FF : Stand By You Part 5 (Sepotong Sandwich Dan Hadiah Pertama)


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Author : Gluu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Drama, Romance

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Cast :

–       Kang Hyu Won (OC)

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Kang Hyun Ji

–       Lee Donghae of Super Junior

Hyu Won memasuki kamarnya dan Kyu Hyun. Tubuhnya lelah seharian bekerja di kafe milik Hyukjae. Hari ini pelanggan di kafe Hyukjae sangat ramai. Dia ingin segera mandi dan cepat tidur, tapi ada sesuatu yang mengganggu pikirannya sejak tadi. Sejak pagi sampai malam Donghae tak menghubunginya sama sekali. Dia yakin Donghae tidak mungkin lupa untuk menghubunginya, sesibuk apapun pekerjaan pria itu, dia pasti selalu menghubungi dirinya.

“Kenapa larut sekali baru pulang?”

Suara berat Kyu Hyun membuyarkan lamunan Hyu Won, Hyu Won mengerjapkan matanya berusaha memfokuskan pikirannya, ditatapnya Kyu Hyun yang sedang membaca buku di atas ranjang, lama-lama Hyu Won hapal benar dengan kebiasaan pria itu setiap malam.

“Kafe sangat ramai hari ini. Maaf tidak memberi kabar, apakah ayah dan ibumu menanyakanku?” tanya Hyu Won sedikit cemas.

“Ya, tapi mereka tahu kau pasti sibuk bekerja.” Balas Kyu Hyun.

“Oh, syukurlah. Besok jadwalmu untuk fisioterapi?” tanya Hyu Won, dia ingat dengan perkataan ibu Kyu Hyun tadi pagi sebelum ia berangkat bekerja. Wanita paruh baya itu mengatakan bahwa besok adalah jadwal Kyu Hyun melakukan fisioterapi.

“Apakah besok kau bisa izin dari kafe tempatmu bekerja?” tanya Kyu Hyun.

“Ya?” bingung Hyu Won.

“Aku akan menjalani fisioterapi pertamaku besok, aku ingin kau menemaniku.” Ucap Kyu Hyun.

“Kenapa?” tanya Hyu Won.

“Kenapa apanya?” tanya Kyu Hyun berbalik pada Hyu Won.

“Kenapa aku harus menemanimu? Kau ingin kita berperan seperti pasangan suami-istri?” tanya Hyu Won.

“Bukankah kita memang pasangan suami-istri?” tembak Kyu Hyun.

“Iya. Maksudku kenapa tiba-tiba kau memintaku menemanimu?” Ucap Hyu Won masih bingung dengan ajakan Kyu Hyun.

“Memangnya ada yang salah bila aku memintamu menemaniku melakukan fisioterapi, setidaknya berikan sedikit dukunganmu pada suamimu.” Ucap Kyu Hyun tampak santai.

Hyu Won memiringkan kepalanya mencoba menebak-nebak apa yang sedang Kyu Hyun rencanakan tetapi dia tak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Pria itu tampak begitu santai membaca buku di pangkuannya. Mungkin Cho Kyu Hyun sedang bosan dengan aktivitasnya sehari-hari yang hanya berdiam diri di rumah seharian. Mungkin dia butuh teman untuk mengusir rasa bosannya. Hyu Won mengedikan bahunya lalu memilih untuk mengabaikan rasa penasarannya, dia lalu pergi ke kamar mandi.

****

Hyu Won naik ke atas tempat tidur, ditariknya selimut hingga sebatas leher, dia lalu mulai memainkan ponselnya. Dibukanya aplikasi pesan memeriksa apakah ada balasan dari Donghae. Nihil. Tak satu pun pesan yang ia kirimkan pada pria itu mendapat balasan. Hyu Won mulai gelisah.

Kyu Hyun melirik Hyu Won dari ekor matanya, walaupun gadis itu membelakanginya tetapi terlihat sekali gadis itu begitu gelisah. Kyu Hyun tahu kegelisahan gadis itu pasti berhubungan dengan Lee Donghae.

“Kau kenapa?” tanya Kyu Hyun, ia menghentikan aktivitas membacanya sebentar.

“Apakah aku menganggumu?” tanya Hyu Won.

“Kau itu kenapa kalau ditanya selalu bertanya kembali? Kenapa tidak menjawab dulu pertanyaan yang kuberikan?” ucap Kyu Hyun.

Hyu Won memanyunkan bibirnya lalu mematikan ponselnya, dia memutuskan untuk menghubungi Donghae besok saja. Dibalikan tubuhnya sehingga kini ia bebas menatap Kyu Hyun. Ternyata kalau diperhatikan Cho Kyu Hyun itu lumayan tampan juga, apakah dia baru saja mengangumi suaminya sendiri?

“Besok jam berapa?” tanya Hyu Won mengabaikan protes Kyu Hyun.

“Dari pagi, kira-kira jam 7.” Balas Kyu Hyun.

“Kenapa pagi sekali?”

“Agar fisioterapinya lebih cepat, aku ingin mengajakmu pergi ke kafe favoritku.” Ucap Kyu Hyun. “Kita bisa makan siang di sana.” Tambah Kyu Hyun.

“Kau yang bayar.” Ucap Hyu Won.

Kyu Hyun berdecak kecil. Tentu saja dia yang akan membayar. “Bahkan bila kau ingin dibelikan pakaian dalam baru aku akan membelikanmu sekarang juga.” Ucap Kyu Hyun datar tanpa ekspresi.

Hyu Won menatap Kyu Hyun dengan sebal, ditariknya selimut hingga menutupi seluruh wajah Kyu Hyun, dia lalu membalikan tubuhnya tak memedulikan tawa puas di belakangnya. Mungkin Cho Kyu Hyun bahagia bisa menggodanya seperti itu.

****

Rumah Keluarga Cho

07:00 AM

Kyu Hyun duduk di dalam mobil menunggu Hyu Won yang belum juga menunjukan batang hidungnya. Gadis itu tidak mungkin membatalkan rencana pagi mereka hari ini, kan? Dia tidak menunjukan reaksi penolakan yang berlebihan semalam.

Kyu Hyun menolehkan kepalanya ke arah pintu masuk rumahnya, wajahnya berubah santai saat ia melihat Hyu Won berlarian dari dalam rumah. Kenapa gadis itu tidak bisa berjalan saja?

“Maaf sedikit lama!” ucap Hyu Won saat dia masuk ke dalam mobil.

“Apa saja yang kau lakukan sih sampai selama ini?” tanya Kyu Hyun.

