FF: Never Be The Same [Part 9]


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Assalamualaikum! Hallo semua. Siap-siap detik-detik masa lalu mulai kebuka haha. Happy reading!

 

Author (Owner) : gluu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Drama, Romance

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Kang Hyu Won (OC)

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Park Jung Soo a.k.a Lee Teuk of Super Junior

Hyu Won berdiri dan menatap Min Seo dengan tajam. Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada lalu melemparkan tatapan bencinya pada Min Seo. Min Seo balik melemparkan tatapan tajamnya pada Hyu Won.

“Minggir!” ucap Hyu Won mulai kesal karena sejak tadi Min Seo tak menyingkir dari hadapannya.

“Kalau aku tidak mau, kau mau apa?” tantang Min Seo.

“Min Seo sunbae, kau ini kenapa suka sekali menggangguku?” tanya Hyu Won kesal.

“Aku tidak mengganggumu.” Ucap Min Seo.

“Aku katakan sekali lagi, aku tidak suka pada sunbae! Aku hanya suka pada Kyu Hyun oppa.” Ucap Hyu Won datar.

Min Seo menggeram tertahan mendengar gadis di hadapannya membicarakan Kyu Hyun. Lagi-lagi pria itu, Min Seo sangat membenci Cho Kyu Hyun.

“Apa bagusnya dia?” tanya Min Seo dengan nada menghina.

“Bagusnya dia adalah, dia bukan dirimu!” ujar Hyu Won.

“KAU–”

“Kang Hyu Won! Kau mau pulang atau tidak?”

Hyu Won memiringkan kepalanya dan menatap sosok yang berbicara dari lorong sekolah. Cho Kyu Hyun sedang berdiri menunggunya, pria itu menatap ke arahnya dan Min Seo dengan datar. Walaupun begitu, Hyu Won tahu pria itu menatap mereka dengan tidak suka. Timbul rasa senang dalam hati gadis itu.

“Minggir kau!” sentak Hyu Won lalu mendorong Min Seo ke samping. Dia lantas dengan cepat berjalan menuju Kyu Hyun.

Kyu Hyun yang melihat Hyu Won berjalan ke arahnya, segera membalikan tubuhnya dan berjalan meninggalkan gadis itu. Dia tahu Hyu Won akan mengikutinya. Hyu Won selalu mengekor padanya sejak mereka masih kecil. Bahkan sekarang saat gadis itu sudah memasuki bangku Sekolah Menengah Atas, dia masih setia mengekori Kyu Hyun ke mana-mana.

“Oppa!” panggil Hyu Won yang kewalahan menyamai langkahnya dengan langkah Kyu Hyun. Ingatkan dia untuk mencibir kaki panjang pria itu.

“Oppa!”

“Berisik, Kang Hyu Won!” sentak Kyu Hyun kesal tapi masih dengan wajah datar.

Hyu Won mencondongkan wajahnya ke samping lalu menilik wajah Kyu Hyun. Pria itu tampaknya sedang marah, dan Hyu Won tahu apa penyebabnya. Apa lagi kalau bukan karena Min Seo. Kyu Hyun tidak suka Hyu Won berdekatan dengan Min Seo.

“Dia yang duluan mencegatku di depan kelas. Aku sudah mau pergi tapi dia menahanku.” Ucap Hyu Won memberikan penjelasan.

Kyu Hyun menghentikan langkahnya lalu membalikan tubuhnya sehingga kini dia berhadapan dengan Hyu Won. Ditatapnya gadis itu dengan matanya menyipit. “Apa yang kau bicarakan?” tanyanya dingin.

Hyu Won mengulum senyumnya, senang dengan ekspresi Cho Kyu Hyun. Dia akan menganggap pria itu sedang merajuk karena cemburu. “Ayolah, aku tahu mengapa kau jadi ketus padaku. Kau tidak suka kan aku dekat-dekat dengan Min Seo.” Ucap Hyu Won dengan senyum jahil di bibirnya.

“Kau terlalu besar kepala, Kang Hyu Won,” ucap Kyu Hyun sinis.

“Ayolah, kau cemburu kan padaku dan Min Seo?” tanya Hyu Won lagi masih dengan senyum jahil di bibirnya.

Kyu Hyun mendengus mendengar ucapan gadis itu. “Tch~ mimpi saja kau aku cemburu padamu.” Ucap Kyu Hyun.

“Lalu kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Hyu Won.

“Wajahku memang seperti ini.” Ucap Kyu Hyun lalu kembali berjalan meninggalkan Hyu Won. Dia terus berjalan sampai dirasakan tak ada langkah kaki yang mengikutinya. Kyu Hyun melirik melalui ekor matanya dan dia tak mendapati Hyu Won di sampingnya.

“Oppa, kau salah paham!” ucap Hyu Won keras nyaris memenuhi lorong sekolah.

Kyu Hyun melambaikan tangannya tanda bahwa dia tak setuju dengan ucapan gadis itu. Dia terus berjalan. Dia tak merasa cemas sama sekali saat Hyu Won tak berjalan di sampingnya karena dia tahu gadis itu akan menyusulnya sebentar lagi.

Tap Tap Tap

“Kau salah paham…” ucap Hyu Won dengan napas tersenggal-senggal.

Kyu Hyun merasa iba mendengar napas tersenggal gadis itu tetapi dia tak berhenti berjalan. Dia hanya mengurangi langkah panjangnya. Diliriknya Hyu Won melalui ekor matanya.

“Aku katakan sekali lagi, kau salah paham, oppa!” ucap Hyu Won.

Kyu Hyun mendelik kesal lalu memilih untuk mengalah. “Ya.” Balasnya datar, memilih mengalah agar gadis itu tak lagi keras kepala.

Hyu Won tersenyum senang. Dengan cepat dia melingkarkan tangannya pada lengan pria itu. Dipeluknya Kyu Hyun dengan erat.

“Kau tidak boleh terus salah paham denganku.” Ucap Hyu Won.

“Aku bukannya salah paham denganmu. Aku hanya tidak suka kau bertemu dengan pria itu. Kau tahu pria seperti apa Min Seo itu.” Ucap Kyu Hyun.

“Ya… ya, aku mengerti.” Balas Hyu Won asal sambil masih bergelayutan di lengan pria itu –dia sudah bosan dengan topik tentang Min Seo.

“Kau terus-menerus mengatakan mengerti tetapi masih menemuinya.” Kesal Kyu Hyun.

“Aku tidak menemuinya! Dia yang menemuiku!”

“Pokoknya aku tidak suka! Sekali lagi aku menemukan kalian hanya berdua, aku tidak akan memaafkanmu.” Ucap Kyu Hyun.

“Ya… ya…” balas Hyu Won tak acuh, dia masih sibuk bergelayutan dengan wajah tersenyum senang. Perhatian Kyu Hyun membuatnya senang bukan kepalang.

“Kau dengar tidak?” sentak Kyu Hyun. Diliriknya gadis di sampingnya dengan tatapan mengancam meskipun dia tahu Hyu Won tidak melihatnya.

“Aku mendengarkanmu!” balas Hyu Won menjadi kesal.

“Bagus, gadis pintar.” Balas Kyu Hyun lalu menepuk kepala gadis itu pelan.

****

Seoul Internationa Hospital

Seoul, South Korea

07.00 PM

Hyu Won membalikan tubuhnya dan menatap ke arah luar kamarnya. Langit sudah berubah gelap tetapi Kyu Hyun belum juga kembali. Dia sempat melihat Kyu Hyun berdiri di ambang pintu tadi pagi ketika dia dan Jung Soo berpelukan. Senyum sumringah tak bisa hilang dari bibirnya mengingat bagaimana Kyu Hyun terlihat begitu manis berdiri dengan raut wajah penuh kecemburuan, setidaknya itu yang bisa Hyu Won simpulkan. Pria itu salah paham, ya tentu saja siapa pun akan salah paham bila melihat apa yang Jung Soo lakukan padanya. Kyu Hyun masih sama seperti dulu ketika mereka masih kecil. Pria itu suka membuat kesimpulan tanpa tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Sebenarnya Hyu Won ingin mencegah Kyu Hyun pergi tadi pagi tetapi dia tahu itu salah satu cara agar Kyu Hyun dapat meyakinkan hatinya. Kesalahpahaman itu memang dia butuhkah untuk membuat Kyu Hyun menata hatinya. Dia tak ingin menjerat Kyu Hyun, maka dia ingin pria itu sendiri yang mengambil keputusan atas apa yang pantas untuknya.

CEKLEK

Hyu Won dengan cepat membalikan tubuhnya dan mendapati pria yang sejak pagi telah menghilang itu berdiri dengan wajah yang jauh lebuh muram. Senyum Hyu Won tak bisa hilang dari bibirnya.

“Kau belum tidur?” tanya Kyu Hyun yang berjalan menuju ranjang Hyu Won.

“Belum.” Balas Hyu Won sambil menggelengkan kepalanya. Tak disangka Kyu Hyun justru menundukan kepalanya dan mengecup dahi gadis itu.

Hyu Won memejamkan matanya menerima kecupan Kyu Hyun. Dia sedang berusaha mengatur detak jantungnya. Dia ingin menolak tetapi sebagian hatinya juga ingin bersikap egois. Dia sangat merindukan pria ini.

“Sudah makan?” tanya Kyu Hyun datar.

“Hmm. Kau dari mana saja?” tanya Hyu Won.

“Ada urusan kantor yang harus kukerjakan. Maaf meninggalkanmu.” Ucap Kyu Hyun.

“Tidak apa-apa. Jung Soo oppa juga baru saja pulang.” Ucap Hyu Won berbohong, Jung Soo sudah pulang sejak siang. “Aku pikir kau tidak akan datang malam ini.” Sambung Hyu Won lagi.

“Aku pasti kembali.” Balas Kyu Hyun. Sejujurnya dia tak tahan meninggalkan Hyu Won, dia selalu ingin melihat wajah gadis itu.

“Kau akan tidur di sini?” tanya Hyu Won.

“Ya. Aku selalu tidur di sini, Kang Hyu Won.” Balas Kyu Hyun.

“Tadi Jung Soo oppa membicarakan hal-hal aneh.” Ucap Hyu Won. Kyu Hyun menatap wajah antusias Hyu Won saat membicarakan Jung Soo, pria itu duduk menyamping pada ranjang Hyu Won lalu mulai memainkan ujung-ujung rambut gadis itu. Dia suka mendengarkan Hyu Won berbicara walaupun dia tak suka dengan topik pembicaraan gadis itu.

“Apa yang dia katakan?” tanya Kyu Hyun, tangannya bergerak menyentuh anak rambut Hyu Won. Senang rasanya bisa berinteraksi dengan Hyu Won tanpa adanya penolakan dari gadis itu. Hyu Won yang sekarang lebih terbuka dan lembut.

“Dia menyuruhku membayangkan bila kau dan dia berada di tengah rel kereta api, siapa yang akan aku tolong duluan.” Ucap Hyu Won.

Kyu Hyun tersenyum mendengar ucapan Hyu Won. “Aku tahu apa yang kau lakukan.” Ucap Kyu Hyun.

“Apa?” tanya Hyu Won dengan senyum penasaran.

“Kau tidak akan memilih salah satu di antara kami.” Ucap Kyu Hyun berubah serius.

Hyu Won menatap Kyu Hyun dengan dalam. “Pada awalnya ya, aku tidak memilih salah satu di antara kalian tetapi akhirnya aku memilih salah satu di antara kalian.” Ucap Hyu Won dengan tenang.

Kyu Hyun menatap Hyu Won dengan pandangan menyipit seolah mengerti dengan jawaban gadis itu. Dia ingin bertanya siapa yang gadis itu pilih tetapi dia memilih diam dan menyimpan rasa penasarannya. Dia bukannya tak siap mendengar jawaban gadis itu tetapi dia hanya tak ingin Hyu Won menggoyahkan usahanya untuk mendapatkan gadis itu kembali. Dia sudah berpikir seharian ini, dia tak akan menyerah untuk mengejar Hyu Won tetapi dia tak akan bisa melakukan apa-apa jika Hyu Won yang memilih pergi atau mendorongnya pergi.

“Kau tidak ingin tahu siapa yang kupilih?” tanya Hyu Won menjadi sebal karena Kyu Hyun tampaknya tak menunjukan raut penasaran sama sekali.

“Apakah kau memilihku?” tanya Kyu Hyun dengan tenang.

Hyu Won tersenyum lalu menatap Kyu Hyun dengan dalam. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Hyu Won.

Kyu Hyun menyunggingkan senyumnya. Rasanya dia ingin sekali berteriak keras dan memeluk Hyu Won. Wajahnya tersenyum seperti orang bodoh. Kang Hyu Won memilihnya?

“Hmm? Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Hyu Won.

“Kau tak akan tega membicarakan hal seperti ini denganku kalau kau memilih Jung Soo.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won menganggukan kepalanya lalu tersenyum pada Kyu Hyun. “Aku melihatmu berdiri di pintu saat aku dan Jung Soo oppa sedang berbicara.” Ucap Hyu Won.

“Oh.” Jawab Kyu Hyun singkat.

“Sejak dulu kau tidak pernah berubah, selalu mengambil kesimpulan dari apa yang kau lihat.” Ucap Hyu Won.

Kyu Hyun mendengus kecil. Kang Hyu Won selalu tahu bagaimana meluruskan kesalahpahaman yang ada. “Jadi kau tahu aku salah paham, dan kau tidak mencegahku?” tanya Kyu Hyun.

“Tadinya kalau kau tak kembali ke sini, aku akan membiarkan kau berkutat dengan kesalahpahaman itu tetapi tampaknya kau yang sekarang jauh lebih dewasa daripada dulu saat kita masih di bangku sekolah.” Ucap Hyu Won.

“Kau akan tahu sedewasa apa aku sekarang.” Ucap Kyu Hyun dengan seringai di bibirnya.

Hyu Won menatap Kyu Hyun dengan curiga. Sebelum Hyu Won sempat mengutarakan kecurigaannya, Kyu Hyun sudah menempelkan bibirnya pada  bibir Hyu Won. Pria itu memagut bibir atas dan bawah Hyu Won secara bergantian. Hyu Won tersenyum dalam pagutan bibir pria itu, Kyu Hyun bisa merasakannya. Pria itu lantas tersenyum juga. Dia tahu bahwa sekarang sudah tak ada penghalang lagi di antara dirinya dan Hyu Won.

