FF : Stand By You Part 3 (Dilema)


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Author : Gluu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Drama, Romance

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Kang Hyu Won (OC)

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Kang Hyun Ji

–       Lee Donghae of Super Junior

Rumah Keluarga Cho

Aroma kopi yang khas membuat Hyu Won terbangun dari tidurnya. Gadis itu masih memeluk bantal gulingnya, ia menarik selimut semakin ke atas sehingga menutupi kepalanya. Dia masih mengantuk tetapi matanya tidak bisa terpejam lagi, lelah rasanya mengingat kemarin ia baru saja memulai sebuah lembaran baru dalam hidupnya. Ia menurunkan selimutnya lalu ia tersadar bahwa sekarang dia bukan si lajang Hyu Won lagi. Dia sekarang memiliki seorang suami.

“Ehmmm…”

Hyu Won menolehkan kepalanya dan menatap Kyu Hyun yang sedang duduk sambil membaca sebuah koran sambil menyesap secangkir kopi. Oh itu penyebabnya ia mencium aroma kopi yang pekat tadi.

“Kenapa? Baru sadar kau sudah menikah?” tanya Kyu Hyun dengan suara tenang.

Hyu Won membenarkan ucapan Kyu Hyun tetapi dia tak membalas ucapan pria itu. Dia justru bangun lalu duduk dan bersandar pada dashboard ranjang.

“Kau masih tidak mau menceraikanku?” tanya Hyu Won dengan suara seraknya.

Kyu Hyun tertegun mendengar suara Hyu Won, suara gadis itu seolah menarik seluruh perhatiannya. Bukan tentang kalimat yang Hyu Won ucapkan tapi suara gadis itu, suaranya terdengar begitu memesonanya. Dia pasti sudah gila, maki Kyu Hyun dalam hati.

“Pasti kau mengalami mimpi buruk.” Ucap Kyu Hyun lalu mengangkat kepalanya dan menatap Hyu Won yang kini duduk di atas ranjangnya. Kalau Hyu Won adalah Hyun Ji, Kyu Hyun pasti sudah tidak tahan untuk menggoda gadis itu di atas ranjang mereka. Gadis itu ternyata lumayan cantik juga walaupun baru bangun tidur. Dulu sebelum menikah dia selalu membayangkan melihat Hyun Ji bangun di atas ranjangnya, kenyataannya bukan Hyun Ji yang ia lihat melainkan Hyu Won.

“Sejujurnya ini lebih buruk dari sebuah mimpi buruk.” Balas Hyu Won. Kali ini suara gadis itu tak seserak tadi dan Kyu Hyun diam-diam bersyukur karena suara gadis itu tak menganggunya lagi.

“Jawabanku masih sama seperti kemarin, Kang Hyu Won.” Ucap Kyu Hyun tenang.

Hyu Won menautkan alisnya berusaha mencari cara agar Kyu Hyun mengubah keputusannya. Ucapan ibunya yang menuduhnya akan mengambil posisi Hyun Ji juga terus menganggunya. Suara wanita paruh baya itu seolah terus terngiang-ngiang di dalam kepalanya.

“Aku menolak untuk dijadikan Hyun Ji. Maksudku pengganti Hyun Ji. Aku tidak bisa melihat sebuah masa depan dari kehidupan kita, Cho Kyu Hyun. Jadi kapan kita akan bercerai?” tanya Hyu Won masih terus berusaha mengubah keputusan Kyu Hyun.

“Aku tidak menikah untuk bercerai.” Balas Kyu Hyun singkat.

“Aku tidak mengingkan pernikahan ini, aku tidak ingin menikah denganmu. Tolong pikirkan perasaanku dan Donghae oppa.” ucap Hyu Won kesal.

“Lalu kau ingin bagaimana? Kau tetap menikah denganku tapi kau juga tetap menjalani hubungan dengan Donghae?” tanya Kyu Hyun, pria itu menatap lurus ke arah Hyu Won.

“Apa?” bingung Hyu Won. Bukan itu yang ia maksud tetapi dia juga sempat berpikir seperti itu semalam. Tapi lebih dari itu, dia hanya menginginkan sebuah perceraian.

“Jangan bertingkah bodoh. Hal seperti itu hanya ada dalam sebuah drama atau novel. Kau pikir aku akan melakukan hal yang sama dengan membuat sebuah kesepakatan bodoh seperti itu? Kita tidak melakukan sebuah pernikahan kontrak di mana kau bisa bebas berhubungan dengan siapa pun dan begitu pun aku sebaliknya.” Ucap Kyu Hyun.

“Tapi aku sangat mencintai Lee Donghae.” Ucap Hyu Won akhirnya.