Hyu Won mengangkat kotak bekal makanan yang ia bawa lalu membukanya dengan penuh semangat di hadapan wajah Kyu Hyun. “Tadaaaa~ aku membuat sedikit sandwich untuk bekal kita. Kau akan suka dengan sandwich buatanku, tidak ada yang bisa menolak kelezatannya.” Ucap Hyu Won dengan wajah ceria.

Kyu Hyun mendengus lalu menatap sandwich buat Hyu Won, bentuknya lumayan menggoda tapi semua belum bisa dibuktikan sebelum sandwich itu masuk ke dalam mulutnya. Tangan Kyu Hyun bersiap akan mencomot satu sandwich saat Hyu Won dengan kasar menepis tangan pria itu lalu menutup kotak bekal makanannya dengan rapat.

“Enak saja, sandwich ini untuk mengganjil perut kita nanti. Kita baru saja sarapan tadi, nanti sandwich ini tidak akan termakan kalau kau memakannya sekarang. Perutmu akan kekenyangan.” Ucap Hyu Won.

“Ya Tuhan kau ini kasar sekali. Terserah kau saja.” Ucap Kyu Hyun kesal. “Jalan pak Lee.” Ucap Kyu Hyun memberi perintah pada sekretaris pribadinya.

“Pak Lee juga boleh mencicipi sandwich buatanku.” Ucap Hyu Won sambil mencondongkan tubuhnya ke arah pak Lee. Kyu Hyun menatap tingkah Hyu Won dengan sinis.

“Pasang sabuk pengamanmu,” ucap Kyu Hyun memperingati Hyu Won.

Hyu Won mengacuhkan ucapan Kyu Hyun. Dengan cepat dia memasang sabuk pengamannya. Matanya melirik ke arah Kyu Hyun sebentar lalu dia menyadari satu hal, mobil ini sudah dimodifikasi. Kursi penumpang sebelahnya bukan kursi penumpang seperti biasa, Kyu Hyun tampak nyaman duduk dengan kursi rodanya, kursi roda itu adalah yang paling canggih di dunia menurut Hyu Won. Atau dia memang belum pernah melihat kursi roda seperti milik Kyu Hyun.

“Apa?” tanya Kyu Hyun tanpa menolehkan kepalanya seolah tahu ia sedang diperhatikan.

Hyu Won sedikit terkejut, “siapa yang memodifikasi mobil ini?” tanya Hyu Won berusaha santai.

“Aku.” Ucap Kyu Hyun singkat.

“Kenapa tidak membeli mobil baru saja?” tanya Hyu Won.

“Karena aku suka mobil ini.” Jawab Kyu Hyun cepat. Sedetik kemudian dia termenung, sejujurnya bukan hanya karena dia menyukai mobil ini, di mobil ini juga banyak sekali kenangan antara dia dan Hyun Ji, salah satu kenangan yang tak mungkin akan Kyu Hyun lupakan adalah di mobil ini ia melamar Hyun Ji untuk menjadi istrinya.

“Apakah Hyun Ji sudah ditemukan?” tanya Hyu Won ragu tetapi berusaha sesantai mungkin.

Kyu Hyun menolehkan kepalanya dan menatap Hyu Won dengan datar. Hyu Won balas membalas tatapan Kyu Hyun dengan tenang.

“Kalau dia ingin, dia akan muncul di hadapanku lagi.” Balas Hyu Won.

“Kau tidak mencoba mencarinya?” tanya Hyu Won.

“Untuk apa?”

“Kau tidak mencintai kakakku?” tanya Hyu Won sedikit tercekat.

“Itu bukan urusanmu.” Balas Kyu Hyun ketus.

Hyu Won bersedekap lalu memandang keluar jendela. “Aku tahu kau sangat marah padanya tetapi jauh di lubuk hatimu, kau masih sangat mencintainya. Jika nanti dia kembali, aku bersedia untuk menghilang dari hadapan kalian.” Ucap Hyu Won.

Kyu Hyun mengerutkan dahinya mendengar ucapan Hyu Won. “Ya tentu, kau pasti sangat bersedia. Aku tahu di dalam kepalamu, kau pasti sudah merencanakan banyak hal dengan Lee Donghae.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won hanya mendengus mendengar ucapan Kyu Hyun, dia tidak mau mendebat dan menyangkal tuduhan Kyu Hyun karena sejujurnya semua itu memang benar adanya.

“Oke, hentikan pembicaraan ini, aku tidak ingin pagi-pagi sudah bertengkar denganmu.” Ucap Hyu Won.

“Ini bukan pertengkaran. Ini sebuah pembicaraan yang lumrah antara suami-istri.” Balas Kyu Hyun.

“Iya terserah kau saja.” Ucap Hyu Won lalu sepenuhnya dia tidak mengacuhkan semua hal yang Kyu Hyun lakukan.

****

Rehabilitasi Medik

Hyu Won duduk sambil menatap Kyu Hyun yang sedang berlatih ditemani terapisnya. Beberapa kali gadis itu memeriksa ponselnya untuk melihat apakah ada balasan dari Donghae tetapi hasilnya masih nihil. Hyu Won sudah beberapa kali mencoba menghubungi Donghae tetapi sampai detik ini juga belum juga tersambung.

“Ke mana sebenarnya kau ini oppa?” gumam Hyu Won sambil terus mencoba menghubungi Donghae.

Pada percobaan ke sembilan akhirnya panggilannya tersambung. Hyu Won mulai bersemangat. Panggilannya akhirnya tersambung.

“Hallo!” sembur Hyu Won begitu Donghae mengangkat panggilannya.

“Hallo Hyu Won-ah.” Balas Donghae dari seberang.

Oppa, kau ini ke mana saja sejak kemarin tak bisa dihubungi.” Ucap Hyu Won dengan cemas.

“Maaf ponselku mati, chargernya hilang entah di mana.” Ucap Donghae.

Hyu Won mengembuskan napas lega saat mendengar jawaban Donghae. Setidaknya pria itu baik-baik saja. Dia pikir sesuatu yang buruk mungkin sudah terjadi pada Donghae.

“Apakah ada sesuatu yang terjadi?” tanya Hyu Won.

“Kenapa?” tanya Donghae.

“Tidak tahu, rasanya nada suaramu terdengar begitu lelah. Apakah kau sakit? Atau ada suatu masalah?” tanya Hyu Won.

Dongahe terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia mulai berbicara. “Kau ini selalu tahu apa yang sedang kualami, sejujurnya ada sedikit hal yang menganggu pikiranku tetapi kau tak perlu cemas, ini hanya masalah sesaat.” Ucap Donghae.

“Apa ini berkaitan dengan pernikahanku dan Kyu Hyun?” tanya Hyu Won.

“Hmm.” Balas Donghae mengiyakan tanpa ragu.

