FF : For Her Brother [Chapter 1]


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Hallo! Aku balik lagi wkwk, akhirnya beres juga nih ngedit. Langsung aja, happy reading!

Author (Owner) : gluu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Drama, Romance

Rating : PG 17

Length : Chapter

Cast :

–       Kang Hyu Won (OC)

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Lee Donghae of Super Junior

Grand Hyatt Seoul Hotel

Seoul, South Korea

10.00 PM

Hyu Won duduk dengan gugup di sebuah kursi putih dengan ukiran yang terlihat rumit pada lengan dan kaki kursi tersebut, matanya berputar menatap interior ruangan. Dia tidak tahu mengapa Kyu Hyun memintanya datang ke mari. Pria itu lantas pergi ke sebuah ruangan setelah mempersilahkan dirinya duduk tadi. Walaupun bingung, Hyu Won tetap duduk dan menunggu Kyu Hyun kembali. Gadis itu meremas tali tasnya dengan gugup, tidak biasanya Kyu Hyun mengajaknya ke hotel seperti ini. Awalnya ia sempat berpikiran buruk namun dengan cepat ia menghapusnya, Kyu Hyun sejauh ini tidak pernah memperlakukan dirinya dengan tidak hormat. Kyu Hyun adalah pria yang sangat sopan meskipun sangat mengintimidasi, terkesan dingin, dan… sangat berbahaya.

Tap… Tap… Tap…

Hyu Won menegakan tubuhnya saat melihat Kyu Hyun berjalan ke arah dirinya. Pria itu mempunya tubuh yang sangat sempurna. Dengan tinggi 180 cm terkadang berdiri di sampingnya membuat siapa pun merasa ciut tanpa alasan yang jelas. Hyu Won tersenyum kikuk ke arah Kyu Hyun yang kini duduk di depannya, mereka terhalang meja kecil –masih dengan ukuran rumit di kaki meja tersebut.

Mianhae, aku tak sempat mengganti bajuku.” Ucap Hyu Won berbasa-basi, melihat Kyu Hyun dengan jas dan dasi yang masih menempel di tubuhnya membuat Hyu Won merasa rendah diri. Bagaimana bisa ia duduk bersama pria yang sangat sempurna tetapi dirinya masih memakai seragam pelayan dari kafe tempatnya bekerja.

Gweanchanna, aku hanya ingin mengajakmu mengobrol. Sudah lama kita tak duduk dan mengobrol bersama. Maafkan aku karena memintamu datang tiba-tiba.” Ucap Kyu Hyun dengan senyum yang sangat tipis, pria itu mungkin tidak pernah tersenyum kecuali kepada orang-orang terdekatnya. Itulah kesan yang Hyu Won tangkap dari diri Kyu Hyun.

Hyu Won mengembuskan nafasnya pelan, Kyu Hyun selalu memperhatikan setiap gerak-gerik dari gadis itu.

“Mengapa kau menghembuskan nafasmu seperti itu?” tanya Kyu Hyun.

Oppa, memintaku datang dengan terburu-buru. Kupikir mungkin sesuatu yang buruk sudah terjadi. Ternyata kau hanya ingin mengobrol. Kalau tahu seperti itu, aku akan mengganti bajuku dulu. Jadi aku tidak akan membuatmu malu.” Ucap Hyu Won dengan polos, wajahnya seperti anak kecil yang sedang kesal. Suaranya bahkan terdengar seperti anak kecil padahal usia gadis itu hampir memasuki 21 tahun.

Kyu Hyun memiringkan kepalanya lalu menatap Hyu Won dengan mata menyipit. “Siapa yang membuatku malu? Apapun yang kau pakai tidak masalah. Berhentilah bekerja part time seperti itu, berbahaya ketika kau pulang malam.” Ucap Kyu Hyun.

“Tetap saja aku merasa membuatmu malu. Aku tidak akan berhenti bekerja, aku bisa membeli buku dari hasil kerjaku.” Ucap Hyu Won tak mau mengalah. Lagipula bila ia berhenti bekerja, ia tak akan bisa memenuhi kebutuhan lain di luar daftar yang telah dibuat oleh orang tua angkatnya. Ia tak ingin menyusahkan orang tuanya lagi, sudah cukup mereka tak menyukai dirinya.

Kyu Hyun menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan gadis itu, gadis itu tak akan tunduk begitu saja pada ucapannya. Itulah yang membuat Kyu Hyun terkadang kesal dan sangat tidak suka dengan sikap gadis itu. Hanya gadis itu yang mampu mematahkan semua pendapat dan perintahnya. Jadi menghentikan pembicaraan yang akan memicu perdebatan dengan gadis itu adalah satu cara terbaik yang bisa ia lakukan.

“Sepertinya oppa sangat sibuk sampa-sampai tidak pernah lagi datang ke kafe.”

“Hmm, aku tak bisa meninggalkan pekerjaanku. Seperti saat ini…” ucap Kyu Hyun.

Oppa, kau sedang kesepian ya sampai-sampai memintaku datang ke mari.” Ucap Hyu Won menggoda pria itu. Kyu Hyun hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan gadis itu.

“Aku ingin minum tapi aku tak punya teman minum.” Ucap Kyu Hyun.

“Hanya karena ingin minum kau memintaku ke mari?” ucap Hyu Won dengan mata membulat dengan sangat polos, Kyu Hyun suka dengan semua tingkah gadis itu. “Percuma. Aku tidak pernah minum, kau hanya akan membuang waktumu dengan mengajakku minum-minum.” Ucap Hyu Won dengan tawa ringan.

Kyu Hyun menegakan tubuhnya tertarik dengan ucapan gadis itu, “kau tidak pernah minum?” tanya Kyu Hyun, sejujurnya ia tak terkejut gadis seperti Hyu Won tak pernah minum. Gadis polos seperti Hyu Won tak mungkin menyentuh minuman keras dan sejenisnya.

“Ya. Ji Hoon oppa bilang ia tidak suka aku minum kecuali dengan dirinya. Tapi ia bahkan tak pernah menawariku minuman bila ia sedang meminum soju dan minuman keras lainnya ketika kami bersama. Dia sangat menyebalkan.” Ucap Hyu Won dengan bibir yang mengerucut.

Kyu Hyun tersenyum sinis, “oppa-mu menjagamu dengan baik sepertinya.” Ucap Kyu Hyun sarkastis. Hyu Won hanya mengangguk lalu mengulum senyumannya karena pujian Kyu Hyun pada kakaknya. Perasaannya menghangat membayangkan bagaimana keadaan kakaknya sekarang, ia merindukan kakaknya itu. Hampir setangah tahun ia tak melihat kakaknya itu.

“Kalau malam ini kau mencicipi segelas wine milikku, apakah kau mau?” tanya Kyu Hyun berusaha membujuk gadis itu.

Ne?”

“Segelas saja,” bujuk Kyu Hyun santai.

Aniyo, oppa mungkin akan marah padaku.” Ucap Hyu Won menolak dengan halus namun sebenarnya ia sangat ingin mencicipi rasa wine yang Kyu Hyun tawarkan. Ia tahu Kyu Hyun pecinta wine, pria itu pernah bercerita mempunya banyak koleksi wine. Jadi besar kemungkinan pria itu menyimpan wine dengan rasa dan kualitas terbaik.