Kyu Hyun meletakan korannya dan berusaha menahan emosinya. Rahang pria itu mengencang menahan emosi. Walaupun Hyu Won bukan gadis yang ia cintai tetapi egonya tidak mengizinkan gadis itu mengatakan hal seperti itu di hadapannya.

“Kau istriku sekarang, Kang Hyu Won. Mungkin kau bisa sedikit menjaga perasaan suamimu.” Ucap Kyu Hyun dingin.

“Tapi kau tidak mencintaiku,” balas Hyu Won.

“Siapa yang tahu besok bagaimana perasaanku padamu, begitu pun sebaliknya. Lagi pula kau lumayan juga untuk menjadi pendampingku.” Ucap Kyu Hyun santai. Dia sudah tak terlalu emosi. Dia tahu salah besar menghadapi Hyu Won yang meledak-ledak dengan emosi yang sama. Salah satu di antara mereka harus ada yang mengalah.

“Apa? Argghhh! Menyebalkan berbicara dengamu, kau ini orang aneh!” cerca Hyu Won yang merasa kesal luar biasa.

“Lebih baik sekarang kau mandi lalu sarapan pagi, atau membantu eomma di dapur.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won menyibakan selimutnya lalu berjalan menuju lemari pakaian. Ditariknya sembarangan baju yang bisa ia raih dengan cepat. Dia harus keluar pagi ini kalau tidak kepalanya akan pecah berada di kediaman Cho dengan status barunya sebagai istri Cho Kyu Hyun.

Kyu Hyun menatap Hyu Won yang menghilang ke dalam kamar mandi dengan senyum simpul. Ada rona bahagia di wajah pria itu karena bisa mengganggu istrinya di pagi hari, tapi secara keseluruhan dia juga merasakan kegelisahan yang sama seperti apa yang Hyu Won rasakan. Dia tentu paham sekali dengan keinginan Hyu Won tapi dia bukan lagi remaja labil yang bisa mempermainkan sebuah pernikahan dengan melakukan hal-hal konyol seperti keinginan Hyu Won. Lagi pula Tuhan membenci sebuah perceraian, kan?

****

Hyu Won keluar dari kamar Kyu Hyun dengan dandanan yang sudah rapi. Dia akan menjalani aktivitasnya seperti biasa. Pergi bekerja ke Tous Les Jours Café milik Hyukjae. Hyukjae adalah teman SMA-nya dulu, pria itu membuka sebuah kafe dan merekrut Hyu Won sebagai pegawainya. Hyu Won senang bekerja di kafe Hyukjae karena di sana dia bisa mencicipi semua roti dan kue buatan Hyukjae. Dia sangat suka dengan roti-roti buatan Hyukjae. Lebih dari itu, Hyukjae sudah seperti kakaknya sendiri.

“Kau mau pergi ke mana?” tanya Kyu Hyun yang melintas di depan kamarnya.

“Aku akan pergi bekerja.” Ucap Hyu Won.

“Di mana?” tanya Kyu Hyun. Dia tidak tahu di mana tempat Hyu Won bekerja. Selama ini Hyun Ji hanya membicarakan Hyu Won yang bekerja tapi tidak pernah menyebut di mana adiknya itu bekerja.

Tous Les Jours Café.” Balas Hyu Won singkat.

“Pulang jam berapa? Kau ingin kujemput?” tanya Kyu Hyun.

Hyu Won menatap Kyu Hyun sekilas, dia tidak sengaja menilik kaki Kyu Hyun. Pria itu masih bisa menawarkan untuk menjemput di saat ia berada di atas sebuah kursi roda. Sungguh suami yang baik sekali, bukan?

“Tidak perlu. Aku terbiasa pulang dengan bus.” Ucap Hyu Won.

“Jam berapa?” tanya Kyu Hyun.

“Kau sedang berlatih menjadi seorang suami ya?” goda Hyu Won.

Kyu Hyun menyeringai mendengar ucapan Hyu Won. “Merasa risih?” balas Kyu Hyun.

“Tidak juga,” balas Hyu Won.

“Jam delapan sudah di rumah.” Ucap Kyu Hyun tegas.

“Apa?” Hyu Won terkejut mendengar ucapan Kyu Hyun.

“Tidak ada bantahan, Kang Hyu Won.” Ucap Kyu Hyun kemudian ia berlalu dari hadapan Hyu Won.

“Tch~ tapi lebih baik daripada dia melarangku bekerja.” Ucap Hyu Won lalu bersiap pergi.

****

On a Road

Hyu Won mengetik pesan untuk Hyukjae. Dia memainta izin pada pria itu untuk tak bekerja hari ini. Ada hal penting yang harus ia urus hari ini. Dia akan pergi ke apartement Donghae dan mengatakan apa yang sudah terjadi padanya kemarin. Pria itu mungkin tidak tahu apa-apa, lagi pula Hyu Won juga bingung mengapa Donghae belum menghubunginya sejak kemarin.