“Kau sedang tidak berencana untuk mengakhiri hubungan kita, kan?” tebak Hyu Won dengan tawa hambar.

“Sejujurnya aku sedang memikirkan ke arah sana.” Ucap Donghae tenang.

“Apa?” ucap Hyu Won dengan bisikan. “Kau tidak serius, kan?” tanya Hyu Won.

“Tidak tahu Hyu Won, aku merasa bahwa bila semua ini dipaksakan kita hanya sedang menyakiti diri kita secara perlahan.” Ucap Donghae.

“Kita hanya harus menemukan kakakku secepatnya, Kyu Hyun pasti akan menceraikanku bila Hyun Ji kembali.” Ucap Hyu Won.

“Apakah kau mencintaiku?” tanya Donghae.

“Kenapa bertanya seperti itu? Apakah kau tidak mencintaiku?” tanya Hyu Won.

“Tentu saja aku sangat mencintaimu.” Balas Donghae.

“Aku mohon jangan lelah berjuang untuk hubungan kita, aku yakin akan ada jalan keluar untuk semua ini. Bersabarlah, oppa.” Ucap Hyu Won.

“Aku tidak pernah lelah, Hyu Won-ah. Jangan pikir aku hanya pasrah dengan semua ini.” Ucap Donghae.

“Aku percaya pada oppa.” Ucap Hyu Won.

“Sejujurnya hari ini aku mencari Hyun Ji.” Ucap Donghae.

“Apa?” kaget Hyu Won.

“Semua teman-temannya tak ada yang tahu di mana keberadaannya.” Ucap Donghae.

“Aku juga akan mencari keberadaan Hyun Ji.” Ucap Hyu Won.

“Ya, semoga dia lekas ditemukan.” Ucap Donghae.

Oppa, nanti kita lanjutkan lagi ya, aku sedang menemani Kyu Hyun melakukan terapi.” Ucap Hyu Won.

“Oh… begitu.” Ada keterkejutan yang tak kentara dari nada suara Donghae.

“Jangan cemburu…” goda Hyu Won.

“Aku tidak cemburu.” Ucap Donghae mengelak.

“Ya sudah, aku matikan ya. Annyeong!” ucap Hyu Won lalu mematikan ponselnya. Hyu Won lalu membalikan tubuhnya, dia terkejut luar biasa saat mendapati Kyu Hyun berada tepat di hadapannya.

“Kau… sudah selesai?” tanya Hyu Won terkejut.

“Mana sandwichmu? Aku lapar.” Ucap Kyu Hyun mengabaikan ketekejutan di wajah Hyu Won. Dia berusaha untuk tidak mengungkit apa yang baru saja istrinya lakukan barusan.

“Oh ada.” Balas Hyu Won cepat. Dia juga tak ingin diintrogasi atau disindir oleh Cho Kyu Hyun karena masih berhubungan dengan Donghae.

Hyu Won memberikan sandwich yang sudah dia buat tadi pagi pada Kyu Hyun, Kyu Hyun meraih sandwich tersebut lalu melahapnya. Baru satu gigitan, mata Kyu Hyun terpejam seketika. Rasa sandwich buatan Hyu Won membuat Kyu Hyun teringat akan sesuatu tetapi apa tepatnya itu dia tidak bisa mendeskribsikannya.

“Kenapa?” tanya Hyu Won ketika melihat respon Kyu Hyun yang memejamkan matanya.

“Tidak apa-apa. Ini lumayan juga.” Ucap Kyu Hyun tak acuh. Hyu Won mendengus mendengar jawaban Kyu Hyun. Kenapa tidak bilang saja bahwa sandwich buatannya memang lezat.

Kyu Hyun kembali mengunyah sandwich buatan Hyu Won. Sandwich ini punya rasa yang sama seperti buatan Hyun Ji. Kyu Hyun memandang ke arah terapisnya sebentar lalu mengalihkan tatapannya pada Hyu Won yang juga sedang mengunyah sandwich buatannya. Apakah dia merindukan Hyun Ji? Apakah dia sedang mencari-cari sosok Hyun Ji pada Hyu Won? Tidak, dia tidak boleh seperti ini. Ini sangatlah tidak adil untuk Hyu Won.

“Ngomong-ngomong, aku mendengar obrolanmu tadi. Kau berniat untuk mencari kakakmu?” tanya Kyu Hyun santai.

Hyu Won berhenti mengunyah sandwich buatannya, diletakannya kembali sandwich itu di dalam kotak bekal makanannya lalu tatapannya berubah menjadi serius.

“Iya.” Jawab Hyu Won tenang.

“Percuma. Bahkan bila dia kembali aku tidak akan kembali padanya.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku tidak peduli dengan perasaanmu pada kakakku Cho Kyu Hyun. Ketika dia kembali maka aku bisa pergi, hanya itu Cho Kyu Hyun.” Ucap Hyu Won.

“Dan kau pikir aku akan membiarkamu pergi?” tanya Kyu Hyun.

DEG!

Hyu Won tercekat mendengar jawaban Kyu Hyun. Cho Kyu Hyun pasti sudah benar-benar gila. “Cho Kyu Hyun, jangan menjadi begitu egois.” Ucap Hyu Won.

“Aku sudah membuka lembaran baru dalam hidupku, Hyun Ji hanya cerita lama dalam hidupku. Dia tidak akan pernah menjadi sebuah masa depan untukku. Dia mungkin hanya sebuah sejarah dalam hidupku.” Ucap Kyu Hyun.

“Tapi aku tidak bersedia menjadi masa depanmu.” Ucap Hyu Won penuh penekanan.

“Kenapa sulit sekali untukmu membuka sebuah lembaran baru dalma hidupmu?” tanya Kyu Hyun, pria itu menatap tepat ke manik mata Hyu Won.

“Karena aku tidak pernah mendapatkan apa yang memang ditakdirkan untukku, Kyu Hyun. Aku tidak pernah mendapatkan apa yang memang benar-benar aku inginkan. Aku bukan gadis manja yang bisanya hanya meratapi nasib malang dalam hidupku tapi aku benar-benar sudah bosan selalu mendapat sisa.” Ucap Hyu Won.

“Jadi aku adalah sisa?” tanya Kyu Hyun dengan senyum miris.

“Tidak tepatnya.” Ucap Hyu Won lalu tertawa kecil. “Kau adalah milik Hyun Ji dan aku bukan sebuah tempat di mana dia bisa meninggalkan apa yang sudah dia tak sukai lagi untuk kemudian diberikan padaku.” Ucap Hyu Won lagi kali ini dengan wajah sendu.

“Aku tidak tahu bahwa hidup anak kembar akan seperti itu. Orang lain yang mendengar ini mungkin akan mengira kau begitu iri pada Hyun Ji tapi kau sejujurnya hanya ingin mendapatkan apa yang memang menjadi hakmu.” Ucap Kyu Hyun.