Kyu Hyun tersenyum tipis setelah mendengar jawaban gadis itu. “Jujur saja, kau juga ingin merasakan wine, kan? Lagipula di sini tak ada kakakmu.” Ucap Kyu Hyun seperti godaan yang sangat membahayakan bagi Hyu Won.

Hyu Won duduk dengan gelisah, “ya, aku memang ingin merasakannya tapi aku tak mau membuat Ji Hoon oppa marah.” Ucap Hyu Won polos. Kyu Hyun tahu Hyu Won mulai terpengaruh dengan ucapannya.

Dengan santai Kyu Hyun membuka penutup wine lalu meletakan satu gelas wine di depan Hyu Won, ia melirik ke arah Hyu Won. Bibirnya tersungging puas setelah melihat wajah Hyu Won. Jelas sekali gadis itu ingin mencicipi wine yang ia tawarkan. Kyu Hyun menuangkan wine pada gelas milik Hyu Won, gadis itu hanya menatap cairan kuning keemasan itu mengisi gelasnya.

“Cobalah.” Ucap Kyu Hyun santai.

Mwo? Aniyo, Ji Hoon oppa akan marah padaku. Aku tak akan meminumnya, mianhae.” Ucap Hyu Won pelan.

Oppa-mu berada jauh di London, minum seteguk tak akan membuatnya tahu. Lagipula ini tak membunuhmu, cobalah.” Ucap Kyu Hyun meyakinkan Hyu Won.

Hyu Won menghebuskan nafasnya dengan pelan, ia benar-benar bimbang. Satu sisi ia tak ingin melanggar ucapan kakaknya tetapi ucapan Kyu Hyun mungkin benar. Sekali teguk mungkin tak akan masalah, lagipula di usianya yang hampir memasuki 21 tahun seharusnya ia sudah boleh meminum minuman seperti ini

“Aku tidak mau menjadi dongsaeng yang buruk untuk Ji Hoon oppa.” Ucap Hyu Won lagi.

“Kau hampir memasuki usia 21 tahun, seharusnya minum minuman seperti ini tidak masalah untuk dirimu.” Ucap Kyu Hyun dengan kesabarannya. Hyu Won terlihat berpikir dan menatap minuman di depannya, Kyu Hyun dengan santai meneguk wine miliknya. Hyu Won menatap Kyu Hyun yang memasang wajah puas setelah meminum wine tersebut.

“Apakah itu enak?” tanya Hyu Won penasaran.

“Ya.” Balas Kyu Hyun santai. Hyu Won menggigit bibir bawahnya bimbang.

Gadis itu tak pernah tahu Kyu Hyun menjadi begitu sangat tergoda saat melihat seorang gadis menggigit bibir bawah mereka. Pria itu menyukai gadis dengan kaki yang jenjang, dahi yang indah, serta gadis yang suka menggigit bibir bawah mereka. Itu terlihat seksi di matanya. Dan Hyu Won memiliki semua kriteria tersebut. Kyu Hyun menggeleng kepalanya cepat menghapus pikiran kotor di kepalanya, bagaimana bisa gadis sepolos itu bisa menggoda dirinya?

“Baiklah!” tiba-tiba Hyu Won berbicara dengan keras, Kyu Hyun menyeringai melihat Hyu Won akhirnya tunduk pada bujukannya.

“Sudah kuduga kau akan mencicipinya,” ucap Kyu Hyun penuh kemenangan.

“Mungkin kau benar. Satu kali teguk tidak akan masalah, Ji Hoon oppa tak akan marah.” Ucap Hyu Won meyakinkan dirinya. Ia merasa kembali pada usia kanak-kanak, di mana ia tak mematuhi ucapan orang tuanya. Kali ini ia tak mematuhi ucapan Ji Hoon kakaknya.

Kyu Hyun tersenyum seolah menyetujui ucapan gadis itu. “Minumlah.” Perintah Kyu Hyun.

Hyu Won menatap gelas wine di depannya dengan pandangan berbinar-binar, Kyu Hyun tertawa melihat tingkah gadis itu. “Jangan menatapnya seperti itu, gelas itu mungkin akan kabur.” Canda Kyu Hyun. Hyu Won hanya tersipu malu mendengar ucapan pria itu.

Dengan cepat Hyu Won meraih gelas itu, ia mengangkat kepalanya lalu menatap Kyu Hyun seolah meyakinakan kembali apa yang akan ia lakukan.

“Minumlah dengan perlahan agar kau bisa merasakan rasanya.” Ucap Kyu Hyun. Hyu Won menganggukan kepalanya paham. Dengan perlahan gadis itu menempelkan wine di bibirnya, mata Kyu Hyun menyala dengan jahat melihat Hyu Won akhirnya meminum wine yang ia tawarkan. Ia tak menyangka bisa semudah ini membujuk gadis itu. Ini adalah tujuan utamanya mengundang gadis itu ke mari.

“Ahhh…” desah Hyu Won saat ia melepas gelas wine dari bibirnya. Kyu Hyun menyeringai lalu menunggu apa yang akan dikatakan gadis itu.

Mashita!” ucap Hyu Won keras. Kyu Hyun tak bisa menahan tawanya, ia tertawa kecil melihat tingkah Hyu Won. Belum lagi rona merah di wajah gadis itu semakin membuat Kyu Hyun tak tahan.

“Lagi?” tawar Kyu Hyun dengan senyum bangga.

“Ne!” angguk Hyu Won. Kyu Hyun tertawa di dalam hati, ia patut berbangga hati karena bisa membujuk gadis itu. Gadis itu bahkan tidak mematuhi ucapan kakaknya, dengan santai Kyu Hyun menuangkan segelas wine lagi untuk Hyu Won.

Hyu Won mengerjapkan matanya merasa aneh dengan efek dari wine yang ia minum, mengapa tiba-tiba ia merasa pusing?

“Minunlah.” Perintah Kyu Hyun.

“Ne,” ucap Hyu Won lalu kembali meneguk wine di tangannya. Ia tak memperdulikan reaksi aneh di kepalanya.

“Bagaimana kuliahmu?” tanya Kyu Hyun berusaha membuka pembicaraan, ia tahu Hyu Won mulai merasa pusing. Bola mata gadis itu mulai tak fokus, wajahnya juga mulai memerah.

“Ah… kuliahku semakin berat saja. Eomma juga tak pernah setuju aku kuliah di Kyunghee University. Biayanya sangat mahal katanya.” Ucap Hyu Won mulai tak fokus.

“Tapi oppa-mu setuju.” Ucap Kyu Hyun dingin.

Oppa selalu setuju dengan apa yang kulakukan.” Ucap Hyu Won semakin tak fokus. Kyu Hyun mendengus mendengar ucapan gadis itu.

Hyu Won menopang kepalanya yang mulai terasa berdenyut, ia memijat kecil dahinya. Mengapa rasanya pusing sekali, ia merasa ruangan berputar-putar. Apakah ini efek wine yang ia teguk? Tapi Kyu Hyun bilang seteguk tak akan masalah. Masalahnya ia bahkan sudah meneguk dua gelas wine.