Ketika bus berhenti di perhentian, Hyu Won segera turun. Dia sudah tak sabar ingin menemui Donghae. Mungkin pria itu bisa memberikan sebuah solusi yang akan menyelamatkan kehidupannya.

Hyu Won berjalan memasuki gedung apartement Donghae. Dia segara memasuki lift begitu pintu terbuka. Apartement Donghae ada di lantai tujuh gedung ini. Begitu pintu lift terbuka Hyu Won segera melesat menuju pintu apartement Donghae. Dia memencet beberapa angka password apartement Donghae.

Pintu apartement terbuka. Hyu Won segera masuk dan mencari Donghae. Gadis itu berjalan menuju kamar Donghae dan dia mendengar bunyi gemericik air dari kamar mandi. Pria itu pasti sedang mandi. Hyu Won melempar tas selempangnya lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang Donghae.

Mata Hyu Won berpendar menatap interior kamar Donghae. Dia suka berada di kamar ini. Berada di kamar ini selalu membuatnya nyaman. Dia rindu menonton film berasama Donghae di sini. Hari ini dia harus menonton film berasama Donghae. Setelah itu dia akan memasak makanan favorit mereka, tentunya dia harus memberika penjelasan dulu sebelumnya.

CEKLEK

“Hyu Won-ah?”

Oppa?”

Hyu Won segera bangkit dari tempat tidur. Gadis itu segera berlari dan memeluk Donghae dengan erat. Seolah sudah bertahun-tahun tak bertemu dengan pria itu. Memeluk Donghae selalu memberinya sebuah kekuatan. Dan kali ini dia benar-benar membutuhkan Donghae untuk membantunya melewati semua ini.

“Whoaa! Ada apa denganmu, Hyu Won-ah?” tanya Donghae yang kewalahan berusaha menopang tubuhnya karena pelukan tiba-tiba Hyu Won. Diraihnya tubuh Hyu Won lalu ia mengusap kepala gadis itu dengan sayang.

“Ke mana oppa kemarin?” tanya Hyu Won masih di dalam pelukan Donghae.

“Maaf aku pulang duluan.” Ucap Donghae dengan tenang.

Hyu Won menggigit bibir bawahnya dengan gelisah. Donghae berbohong padanya. Dilepasnya pelukannya dari tubuh Donghae lalu ditatapnya pria itu dengan dalam.

“Jangan berbohong.” Ucap Hyu Won.

Donghae tahu salah besar berbohong pada Hyu Won tetapi dia tak sanggup menunjukan kelemahannya pada gadis itu. Dia sudah tahu apa yang terjadi kemarin. Kekasihnya sudah menjadi istri dari sepupunya sendiri.

“Maaf aku tidak bisa mencegahnya.” Ucap Donghae dengan suara parau. Dan air mata Hyu Won sontak meluruh seleuruhnya. Gadis itu menangis sesenggukan. Melihat Hyu Won yang menangis membuat Donghae semakin merasa tak berguna. Direngkuhnya kepala gadis itu lalu diusapnya air mata Hyu Won.

“Kenapa?” bisik Hyu Won lemah.

“Mereka menculikku. Dalam perjalanan mereka menjelaskan semuanya padaku, aku tidak berdaya, Hyu Won-ah. Mereka berjumlah sangat banyak. Tangan dan kakiku terikat, aku frustrasi tak bisa melakukan apa pun.” Ucap Donghae.

“Mereka kejam” Ucap Hyu Won dengan amarah. Rasa bencinya pada Kyu Hyun semakin meningkat. Bagaimana bisa keluarga Cho begitu keterlaluan, hanya demi menyelamatkan nama baik keluarga dari rasa malu mereka memperlakukannya dan Donghae seperti ini. Benar, bahwa penyebab semua ini adalah Hyun Ji tapi bukan berarti Ia dan Donghae yang menjadi korban.

“Ayo duduk.” Ucap Donghae.

“Kau wangi, oppa.” Ucap Hyu Won dengan kekehan tapi air matanya masih terus mengalir. Dia tak tahan ingin mengatakan itu pada Donghae.

Donghae terkekeh mendengar ucapan Hyu Won. “Aku baru selesai mandi.” Balas Donghae.

Donghae dan Hyu Won duduk di atas sofa milik Donghae, dengan Hyu Won yang menjadikan dada Donghae sebagai sandaran. Pria itu menilik ke jari manis Hyu Won, dia tersenyum saat tak menemukan cincin melingkar di sana.

“Kemarin rasanya hari yang sangat menyedihkan untukku. Semua orang menyelemati Hyun Ji. Dan aku dengan bodohnya mengikat janji pernikahan. Aku juga berada di bawah tekanan.” Ucap Hyu Won mulai mencurahkan kesedihannya.

