FF : Stand By You Part 4 (Pilihan Sulit)


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Author : Gluu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Drama, Romance

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Kang Hyu Won (OC)

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Kang Hyun Ji

–       Lee Donghae of Super Junior

Kamar Kyu Hyun

Kyu Hyun mengetuk pintu kamar mandi, pria itu sedang berusaha membujuk Hyu Won untuk keluar dari dalam kamar mandi. Dia tahu apa yang sudah ia katakan pada Hyu Won sangat keterlauan. Awalnya dia sangat emosi karena gadis itu berani menemui Lee Donghae secara diam-diam di belakangnya. Emosi membuatnya lupa bahwa Kang Hyu Won punya kehidupan pribadi sendiri, gadis itu memang menggantikan Hyun Ji tetapi bukan berarti dia menjadi Hyun Ji. Dia juga tak bisa membatasi kehidupan gadis itu.

“Hyu Won-ah, keluarlah. Aku minta maaf.” Ucap Kyu Hyun tenang. Tak ada suara dari dalam kamar mandi. Kyu Hyun berusaha menerka apa yang sedang Hyu Won lakukan tetapi nihil, dia tak mendapatkan hasil apapun.

CEKLEK

Kyu Hyun menegakan tubuhnya saat ia mendengar bunyi pintu yang dibuka dari dalam. Pria itu akhirnya bisa bernapas lega. Hyu Won muncul dari dalam kamar mandi dengan wajah tertekuk. Masih tampak raut emosi di wajah gadis itu.

“Aku ingin mencari udara segar.” Ucap Hyu Won lebih dulu mencegah Kyu Hyun mengeluarkan sepatah kata.

Kyu Hyun hanya menganggukan kepalanya mendengar ucapan Hyu Won. Dia tahu sikap keras kepala Hyu Won tak bisa dilawan. Mereka tak akan menemukan titik temu kalau sama-sama emosi.

****

Hyu Won duduk menatap riak air di kolam renang milik keluarga Cho. Perasaannya sedikit tenang menatap jernihnya air kolam. Saat ini pikirannya sangat buntu. Apa yang harus dia lakukan kedepannya nanti, dia tak mungkin berakhir dengan menjadi istri Kyu Hyun selamanya. Dia tak mencintai pria itu dan yang paling penting ini bukan kehidupan yang ia inginkan. Dia harus menemukan Hyun Ji secepatnya agar semua ini bisa berakhir. Kakaknya itu memang bodoh dan egois.

“Hyu Won-ah?”

Hyu Won menolehkan kepalanya dan mendapati Eun Mi sedang berdiri di samping kursi tempatnya duduk.

“Eun Mi-ah, kau mengagetkanku.” Ucap Hyu Won.

“Kau sedang apa?” tanya Eun Mi.

“Aku sedang menikmati udara malam.” Ucap Hyu Won asal.

“Aku… aku mendengarmu dan Kyu Hyun oppa saling berteriak satu sama lain tadi.” Ucap Eun Mi ragu.

Hyu Won hanya tersenyum canggung menanggapi ucapan Eun Mi. “Oh.” Balasnya dengan bingung.

“Aku tahu ini pasti sangat berat bagimu, maafkan keluarga kami.” Ucap Eun Mi.

“Kakakku juga bersalah. Aku hanya tak mengerti saja mengapa harus aku yang menanggung semua ini, Eun Mi-ah.” Ucap Hyu Won.

Eun Mi lantas duduk di samping Hyu Won. Dia tahu sahabatnya ini pasti sangat gundah gulana saat ini. “Kyu Hyun oppa pasti sangat sakit hati sampai bisa melakukan semua ini. Kyu Hyun oppa kalau sudah sakit hati dia tak akan peduli pada orang-orang di sekitarnya termasuk kau dan keluargamu, yang dia pikirkan hanya dirinya dan keluarga kami. Aku juga yakin seratus persen saat ini Hyun Ji sudah tak mempengaruhi hatinya lagi.” Ucap Eun Mi.

“Begitukah?” tanya Hyu Won tercengang. Eun Mi, Donghae dan ia sudah bersahabat sejak kecil, ketiganya memang sudah saling mengenal sejak kecil sehingga tak akan ada satu hal pun yang akan Eun Mi sembunyikan dari dirirnya.

