Hyu Won lebih cepat…

Kyu Hyun memejamkan matanya erat. Dia sedang mengalai fase bargaining saat ini. Dia mungkin sebentar lagi akan depresi karena rasa bersalah di dalam dirinya. Dia dan Hyu Won bersama sejak kecil. Dia selalu mempercayai gadis itu dan menjaganya tetapi mengapa dia tak bisa mempercayai gadis itu sekali lagi pada malam naas itu?

“Kyu Hyun?”

Mengapa dia harus percaya pada Na Mi dan Min Seo? Mengapa dia bisa terbujuk dengan semua tipu daya yang Na Mi lakukan? Mengapa dia tak bisa menjadi Cho Kyu Hyun yang selalu percaya pada Hyu Won? Mengapa dia tak bisa memegang saja janjinya untuk selalu bersama Hyu Won?

“Cho Kyu Hyun?!”

Eomma–” jawab Kyu Hyun terkejut saat melihat Ji Won tengah berdiri di seberang ranjang Hyu Won.

“Ada apa denganmu? Mengapa kau melamun?” tanya Ji Won khawatir.

“Tidak apa-apa, eomma…” balas Kyu Hyun pelan.

Ji Won menilik dandanan Kyu Hyun. Kyu Hyun terlihat begitu berantakan. Wajahnya terlihat kuyu dan terdapat lingkaran hitam di bawah matanya. Pria itu belum becukur beberapa hari ini terlihat dari jambang yang mulai terlihat di sekitar rahang dan dagunya.

“Ini, eomma membawakanmu pakaian ganti. Mandilah dulu setelah itu kau sarapan pagi.” Ucap Ji Won dengan lembut.

Tanpa menjawab, Kyu Hyun berdiri dari kursi lalu meraih pakaian yang disiapkan Ji Won. Pria itu berjalan menuju kamar mandi. Dia butuh mandi untuk menyegarkan dirinya. Mungkin setelah ini ia bisa berpikir jernih lagi. Kyu Hyun menolehkan kepalanya ke arah sofa dan dia tak menemukan Jung Soo. Kapan tepatnya Jung Soo pergi? Apakah dia sibuk melamun sehingga tak mendengar Jung Soo pergi?

“Kyu Hyun-ah, apa yang kau pikirkan?” tanya Ji Won memecah lamunan pria itu.

“Aku akan mandi, eomma.” Balasnya lalu pergi ke kamar mandi.

“Kyu Hyun-ah…” cegah Ji Won cepat.

“Ya, eomma?”

“Nanti siang hasil tesnya keluar.” Ucap Ji Won dengan tatapan teduhnya. Ada kecemasan dan ketegangan di wajah wanita itu.

“Semoga hasilnya adalah yang terbaik, eomma.” Ucap Kyu Hyun lembut. Dia bisa melihat tatapn penuh harapan dari Ji Won.

“Hmm…” angguk Ji Won lalu berjalan menuju ranjang Hyu Won.

Ji Won membelai kepala Hyu Won lalu melayangkan satu kecupan hangat di puncak kepala gadis itu. Senyumnya tersungging begitu saja. Matanya beralih pada wajah teduh Hyu Won. Meskipun lebam menghiasi wajah gadis itu di mana-mana, ia tetap telihat begitu cantik dan menawan. Ada rasa sesak di dadanya saat melihat kondisi Hyu Won yang terbaring lemah di atas ranjang seperti ini. Mengapa pria brengsek itu tega melakukan hal seperti ini terhadap Hyu Won?

CEKLEK

Yeobbo?” sapa Ji Won saat melihat Jae Ho berjalan memasuki kamar.

“Bagaimana keadaannya? Apakah dia sudah sadar?” tanya Jae Ho penuh harap.

“Belum, dia belum juga bangun.” Balas Ji Won sedih. Dia merindukan Hyu Won yang tersenyum dan berbicara lembut padanya. Dia merindukan gadis itu.

“Mari kita berdoa semoga dia cepat bangun.” Ucap Jae Ho tenang sambil merengkuh tubuh Ji Won.

****

Kyu Hyun sedang mengerjakan pekerjaan kantor yang ia bawa ke rumah sakit, pria itu duduk tepat di sebelah ranjang Hyu Won. Sesekali tangannya bergerak mengusap kepala gadis itu berharap gadis itu terusik dan akhirnya bangun dari tidurnya. Hari sudah siang dan dia masih berkutat dengan pekerjaannya. Dia bisa mengurus semuanya dari sini. Hyukjae akan datang dan membawa berkas-berkas yang telah ia kerjakan sebentar lagi.

CEKLEK

Kyu Hyun menolehkan kepalanya dan mendapati Jung Soo dan Donghae berjalan masuk ke dalam ruangan. Tak seperti biasanya kedua pria itu datang bersamaan. Biasanya Jung Soo atau Donghae akan datang sendiri-sendiri karena salah satu harus menjaga toko.

“Kalian datang…” ucap Kyu Hyun singkat.

“Kebetulan pekerjaan kami sudah selesai.” Balas Donghae. Pria itu berjalan menuju ranjang Hyu Won. Wajah teduhnya menatap Hyu Won dengan sedih. Dia merindukan gadis itu.

“Dia belum bangun?” tanya Jung Soo.

“Belum.”

“Apa dia tidak rindu pada taman bunganya? Apa dia tidak rindu pada kita?” ucap Donghae.

“Kau tahu sendiri, dia sangat suka sekali tidur. Biasanya dia kesulitan tidur, sekarang mungkin dia sedang menikmati waktu tidurnya. Kapan lagi dia bisa tidur senyenyak ini.” Ucap Jung Soo miris. Sejujurnya dia lebih senang Hyu Won yang kesulitan tidur daripada tak menunjukan akan terbangun sama sekali.

“Buatlah kegaduhan agar dia bangun.” Ucap Dongahe dengan kekehan miris.

Kyu Hyun hanya diam mendengar ucapan Donghae dan Jung Soo. Perasaannya sama seperti Donghae dan Jung Soo. Ditatapnya wajah Hyu Won sekilas. Dia merindukan gadis itu. Sudah berapa kali dia mengatakan merindukan gadis itu? Ia ingin mendengar suara gadis itu, melihat senyum merekah gadis itu, dan melihat bola mata indah milik gadis itu. Ah… Hyu Won memang pandai membuat orang merindukannya.

CEKLEK

Suara pintu yang terbuka membuat semua menolehkan kepalanya ke arah pintu. Bertepatan dengan pintu yang terbuka, sebuah lenguhan asing terdengar dari dalam ruangan. Semua pasang mata yang ada di dalam ruangan terpaku pada sosok yang berbaring lemah di atas ranjang.

“Hyu Won-ah?” panggil Kyu Hyun. Suaranya tersedak dan lega.

“Ngghh…” lenguhan itu terdengar lagi.

Kali ini semua orang yang berada di sana menatap tak percaya ke arah Hyu Won. Gadis itu mengerutkan dahinya seolah tengah menahan sakit. Jemari lentiknya bergerak pelan. Hingga akhirnya matanya terbuka perlahan.

“Aku akan memanggil perawat!” ucap Donghae cepat.

“Ya Tuhan! Dia bangun, yeobbo.” Ucap Ji Won dengan suara parau. Matanya berkaca-kaca tak mampu menahan kebahagiaan.

“Hyu Won, gweanchanna?” tanya Jung Soo.

Hyu Won mengeryitkan dahinya saat dirasakan rasa nyeri di sekujur tubuhnya. Dia memejamkan matanya berusaha memfokuskan pikirannya agar dapat mengendalikan nyeri yang ia rasakan. Ia ingin berbicara tetapi tenggorokannya terasa sangat kering. Dia haus setengah mati.

“Hyu Won-ah?” panggil Kyu Hyun lagi.

“Dokter dan perawat sudah datang.” Ucap Donghae yang muncul dari luar.

Kyu Hyun dan Jung Soo memberi ruang pada dokter dan perawat untuk memeriksakan keadaan Hyu Won.

“Selamat datang nona Hyu Won. Perkenalkan aku Dokter Kim dan ini perawat Ma. Kami akan memeriksa tanda-tanda vitalmu.” Ucap Dokter Kim dengan ramah.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya perawat Ma dengan senyum ramah.

“….” Hyu Won hanya diam tak menjawab pertanyaan wanita itu. Dia ingin menjawab tetapi wajahnya terasa begitu kaku, belum lagi rasa nyeri yang mulai terasa menganggu. Kepalanya mulai terasa berdenyut-denyut.

“Apakah kau ingin sesuatu?” tanya Dokter Kim.

“Aku haus.” Ucap Hyu Won pelan dengan bibir bergetar.

“Aku akan mengambilkanmu minum.” Ucap perawat Ma.

“Apa kau merasa nyeri di sekujur tubuhmu?” tanya Dokter Kim sambil mulai memerika tanda-tanda vital Hyu Won.

“Ya.” Balas Hyu Won singkat.

“Apakah kau merasa mual dan pusing?” tanya Dokter Kim.

“Tidak…”

“Apa kau tahu ini di mana?” tanya Dokter Kim.

“Rumah sakit.” Balas Hyu Won.

“Apakah kau mengenal orang-orang yang berada di ruangan ini?” tanya Dokter Kim.

“Ya,” balas Hyu Won.

“Bisa sebutkan satu per satu?” tanya Dokter Kim dengan senyum ramah.