“Apakah Kyu Hyun memperlakukanmu dengan baik?” tanya Donghae.

“Dia bukan orang baik.” Balas Hyu Won.

“Aku bertanya padamu apakah dia memperlakukanmu dengan baik, bukan seperti apa dirinya.” Ucap Donghae.

“Aku tidak mau membicarakannya sekarang. Aku tidak tahu bagaimana kehidupanku kedepannya, oppa. Aku tidak ingin melihat eomma, appa, keluarga Cho, dan Cho Kyu Hyun. Aku tidak ingin bertemu dengan orang-orang egois seperti mereka.” Ucap Hyu Won.

“Tidak usah memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Hadapi dulu apa yang sedang terjadi sekarang, Hyu Won-ah.” Ucap Donghae.

Oppa, bagaimana kalau kita kabur saja.” Ucap Hyu Won sambil menatap Donghae. Dia yakin sekali Donghae akan sependapat dengannya.

Donghae tak langsung menjawab pertanyaan Hyu Won. Pria itu justru mengusap kepala Hyu Won dengan lembut.

“Ini tidak semudah apa yang kau bayangkan Kang Hyu Won. Kalau kita kabur maka kita tidak akan ada bedanya dengan Hyun Ji. Ini tidak akan menyelesaikan masalah, Hyu Won-ah. Aku tahu kau bukan gadis yang egois. Kau tidak ingin kan setelah kita kabur, keluarga kita yang akan menanggung semuanya? Orang tuamu adalah orang yang paling tersakiti nantinya, Hyu Won-ah. Kakakmu sudah menorehkan luka di hati ayah dan ibumu, kau tidak ingin jadi yang selanjutnya menyakiti mereka, kan?” tanya Donghae.

“Tapi bagaimana dengan kita?” tanya Hyu Won. Dia kecewa setengah mati mendengar ucapan Donghae tetapi sejujurnya semua yang Donghae ucapkan memang benar. Dia akan sangat egois bila pergi begitu saja, tapi dia butuh sebuah solusi untuk kehidupannya dan Donghae.

“Aku juga tidak bisa memberikan jalan keluarnya sekarang, Hyu Won-ah.” Ucap Donghae lalu mengecup pucuk kepala Hyu Won.

“Jangan pernah meminta hubungan ini berakhir, oppa.” Ucap Hyu Won.

“….” Donghae hanya diam tak memberikan jawaban.

“Berjanji padaku.” Ucap Hyu Won.

Donghae benar-benar tak bisa memberikan sebuah janji. Dia tidak bodoh. Kang Hyu Won di mata Tuhan dan hukum adalah istri sah Cho Kyu Hyun. Apa pun yang akan ia lakukan kelak tidak akan bisa dibenarkan walaupun semua itu atas nama cinta. Meskipun egonya sebagai pria ikut terusik karena kekasih yang ia cintai sudah menikah dengan pria lain yang masih memiliki hubungan darah dengannya tetapi akal pikirannya juga masih berjalan. Dia tak akan melakukan langkah bodoh yang nantinya justru akan menyakiti semua pihak meskipun nantinya dia dan Hyu Won yang akan tersakiti.

“Ayo kita nonton film kesukaanmu.” Ucap Donghae berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Jangan mengalihkan pembicaraan, oppa.” Ucap Hyu Won mulai merasa sedih kembali.

“Maaf. Dengar, aku tidak mau kelak kita merasakan sebuah penyesalan karena sebuah keegoisan. Mungkin saat ini bila kita melarikan diri, semua akan terasa benar dan baik-baik saja. Tapi nanti, setelah kita menyadari apa yang telah kita lakukan, semua hanya akan menjadi penyesalan. Terlebih kau, Hyu Won-ah, aku tidak mau kau merasakan perasaan bersalah karena sudah menyakiti orang tuamu. Jangan membuat keputusan ketika hati dan otakmu tidak dalam keadaan baik.” Ucap Donghae.

“Lalu bagaimana kalau pada akhirnya aku dan Kyu Hyun tidak pernah bercerai?”

“Mungkin itu takdir yang Tuhan atur untuk kita semua.” Ucap Donghae pelan-pelan seolah ia sendiri ragu dengan apa yang ia ucapkan.

“Kenapa kau pasrah sekali, oppa?” tanya Hyu Won dengan sedih.

“Aku bukannya pasrah, Hyu Won-ah. Aku sedang berpikir secara realistis. Pasti semua ini ada jalan keluarnya.” Ucap Donghae.