“Ya, aku juga tak bisa mencegahnya saat ia memutuskan untuk membuatmu menggantikan Hyun Ji, Hyu Won-ah. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikirannya, tapi aku tahu dia tak melakukan semua ini untuk sebuah permainan. Memang kalau sudah membenci dia tak akan pernah bisa disembuhkan tetapi dia bukan pendendam.” Ucap Eun Mi.

“Sejujurnya aku sangat buntu saat ini Eun Mi-ah, aku tidak mungkin meninggalkan Donghae oppa. Kau tahu aku sangat mencintai dia.” Ucap Hyu Won dengan sendu.

“Aku tahu, Hyu Won-ah, tapi secara hukum dan di mata Tuhan kau dan kakakku adalah pasangan suami istri saat ini. Mungkin ini memang egois tapi jalan yang bisa kau ambil saat ini adalah meninggalkan Donghae oppa. Kau tidak mungkin terus-menerus menyakiti hatinya dan hatimu.” Ucap Eun Mi.

Hyu Won membernarkan ucapan Eun Mi dalam hati tetapi dia tetap masih ingin mencari jalan keluar untuk semua ini.

“Aku harus menemukan Hyun Ji dan membuatnya memperbaiki semua keadaan ini, Eun Mi-ah.” Ucap Hyu Won.

Eun Mi menatap Hyu Won lalu mengalihkan tatapannya pada kolam renang. “Kita berdoa saja semoga kakakku masih punya maaf di hatinya untuk Hyun Ji.” Ucap Eun Mi.

“Kau bilang dia bukan pendendam.” Ucap Hyu Won.

“Tapi dia punya harga diri yang tinggi. Sekali dia membenci Hyun Ji, dia tak akan peduli bahwa dulu mereka memiliki hubungan cinta. Hyun Ji sudah membuat pilihan dengan meninggalkannya maka Kyu Hyun tak akan mengemis pada gadis itu untuk kembali padanya.” Ucap Eun Mi.

“Tapi bagaimana kalau Hyun Ji yang mengemis cinta pada Kyu Hyun?” tanya Hyu Won, ada sebuah harapan bahwa Kyu Hyun mungkin akan luluh.

Eun Mi mengedikan bahunya lalu berdiri. “Mungkin ada sebuah harapan, siapa yang tahu?” ucap Eun Mi.

“Benar, mungkin ada sebuah maaf dan kesempatan kedua dari Kyu Hyun.” Ucap Hyu Won penuh harapan.

“Aku sudah mengantuk, kalau kau masih mau di sini, aku tak bisa menemanimu, Hyu Won-ah.” Ucap Eun Mi.

“Tidurlah, sebentar lagi aku akan tidur juga.” Ucap Hyu Won.

“Sampai jumpa besok.” Ucap Eun Mi lalu berjalan meninggalkan Hyu Won. Sebelum memasuki rumah, Eun Mi menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won dengan tatapan yang sulit diartikan.

Kau belum mengenal kakakku, Hyu Won-ah. Bisik Eun Mi di dalam hati.

****

Hyu Won membuka pintu kamar Kyu Hyun dengan pelan takut menimbulkan suara kalau-kalau Kyu Hyun sudah tidur. Ternyata pria itu belum tidur tetapi ia sedang berusaha berpindah dari kursi roda ke tempat tidur.

Ommo Ommo!” ucap Hyu Won panik saat melihat Kyu Hyun seolah akan terjatuh. Dengan tergopoh-gopoh ia berlari menuju Kyu Hyun, dipagangnya tubuh pria itu takut-takut ia terjatuh.

“Aku bisa sendiri.” Ucap Kyu Hyun menolak dibantu oleh Hyu Won.

“Aishhh kau terlihat akan jatuh, aku akan membantumu.” Ucap Hyu Won mengabaikan penolakan Kyu Hyun.

“Aku bisa sendiri!” bentak Kyu Hyun sehingga membuat Hyu Won terkejut. Jantung gadis itu berdebar-debar mendapat bentakan seperti itu.

“Ya sudah! Aku hanya membantumu, kasar sekali.” Dengus Hyu Won kesal. Ia lalu melepaskan Kyu Hyun tetapi tidak benar-benar melapaskan pria itu. Tangannya masih berada di balik tubuh Kyu Hyun, berancang-ancang bila pria itu jatuh.

“Aku bilang aku bisa sendiri! Tidak perlu berdiri di belakangku.” Ucap Kyu Hyun yang semakin membuat Hyu Won kesal dan emosi. Gadis itu akhirnya benar-benar menjauh dari Kyu Hyun tetapi dia masih mengawasi pergerakan Kyu Hyun. Dilihatnya Kyu Hyun sudah berhasil naik ke atas ranjang tetapi dengan posisi yang cukup aneh. Tubuhnya terlungkup dengan tak berdaya membuat Hyu Won ingin tertawa tetapi dia tak mungkin menertawakan pria itu dalam kondisi seperti ini.