“Ya kurang lebih seperti itu jadi mengapa kau tidak membiarkanku pergi saja?” ucap Hyu Won.

“Jangan mencoba membuat sebuah permintaan padaku. Pikirkanlah Hyu Won, bagaimana kalau memang Tuhan menakdirkan kau menjadi istriku?” tanya Kyu Hyun.

“Dan bagaimana bila suatu hari nanti Tuhan menakdirkan kita tidak bersama?” tanya Hyu Won.

“Mungkin kita akan berpisah.” Ucap Kyu Hyun santai.

“Apakah kita mungkin saat ini sedang menyakiti satu sama lain?” tanya Hyu Won.

“Ya. Aku menyakitimu, kau menyakiti Donghae, dan Hyun Ji menyakitiku.” Ucap Kyu Hyun.

“Dia juga menyakitiku.” Ucap Hyu Won pelan nyaris berbisik.

“Ayo kita makan siang. Aku juga ingin bersantai-santai.” Ucap Kyu Hyun lalu memencet sebuah tombol di kursi rodanya, kursi roda tersebut lalu bergerak kemudian. Pria itu berjalan meninggalkan Hyu Won di belakang. Dia benci terlibat pembicaraan seperti ini dengan Hyu Won.

****

Cocoa Cafe

11.30 AM

Hyu Won mendorong kursi roda milik Kyu Hyun memasuki kafe. Hyu Won mengamati seluruh interior kafe dengan wajah berdecak kagum. Kyu Hyun mendongakan kepalanya sedikit menatap Hyu Won, dia tersenyum mengejek melihat decak kagum di wajah gadis itu.

“Aku tidak tahu di Seoul ada tempat seperti ini.” Ucap Hyu Won.

“Apakah di sini semua makanannya terbuat dari coklat?” tanya Hyu Won lagi.

“Tidak juga. Pemiliknya menyukai coklat tetapi tidak semua makanan di sini terbuat dari coklat tetapi mereka memang meliki menu yang sangat lezat untuk jenis makanan yang menggunakan bahan dari coklat.” Ucap Kyu Hyun.

“Ini tempat favoritmu?” tanya Hyu Won.

“Ya, aku suka menghabiskan waktu di sini. Selain membaca aku bisa mendengarkan musik dan menonton film. Kadang mereka juga mengadakan bedah buku dengan penulis-penulis terkenal di Seoul.” Ucap Kyu Hyun.

“Di sini bisa menonton film juga?” tanya Hyu Won.

“Ya, kau suka menonton film?” tanya Kyu Hyun.

“Hmm! Aku suka menonton film dan makan.” Ucap Hyu Won.

“Jelas terlihat.” Sindir Kyu Hyun sambil menatap Hyu Won dengan cengiran.

Hyu Won tidak memedulikan ucapan Kyu Hyun, gadis itu kemudian mendorong Kyu Hyun semakin masuk ke dalam kafe. Dia kembali berdecak kagum saat melihat koleksi buku yang dimiliki kafe ini.

“Ini semua sangat membuatku terkejut, sepertinya semua buku ada di sini.” Ucap Hyu Won.

“Tidak semua.” Balas Kyu Hyun.

“Lalu tempat di sebelah kafe ini juga bagian dari Cocoa Cafe?” tanya Hyu Won.

Kyu Hyun mengerutkan dahinya lalu kemudian dia paham dengan pertanyaan Hyu Won. “Ya, itu juga. Bedanya di sana kau tidak akan menemukan buku dan makanan, di sana khusus untuk barang-barang antik. Kau pasti suka dengan tempat itu.” Ucap Kyu Hyun.

“Ayo kita ke sana saja!” teriak Hyu Won dengan penasaran.

“Aku lapar, kita makan dulu saja.” Ucap Kyu Hyun.

“Hmm, benar juga. Aku juga lapar.” Balas Hyu Won.

Kyu Hyun lantas memilih meja yang berada di luar kafe, itu adalah tempat favoritnya ketika mengunjungi Cocoa Cafe. Dia suka membaca sambil melihat rumput hijau di halaman Cocoa Cafe.

“Whoaa! Ini benar-benar menyegarkan sekali. Aku menyesal baru tahu tempat seperti ini sekarang.” Ucap Hyu Won.

Kyu Hyun hanya mendengus kecil melihat wajah berbinar Hyu Won. Gadis itu belum berhenti tersenyum sejak tadi, dia juga terus mengeluarkan pujian dan banyak pertanyaan yang membuat Kyu Hyun kesal. Ditilik-tilik tingkah gadis itu persis seperti anak kecil yang penuh rasa ingin tahu.

“Selama ini aku hanya mengunjungi bioskop dan tempat membeli DVD. Aku tidak pernah ke tempat seperti ini. Setelah ini kita harus melihat tempat alat antik yang kau sebutkan tadi.” Ucap Hyu Won seolah Kyu Hyun akan lupa mengajaknya pergi ke sana.

“Hmm.” Balas Kyu Hyun seadanya.

“Hai, Kyu Hyun. Lama tidak ke mari.” Sapa seorang pria yang lewat di samping Kyu Hyun.

“Hai, Lee. Aku sibuk. Aku pesan seperti biasa ya, dua porsi. Terimakasih.” Balas Kyu Hyun.

“Oke.”

“Siapa dia?” tanya Hyu Won.

“Pemilik kafe ini.” Balas Kyu Hyun.

“Wah dia tidak terlihat seperti pemilik kafe, aku pikir dia pengunjung juga. Ngomong-ngomong kita akan makan apa?” tanya Kyu Hyun.

“Jeonbok-Juk di sini sangat lezat. Lee memang begitu, dia justru sering menyamar sebagai pengunjung juga.” Ucap Kyu Hyun.

“Kafe ini sungguh unik. Dari tampilannya terlihat begitu klasik tetapi mereka menjual makanan korea, aku pikir mereka akan menjual western food.” Ucap Hyu Won.

“Western food juga ada.” Balas Kyu Hyun.

“Whoaaa, aku suka kafe ini!” ucap Hyu Won.

“Kau sudah bilang suka pada kafe ini hampir belasan kali.” Ucap Kyu Hyun sinis.

Lagi-lagi Hyu Won tidak mengacuhkan ucapan Kyu Hyun. Gadis itu justru berjalan dan mengambil sebuah buku dari rak. Dibawanya buku tersebut ke meja tempatnya duduk dan Kyu Hyun.

“Buku apa?” tanya Kyu Hyun.

“Tidak ada senja hari ini.” Balas Hyu Won sambil membaca judul buku tersebut.