Hyu Won merasa Donghae terlalu tenang menghadapi semua ini tapi itu memang ciri khas seorang Lee Donghae. Dia tidak pernah menghadapi sebuah masalah dengan emosi. Pria itu punya cara sendiri mengatasi sebuah masalah. Dan Hyu Won sangat yakin bahwa Donghae pasti punya jalan keluar untuk semua ini.

“Film, oke?” tanya Donghae berusaha memecah kesunyian.

“Hmm.” Balas Hyu Won. Dia butuh pengalihan untuk kemelut di hatinya. Dia benar-benar bimbang menghadapi semua ini. Donghae benar bahwa dia tidak akan sanggup menyakiti hati ayah dan ibunya.

“La La Land?”

“No.” Itu terlalu mirip dengan kisah hidupnya. Menjalin kasih dengan siapa, menikah dengan siapa.

“Love Rosie?” tanya Donghae lagi.

Anni.” Itu juga sama seperti kisah hidupnya, dia tidak mau menangis tersedu-sedu pada sebuah ending yang penuh dengan kebahagiaan. Rosie akhirnya bersama dengan Alex teman kecilnya, lalu bagaimana dengan ia dan Donghae?

“Message in a Bottle?”

“Bosan.”

“Me Before You?”

“Tidak.” Balas Hyu Won lesu. Itu membuatnya ingat dengan Kyu Hyun yang berada di atas kursi roda. Dia tak mau di tengah film membayangkan Kyu Hyun yang berada di atas kursi roda bukannya Sam Claflin.

“London Carter?” tanya Donghae mulai lelah. Tapi dia tahu film terakhir yang ia pilih ini akan menjadi film yang akan mereka tonton hari ini, sekaligus akan menjadi kesejuta kalinya ia menonton film ini. Oke, dia mulai berlebihan.

“Iya, itu saja.” Balas Hyu Won.

Donghae tersenyum puas. A walk to remember akan selalu menjadi film kesukaan Hyu Won sepanjang masa walaupun gadis itu sudah menontonnya ratusan kali. Gadis itu bahkan hafal dengan semua scene dan dialog para tokoh. Dan anehnya bagi Donghae adalah, walaupun Hyu Won sudah menonton film itu berkali-kali, ia selalu berespon seolah ia baru menontonnya untuk pertama kali.

“Akan jadi kali ke-sejuta untukku.” Ucap Donghae.

“Jangan berlebihan.” Sindir Hyu Won.

Keduanya lantas mulai menonton Film. Hyu Won yang menyender dengan nyaman di dada Donghae tak tahu bahwa sepanjang film berjalan, Donghae tak fokus sama sekali. Pria itu sedang memikirkan jalan keluar untuk kehidupan percintaannya dengan Hyu Won.

“Kenapa aku sangat suka sekali dengan adegan London yang mewujudkan impian Jamie yang ingin berada di dua tempat sekaligus dalam satu waktu ya.” Gumam Hyu Won.

“Karena itu terlihat cerdas dan romantis sekaligus sangat menyedihkan.” Timpal Donghae.

Hyu Won mengiyakan dalam hati. Mereka lalu kembali melanjutkan menonton film. Donghae akan merespon semua ucapan Hyu Won sebisanya. Dia tak ingin Hyu Won tahu kegelisahannya. Sesekali Donghae mengusap kepala Hyu Won lalu mengecupnya ketika ia tak kunjung menemukan jalan keluar.

“Kau lapar tidak?” tanya Donghae namun tak mendapat respon dari Hyu Won.

Donghae mencondongkan kepalanya untuk melihat Hyu Won. Gadis itu tertidur. Lelap sekali. Napasnya yang teratur membuat Donghae tak sampai hati membangunkannya. Hyu Won mungkin mengalami kelelahan yang luar biasa. Bukan hanya fisiknya tetapi batinnya juga.

“Maafkan, aku. Aku mencintaimu, Hyu Won-ah.” Ucap Donghae lalu mengecup sisi kepala gadis itu. Ada sebuah kesedihan di mata pria itu, ada sesuatu yang tak bisa ia ungkapkan pada Hyu Won. Bila sudah waktunya nanti, dia akan mengatakan semuanya pada Hyu Won dengan lantang.

****

Rumah Keluarga Cho

Hyu Won datang ketika makan malam sedang berlangsung. Dia melihat ayah dan ibu Kyu Hyun serta Eun Mi adik Kyu Hyun di meja makan. Tak terkecuali Kyu Hyun yang juga duduk bergabung dengan keluarganya, Hyu Won baru sadar bahwa Kyu Hyun memiliki wajah yang sangat pucat.

“Selamat malam semuanya. Maaf aku terlambat pulang, kafe sangat ramai hari ini.” Ucap Hyu Won berbasa-basi. Ia melirik jam dinding, masih jam setengah tujuh malam.

“Ayo sini makan malam dulu, Hyu Won-ah. Kau pasti lelah seharian bekerja.” Ucap Hanna.