Hyu Won menolehkan kepalanya dan menatap satu per satu orang di dalam ruangan. Semua orang menatapnya dengan cemas tetapi Hyu Won bisa menangkap tatapan kegembiraan di mata mereka.

“Donghae oppa…” ucap Hyu Won saat melihat orang pertama yang bisa tertangkap oleh penglihatannya.

Dokter Kim menatap Donghae lalu bertanya tanpa mengeluarkan suaranya. Donghae menganggukan kepala membenarkan ucapan Hyu Won.

“Sekarang aku akan memeriksa pupil matamu.” Ucap Dokter Kim lalu mulai menyorot penlight ke arah mata Hyu Won.

Dokter Kim segera memasukan penlight ke dalam saku jas putihnya setelah selesai memeriksakan keadaan Hyu Won. Dia membalikan tubuhnya dan menatap semua orang dengan pandangan teduh.

“Orientasinya baik, kesadarannya juga baik. Kami akan memberikannya obat penghilang rasa sakit untuk mengurangi nyeri di sekujur tubuhnya.” Ucap Dokter Kim.

“Terimakasih dokter.” Ucap Ji Won dengan senyum tulus.

Dokter Kim pergi keluar untuk menyiapkan obat anti nyeri. Kyu Hyun dan Jung Soo berjalan mendekati ranjang Hyu Won. Kedua pria itu menatap Hyu Won dengan tak percaya. Sekarang gadis itu sudah sadar dan menatap keduanya dengan bingung.

“Syukurlah kau bangun.” Ucap Kyu Hyun.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Jung Soo.

“Tidak nyaman.” Balas Hyu Won singkat.

“Dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit.” Ucap Jung Soo.

“Na Mi? Bagaimana keadannya?” tanya Hyu Won berubah panik seketika.

“Tenanglah… Dia berada tepat di sebelah kamarmu. Dia baik-baik saja, keadaan sudah pulih.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won memejamkan matanya lega. Dia merasa tubunya begitu lelah dan lemah. Ingin rasanya terus barbaring saja. Hyu Won menginventarisir semua luka di tubuhnya. Kepalanya terasa sakit, dadanya nyeri, dan pinggangnya berdenyut di tempat Min Seo menendangnya.

“Permisi, aku akan memberikan obat penghilang rasa sakit. Dan ini air untukmu, nona Hyu Won.” Ucap perawat Ma dengan senyum ramahnya. Wanita itu membantu Hyu Won untuk minum. Setelah Hyu Won meneguk habis airnya, perawat Ma menyuntikan obat anti nyeri via intra vena.

“Sudah selesai.” Ucap perawat Ma.

Gomawo…” ucap Hyu Won.

Perawat Ma berjalan meninggalkan ruang perawatan Hyu Won. Donghae berjalan menuju ranjang Hyu Won. Pria itu menatap Hyu Won dengan senang. Tangannya bergerak menyentuh puncak kepala Hyu Won lalu mengusapnya dengan lembut.

“Aku merindukanmu.” Ucap Donghae pelan.

Hyu Won tersenyum mendengar ucapan Donghae. Pria itu berjalan menuju ranjang Hyu Won lalu duduk pada bangku tepat di sebelah ranjang Hyu Won. Jung Soo berjalan menuju ranjang Hyu Won mengikuti Donghae. Ya, dia sama seperti Donghae. Mereka merindukan Hyu Won.

Kyu Hyun menatap interaksi antara Hyu Won, Jung Soo, dan Donghae dalam diam. Pria itu berjalan menjauhi ranjang Hyu Won dan berdiri berdampingan dengan kedua orang tuanya. Ia menatap Hyu Won dalam-dalam, ia masih tak percaya bisa mendengar suara gadis itu. Wajah pucat gadis itu terlihat sedikit merona sekarang walaupun lebam di sekitar wajahnya membuat Kyu Hyun berdecak tak senang tetapi dia cukup puas bisa melihat senyum gadis itu.

Yeobbo…” ucap Ji Won berbisik.

Kyu Hyun menolehkan kepalanya dan menatap Ji Won dengan dahi berkerut. Mata wanita itu tampak berkaca-kaca. Tangannya melingkar di sekitar pinggang suaminya dengan kepala yang menempel pada dada suaminya. Wanita itu tampak begitu rapuh.

“Ssst~ bersabarlah…” ucap Jae Ho pelan.

“Aku ingin menyentuhnya.” Ucap Ji Won lalu melepaskan pelukan suaminya. Jae Ho membiarkan istrinya berjalan menuju ranjang Hyu Won.

“Hai, sayang…” ucap Ji Won lembut.

“Nyonya Uhm…” sapa Hyu Won dengan senyum manisnya.

“Senang melihatmu tersenyum seperti ini.” Ucap Ji Won lalu mengusap lembut pipi gadis itu. Hyu Won memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut Ji Won, ia membuka matanya dan seketika dahinya berkerut bingung. Mengapa nyonya Uhm tampak begitu sedih?

“Terimakasih, nyonya…” ucap Hyu Won pelan.

“Kalau kau butuh apapun katakan padaku.” Ucap Ji Won dengan tulus.

Ne…” angguk Hyu Won merasa canggung. Dia menatap Kyu Hyun meminta penjelasan atas sikap aneh Ji Won tetapi pria itu tak memberikan jawaban apapun. Hyu Won justru merasa terintimidasi dengan tatapan tajam Kyu Hyun. Mengapa pria itu harus menatapnya seperti itu?

“Aku dan suamiku akan keluar sebentar, kau ingin menitip sesuatu?” tanya Ji Won lembut.

“Tidak, nyonya…” balas Hyu Won.

Hyu Won menatap Ji Won. Dahi wanita itu berkerut seolah sedang berpikir. Hyu Won menunggu Ji Won mengatakan sesuatu tetapi wanita itu tak mengatakan apa-apa. Ia justru berjalan menuju suaminya.

Kajja, yeobbo…” ucap Ji Won.

“Kyu Hyun-ah, bisa ikut kami sebentar?” ucap Jae Ho. Kyu Hyun menganggukan kepalanya dan berjalan mengikuti kedua orang tuanya. Mendadak perasaannya berubah gelisah.

Hyu Won menatap Kyu Hyun yang berjalan keluar bersama kedua orang tuanya. Gadis itu mengerjapkan matanya lalu menatap Jung Soo dan Donghae. Jung Soo masih asik memainkan ujung rambut gadis itu.

“Ada apa?” tanya Donghae yang menatap kegelisahan di mata Hyu Won.

Anni, aku hanya merasa aneh saja dengan sikap Kyu Hyun dan keluarganya.” Ucap Hyu Won.

“Mungkin mereka kelelahan. Sudah berhari-hari mereka terus menjagamu di sini.” Ucap Jung Soo.

“Mereka terus menjagaku? Berapa hari aku dirawat di sini?” tanya Hyu Won pelan-pelan berusaha mengurangi gerakan pada otot wajahnya. Dia belum bisa mengatasi rasa nyeri di sekitar wajahnya.

“Sudah tiga hari kau dirawat. Kyu Hyun tak pernah meninggalkanmu barang semenit pun kecuali untuk mandi dan berkemih. Selebihnya pria itu memindahkan seluruh kehidupannya di sini.” Ucap Jung Soo datar.

“Memindahkan seluruh kehidupannya?” tanya Hyu Won bingung.

“Dia bekerja, makan, minum, menelpon klien, memantau bisnisnya semua di sini. Di ruangan ini. Dia bahkan menolak keluar barang sedetik pun. Dia tak ingin meninggalkanmu.” Tambah Donghae memberikan penjelasan.

Hyu Won tertegun mendengar ucapan Donghae dan Jung Soo. Matanya berpendar menatap seluruh ruangan. Sudah pasti Kyu Hyun yang menanggung seluruh biaya pengobatan dan fasilitas perawatannya. Gadis itu menatap Jung Soo dan Donghae, dia bukannya meremehkan kemampuan Jung Soo dan Donghae dalam segi finansial tetapi melihat dari semua kenyamanan dan kemewahan yang ia dapatkan, Kyu Hyun pasti yang melakukan semua ini. Dia tahu Kyu Hyun akan melakukan apapun demi kenyamanan dirinya dan diri pria itu sendiri.

“Pantas dia terlihat begitu lelah.” Ucap Hyu Won pelan. Ia menatap pintu kamar perawatannya berharap Kyu Hyun masuk. Dia ingin melihat wajah pria itu. Terakhir kali ia melihat wajah Kyu Hyun, pria itu terlihat begitu penuh dengan amarah dan emosi.

“Beristirahatlah. Kami akan kembali lagi besok. Tidak apa-apa kami meninggalkanmu?” tanya Jung Soo.

“Ya.” Balas Hyu Won.

Jung Soo dan Donghae berjalan menuju pintu kamar perawatan Hyu Won. Jung Soo menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won. Sejujurnya ia masih ingin berada di sini tetapi dia ingin memberikan Hyu Won dan Kyu Hyun sebuah kesempatan. Dia melihat bagaimana keduanya memiliki sesuatu yang belum terselesaikan. Kyu Hyun dan Hyu Won punya cerita dan sejarah. Kalau ingin mengikuti kata hatinya, Jung Soo akan mengabaikan perasaan Hyu Won tetapi dia tak ingin menjadi orang yang menghalangi kebahagiaan gadis itu. Sejujurnya dia merasa apabila memaksakan keadaan dan perasaannya pada Hyu Won, nantinya dia sendiri yang akan tersiksa karena bersama dengan Hyu Won tanpa adanya ketulusan dari gadis itu.