“Apa? Mengapa menatapku seperti itu?” tanya Kyu Hyun saat dirasakan tubuh Hyu Won tak bergerak sama sekali, dia tahu gadis itu sedang mengawasinya.

“Menatap seperti apa?” tanya Hyu Won dengan kebingungan.

“Jangan menatap kasihan padaku.” Ucap Kyu Hyun singkat, sekarang pria itu sudah duduk menyandar pada dashboard ranjang.

Mwo?” ucap Hyu Won bingung lalu sedetik kemudian dia paham. Cho Kyu Hyun pasti memiliki ego yang sangat tinggi, dia yang dulunya sehat bugar dan bisa melakukan apa saja dengan kakinya kini membutuhkan setidaknya satu orang untuk aktivitasnya, ego pria itu mungkin tak mengizinkan orang-orang menatap prihatin padanya.

“Dengar ya!” ucap Hyu Won lalu bertolak pinggang. “Aku tidak kasihan sama sekali padamu! Aku justru sangat kesal dan benci padamu, kau itu selain suka memerintah semaumu, kau juga sangat pemarah dan egois, aku hanya ingin membantu karena melihatmu kesulitan berpindah. Bisa tidak kau menyingkirkan semua prasangka buruk dalam kepalamu yang besar itu?” Ucap Hyu Won kesal.

Kyu Hyun hanya tertegun mendengar ucapan Hyu Won, ditatapnya kedua bola mata gadis itu. Benar, ia tak menemukan tatapan mengasihani di sana, yang ada justru tatapan penuh kejengkelan. Hal itu membuat Kyu Hyun tertawa dalam hati, dia sedikit terhibur dengan gadis itu malam ini. Hyu Won mampu melontarkan apa yang ada di dalam hatinya tanpa sungkan. Sangat berbeda sekali dengan Hyun Ji yang memilih untuk memendamnya. Dengan Hyu Won, ia dibuat penasaran sekaligus takjub dengan apa yang gadis itu pikirkan dan lakukan. Dia kadang bisa menebak tetapi selalu salah menerka apa yang ada di dalam pikiran gadis itu dan apa yang akan gadis itu lakukan.

“Kancing bajumu terbuka.” Ucap Kyu Hyun mengalihkan emosi di antara mereka.

Hyu Won menundukan kepalanya dan menatap baju tidurnya, dua kancing teratasnya memang terbuka, sebenarnya dia memang membukanya tadi saat di luar karena merasa kepanasan.

“Memang aku sengaja membukanya,” balas Hyu Won dengan tak acuh, ia lalu pergi ke dalam kamar mandi. Dia akan mencuci muka lalu menggosok gigi.

Kyu Hyun hanya tersenyum menyeringai melihat tingkah Hyu Won, dia salah menerka lagi, dia pikir gadis itu akan menjerit dan berlari ke kamar mandi. Kyu Hyun lantas menarik selimutnya hingga sebatas paha lalu mengambil sebuah buka dari nakas di samping ranjang, sudah jadi kebiasaannya membaca beberapa lembar buku sebelum tidur.

Ceklek

Hyu Won keluar dari kamar mandi, dia menatap sekilas ke arah Kyu Hyun. Pria itu sedang membaca. Tiba-tiba dia teringat dengan semua ucapan Eun Mi tentang Kyu Hyun. Apakah benar bila pria itu sudah membenci dia tak akan memedulikan apa pun lagi? Sesungguhnya itu sangat menakutkan, bagaimana bila ia berbuat kesalahan? Apa yang akan dilakukan pria itu padanya?

“Kenapa?” suara berat Kyu Hyun membuyarkan lamunan Hyu Won. Pria itu sedang menatap ke arahnya.

Hyu Won gelagapan tetapi berusaha tenang. “Kau sedang membaca buku, ya.” Ucap Hyu Won. Sedetik kemudian dia merasa tolol. Mengapa dia tak bertanya saja buku apa yang sedang pria itu baca?

“Ini koran.” Balas Kyu Hyun singkat seolah mengejek gadis itu, bukankah sudah jelas dia sedang membaca buka.