Hyu Won tersenyum lalu duduk bergabung dengan keluarga Cho. Dia merasa asing berada di tengah-tengah keluarga Cho tapi kemudian dia merasa nyaman saat ayah dan ibu Kyu Hyun mengajaknya berbicara.

“Kau mau makan yang mana? Eomma ambilkan.” Ucap Hanna dengan lembut. Hyu Won semakin merasa tak enak. Hyun Ji memang bodoh karena sudah meninggalkan keluarga ini.

“Aku ingin ikan. Oh iya, aku membawa beberapa kue dari kafe tempatku bekerja. Ini baru keluar dari oven dan juga resep baru kami.” Ucap Hyu Won berusaha mengakrabkan diri.

“Kau ini repot-repot sekali.” Ucap Eun Mi lalu dengan cepat menyambar sekantung plastik yang dibawa Hyu Won.

“Hmmm, ini pasti lezat sekali. Hyukjae oppa memang berbakat membuat kue.” Ucap Eun Mi. Hyu Won tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.

“Di mana Ahra eonnie?” tanya Hyu Won.

“Dia sedang kencan dengan kekasihnya.” Ucap Kyu Hyun. Mood Hyu Won seketika berubah begitu Kyu Hyun yang menjawab.

“Oh.” Balasnya sekenanya.

“Ayo kita makan.” Ucap Ayah Kyu Hyun yang sudah lapar sejak tadi.

Meja makan lalu di isi dengan obrolan singkat dan suara sumpit yang beradu dengan mangkuk makanan. Hyu Won menyantap makanannya dengan pelan-pelan. Sejujurnya dia sudah kenyang sekali, tadi dia memasak bersama Donghae setelah menonton film.

“Aku sudah selesai, aku duluan semuanya.” Ucap Kyu Hyun yang sudah selesai makan. Pria itu memencet tombol pada kursi rodanya sehingga kursi roda berbalik dengan cepat.

“Aishh dia semakin terlihat seperti robot.” Ucap Eun Mi. Kyu Hyun memang banyak berubah menurut Eun Mi. Pria itu tak seramah dulu sebelum kecelakaan atau sebelum ditinggal Hyun Ji, ah bagi Eun Mi sama saja. Kakaknya banyak berubah.

“Ya! Cho Eun Mi dia kakakmu.” Ucap Hanna menegur putrinya.

Mian.” Ucap Eun Mi tanpa rasa bersalah.

“Aku juga sudah selesai, maaf duluan.” Ucap Hyu Won pamit.

“Aishhh dasar pengantin baru!” goda Eun Mi.

Hyu Won hanya melirik Eun Mi dengan sebal yang justru dibalas oleh gadis itu dengan juluran lidah.

“Aku pamit duluan tuan, nyonya…” ucap Hyu Won. Dia belum terbiasa memanggil orang tua Kyu Hyun dengan sebutan ayah dan ibu.

“Istirahatlah.” Ucap Ayah Kyu Hyun.

Hyu Won segera menyusul Kyu Hyun yang masih berjalan menuju kamarnya. Gadis itu dengan tiba-tiba meraih kursi roda Kyu Hyun lalu menggiringnya menuju kamar seolah ia sedang membantu pria itu padahal kursi roda itu bisa berjalan otomatis.

“Kau sudah kenyang juga?” tanya Kyu Hyun tanpa menolehkan kepalanya ke arah Hyu Won.

“Aku merasa tak nyaman berada di tengah keluargamu seolah aku tidak pantas berada di sana.” Ucap Hyu Won terus terang.

“Siapa pun pantas berada di sana.” Timpal Kyu Hyun.

“Itu seharusnya tempat Hyun Ji.” Balas Hyu Won.

“Aku pikir kau akan kabur dengan Donghae hari ini.” Ucap Kyu Hyun tiba-tiba. Dia mulai tak suka membahas Hyun Ji.

“Apa maksudmu? Bagaimana kau tahu aku pergi ke apartement Donghae?” tanya Hyu Won dengan terkejut. Suaranya berubah menjadi berbisik takut bila terdengar padahal mereka sudah cukup jauh dari meja makan.

“Jangan pergi menemui pria lain tanpa izin suamimu, kalau kau ingin bertemu dengannya bilang saja, aku tidak akan melarang. Kalau seperti ini kau terlihat seperti sedang berselingkuh.” Ucap Kyu Hyun.

“Apa?”

Kyu Hyun meninggalkan Hyu Won yang berdiri membeku di depan pintu kamar mereka. Gadis itu terkejut luar biasa. Cho Kyu Hyun tahu dia menemui Donghae?