“Sampai jumpa besok.” Ucap Jung Soo.

“Hati-hati oppa…” ucap Hyu Won lemah.

Donghae membuka pintu kamar lalu berjalan keluar diikuti Jung Soo di belakangnya. Baru saja Jung Soo menutup pintu kamar, matanya menangkap pemandangan yang membuatnya bingung. Kyu Hyun sedang berdiri bersama kedua orang tuanya. Tampak sekali wajah kedua orang tua pria itu begitu terpukul. Jung Soo bahkan melihat ibu pria itu menangis sesenggukan dalam pelukan suaminya.

“Kyu Hyun-ssi…” panggil Jung Soo ragu.

“Apakah Hyu Won baik-baik saja?” tanya Kyu Hyun tegas. Wajahnya menampakan kekhawatiran yang sangat jelas.

“Tenanglah, dia sedang beristirahat.” Ucap Jung Soo menenangkan. Kyu Hyu mengembuskan napasnya lega.

“Kau akan pulang?” tanya Kyu Hyun.

“Hmm. Kami akan kembali besok pagi. Ada pesanan yang harus kami kerjakan.” Ucap Jung Soo berbohong.

“Hyu Won mungkin masih merindukan kalian. Dia membutuhkan kalian.” Ucap Kyu Hyun. Dia sadar bukan hanya dirinya yang menjadi tumpuan gadis itu sekarang. Jung Soo dan Donghae adalah bagian dari hidup gadis itu sekarang.

“Tidak apa-apa. Kami yakin kau bisa menjaganya.” Ucap Donghae dengan tenang.

“Apakah sesuatu yang buruk telah terjadi? Maaf bukan ingin ikut campur tetapi tampaknya sesuatu yang pelik telah terjadi.” Ucap Jung Soo dengan sopan.

Ji Won menolehkan kepalanya dan menatap Jung Soo dengan lembut. Ini pria yang membuat hati Hyu Won berbunga-bunga. Dia ingat dengan percakapan ringannya dengan Hyu Won di dapurnya dulu. Pria ini yang Hyu Won anggap sebagai sosok berharga dalam hidupnya. Dia beberapa kali melihat Jung Soo tetapi tak pernah benar-benar berbicara. Mereka hanya bertemu saat pria itu datang menjenguk Hyu Won.

Yeobbo…” ucap Ji Won lalu menatap suaminya seolah meminta persetujuan.

“Ya.” Balas Jae Ho sambil menganggukan kepalanya.

“Jung Soo-ssi, ada yang ingin kami sampaikan padamu.” Ucap Ji Won.

Jung Soo menatap Kyu Hyun meminta penjelasan. Dia meyakini pria itu tahu dengan maksud permintaan Ji Won. Kyu Hyun menatap kedua orang tuanya sejenak lalu mengalihkan tatapannya pada Jung Soo.

“Ada sesuatu berkaitan dengan Hyu Won yang harus kau ketahui.” Ucap Kyu Hyun.

****

04.00 PM

Kyu Hyun menyesap kopinya pelan-pelan. Entah mengapa kopi yang ia sesap rasanya berkali-kali lebih nikmat dari biasanya. Beban di hatinya perlahan mulai berkurang. Sejak Hyu Won sadar siang tadi Kyu Hyun belum berbicara dengan gadis itu dengan benar. Ketika kembali dari pembicaraan serius antara keluarganya dan Jung Soo, Hyu Won sudah terlelap. Pria itu mengusap tengkuknya lalu merebahkan kepalanya pada sandaran sofa.

CEKLEK

Ji Won dan Jae Ho berjalan masuk ke dalam ruangan. Wanita itu membawa seplastik makanan untuk Kyu Hyun. Pria itu belum makan sejak siang. Ji Won menatap Kyu Hyun dengan khawatir. Putranya itu pasti sangat lelah. Terlalu banyak hal-hal yang harus ia urus.

“Makanlah…” ucap Ji Won sambil menyerahkan plastik putih berisi makanan untuk Kyu Hyun.

Gomawo, eomma.” Ucap Kyu Hyun.

Ji Won dan Jae Ho berjalan menuju ranjang Hyu Won. Wanita itu menatap Hyu Won dalam-dalam. Air matanya tiba-tiba menyeruak tak bisa ia bendung. Tangannya bergerak membekap mulutnya menahan isak tangisnya. Jae Ho memeluk istrinya itu dan tak kuasa menahan tangis juga.

“Putriku…” ucap Ji Won pelan nyaris berbisik.

Jae Ho mendekap istrinya erat-erat seolah menjadikan wanita itu sebagai tumpuannya. Perasaannya bercampur aduk mendapati fakta mencengangkan siang tadi. Hasil tes DNA Hyu Won keluar beberapa menit sebelum gadis itu sadar. Di sana tertulis 99.9 % Hyu Won adalah putrinya. Apa yang ia yakini selama ini benar adanya, gadis itu adalah putri kandungnya yang hilang puluhan tahun lalu. Ji Hyun kecilnya ada di hadapannya saat ini.

“Ngghh…” lenguh Hyu Won.

Ji Won dengan cepat mengusap air matanya dan menormalkan ekspresi wajahnya. Jae Ho pun melakukan hal serupa. Kyu Hyun meletakan makanannya lalu berjalan menuju ranjang Hyu Won. Pria itu menunggu Hyu Won membuka matanya dengan sabar.

“Hai.” Sapa Kyu Hyun saat Hyu Won membuka mata sepenuhnya.

“…” Hyu Won hanya tersenyum menatap Kyu Hyun. Gadis itu mengalihkan tatapannya pada Ji Won.

“Hallo, sayang.” Ucap Ji Won berusaha bersikap santai. Tangan lembutnya bergerak mengusap kepala Hyu Won. Ingin rasanya ia memeluk gadis itu tetapi dia menahan diri, apa yang akan Hyu Won pikirkan nanti. Mereka sudah sepakat untuk tidak memberitahukan Hyu Won fakta ini dalam waktu dekat. Mereka akan menunggu hingga keadaan gadis itu pulih dan stabil.

“Nyonya masih berada di sini?” tanya Hyu Won reflek.

“Kau tak ingin aku dan suamiku di sini?” tanya Ji Won dengan nada yang dibuat-buat.

“Bukan… bukan begit– Akh!” Hyu Won meringis saat dirasakan wajahnya terasa ngilu.

“Tidak apa-apa. Eommaku hanya bercanda.” Ucap Kyu Hyun berusaha menenangkan Hyu Won.

“Bukan begitu, nyonya. Aku hanya terkejut nyonya masih di sini.” Ucap Hyu Won pelan-pelan dengan raut meminta maaf. Dia harus mulai mengingat kondisinya mulai sekarang, sedikit pergerakan saja membuat tubuhnya nyeri di mana-mana.

Ji Won menatap Hyu Won dengan sedih. Kalau dia bisa, ingin rasanya ia menggantikan Hyu Won untuk menanggung semua luka di sekujur tubuh gadis itu.

“Aku harus memastikan keadaanmu baik-baik saja sehingga aku tak perlu mencemaskan keadaan putraku.” Ucap Ji Won dengan lembut.

Hyu Won menganggukan kepalanya paham. Tentu saja wanita itu masih berada di sini. Seperti apa yang dikatakan Jung Soo tadi siang, Kyu Hyun belum pulang sejak ia dirawat. Sudah pasti orang tuanya mencemaskan keadaan pria itu.

“Maaf membuat Tuan dan Nyonya cemas.” Ucap Hyu Won.

“Maka dari itu cepatlah sembuh supaya kita semua bisa pulang ke rumah.” Ucap Jae Ho dengan senyum lembut. Perasaan Hyu Won menghangat mendengar ucapan Jae Ho. Dia seperti berada di tengah-tengah sebuah keluarga yang sangat menyayanginya.

Tok… Tok… Tok…

Semua mata memandang ke arah pintu kamar perawatan Hyu Won. Seorang wanita masuk membawa troli makanan.

“Perkenalkan aku Kim Ah Na dari bagian Gizi. Aku membawa makan malam untuk nona Hyu Won.” Ucap wanita itu dengan ramah.

“Terima kasih Ah Na-ssi,” ucap Ji Won lalu berjalan dan mengambil makanan untuk Hyu Won.

“Selamat menikmati.” Ucap wanita itu lalu berjalan keluar.

Hyu Won menatap nampan yang Ji Won bawa dengan berbinar-binar. Dia merasa sangat lapar. Tatapan berbinar-binarnya tak luput dari pandangan Kyu Hyun. Pria itu tersenyum simpul melihat reaksi Hyu Won.

“Appa, akan menaikan tempat tidurmu. Ayo, aku bantu kau duduk.” Ucap Kyu Hyun.

Kyu Hyun berdiri di samping ranjang Hyu Won dan bersiap membantu gadis itu duduk. Jae Ho mengambil remot kasur lalu memencet tombol UP sehingga tempat tidur Hyu Won naik perlahan. Kyu Hyun meraih bahu gadis itu lalu membantu gadis itu untuk duduk.

Chankkaman…” ucap Hyu Won pelan. Gadis itu meringis menahan ngilu di tubuhnya, rasanya tulangnya seperti di remas-remas dengan kasar.

“Di mana yang sakit?” tanya Kyu Hyun.

“Rasanya semua tulangku seperti akan remuk sebentar lagi.” Ucap Hyu Won terengah-engah menahan nyeri.