Hyu Won mendengus lalu berjalan menuju ranjang, dilepaskan jam tangannya lalu ikat rambutnya, dia lantas berbaring di atas ranjang membelakangi Kyu Hyun. Ia baru saja mencoba memejamkan matanya saat Kyu Hyun mulai mengajaknya berbicara.

“Maaf soal yang tadi. Aku tidak bermaksud membatasi kehidupan pribadimu tetapi statusmu sekarang adalah istriku. Walaupun orang di luar sana menganggapmu Hyun Ji dan kau bisa melakukan aktivitas apa saja sebagai Hyu Won, kau tetap saja istriku.” Ucap Kyu Hyun. Dia merasa kesulitan menyampaikan maksudnya, dia hanya ingin Hyu Won meminta izin padanya.

“Hmm.” Balas Hyu Won malas. “Lupakan saja, aku masih lupa apa statusku. Maaf, aku belum menganggap ini sebuah pernikahan sungguhan.” Ucap Hyu Won dingin.

“Ya, aku mengerti.” Balas Kyu Hyun. Dia kembali melanjutkan aktivitasnya membaca, di tengah-tengah sebuah penggalan kalimat dia teringat dengan apa yang ia temukan tadi pagi di kamar mandi.

“Kang Hyu Won.” Panggil Kyu Hyun.

“Hmm, apa lagi?” balas Hyu Won, dia sudah mulai mengantuk.

“Kau tidak pernah menggunakan bra saat tidur, ya?” tanya Kyu Hyun.

Hyu Won membuka matanya seketika, ia terbelalak mendengar ucapan Kyu Hyun. Dengan susah payah ia menelan ludahnya yang terasa seperti batu. Ditariknya selimut dengan perlahan untuk menutupi tubuhnya agar semakin rapat. Dia tak tahu bahwa Kyu Hyun sedang tersenyum jahil di belakangnya.

“Hmm?” kejar Kyu Hyun.

“Kenapa kau bertanya seperti itu sih?” balas Hyu Won kesal. Jantungnya berdebar-debar menerka dari mana pria itu mengetahui kebiasaan tidurnya, apakah pria itu sengaja memperhatikan dadanya?

“Tadi pagi aku menemukan sebuah bra menggantung di balik pintu kamar mandi. Kalau bukan kau, itu milik siapa lagi? Tidak mungkin milikku.” Ucap Kyu Hyun dengan datar.

Hyu Won mengembuskan napasnya lega mendengar ucapan pria itu. Lalu sedetik kemudian dia memejamkan matanya mengutuk keteledorannya, kemarin malam dia memang lupa menyimpan bra-nya tetapi tadi dia sudah menyimpannya.

“Kau merasa terganggu?” tanya Hyu Won.

Anniya, hanya saja aku penasaran kau tidak takut berduaan denganku tanpa menggunakan bra?”

“Memangnya kau akan melakukan apa?” tanya Hyu Won mulai kesal.

Sejujurnya ada sesuatu yang membuat Hyu Won selalu bertanya-tanya, walaupun Kyu Hyun adalah orang asing baginya tetapi dia merasa akan selalu aman berada di samping pria itu. Lagi pula dengan kondisi kaki seperti itu, Hyu Won yakin Kyu Hyun tak akan sanggup melakukan sesuatu yang buruk padanya.

“Siapa yang tahu?”

“Memangnya kau tertarik padaku? Aku yakin pria sepertimu pasti punya standar yang sangat tinggi.” Ucap Hyu Won.

“Pria sepertiku punya standar yang tinggi?”

“Standarmu pasti harus setara dengan Hyun Ji,  hanya gadis-gadis seperti Hyun Ji yang pantas untukmu, kan? Sudahlah mengapa kita harus membicarakan hal menjijikan seperti ini, kau dan aku bukan sepasang suami istri yang menikah karena cinta dan gairah.” Ucap Hyu Won lalu memejamkan matanya.

Kyu Hyun hanya diam tak membalas ucapan Hyu Won. Pria itu kembali membaca buku, ia kembali mengulang perkataan Hyu Won, benarkah standarnya seperti Hyun Ji? Ya, Hyun Ji memang gadis yang sempurna tetapi sekarang sudah tidak lagi, Kyu Hyun tak pernah memikirkan Hyun Ji lagi. Dia benar-benar sudah tak ingin memanggil gadis itu ke dalam ingatannya lagi.