Oppa, mengapa aku pusing sekali? Apakah kau pusing? Ini efek wine itu ya?” tanya Hyu Won dengan suara yang tak jelas, ia terlihat seperti sedang mengigau. Tangannya masih menopang kepalanya.

“Aku tak pusing.” Ucap Kyu Hyun datar, ia menatap wine di atas meja. Bibirnya menyeringai, ia menatap Hyu Won dengan aura gelap. Itu adalah salah satu dari koleksi wine miliknya yang sangat keras. Bagi pemula seperti Hyu Won akan sangat bahaya untuk kesadaran mereka tapi tidak bagi Kyu Hyun. Kyu Hyun adalah penikmat wine, ia tak akan mabuk atau tak sadarkan dirinya hanya dengan sekali teguk. Ia bahkan terkenal dengan julukan king of wine di antara teman-temannya.

“Hyu Won?” panggil Kyu Hyun santai, melihat Hyu Won yang duduk dengan mata terpejam membuat Kyu Hyun penasaran dengan kesadaran gadis itu. Hyu Won tak menyahut tapi Kyu Hyun tahu gadis itu masih memiliki kesadarannya.

Dengan mata yang masih menatap Hyu Won, Kyu Hyun merogoh ponsel di saku celananya. Ia melakukan panggilan cepat pada seseorang. Ia menatap jam tangannya sambil menunggu teleponnya tersambung.

“Masuklah, kita bisa selesaikan dengan cepat.” Ucap Kyu Hyun lalu mematikan ponselnya.

Kyu Hyun berdiri dari kursi lalu berjalan menuju Hyu Won, ia mengelus lembut pipi mulus Hyu Won. Gadis itu terlihat tak berdosa dalam posisi seperti ini, ia hanya gadis polos yang terjebak dalam rencana kejam Kyu Hyun. Kyu Hyun menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Hyu Won. Dengan bibir yang menyeringai jahat, Kyu Hyun menundukan tubuhnya lalu mengecup bibir mungil Hyu Won dengan kasar. Sejak tadi ia begitu menginginkan bibir mungil gadis itu.

“Nghh…” lenguh Hyu Won, Kyu Hyun segera melepas kecupannya lalu mengusap bibir gadis itu dengan ibu jarinya. Rasa wine yang menempel pada bibir gadis itu membuat Kyu Hyun tergoda untuk mengecup bibir gadis itu lagi namun terhenti saat pintu kamarnya terbuka dengan lebar.

Kyu Hyun menolehkan kepalanya lalu menatap ke arah pintu. “Donghae-ah…” sapa Kyu Hyun seolah tak terjadi apa-apa.

Pria yang disapa Donghae itu menganggukan kepalanya lalu berjalan masuk dengan tas hitam besar. “Itu dia?” tanya Donghae sambil mengedikan dagunya ke arah Hyu Won.

“Hmm.” Angguk Kyu Hyun, pria itu membalikan tubuhnya. Ia menundukan tubuhnya lalu mulai menyelipkan tangannya pada punggung dan lutut Hyu Won, gadis itu melenguh lemah. Kepalanya semakin bertambah pusing saat Kyu Hyun menggendong tubuhnya namun ia tak terbangun. Kyu Hyun menatap wajah tenang Hyu Won, selintas terpikir olehnya apakah yang akan ia lakukan selanjutnya adalah keputusan yang benar? Ia segera menghapus keraguan di kepalanya lalu berjalan menuju ranjang untuk menidurkan tubuh lemah Hyu Won.

Donghae berdiri di samping ranjang sambil meletakan tripod, ia menatap wajah tenang Hyu Won. “Dia lebih muda, tak seperti bayanganku. Apakah dia masih sekolah?” tanya Donghae sambil mengatur kamera yang ia letakan di atas tripod.

“Dia masih kuliah.” Balas Kyu Hyun yang kini tengah menatap Hyu Won yang terbaring lemah di atas ranjang. Tangannya bersedekap seolah menikmati wajah tenang Hyu Won. Sejujurnya pikirannya kembali berkecamuk, mengapa saat melihat wajah tak berdosa Hyu Won membuatnya semakin ingin membatalkan semua rencana yang sudah ia atur hingga sejauh ini.

“Wajahnya seperti malaikat, apakah kau tega melakukan semua ini padanya?” tanya Donghae, ia masih menatap wajah Hyu Won dengan tangan yang sibuk mengatur kamera.

Kyu Hyun berusaha tak termakan dengan ucapan Donghae, tiba-tiba pikirannya menjadi mantap kembali untuk menjalankan semua rencananya setelah bayang-bayang kehancuran kakaknya kembali muncul di kepalanya.

“Kita tidak akan berhenti hanya karena wajah lugunya, wajah seperti itu mungkin bisa menipu. Ia memang mempunyai wajah seperti malaikat tapi tetap saja ia dongsaeng dari seorang iblis.” Ucap Kyu Hyun tajam. Ia berjalan menuju meja lalu mengambil wine dan meneguknya. Tak cukup segelas, ia kembali meneguk hingga tiga kali tegukan.

“Sangat disayangkan gadis sepolos dan semanis ini harus menanggung dosa oppa-nya.” Ucap Donghae dengan kekehan, ia menyalakan kamera lalu mulai menyorot wajah Hyu Won.

Kyu Hyun berjalan ke arah ranjang lalu mulai membuka jas hitam dan dasinya, ia menatap Hyu Won yang tampak damai di atas ranjang.

“Ingat, hanya tubuh kami dan wajahnya.” Ucap Kyu Hyun sambil membuka kemeja putihnya, kini ia hanya bertelanjang dada dengan celana yang masih menggantung di pinggangnya.

“Hmm arraseo. Palli-wa, aku ada kencan dengan Ji Kyung.” Ucap Donghae dengan suara berat. Kyu Hyun hanya menyeringai lalu mulai naik ke atas ranjang.

Kyu Hyun menatap wajah Hyu Won dengan tajam, pengaruh wine yang ia teguk membuatnya semakin ingin menghancurkan hidup gadis di hadapannya. Dengan hancurnya gadis ini, Ji Hoon akan merasakan apa yang selama ini Kyu Hyun rasakan. Telunjuknya bergerak mengusap pipi Hyu Won lalu mulai mengitari bibir dan dagu gadis itu. Kyu Hyun menatap wajah Hyu Won tanpa berkedip. Dendam dan nafsu bergejolak di dalam tubuhnya, ia merasa begitu licik karena memanfaatkan gadis sepolos dan sebaik Hyu Won untuk kepuasaan hatinya. Kedekatan dan kebaikan yang selama ini ia bina dengan Hyu Won akan segera berakhir setelah malam ini. Tangannya bergerak membuka ikatan rambut Hyu Won hingga rambut gadis itu tergerai di atas bantal sehingga membuat gadis itu semakin terlihat cantik dan menggoda.

Hyu Won tiba-tiba membuka matanya saat merasakan tubuhnya disentuh di mana-mana. Matanya terbuka walaupun kepalanya rasanya berat sekali.

Oppa?” Hyu Won terkejut saat melihat Kyu Hyun di atas tubuhnya dengan bertelanjang dada. Kepalanya bergerak ke samping saat dirinya melihat Donghae tengah menyeringai menatap dirinya.