****

Uhm’s Family Home

Seoul, South Korea

09.00 AM


Kyu Hyun menghentikan mobilnya di depan kediaman Uhm. Pria itu lantas melepaskan sabuk pengamannya. Dia menolehkan kepalanya ke bangku belakang di mana ibunya dan Hyu Won duduk. Ji Won tampak sumringah sekali.

“Dia masih tidur?” tanya Kyu Hyun.

“Ya, dia masih tidur.” Balas Ji Won sambil membetulkan rambut Hyu Won.

“Dia mungkin kelelehan.” Ucap Jae Ho dari bangku penumpang di sebelah Kyu Hyun.

“Aku akan membawanya ke kamar.” Ucap Kyu Hyun.

Ji Won menganggukan kepalanya. Dia masih ingin mempertahankan keinginannya untuk membiarkan Hyu Won tidur di kamar Ji Hyun tetapi Kyu Hyun dan Jae Ho dengan keras melarangnya. Hyu Won mungkin akan terkejut kalau tiba-tiba menerima semua hal seperti itu.

“Kamar tamu, Kyu Hyun-ah.” Ucap Jae Ho seolah menegaskan kembali keputusannya.

Ji Won memasang wajah cemberut. Dia sangat ingin menunjukan pada Hyu Won bagaimana dia selalu mengingat gadis itu sejak dulu. Dia ingin Hyu Won tahu bahwa dia selalu punya kamar miliknya sendiri. Ada banyak pernak-pernik perempuan di kamar Hyu Won.

“Aku akan tetap memperkenalkannya.” Ucap Ji Won tak mau kalah.

Jae Ho melembutkan ekspresinya. Ya, dia tahu seantusias apa Ji Won menyambut Hyu Won dalam rumah mereka. Sejujurnya dia pun ingin melakukan apa yang tak pernah seorang ayah lakukan pada putri mereka tetapi dia tahu semua akan ada waktunya. Dia tak ingin karena mengikuti keinginannya, Hyu Won justru menjauh dari sisinya.

Kajja!” ucap Kyu Hyun memecah perang dingin antara suami-istri itu.

“Jangan sampai membangunkannya, Cho Kyu Hyun!” ucap Ji Won.

“Siap, eomma!” balas Kyu Hyun dengan seringai jahil.

****

Kyu Hyun membaringkan tubuh Hyu Won dengan hati-hati ke atas ranjang. Pria itu lalu menarik selimut hingga sebatas leher. Ditatapnya wajah Hyu Won dengan senyum simpul. Dia selalu bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan padanya untuk bersama dengan Hyu Won. Dia akan mengganti semua waktu-waktu yang telah terlewati. Dia akan membuat gadis itu bahagia.

“Nghh…” lenguh Hyu Won pelan.

Kyu Hyun menggerakan tangannya ke puncak kepala gadis itu lalu mengusapnya dengan lembut seolah meninabobokan gadis itu. Tak diduga, Hyu Won justru membuka matanya. Gadis itu terlihat mengerjapkan matanya berulang kali seolah berusaha menyesuaikan retinanya dengan cahaya di kamar.

“Aku membangunkanmu?” tanya Kyu Hyun.

Hyu Won membuka matanya sepenuhnya, dia lalu tersenyum saat menatap wajah Kyu Hyun. “Tidak,” balas Hyu Won dengan gelengan kepala. “Jam berapa ini?” tanya Hyu Won lagi.

“Setengah sepuluh.” Balas Kyu Hyun.

“Aku tertidur di mobil ya?” tanya Hyu Won lalu mencoba bangun. Kyu Hyun membantu gadis itu untuk duduk.

“Ya, kau tertidur seperti putri tidur.” Balas Kyu Hyun bercanda. Dia lantas duduk di tepi ranjang. Tangannya bergerak menyetuh anak rambut Hyu Won lalu memainkannya dengan jahil.

“Kau tidak bekerja?” tanya Hyu Won.

“Ini hari minggu.” Balas Kyu Hyun dengan senyum jenaka.

“Oh.” Balas Hyu Won dengan dahi berkerut. “Aku sampai lupa hari.” Tambahnya dengan wajah masam.

“Tampaknya kau tidak akan tidur lagi, benar?” tanya Kyu Hyun.

“Aku merasa segar sekali. Sayang rasanya kalau aku tidur lagi.” Balas Hyu Won.

“Bagaimana kalau kita keluar dan menganggu ibuku, dia tampaknya sedang memasak sesuatu.” Ucap Kyu Hyun.

“Hmm? Apakah dia memasak sup ayam lagi?” tanya Hyu Won.

“Kau bosan?”

“Tidak! Aku hanya mulai hapal dengan kebiasaan memasak ibumu, tampaknya dia jadi suka memasak sup ayam karenaku.” Balas Hyu Won cepat takut membuat Kyu Hyun tersinggung.

“Tidak, dia senang melakukannya.” Balas Kyu Hyun pelan penuh perasaan.

Kyu Hyun menyisipkan rambut Hyu Won ke belakang telinga lalu mengusap pipi Hyu Won dengan lembut. Dia senang dengan perubahan sikap Hyu Won, tak ada sikap defensif seperti biasanya. Hyu Won yang saat ini ada di hadapannya terasa sama seperti Hyu Won kecilnya. Ah… gadis itu memang masih Hyu Won yang sama, bukan begitu? Apa yang berubah? Selain bertambah cantik dan dewasa, dia hanya terlihat sedikit… rapuh?

“Ayo, kita keluar. Aku bosan terus-menerus tidur. Di rumah sakit aku terus tidur, aku tak tahan kalau di rumah juga masih harus tidur.” Ucap Hyu Won.

“Baiklah, ayo.” Ucap Kyu Hyun lalu menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Hyu Won.

Hyu Won menegakan tubuhnya pelan-pelan. Dia berusaha mengatur napasnya, setiap gerakan rasanya tubuhnya nyeri di mana-mana. Dahinya berkerut menahan ngilu di sekujur tubuhnya. Keringat dingin bahkan mulai terlihat di dahinya.

Gweanchanna?” tanya Kyu Hyun khawatir. Meski tak mengalami luka seperti Hyu Won, tetapi Kyu Hyun dapat merasakan bagaimana tersiksanya Hyu Won berusaha bergerak.

“Aku baik-baiksaja, hanya terasa nyeri di mana-mana.” Balas Hyu Won dengan senyum kaku. Wajahnya juga belum pulih benar.

“Aku akan menggendongmu.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku akan berjalan saja.” Tolak Hyu Won.

“Kang Hyu Won!” sentak Kyu Hyun pelan. Dia merasa gemas dan khawatir bersaamaan melihat sikap keras kepala Hyu Won.

Hyu Won memberenggut menatap Kyu Hyun. Pria itu menyentaknya sama seperti dulu ketika mereka masih kecil. “Aku bisa.” Balas Hyu Won berusaha menahan kekesalannya.

“Aku tahu kau bisa tapi kau belum pulih benar.” Ucap Kyu Hyun. “Lagi pula aku senang menggendongmu. Waktu kita kecil kau selalu membuatku kalah dengan taruhanmu dan berakhir aku harus menggendongmu, kenapa tidak kita lakukan lagi saat kita sudah dewasa?” tanya Kyu Hyun.

Wajah Hyu Won memerah mendengar ucapan Kyu Hyun. “Tapi itu waktu kita masih kecil. Sekarang kita bukan kanak-kanak lagi,” balas Hyu Won berusaha bersikap santai.

“Karena kita bukan kanak-kanak lagi maka kita harus mencoba bagaimana rasanya ketika aku menggendongmu saat kau sudah dewasa.” Ucap Kyu Hyun masih tak mau mengalah.

“Aishhh kau ini!” kesal Hyu Won tetapi gadis itu memberikan isyarat pada Kyu Hyun untuk menggendongnya.

“Lagi pula terasa berbeda. Ketika kecil aku menggendongmu di belakang, sekarang di depan. Bukankah ini selalu menjadi impianmu saat kecil? Digendong seperti pengantin baru…” ucap Kyu Hyun menggoda Hyu Won.

“Kau menyebalkan!” teriak Hyu Won malu.

Hyu Won mengakui bahwa mereka terlihat seperti kanak-kanak tetapi di satu sisi dia merindukan saat-saat seperti ini. Dulu memang dia selalu meminta Kyu Hyun menggendongnya di depan tetapi Kyu Hyun tak pernah mau, katanya akan sangat berat bila menggendong gadis itu di depan jadi dia selalu menggendong Hyu Won di belakang. Tanpa Hyu Won ketahui alasan sebenarnya dia tak mau menggendong Hyu Won di depan adalah dia takut tak bisa menahan dirinya.

Kajja! Kita akan keluar dan melihat apa yang sedang dilakukan ibuku.” Ucap Kyu Hyun lalu menggendong Hyu Won. Kedua tangan kekarnya merengkuh Hyu Won dengan hati-hati. Tidak terlalu erat tetapi mampu menjaga gadis itu tetap dalam gendongan.

“Aku malu kalau ibumu melihat kita seperti ini.” Ucap Hyu Won. Tanpa sadar dia melingkarkan kedua tangannya di leher Kyu Hyun.

“Justru bagus, dia akan berpikir yang tidak-tidak.” Ucap Kyu Hyun jahil.

“Aku tidak mau dia berpikir yang tidak-tidak.” Balas Hyu Won.

“Kalau begitu dia akan berpikir yang iya-iya.” Ucap Kyu Hyun dengan tawa kecil.

“Aishhh…” kesal Hyu Won. Bagi Hyu Won, Cho Kyu Hyun tidak terlihat seperti pria berusia dua puluh delapan tahun, dia terlihat seperti Kyu Hyun oppa-nya dan Hyu Won mulai sibuk mengait-ngaitkan sifat dewasa Kyu Hyun dan sifat Kyu Hyun ketika mereka masih kecil. Dia merasa seperti waktu tidak pernah berlalu.

****

Kyu Hyun mendorong pintu menuju dapur. Aroma masakan langsung menguar dan membuat siapa saja pasti lapar. Dia melirik sekilas pada Hyu Won lalu menatap sosok paruh baya yang kini tengah memasak. Ji Won sedang menyiapkan makanan untuk mereka semua. Wanita itu menjadi seratus kali lebih semangat dari biasanya. Dia sudah membuat banyak makanan tetapi rasanya masih kurang saja.

“Turunkan aku!” desis Hyu Won kecil saat langkah kaki Kyu Hyun hampir mencapai dapur.

“Tidak mau.” Balas Kyu Hyun.

Hyu Won memukul pelan bahu Kyu Hyun meminta diturunkan. Dia tak mau ibu pria itu melihat mereka dalam keadaan seperti ini. Seharusnya dia menolak saja saat Kyu Hyun mengajaknya keluar kamar tadi.

EOMMA!” panggil Kyu Hyun keras nyaris membuat Hyu Won berteriak karena terkejut.

Cho Kyu Hyun Sialan! Umpat Hyu Won dalam hati.

Mwoya? Kau mengagetkanku, Cho Kyu Hyun.” Ucap Ji Won masih sibuk memotong entah apa di atas meja dapur. Dia belum membalikan tubuhnya.

Hyu Won mulai gelisah dalam gendongan Kyu Hyun. Dia mencoba turun tetapi sialnya rengkuhan Kyu Hyun terlalu erat. Pria itu bahkan sengaja mengangkat tubuhnya seoalh akan melepaskannya namun dengan cepat dia kembali pada posisi semula.

“Turunkan aku!” desis Hyu Won lagi, kali ini dia ingin menangis sekali.

Ji Won menghentikan aktivitasnya memotong buah saat ia mendengar suara Hyu Won dari belakang. Dengan cepat wanita itu membalikan tubuhnya dan terkejut menatap kedua anaknya tersebut. Kalau tidak ingat dia harus merahasiakan siapa identitas Hyu Won yang sebenarnya, dia ingin sekali menjitak kepala Kyu Hyun karena bisa-bisanya pria itu menggendong putri kesayangannya dengan cara seperti itu. Cho Kyu Hyun tidak terlihat seperti pria gentleman, dia terlihat begitu sialan mesum.

“Ya ampun! Cho Kyu Hyun, turunkan Hyu Won!” ucap Ji Won setengah berteriak. Selain pria itu terlihat jahil, dia merasa ekspresi Hyu Won seolah sedang menahan sakit.

“Turunkan aku…” desis Hyu Won mulai menyerah.

“Baik… baik…” ucap Kyu Hyun lalu dengan pelan-pelan menurunkan Hyu Won dan mendudukan gadis itu pada kursi di meja makan.

Gwaenchanna?” tanya Ji Won berubah lembut. Hyu Won mendadak gugup dibuatnya. Gadis itu menatap Ji Won dengan ekspresi meminta maaf.

Gwaenchanna,” ucap Hyu Won kikuk.

Merasa sikapnya terlalu berlebihan sehingga membuat Hyu Won gugup, Ji Won segera mencaikan suasana. “Aigoo! Senangnya aku akhirnya ada seorang gadis di rumah ini. Sudah bertahun-tahun lamanya aku hidup dengan dua orang pria membosankan.” Ucap Ji Won dengan nada yang dibuat-buat.

“Fakta ini terlalu menyakitkan.” Ucap Kyu Hyun dengan wajah seolah ia benar-benar terluka.

Hyu Won mendelik kesal mendengar nada suara pria itu. Tak tahan dengan ekspresi Kyu Hyun, Hyu Won memukul paha pria itu pelan. “Memalukan…” desisnya nyaris berbisik tetapi Kyu Hyun dapat mendengarnya.

“Ya ampun, dia sudah berani memukul-mukul daerah pribadiku.” Ucap Kyu Hyun lagi.

Hyu Won terhenyak mendengar ucapan Kyu Hyun, gadis itu dengan cepat mengalihkan tatapannya dari Kyu Hyun. Dan sialnya tatapannya justru bertabrakan dengan tatapan lembut Ji Won. Untuk sesaat Hyu Won merasa seolah ia begitu merindukan Ji Won tetapi dia tak tahu apa yang membuatnya bisa begitu merindukan wanita itu. Dia merasa seolah mereka memiliki sebuah ikatan padahal pertemuannya dengan wanita itu bisa dihitung dengan jari.

“Kyu Hyun bilang kau sangat suka dengan seafood, aku membuat berbagai macam seafood di sini.” Ucap Ji Won dengan semangat.