****

Rumah Keluarga Cho

09:00 AM

Kyu Hyun sedang memeriksa berkas-berkas perusahaan di ruang kerjanya. Ayahnya sudah berangkat ke perusahaan sejak satu jam yang lalu, ibunya sedang berada di salah satu butik milik kleuarga, Eun Mi sudah berangkat kuliah entah sejak pukul berapa, dan Hyu Won sejak subuh tak terlihat di mana-mana, gadis itu tampaknya sudah berangkat kerja. Dia hanya meninggalkan sebuah notes kecil di atas buku yang semalam Kyu Hyun baca. Isinya mengatakan bahwa ia akan kembali nanti sore.

Tok Tok Tok

Kyu Hyun menutup berkas yang sedang ia periksa. “Masuk.” Ucapnya singkat.

“Permisi, Tuan Cho, Tuan Lee ingin berbicara dengan anda.” Ucap seorang pelayan pada Kyu Hyun.

“Ya, suruh dia masuk.”

Pintu terbuka dan menampakan Lee Donghae yang berjalan masuk ke dalam ruangan Kyu Hyun. Tak ada rona keramahan seperti biasanya, yang ada hanya tatapan serius dan tajam seolah ia sudah tak sabar ingin berbicara dengan Kyu Hyun. Selain itu, ada sebuah kegelisahan yang kentara sekali.

“Pagi, Kyu Hyun-ah.” Ucap Donghae berbasa-basi.

Kyu Hyun hanya menganggukan kepalanya, ditegakan tubuhnya pada kursi kerjanya seolah ia sudah siap menerima kunjungan Donghae pagi ini.

“Biar aku tebak, pagi-pagi sekali kau datang ke sini pasti ingin membicarakan mengenai pernikahanku dan Hyu Won, benar?” tanya Kyu Hyun dengan suara tenang.

“….” Donghae hanya diam tak membalas pertanyaan Kyu Hyun.

“Duduklah dulu.” Ucap Kyu Hyun.

Donghae menarik kursi lalu duduk dengan tenang. Pria itu menatap Kyu Hyun dengan serius. Kyu Hyun membalas tatapan Donghae dengan tenang.

“Kenapa kau harus menikah dengan Hyu Won?” tanya Donghae.

“Tak ada alasan lain selain untuk menyelamatkan keluarga kami dari rasa malu.” Balas Kyu Hyun.

“Aku melihat kehidupan Hyu Won semakin penuh dengan tekanan. Aku tidak bisa membiarkan dia hidup seperti itu terus-menerus.” Ucap Donghae langsung tanpa berbasa-basi.

“Kau ingin menyalahkanku atas apa yang sudah terjadi?” tanya Kyu Hyun.

“Cho Kyu Hyun, kau membuat dia menggantikan posisi Hyun Ji. Itu tidak adil. Kau tahu dia kekasihku, sepupumu sendiri.” Ucap Donghae.

Kyu Hyun tersenyum miring lalu memajukan tubuhnya dan menatap Donghae dengan tajam. “Sekarang aku bertanya padamu, mengapa kau membantu Hyun Ji untuk kabur?”

Donghae membulatkan matanya terkejut mendengar pertanyaan Kyu Hyun. Dia tak menyangka sama sekali Kyu Hyun akan bertanya seperti itu. Ternyata Kyu Hyun sudah tahu segalanya.

“Tidak seperti itu tepatnya. Aku tidak membantu Hyun Ji kabur dengan sengaja–”

“Sama saja, kau membantu dia pergi di hari pernikahan kami.” Balas Kyu Hyun dengan tenang.

“Dia menyuruhku mencari mobil untuk temannya, aku tidak tahu kalau mobil itu digunakan untuk melarikan diri, Cho Kyu Hyun.” Ucap Donghae membela diri. Dia tahu dia bersalah tetapi dia tak sepenuhnya berniat membantu Hyun Ji pergi. Memang wanita itu saja yang sudah memiliki niat untuk pergi.

“Ya, walaupun kejadian sesungguhnya seperti itu tetapi semua sudah terjadi. Faktanya adalah kau ikut andil membantu calon istriku pergi.” Ucap Kyu Hyun.

“Jadi kau menggunakan Hyu Won untuk menebus segalanya? Dia bahkan tidak tahu apa-apa, Cho Kyu Hyun.” Ucap Donghae.

“Tidak ada orang lain yang bisa menyelamatkan kerusakan yang akan terjadi hari itu, Lee Donghae. Hanya Hyu Won yang bisa. Lagi pula aku hanya menyelamatkan nama baik kita semua. Aku tak ingin apa yang sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari menjadi sia-sia lalu kemudian membuat malu keluargaku dan keluarga Kang.” Ucap Kyu Hyun.