Gigi Kyu Hyun bergemelutukan menahan emosi melihat Hyu Won tersiksa seperti ini. Dia akan membuat hukuman tambahan untuk Min Seo. Pria itu akan menanggung semuanya. Ji Won menekan emosinya mati-matian, dia tak boleh menangis atau dia akan membuat Hyu Won bingung. Jae Ho menatap putrinya itu dengan prihatin. Sama seperti Kyu Hyun, Jae Ho pun menyusun banyak tuntutan di dalam hatinya.

“Lagi?” tanya Kyu Hyun.

“Sudah, begini saja. Aku tak sanggup duduk.” Ucap Hyu Won pelan. Jae Ho kembali menaikan ranjang Hyu Won hingga posisi Fowler sehingga tubuh gadis itu tegak seperti duduk.

Ji Won meletakan nampan berisi makanan Hyu Won pada meja geser. Ia menarik meja itu dan mulai mengatur ketinggian meja. Setelah dirasa pas, ia mendekatkan meja tersebut pada Hyu Won.

“Kau ingin aku menyuapimu?” tanya Ji Won antusias.

“Tidak, tidak perlu nyonya. Aku bisa makan sendiri.” Ucap Hyu Won menolak dengan sopan. Wajah Ji Won berubah kecewa tetapi secepat cahaya, ia mengubah kembali ekspresi wajahnya.

“Baiklah. Mari kita lihat apa makan malammu!” ucap Ji Won dengan semangat. Wanita itu membuka penutup makanan dan aroma wangi dan gurih menguar begitu saja di dalam ruangan.

Ommo! Ini sup ayam.” Ucap Hyu Won dengan senang.

Kyu Hyun, Jae Ho, dan Ji Won tersenyum senang melihat wajah berseri-seri Hyu Won. Ji Won sudah berpesan pada pihak rumah sakit untuk memberikan sup ayam sebagai makanan pertama yang akan Hyu Won santap. Lagi pula pencernaan gadis itu juga belum boleh diisi dengan yang berat-berat. Maka sup ayam adalah pilihan yang tepat.

“Makanlah. Pelan-pelan…” ucap Kyu Hyun.

****

11.00 PM

Kyu Hyun baru saja akan memejamkan matanya saat ia mendengar suara Hyu Won yang terdengar begitu ketakutan. Pria itu lantas berdiri dan menatap Hyu Won dari dekat. Gurat-gurat penuh penderitaan terlihat di wajah gadis itu.

Andwae… andwae….”

“Bangun Hyu Won!” panggil Kyu Hyun membangunkan Hyu Won.

Hyu Won terbangun dari tidurnya, napasnya terengah-engah. Tubuhnya berkeringat dingin. Tangannya bergerak mengelap peluh di dahinya. Ia baru saja bermimpi buruk. Dalam mimpi ia melihat Min Seo mengejarnya lalu mendorongnya dengan kasar hingga ia terjatuh pada dinginnya lantai gudang. Pria itu bahkan menyiksanya lebih parah dari apa yang pernah ia rasakan. Ia bahkan bisa merasakan perasaan ngeri dan rasa sakit yang sangat menyiksa di tubuhnya. Hyu Won memejamkan matanya berusaha mengenyahkan mimpi buruknya.

Aku masih hidup? Bisik Hyu Won dalam hati.

Hyu Won membuka matanya dan seketika perasaan sedih dan ngeri melingkupi hatinya. Ia teringkat kembali dengan peristiwa yang telah menimpanya. Dia menatap langit-langit dengan pandangan menerawang. Dia pikir dia akan terbangun di suatu tempat yang lebih baik lagi. Kenapa Tuhan membiarkannya bangun bukan di tempat yang ia inginkan? Hyu Won meringis pelan tak bersuara. Dia tahu seharusnya dia bersyukur karena Tuhan masih membiarkannya hidup, tetapi hatinya berharap dia tak pernah terbangun. Apalagi dengan keadaan seperti ini. Ia akan mengulang hari-hari buruk seperti dulu lagi. Mengapa Tuhan masih memberikannya kehidupan? Apakah Tuhan ingin melihatnya tersiksa lagi atau Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang indah untuknya?

“Hei…” suara Kyu Hyun membuat Hyu Won terkejut.

Ya Tuhan! Maafkan aku, seharusnya aku bersyukur kau masih memberikanku kehidupan. Ucap Hyu Won penuh penyesalan di dalam hati.

“Kau bermimpi buruk.” Ucap Kyu Hyun.

Kyu Hyun menatap Hyu Won dengan pandangan yang sulit diartikan. Dia menangkap tatapan sedih di mata gadis itu. Masih ada sisa-sisa ketakutan di wajah gadis itu. Keringat gadis itu bahkan membuat bajunya basah.

“Hyu Won-ah?” panggil Kyu Hyun pelan. Tangannya bergerak mengusap peluh di dahi gadis itu. Anak rambutnya menempel di mana-mana.

“Maaf membangunkanmu.” Ucap Hyu Won penuh penyesalan. Dia tahu dia akan kembali pada siklus ini. Dulu saat Jung Soo menolongnya, mimpi buruk selalu datang menghampirinya. Hyu Won selalu membangunkan Jung Soo dan Donghae, sekarang semua terulang lagi.

“Aku belum tidur.” Ucap Kyu Hyun. Dia berbodong tentu saja, dia baru saja akan terlelap saat ia mendengar Hyu Won mengigau.

Hyu Won menumpukan tangan kanannya menutupi wajahnya. Air mata mengalir dari sudut matanya begitu saja. Gadis itu menangis dalam diam. Kyu Hyun menatap Hyu Won dengan sedih. Tangannya bergerak lembut mneyingkirkan tangan gadis itu dari wajahnya.

“Ssst~ buka matamu, Hyu Won-ah.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won membuka matanya dan manik matanya mendapati tatapan teduh Kyu Hyun kini tengah menatapnya. Pria itu menatapnya dengan dalam. Ada semacam bujukan menenangkan di sana.

“Kau tidak sendiri.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku rusak.” Ucap Hyu Won masih menatap mata teduh Kyu Hyun. Air matanya masih mengalir, bahkan semakin deras. Kyu Hyun akan melihat bagaimana rusaknya Hyu Won setelah ini. Pria itu tak mengenalnya dengan baik.

“Jangan memintaku meninggalkanmu.” Ucap Kyu Hyun seolah mengerti dengan jalan pikiran gadis itu.

Hyu Won hanya diam tak membalas ucapan Kyu Hyun. Sejujurnya ia pun tak sanggup meminta pria itu meninggalkannya. Dia akan mati perlahan bila harus melalui semuanya tanpa pria itu. Dia hanya tak sanggup melihat Kyu Hyun tersiksa menghadapi dirinya suatu saat nanti. Kyu Hyun tak mengenal Hyu Won seperti Jung Soo dan Donghae. Yang ada di dalam kepala pria itu adalah Hyu Wonnya yang dulu.

“Ingin jalan-jalan?” tawar Kyu Hyun dengan tatapan membujuk.

Hyu Won memiringkan kepalanya mencoba mencerna ucapan pria itu. Bagaimana caranya? Hyu Won menurunkan pandangannya mencoba menilik tubuhnya. Dia bersyukur karena perawat sudah melepas kateternya tadi sore. Sejujurnya ia merasa tak nyaman dengan alat bantu berkemih itu. Sekarang hanya infus yang masih menempel di tangan kirinya.

“Diammu adalah jawaban.” Ucap Kyu Hyun dengan nada jenaka.

Kyu Hyun lalu mematikan aliran cairan pada selang infus Hyu Won. Ia lantas melepaskan botol infus dari tiangnya dan meletakannya di atas perut gadis itu pelan-pelan. Dia tak lupa dengan lebam keunguan di sekitar perut gadis itu.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Hyu Won bingung. Belum sempat kebingungannya terjawab, Kyu Hyun sudah lebih dulu membungkukan tubuhnya lalu meletakan tangan kirinya dengan hati-hati di belakang tengkuk Hyu Won sedangkan tangan kanannya bergerak perlahan menyusup di bawah paha gadis itu.

“Kau mungkin ingin melihat kota Seoul di malam hari. Kau belum lihat citylight dari halaman kamarmu, Hyu Won-ah.” Ucap Kyu Hyun.

“Tubuhku lengket!” teriak Hyu Won mencoba mencegah Kyu Hyun menggendongnya tetapi pria itu sudah lebih dulu menggendongnya ala bridal. Senyum jenaka di bibir pria itu membuat Hyu Won terhibur.

“Maka kita akan menempel erat.” Bisik Kyu Hyun dengan senyum di bibirnya.

“Kau ini…” ucap Hyu Won tersipu.

“Kau ringan sekali.” Ucap Kyu Hyun berubah muram.

“Syukurlah…” balas Hyu Won dengan senyum di bibirnya, Kyu Hyun tak suka dengan jawaban gadis itu.

“Ingatkan aku untuk membuatmu menjadi gemuk.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku akan menjadi besar dan berat.” Ucap Hyu Won tak suka.

“Lingkarkan tanganmu, Kang Hyu Won.” Ucap Kyu Hyun lalu dengan cepat berjalan menuju pintu kaca yang berhadapan langsung dengan rooftop. Kakinya bergerak gesit mendorong pintu hingga terbuka.

“Cepat lingkarkan tanganmu!” kesal Kyu Hyun.