Hyu Won tersenyum mendengar ucapan wanita itu. Kyu Hyun menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won. Ibunya terlau bersemangat, dia tahu Hyu Won sekarang pasti bertanya-tanya mengapa ibunya begitu baik padanya.

“Terima kasih, nyonya.” Ucap Hyu Won tulus.

“Setelah makan siang, aku ingin mengajak Hyu Won pergi ke suatu tempat.” Ucap Kyu Hyun.

“Ke mana?” tanya Ji Won seolah tak setuju, dia sudah menyusun rencan untuk berduaan bersama Hyu Won hari ini.

Kyu Hyun tersenyum mendengar nada posesif ibunya. Ah… tampaknya sekarang dia tak bisa bersama Hyu Won seutuhnya. Dia harus rela membagi gadis itu dengan kedua orang tuanya.

“Rahasia.” Balas Kyu Hyun.

“Jangan pulang malam, aku mau kalian makan malam di rumah.” Ucap Ji Won.

****

On a Road

Hyu Won menatap jalanan yang sedikit macet. Gadis itu menolehkan kepalanya dan menatap Kyu Hyun yang kini juga menatap ke arah jalanan.

“Kita mau ke mana sebenarnya?” tanya Hyu Won saat ia sadar bahwa mereka sudah jauh dari Seoul.

“Kau akan suka dengan tempat ini.” Ucap Kyu Hyun dengan senyum misterius di bibirnya. Matanya mengerling jahil pada Hyu Won. Dia sudah tak sabar ingin membuat gadis itu terkejut nanti.

“Bagaimana kalau aku tidak suka?” tanya Hyu Won.

“Kau pasti akan suka.”

“Yakin sekali.” Balas Hyu Won. Gadis itu melipat kedua tanganya di depan dada.

Mobil kembali bergerak. Setelah berkutat dengan jalanan Seoul yang macet, mobil Kyu Hyun mulai memasuki daerah Cheonan. Mereka memasuki jalanan dengan penuh pohon rindang di sisi-sisi jalan. Hyu Won membuka kaca mobil sehingga angin bebas masuk ke dalam mobil. Hyu Won menghirup udara segar di sekelilingnya dengan sebanyak-banyaknya.

“Udaranya segar?” tanya Kyu Hyun.

Hyu Won menanggukan kepalanya dan menatap ke luar jendela. Kyu Hyun menurunkan kaca mobilnya lalu mulai menopang sikunya pada jendela mobil. Pria itu memelankan kecepatan mobilnya. Dia lantas menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won yang masih betah menatap luar jendela.

“Tampaknya pemandangan di luar sana lebih menarik daripada diriku, kan?” ucap Kyu Hyun dengan nada sinis.

Hyu Won menolehkan kepalanya dan menatap Kyu Hyun dengan tatapan jenaka. Gadis itu terkekeh mendengar ucapan Kyu Hyun. “Ya, pemandangan di luar lebih segar.” Balas Hyu Won.

“Tidak apa-apa, aku sudah biasa diabaikan.” Ucap Kyu Hyun berpura-pura tegar.

“Tch~ kau ini…” ucap Hyu Won lalu memukul pelan lengan Kyu Hyun.

Kyu Hyun tiba-tiba menghentikan mobilnya di tepi jalan lalu mematikan mesin mobil. Pria itu lantas menolehkan kepalanya dan sepenuhnya menatap Hyu Won.

“Lapar?” tanya Kyu Hyun.

Anni.” Balas Hyu Won. “Kau lelah?” tanya Hyu Won.

“Sedikit.” Balas Kyu Hyun. “Tapi kita belum sampai pada tempat yang ingin kutunjukan padamu.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku sepertinya ingat dengan jalanan ini.” Ucap Hyu Won.

Kyu Hyun yang semula tersenyum sumringah tiba-tiba berubah muram. Hyu Won tentu saja lupa dengan tempat ini, sudah sepuluh tahun mereka tak pernah menyusuri tempat ini lagi. Belum lagi banyaknya perubahan yang membuat jalanan ini tampak berbeda dari sepuluh tahun lalu. Kyu Hyun mencoba menegarkan hatinya.

“Kau lupa dengan jalan ini?” tanya Kyu Hyun.

Hyu Won mengerutkan dahinya lalu melempar pandangannya pada jalanan. Dia mencoba mengingat jalanan ini. Apakah sewaktu kecil dia dan Kyu Hyun sering bermain di sini? Dia merasa seperti itu tetapi dia benar-benar lupa dengan jalanan ini.

“Ini adalah jalanan di mana kita sering bermain sepeda. Apakah perubahannya benar-benar membuatmu lupa?” tanya Kyu Hyun. Ada nada sedih dalam suaranya, dia tak menyalahkan Hyu Won bila gadis itu melupakan kenangan mereka. Sungguh dia tak menyalahkan gadis itu. Dia hanya merasa sedih karena tampkanya hanya dia yang menyimpan semua kenangan mereka dengan rapih.

Hyu Won menatap kembali jalanan lalu perlahan ingatan itu muncul dalam kepalanya. Dia menolehkan kepalanya dan menatap Kyu Hyun dengan pandangan menyesal. Dia lantas mendekatkan tubuhnya dengan susah payah ke arah Kyu Hyun.

“Maaf karena tak langsung ingat dengan tempat ini. Tetapi aku sudah ingat dengan tempat ini. Kita sering bermain sepeda di sini. Ini terlalu jauh dengan panti–”

Hyu Won menghentikan ucapannya saat ia sadar bahwa ini adalah jalanan menuju panti asuhannya dulu. Gadis itu menggelengkan kepalanya dan menatap Kyu Hyun dengan tatapan sendu.

“Kita akan pergi ke panti asuhan?” tanya Hyu Won terbata-bata.

“Ya.” Balas Kyu Hyun singkat. Pria itu menangkap perubahan ekspresi di wajah Hyu Won. “Kau tidak suka?” tanya Kyu Hyun.

An-ni.” Balas Hyu Won terbata-bata. Gadis itu menolehkan kepalanya menghindari Kyu Hyun dan air matanya mengalir begitu saja.

“Hei, kenapa? Hyu Won?” panggil Kyu Hyun khawatir.

Hyu Won tak juga menatap Kyu Hyun. Pria itu menjepit dagu Hyu Won dengan jari-jarinya lalu mendongakan kepala gadis itu. Dadanya terasa nyeri menatap air mata gadis itu. Apakah gadis itu tak ingin mengunjungi rumah masa kecilnya?

“Kenapa? Hmm?” tanya Kyu lembut.

Hyu Won meringis pelan. Ia mengigir bibir bawahnya dengan gelisah. Dia tahu semuanya akan baik-baik saja bila ia kembali ke panti asuhan itu. Kyu Hyun menangkap tatapan gelisah di manik mata gadis itu.

“Hyu Won? Kau tidak ingin ke sana? Kita bisa kembali ke Seoul.” Ucap Kyu Hyun.

“Bukan begitu. Aku sangat ingin datang ke panti asuhan tapi… tapi Min Seo–” Hyu Won tak melanjutkan kata-katanya. Gadis itu kini justru terisak.

Kyu Hyun memajukan tubuhnya lalu merengkuh tubuh Hyu Won. Dia mengusap kepala gadis itu lembut. Mendengar nama Min Seo saja sudah membuat emosi Kyu Hyun meningkat.

“Dia mengancamku untuk jangan pernah kembali ke panti asuhan atau dia akan menghancurkan aku dan semua penghuni panti asuhan. Aku tahu itu sudah lama berlalu tetapi rasanya seperti baru kemarin dia mengancamku.” Ucap Hyu Won dengan suara parau.

“Ssst~ tenanglah, dia sudah tidak ada. Dia ada di penjara. Aku sudah memastikannya. Kau aman sekarang. Tidak akan kubiarkan dia menyakiti kita lagi.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won melepaskan pelukan Kyu Hyun lalu menatap pria itu dengan sendu. Dia percaya dengan ucapan Kyu Hyun. Dia hanya tiba-tiba teringat dengan Min Seo. Kalau ditanya apakah dia merindukan panti asuhan, dia sangat rindu dengan rumah masa kecilnya itu.

“Sekarang jangan menangis lagi.” Ucap Kyu Hyun lalu mengusap air mata di pipi gadis itu.

Kyu Hyun menatap bibir merah Hyu Won yang sedikit bengkak karena terus-menerus digigit karena ia menahan isakannya tadi. Kyu Hyun tergoda ingin menyesap bibir ranum gadis itu. Katakan dia pria brengsek karena ingin memanfaatkan kesempatan seperti ini tetapi percayalah semua pria akan melakukan hal yang sama pada gadis yang mereka cintai ketika mereka menangis.

“Maaf karena selalu berkutat dengan ketakutakanku.” Ucap Hyu Won.

Kyu Hyun tersenyum menenangkan Hyu Won. Dia tak pernah merasa direpotkan. Dia ingin menjadi satu-satunya pria yang ada di sisi gadis itu ketika gadis itu berkutat dengan memori kelamnya bersama Min Seo.

“Sekarang kau tak akan menghadapi semua ketakutanmu sendiri. Aku sudah di sini, kita akan menghadapi semuanya bersama-sama. Aku tidak pernah keberatan bila kau ingin membagi semua ketakutanmu padaku.” Ucap Kyu Hyun

Gomawo.” Ucap Hyu Won lembut.

Kyu Hyun mengusap lembut pipi Hyu Won. Kedua tangannya merengkuh Hyu Won dengan kasih sayang lalu detik berikutnya dia mengecup pipi gadis itu. Dia bukan bajingan yang akan memanfaatkan keadaan dengan mencuri kecupan dari bibir ranum gadis itu.

Kyu Hyun melepaskan kecupannya dan terkekeh pelan setelahnya. “Percayalah aku sangat ingin mengecup bibirmu tapi aku tak sampai hati menodai Hyu Wonku.” Ucap Kyu Hyun. Di hadapannya memang Hyu Won dewasa tetapi memorinya seolah terpatri pada masa kecil mereka. Dia merasa seperti tengah kembali pada masa kecil mereka.

“Tch~ dasar mesum.” Ucap Hyu Won lalu menjauhkan tubuhnya. Dia meringis tertahan saat punggungnya menabrak pintu mobil. Dia lupa bahwa tubuhnya belum pulih benar.

“Hati-hati!” ucap Kyu Hyun berubah muram.

“Bagaimana kalau penghuni panti bertanya mengenai wajahku? Mereka akan khawatir nanti.” Ucap Hyu Won masih dengan ringisan. Dia berusaha mengalihkan kekhawatiran Kyu Hyun.

“Maka kita hanya harus menjawab semua pertanyaan mereka.” Ucap Kyu Hyun lalu mulai menyalakan mobil, sebelum menjalankan mobil, dia menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won dengan kerlingan.

“Apa?” tanya Hyu Won bingung.

“Apakah kau ingat dengan impianmu kalau kelak salah satu di antara kita memiliki mobil?” tanya Kyu Hyun.

Hyu Won mengerutkan dahinya mencoba mengingat apa impian yang Kyu Hyun maksud. Ia meringis pelan dan menatap Kyu Hyun dengan tidak nyaman. Lagi-lagi hanya pria itu yang mengingat impian kecil mereka. Dia mulai merasa sangat bersalah pada Kyu Hyun. Kyu Hyun menyimpan rapih semua impian masa kecil mereka sementara dirinya dengan mudahnya melupakan semuanya begitu saja.

“Tidak apa-apa kalau kau lupa,” ucap Kyu Hyun lalu tersenyum lembut.

“Aku banyak melupakan semua impian kecil kita. Maaf. Kehidupanku di panti asuhan sudah lama berlalu, aku mencoba menjalani kehidupan yang realistis. Maaf membiarkan kau mengingat semuanya sendirian.” Ucap Hyu Won dengan kepala tertunduk.

Kyu Hyun tersenyum menatap Hyu Won. Dia tak menampik rasa sedih di hatinya tetapi baginya itu tak penting. Setidaknya salah satu di antara mereka tak pernah melupakan impian kecil mereka. Kalau Hyu Won lupa, Kyu Hyun akan selalu mengingatkannya dan mewujudkan semua impian kecil mereka.

“Aku yakin kau tidak dengan sengaja ingin melupakan semua itu.” Ucap Kyu Hyun mencoba berbesar hati.

“Bisakah kau membantuku untuk mengingat semuanya lagi?” tanya Hyu Won dengan antusias.

“Tentu saja. Tanpa kau minta pun aku akan selalu membuatmu ingat dan aku akan mewujudkan semua impian kita.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won tersenyum mendengar ucapan Kyu Hyun. Kyu Hyun tak terlihat seperti seorang CEO muda, pria itu terlihat seperti pria remaja yang terperangkap pada tubuh orang dewasa. Hyu Won tersenyum miris, pria itu sangat ingin mewujudkan semua impian kecil mereka padahal Hyu Won sudah tidak memikirkan semua itu. Dia bisa bersama Kyu Hyun dan menjalani kehidupan yang lebih baik saja itu sudah lebih dari cukup.

“Apakah ini membuatmu bahagia?” tanya Hyu Won.

“Apakah kau tidak suka?” tanya Kyu Hyun.

“Bukan begitu. Aku hanya merasa sangat keterlaluan. Selama kita terpisah, aku tahu kita sama-sama kesepian tetapi kita memilih cara yang berbeda untuk melewatinya. Kau masih terperangkap pada memori masa kecil kita dan aku tidak sama sekali.” Ucap Hyu Won. Sejujurnya dia benar-benar tak melupakan memori kecil mereka. Banyak kejadian buruk yang membuatnya terpaksa harus melupakan semua impian-impian kecilnya bersama Kyu Hyun.

“Sudahlah ini bukanlah sesuatu yang harus dipusingkan. Aku hanya ingin membuatmu bahagia.” Ucap Kyu Hyun dengan tulus.

“Aku juga ingin membuatmu bahagia.” Ucap Hyu Won.

Kyu Hyun menganggukan kepalanya. Dia lantas mengusap lembut kepala Hyu Won. Pria itu melayangkan satu kecupan kilat di dahi Hyu Won lalu mulai bersiap menjalankan mobil. Dia memencet sebuat tombol sehingga atap mobilnya kini terbuka perlahan.

Wae?” tanya Hyu Won dengan bingung.