“Mungkin nama baikmu dan keluargamu saja, Cho Kyu Hyun. Kau sungguh egois.” Ucap Donghae penuh penekanan.

“Semua yang terjadi hingga saat ini sudah tepat. Aku tidak ingin repot-repot menjelaskan pada semua orang mengenai kekacuan yang terjadi di hari pernikahanku–”

“Dan memilih mengacaukan kehidupan orang lain? Hanya karena mereka adalah saudari kembar, bukan berarti salah satu harus bertanggung jawab untuk memperbaiki sebuah kerusakan.” Ucap Donghae mulai emosi. Kyu Hyun tidak tahu sepahit apa hidup Hyu Won selama ini, gadis itu sudah cukup berkorban untuk seluruh kehidupannya karena Hyun Ji.

“Kau tenang saja, bukan hanya Kang Hyu Won yang dirugikan di sini. Aku juga sangat dirugikan.” Ucap Kyu Hyun.

“Ini sungguh egois, Cho Kyu Hyun. Kang Hyu Won sudah sangat berkorban banyak untuk Hyun Ji. Dia merelakan pendidikan dan cita-citanya lenyap begitu saja, sekarang bahkan untuk satu hal penting dalam hidupnya, dia juga harus berkorban? Tolong pikirkan sekali lagi Cho Kyu Hyun–”

“Apa yang harus dipikirkan? Kau ingin aku menceraikan Hyu Won? Itu tidak mungkin, ini adalah sebuh pernikahan yang sudah terjadi. Dia adalah istriku yang sah di mata Tuhan dan Hukum. Mungkin kau yang sebaiknya berpikir kembali untuk melanjutkan hubunganmu dengannya.” Ucap Kyu Hyun dingin.

Donghae berdiri dari kursi tempatnya duduk. Dia tak mengerti dengan jalan pikiran Kyu Hyun. Mengapa Kyu Hyun begitu teguh mempertahankan pernikahannya dengan Hyu Won? Tidak mungkin pria itu ingin membalas dendam padanya atas apa yang sudah ia lakukan sehinga membuat Hyun Ji pergi. Cho Kyu Hyun tak sekekanak-kanakan itu. Atau dia ingin membalas sakit hatinya pada Hyun Ji melalui Hyu Won?

“Tinggalkan Hyu Won, dia adalah istiku sekarang.” Ucap Kyu Hyun membuyarkan lamunan Donghae.

Donghae ingin membalas ucapan Kyu Hyun tetapi dia sadar bahwa tak ada satu hal pun yang bisa mematahkan ucapan Kyu Hyun termasuk atas nama cinta. Memangnya kalau dia mencintai Hyu Won, dia punya hak yang utuh untuk memiliki Hyu Won saat ini? Dia tidak mungkin melawan Tuhan.

“Aku bertanya satu hal padamu, apa kau sungguh-sungguh ingin menjalani pernikahan ini dengan Hyu Won?” tanya Donghae.

“Aku percaya bahwa apa yang sudah terjadi hingga saat ini tidak terjadi begitu saja. Mungkin memang harus seperti ini takdir hidup yang melingkupi kita, Lee Donghae.” Balas Kyu Hyun. “Aku tidak pernah menganggap pernikahan ini sebagai sebuah permainan, aku tidak akan berani mempermainkan Tuhan.” Ucap Kyu Hyun.

Donghae tertegun mendengar jawaban Kyu Hyun. Cho Kyu Hyun tampaknya serius dengan semua keputusan yang ia ambil. Pria itu mungkin tidak ingin mempersulit keadaan lagi, jadi dia memilih untuk menjalani pernikahan ini walaupun tak ada cinta dan komitmen dari kedua belah pihak. Pemasalahannya sekarang adalah, Kang Hyu Won yang tidak bersedia menjalani semua ini, lalu dirinya sendiri yang tak rela melepaskan Hyu Won kepada pria lain. Dia sangat mencintai Hyu Won.

“Semuanya sekarang ada di tanganmu, Lee Donghae. Kau bisa tetap mempertahankan hubungan terlarang kalian atau kau bisa meninggalkan istriku.” Ucap Kyu Hyun dingin.