“Baik!” Hyu Won menuruti ucapan Kyu Hyun tanpa membantah, tangannya melingkar di leher pria itu, kepalanya ia tempelkan pada dada kiri pria itu. Senyum seketika menguar dari bibir gadis itu. Kapan terakhir kali dia merasakan perasaan nyaman seperti ini? Ternyata berada dekat dengan Kyu Hyun membuatnya begitu nyaman.

“Kau benar-benar ringan, aku seperti menggendong Hyu Won kecilku.” Ucap Kyu Hyun dengan miris. Hyu Won tak menanggapi ucapan Kyu Hyun, dia hanya ingin menikmati dekapan pria itu.

“Apa kau tidak pegal?” tanya Hyu Won masih dengan mata terpejam.

“Tidak sama sekali.” Ucap Kyu Hyun dengan riang.

Kyu Hyun membawa Hyu Won pada tepi rooftop. Ia menundukan kepalanya dan mendapati Hyu Won memejamkan mata. Tapi Kyu Hyun tahu gadis itu belum tidur.

“Buka matamu…” bisik Kyu Hyun tepat di telinga gadis itu.

Hyu Won membuka matanya dan menolehkan kepalanya pada hamparan lampu kota yang menghiasi kota Seoul. Senyumnya merekah seketika. Ini indah sekali. Ia menolehkan kepalanya dan menatap wajah tegas Kyu Hyun. Oh betapa dia merindukan pria ini.

“Udaranya sejuk.” Ucap Hyu Won lalu kembali menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Kyu Hyun. Matanya kembali terpejam mencoba meraih perasaan nyaman seperti tadi. Tak sampai beberapa detik, dia kembali menemukannya.

Kyu Hyun menundukan kepalanya dan menatap Hyu Won dengan dalam. Bibirnya tersenyum simpul saat melihat Hyu Won memejamkan matanya. Kali ini gadis itu benar-benar terlelap.

“Tidurlah…” ucap Kyu Hyun lalu melayangkan satu kecupan lembut di puncak kepala gadis itu.

****

A Morning

Hyu Won duduk dengan senyum sumringah di atas ranjangnya. Ia merasa segar luar biasa. Tadi saat bangun tidur, mendadak dia sangat ingin mandi dan mengeramasi rambutnya, yang tentu saja mendapat penolakan keras dari Kyu Hyun. Keduanya beradu argument hingga akhirnya Kyu Hyun mengalah dan membiarkan perawat memandikan gadis itu. Awalnya gadis itu bahkan ingin mandi sendiri tetapi Kyu Hyun tak mengizinkannya, bisa saja gadis itu tergelincir dan membuat tulang rusuknya yang sudah lebam menjadi patah.

Hyu Won bersenandung sambil mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah. Kyu Hyun duduk di sofa sambil membaca Koran, sesekali ia melirik ke arah gadis itu dan senyum juga tak pernah lepas dari bibir tebal pria itu. Dia senang melihat Hyu Won tersenyum sumringah seperti itu. Kyu Hyun beberapa kali berdecak mengejek tingkah ceria Hyu Won.

“Kau sangat bahagia hanya karena sudah mandi?” tanya Kyu Hyun berusaha menjaga nada suaranya agar tak menyindir gadis itu.

“Jangan merusak kebahagiaanku. Badanku rasanya lengket luar biasa karena sudah tak mandi berhari-hari. Lagi pula aku tak terjatuh di lantai kamar mandi seperti apa yang kau cemaskan. Perawat Ma menjagaku dengan baik.” Balas Hyu Won tak mau kalah.

“Besok kau akan mandi dengan eomma-ku.” Ucap Kyu Hyun.

Shirreo!” balas Hyu Won cepat.

Waeyo?” tanya Kyu Hyun.

“Tidak apa-apa. Aku tidak mau.” Balas Hyu Won.

Sejujurnya Hyu Won merasa tak enak harus “dimandikan” oleh ibu pria itu. Dia mengenal ibu pria itu, dia tak tahu apa yang akan Ji Won pikirkan setelah melihat tubuhnya nanti. Dia tak mau nantinya muncul pertanyaan-pertanyaan mengintimidasi dari ibu pria itu setelah melihat banyak bekas luka di tubuhnya.

Eomma tidak akan memaksa kalau kau tak mau bercerita tentang bekas luka di tubuhmu.” Ucap Kyu Hyun berubah serius. Dia mengerti dengan keengganan gadis itu.

Hyu Won menatap Kyu Hyun dengan dingin. Hal seperti ini yang paling ia tak sukai. Pria itu tahu tentang dirinya. Dia tahu Kyu Hyun juga mungkin menyimpan banyak pertanyaan dalam benaknya, Kyu Hyun pernah melihat luka di tubuhnya sekali dan pria itu juga pernah bertanya. Hyu Won akan menceritakan semuanya pada Kyu Hyun tetapi tidak sekarang, atau dia bahkan berpikir untuk tak memberitahukan apa-apa kepada pria itu. Biarkan dia saja yang menyimpan rapat-rapat kisah kelam hidupnya.

“Dan apakah kau akan bersikap seperti eomma-mu bila aku tak ingin bercerita?” tanya Hyu Won dingin.

Kyu Hyun menutup korannya lalu menatap Hyu Won dalam, tatapannya menghunus tepat ke manik mata gadis itu. Dia sedang berusaha menyelami gadis itu. Bertahun-tahun ia melewati semua hal dengan gadis itu. Dulu tak pernah ada rahasia di antara mereka, tetapi sekarang semuanya mungkin tak akan pernah sama seperti dulu.

“Aku percaya bahwa kau dan aku akan selalu dan masih ingin membagi apapun yang kita miliki.” Ucap Kyu Hyun tenang tetapi mampu membuat Hyu Won bergidik mendengar ucapannya.

Hyu Won mengalihkan tatapannya, dia tahu Kyu Hyun benar maka dari itu dia berusaha menghindari tatapan pria itu. Kyu Hyun membuatnya selalu memiliki harapan sejak kejadian di gedung. Pria itu datang saat ia benar-benat butuh pertolongan. Seharusnya pria itu melakukan hal yang sama dulu sehingga mereka tak perlu ada di situasi yang buruk.

Tok…Tok… Tok…

CEKLEK

Situasi tegang antara Kyu Hyun dan Hyu Won perlahan luntur saat sosok yang sudah tak asing lagi muncul dari celah pintu yang terbuka.

“Jung Soo oppa?” ucap Hyu Won dengan senang.

“Hai, kau tampak cantik pagi ini.” Goda Jung Soo dan membuat Hyu Won tersipu.

“Kau membawa bunga dari tokoku, kan?” tebak Hyu Won saat ia melihat sebuket bunga di tangan Jung Soo.

“Iya…” balas Jung Soo sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Jung Soo memiliki anggapan yang bisa dikatakan sedikit aneh sejak gadis itu tak sadarkan diri. Dia beranggapan bahwa bila ia terus membawa bunga dari toko gadis itu, keadaan Hyu Won akan membaik karena dia mungkin akan merindukan toko bungannya sehingga ia memiliki motivasi yang kuat untuk pulih. Jung Soo tahu Hyu Won sangat mencintai toko Bunga dan semua bunga di dalamnya.

Gomawo…” ucap Hyu Won dengan lembut.

“Mereka semua sudah rindu disentuh oleh tangan emasmu.” Canda Jung Soo lalu berjalan menuju ranjang Hyu Won dan menyerahkan bunga di tangannya kepada gadis itu.

“Aku juga sangat merindukan mereka.” Ucap Hyu Won.

Kyu Hyun yang melihat interaksi antara Hyu Won dan Jung Soo merasa perlu memberi mereka privasi. Seolah sudah ada alarm tersendiri di antara Kyu Hyun dan Jung Soo bila salah satu dari mereka sedang bersama dengan Hyu Won, yang lain pasti akan memberikan waktu tanpa harus diminta.

“Aku akan keluar sebentar, ada beberapa hal yang harus kuurus. Ada sesuatu yang ingin kalian titip?” tanya Kyu Hyun menyela obrolan Hyu Won dan Jung Soo.

“Tidak ada, terimakasih.” Ucap Jung Soo.

“Aku ingin sesuatu yang pedas dan dingin.” Ucap Hyu Won dengan wajah sumringah.

Kyu Hyun memicingkan matanya tak suka dengan permintaan gadis itu. Dia tahu gadis itu tak memiliki masalah pencernaan dengan susuatu yang pedas tetapi kondisi gadis itu belum pulih benar.

“Ada lagi?” tanya Kyu Hyun.

Kembali dengan cepat. Ucap Hyu Won dalam hati.

“Hmm?”

“Tidak,” geleng Hyu Won.

Kyu Hyun berdiri dari sofa lalu berjalan menuju pintu keluar, sebelum keluar dia melirik Hyu Won dan Jung Soo. Sejujurnya dia tak ingin meninggalkan Hyu Won dan Jung Soo tetapi dia tak bisa bersikap egois.

“Aku pergi.” Ucap Kyu Hyun lalu keluar dari kamar Hyu Won.

Sepeninggalan Kyu Hyun, Jung Soo dan Hyu Won kembali berbincang. Jung Soo melaporkan aktivitas di toko bunga Hyu Won dan menceritakan bagaimana usahanya dan Donghae mulai stabil. Hyu Won beberapa kali bertanya mengenai kebun bunganya dan kabar karyawan di toko bunganya. Tampak sekali gadis itu begitu rindu dengan toko bunganya.