BLAMMM

Hyu Won ikut masuk lalu kemudian dia menutup pintu.Dia berlari kecil mengejar Kyu Hyun yang sedang berjalan menuju ranjang.

“Kau menguntitku?” tanya Hyu Won kesal.

“Tidak menguntit sebenarnya. Tadinya aku pergi ke kafemu, aku ingin tahu di mana tempat istriku bekerja tapi ternyata bosmu bilang kau tidak masuk. Aku hanya menduga kau pergi menemui Donghae tapi kau justru mengatakan semuanya.” Ucap Kyu Hyun dengan senyum seringai di bibirnya sekaligus senyum mengejek.

Kang Hyu Won berdecak kesal. Kyu Hyun memang bukan suami idaman. Pria itu sudah keterlaluan padanya.

“Ya, aku menemuimu. Kau mau apa?” tantang Hyu Won.

“Sekarang aku mungkin tidak akan melakukan apa-apa, tapi nanti aku tidak akan tinggal diam. Jaga sikapmu. Kau istri seoarang Cho Kyu Hyun sekarang. Begitu media tahu kau–”

“Aku bukan Hyun Ji. Aku Kang Hyu Won.” Ucap Hyu Won memotong ucapan Kyu Hyun. “Yang media ketahui adalah: Cho Kyu Hyun dan Kang Hyun Ji. Bukan Cho Kyu Hyun dan Kang Hyu Won. Kenapa aku harus bersusah payah merubah kehidupanmu? Mengapa aku yang harus bersusah payah menjaga nama baik kalian semua?” Ucap Hyu Won lalu menghilang ke dalam kamar mandi.

Hati Hyu Won sakit sekali mendapat teguran dan peringatan dari Kyu Hyun. Kenapa dia harus bersikap baik? Mengapa dia harus menjaga nama baik keluarga Cho dan mengapa dia juga harus menjaga nama baik Hyun Ji? Lalu bagaimana dengan dirinya sendiri?

“Kang Hyu Won!” panggil Kyu Hyun namun tak ada balasan. Pria itu merasa tak enak sudah melukai hati Hyu Won. Bukan itu yang ia maksud, dia juga tak ingin membebani Hyu Won dengan semua tuduhan yang gadis itu ucapkan. Dia hanya terbawa emosi sesaat mungkin. Sekarang dia menyesali semua perkataannya.

TBC

Hi, Sorry kalo banyak typo. Semoga sukaa. Makasih yang udah mampir, i love you alllll ! Oh iya follow me on instagram @gluuarea / @galuhtyasw (Promo on point) hahaha 🙂
Advertisements

35 thoughts on “FF : Stand By You Part 3 (Dilema)

  1. akhirnya part tiga publish jugaaa
    makin nyesek aja ini, Hyu Won T.T
    Donghae diem karna dia tau emang ga ada hal yang bisa dilakukan buat ngelawan keluarga Cho? T.T
    penasaran selanjutnya gimana

  2. Sedih yah jd hyu won , udah nanggung beban yg berat dr org lain , tertekan btin bnget dia .. Donghae punya rahasia yah ? , salut juga sama sikap.a yg tenang . Hehe

  3. Sedih ya jadi hyu won. Untungnya keluarga cho bersikap baik sama hyu won. Donghae bingung harus berbuat apa yaa. Dan kayaknya donghae punya rahasia? Aku harap setelah ini ada kebahagian menghiasi hidup hyu won. Kalo bisa hyun ji jangan merusak lagi.

    Keep writing and fighting kak!!!
    Ditunggu kelanjutannya😊

  4. kasian hyu won. padahal dia juga punya perasaan, kenapa kesannya dia yang salah.
    hai aku reader baru salam kenal..

  5. Nyesek sekali lihat hyu won , kasihan sekali hyuwon , sebenarnya kyu kalau kamu gak. mcintai hyu won kenapa gal kau ceraikan. Saja hyu won jangan egois kyu hanya katena menjaga kehormatan harga diri mereka semua menyakiti perasaan hyu won.

  6. Hyuwon nasibnya mengenaskan bgtz yaww….jgn bilang klo nanti sikyu ama hyuwon udh saling suka…hyun ji muncul lgiii…hyuwon harus ngalah lgiii…hwahhhh

    Semangat yaw Galuhhhhh…gw tunggu kelanjutannya!!! Hehehehe

  7. ya ampun..hyuwon semangat…kyuhyun misterius sekaliiiii….bagus banget aaahhhh..akhirnya lanjut juga makasih kakak

  8. kayanya g ada yg peduli gitu sama perasaannya hyu won udah mah kepaksa banyak tekanan dari berbagai pihak lagi.