“Oh.” Balas Kyu Hyun.

“Kau sudah baca?” tanya Hyu Won.

“Aku sudah baca.” Balas Kyu Hyun.

“Tentang apa?” tanya Hyu Won.

“Tentang seorang pria yang menunggu senja di kala fajar.” Balas Kyu Hyun.

“Hah? Sungguh mustahil. Bagaimana bisa kau menunggu senja di waktu fajar? Kecuali Senja adalah–” bingung Hyu Won. “Senja di sini adalah orang ya?” sambung Hyu Won.

“Lebih baik kau baca saja sendiri.” Balas Kyu Hyun.

Hyu Won hanya memberenggut mendengar ucapan Kyu Hyun tetapi dia menjadi penasaran dengan jalan cerita novel yang ia pegang tersebut. Ketika dia sedang sibuk membaca sinopsis novel tersebut, makanan yang mereka pesan datang.

“Dua porsi Jeonbok-Juk untuk pelanggan setiaku.” Ucap seorang pria yang membawa nampan berisi Jeonbok-Juk panas.

“Terimakasih Lee.” Ucap Kyu Hyun.

“Satu bulan tak ke mari sekarang kau membawa seorang gadis ya.” Goda pria bernama Lee tersebut.

“Kenalkan ini istriku.” Ucap Kyu Hyun dengan senyuman di bibirnya.

“Apa? Ini mengejutkan sekali.” Ucap Lee.

Annyeong Haseyo.” Ucap Hyu Won dengan senyuum di bibirnya.

“Ini gadis yang bernama Hyun Ji?” tanya Lee dengan antusias.

Senyum sumringah di bibir Hyu Won perlahan berubah menjadi senyum kikuk. Kyu Hyun menyadari hal tersebut, pria itu lantas berdehem pelan.

“Bukan. Ini Hyu Won istriku.” Ucap Kyu Hyun.

“Oh. Maaf, lupakan apa yang aku ucapkan.” Ucap Lee dengan tidak enak ketika melihat perubahan di raut wajah Hyu Won.

Gwaenchanna.” Balas Hyu Won berusaha tersenyum tetapi jauh di lubuk hatinya dia merasakan perasaan getir, dia sendiri tidak tahu mengapa dia merasa seperti itu.

“Selamat untuk pernikahan kalian. Kau berhutang banyak cerita padaku, Kyu Hyun-ah.” Ucap pria bernama Lee tersebut dengan senyuman.

“Kapan-kapan.” Balas Kyu Hyun.

“Bagaimana kakimu? Sudah lebih baik?” tanya Lee berusaha mengembalikan suasana muram tadi ke semula.

“Sudah lebih baik. Aku mulai melakukan terapi sekarang.” Ucap Kyu Hyun.

“Syukurlah, semoga terapimu berjalan lancar. Sebagai hadiah pernikahan kalian, aku akan memberikan dua minuman gratis untuk kalian.” Ucap Lee.

“Terimakasih.” Balas Kyu Hyun.

Pria bernama Lee tersebut kemudian berlalu dari hadapan Kyu Hyun dan Hyu Won. Hyu Won kemudian menatap Kyu Hyun dengan pandangan meneliti.

“Kenapa?” tanya Kyu Hyun.

“Sepertinya Hyun Ji tidak pernah ke mari.” Ucap Kyu Hyun.

“Ya, dia memang tidak pernah ke mari tetapi dia tahu tempat ini.” Ucap Kyu Hyun.

“Kenapa dia tidak ke mari? Kau tidak mengajaknya ke mari?” tanya Hyu Won penasaran.

“Dia tidak suka tempat ini, dia pernah ke mari sekali bersama temannya. Menurutnya ini tempat terkelam yang pernah dia datangi.” Ucap Kyu Hyun dengan kekehan.

Mwo? Terkelam?” ucap Hyu Won terkejut.

“Kau pasti tahu kakakmu suka tempat seperti apa.” Ucap Kyu Hyun.

“Ya, dia tidak suka sesuatu yang berbau fiksi. Dia suka pergi ke toko buku untuk membeli buku pelajaran bukan novel. Dan dia lebih suka pergi ke kedai kopi untuk mengerjakan tugas kuliah daripada menghabiskan waktu di tempat seperti ini.” Ucap Hyu Won.

“Lalu kau sendiri suka apa?” tanya Kyu Hyun sambil menatap Hyu Won.

“Aku?” tanya Hyu Won sambil menunjuk dirinya dengan telunjuknya.

“Ya, kau. Siapa lagi?” balas Kyu Hyun.

“Aku suka apa ya? Banyak. Tidak ada hal spesifik yang kusukai. Aku suka melakukan hal-hal yang membuatku dan orang-orang di sekitarku bahagia.” Ucap Hyu Won.

“Sederhana sekali.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku tidak pintar seperti Hyun Ji. Jadi aku tidak bisa melakukan banyak hal seperti yang Hyun Ji lakukan. Ketika Hyun Ji berkeliling Seoul untuk olimpiade sains, aku di rumah membuat kue beras untuk di jual ke festival lampion. Walaupun begitu aku senang karena bisa membuat eomma senang.” Ucap Hyu Won dengan pandangan menerawang, dia senang bisa berguna di mata ibunya.

Kyu Hyun menyendokan sesendok Jeonbok-Juk ke dalam mulutnya sambil menatap Hyu Won yang sibuk meniup Jeonbok-Juk yang masih panas. Gadis itu memang tidak sepintar Hyun Ji tapi dia juga tidak bodoh. Dia hanya tidak seberuntung Hyun Ji yang dapat merasakan pendidikan sampai ke bangku kuliah. Kalau Hyun Ji dibekali kepandaian maka menurut Kyu Hyun, Hyu Won dibekali bakat-bakat alami atau keahlian tertentu yang mungkin belum dia sadari. Keahlian membuat suasana menjadi ceria misalnya, gadis itu seperti pelangi saat hujan reda.

“Apakah kau suka memasak?” tanya Kyu Hyun.

“Ya, sejak kecil aku selalu mengekori eomma ke dapur memasak untuk keluargamu. Lama-kelamaan aku jadi suka memasak.” Ucap Hyu Won.

“Jelas terlihat.” Ucap Kyu Hyun pelan.

“Kalau Hyun Ji–”

“Kau bilang lebih sering mengunjungi bioskop dan tempat DVD. Kau suka menonton film?” tanya Kyu Hyun, dia sengaja memotong obrolan Hyu Won tentang Hyun Ji. Kyu Hyun ingin mendengar sesuatu tentang gadis itu bukan Hyun Ji.

“Ya, aku sangat suka menonton film.” Ucap Hyu Won.