“Apa kau bosan?” tanya Jung Soo.

“Ya, sejujurnya aku sedikit bosan berada di sini.” Balas Hyu Won. Kepalanya menengok ke arah rooftop kamarnya. Selintas bayangan semalam Kyu Hyun menggendongnya muncul di dalam kepalanya. Dia tak ingat apa-apa lagi setelah semalam Kyu Hyun mengajaknya melihat citylight, dia bahkan terbangun di pagi hari tanpa ingat bagaimana pria itu membawanya ke dalam kamar lagi.

“Ingin jalan-jalan di sekitar rumah sakit? Di bawah ada taman.” Ucap Jung Soo.

“Bagaimana kalu kita ke halaman kamarku saja? Aku ingin lihat kota Seoul.” Ucap Hyu Won. Mendadak dia ingin mengulang kembali apa yang ia lakukan semalam dengan Kyu Hyun walaupun dia tahu bahwa semua akan tampak berbeda dengan Jung Soo.

“Boleh juga. Aku akan menggendongmu.” Ucap Jung Soo. Hyu Won menganggukan kepalanya.

Jung Soo mematikan aliran selang infus lalu melepaskan botol infus dari tiang dan meletakannya di atas perut Hyu Won. Ia lantas membantu Hyu Won duduk dan memakaikan gadis itu sweater. Pria itu lalu menggendong Hyu Won dengan hati-hati. Ringisan tipis di wajah Hyu Won membuat Jung Soo ikut meringis. Hyu Won bukan dirinya yang tahan banting. Demi Tuhan dia hanya seorang gadis yang tak pantas untuk diperlakukan dengan kasar. Min Seo memang biadab.

Oppa, apa kau sudah sarapan?” tanya Hyu Won.

“Hmm, sebelum ke sini aku sarapan. Rambutmu wangi sekali.” Ucap Jung Soo.

Hyu Won tersenyum lalu ia menatap Jung Soo. “Aku harus bertengkar dengan Kyu Hyun untuk mendapatkan rambut wangi ini.” Ucap Hyu Won dengan cengiran.

Jung Soo menangkap kebahagiaan di wajah gadis itu, senyum gadis itu menular padanya. “Matamu tampak berbinar ketika membicarakannya.” Ucap Jung Soo ringan.

“Benarkah?” tanya Hyu Won dengan pipi merona.

Jung Soo berjalan menuju bangku kayu lalu mulai menurunkan Hyu Won pelan-pelan. “Cha! Mari kita duduk dan menikmati udara Seoul.” Ucap Jung Soo.

Hyu Won duduk dan mulai mengeratkan sweater yang ia kenakan. Ia mengembuskan udara dari mulut dan gumpalan uap keluar dari sana. Matanya berpendar menatap kota Seoul. Pagi dan malam terasa begitu berbeda.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Jung Soo lembut.

Hyu Won membalikan kepalanya dan menatap Jung Soo dalam. Dia tahu itu bukan jenis pertanyaan yang mengarah pada kabar dan suasana hatinya hari ini. Ini pembicaraan yang lebih dalam lagi. Menyangkut dirinya, Kyu Hyun, dan juga pria itu.

“Aku merasa kembali lagi seperti dulu.”

“Saat kau dan dia masih kecil?” tanya Jung Soo.

“Semua bercampur menjadi satu. Dia yang dulu dan yang sekarang.” Ucap Hyu Won.

“Apakah kau bahagia?” tanya Jung Soo.

“Ya, aku senang sekaligus takut dengan semua ini.” Ucap Hyu Won.

“Apa yang kau takutkan?” tanya Jung Soo.

“Bahwa apakah dia bisa menerimaku lagi? Aku bukanlah Hyu Won kecilnya lagi, aku bukan Hyu Won yang dulu.” Ucap Hyu Won pelan.

“Dia tak peduli kau adalah yang dulu atau yang sekarang. Sama sepertimu, dia tak peduli bahwa kau adalah Hyu Won-nya yang dulu atau Hyu Won-nya yang sekarang.” Balas Jung Soo.

“Sejujurnya aku bisa melihat itu, dia begitu ingin menjagaku.” Ucap Hyu Won.

“Ya. Aku merasa dia tak ingin sedetik saja lengah dari dirimu. Dia sangat takut kehilanganmu.” Ucap Jung Soo.

“Takut kehilanganku.” Ucap Hyu Won pelan.

“Kau tidak tahu betapa dia begitu kesetanan saat kau tak sadarkan diri di gudang tempo lalu. Dia seperti kehilangan arah. Dia terus mengatakan tak akan kehilanganmu untuk kedua kalinya. Aku bahkan bisa melihat bagaimana dia begitu kacau sekali. Pria itu sangat mencintaimu, Hyu Won.” Ucap Jung Soo.

“Aku tahu.” Balas Hyu Won. “Aku pun sangat takut saat Min Seo mengancam akan menyakitinya. Kyu Hyun dan Min Seo punya hubungan yang buruk sejak kami sekolah.” Ucap Hyu Won.

“Dan sepertinya aku harus menyadari tempatku sekarang, bukan begitu?” ucap Jung Soo berubah serius.

Hyu Won menolehkan kepalanya cepat dan menatap Jung Soo dengan perasaan bersalah. Sial. Harusnya dia tak melupakan perasaan pria itu. Dia dan Jung Soo masih memiliki hubungan yang belum selesai. Mereka masih sepasang kekasih kalau dia tak lupa.

Oppa–”

“Dengar Hyu Won, aku tak mau kita berada dalam sebuah hubungan yang penuh dengan paksaan. Aku tahu kau memiliki sejarah dengan Kyu Hyun tetapi aku terus berjalan dan memaksakan kehendakku. Aku pikir karena kita sudah bersama cukup lama, kau bisa melupakannya dan perlahan mencintaiku tetapi pada suatu malam aku mendapatimu menangis penuh penderitaan. Aku tahu aku sudah sangat brengsek karena menambah beban di hatimu. Aku akhirnya bisa melihat bagaimana semua ini seharusnya berakhir.” Ucap Jung Soo.

Oppa, maaf karena aku menyakitimu. Aku berusaha menyakiti hatiku tetapi aku tak pernah berpikir bahwa aku pun menyakitimu.” Ucap Hyu Won.

“Kau dan aku mungkin tak bisa saling menatap sebagai pria dan wanita. Aku bisa menatapmu seperti itu tetapi kau menatapku seperti seorang kakak. Sekali lagi seharusnya aku tak memaksakan kehendakku padamu.” Ucap Jung Soo.

“Apakah… apakah oppa masih mencintaiku?” tanya Hyu Won ragu.

“Aku selalu mencintaimu, Hyu Won.” Ucap Jung Soo serius.

Bulir air mata tak bisa Hyu Won tahan lagi. Dia benci dihadapkan pada situasi seperti ini. Dia tak bisa membalas perasaan pria itu tetapi dia juga tak tahu bagaimana mengatasi perasaannya yang sesungguhnya. Apakah dia mencintai Kyu Hyun dan ingin hidup bersama pria itu atau dia ingin menjalani hidupnya seperti semula di mana hanya ada dirinya sendiri.

“Jangan menangis, Hyu Won-ah.” Ucap Jung Soo lalu mengusap air mata gadis itu.

“Aku tidak pantas dicintai olehmu atau pun Kyu Hyun. Kalian berhak mendapatkan yang lebih daripada aku.” Ucap Hyu Won. Dia tahu dia rusak luar dan dalam sehingga kedua lelaki berharga itu tak pantas mendapatkannya.

“Jangan berbicara omong kosong, Kang Hyu Won. Jangan terus memandang rendah dirimu. Aku yakin Kyu Hyun tak akan suka mendengarnya.” Ucap Jung Soo dingin.

“Aku tahu dia tak akan suka mendengarnya.” Balas Hyu Won.

“Apakah kau senang berada di tengah-tengah Kyu Hyun dan keluarganya?” tanya Jung Soo mengubah topik pembicaraan.

“Mereka semua baik. Aku merasa asing dan nyaman secara bersamaan. Aku tidak tahu mengapa keluarga Kyu Hyun sangat baik padaku. Nyonya Uhm memberikan perhatian yang terlalu berlebih padaku, aku merasa seperti bagian dari mereka.” Balas Hyu Won.

Jung Soo menatap Hyu Won dengan sendu. Seandainya gadis itu tahu kenyataan yang sesungguhnya, apakah dia bisa menerima semuanya? Kemarin saat keluarga Kyu Hyun mengatakan kebenaran yang sesungguhnya bahwa Hyu Won adalah putri dari dari Uhm Jae Ho, Jung Soo merasa begitu terkejut. Apakah takdir selalu mempermainkan hidup Hyu Won? Dia bahagia bahwa gadis itu masih memiliki keluarga tetapi dia juga tahu bahwa Hyu Won sejak dulu tidak terlalu memedulikan keberadaan keluarganya, dia tak pernah menceritakan apapun tentang keluarganya. Hyu Won sama seperti dirinya, mereka sudah mengubur dalam-dalam apa yang disebut keluarga.

“Aku ingin setelah kau keluar dari sini, kau tinggal bersama Kyu Hyun.” Ucap Jung Soo.

Waeyo?” tanya Hyu Won tak setuju.