Kata-kata istriku yang keluar dari mulut Kyu Hyun benar-benar membuatnya tertekan. Kalau dia tetap berusaha mempertahankan hubungannya dengan Hyu Won, itu berarti sama saja dia sudah melawan hukum negara dan jelas-jelas menantang Tuhan. Tetapi dia juga tak memiliki keberanian untuk melepaskan Hyu Won. Akan seperti apa hidupnya nanti tanpa gadis itu di dalamnya?

“Kuharap semua ini bukan karena kau begitu frustrasi dengan hidupmu sehingga begitu pasrah dengan apa yang sudah terjadi.” Ucap Donghae lalu pergi meninggalkan ruangan Kyu Hyun. Dia akan mencari jalan keluar lain. Meninggalkan atau mempertahankan Hyu Won, semua ini sungguh menjadi pilihan yang sangat sulit bagi Donghae.

TBC

Haiiii semua! Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Gimana kabar kalian? Pada mudik ke mana? Aku ga mudikkk nih, kerja plus ngelembur nyampe botak hahhaa.
Sedih ga kisah hidup Donghae? Bantu donghae cari jalan keluar yakkk, terus doain biar Kyu Hyun ga luluh soalnya entar ga rame kalo dia luluh hahaha. Pokoknya makasih buat yang selalu baca ff ini, semoga kalian terhibur. Jika menemukan kesamaan atau pasaran, mohon maaf soalnya otak aku pasaran wkwk. Ditunggu lagi ya part selanjutnyaaa!

 

Advertisements

30 thoughts on “FF : Stand By You Part 4 (Pilihan Sulit)

  1. Entahlah harus bela yg mana, kyuhyun atau donghae?
    Buat donghae itu pasti pilihan yg sangat sulit..melepas orang yg kita cinta sungguh bisa membuat orang jadi gila.. *lebay gw
    Semangat buat authornya, next part ditunggu 😁😁

  2. tapi ya, masih mikir… waktu pernikahan kan yang disebut namanya Hyun Ji kan? apa pernikahan Kyuhyun Hyuwon sah?
    kasihan Hyuwon nya, dia ga tau apa-apa dan dia udah terlalu banyak berkorban T.T
    waiting for next part^^

  3. Minal aidin wal faidzin jg chinguya

    Complicated ya
    Ga tahu mau mihak kmn
    Bner omngan kyu n donghae bener semua

    Cm agak sangsi aja
    Kyu yg blm cinta ama hyuwon
    Dan donghae yg kurang greget berjuang

  4. ahhh keren banget… hyuwon ceplas ceplos banget…. ya ampun suka sma sifatnya… kyuhyun sepertinya mulai jatuh cinta ni… cie cie… entah kenapa aku merasa donghae ada hub sama eunmie kalau enggak hyunjie… jiwa dettective nya keluar… haha tapi beneran keren kak… super kece

  5. Masi penasaran knp mas mereka nikah kan beda mempelai tapi pas ngucapin ikrar nama aslinya gitu, kan itu lebih bisa dijadikan alibi sebagai istri sesungguhnya dibandingkan jiwanya hyuwon namannya hyunji wkwk
    Udh donghae cari yg lain wanita banyak kok ga cuman satu, ya emang berat si melupakan tp dr pada perih hatimu yg menerima kenyataan kalo dia udh milik prang lain, dan masi ambigu itu beneran ngebantuin cuman buat nyari mobil buat temennya hyunji ga ada maksud lain? Wkwk
    Ditunggu kelanjutannya

  6. Kyuhyun egois.. tapi gak sabar gmana nanti klo hyunji kembali. Jangan smpai hyuwon kembali tersakiti, mungkin aja bentr lagi hyuwon cinta sma kyuhyun

  7. Jujur makin kesini makin bingung…hahaa..sblmnya sempat terpikir kalo donghae tau kemana hyunji, tapi ternyat donghae pun tidak sengaja cariin mobil buat hyunji (karena di kira buat tmnnya)

    hyuwon kyuhyun di banyakin lagi dong chemistry nya, spy feelnya dapet…soalnya aku msh berat ke donghae..hahahaaahha… (kan kyuhyun yg jadi peran utamany)

  8. Takutnya saat hyu won udah mulai jatuh cinta ke kyuhyun, eh….. malah hyunji kembali lagi dan mengacaukan segalahnya, dan membuat kyuhyun berpaling lg ke hyunji

  9. akhir.a yg di tunggu2 keluar juga kkk
    hyu won sdah ngerasa nyaman nih
    tau gimana kyuhyun perasaan.a ke hyu won
    masih penasaran sebener.a hyunji ningalin kyuhyun tuh kenapa(?)