    Kyuhyun juga maunya apasih? kasihan ke hyu won nya

  9. akhirnya publish…
    selalu nungguin ff ini berharap dapet notif yg muncul dann yg ditunggupun muncul,penasaran sm kyu knp pucet apa ada kondisi kesehatan dia setelah kecelakaan yg di sembunyiin dr keluarganya?trs itu donghae realistis apa kelewat gamau mertahanin hubungan?udh donghae sm yg lain aja jgn jd valakor yaa,berilah contoh pada dede dede emesh wkwk kalo jd valakor itu gabaik dan gunakan akal dan logika wkwkwk
    semangattt thorrr di tunggu kelanjutanya:))

  10. Akhirnya part 3.y muncul juga 😊

    Ksihan sih sbnernya sma hyu won, ga ada yg mempedulikn dia, hyun ji yg slah tp hyu won yg nanggung smua ksalahan hyun ji.
    Kyanya donghae menyembunyikan sesuatu deh, tp aya ya penasaran.
    D tunggu next chap.y ya kak 😊

  11. dia kang hyu won bukan kang hyun ji ya jangan kamu mengikat hidup hyu won sebagai hyun ji lah kyu
    udah tahu wanitamu tabiatnya buruk masih aja dicintai bersyukur hyu won menyelamatkan muka keluargamu kyu
    jadi kesel ma kyuhyun

  12. Uuunch uunch uunch… makin seruuuuu 😍😍😍
    Jadi, Donghae udah tahu alasan apa yg sebenernya? Dan dia ngerahasiain itu semua sementara?? Duuuh kok makin gak sabar yaa..
    Aku suka sama Dongek disiniiiii!!! Sama Kyuhyun jugaaaak!!! Jarang” nemu ff yg alasan nikahnya mendadak tapi ttp mau anggep itu pernikahan yg sesungguhnya uuuuunncchh love you Kyu… dan Dongek yaa ajdoqbauqkaubvqo banget sih kamu… rela berkorban. Duh laaah cuss dilanjuuuuuut makin kepo iniii!!! Hehehe

  13. huahhhh dilema bgt nih kasihan kyuhaewon knpa sih hyunji pake lari mdg klo lari gx balik lagi btw kpn kyu bisa jalan ya? apa permanen?
    hae ma gue aja

  14. rasanya tuh asdfghjkl banget!! sumpah! pen aku tabok si hyun ji. main kabur, ninggalin masalah gede. awas aja nanti pas hyuwon-kyuhyun saling jatuh cinta, dengan seenak jidatnya dia balik lagi dan mau klaim kyuhyun lagi! awas!!!😬
    duh… bacanya berasa singkat banget sih…😢 ditunggu banget ini lanjutannya…😇

  15. ini sangat complicated sebenarnya.. kalo jadi kang hyuwon aku juga nggak bakal mau digituin wkwk
    sumpah unn keren ceritanya 😦 keep writing unn!

  16. Mgkin hyuwon msih blom trbiasa am stts baru ny itu. Trlebih dy msih cinta am donghae. Tp si donghae kok kyk pasrah aj gt y liat hyuwon jd istri ny kyu. Kok kykny ad yg dsembunyiin donghae y?….

  17. kasian hyu won
    v setidak.a keluarga kyuhyun baik sama hyu won ga sinis mandang hyu won
    sebener.a donghae mau ngungkapin apa yah ke hyu won penasaran…

  18. Huuuhh kasian bgt sih hyuwon harus gantiin hyunji… kenapa harus hyuwon yg berkorban.. kasian juga nasib cintanya hyuwon dan donghae

  19. Donghae dewasa sekali ya, tercermin dari wajah walau realitanya dia masih seperti anak-anak WKWKWKWKWKWK. keluarga Hyuwon emang egois banget apalagi ibu dan kakaknya 😦 tapi untunglah keluarga Cho tidak seperti itu .. aku penasaran kenapa Hyunji kabur? padahal kan enak jadi menantu keluarga Cho

  20. Kacau amat nih si hyowon,, terima kyu aja dehhh, gak ad ruginya kok.. hihihi
    Rugi cacat doang si kyukyu..
    Si kyu udh mulai jatuh cinta kah…???

  21. Kata trakhir hyu won nyesek bner yha, emang orang lain taunya kyu-hyun ji bkan kyu-hyuwon. Sedih jdi donghae jg liat pacar nikah sma saudra sndri kretek2 gmna gitu. Ssshhh pnasaran ih sma lnjutannya ditunggu ini mah smga ga’ lma2 yha glu publishnya 😀

  22. Aku bingung mau pilih siapa.
    Kyuhyun dengan segala keinginannya atau hyuwon dengan segala sakit hatinya.
    Panggilannya hyuwon ke ortunya kyu ko gak berubah sih eon?
    Masin pernasaran sama alesannya si hyun ji kabur nih eon.
    Donghae oppa kalo gak mau balik sama hyu buat aku aja ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s