“Kau masih harus dipantau secara berkala. Harus ada orang yang bisa menjaga dan memperhatikan kesehatanmu. Kalau kau tinggal bersama Kyu Hyun, ibunya akan merawatmu tetapi kalau kau tinggal di rumahmu sendiri, tak ada yang memantau kesehatanmu.” Ucap Jung Soo.

Shirreo! Aku tidak mau tinggal bersama Kyu Hyun.” Balas Hyu Won sengit.

“Hanya untuk sementara, Hyu Won-ah. Dokter dan perawat mengatakan bahwa kepalamu terbentur benda tumpul. Menurut hasil pemeriksaan kau tidak apa-apa, tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi penyumbatan. Maka dari itu kau harus terus dipantau. Hanya sementara sampai luka di tubuhmu pulih. Aku akan merasa lebih tenang kalau kau tinggal bersama Kyu Hyun.” Ucap Jung Soo.

Hyu Won terdiam beberapa menit. “Aku akan memikirkannya.” Ucap Hyu Won datar.

Jung Soo benapas lega. Dia berharap rencananya dan Kyu Hyun akan berjalan lancar. Dengan Hyu Won tinggal bersama Kyu Hyun, gadis itu akan diperkenalkan secara perlahan dengan keluarga kandungnya. Kyu Hyun ingin memberitahu Hyu Won degan perlahan. Jung Soo menyutujui rencana pria itu walaupun dia tak menaruh harapan yang besar.

“Hyu Won-ah?”

“Hmm?” balas Hyu Won.

“Kalau aku dan Kyu Hyun berada di tengah rel kereta api dan ada kereta yang akan melintas, siapa yang akan kau pilih untuk diselamatkan?” tanya Jung Soo tiba-tiba.

Hyu Won tercekat mendengar pertanyaan Jung Soo, gadis itu menolehkan kepalanya dan menatap Jung Soo dengan bingung. “Kalian tidak dalam suatu pilihan, oppa.” Ucap Hyu Won dingin.

“Jawab saja.” Paksa Jung Soo.

“Aku akan memilih melompat bersama kalian.” Balas Hyu Won kesal.

Jung Soo tertawa mendengar ucapan gadis itu. Dia cukup terhibur dengan jawaban gadis itu meskipun sejujurnya dia sangat penasaran siapa yang akan Hyu Won selamatkan. Hyu Won cemberut mendengar tawa Jung Soo. Konyol rasanya harus menjawab pertanyaan pria itu. Tetapi diam-diam di dalam hati Hyu Won membuat pilihan terhadap dirinya, kalau Jung Soo dan Kyu Hyun benar-benar berada di tengah rel siapa yan akan ia pilih untuk diselamatkan?

“Hentikan tawamu, oppa. Ini tidak lucu sama sekali.” Ucap Hyu Won.

Jung Soo menghentikan tawanya lalu membalikan tubuhnya dan sepenuhnya menatap Hyu Won. “Tanpa kau jawab aku sudah tahu siapa yang akan kau pilih.” Ucap Jung Soo.

“Siapa?” tanya Hyu Won.

“Kyu Hyun.” Balas Jung Soo.

Hyu Won terdiam. Tidak menyangkal tetapi tidak mengiyakan. Sejujurnya dia juga mempertanyakan hatinya. Apakah dia akan menyelamatkan Kyu Hyun? Hati kecilnya mengatakan iya tetapi pikirannya masih berusaha mencari-cari.

“Diammu adalah jawaban.” Ucap Jung Soo.

“Maaf,” balas Hyu Won pelan. Jung Soo benar, dia akan menyelamatkan Kyu Hyun.

“Tidak apa-apa. Lagi pula itu hanya perumpamaan. Aku tidak mungkin berada di tengah rel bersama pria itu jadi jangan terlalu dipikirkan.” Ucap Jung Soo.

“Kenapa kau berpikir aku akan menyelamatkan Kyu Hyun?” tanya Hyu Won.

“Karena kau rela disakiti oleh Min Seo untuk melindungi dia.” Ucap Jung Soo. Na Mi menceritakan semua kronologis kejadian di dalam gudang tanpa celah sedikit pun. Dari semua pemarapan Na Mi, dia akhirnya tahu bahwa Hyu Won dan Kyu Hyun tak bisa dipisahkan begitu saja.

“Aku selalu menyakitimu.” Ucap Hyu Won dengan kepala tertunduk.

Jung Soo memajukan tubuhnya lalu merengkuh Hyu Won ke dalam pelukannya. Rasanya tak ada beban lagi saat dia memeluk gadis itu. Dia sudah ikhlas akan melepaskan gadis itu. Lagi pula Hyu Won berada di tangan yang tepat bila dia melepaskan gadis itu. Kyu Hyun mampu menjaga Hyu Won dengan segenap kekuatannya.

“Aku melepaskanmu, Hyu Won-ah. Mulai sekarang kita tak punya hubungan apapun selain oppa dan dongsaeng, arratchi?” ucap Jung Soo dengan lembut.

Hyu Won memejamkan matanya dan air matanya mengalir lagi. Dipeluknya tubuh Jung Soo dengan erat. Dia menangis dalam pelukan pria itu. Rasanya dia seperti mendapatkan Jung Soo kembali. Memang tubuh Jung Soo terasa lebih pas ketika dia memeluk pria itu dengan status yang berbeda.

Gomawo, oppa…” isak Hyu Won.

Tanpa Hyu Won dan Jung Soo sadari, dari arah pintu Kyu Hyun berdiri dan menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Pria itu berdiri dengan diam seolah dia adalah patung. Melihat kedekatan antara Jung Soo dan Hyu Won membuat pikiran pria itu terbang ke mana-mana. Dia dilingkupi kesalahpahaman yang konyol. Sungguh siapa pun yang melihat bagaimana interaksi antara Jung Soo dan Hyu Won pasti akan berpikiran sama. Mereka sedang dimabuk asmara.

Kyu Hyun membalikan tubuhnya dan meninggalkan Jung Soo dan Hyu Won. Pria itu berjalan menuju pintu keluar, sebelum keluar dia meraih tas kerjanya lalu berjalan meninggalkan ruang perawatan Hyu Won. Kali ini dia akan mengambil waktu untuk dirinya sendiri dan memutuskan apakah dia akan kembali pada Hyu Won atau tidak. Dia tak bisa bersikap egois dengan memaksakan kehendaknya pada Hyu Won.

TBC

Gimana? Part ini saya dedikasikan untuk orang2 yang percaya ff ini bakal lanjut. Makasih buat yang ngirim email atau pun nanya kapan ff ini lanjut. Jujur itu motivasi buat saya. Terimakasih untuk doa temen2, alhamdulillah saya sudah lulus dan sudah wisuda juga makanya bisa lanjut juga haha.
Maafkan bila menemukan typo, dan kalo kurang greget tahannn guys, nanti lebih greget lagi. Sekarang mau selow dulu buat para cast, cape kemarin deg-degan terus. Thanks all, i love you!!!

 

Advertisements

39 thoughts on “FF: Never Be The Same [Part 8]

  1. Akhirnya dapet notif email lanjutan ff NBTS setelah menunggu sangat lama. Dan puas banget bacanya. Part ini emang nyantai, ga kaya biasanya yg ampe buat nangis. Sayang seskali Jungsoo udah nglepasin Hyuwon, tapi Hyuwon emang kliatan bgt kalau cinta sama Kyu. Ah, kasian Jungsoo.

  2. Akhir’a dilanjut jga, udh nunggu lama bgt..
    Wach kyuhyun salah paham tu, sbner’a kasian jga sama jong soo..tpi mau gmna lagi..
    Moga2 kyuhyun sama hyuwon balikan lagi..
    Kira2 hyuwon baa nerima keluarga kyuhyun gk ya kalau misal’a dia udh tau?
    Ditunggu next chap’a, kalau bisa cepet ya..hehe
    Selamat ya udh lulus and di wisuda..

  3. Kalo emang Kyuhyun masih berpikir lagi setelah denger semua apa yang Hyu Won dan Jung Soo omongin, aku rasa Kyuhyun yang keterlaluan deh. Disitu jelas-jelas Hyu Won udah ngungkapin secara tidak langsung kalo dia masih sayang sama Kyuhyun. Jadi, harusnya Kyuhyun jangan mikir lagi. Tetep perjuangin Hyu Won seperti dulu.

    Well, berharap aja kebahagiaan menghampiri mereka semua.

  4. Akhirnya dilanjut jugaaaaa!!!
    Untung pas hyuwon sadar ga ada gejala apa2. Dia masih inget sama kyuhyun dan malah banyak senyum. Aku juga seneng pada akhirnya jungsoo bisa ngelepas hyuwon. Tapi kenapa disaat jungsoo udah ngelepas hyuwon, kyuhyun malah mau sendiri. Haduuhhhh jangan kyu kasian nanti hyuwon malah ngiranya ditinggalin T.T

  5. udah lama bgt nihhh,,, y ampun jangan sampe kyu salah paham dehhh, kyu aku mohon kmu hrus trus perjuangkan hyu won apalagi sekarang si jungsoo udah nglapin buat kmu… D tunggu lanjutannya

  6. AAAAAAAA, Akhirnya dilanjut ceritanya emang ga seperti part-part sebelumnya yang sampai menguras air mata. Berharap Hyuwon cepat sembuh dari luka fisik dan batinnya, amin. Minseo itu bukan manusia!! berharap Minseo dihukum yang seberat-beratnya!!!!!