Nu-guya? Kenapa ada kamera?” ucap Hyu Won tak fokus saat melihat Donghae dan kamera yang menyorot ke arahnya. Rasa panik mulai menderanya. Kyu Hyun tak memperdulikan ucapan dan pertanyaan Hyu Won, ia justru menggerakan tangannya untuk membuka baju gadis itu. Matanya menatap tajam ke arah wajah Hyu Won.

Oppa!” Hyu Won kembali terkejut tetapi tubuhnya sangat lemah, belum lagi kepalanya yang terasa berdenyut tak karuan.

“Ssst~” bisik Kyu Hyun di telinga gadis itu. Pria itu berusaha membujuk Hyu Won untuk tak panik, bagaimana bisa ia tak panik sementara dirinya diperlakukan dengan tidak hormat seperti ini.

Oppa, andwae…” rengek Hyu Won dengan mata yang semakin tak fokus. Pikirannya menolak untuk diperlakukan seperti ini tetapi tubuh lemahnya tak bisa mengimbangi keinganannya untuk melepaskan diri dari Kyu Hyun. Ia terus bergerak meminta dilepaskan.

“Sstt~ tenanglah, ini akan cepat.” Ucap Kyu Hyun dingin. Ia menolehkan kepalanya dan menatap wajah Hyu Won yang kini mulai sembab karena air mata. Belum lagi raut ketakutan gadis itu membuat dirinya sedikit terpengaruh.

Srettt

Baju Hyu Won tercabik dengan sekali hentakan keras dari tangan Kyu Hyun, gadis itu meronta keras dan meracau. Tubuhnya terasa sangat rentan dan terancam. Ia berteriak keras meminta tolong. Donghae tertegun mendengar teriakan Hyu Won tetapi ia memilih untuk fokus pada apa yang ia lakukan. Hyu Won berharap siapapun bisa mendengar teriakannya dan datang untuk menolongnya. Ia terus berteriak meminta Kyu Hyun untuk berhenti namun Kyu Hyun tak menghiraukan teriakan gadis itu.

Oppa andwaehh… wae?” racau Hyu Won ketakutan.

Kyu Hyun membungkam bibir gadis itu dengan ciuman yang kasar dan ganas, pikirannya sudah tak bisa dikendalikan lagi. Tangannya bergerak mengerayangi seluruh tubuh Hyu Won. Nafsu dan dendam mengelilinginya seperti lingkaran setan. Ia bahkan tak memperdulikan sebagaian hati kecilnya yang memintanya untuk menghentikan rencana busuknya ini. Kecantikan dan kepolosan Hyu Won membutakan segalanya. Milik gadis itu yang sangat berharga direnggut dengan paksa lalu dibuang begitu saja. Malam itu Kyu Hyun bak binatang buas, ia memangsa Hyu Won yang tak berdaya sama sekali hingga hancur berkeping-keping.

****

Hyu Won mengerjapkan matanya, ia merasa seperti seseorang baru saja mengecup bibirnya tetapi segera menghilang. Seolah kecupan itu hanya sebuah mimpi lalu menghilang ketika ia terbangun. Matanya menyipit saat sinar matahari menerpa langsung ke matanya, tubuhnya seketika menegak saat menyadari di mana ia berada. Ia melihat ke sekeliling ruangan lalu menatap ke arah dirinya sendiri. Perasaan takut dan dingin tiba-tiba menghinggapinya, ia tidur di atas ranjang besar dengan tubuh polos dan hanya ditutupi selimut tebal hingga sebatas leher.

“Apa yang terjadi sebenarnya!?” ucap Hyu Won panik pada dirinya sendiri. Ia berusaha mengingat apa yang sudah terjadi pada dirinya, tangannya bergerak meremas rambutnya dengan kasar. Kepalanya terasa berdenyut-denyut, belum lagi tubuhnya yang terasa sangat sakit. Hyu Won merasakan keanehan pada tubuhnya tapi ia menolak untuk memikirkan lebih jauh, ia tak ingin mendapati fakta buruk baru saja terjadi pada dirinya.

“Mengapa aku di sini?” ucap Hyu Won panik, suaranya berubah parau. Matanya bahkan mulai berkaca-kaca. Ia merasa begitu ketakutan.

Gadis itu memejamkan matanya lalu mulai mengingat apa yang sudah ia lakukan. “Aku… aku bekerja, lalu Kyu Hyun oppa memintaku menemuinya lalu… lalu? Apalagii!” ucap Hyu Won pada dirinya dengan marah, ia berusaha mengingat apa saja yang sudah ia lakukan.

“WINE!” ucap Hyu Won keras, bertepatan dengan itu pintu kamar mandi terbuka lalu Kyu Hyun keluar dengan pakaian yang sudah lengkap sama seperti semalam.

Oppa?” panggil Hyu Won terkejut. Ia merasa sedikit lega.

“Kau sudah bangun?” tanya Kyu Hyun datar seolah tak terpengaruh dengan raut wajah gadis itu. Kyu Hyun tahu Hyu Won kini dilanda perasaan takut dan panik tapi ia memilih untuk mengabaikannya.

Oppa, apa yang sudah terjadi sebenarnya? Aku… aku benar-benar bingung.” Ucap Hyu Won berusaha mengontrol suaranya, ia ingin menangis saat melihat raut datar di wajah Kyu Hyun. Mengapa pria itu memasang wajah seolah tak peduli sama sekali. Hyu Won menelan ludahnya dengan susah payah, Kyu Hyun seperti pribadi yang baru ia temui.

“Kau sudah dewasa untuk bisa menilai semua kondisi di kamar ini.” Ucap Kyu Hyun dingin, mata pria itu menatap Hyu Won yang kini terlihat akan menangis.

Nde? Oppa, apakah kita… apakah kita tidur bersama?” tanya Hyu Won dengan suara bergetar.

“Ya,” balas Kyu Hyun singkat. Hyu Won bisa merasakan perubahan sikap Kyu Hyun, itu bukan Kyu Hyun yang selama ini dikenalnya. Kyu Hyun memang dingin namun pria itu tak pernah terlihat seperti ini. Ini seperti bukan Kyu Hyun.

“Bagaimana bisa?” tanya Hyu Won benar-benar bingung. Suaranya terdengar pelan bahkan nyaris berbisik.

“Sudahlah.” Ucap Kyu Hyun dengan tangan yang melambai tak peduli. “Mulai sekarang jangan pernah menemuiku lagi, tak kusangka kau adalah gadis yang mudah termakan rayuan. Satu rayuan dan kau memberikan dirimu padaku.” Ucap Kyu Hyun dengan kejam.

Hyu Won menutup mulutnya terkejut, bagaimana bisa Kyu Hyun mengatakan kalimat seperti itu? Ia benar-benar menangis sekarang. Ia merasa seperti dibuang begitu saja, perasaan takutnya meningkat berkali-kali lipat.

“Jujur saja, aku tak bisa berhubungan dua kali dengan seseorang sepertimu.” Ucap Kyu Hyun penuh hinaan.

MWO? Mengapa kau bersikap seperti ini, oppa?” ucap Hyu Won dengan isakan.