“Ketika kita masih kecil, kita sering melintasi jalanan ini dengan sepeda. Aku ingat kau pernah mengatakan bahwa kalau kita sudah besar nanti kau ingin melewati jalanan ini tetapi dengan mobil yang atapnya bisa terbuka. Kau ingin kita bisa melihat jalanan dengan angin yang menerpa wajah kita.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won mengerjapkan matanya berkali-kali menahan air matanya agar tak mengalir lagi, dia ingat semua perkataan Kyu Hyun. Dia ingat. Ya Tuhan, Kyu Hyun benar-benar berhasil membuatnya merasa begitu buruk.

“Aku ingat semua itu. Hari itu kau menipuku dengan berpura-pura pingsan.” Ucap Hyu Won dengan tawa kecil.

Kyu Hyun tertawa pelan mengingat potongan kecil memori mereka itu lalu mulai menjalankan mobilnya. Dia bisa melihat senyum merekah di bibir Hyu Won. Dia benar, kan? Gadis itu tidak sepenuhnya melupakan semua impian mereka dengan sengaja, gadis itu hanya memilih untuk tak mewujudkannya.

****

At Mother’s Love

Cheonan, South Korea

Kyu Hyun memarkirkan mobilnya di halaman depan panti. Pria itu menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won dengan tatapan berbinar. Dia sudah tidak sabar ingin membawa Hyu Won ke depan ibu angkat mereka. Sebaliknya Hyu Won justru terdiam gugup. Gadis itu masih menatap bangunan panti asuhan dengan takjub. Bangunannya masih sama seperti sepuluh tahun lalu, hanya ada tambahan beberapa bangunan dan cat panti asuhan yang sedikit berbeda. Selebihnya Hyu Won tak merasakan banyak perubahan, dia merasa seolah kembali ke masa remajanya.

“Kajja!”

“Chankkaman–”

Hyu Won menahan Kyu Hyun yang akan turun, gadis itu meringis pelan. Dia gugup setengah mati, bagaimana pendapat ibu angkatnya nanti ketika wanita itu melihat dirinya?

Waeyo?” tanya Kyu Hyun dengan suara beratnya.

“Apakah eomma masih ada?” tanya Hyu Won pelan.

“Ya, dia masih ada. Eomma semakin hari semakin tua tetapi staminanya masih sama seperti dulu.” Balas Kyu Hyun.

“Entahlah… tapi aku merasa gugup.” Ucap Hyu Won.

“Tidak apa-apa. Itu wajar, hampir sepuluh tahun kau tak bertemu dengannya.” Balas Kyu Hyun. “Kajja! Kita buat kejutan untuk eomma, Mi Ran, dan Ji Sung.” Ucap Kyu Hyun lalu turun dari mobil.

Hyu Won melepas sabuk pengamannya, dia melihat Kyu Hyun yang berjalan mengitari mobil. Sedetik kemudian, pria itu sudah membuka pintu mobil Hyu Won. Dengan lembut dan sabar, Kyu Hyun membantu Hyu Won untuk turun dari mobil.

“Pelan-pelan.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won berusaha menjaga keseimbangannya agar tak terjatuh, kakinya memang sudah kuat berdiri tetapi mereka terlalu lama duduk di mobil sehingga kakinya sedikit kaku. Belum lagi beberapa bagian tubuhnya yang masih nyeri membuat pergerakannya sedikit terhambat.

“Biar ku gendong–”

“Tidak. Aku ingin berjalan saja.” Ucap Hyu Won, dia tak selemah itu.

“Baik…baik. Kajja!” ucap Kyu Hyun lalu menuntun langkah Hyu Won.

Kyu Hyun menuntun langkah Hyu Won yang sedikit tertatih-tatih. Keduanya berjalan menuju pintu utama bangunan panti. Hyu Won tersenyum saat dia melihat banyak anak-anak kecil sedang bermain di halaman samping panti, lalu ada juga beberapa gadis remaja yang sedang menemani anak-anak panti yang lebih kecil menggambar di teras panti.

“Aku seperti melihat potret kita dulu.” Ucap Hyu Won.

“Ya, dulu kita menemani semua anak-anak panti bermain.” Ucap Kyu Hyun. “Sekarang itu menjadi tugas Ji Sung dan Mi Ran.” Tambah Kyu Hyun.

“Apakah tidak ada orang tua yang mengadopsi Ji Sung dan Mi Ran?” tanya Hyu Won.

“Ini mungkin terdengar klise tapi percayalah bahwa ini adalah nyata.” Ucap Kyu Hyun lalu kemudian melanjutkan ucapannnya. “Ji Sung atau Mi Ran tidak mau dipisahkan, Ji Sung ingin bila ada yang mengadopsi dirinya, maka Mi Ran juga harus ikut, begitu pun sebaliknya. Aku seperti melihat diri kita pada mereka. Mereka akhirnya memutuskan untuk tetap di panti dan membantu eomma saja. Lagi pula pendidikan mereka tetap terjamin. Tak ada yang harus dikhawatirkan.” Ucap Kyu Hyun.

Kyu Hyun sebisa mungkin akan selalu memberikan dana untuk panti asuhan ini. Dia tak akan membiarkan anak-anak di sini sampai mengalami putus pendidikan. Lagi pula dia sudah menjadi donatur tetap di tempat ini. Semoga Tuhan selalu memberikan dia rezeki yang berlimpah sehingga bisa terus membiayai seluruh kebutuhan panti asuhan ini.

“Tapi mereka akan memiliki kesempatan untuk merasakan kasih sayang dari orang tua bila ada yang mengadopsi mereka.” Ucap Hyu Won pelan, sejujurnya dia teringat dengan impiannya sejak kecil. Dia sangat ingin memiliki orang tua dan merasakan kasih sayang yang seutuhnya.

“Aku pernah bertanya dan mereka dengan mantap mejawab eomma sudah cukup untuk menjadi sosok ibu dan ayah untuk mereka.” Balas Kyu Hyun.

“Aku sangat sayang pada mereka. Sejak kecil kita selalu menjaga mereka.” Ucap Hyu Won.

“Hmmm. Dan sekarang mereka sama seperti kita dulu. Hidup rukun dan saling menjaga satu sama lain.” Ucap Kyu Hyun.

NOONA!”

Kyu Hyun dan Hyu Won sontak menolehkan kepala mereka ke arah pintu masuk panti asuhan. Di sana Ji Sung berdiri dengan senyum sumringah di wajahnya. Hyu Won melambaikan tangannya pada Ji Sung. Pria remaja itu berlari ke arah Hyu Won hendak memeluk Hyu Won tetapi dengan cepat Kyu Hyun menghadangnya.

Waeyo?” tanya Ji Sung sebal. Kyu Hyun terkekeh melihat wajah kesal Ji Sung.

Noona-mu sedang sakit dia baru saja kecelakaan jadi ada beberapa bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh karena belum pulih benar. Apalagi kau ingin memeluknya.” Ucap Kyu Hyun.

Ji Sung menyipitkan matanya menatap Kyu Hyun dengan selidik. Dia ingin melihat kejujuran di wajah pria itu, bisa saja Kyu Hyun memang tidak mau membagi Hyu Won dengannya. Sayang yang dia temukan adalah tatapan kejujuran. Ji Sung mengalihkan tatapannya ke arah Hyu Won, dan benar saja pria itu langsung memekik tertahan saat ia melihat wajah lebam Hyu Won.

Ommo! Wajahmu kenapa, noona-ya? Gwaenchanna?” tanya Ji Sung. Hyu Won tersenyum lalu mengusap kepala pria remaja itu.

Gwaenchanna…” balas Hyu Won lembut.

“Di mana eomma?” tanya Kyu Hyun.

Eomma sedang memasak di dapur, hari ini ulang tahun Ji An. Kami akan merayakan perayaan kecil-kecilan.” Ucap Ji Sung.

“Kita tidak membawa hadiah apa-apa.” Ucap Hyu Won pelan.

“Kita bisa mengirimkan hadiah nanti.” Balas Kyu Hyun.

“Di mana Mi Ran?” tanya Hyu Won.

“Tadi dia di belakangku tapi tidak tahu menghilang ke mana, mungkin dia menemani anak-anak yang lain dulu.” Ucap Ji Sung.

“Kalian selalu bersama, kan? Tidak mau terpisahkan.” Goda Kyu Hyun.

Hyung, jangan membuat hubungan kami terlihat seperti sepasang kekasih. Aku dan dia sudah seperti adik kakak.” Ucap Ji Sung.

“Kami juga dulu seperti kalian tapi faktanya adik kakak itu justru berkembang menjadi hubungan yang lain.” Ucap Kyu Hyun lalu mengedipkan sebelah matanya.

“Aishhh! Kau ini memalukan sekali.” Cibir Hyu Won.

“Mi Ran sudah punya kekasih.” Balas Ji Sung mencoba mematahkan teori Kyu Hyun.

Ommo... kau tidak cemburu?” goda Kyu Hyun.

Hyung, kenapa kau sangat terobsesi dengan kisah seperti itu?” tanya Ji Sung mulai sebal. Hyu Won hanya tertawa kecil melihat tingkah Ji Sung.

“Aku tidak terobsesi, aku hanya–”

“Itu Mi Ran!” teriak Hyu Won memotong ucapan melantur Kyu Hyun. Kyu Hyun menatap Hyu Won dengan kesal.

“Aku tidak terobsesi, aku hanya mengatakan yang sesungguhnya. Kau bisa lihat contohnya di depanmu.” Ucap Kyu Hyun melanjutkan kalimatnya yang terpotong.

“Tutup mulutmu! MI RAN-AH!” teriak Hyu Won.

Mi Ran yang sedang berjalan menuju pintu keluar panti tiba-tiba terkejut saat melihat sosok Kyu Hyun dan Hyu Won. Dia tersenyum sumringah lalu berlari ke arah Hyu Won. Sama seperti Ji Sung, Mi Ran juga hendak memeluk Hyu Won namun Ji Sung dengan cepat justru menyambar pelukan gadis itu.

“AISHHH! JI SUNG-AH! Apa yang kau lakukan?” teriak Mi Ran marah.

Kyu Hyun tertawa melihat tingkah dua adik angkatnya itu. Ji Sung sama seperti Kyu Hyun ketika remaja. Pria itu mungkin belum menyadari perasaannya pada Mi Ran. Kyu Hyun seperti melihat cerminan dirinya pada Ji Sung. Dia akan mengatur waktu hanya berdua saja dengan Ji Sung nanti lalu dia akan memberikan petuah-petuah yang baik sehingga Ji Sung tidak akan menyesal dikemudian hari. Pria itu harus segera disadarkan mengenai perasaannya pada Mi Ran.

“Lepaskan aku! Pabboya…” sungut Mi Ran lalu mendorong Ji Sung.

Noona sedang sakit dia baru saja mengalami kecelakaan jadi ada beberapa bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh karena belum pulih benar, apalagi kau ingin memeluknya.” Ucap Ji Sung sama persis seperti apa yang dikatakan Kyu Hyun.

“Tapi bukan berarti kau yang memeluknya.” Ucap Kyu Hyun menggoda pria remaja itu.

Ji Sung tersenyum bodoh ke arah Kyu Hyun dan Hyu Won. Hyu Won hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ji Sung.

“Kalau begitu aku akan memeluk Kyu Hyun oppa saja!” ucap Mi Ran lalu melompat ke dalam pelukan Kyu Hyun. Kyu Hyun yang terkejut dengan pelukan tiba-tiba Mi Ran tak sempat menyiapkan dirinya sehingga tubuhnya sedikit terhuyung ke belakang, tetapi dengan cepat dia mengimbangi bobot tubuh gadis remaja itu. Pria itu balas memeluk Mi Ran dengan erat.

Aigoo! Kau semakin berat saja Mi Ran-ah…” ucap Kyu Hyun lalu mengusap punggung remaja itu.

Boggoshipoyeo oppa…” ucap Mi Ran lalu melepaskan pelukannya. Gadis remaja itu berpaling pada Hyu Won. “Aku juga ingin memelukmu eonnie-ya.” Ucap Mi Ran.

Hyu Won menganggukan kepalanya memberi persetujuan. Mi Ran lalu memeluk Hyu Won dengan hati-hati. Gadis itu takut menyakiti Hyu Won. “Boggoshipoyeo, eonnie…” ucap Mi Ran.

“Aku juga ingin memeluk Noona.” Ucap Ji Sung merengek. Melihat tingkah Ji Sung yang seperti itu, Kyu Hyun justru ingin menjahili pria remaja itu. Dengan cepat Kyu Hyun memeluk Ji Sung dengan erat.

“AISHHHH! YAK! HYUNG LEPASKAN!”

Mereka berempat tertawa keras sampai-sampai Hyu Won harus menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena otot-otot pipinya terasa nyeri. Dia sangat merindukan suasana seperti ini. Tawa mereka masih terdengar hingga sebuah suara menghentikan tawa mereka berempat.

“Hyu Won-ah?”

Hyu Won menolehkan kepalanya ke arah sumber suara dan seketika tawa gadis itu berhenti dan berubah menjadi isak tangis penuh kerinduan.

Eomma?” ucap Hyu Won pelan nyaris berbisik.

“Kau kah itu Hyu Won-ah?” wanita paruh baya yang tadi berdiri di ambang pintu kini berlari penuh emosi ke arah Hyu Won.

Wanita itu berhenti di hadapan Hyu Won lalu menatap gadis itu dari atas sampai bawah. Ia sedang menilik tubuh di hadapannya itu. Berulang kali dia memastikan pandangannya bahwa ini benar-benar Hyu Won. Ya, ini benar Hyu Won-nya, putri kecilnya yang menghilang sepuluh tahun lalu.

“Hyu Won-ah…” ucap wanita itu lalu menangis histeris.

Eomma…” ucap Hyu Won lalu merengsek maju ke dalam pelukan ibu angkatnya itu. Tak dipedulikan lagi tubuhnya yang masih nyeri di mana-mana, dia sangat merindukan ibu angkatnya ini.

****

Hyu Won duduk di teras panti asuhan ditemani wanita paruh baya yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri. Wanita itu sejak tadi tak henti-hentinya menyetuh wajah Hyu Won. Dia masih tak menyangka bahwa gadis muda yang kini duduk di hadapannya adalah gadis kecilnya dulu.

“Kau sangat cantik, Hyu Won-ah.”

Hyu Won meremas jemari ibu angkatnya dengan lembut. Sejak tadi wanita itu terus memujinya, kalau tidak memujinya wanita itu akan berulang kali meminta maaf karena tak bisa menjaga dirinya. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menangis meratapi takdir yang membuat mereka terpisah seperti ini.