“Aku punya setumpuk DVD di rumah. Ada home theater juga di rumah.” Ucap Kyu Hyun.

“Kapan kau akan mengajakku nonton di sana? Sudah lama aku ingin masuk ke sana.” tanya Hyu Won penuh harap.

“Kapan pun kau ingin.” Ucap Kyu Hyun. Rasanya mudah sekali mewujudkan keinginan Hyu Won, gadis itu memang memiliki pribadi yang unik. Kyu Hyun merasa sepertinya hal-hal menjadi mudah bila sudah berhubungan dengan gadis ini.

“Jangan lupa kita akan ke tempat barang antik di sebelah.” Ucap Hyu Won.

“Iya, tenang saja.” Balas Kyu Hyun tak acuh. Keduanya lalu kembali menyantap Jeonbok-Juk di mangkuk.

****

Kyu Hyun duduk di salah satu meja sambil menatap Hyu Won yang sibuk berkeliling meneliti satu per satu barang-barang unik yang dipajang. Gadis itu bahkan beberapa kali memotret barag-barang unik yang tergantung di dinding.

“Hyu Won-ah, ada es coklat buatan Lee untuk kita!” teriak Kyu Hyun.

“Nanti aku akan mencicipinya!” balas Hyu Won mengabaikan Kyu Hyun.

Kyu Hyun mengedarkan pandangannya pada sekeliling ruangan. Dia selalu suka menatap tempat ini, dia selalu menerka-nerka bagaimana asal muaasal semua barang-barang unik di sini. Apakah pemilik mereka memiliki kenangan-kenangan buruk sehingga memilih untuk menjual benda-benda tersebut ke sini. Atau bagaimana pemilik tempat ini mendapatkan semua benda-benda unik di sini. Seperti sebuah piringan hitam yang yang sedang memutar lagu, apakah pemilik tempat ini setua kakeknya sehingga memiliki piringan hitam tersebut? Atau sebuah sepatu Docmart keluaran tahun 90-an yang berada di bawah kursi kayu di hadapannya, apakah pemiliknya sudah bosan dan memilih membeli sebuah sepatu Adidas keliaran tahun 2000-an sehingga membuangnya ke mari.

“Kyu Hyun-ah, apakah semua benda di sini di jual?” tanya Hyu Won.

“Beberapa di jual beberapa lagi koleksi pribadi.” Ucap Kyu Hyun.

“Ini tempat yang sangat menakjubkan. Aku menemukan sebuah kotak musik tua yang mengeluarkan nada yang sungguh unik.” Ucap Hyu Won.

“Kau suka?”

“Apanya? Tempat ini atau kotak musiknya?” tanya Hyu Won.

“Dua-duanya.”

“Aku suka tempat ini tapi tidak dengan kotak musiknya, terlalu menyeramkan.” Ucap Hyu Won.

“Kau sudah puas? Kita bisa pulang sekarang?” tanya Kyu Hyun.

“Lima menit lagi ya, aku ingin ke bagain dalam. Aku belum lihat yang bagian itu.” Ucap Hyu Won.

“Hmm, pergilah.” Ucap Kyu Hyun.

Ketika Hyu Won menghilang dari pandangannya, Kyu Hyun menginspeksi seisi ruangan. Matanya terhenti pada satu benda antik di dekat meja kasir. Pria itu memencet tombol pada kursi rodanya sehingga kursi tersebut berjalan mendekati meja kasir.

“Ada yang bisa kubantu, Kyu?” tanya penjaga kasir tersebut.

“Aku mau benda ini.” Ucap Kyu Hyun.

Penjaga kasir itu menatap benda yang Kyu Hyun sodorkan lalu bibirnya tersungging. “Kau akan memberikan benda ini pada gadis itu?” tanya penjaga kasir itu.

“Ya, bagaimana menurutmu?” tanya Kyu Hyun.

“Sempurna. Aku melihat sebuah kesamaan antara benda ini dan gadis itu walaupun aku sendiri tidak tahu kesamaan apa itu. Tetapi benda ini sepertinya cocok dengan gadis itu.” Ucap penjaga kasir tersebut.

“Aku setuju dengan ucapanmu.” Balas Kyu Hyun. Dia tiba-tiba ingin memberikan benda ini sebagai hadiah pada Hyu Won, mungkin karena gadis itu sudah membuatkannya sandwich yang enak untuk bekal mereka tadi.

“Sulit menemukan benda ini di antara tumpukan benda-benda antik di sini, matamu lumayan jeli juga.” Ucap penjaga kasir tersebut sambil membungkus pesanan Kyu Hyun.

“Terimakasih.” Balas Kyu Hyun singkat.

“Semoga gadis itu suka dengan benda ini.” Ucap penjaga kasir tersebut lalu menyerahkan benda tersebut pada Kyu Hyun.

“Sepertinya tidak tapi semoga saja dia suka.” Balas Kyu Hyun dengan kekehan. Dia lantas memasukan benda itu ke dalam saku celananya.

“Ayo kita pulang!” ucap Hyu Won yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. Kyu Hyun menatap gadis itu, lalu menganggukan kepalanya.

“Menemukan sesuatu untuk di bawa pulang?” tanya Kyu Hyun.

“Hmmm…” Hyu Won tampak berpikir. “Belum ada.” Balas Hyu Won dengan gelengan kepala.

Kajja!” ajak Kyu Hyun.

“Kami pulang dulu, unnie!” ucap Hyu Won pada penjaga kasir tersebut. Hyu Won lalu berjalan meninggalkan Kyu Hyun, dia tahu pria itu tidak ingin dibantu.

“Semoga dia menyukai pemberianmu.” Ucap penjaga kasir tersebut.

“Semoga, ngomong-ngomong gadis itu adalah istriku.” Ucap Kyu Hyun lalu memberi hormat sebelum berbalik mengikuti Hyu Won.

“Pasangan yang serasi.” Bisik penjaga kasir tersebut. “Sama seperti benda itu.” Tambahnya lagi.

“Ya! Ya! Tunggu aku,” ucap Kyu Hyun sambil mengejar Hyu Won.

Hyu Won melambatkan langkahnya lalu kemudian dia berhenti, dia membalikan tubuhnya dan menatap Kyu Hyun.

Palliwa.” Ucap Hyu Won datar.

Kyu Hyun akhirnya mencapai Hyu Won, pria itu kemudian berjalan beriringan dengan Hyu Won.

“Nanti ajak aku ke sini lagi ya.” Ucap Hyu Won.

“Kalau kau tidak sibuk.” Sindir Kyu Hyun.

“Tch~ jangan begitu.” Balas Hyu Won.

“Ngomong-ngomong tidak ada satu benda pun yang menarik perhatianmu untuk di bawa pulang?” tanya Kyu Hyun.