“Kau mungkin baru mengenalku jadi kau tak tahu seperti apa diriku ini. Aku tak bisa berhubungan denganmu lagi, kau begitu mudah dirayu. Sayang sekali.” Ucap Kyu Hyun dengan seringai tipis.

Andwae… aku tak seperti itu.” Ucap Hyu Won mulai menangis, Kyu Hyun menatap Hyu Won tajam. Hatinya terenyuh melihat air mata Hyu Won. Gadis itu jelas terlihat sangat ketakutan dan tertekan. Ada perasaan asing di dalam hatinya. Kyu Hyun merasa begitu kejam namun dengan tegas ia menolak hatinya untuk mengasihani gadis itu. Ini adalah semua yang ia inginkan. Menghancurkan adik dari seorang pria brengsek bernama Ji Hoon.

Hyu Won menghapus air matanya, ia menangis sesenggukan seperti anak kecil yang dimarahi oleh kedua orang tuanya. Kyu Hyun memakai sepatunya lalu berjalan menuju Hyu Won. Hyu Won merasa nafasnya begitu sesak, tak pernah ada yang memperlakukan dirinya seperti ini. Harga dirinya benar-benar diinjak seperti sampah tak berguna.

“Aku tidak punya banyak waktu, kau tahu aku sangat sibuk.” Ucap Kyu Hyun. “Ini ada cek, kau bisa gunakan semua uang di sana.” Ucap Kyu Hyun lalu memberikan cek berisi nominal yang telah ia tulis. Pria itu berjalan menuju pintu. “Jangan pernah menemuiku lagi. Ah… dan itu baju untukmu. Maaf karena sudah merusak bajumu, senang bisa menghabiskan malam denganmu. Aku pergi.” Ucap Kyu Hyun tanpa ekspresi lalu berjalan menuju pintu hotel. Pria itu membuka pintu lalu keluar dan menutup pintu hotel dengan keras meninggalkan Hyu Won yang diam tak bisa bergerak. Mata gadis itu membulat tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Pria itu memperlakukan dirinya seolah ia tak berharga sama sekali.

Hyu Won menangis sejadi-jadinya, ia tak percaya itu adalah Kyu Hyun yang ia kenal beberapa bulan ini. Pria itu bukan pria baik yang menjadi pelanggannya lagi. Itu bukan Kyu Hyun yang ia kenal, atau memang seperti itulah Kyu Hyun yang sebenarnya. Nafas Hyu Won menjadi semakin sesak, ia menangis sejadi-jadinya. Tanganya bergerak melempar semua bantal lalu memukul dirinya sendiri. Ia marah pada dirinya sendiri. Ia kembali berusaha mengingat kejadian semalam, semuanya mulai muncul satu per satu. Bagaimana Kyu Hyun merebut satu-satunya harta berharga yang ia miliki, bagaimana pria itu membujuknya meminum wine terkutuk itu. Seharusnya ia tak termakan bujukan Kyu Hyun untuk meminum wine. Seharusnya ia mematuhi ucapan Ji Hoon. Hyu Won menundukan kepalanya, ia merasa bodoh dan sangat marah pada dirinya sendiri. Apa yang Kyu Hyun katakan tentang dirinya benar-benar menghancurkan dirinya. Hyu Won merasa energinya menguap entah ke mana.

“Aku bukan gadis murahan. Oppa, mengapa kau bersikap seperti ini?” Isak Hyu Won penuh penderitaan. Ia tak tahu bagaimana menghadapi semuanya setelah ia keluar dari kamar hotel ini. Ia menatap cek di atas selimut dengan air mata yang mengalir semakin deras. Kyu Hyun begitu tega memperlakukan dirinya seperti ini. Ia merasa hidupnya seolah telah berakhir.

“Ji Hoon oppa, mianhae.” Bisik Hyu Won pelan penuh penyesalan.

****

Three Month Later…

Hyu Won’s Home

Seoul, South Korea

07.00 PM

Hyu Won menatap alat tes kehamilan di tangannya dengan wajah pucat. Untuk sepersekian detik ia tak bernafas. Butur-butir keringat mulai bermunculan di dahinya, dua garis merah pada alat tes kahamilan membuat dunianya seolah berhenti berputar. Selama ini ia menyangka mual yang sering dirasakan adalah efek dari rutinitas kuliah yang sangat padat, mungkin ia kelelahan tetapi semua menjadi aneh saat siklus menstruasinya tak juga datang. Ternyata benar semua kecurigaannya. Ia mengandung janin dari seorang pria yang jelas tidak menginginkan dirinya. Pria itu bahkan tak pernah muncul lagi.

“Aku hamil?” bisik Hyu Won tak percaya dengan apa yang terjadi padanya saat ini. Tubuhnya merosot tak bertenaga pada pintu kamar mandi. Air mata berdesakan ingin keluar, tubuhnya bergetar hebat setelahnya. Emosinya meledak saat itu juga, apa yang terjadi antara dirinya dan Kyu Hyun tiga bulan lalu ternyata menghasilkan janin yang muncul tidak pada saatnya. Ia masih terlalu muda untuk menanggung semua ini. Sendiri.

Andwae!” jerit Hyu Won tertahan, ia menghirup udara dengan susah payah. Ia merasa ketakutan dan bingung. Bagaimana bisa ia menghadapi semua ini sendirian? Ia tak mungkin memberitahu In Hye –ibu angkatnya, wanita itu bukan seseorang yang bisa diajak untuk berbagi kebahagiaan maupun kesedihan. Wanita itu akan sangat murka padanya.

Hyu Won merenungkan apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia benar-benar tak memiliki jalan untuk saat ini, otaknya buntu untuk berpikir.

Oppa…” ucap Hyu Won bergetar, ia benar-benar ketakutan. Tak pernah dalam hidupnya ia mengalami masalah sepelik ini. Ia akan menjadi ibu diusianya yang masih terlalu muda. Ia tak pernah memikirkan hal seperti ini akan terjadi. “Eomma…” ucap Hyu Won lagi, ia tiba-tiba merindukan ibu kandungnya. Wanita itu adalah seseorang yang sangat ia butuhkan saat ini. “Appa...” isak Hyu Won. “Mianhae...” bisik Hyu Won akhirnya.

Hyu Won termenung lama dengan alat tes kehamilan yang masih ia pegang. Ia menatap kosong ke arah lantai kamar mandi, pikirannya seperti kabel yang tak jelas ke mana ujung-ujungnya. Hyu Won akhirnya mengusap air matanya lalu berdiri, ia tak bisa menangis dan menangis sepanjang hari. Cukup sudah ia menangisi dirinya, saat ini ia harus berpikir jernih. Ia harus mengambil keputusan untuk janin di dalam kandungannya. Ia meletakan alat tes kehamilan pada marmer di samping wastafel lalu membasuh wajah sembabnya, ia menatap pantulan dirinya pada cermin di depannya.

“Semuanya akan baik-baik saja. Tenanglah.” Ucap Hyu Won meyakinkan dirinya sendiri. Tangannya bergerak mengusap perutnya dengan lembut, perasaannya bercampur tak jelas. Ia merasa panik dan ketakutan tetapi juga merasa begitu takjub. Di dalam perutnya bersemayang nyawa yang tak pernah ia bayangkan sama sekali kehadirannya.

Eomma, seharusnya kau ada di sini.” Ucap Hyu Won.