Eomma pikir kau mungkin sudah meninggal tetapi eomma tak mau percaya sebelum melihat jasadmu sendiri. Kyu Hyun terus-menerus mencarimu. Anak itu sudah berjanji pada eomma untuk menemukanmu.” Ucap wanita itu lagi.

“Maaf karena baru datang sekarang, eomma.” Ucap Hyu Won.

Gwaenchanna, eomma yakin kau pasti akan kembali ke mari karena ini adalah rumahmu.” Ucap wanita paruh itu dengan isak tangis.

Eomma berhentilah menangis, kau membuatku sangat khawatir.” Ucap Hyu Won.

“Kau tumbuh menjadi gadis dewasa sekarang. Kau sangat cantik, kau tinggi sekali, terakhir kali eomma melihatmu, eomma ingat Kyu Hyun selalu memanggilmu bebek.” Ucap wanita itu lalu terkekeh pelan.

Hyu Won menundukan kepalanya dan ikut terkekeh. Gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap ke arah halaman depan panti asuhan. Ia menatap Kyu Hyun yang sedang bermain sepak bola bersama penghuni panti asuhan lainnya. Kemeja pria itu sudah tak serapih tadi saat mereka datang, lengan bajunya disingkap hingga sebatas siku, sepatunya sudah hilang entah ke mana, dan rambutnya basah oleh keringatnya sendiri.

“Kyu Hyun oppa terlihat seperti anak remaja.” Ucap Hyu Won pelan lalu terkekeh kemudian. Ia gemas melihat tingkah Kyu Hyun, pria itu sangat berbeda dengan kesehariannya sebagai seorang CEO.

“Dia selalu bermain sepak bola dengan anak-anak di panti asuhan ini kalau dia datang ke mari. Aku kasihan padanya karena dia harus melewati masa remajanya dengan bekerja keras. Kau dan Kyu Hyun selalu berusaha untuk menjaga adik-adik kalian dulu.” Ucap wanita paruh baya itu.

“Aku merasa sangat bersalah padanya karena keegoisanku. Kyu Hyun oppa sudah menemukanku beberapa bulan lalu tetapi aku tidak ingin menemui dan melihatnya.” Ucap  Hyu Won berubah muram.

“Ssst~ gwaenchanna, Kyu Hyun sudah menceritakan semuanya pada eomma. Eomma mengerti kalau kau sempat marah dan membencinya. Yang paling penting sekarang anak-anak eomma sudah ada di sini. Eomma merasa begitu bahagia.” Ucap wanita itu lalu merengkuh tubuh Hyu Won dan mengecup wajahnya berkali-kali.

“Aku rindu dipeluk seperti ini oleh eomma.” Ucap Hyu Won. Berapa banyak waktu yang ia lewati tanpa wanita hebat ini? Dia hidup dalam kesendirian bertahun-tahun dan sempat berusaha melupakan ibu angkatnya ini, tetapi sekarang dia merasa seperti pulang ke rumah. Pelukan wanita itu selalu menenangkannya.

****

One Week Later

Uhm’s Family Home

Seoul, South Korea

Ji Won duduk di tepi ranjang menunggu Hyu Won yang masih berada di dalam kamar mandi. Wanita itu menggenggam sebuah kemeja dan celana panjang yang baru saja dia ambil dari dalam lemari Hyu Won. Sudah menjadi rutinitasnya selama seminggu terakhir ini untuk merawat Hyu Won. Dia merasa bahagia luar biasa bisa merawat Hyu Won. Dia akan memandikan Hyu Won –meskipun gadis itu menolak dengan halus– tetapi sekarang Hyu Won sudah cukup pulih untuk mandi sendiri. Biasanya dengan menggunakan alasan takut Hyu Won terjatuh atau luka di rusuknya yang belum pulih benar semakin parah, Ji Won memaksa gadis itu untuk dimandikan. Tapi sekarang dia harus cukup puas hanya bisa membantu sebagian aktivitas Hyu Won.

Ceklek!

Ji Won tersenyum sumringah saat melihat Hyu Won yang keluar dari dalam kamar mandi. Hyu Won yang baru keluar dari kamar mandi merasa terkejut melihat Ji Won, gadis itu lalu tersenyum mengikuti senyum sumringah di wajah Ji Won. Kebaikan Ji Won selama ini selalu membuat perasaannya menghangat. Dia yang tak pernah dirawat oleh seorang ibu, selalu merasa senang bila Ji Won memberikan perhatian lebih padanya. Wanita itu tidak lelah merawat dan mengurus kebutuhannya. Dia selalu bertanya-tanya apakah akan seperti ini rasanya bila dia hidup dengan kedua orang tuanya? Mereka akan merawatnya saat dia sakit.

“Cepatlah ke mari kau akan kedinginan.” Ucap Ji Won.

Hyu Won berjalan menuju Ji Won dengan cepat. Dia melirik sebuah kemeja yang berada dalam genggaman Ji Won. Pasti wanita itu akan memaksa untuk membantunya berpakaian. Awalnya Hyu Won merasa keberatan tetapi tatapan dan ucapan lembut Ji Won selalu meluluhkannya. Ji Won tidak pernah menatap tubuhnya dengan pandangan menilai atau kasihan, wanita itu juga tidak pernah bertanya bagaimana Hyu Won mendapatkan semua bekas luka di sekujur tubuhnya.

“Aku sudah memilihkan kemeja untukmu, yang ini cocok?” tanya Ji Won sambil menunjukan kemeja di tangannya.

Hyu Won menganggukan kepalanya. “Ya, itu salah satu favoritku.” Ucap Hyu Won pelan. Ji Won tersenyum semakin senang, dia mulai tahu kesukaan anak gadisnya.

“Aku akan membantumu memakai pakaian,” ucap Ji Won.

Tidak seperti biasanya Hyu Won akan menolak dengan lembut, kali ini gadis itu menganggukan kepalanya dan menyetujui tawaran wanita itu, seolah dia sudah merasa nyaman dengan semua yang dilakukan Ji Won padanya.

Gomawo, nyonya.” Ucap Hyu Won.

Ji Won hanya tersenyum lembut lalu mulai membantu memakaikan pakaian di tubuh Hyu Won, dia selalu mati-matian menahan air matanya bila melihat bekas-bekas luka di sekujur tubuh Hyu Won. Dia selalu memasang senyum terbaiknya seolah semua baik-baik saja padahal hatinya sangat sakit sekali. Ingin sekali dia menyentuh, mengusap, dan mencium sekujur luka di tubuh Hyu Won seperti apa yang akan dilakukan seorang ibu pada gadis kecil mereka tetapi dia menahannya mati-matian. Akan ada saatnya dia bisa melakukan semua itu tanpa membuat Hyu Won ketakutan.

“Sudah siapa untuk hari ini?” tanya Ji Won dengan semangat.

“Ya?” tanya Hyu Won bingung tetapi Ji Won tak menghiraukan kebingungan di wajah gadis itu. Dia justru mengambil sisir lalu mulai menyisir rambut Hyu Won yang lembut.

****

At The Mint Boutique

Hyu Won menatap semua pakaian yang terpajang di dalam butik. Lidahnya tak henti-hentinya berdecak kagum menatap semua gaun-gaun indah di hadapannya. Tidak pernah sekali pun seumur hidupnya masuk ke dalam tempat seperti ini. Pakaian-pakaiannya semua bisa dikatakan dibeli di depertament store biasa. Bahkan dia, Jung Soo, dan Donghae lebih sering pergi ke pasar dan mencari pakaian yang didiskon. Mimpi apa dia bisa masuk ke sini?

Kajja!” ucap Ji Won yang baru saja kembali dari mobilnya.

“Nyonya, kenapa kita ke mari?” tanya Hyu Won.

“Untuk belanja tentu saja, memangnya kau mau apa di sini?” tanya Ji Won dengan senyum di bibirnya.

“Belanja?” tanya Hyu Won tak mengerti.

“Kita akan memilih pakaian yang cantik untuk kita berdua. Kau bebas mau memilih dress mana yang kau sukai. Hari ini spesial untuk Duo Won.” Ucap Ji Won dengan kerlingan mata.

“Nyonya ini terlalu berlebihan. Dan… dan aku rasa pakaian-pakaian di sini tampaknya mahal sekali.” Ucap Hyu Won pelan.

Ji Won tersenyum gemas. Akhirnya wanita itu memilih mengganti strategi agar Hyu Won tidak merasa canggung. “Sebenarnya ini salah satu butikku. Aku punya jatah beberapa potong pakaian yang bisa kuambil. Kita akan mengambil jatahku. Bagaimana?” tanya Ji Won.

“Maafkan aku, tapi aku tidak membutuhkan pakaian dalam waktu dekat ini.” Ucap Hyu Won halus berusaha menolak dengan sopan.

Ji Won memutar matanya lalu meraih tangan Hyu Won, “baiklah… aku ingin memberimu hadiah. Kurasa kau tak bisa menolak lagi. Kajja!” Ucap JI Won lalu menyeret Hyu Won untuk berjalan tanpan mendengar sedikit pun protes gadis itu.

Hyu Won hanya bisa mengikuti Ji Won tanpa bisa protes. Gadis itu mengembuskan napasnya, dia sangat ingin menelpon Kyu Hyun dan meminta pria itu menghentikan semua tindakan ibunya.

“Aku sudah meminta pegawaiku menyiapkan beberapa dress, kau bisa mencobanya dan kita pilih mana yang kau sukai. Eotte?” tanya Ji Won dengan semangat.

Hyu Won hanya tersenyum lalu menganggukan kepalanya. Ji Won terlalu bahagia, dia tak ingin merusak semangat wanita itu. Dia akan mengalah dan mengikuti kemauan Ji Won.

“Shin Ah, tolong bawakan dress yang sudah kuminta.” Ucap Ji Won pada seorang gadis muda.

Gadis bernama Shin Ah segera berjalan menuju sebuah ruangan lalu mengambil pesanan yang sudah dipesan atasannya itu. Ada total lima dress yang sudah di pesan. Setelah mendapatkan dressdress tersebut, Shin Ah berjalan menuju atasannya yang sedang berbicara dengan Hyu Won.

“Nyonya Uhm, ini dress yang kau minta.” Ucap Shin Ah dengan senyum ramah.

AH… Gomawo!” ucap Ji Won terlampau bahagia. “Kajja! Kita pergi ke privat room untuk memilih gaun untukmu.” Ucap Ji Won lalu menggiring Hyu Won menuju privat room tempat fitting pakaian.

Ketika memasuki privat room, lagi-lagi Hyu Won berdecak kagum. Dia belum pernah melihat ruangan seindah ini. Ada sebuah cermin besar yang membuatnya bisa melihat keseluruhan tubuhnya. Ji Won yang menyadari keterdiaman Hyu Won, dengan pelan sengaja berdeham. Mulai sekarang dia akan memberikan dunia untuk Hyu Won. Gadis itu akan merasakan apa yang seharusnya ia rasakan.

“Cepatlah coba dress ini, aku ingin melihat.” Ucap Ji Won lalu memberikan dua dress pada Hyu Won.

Hyu Won menatap dress di tangannya. Dua dress itu membuatnya ketakutan sekali. Panjang dress itu tak sampai menutupi pahanya, dia tak pernah memakai pakaian sependek ini. Dengan gugup gadis itu menatap Ji Won dengan pandangan menyesal.

“Nyonya, ini terlalu pendek dan lengannya juga tidak panjang. Aku… aku malu.” Ucap Hyu Won dengan kepala menunduk.

Ji Won memejamkan matanya sejenak, dadanya terasa nyeri saat mendengar kalimat yang diucapkan gadis itu. Baginya ini gaun yang sangat indah, Hyu Won akan terlihat cantik dengan gaun ini tetapi ketidakpercayaan diri gadis itu membuat semuanya hancur. Dia mengerti bahwa Hyu Won selalu memakai pakaian yang menutupi sekujur tubuhnya karena bekas luka di tubuhnya. Dia sangat ingin membuat kepercayaan diri gadis itu meningkat.

“Tidak apa-apa sayang, kau akan terlihat luar biasa. Cobalah untuk menjadi seseorang yang lebih percaya diri. Memangnya mengapa kalau bekas lukamu terlihat?” tanya Ji Won lembut, tangannya bergerak mengusap lengan Hyu Won.

“Maafkan aku, aku hanya tidak nyaman. Aku tidak mau orang lain melihat bekas-bekas lukaku.” Ucap Hyu Won dengan nada sendu.

Kali ini Ji Won mengalah dan tak ingin memaksa kehendaknya, dia tahu tidak mudah mengembalikan kepercayaan diri seseorang.

“Kita masih punya tiga gaun, aku yakin salah satunya akan cocok denganmu.” Ucap Ji Won masih berusaha optimis.

Hyu Won mengangkat kepalanya dan membalas senyum di wajah Ji Won. “Aku benar-benar minta maaf.” Ucap Hyu Won.

Gwaenchanna, ini hanya dress. Maaf karena aku selalu memaksa kehendek, aku hanya ingin membuatmu bahagia.” Ucap Ji Won tanpa ia sadari kalimatnya membuat Hyu Won bingung.

“Terimakasih nyonya.” Balas Hyu Won tak ingin memikirkan ucapan Ji Won.

Ji Won kembali memilih dress yang sudah disiapkan pegawainya. Dia mulai meletakan dress-dress yang tak sesuai dengan keinginan Hyu Won, hingga akhirnya dia sampai pada dress terakhir. Senyum sumringah muncul di bibirnya.

“Sepertinya ini cocok denganmu.” Ucap Ji Won dengan semangat sambil menunjukan gaun terakhir yang ia pilih.

Hyu Won menatap dress itu dengan pandangan berbinar, sebenarnya semua dress membuatnya berbinar-binar, dia juga sangat tergoda untuk memakainya tetapi dia tak memilihi rasa percaya diri yang tinggi. Dia takut orang akan mengasihaninya bila melihat kondisinya.

“Ya, ini bagus tetapi sangat pendek.” Ucap Hyu Won.

Ji Won menatap gaun di tangannya. Lengannya panjang dan bisa menutupi bekas luka di tangan gadis itu. Ya dress itu hanya sepanjang paha Hyu Won. Tetapi bukan Ji Won kalau dia tak kehabisan akal untuk membujuk Hyu Won.