“Hmm sebenarnya ada tapi aku tahu harganya pasti sangat mahal. Aku bisa membelinya nanti.” Ucap Hyu Won.

“Kau lupa kalau itu tempat barang antik. Hari ini kau mungkin masih bisa melihatnya tetapi besok, siapa yang tahu benda itu sudah dibeli orang lain?” ucap Kyu Hyun.

“Berarti benda itu tidak ditakdirkan untukku. Lagipula aku bukan kolektor benda antik.” Balas Hyu Won enteng.

Kyu Hyun mengedikan bahunya mengiyakan ucapan Hyu Won. “Benar juga.” Ucap Kyu Hyun.

****

Rumah Keluarga Cho

Pak Lee memarkirkan mobil di halaman rumah. Hyu Won membuka sabuk pengamannya lalu kemudian mulai mengemasi barang bawaannya, Kyu Hyun juga melakukan hal yang sama.

Hyu Won bersiap akan membantu Kyu Hyun turun saat Kyu Hyun mencegah gadis itu.

“Kenapa?” tanya Hyu Won.

“Tunggu sebentar.” Ucap Kyu Hyun lalu merogoh saku celananya. Hyu Won menunggu dengan penasaran.

“Ini.” Ucap Kyu Hyun lalu setengah melempar sebuah kotak pada Hyu Won.

Ommo!” ucap Hyu Won sambil berusaha menangkap benda tersebut.

“Apa ini?” ucap Hyu Won sambil membuka benda tersebut.

“Untukmu.” Ucap Kyu Hyun singkat.

Hyu Won dengan cepat membuka kotak kecil di tangannya. Ketika kotak terbuka, Hyu Won menatap benda tersebut dengan kening berkerut lalu kemudian sebuah senyuman penuh kebingungan muncul di wajahnya.

“Sebuah gembok dan kunci?” ucap Hyu Won sambil menatap Kyu Hyun dengan bingung.

“Bagus, kan?” tanya Kyu Hyun.

“Hmm ini aneh tapi lumayan unik. Ini pasti mahal?” ucap Hyu Won. Kyu Hyun memutar bola matanya mendengar ucapan gadis itu.

“Kau tenang saja, suamimu ini lumayan kaya.” Ucap Kyu Hyun santai.

“Jangan sombong. Tapi ini benar-benar unik.” Ucap Hyu Won sambil menatap gembok dan kunci di dalam kotak. Dia lalu mengambil benda tersebut dari dalam kotak.

“Walaupun berkarat karena terkena hujan dan sudah dipakai puluhan tahun untuk mengunci gerbang pintu, benda ini masih bisa dipakai dan belum rusak sama sekali. Dia masih kuat dan berguna.” Ucap Kyu Hyun.

“Aku tahu, terimakasih.” Ucap Hyu Won kegirangan. “Tapi kenapa kau membelikan benda ini untukku?” tanya Hyu Won.

“Karena benda ini cocok denganmu.” Ucap Kyu Hyun santai.

“Cocok bagaimana maksudmu?” tanya Hyu Won penasaran.

“Aku akan menjelaskan padamu bila kau sudah tidak menentangku lagi.” Ucap Kyu Hyun.

“Tch~ kalau begitu aku tidak peduli dengan alasannya kau memberikan benda ini padaku.” Balas Hyu Won tidak mau kalah. “Tapi terimakasih.” Tambah Hyu Won.

“Ngomong-ngomong tampaknya kau benar, kau memang cocok dengan benda-benda bekas.” Ucap Kyu Hyun mengejek gadis itu.

“Menyebalkan!” dengus Hyu Won lalu kemudian dia menatap Kyu Hyun. “Ya, walaupun benda ini bekas tetapi tidak semua barang bekas itu buruk. Ada barang bekas yang memiliki nilai dan makna tertentu. Dan terkadang hal tersebut membuatnya terlihat berharga. Aku memang selalu mendapatkan benda bekas tetapi sepertinya yang satu ini lumayan berharga.” Ucap Hyu Won dengan candaan.

“Sama sepertiku, kan? Walaupun bagimu aku ini bekas dari kakakmu tapi aku lumayan berharga, kan?” Ucap Kyu Hyun dengan datar.

Hyu Won memutar matanya mendengar ucapan Kyu Hyun. Dia tahu pria itu sedang memuji dirinya sendiri. “Tapi mungkin lebih baik aku mendapatkan sesuatu yang baru.” Ucap Hyu Won asal.

“Kau sedang tidak merengek padaku untuk dibelikan sesuatu, kan?” tanya Kyu Hyun.

“Wah kau peka sekali sebagai pria.” Balas Hyu Won sarkastis.

“Ayo kita turun.” Ucap Kyu Hyun mengabaikan sindiran gadis itu. “Aku ingin mandi.” Lanjutnya lagi.

Kajja!” balas Hyu Won.

Ketika Hyu Won membuka pintu mobil, pemandangan pertama yang ia lihat adalah sesuatu yang membuatnya terkejut, dia bersumpah tidak ingin berada dalam posisi seperti ini. Seseorang yang berdiri di balik pohon menatapnya dengan tatapan menuduh dan penuh intimidasi. Hyu Won bahkan merasakan sekujur tubuhnya mendadap gemetar karena rasa takut yang luar biasa.

Wae?” tanya Kyu Hyun.

TBC

Haiiii, long time no see! Semoga kalian semua sehat yaaa, maapkan lama. Semoga masih ada yang inget cerita ini wkwk. Ditunggu komentarnya temen-temennn. Makasih udah mampir.
Btw aku mau share dikit nih tentang Cocoa Cafe (nama apa ini wkwk, terinsipirasi dari kemasan minuman coklat favorit aku haha) dan tempat barang unik di cerita di atas. Jadi di Bandung ada Book caffe yang unik banget namanya Kineruku terus di sebelahnya ada tempat barang unik nah namanya Garasi opa. Mungkin yang orang Bandung ada yang udah pergi ke sana, nahh aku terinspirasi buat kafe itu di cerita di atas dari sana (pengen punya kafe kayak gitu), dan suka banget kalo ke sana, Kalian yang Ke bandung cobain deh ke sana pasti suka juga! Dan lagi aku izin nyolong gambar dari website garasi opa hehehehe. Soalnya gembok dan kuncinyta unik bangettt. Udah gitu aja, akhir kata mengucapkan terimakasih banyak yg udah baca ff ini :*

 

Advertisements

35 thoughts on “FF : Stand By You Part 5 (Sepotong Sandwich Dan Hadiah Pertama)