Tok… Tok… Tok…

Hyu Won tercekat karena ketukan di pintu kamar mandi, dengan cepat ia mengecek kembali kondisi wajahnya. Lalu setelah yakin wajahnya kembali seperti semula, ia berjalan dan membuka pintu kamar mandi.

Eomma?” tanya Hyu Won bingung.

“Mengapa lama sekali? Apa yang kau lakukan di kamar mandi? Aku mendengarmu berteriak tadi.” Tanya In Hye –ibu angkatnya–dengan sinis.

“Ah… mianhae. Perutku mulas sekali, tadi handukku jatuh jadi aku berteriak karena terkejut.” Ucap Hyu Won berbohong tentu saja. Ia tersenyum seolah tak terjadi apapun.

“Oh…” ucap In Hye seolah tak percaya dengan Hyu Won.

“Ada apa eomma ke mari?” tanya Hyu Won.

“Ah… tolong pergilah ke swalayan, belikan aku kentang. Kentang kita habis, tiba-tiba appa ingin makan sup.” Ucap In Hye pada Hyu Won.

“Ne, aku ganti baju dulu.” Ucap Hyu Won lalu keluar dari kamar mandi, ia menutup pintu kamar mandi setelah In Hye berjalan keluar dari kamarnya.

****

A Night

Seoul, South Korea

08.30 PM

Hyu Won berjalan dengan kepala tertunduk, pikirannya semakin berkecamuk sejak berangkat ke swalayan. Ia menatap jalanan menuju rumahnya dengan gamang, ia benar-benar bingung harus melakukan apa untuk saat ini. Ia meraba perutnya, ada perasaan hangat sekaligus rasa ketakutan yang meningkat. Di dalam sana bersemayam nyawa janin yang tak berdosa. Calon anaknya kelak.

Eomma, aku merindukanmu. Eottohkae eomma?” bisik Hyu Won pelan, ia benar-benar membutuhkan ibunya saat ini. Ia menghentikan langkahnya, sejak tadi ia merasa seseorang sedang mengikuti dirinya tapi ia mengabaikan semuanya. Pikirannya lebih terfokus pada kehamilannya. Ia kembali melanjutkan langkahnya.

Hyu Won kembali berjalan menyusuri jalanan menuju rumahnya, gadis itu berbelok di ujung jalan lalu berjalan beberapa meter hingga sampai di depan pintu gerbang rumahnya. Ia mendorong pintu gerbang lalu berjalan menuju pintu masuk. Saat memasuki rumah, Hyu Won terkejut saat melihat ibu dan ayah angkatnya tengah duduk di sofa ruang tamu. Wajah mereka tampak tak bersahabat.

“Aku pulang.” Ucap Hyu Won pelan, ia tahu sesuatu telah terjadi tetapi ia mencoba mengabaikan rasa penasarannya.

“Anak brengsek!” ucap In Hye yang kini berdiri dari duduknya, ia lantas berjalan menghampiri Hyu Won yang terlihat bingung setengah mati. Hyu Won berdiri dengan ngeri menatap ekspresi marah di wajah In Hye.

PLAKK

Sebuah tamparan mendarat pada pipi Hyu Won hingga meninggalkan bekas merah menyala. Hyu Won baru saja akan bertanya namun In Hye kembali mencecarnya dengan pertanyaan.

“Jelaskan apa maksdunya ini!” suara In Hye terdengar memenuhi ruangan dengan kasar, Hyu Won terkejut saat melihat alat tes kehamilan jatuh tergelatak di lantai. In Hye baru saja melempar alat itu ke arahnya. Rasa nyeri dipipinya seketika menghilang begitu saja ketika melihat alat tes kehamilan tersebut.

Eomma?” Hyu Won terkejut setengah mati, ia menatap ibu angkatnya itu dengan mata membulat besar. Ia tak menyangka In Hye bisa menemukan alat terkutuk itu, Hyu Won berjongkok lalu mengambil alat tes kehamilan itu dengan tangan bergetar.

“Dasar anak tidak tahu diri! Kau memang selalu menyusahkan kami!” suara In Hye kembali mengisi ruangan tersebut, Hyu Won menahan air matanya untuk keluar.

“Aku bisa menjelaskan semua ini.” Ucap Hyu Won pelan nyaris berbisik, ia bingung harus menjelaskan apa. Mungkinkah ia mengatakan semua ini adalah ulah Kyu Hyun, bagaimana memulai semua cerita panjang itu?

“Tch~ kau mau menjelaskan apa? Dasar gadis jalang, sejak dulu kami memang tak pernah berniat mengadopsi dirimu!”

Yeobbo!” suara Jin Ho –ayah angkat Hyu Won–terdengar keras.

“Biarkan saja, dia harus tahu kami tak pernah mengingkan dirinya. Kau memang selalu menyusahkan keluarga ini tak seperti oppa-mu.” Ucap In Hye lagi. Hyu Won sudah tahu itu, ia mengetahui semua itu dengan jelas.

Eomma, mianhae…” ucap Hyu Won dengan suara bergetar, ia tahu keluarga ini tak menyukai dirinya tapi apakah mereka harus mengungkapkan semuanya dengan gamblang?

“Aku sudah curiga sesuatu sedang terjadi pada gadis sialan ini. Kalau aku tak memeriksa kamar mandimu, mungkin aku tak akan menemukan alat tes kehamilan itu.” Suara In Hye terdengar begitu sinis. Hyu Won membulatkan matanya terkejut. Ia baru ingat saat In Hye mengetuk pintu kamarnya, ia tak membuang alat tes kehamilan tersebut. Sekarang ia menyesali semuanya, mengapa ia tak membuang benda itu dengan cepat?

“Kenapa semua bisa terjadi, Hyu Won-ah?” suara berat Jin Ho tiba-tiba terdengar membuat Hyu Won terkejut, setidaknya pria yang ia hormati itu tak melontarkan kalimat seperti ibu angkatnya.

Appa, dengarkan aku. Aku tidak melakukan semua itu kar-…”

“DIAM! Sudahlah yeobbo, tidak ada yang bisa dipercaya dari bibir gadis ini.” Ucap In Hye memotong ucapan Hyu Won. “Aishhhh…, kau memang membuat pusing semua orang. Bagaimana bisa kau menyusahkan kami seperti ini!” sambung In Hye lagi.

“Aku tidak ingin menyusahkan kalian, aku… aku…,” Hyu Won tak bisa melanjutkan ucapannya, gambaran kejadian malam itu kembali berputar membuatnya ingin menangis. Ia menyesali keputusannya untuk mendatangi hotel itu, seharusnya ia memiliki sedikit kecurigaan pada Kyu Hyun. Tapi semua sudah terlambat, penyesalan tak akan mengembalikan keadaan seperti semua.

“Keluar dari rumah kami.” Suara In Hye kembali terdengar, kali ini terdengar lebih rendah dan penuh penekanan.

Eomma… aniyo.” Ucap Hyu Won menggelengkan kepalanya, ia tak percaya In Hye bisa mengatakan kalimat seperti itu.