“Coba dulu dan kita lihat apa kekurangannya, kita bisa memodifikasinya kalau kau tidak suka.” Ucap Ji Won dengan senyum sumringah.

“Baik, aku akan mencobanya sendiri.” Ucap Hyu Won lembut. Hyu Won lantas meraih gaun itu lalu berjalan menuju ruang ganti.

Ji Won menunggu Hyu Won yang menghilang dibalik sampiran. Dia ingin membantu tetapi tampaknya Hyu Won ingin membuat kejutan untuknya. Lima menit Ji Won menunggu akhirnya sampiran terbuka. Wanita itu langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Hyu Won.

“Nyonya, bagaimana?”

“Kau sangat cantik sekali! Kakimu indah sekali, tidak ada yang salah Hyu Won. Kaki jenjangmu membuatmu terlihat sempurna!” Ucap Ji Won.

Hyu Won menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Dia memang sangat cantik dan terlihat seperti bukan dirinya sendiri, dia tak pernah memakai gaun sependek ini. Dia merasa takut tetapi perasaannya berubah nyaman saat dia merasa Ji Won bersamanya.

“Aku tidak nyaman dengan kakiku, nyonya.” Ucap Hyu Won.

“Kakimu sempurna, kau hanya belum terbiasa memakai pakaian pendek Hyu Won-ah. Biasakan dirimu untuk mencoba sesuatu yang baru.” Ucap Ji Won.

“Apakah orang-orang akan melihat bekas lukaku?” tanya Hyu Won cemas sambil menunjukan lengannya.

“Itu tidak terlihat, Hyu Won-ah.” Ucap Ji Won.

Hyu Won menatap lengannya. Benar, orang tidak akan melihat begitu pun dirinya, dia tak akan benci dengan semua bekas lukanya. Luka-luka itu tak akan mengejeknya, dia justru merasa seperti baru menemukan sesuatu yang baru. Keindahan dress ini membuat lukanya tersamarkan dan membuat indah lengannya.

“Benar, tidak terlihat, nyonya.” Ucap Hyu Won.

“Bagus! Kita sudah dapat dress untukmu, sekarang kita akan pergi ke salon dan memanjakan diri kita!” ucap Ji Won.

Hyu Won membulatkan matanya tetapi dia tak mau memprotes karena dia tahu semuanya akan sia-sia. Dia hanya bisa tersenyum, hari ini dia dan Ji Won terlihat seperti ibu dan anak. Oh seandainya dia bersama ibunya sejak kecil, mungkin mereka akan melakuakn kegiatan seperti ini.

“Kau senang?” tanya Ji Won.

“Iya, nyonya, aku senang sekali. Ini rasanya seperti aku memiliki seorang ibu.” Ucap Hyu Won malu-malu tetapi berbanding terbalik dengan reaksi Ji Won. Dia merasa seperti seseorang baru saja menamparnya dengan keras.

“Aku juga, seperti memiliki seorang putri.” Ucap Ji Won lalu mengusap pipi Hyu Won, dia berusaa mengabaikan kesedihan di hatinya. “Kajja! Kita pergi makan, ke salon, lalu pulang.” Ucap Ji Won.

Ne, nyonya.” Ucap Hyu Won.

****

Uhm’s Family Home

Seoul, South Korea

07.00 PM

Hyu Won dan Ji Won turun dari mobil Ji Won, kedua wanita beda generasi itu tampak bercengkrama. Hyu Won merasa bahagia seharian ini pergi bersama Ji Won, begitu pun sebaliknya Ji Won. Bagi Ji Won hari ini adalah impiannya yang terwujud. Selama ini ia selalu memimpikan melakukan hal seperti ini bersama putrinya. Walaupun Hyu Won tidak tahu dia adalah ibu kandungnya, Ji Won berusaha berbesar hati setidaknya mereka bisa merasakan kebahagiaan hari ini.

“Besok kita pergi ke mana lagi? Ada tempat yang ingin kau datangi?” tanya Ji Won yang kini merangkul Hyu Won.

“Besok kita pergi lagi?” tanya Hyu Won bingung, baginya hari ini dia seperti menghabiskan banyak sekali uang padahal itu uang Ji Won.

“Ya, bagaimana kalau besok kita pergi ke Myeongdo. Kita bisa wisata kuliner dan membeli barang-barang lucu.” Ucap Ji Won bersemangat.

“Nyonya, kita sudah terlalu sering berbelanja. Bukankah itu boros. Baju yang kupakai saja sudah cukup, nyonya.” Ucap Hyu Won lalu menatap navy dress yang ia kenakan. Rambutnya juga terasa begitu lembut, badannya terasa segar karena mendapat perawatan nomor satu di salon.

“Kau ini, kapan lagi aku bisa menghambur-hamburkan uang suamiku. Lagi pula aku jarang-jarang pergi dengan perempuan. Selama ini Kyu Hyun tidak pernah betah menemaniku berbelanja.” Ucap Ji Won cemberut.

Hyu Won terkekeh mendengar ucapan Ji Won. Dia membayangkan Kyu Hyun yang menemani ke mana pun Ji Won pergi. Pasti lucu sekali. Mereka kembali berjalan memasuki rumah. Namun saat mereka memasuki rumah, rumah dalam keadaan gelap.

Ommo! Ada apa ini?” tanya Ji Won.

Hyu Won mengernyitkan dahinya saat ia menatap ke bawah kakinya. Ruangan memang gelap tetapi ada banyak lilin berjajar seolah membentuk jalan kecil.

“Nyonya, ada apa ini? Kenapa banyak lilin di lantai?” tanya Hyu Won.

Ji Won menggelengkan kepalanya tidak tahu. Dia menarik lengan Hyu Won lalu menggiring gadis itu mengikuti lilin-lilin yang di atur membentuk jalan menuju halaman belakang.

“Kita ikuti saja.” Ucap Ji Won.

Jantung Hyu Won berdebar menerka apa yang ada di halaman belakang. Dia pernah melihat lilin-lilin yang diatur seperti ini. Biasanya lilin-lilin tersebut diatur untuk merayakan ulang tahun, melamar kekasih, atau sebuah kejutan yang indah. Hyu Won tidak ingin berbesar kepala tetapi rasa penasarannya membuatnya ingin cepat sampai pada ujung dari lilin-lilin di lantai.

Hyu Won dan Ji Won akhirnya sampai di luar halaman belakang rumah keluarga Uhm. Betapa terkejutnya Hyu Won saat dia melihat ada banyak lampu hias yang di atur mengelilingi pohon dan ranting. Di tengah halaman ada sebuah meja dan dua kursi yang sudah di atur sedemikian rupa. Di tengah meja ada banyak dekorasi yang membuat hati meleleh. Semuanya belum apa-apa, saat Hyu Won menangkap sosok pria yang sudah tak asing lagi berdiri di tengah halaman. Itu Kyu Hyun.

Ige mwoya?” bisik Hyu Won. Ia menolehkan kepalanya dan menatap Ji Won penuh tanya.

“Dia sudah menunggumu.” Ucap Ji Won dengan senyum merekah indah di bibirnya. Dan Hyu Won akhirnya tahu bahwa semua ini memang sudah diatur. Gadis itu menilik kembali dandanannya, dia sangat cantik begitu pun Kyu Hyun yang terlihat tampan dengan tuxedo hitam yang ia kenakan. Mereka tampak serasi. Ji Won mungkin membantu Kyu Hyun mewujudkan semua ini. Tapi untuk apa?

“Nyonya?”

“Pergilah ke sana, priamu sudah menunggu.” Ucap Ji Won lalu mendorong Hyu Won pelan agar berjalan menuju Kyu Hyun.

Hyu Won berjalan dengan enggan menuju Kyu Hyun. Dia merasa gugup luar biasa. Belum pernah dia bertemu Kyu Hyun dengan dandanan seperti ini. Tapi untuk keseluruhan, ada hal yang lebih membuatnya gugup bahkan ketakutan setengah mati. Dia tak mau membayangkannya, biarkan kakinya menuntunnya menuju Kyu Hyun dan mendengar sendiri apa tujuan pria itu melakukan semua ini.

“Hai,” sapa Kyu Hyun saat ia melihat Hyu Won yang berdiri di hadapannya.

“Lampu-lampunya sangat romantis.” Ucap Hyu Won dengan senyum kecil. Gadis itu menolehkan kepalanya dan menatap ke arah Ji Won, kali ini tidak hanya Ji Won yang berdiri di sana, ada Jae Ho yang merangkul istrinya dengan sayang.

“Kau sangat cantik. Aku akan berterimakasih pada Eomma karena sudah membantuku melakukan semua ini.” Ucap Kyu Hyun. Pria itu lantas menggiring Hyu Won untuk duduk di kursi.

“Mengapa kau menyiapkan makan malam romantis ini?” tanya Hyu Won.

“Kita tidak pernah punya moment berdua seperti ini,” ucap Kyu Hyun.

“Kau meminta ibumu untuk membawaku ke salon?” tanya Hyu Won.

Anniyo, aku bahkan tidak tahu dia merencanakan membuatmu terlihat begitu cantik. Aku hanya memintanya mengajakmu pergi tapi tak ku sangka dia merubah penampilanmu.” Ucap Kyu Hyun.

“Apa kau suka?” tanya Hyu Won malu-malu.

“Aku suka dengan apapun yang kau kenakan.” Ucap Kyu Hyun. Hyu Won hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Kyu Hyun.

Pandangan Hyu Won berpendar menatap lampu-lampu hias yang mengelilinginya dan Kyu Hyun. Gadis itu tersenyum tipis, dia merasa terharu Kyu Hyun bisa melakukan semua ini. Hyu Won menurunkan pandangannya dan menatap Kyu Hyun. Pria itu sedang menatap dirinya.

“Hyu Won-ah?” panggil Kyu Hyun.

Ne?” balas Hyu Won.

Kyu Hyun tiba-tiba membuka sebuah kotak beludru berwarna biru dongker, Hyu Won menatapnya dengan bingung, ia bahkan menahan napasnya.

“Itu apa?” tanya Hyu Won pelan.

Kyu Hyun mengangkat kotak tersebut lalu ia menatap Hyu Won dengan dalam. Kyu Hyun menarik napasnya, pria itu tampak begitu gugup. Hyu Won menggigit bibir bawahnya gugup. Dia tahu apa yang akan dilakukan Kyu Hyun sebentar lagi.

“Hyu Won-ah, mari kita menikah dan hidup bersama sampai ajal yang memisahkan kita.” Ucap Kyu Hyun tenang tetapi penuh dengan penekanan. Tak ada nada main-main di sana, pria itu berbicara dengan penuh keseriusan.

Hyu Won menggigit bibir bawahnya dengan kuat-kuat menahan isak tangisnya. Dia merasa terharu tetapi sangat ketakutan luar biasa.

“Kyu Hyun oppa…” panggil Hyu Won menggantung. “Maaf, aku tidak bisa.” Ucap Hyu Won dengan suara pelan nyaris berbisik, ia menundukan kepalanya dalam-dalam. Air matanya bahkan mengalir tanpa ia kehendaki.

“Apa?” tanya Kyu Hyun terkejut setengah mati, dia merasa seperti baru saja terhempas dari sebuah ketinggian. Dadanya terasa nyeri luar biasa. Ada perasaan sakit yang tak bisa ia deskripsikan dengan kata-kata.

“Maaf, bukan maksudku ingin menyakitimu. Aku hanya… hanya tidak bisa. Kau berhak mendapatkan yang lebih dari aku.” Ucap Hyu Won lalu menatap Kyu Hyun dalam. Semua ini terlalu cepat baginya, dia takut Kyu Hyun terlalu cepat mengambil keputusan untuk menikahi dirinya, dia takut suatu hari nanti pria itu akan kecewa padanya.

“Omong kosong!” ucap Kyu Hyun menahan emosinya. Dia tidak merasa terhina dengan penolakan Hyu Won,dia marah karena Hyu Won masih meragukan dirinya atau mungkin gadis itu meragukan dirinya sendiri. Apa yang gadis itu ragukan sebenarnya.

“Maaf…maaf.” Ucap Hyu Won.

“Kang Hyu Won, katakan apa alasan yang bisa membuatku menerima penolakanmu.” Ucap Kyu Hyun.

“Bukankah kau terlalu terburu-buru dengan semua ini?”

“Terburu-buru bagaimana? Aku sudah menunggu seumur hidupku untuk dirimu, Kang Hyu Won. Katakan, apa salahku sampai kau tak bisa hidup bersamaku?” tanya Kyu Hyun dengan lelah.

Hyu Won menggelengkan kepalanya lalu mengusap air matanya. “Kau tidak salah apa-apa.” Ucap Hyu Won tak kuasa, ia tak bisa mengeluarkan suaranya tanpa isakan.

Kyu Hyun berdiri dari kursinya lalu menatap Hyu Won. “Aku tidak akan menyerah, Hyu Won-ah. Aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir.” Ucap Kyu Hyun lalu beranjak meninggalkan Hyu Won.

Hyu Won menundukan kepalanya dan menangis terisak pilu. Dia meremas ujung gaunnya, rasanya begitu frustrasi karena tak bisa mengatakan apa yang ada di dalam benaknya.

“Hyu Won-ah?”

Hyu Won mendongangkan kepalanya dan menatap Ji Won dengan sedih, dia baru saja menyakiti hati putra Ji Won.

“Kenapa sayang? Kau bisa bercerita padaku,” ucap Ji Won lembut penuh perhatian.

Hyu Won hanya menggeleng pelan. Dia tak sanggup mengatakan alasan sesungguhnya ia menolak lamaran Kyu Hyun. Rasanya sakit sekali tak bisa mengeluarkan hal yang mengganjal di hatinya.

“Maafkan aku merusak segalanya. Aku lagi-lagi menyakiti Kyu Hyun.” Ucap Hyu Won dnegan derai air mata.

“Ssst~ gwaenchanna, kalian hanya sedang emosi. Kau bisa menemuinya kalau kalian sudah lebih tenang. Apapun itu yang menganggumu, kau bisa bercerita padaku.” Ucap Ji Won lalu memeluk Hyu Won dengan sayang. Wanita itu mengusap kepala Hyu Won. Ia mendongakan kepalanya untuk menahan air matanya, rasanya sesak sekali tak bisa berbagi kesedihan dengan putri kandungnya ini. Dia bisa melihat adanya beban yang berusaha Hyu Won pikul. Tatapan mata gadis itu menjelaskan segalanya.