  10. Walahhh jadi donghae ada hubungannya sama kaburnya hyunji?
    Aku jadi penasaran sama kehidupan pernikahan mreka nantinya.. apakah hyuwon akan luluh kepada kyuhyun atau dia tetep bersama donghae?
    Entah kenapa walaupun disini kyuhyun terkesan egois tapi aku tetep merasa dia yg paling menderita disini..

  11. kyuhyun keliatan diam tapi sedang merencanakan sesuatu buat hyun ji
    donghae kenapa bodoh banget sich mau aja ditipu hyun ji buat kabur
    aku mikir apa mungkin sebenarnya pernikahan kyuhyun dan hyun won itu yang tercatat itu namanya hyu won bukan nama hyun ji

  12. Brhrap sih prnikahan kyuhyun sma hyuwon bsa brthan slmnya, wlopun mungkin nanti hyunji kmbli.
    Pnsran sma alasan hyunji ninggalin kyuhyun d hari Prnikhannya.

  13. Kyuhyun kamu egois sekali , kenapa gak kamu lepas saja hyowon kan kamu juga gak mencintainya . Kasihanilah hyewon dia selalu menderita katena hyejin . Dia selalu berkorban untuk hyejin .
    Apa kamu akan menyakiti hyewon karena hyujin meninggalkanmu , kamu akan mbalasnya melalui hyewon. Jangan egois kyu ?
    Pikirkanlah perasaan hyewon sekali saja , betapa menderitanya hyewon..

  14. hae kasihan mending nikah ma aku aja siap lahir batin kok^^

    kyuhyun tega ya ma hyu won mungkin kyu tau alasan hyunji pergi?

  15. Waahhh ternyata donghae juga ikut terlibat atas kaburnya hyun ji walaupun ga sengaja tetap aja kasihan hyuwon kalau dia tahu pasti ngerasa kalau semua orang ga adil ke hyuwon.

    Semoga aja kyuhyun benar-benar ga akan kembali sama hyunji kalau hyunji balik lagi.

  16. Ga’ tau mau bela yg mna pasti berat bnget klo jdi donghae sma hyuwon. Tp nyalahin kyuhyun jg mau gmna kya’ ada sesuatu gitu. Intinya hyun ji nya minggat kmna? Knpa? Ni orang kampret bner nykitin saudara sndri. Pko’nya ditunggu ini lnjtnnya dan smga itu ga’ lma yha 😀

  17. Jadi donghae oppa harus nyerah sama hyu won dan pindah kelain hati?. Itu hyun ji aku masih pernasaran ya sama alasannya dia kabur. Mana donghae oppa gak sengaja terlibat lagi. Kasihan hyu won ku.
    Semangat buat nulis lanjutan cerita ini lagi ya eonnnnn 💜💙💚💛❤️

  18. gak nyangka Donghae juga ikut terlibat. kuharap Kyuhyun bisa jatuh cinta sama Hyu Won, biar tahu rasa si Hyun Ji. Donghae relakan saja Hyu Won, dia akan bahagia kok sama Kyuhyun.

  19. Hadeuhhhh q jd ikut pusing mikirin ny. Dsatu sisi kaget jg pas tw tyta donghae bntu hyunji kabur..tp itu kn tdk spnuhny salah donghae. Toh dy jg g tw klo nyta ny hyunji bakal kabur d hari pnikahan ny. Tp dsisi lain ap yg d ucpkn kyu ad benar ny. Toh biar bgmn pun knytaany skrg hyuwoon udh jd istri ny kyu scra sah. Wlaupn pnikhn mrk tdk brdasarkn cinta..tp kykny si kyu g ad niatan unk mpermainkn pnikhn mrk. Mrk hny mnjlani ap yg sudah d takdirkn sm tuhan aj. Hufffff cm bs bhrap yg tbaik aj deh buat smua ny.

  20. Yah mau gmn lg kynya donghae hrs menyerah deh dan ngelepasin hyuwoon..
    Aknkh tumbuh cinta di atr kyu hyuwoon?

  21. Kasian klooo liat hyuwoon harus ngerelain masa depannya sama kyuhyun,….serasi gak adil buat hyuwoon dan donghae😭

  22. Agak kaget pas kyuhyun bilang donghae bantu hyunji kabur, ternyata gak sengaja. Jangan nyerah donghae, jangan tinggalin hyuwon. Karna mungkin aja hyunji tiba2 kembali dan hyuwon tercampakkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s