“Aku tak percaya aku membesarkan seorang jalang sepertimu.” Ucap In Hye. Hyu Won menggigit bibir bawahnya menahan emosinya, teganya mereka mengatakan ia gadis jalang. Ia tak pernah berkelakukan buruk, ia selalu menjaga nama baik keluarganya.

“Aku bukan gadis jalang…,” bisik Hyu Won perih.

“Masih menyangkal setelah kehamilan dirimu? Ah… aku tahu selama ini kau pulang malam bukan karena bekerja di kafe tetapi bekerja menjual dirimu.” Ucap In Hye kejam.

Anni! Aku tak seperti itu.” Ucap Hyu Won membela dirinya. Perasaannya sakit sekali.

“CEPAT KELUAR!” perintah In Hye dengan marah.

Hyu Won semakin membulatkan matanya. Tangan gadis itu terkatup di depan dada seperti orang yang sedang berdoa. Ia meminta belas kasihan wanita paruh baya itu. Ia benar-benar panik dan ketakutan. “Eomma, jebal…,” pinta Hyu Won memelas, ia tak tahu akan pergi ke mana setelah keluar dari rumah ini. “Jangan mengusirku, aku mohon…” isak Hyu Won meminta belas kasihan wanita paruh baya itu.

“Aku tidak ingin melihatmu lagi, itu kopermu. Silahkan pergi tinggalkan rumah ini!” Ucap In Hye kejam. Hyu Won menatap koper hitam miliknya yang entah sejak kapan ada di samping sofa, ia tak menyadari sama sekali. Perasaan takut semakin menjadi-jadi.

Andwae eomma…, jebal.” Rengek Hyu Won.

In Hye lalu menyeret Hyu Won hingga pintu, Hyu Won meronta menolak untuk diusir. Ia benar-benar tak ingin keluar dari rumah ini. Walaupun In Hye tak menyukainya, ia tak ingin meninggalkan rumah ini. Ia tak punya tempat untuk berlindung.

Appa… Appa jebal…” Hyu Won berteriak ke arah Jin Ho yang hanya diam membeku seolah tak peduli pada dirinya.

“Keluar kau gadis jalang! Jangan pernah kembali ke rumahku! Aku tak tahu atas didikan siapa kau menjadi seperti ini, aku tak pernah mendidikmu seperti ini.” Suara In Hye terdengar begitu menyakitkan bagi Hyu Won.

Eomma, aku bisa menjelaskan semuanya…”

“Keluar! Ahh… mungkin eomma-mu yang sudah meninggal mendidikmu seperti jalang!”

Hyu Won membeku mendengar hinaan ibu angkatnya, tidak apa-apa bila mereka menghina dirinya tapi mereka menghina ibu tercintanya yang bahkan tak melakukan kesalahan apapun.

“Lepaskan!” teriak Hyu Won marah, dengan kasar ia melepas cengkraman In Hye.

Ommo! Kau memang anak tidak tahu diri, aku tak pernah mendidikmu seperti ini. Mungkin memang benar eomma-mu yang mendidikmu seperti ini.” Ucap In Hye marah. Ia terkejut dengan sikap Hyu Won.

“Jangan mengatakan sesuatu yang buruk tentang eomma-ku, ia tak tahu apapun. Anda bisa menghina diriku tapi tidak dengan eomma-ku. Dan benar, kau memang tak pernah mendidikku menjadi jalang. Kau memang sama sekali tak pernah mendidikku baik menjadi seorang yang berguna atau pun jalang.” Ucap Hyu Won tenang tetapi sarat dengan emosi. Ia bahkan berbicara dengan sangat formal. In Hye menghembuskan nafasnya terkejut dengan ucapan Hyu Won.

“Dasar gadis brengsek!” ucap In Hye lalu mendorong Hyu Won hingga keluar dari rumahnya, wanita itu menyeret Hyu Won hingga gerbang rumah mereka. Dengan kasar ia mendorong Hyu Won lagi setelah membuka pintu gerbang. In Hye kembali masuk lalu detik berikutnya keluar dengan koper hitam milik Hyu Won. Hyu Won berdiri dengan tangis yang mulai keluar. Ia tak bisa melakukan apapun lagi. Lagipula sebagian hati kecilnya menyetujui apa yang dilakukan ibu angkatnya itu setelah mendengar hinaan yang keluar untuk ibu kandungnya. Ia tak bisa hidup dengan orang seperti In Hye lagi.

“Cepat pergi!” ucap In Hye lalu melempar koper yang belum tertutup sempurna hingga menyebabkan beberapa potong baju Hyu Won tercecer di jalan depan gerbang rumah.

Hyu Won berjongkok lalu mulai memungut potongan baju yang tercecer, gadis itu hanya menangis dalam diam. Mengapa hidupnya harus semenderita ini? Bagaiaman bila Ji Hoon tahu, pria itu mungkin akan melindungi dirinya. Tiba-tiba ia begitu sangat merindukan sosok Ji Hoon. Kakaknya tak akan pernah membiarkan dirinya diperlakukan seperti ini.

“Jangan pernah kembali lagi. Kalau kau punya otak dan perasaan, jangan pernah memberitahu semua kebodohan hidupmu pada Ji Hoon. Kau hanya akan membuatnya semakin terbebani. Betapa malunya Ji Hoon saat tahu dongsaeng kesayangannya ternyata hamil. Tch~ sebaiknya tutup mulutmu dan sembunyikan kehamilanmu ini!” ucap In Hye lalu menutup pintu gerbang dan menguncinya. Hyu Won menatap In Hye yang sudah masuk ke dalam rumah. Gadis itu menatap jalanan panjang di depannya, ia memalingkan wajahnya ke kanan dan kiri. Suasana sangat sepi, ia tak tahu harus pergi ke mana. Suasana benar-benar sepi di sini. Ia hanya seorang diri sekarang.

Ia mengangkat kopernya lalu menatap rumahnya, banyak kenangan indah dan buruk di sana. Ia tak pernah membayangkan akan meninggalkan rumah ini dalam keadaan seperti ini. Ia kembali menatap jalanan, angin berhembus membuat tubuhnya bergidik kedinginan. Ia kembali merasakan kesepian sama seperti dulu saat orang tuanya meninggal. Ini rasanya seperti terpisah dengan ibumu di tengah keramaian. Rasanya sangat menyedihkan, tak ada yang peduli sama sekali dengan penderitaanmu. Air mata gadis itu sudah tak keluar lagi, terlalu banyak menangis membuatnya lelah.

Ji Hoon oppa… aku takut sekali.” Ucap Hyu Won pada dirinya sendiri. Ia meremas tasnya dengan erat berusaha menguatkan dirinya.

Hyu Won akhirnya memutuskan meninggalkan rumah yang menjadi tempat tinggalnya sejak kecil hingga memasuki usia dewasanya itu, ia berjalan menyusuri jalan tanpa tahu ke mana ia akan pergi.