Kajja! Ini sudah malam, kita masuk ke dalam.” Ucap Ji Won.

****

A Morning

06.30 AM

Hyu Won keluar dari kamarnya dan berjalan menuju meja makan namun dia tak melihat Kyu Hyun di sana. Yang ada hanya Ji Won dan Jae Ho. Perasaannya menjadi gelisah.

“Selamat pagi, Tuan, Nyonya.” Ucap Hyu Won dengan senyuman.

“Pagi, sayang. Sini kita sarapan bersama.” Ucap Jae Ho.

Ne.” Ucap Hyu Won lalu duduk di kursi makan.

“Kau ingin makan apa? Nasi atau roti?” tanya Ji Won.

“Aku ingin roti saja.” Balas Hyu Won. “Hmmm, Kyu Hyun oppa di mana?” tanya Hyu Won.

Ji Won menatap Hyu Won dengan lembut lalu menjawab pertanyaan gadis itu. “Dia sudah pergi pagi sekali.” Ucap Ji Won.

“Kyu Hyun oppa pasti marah padaku, dia menghindariku.” Ucap Hyu Won.

“Tidak, dia sedang ada pertemuan penting pagi ini.” Ucap Jae Ho mencoba menghibur Hyu Won.

Hyu Won menganggukan kepalanya dan mencoba berpikir positif, walaupun dia tahu Kyu Hyun memang pasti menghindarinya. Pria itu selalu berpamitan padanya kalau dia masih belum berada di meja makan tapi pagi ini Kyu Hyun pergi begitu saja.

“Ini roti coklatmu.” Ucap Ji Won. “Tidak perlu dipikirkan, Kyu Hyun mungkin hanya merajuk setelah ini dia akan datang padamu lagi. Dia tak kuat berjauhan dengan dirimu.” Ucap Ji Won.

Gomawo, aku benar-benar minta maaf karena sudah menyakiti hati putra kalian.” Ucap Hyu Won dengan tulus.

Jae Ho menolehkan kepalanya dan menahap Ji Won, dia tahu istrinya pasti ingin menangis sekarang. Wanita itu pasti sudah tidak sabar ingin mengatakan semua kebenarannya.

“Dia tak akan marah lama-lama.” Ucap Jae Ho.

****

A Night

09.00 PM

Hyu Won masih duduk di sofa ruang tamu. Dia sedang menunggu Kyu Hyun pulang. Dia ingin bertemu pria itu. Biasanya Kyu Hyun akan  pulang dan makan siang di rumah tetapi hari ini Kyu Hyun tak melakukan kebiasaannya itu.

“Hyu Won-ah, mungkin Kyu Hyun pulang larut. Kajja! Kita tidur saja.” Ucap Ji Won yang duduk menemani Hyu Won.

“Aku ingin menunggunya dan berbicara dengannya, nyonya. Aku tak ingin menyakiti perasaannya terus menerus.” Ucap Hyu Won.

Ji Won membelai rambut panjang Hyu Won, jujur saja dia khawatir dengan Hyu Won. Gadis itu terus gelisah sejak pagi. Sikap Kyu Hyun sedikit berlebihan, bisa-bisanya pria itu tidak mengacuhkan putrinya. Dia ingin marah tetapi dia tahu bahwa itu bukan kapasitasnya. Di tengah heningnya suasana malam, tiba-tiba terdengar suara Kyu Hyun.

“Aku pulang.”

Hyu Won dan Ji Won sama-sama menolehkan kepala mereka menatap sosok tinggi tegap yang baru saja masuk. Mata Hytu Won dan Kyu Hyun sempat bersinggungan tetapi hanya sedetik karena Kyu Hyun dengan cepat mengalihkan tatapannya.

“Kau sudah makan?” tanya Ji Won.

“Aku sudah makan.” Balas Kyu Hyun singkat, dia lantas berjalan begitu saja tanpa menyapa Hyu Won.

“Dia masih marah padaku, nyonya.” Ucap Hyu Won berbisik, dia meringis sedih menatap punggung Kyu Hyun menghilang di balik pintu kamarnya.

“Dia kekanak-kanakan.” Cibir Ji Won.

“Nyonya, aku akan bicara dengan Kyu Hyun oppa sekarang.” Ucap Hyu Won.

“Ya, bicaralah, selesaikan masalah kalian.”

Hyu Won segera berdiri dari sofa lalu berjalan menuju kamar Kyu Hyun. Gadis itu lantas masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu dia sudah tak sabar ingin segera menyelesaikan masalah di antara mereka.

“Ada apa?” tanya Kyu Hyun tanpa menolehkan kepalanya, dia tahu itu Hyu Won.

“Aku ingin bicara.” Ucap Hyu Won.

“Besok saja, aku lelah ingin istirahat.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku mohon…”

“Aku ingin mandi, Hyu Won-ah. Keluarlah.” Ucap Kyu Hyun seolah tak acuh. Pria itu lantas berjalan menuju kamar mandi tapi dengan cepat Hyu Won mencegahnya.

“Tunggu… maafkan aku.” Ucap hyu won dengan suara serak tetapi Kyu Hyun tidak memedulikan gadis itu. Dia tetap berjalan menuju kamar mandi.

“Kyu Hyun oppa!” teriak Hyu Won keras.

Kyu Hyun membalikan tubuhnya dan menatap Hyu Won dengan tenang. Pria itu lantas berjalan ke arah Hyu Won. “Kang Hyu Won, kau mempermainkan perasaanku. Tidak tahukah kau bahwa aku sangat mencintaimu? Ku pikir dengan semua yang sudah kita lalui kau akhirnya bisa menerima diriku. Tapi tampaknya kau senang mempermainkan aku. Harus berapa lama lagi aku menunggumu?” Ucap Kyu Hyun tenang.

“Bukan begitu…”

“Aku butuh waktu sendiri.”

“Aku mohon dengarkan aku.” Ucap Hyu Won mencegah Kyu Hyun pergi, dia merasa sakit melihat Kyu Hyun yang terluka seperti itu.

“Apa lagi?” Ucap Kyu Hyun lemah.

“Sejujurnya aku takut… aku hanya sangat takut sekali.” Ucap Hyu Won.

“Apa yang kau takutkan!?” Tanya Kyu Hyun dengan nada meninggi. Hyu Won bahkan takut kedua orang tua pria itu mendengar teriakannya.

Hyu Won menahan diri untuk tidak sesenggukan walaupun air mata sudah menggenang di pipinya.

“Kau bisa memililih untuk melupakan masa lalu kita dan semua kesalahanku. Kau bisa memilih untuk hidup bahagia tetapi mengapa kau selalu membuat semuanya sulit? Aku tahu kesalahan yang kulakukan tak ringan, tapi aku menyselinya, sungguh. Bisakah kau menatapku seperti dulu saat kau menatap Kyu Hyun oppa-mu?” Tanya Kyu Hyun lelah.

“Aku mencobanya, aku mencobanya. Aku mencintaimu, sungguh. Aku ingin hidup dengan dirimu dan menghabiskan sisa umurku tetapi aku takut. Aku takut membuatmu kecewa. Aku takut kau melakukan kesalahan dengan memilihku sebagai istrimu. Aku takut aku tak cukup pantas untukmu.”

“Kang Hyu Won–” ucapan Kyu Hyun terpotong saat Hyu Won menatapnya dengan dalam. Ada kesakitan yang berusaha Hyu Won tahan, dia sedang memendam semua rasa sakitnya sendiri.

“Malam itu… malam itu aku diperkosa.” Ucap Hyu Won dengan tenang tetapi menyimpan kesakitan yang sangat mendalam.

“Apa?”

Hyu Won mengalihkan tatapannya dan air matanya akhirnya kembali mengalir deras. Dia bahkan mulai sesenggukan karena napasnya yang mulai sesak. Akhirnya dia mengatakan semuanya pada Kyu Hyun.

Emosi Kyu Hyun yang semula meledak-ledak tiba-tiba hilang begitu saja. Bahunya yang menegang merosot penuh kekalahan. Dia menatap Hyu Won dengan tatapan kosong seolah seseorang baru mencabut jiwanya. Dia menatap Hyu Won dengan kesedihan yang tak bisa ia deskripsikan dengan kata-kata. Dia merasa hancur sehancur-hancurnya.

“Hyu Won–” Ucap Kyu Hyun lalu berjalan dan meraih tubuh Hyu Won. Dia memeluk tubuh ringkih itu dengan erat seolah menumpahkan semua emosinya.

“Maafkan aku…” ucap Kyu Hyun. Hyu Won memejamkan matanya dan air matanya jatuh semakin deras. Dia tak sanggup lagi menahan isak tangisnya.

Kyu Hyun memeluk tubuh bergetar Hyu Won dengan erat. Air mata pria itu mengalir membasahi pipinya. Dia tak bisa membayangkan bagaimana Hyu Won menjalani semua masa-masa sulit setelah kejadian keji itu. Tubuh keduanya meluruh tak bertenaga di atas karpet beludru milik Kyu Hyun. Malam itu keduanya menumpahkan kesedihan dan meratapi takdir yang begitu kejam.

TBC

Hai, gimana?Hati kalian hancur kayak Kyu Hyun ga? Siap-siap menjelang part part terakhir, part depan sepertinya akan diprivat ya tapi gatau gimana nanti baru rencana sih. Segimana isi konten cerita nanti, sebisa mungkin halus biar gausah privat tapi greget banget pingin bikin side Minseo-Hyu Won.

Oh iya mau promo, sekarang Gluu Area punya IG! Yeahh hahaha. Nama akunnya @gluuarea follow ya!

Makasih buat yang udah baca, komen, like. Aku bukan apa-apa tanpa kalian. I love you all:)

Advertisements

51 thoughts on “FF: Never Be The Same [Part 9]

  1. akhhhhh inilah kenapa aku suka banget sama ff ini!!! karena ceritanya selalu sesuai ekspektasi tapi dikemas dengan cara yg tidak terduga dugaaaa uwooooooooo!! POKOKKNYA JJANG BANGET DEH UNN!! ;A; aku mohon buat part endingnya dengan sangat menyentuh biar aku bisa nangis bahagia /plakk

  2. Aku udah ngerasa kalau ff ini mendekati ending..
    Dilihat dari semua hubungan mreka yg mulai membaik..
    Aku seneng akhirnya kyuwon bisa bersama lagi..
    Dan part ini cukup menguras air mataku..
    Ntah gimana bisa aku seperti merasakan kesedihan hyuwon.kyuhyun dan jiwon secara bersamaan..
    Fakta hyuwon pernah diperkosa sebenernya aku gak kaget kalau diliat dari trauma hyuwon tapi entah kenapa rasanya sama hancur kayak hati kyuhyun..
    Mudah2an kyuhyun gak berubah walaupun tahu fakta ini..
    Itu belum sepenuhnya hyuwon cerita apa yg dia alami

  3. Aku gak aneh lagi sih tau tentang fakta Hyu Won diperkosa. Mungkin selama ini alasan dia menolak Kyuhyun juga karena ini. Dia merasa tidak pantas untuk Kyuhyun. Tapi karena Kyuhyun bersikeras, akhirnya Hyu Won mau membaginya untuk Kyuhyun.
    Intinya cuma satu, semoga Kyuhyun gak goyah karena tau fakta ini, dan semoga Kyuhyun gak menghindari Hyu Won karena perasaan bersalah yg mungkin makin besar.

    Apapun itu, semoga mereka bisa melewati masa sulit ini. Gak kerasa udah mau ending, berharap happy ending ajalah ^^

  4. Hmm nggak bisa ngomong apa-apa lagi sebenarnya, terlalu kaget dengan part ini. Aku pikir hyu won nggak sampai digituin yaampunnn , jangankan kyuhyun, aku aja rasanya sakit banget denger cerita hyu won. Awalnya agak curiga kenapa hyu won tolak lamaran kyuhyun, tapi nggak nyangka penyebabnya itu. Nyesek banget eon part ini. 😢💔

    Yang aku bayangin sekarang, reaksi orangtua kandung hyu won gimana nanti ? Marah, sedih, nyesel campur aduk pastinya.

    Huftt sekarang bagaimana aku menjalani hari-hari ku sambil nunggu part 10 keluar ? Berat banget pastinya 😂. Hihihi nggak sabar banget part 10 nya.

  5. Dan hatiku ikut hancur kaya kyuhyun…
    Ngebayangin semua kejadian yg terjadi sama hyuwon, ya ampuuunn 😫😣
    Semoga aja setelah hyuwon jujur, gak ada yg berubah dari kyuhyun…

  6. Haduh baca crtanya kya mkan prmen nano2 uhhh… sneng deh baca yg klmat awal2 kyuhyun sma hyuwon udah sling mnerima apalagi bnyak yg romantis. Tp lngsng trjun bebas pas diakhir ga’ kbyang hncurnya kyuhyun pas di tolak hyuwon tp lbih nykitin lgi msa lalu hyuwon ahhh smga kyuhyun ga’ goyah trs mau nrma hyuwon apa adanya… smpag ini ditunggu bnget thor smga ga’ lma2 yha lnjtanya smngat trs thor 😀

  7. Ya ampun hyuwon 😦
    Beban hidupnya berat bgt. Sekalinya dia udh lepas dari min seo tp dia masih blm bisa bahagia.
    Semoga kyuhyun mau nerima hyuwon apa ada nya. Aku kira hyuwon nolak karna emg blm maafin kyuhyun eh ternyata 😥

  8. Huhuhuu why so sad?!! T.T moga aja stlah mereka berbicara hyu won bisa mempertimbangkan lamaran nya kyuhyun. Kalian itu pantas bahagia~ 🙂

  9. Akhirnya dipublish jg klanjutan ff ni. Sbnrnya nyesek bgt kl bca masa lalu hyuwon yg tragis. Moga ja ga da kjadian kyk gini di dunia nyata. Wlpun q yakin, entah di mana pasti ada aja manusia yg mengalami kekerasan spt yg di alami hyuwon di ff ni. Nggk bs bayangin gmn tersiksanya jd hyu won. Ditunggu part selanjutnya, semangat y….gomawo

  10. Yampunnn😭😭 aku udah nyangka sih sebenernya kalo hyuwon sebenernya pernah diperkosa. Tapi pas beneran hyuwon bilang gatau kenapa tetep ngerasa nyesek😢 seperti biasa aku suka banget sama tulisan kakak. Bisa menyampaikan seluruh emosi rasanya hehee fighting kak lanjutinnya!