  1. Lama sekaliii baru nongoll ahahaaa… Selalu nungguin kalanjutan ini ff 😊
    Seneng banget banyak kyuwon moment 😍
    Itu siapa yg hyuwon liat? Hyunji?
    Penasaran.. Semoga publishnya gak lama2 lagi yaaa 😂😂😂

  2. Ah… Akhirnya update juga, lebih panjang dari part sebelumnya kayaknya ya. Hehehe
    Aku masih bertanya-tanya, kemana si Hyun Ji ngilang? Beberapa pendapat nongol diotak tentang alasan kepergian Hyun Ji. Entah dia yg ngidap penyakit mematikan, sengaja pengen bikin kyuhyun/hyuwon bersatu, atau mungkin dia kabur sama laki-laki lain? Atau… Duh, banyak banget ini pransangka-prasangka tentang Hyun Ji. Tapi semoga pas dia balik nanti (seandainya balik dalam keadaan sehat/hidup), dia gak ganggu hubungan antara kyuhyun-hyuwon.
    Tapi aku juga masih bingung nih sama perasaan Kyuhyun sendiri. Disatu sisi dia kayak pengen ngelupain Hyun Ji serta pengen buka lembaran baru bareng Hyuwon. Tapi disisi lain dia kayak masih belum bisa ngelupain Hyun Ji, tuh buktinya… mobil dimana dia ngelamar Hyun Ji aja masih dipakenya.
    Disini aku kasian lihat Donghae. Dia ini kayak gak tau apa-apa, tapi ikutan kena getahnya juga. Haddeehh… Semoga dia ada hubungan sama kepergian Hyun Ji ya…😂 #eh
    Oiya, itu last scene yg dilihat Hyuwon siapa ya? Donghae kah? Atau Hyun Ji yg udah kembali?😱 Ditunggu (lagi) kelanjutannya ya…😀
    Oh, sama 1 lagi. Ada beberapa kata yg salah sepertinya. Ada tadi diatas yg mungkin itu pertanyaan Hyun Ji, tapi di narasinya pake nama Kyuhyun. Jadi, pas baca tuh kayak Kyuhyun tanya dan dijawab Kyuhyun pula.😂
    Oke, itu aja. TengKyu udah update.😊

    • Okayyy pertama makasih koreksiannya, next part lebih diperhatiin lagi^^
      Alasan Hyun Ji pergi nanti bakal ada kok, sabarr yakk wkwk. Perasaan Kyu masih setengah2, gamunkin dia lupain hyun ji gitu aja tapi emosi di hati dia lebih besar jadi dia milih buat lupain hyun ji.

  3. Ff yg aku tunggu2, update juga 😊
    Msih bingung dgn alasan hyunji, knpa dia pergi dn pergi.y itu kmna?
    Itu yg hyuwon liat siapa ya, mungkinkah hyunji? Ato donghae ?

    Brhrap nnti.y klo hyunji kmbli kyuhyun ttp sma hyuwon, jgn kmbli lg sma hyunji…

    D tunggu next chap.y dn jgn lma2 ya soal.y prnasaran 😊 dn mkasih udh d update 😊.

  4. eon miss you😘😘😘
    duhhhhh sbnrnya kyuwon ini manis ya tpi karena dari awal gx terlalu dekat jadi ya begitulah suka saling debat tapi itu yg bkn hubungan makin manis wkwk
    itu siapa yg sembunyi dibalik pohon donghae kah??? or hyunji?? aaaaa kepo nih btw apa kabar eon?

  5. akhirnya upadte jugaaa, kangen banget hehe
    itu siapa yang dibalik pohon?
    kalo itu Donghae ga mungkin Hyu Won gemeteran begitu kan?
    apa Hyun Ji?
    atau itu ibunya Hyu Won? nuduh Hyu Won ngerebut posisinya Hyun Ji?
    penasaran T.T

  6. Senang banget deh saat kyuhyun bilang kalau dia nggak akan melepaskan hyuwon.
    Siapa sih yg dilihat hyuwoon dibalik pohon sampai ketakutan gitu? Ibunya yaa? Secara ibunya kan nggak suka hyuwon bahagia sama kyuhyun.

  7. Entah kenapa suka sama kata” tentang barang bekas….. Kisah cintaq yg sama seperti kyuwon😂😂😂……btw itu siapa??hyunji kah????

    Aaaahh penasaraaaaannn…..

  8. Yeyeeyy

    Update jg
    Kpn ni atau bisa ga nanti kyunya jadi normal ya
    Ga pake kursi roda lagi

    Itu yg ngintip donghae y

    Banyak bnget yg namany lee dsini

    • pasti karena aku juga cape ngetik dia jalan pake kursi roda wkwkw, tapi nanti kalo fisioterapinya lancar wkwk. Iya Lee donghae sama Lee yang di naruto hahaha

  9. Kira2 siapa yg di lihat hyu won,hyun ji kah?
    Atau donghae?
    Ya amounnn smoga part srlanjutnya cpt di post…
    Mksih thor bacaannya….

  10. Ahhhh akhirny d lnjut jg. Soalny dr kmrin bolak balik nggu lnjutnny.
    Klo kyu mau mbuka lembaran bru am hyunwon knp hyunwon g coba jg unk mbuka hati unk pnikahanny am kyu. Cp tw seiring bjlnny wktu mrk bs sling mncintai. Toh si kyu jg udh jnji kn am hyunwon bhw dy g akn ningglin hyunwon klo seandainy hyunji kmbli.
    Itu si hyunwon liat cp?…
    Hyunji kah?…

  11. akhirnya dilanjut lagi huhu penasaran banget soalnya. Ayolah Hyuwon, Kyuhyun aja udah membuka lembaran baru masa kamu enggak? lagian kalian serasi banget O(≧▽≦)O hehe. bdw siapa tuh yang dilihat Hyuwon sampai kaget? bukan kembarannya kan?

  12. Alhamdullilah akhirnya update jugaaaa
    Engga tau kenapa suka sama sifat Kyuhyun yg selalu bilang bahwa pernikahan bukanlah permainan.
    Bicara-bicara itu yang dibalik pohon siapa? Donghae? attaaauuuu Hyunji?

  13. Daripada penasaran siapa yg di liat hyunji di balik pohon, mendingin aku pikirin perasaan donghae ajaaaa… Kasian amat dia, huhuhuhu… knp juga donghae ngga perjuangin cintanya (tapi nambah kasian lagi kalo ujung2 nya hyuwon tetap samq kyuhyun, perjuangan yg sia2 hahahaha)

    Ayohhhh moment kyuhyun hyuwon dibikin tambah deket lagiiii

  14. After a long time nongol jugaaa kyuwon nya
    Semoga part depan update nya cepat
    Curiga gua itu di balik pohon siapa, emaknya apa hyun ji?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s