    Sedih lihat Jungsoo tapi pingin banget lihat Hyuwon dan Kyuhyun bersama dan hidup bahagia. Kyuhyun jangan salah paham, please Jungsoo sudah ditolak sama Hyuwon. berharap part selanjutnya bisa di publish secepatnya karena makin gak sabar utk tahu kelanjutannya ^^

  7. Ya ampun setelah sekian lamaaaa
    Kangen banget sama ff ini..
    Pliss dech kyu jangan berubah pikiran lagi..
    Ini hyuwon nya udah mau milih kamu masak nanti kamu yg ngelepasin dy..
    Ya ampunnn..
    Penasaran banget apa sih yg terjadi sama hyuwon dulu..
    Kapan flasbacknya?
    Hikzz

  8. Akhirnya publishh stelah penantian yang lama ahahaha :v
    Kyuhyun pilih ajaa Hyuwon, jgn ragu” lagii, pertahanin dia #plakapaancoba T-T
    Selamat thor udh wisuda, cantik banget fotonya kamaren aku liatt 😀
    Mangatt part slnjutnya, fightinggg!!!

  9. pertama2 gomawo eon udh mau lanjutin ff ini^^
    kyuhyun kamu salah paham itu hyun won n jung soo udh putus bukannya dimabuk Asmara ihhhh pengen gue getok kepala mu pikiran nya negatif mulu duhhhhhh smga hyun won bisa nerima keluarga kandung nya

  10. Akhirnyaaaa akhirnyaaa Jungsoo-Hyuwon berakhir juga 😂 /plak jahat ye? Wkwk tapi tapi tapiiiii… kenapa Kyuhyun harus salah paham sih? Aigoo~ ngegemesin banget >< ampe rasanya pengen aku bejek bejek muka Kyu *loh?
    Part ini Kyu-Won moment nya banyak dan manis :3 aku sukaaaak! Next part aku mau ada scene Hyuwon-Nami.. aku Nami minta maaf (lagi) sama Hyuwon dan mereka bisa bersahabat. Terus–moment Jiwon-Hyuwon juga dibanyakiiiinn.. ah, aku suka interaksi mereka berdua 😁

  11. Astaga setelah berbulan-bulan nunggu, akhirnya ff yg d tunggu update jg^^ btw selamat eonni untuk wisudanya!

    Kasihan Leeteuknya, mesti pata hati lagi </3 semoga next part moment kyu-won bisa lebih banyak lg, lebih sweet pastinya dan gak ada kekerasan lg terhadap hyuwon, kasihan hyuwon d sini sangat menderita TT disiksa mulu

  12. Akhirnya dilanjut juga….selamt buat kelulusannya ya galuh…q lihat fotomu di dp bbm kmaren. Ditunggu next partnya

  13. Ahh… Syukur deh, hyuwon bisa selamat walau masih tetap dirumah sakit.
    Ini kyuhyun malah salah paham, padahalkan jungsoo sdh mau melepaskan hyuwoon dgn kyuhyun tpi kyuhyunnya malah langsung main pergi aja dgn pikirannya sendiri.

  14. Alhamdulillah dilanjut. Makasih ya Unnie. Seperti biasa, kisah mereka selalu buat terharu sekaligus bahagia.
    Dan selamat atas kelulusan dan wisuda nya Unnie. Ikut seneng hehee

  15. Long time no see lololong time no see wkwkwkw ah baper akhirnya hyuwoon ga’ tertutup lagi sma kyuhyun yha wlpun pelan2 tp ikut sneng mreka ada prkmbngan 😀 jung soo bijak bnget jdi orang hhh suka2… tp yg akhir itu lhoo hmmm greget moga2 ga’ ada slh phm lgi. Tp slamat yha thor udah di wisuda 😀 dan moga2 ffnya ga’ lma lnjutnya ok fighting 😀

  16. Ya ampun, kenapa disaat hyuwon udah mutusin milih kyuhyun, malah kyuhyun yg pergi… hadeehh, gemes jadinya sama kyuhyun.
    Rinduuu berat sama cerita ini eon. Makasij udah buat lanjutannya. Dan selamat atas wisudanya ^^

  17. akhirnyaaa….
    eonnie update juga, padahal baru beberapa hari yang lalu buka blog ini eh malah sempet bacanya sekarang. congrtzzz buat eonni yang sudah lulus dan wisuda yaa.
    enggak nyangka, akhirnya hyu won sama kyu mau balikan walaupun aku gak tau kapan mereka bakal balikan lagi. buat jung soo oppa please don’t cry because masih ada akuuu disini kyu merenungnya jangan lamalama yaa nanti hyu won kangen (apa lagi aku) oke see you next part yaa eon semangat nulisnyaa semangat

  18. Omg kyu plis jangan salah paham terus mutusin buat pergi ninggalin hyu won. Hyuwon butuh lu banget menurut gw. Hmmmm jungsoo besar hati bgt daaah :’) mau ngereleain hyuwon buat kyu. Emang yak cinta itu nggak harus selalu memiliki. :’). Semoga dapet pengganti yang lebih baik deh 🙂
    Anyway selamat yaa udah lulus 😄😄semoga ilmu yg kamu punya bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Mangaat

  19. ciiieeeee yang udah lulus, selamaaaaaattt 😀 <3<3<3

    nggak apa nunggu updatenya lama, yang penting tetep dilanjut ceritanya ..part ini tetep bikin baper kok, tapi lebih ke happy, nggak kyk sebelumnya yang bawaannya pengen mewek mulu bayangin nasibnya hyuwon ..

    kyuhyun sampe kebawa mimpi kilas balik waktu mereka masih kayak perangko dulu ya ..
    jadi hyuwon bener anaknya ibu angkatnya kyuhyun? kalo hyuwon tau gimana reaksinya ya? marahkah? sedihkah? senengkah? ato malah cuek2 aja?

    hmm itu ceritanya kyuhyun cuma ngeliatin aja tanpa denger pembicaraan hyuwon sama jungsoo ya? yaaahhh kalo dia salah paham trus milih nggak balik lagi ke hyuwon kasian hyuwon dong.. 😥

    mungkin jungsoo bisa dicomblangin aja sama nami #hahahaha minta ditabok sama penulisnya 😀
    ditunggu next part nya ..fighting !!!

  20. Ya ampun chingu heheheheh lama bgt ya hahahah, tp kyu jgn ambil keputusan gt aja donk kasian hyun udah bergantung sama lu lg hadeh!

  21. Setelah skian lama akhirrnya muncul juga ,, kyuhyun salah paham kalo kyuhyun dengar apa yg hyuwon dan jungsoo bicarain reaksi kyuhyun gmn ya ??? Ayolah kyu hyuwon udh mau belajr menerima dirimu kembali … jangan menyerah ,,,

    Next chap ditunggu chingu .

  22. Kenapa Hyu won harus selalu mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari min seo? Nah lho kyu salah paham lagi. Makin rumit masalahnya.

  23. Akhirnya pub juga.. setengah thun.
    Tiap hari bukain lhoo…. sampe lupa gmna cetitanya. Udah smpe tengah baru nget.. hehhe
    Selamat untuk wisudanya..
    Ditunggu lanjutannya kisah mereka.. jangan terlalu lama ya. Hehehe

  24. astaga astaga keren gila…haaa. bikin mewek kyuhyun perhatian banget sma hyuwon ..jungsoo oppa dewasa bnget suka cara author nunjukin sifatnya..
    sekalian bikin ff yang partnya panjang biar aku dag dig dug hehe
    ngarep

    gak nyeselah intinya nunggu lama …

  25. akirnyaaa ini ada lanjutannya. Sebelumnya chukkaee ya galuh udah wisudaa. Semoga gw jg cepet nyusul. Aaaa jadi baper wisuda gini gw. Hahaa
    Gw suka alur ceritanya.aseli. yaa semoga sih si kyu salah pahamnya gak lama yaa. Kalo gak bisa2 gk abis2 ini cerita kayak sinetron tukang bubur naik haji yang tukang buburnya aja udh gak ada. random bgtt ya gw 😀
    Pokoknya gw sukaa bgt ini cerita. next part jangan lama2 ya galuhh

  26. Ya Allah ini cerita paling ditunggu bangettttttt
    Akhirnya dilanjut lagi
    Yahhh jangan meragu lagi dong kyu,ntar kmau nyesel lagi klao kayak gitu
    Hyu won udha berusaha membuka dirinya kembali dan jung soo mengalah demi kebahagiaan bersama
    Please jangan sad melulu hyu won butuh kebagiaan,tapi kalo dia tahu soal kedua orang tua kandungnya bakal jadi masalah baru juga ya

  27. terbukti Ji Won adalah ibu kandung hyuwon pasti jadi dilema lagi nantinya walau akhirnya yakin hyuwon pasti bahagia meski mungkin awalnya bingung bahkan mungkin bisa jadi marah dan menolak kenyataan itu..btw kalau sudah begini Jungsoo harus rela mengalah sepertinya karena ia pun tau bagaimana kyuhyun sebegitunya pada hyuwon sampe rela memindahkan hidupnya di rumah sakit 🙂

  28. Syukurlh hyunwon kondisi ny udh mulai mbaik. Bhrap stlh ini hubngn mrk smua jg ttp baik y. Salut liat ktulusan ny jungsoo yg brusha brlapang dada nglepasin hyunwon unk kyu.

  29. Lhaa,, sekarang kyuhyun pula yg salah paham,, kebiasaan banget deh ambil kesimpulan dengan apa yg dilihat, bukan apa yg didengar .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s