  11. Masa lalu hyu won berat banget…
    Pertama ikut sebel ma hyu won yg gak mau diajak nikah ma kyuhyun…. tapi ternyata… 😢😢😢 gak nyangka masa lalu hyu won seberat itu 😣😣

  12. Nyesek2,,,,,lo di drakor udah dipukul2 nih dada….. gimana reaksi hyu won lo yau jiwon & jaeho adlh ortu kandungny? Marah,kecewa?????
    Molla,,,,
    Sebenernya udah nebak lo minseo g cuma nyiksa & ngelakuin kekerasan fisik,pelecehan seksual udah pasti. Poor hyu won,,,, kyu jelas semakin hancur & ngerasa bersalah!!! Tapig p2,setelah semuanya terbuka sekarang mereka bisa bener2 bersatu,,, lo semua udah membaik,mungkin hyuwon bisa dioprasi buat ngilangin bekas2 lukanya. Walopun kyu pasti g keberatan sama kondisi fisik hyuwon ,tapi buat ningkatin rasa percaya diri hyuwon aja. Biar bebas pake gaun2 yg indah,,

  13. Kak galuh ffnya bikin degdegserrr :3 jahat bgt minseo terkutuklah dia. Hyuwon dulu bener” abis sama dia. Siapa pun yg menjadi hyuwon akan tidak percaya diri dan menganggap dirinya rendah dan hanya seseorang yg benar” tulus yg akan memperjuangkannya. Di tunggu kaaaaaakkk kelanjutannyaaaaa

  14. Diperkosa disiksa dan dianiaya penderitaan hyu won itu terlalu banyak kyu kesakitan dan trauma yang dia alami bahkan terlalu berst dia tanggung sendiri
    Dan semuanya karna kesalahanmu ketidakpercayaanmu padanya
    Jangan terlalu banyak menuntut hyu won mengingat masa lalu yang menyakitkan untuknya kyu
    Harusnya kamu selami hatinya dari awal lagi dan menerima segala kekurangan yang ditimbulkan olehmu dan nami

  15. Kasian bgt hyu won, pasti hari2’a penuh dgn kesakitan..
    Moga dia bisa nyatu sama kyuhyun n hidup bahagia bersama keluarga kyuhyun..
    Smga dia jga gk mnghindar dari kluarga kyuhyun kalau tau dia adl anak dari eomma dan appa’a kyuhyun..

  16. Kasian,, kesakitan yg dialami Hyuwon trlalu besar.. Bahkan utk bahagia aja hrs trhalang kesakitan masa lalu. .emg terkutuk itu Min Seo!!
    Harusny MinSeo jngan cm dipenjara,, bagusny dbikin mati tersiksa aja!!
    #kalap
    Hehehe.. Semoga ntr menjelang part akhir banyak adegan bahagia nya yaa..

  17. astaga sedih banget…setelah kyuhyun sama hyuwon lengket aku kira akan bhagia selamanya ternyata kenyataan pahit masih ada…..sedih nangis bacanya

  18. Sedih bgt hyuwon knp hidupny menderita bgt,,dia merasa tdk percaya diri utk menerima lmrn kyuhyun karna pernh di perkosa,semoga kyuhyun bisa meyakinknny dan memberi kebahagiaan buat hyuwon …di tynggu lnjtnny

  19. Huwaaaa T-T memang benar” ngga akan mudah buat Hyu Won mngakui kjdian kayak gitu, kok patah hati banget thor ceritanya, apa Kyuhyun bakal ttp milih Hyu Won?
    Dtunggu next partnyaaaa, fightingggg!!!!

  20. pas bagian akhir nyesek..merinding jadinya di perkosa adalah hal yang paling menakutkan bagi perempuan dan pasti itu jadi trauma tersendiri yang ga kan mudah di lupakan dalam hidupnya, dan hyuwon pun merasakan itu , takut , takut dan takut aslinya nangis aku..semoga kyuhyun lebih sabar dan memahami apa yang dirasakan hyuwon..dan semoga nanti ada waktu yang tepat untuk jiwon memberitahukan kebenaran tentang siapa dirinya pada Hyuwon hingga gadis itu bisa menerima kenyataan yang pasti membuatnya terkejut setengah mati..ditunggu lanjutannya..maaf baru mampir lagi 🙂

  21. Oh yaampun…ternyata ketakutan dan trauma HyuWon itu karena dia diperkosa. Lebih menyakitkan daripada luka-luka ditubuhnya. Akhirnya terbongkar. Sama-sama menyakitkan untuk HyuWon apalagi Kyuhyun yg secara ga langsung jd orang yg bisa disebut bertanggung jawab dengan kejadian masa lalu HyuWon. Ditunggu part selanjutnya, semoga akhir bahagia untuk mereka. Amin…
    Makasih udh post ya Unnie…

  22. senang akhir’y ff ini d post lg, duhh dr awal smpe akhir aku mewek yaa sedih bgt nasib hyu won.. jgn bikin cerita hyu won sedih lg yaa kali ini biar hyu won bahagia sm kyu trs biar hyu won tau kalo dia msh pny org tua.. .

  23. Anyeong unni aku readers bru. Unni ffnya seru feenya dapat banget. Salam kenal unni next part ditunggu FIGHTINGGGGG…….

  24. ya ampunn kasiann bgt si hyu won T__T gw tuh kayak ngerasa nyesek nya pas dia ngasih tau hal itu ke kyu. Semoga kyu berjiwa besar dan mau nerima. Duhh jangan sampe deh akirnya sad, kayaknya nelangsaaa bgt hidupnya hyu won.
    Gw jg msh penasaran sih, gimana pas ji won ngsh tau ke hyu won sebenernya.
    Btw, kenapa sampe ji won ninggalin hyu won di panti ya?. Udh di jelasin blm sih galuh?, gw yg kelewat bacanya apa emg blm di jelasin ya?
    semoga akir part nya kalo jd di pw, jangan susah2 ya galuhh buat dptnya.
    Daebakk deh ini ceritaa pokoknya, kayak novel. Kereeennnn

  25. Jujur aku gk tau mau komen apa, ni ff selalu Bagus dan menguras emosi tiap part nya.. makasih buat kak galuh yg udh lanjutin ff ini ditengah kesibukannya 😀 mendekati akhir, semoga kyuhyun hyuwon menikah dan hidup bahagia kak, biarin aja minseo membusuk dipenjara

  26. huahhhhhhhhh kyuwon kasihan bgt mereka berdua hikz hikz gx tega gue eon tapi apa emg bnr hyu won udh diperkosa min seo????? pokoknya ditunggu bgt ff mu ini kerennnnnnnn n bikin baper

  27. Aku sudah mengira sejak awal bahwa kang hyuwon tdak hnya mendapat kekerasan fisik dan psikis, tp kekersan seksual jg, soalnya stiap cho kyuhyun dan park jungsoo mendekat pasti di tolak dgn kata” bhwa dia tdak pants dan akan mengecewakan..

  28. yaaaaaaaahh udah telat 11hari bacanya ..untung ngecek updatenya hehehe ..eh udah ada yg part 9 ..duuuuhh udah mulai sadar sama perasaan masing2 tuh ..wajar sih kalo hyuwon kyk ngerasa minder, ternyata pernah dilecehin juga sama si minseo ..sumpah ya mending si minseo itu dikebiri aja deh biar dia kapok ..menurutku kyuhyun tetep mau nerima hyuwon deh, secara nggak langsung itu kan salah kyuhyun juga sampe hyuwon mengalami semua itu ..entah gimana reaksi orangtua kandungnya hyuwon kalo tau hyuwon pernah dilecehin ..mungkin ayahnya hyuwon langsung dateng ke penjara buat kasih pelajaran ke minseo ..itupun kalo nggak ketauan sama sipirnya hehehe ..ditunggu next partnya ..fighting

  29. Ampun kok sedih bnget:( jatuh bangun banget mereka. Kapan mereka bisa bner” bhgia?:(
    Ffnya bagus tp gak tega bacanya:( dunia hyu won kok kejem bnget

  30. Finally update juga^^

    yg ini lebih sweet. Tapi penasaran saat Hyu Won di salon, dia perawatan apa ya? Dia kan bilang klu dia merasa segar? Klu dia pijat or apapun itu pasti dia akan menunjukkan sebagian tubuhnya? ‘-‘
    Kesel banget gua tentang luka2 Hyu won, kasihan TT
    dan sampai kapan nyonya/tuan uhm akan merahasiakan semuanya?

    Kyuhyun ngelamarnya kecepatan :3 dan sudahku duga pasti hyu won diperkosa. Benar-benar gak kebayang jd hyu won. Btw klu bisa gak usah ada side Minseo/hyu won, benci banget. Ini aja emosi mulu ingat sih Minseo

  31. senang rasanya Hyuwon dan Kyuhyun bisa kembali bersama setelah 10 tahun berpisah. gak kaget sih tentang pernyataan Hyuwon kalau dia pernah diperkosa secara Hyuwon mengalami trauma yang cukup parah ditambah dengan luka-luka yg ada ditubuhnya bisa menjelaskan itu semua, tapi tetap saja rasanya amat sangat menyakitkan ㅠㅠ. Minseo harus dihukum berat kalau bisa dihukum Mati!!! argghhhh iblis dasar!!

  32. Ahhhhh, Hyuwon benar2 kasihan…
    Ini adl ff yg paling banyak menguras air mata 😢😢😢😭😭😭
    Semangat eonni buat lanjutinnya 😊😊😊

  33. kasihan sekali Hyuwon. Kyuhyun pasti nyesel banget. secara tidak langsung dia yang bertanggungjawab atas penderitaan Hyuwon. sebelumnya aku sudah menduganya kak. tetep semangat ya nulisnya. kalau bisa jangan di privat. saya bingung kalau disuruh nebak PW.

  34. Aku emang nebak pas hyu won nolak lamaran kyu alasannya karena hyu won udah ga perawan karena diperkosa,, apa jangan2 hyu won pernah sempat hamil cuman keguguran karena depresi

    Pengen liat mereka bersatu ga sabar nunggu kelanjutannya

  35. Akhirnya muncul juga cerita ini..
    Makin seru aja..
    Senang juga melihat hubungan mereka berdua baik2 aja sama seperti hubungan mereka waktu dipanti asuhan.
    Mdh2an kedepannya hubungan mereka baik2 aja ☺

  36. Seriusan yaa ini tuh nyesyekkk banget eon, perjuangan banget yaa kehidupan mereka, setiap baca cerita ini serasa ada rasa sakitnya gmna gituh, apalagi ngebayangin jadi hyu won yang penderitaannya banyak banget gak kebayang. Pokoknya selalu nunggu ini lanjutannya. Baperrr parahh cepet selesai semua konflik yang ada ya biar bisa hidup bahagia. Semangat juga buat eonni yang udah nulis cerita ini. 💜💙💚💛❤️

  37. Gk tau ternyata udh update…
    Banzaaiiiii

    Kasihan hyuwon nasibnya… emg dri awal penasaran diapain si hyuwon ama minseo waktu itu sampe hyuwon ngalamin trauma kyk gtu….
    Uwaaa author jg bikin penasaran gmn tanggapan hyuwon tntg ortu kandungnya blom d jelasin…
    Gk sabar nunggu next parntya…

  38. huhuhu .. mereka masih dalam proses menuju kebahagiaan ..
    masa lalu nya hyuwon ,. orangtua hyuwon juga..
    semoga next part semua masalah mereka dapat terselesaikan ..
    spy kisah cinta kyuhyun dan hyuwon bisa bahagia..

  39. Anyeong
    Wooow. Yakin sudah lamaa sekali ngga mampir kesini dan tau tau sudah part 9 . Maaf tidak meninggalkan jejak satu persatu 🙏🙏🙏 merasa diajak lari dr part 5 ke part 9 . Kekeke
    Selalu keren. . Yakin hyu won semoga mendapatkan kebahigaan yg dulu sempat hilang bahkan nggak ada 😂😂 semoga happy ending ya mereka sudah banyak menderita. . Sempat khawatir kalau min so akan muncul tiba-tiba setelah masa penjaranya selesai atau penjara seumur hidup? Trauma yg sangat menyakitkan .yakin feelnya selalu dapet di setiap partnya,, ibu hyu won pasti sangat sedih jika mendengar apa ug hyu won katakan itu. Ya ampun menderita sangat hyu won. .keren keren
    Fighting unnie
    Di tunggu karya karyanya
    @_@+

  40. Part 10 nya kapan kak? Ga sabar wkwk kangen sama ff ini jadi cuma bisa baca ulang part ini dan sebelum2nya😂 semangat terus kak nulisnya!☺️

  41. Q udh tertinggal ya chingu ??????
    Cataatan ff yg selalu q tunggu2 hilang
    Dr part brp ya q tinggal

    Nyesek bngetttt
    Sakit bnget mnderita bngettttt
    Q yg baca aj udh sakit
    Gmn hyuwon
    Untung aj ini cm ff

    Trauma bnget pastinyaaaaa
    Hal paling mengerikan dialami hyuwon

    Untung aj gyu kayakny ga masalah ya

    Udh mau end
    Aduhhjj cepet amat chinguuuuu

    BTW IZIN FOLLOW BLOG MU YA
    BIAR GA TINGGAL KLW AD POST
    TAKUT NTAR CATATAN Q HILANG LAGIII

  42. Omo.. jd hyuwon sempet d perkosa. Ksian bgt hyuwon. G kbyang gmn trpuruk ny hyuwon wkt itu.
    Trs gmn ni.. ap stlh kyu tw dy ttp mau trima hyuwon ap ad ny?.. bharap sih iy. Smg aj y.
    Dtgu next part ny

  43. Haii galuhh, ini tinggal 1 chapter lagii, pleasee di lanjut yaa. Seems like you’re so so busy right now. As a reader i just hoping that everything is okay and u have free time to continue this story. U are a good writer, gw suka semua tulisan kamu. One of a kind writer. Hwaitinggg galuhh. Keep writingg yaa ^^9

  44. wahh.. jdii karnaaa ituu tooo.. astagaaa…
    kukiraa hyuwonn masib kebayang2 amaa masa lalu..
    tp emank iaa sihb.. hehe

  45. bingung mau koment apa. yang jelas di akhir beneran bikin kaget. bukan hanya kekerasan tetapi… jelas itu menjadi trauma mendalam untuk hyuwon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s