TBC

Gimana? Gimanaa? Komentarnya coba, masukannya coba hehe. Maaf masih belajar jadi kalo buruk maklumi hoho, cuma mau bagi ide di kepala aja. Kritik saran sangat ditunggu 🙂

Makasih buat yang udah main ke twitter, ke blog, baca FF di sini, follow blog, komen di FF, siders juga. Pokoknya makasih buat semuanya! I love you all ♥

Advertisements

262 thoughts on “FF : For Her Brother [Chapter 1]

  1. Ya Ampuuunnn si KyuKyu kurang ajaaaarrrr
    dan si Donghae juga ikut andil

    oh em ji
    ku cipok² tuh Kyu Oppa baru tau
    hahahahaha
    kuhamili juga tuh KyuKyu Oppa baru tau (Eh emang bisa? O_o)

  2. Sampe gemeteran baca ini saking sedihnya :'(…
    Kyuhyun sialan banget deh, Eon pliss kasih pelajaran si kyuhyun… tanggung jawab lu bang -_-
    Suka sih karakter kyuhyun jadi bad boy, tapi tapi tapi lu tetep harus tanggung jawab bang!!! Pengen banget ngegaruk kyuhyun jadinya -_-
    Next chap ditunggu eon^^ semoga bisa cepet *amiin*
    Eonni thankyu~:*

  3. Cho oppa kenapa kejam banget sih, kasian kan hyu won. Seharusnya kalo kyuhyun mau balas dendam jgn ke hyu won dong, yang salah kan ji hoon.
    Next chapternya ditunggu thor ^^

  4. Akhir y bisa baca juga, liat ff ini dari pagi dan belum smpet baca saking sibuk y,
    duh eon kenapa hyu won harus menderita terus, sekali2 bikin dy yang nindas kyu gitu ya semacam balas dendam,
    gk tau musti komen apa lagi, soal y gak ada kata2 lain selain kata daebak buat ngegambarin betapa luar biasa nya ff mu eon,
    😀

    • Utamakan kesibukan itu, ff buat waktu senggang haha. Iya nih rata Hyu Won yang tertindas ya, gimana lagi dong udah hobi kali ya bikin yg beginian wkwk. Ini juga udah komen kali haha, ff aku belum seluarbiasa itu *tersipu* btw makasih udah baca 🙂

  5. Omaigaaat… Si kyupil kejam amat.. Mak angkatnya hyuwon juga.. Pengen gw injek2 mereka berdua…

    aaaargh, bner2 menguras stock air mataku nih.. Huweee.. 😥 sabar ya hyu won-ah… Saeng, jgn lama2 nya kelanjutannya, penasaran pake bget soalnya.. Kkkkk…
    fighting… \(^^)/

  6. hehhhh kasian kasian kasian….Kyuhyun jahat bangett…:D Tapi cerita nya keren kok eonni..:D Semangat terus ya..*_^ Di tunggu next chap ny…:D

  7. Jadi penasaran apa yg dilakukan ji hoon ke ahra, sampe kyuhyun balas dendam sgala,. Omoo itu si ikan nonton live adegan.. ekhem ga usah disebut kali yak wkwk. Aku yakin kyuhyun ga bakalan tega ngebiarain hyuwon sendirian 😀 aku suka ff kamu, lanjutnya jangan lama-lama yaaaah 🙂 😀 oya typo di awal2 cerita lumayan ada yg kurang huruf juga,.. aku suka ff yg galow tp lebih seru lg ada adegan romantisnya di next part 😀 hihi

    • Kita lihat di chap 2, iya Donghae ikut nonton hahahaha. Pas aku baca ulang juga kepikiran Ikan enak bgt ya. Iya gak usah disebut, sama-sama ngerti ini *ehhhh*
      Iya semoga kyu gak kejam2 amat, makasih kalo suka ff aku. Makasih kokersiannya eon, aku juga suka adegan romantis tapi di chap 2 kyknya belum deh *bocoran!* hhee. Makasih udah dibacaaaa :’)

  8. ahhh tuan cho harus kah kau sejahat itu, dan itu yg nguntit hyu won siape? jgn2 si kyu pula karna khawatir ama keadaan hyuwon stlh di csmpakkan
    gue gk tau mau ngomong aPa ini si kyu emg jahat bingit dah
    semoga kyu cepat sadar aja
    ceritanya bagus, authornim keep writting, next part cpat publish

    • Dendam dan amarah mengelilingi Kyu *bahasanya* Iya kita lihat siapa penguntit di chap 2, mungkin setan kali ya kan udah malem2 Hyu Won keluarnya wkwk. Syukur kalo baguss. Iya semoga aku gk males ngedit jadi cepett publish 🙂

  9. Ada yang baruu..
    Semoga semakin galau air mata ceritanya..
    Hehe
    masih penasaran knpa ji hoon ninggalin ahra..
    Tidak sabar menanti,
    paling ahli ya buat yg bikin mata meleleh. *likeit

    • Iya ada yang baru wkwk. Gak mau galau2 juga ah takut diserang yang laen haha. Kita lihat dia chap 2 sebenernya ji hoon ngapain. Wah syukur kalo ada yang meleleh air matanya. Makasih udah dibacaaa :’)

  10. aduhh nyess banget sedihnya T.T
    ntar nyesel loh kyu..tau rasa deh – _ –
    lengkap bener deh tuh penderitaan nya.. gak kuatttttt T.T

    oia salam kenal author 🙂
    pembaca baru nih:D
    ditunggu next part

  11. aaaaaarrgh.. >< ini bener" nyesek!!!!

    malang sekali nasip hyun won , trus hyun won tinggal di mna???
    kyuhyun semoga menyesal dah

    next part di tunggu thor

  12. Yah ampunn..hmm sebenarnya ga masalah sih klo kyu sama hyu won tidur bareng malam itu *apa2an ini?? *plakkk…hahhaa… yang jd masalahnya itu si ikannn donghae..apa dia ngeliat wkt kyu bercinta sama hyu won?? Astagaaaaaaa…ckckckk..

    Nah nah nah lohhh hamil kan hyuwon.. -__-

    Part selanjutnya jgn lama2 yahh..hahahaa…

  13. Tunggu kak, aku agak bingung genre bromance kan cerita tentang cowok x cowok bukannya ya?._. Dan kenapa kyuhyun brengsek banget? Kayaknya Donghae bakalan nolong hyuwon nih/?

    • Ehh iya aduhh makasih ya koreksiannya, kayaknya wktu itu aku salah baca. Tapi tadi udah dicari lagi, iya bromance itu cowo yg care ke cowo lagi. Makasihh 🙂

      Kyu terlalu kemakan dendam makanya gitu wkwk, donghae ? Kita liat aja di chap berikutnya hihi 😀

  14. Hyu Won T.T kenapa nasib mu selalu menderita Hyu Won…. uwaaa kia kira siapa yg bakal Jadi malaikat buat Hyu Won….? Hae kah? tapi si Hae udah jadi best pren nya Kyuhyun… Kenapa coba setiap tulisan eon selalu sukses bikin aku kebawa suasana jadi benci sama si Cho -_- Kyuhyun disini bener bener kek gak punya hati.
    ditunggu untuk kelanjutan nya ya eonni… Fighting ^^9

  15. Hyu Won Kenapa nasib mu selalu menderita Hyu Won! T.T Kenapa tulisan eonni tu selalu sukses buat aku kebawa suasana jadi benci sama kyu? kenapa coba? -_- btw, trus siapa dong nnti yg bakal jadi malaikat nya Hyu Won eon? kan si Hae udah jadi best pren nya kyuhyun. Kasian Hyu Won klo harus nanggung penderitaan nya sendirian…. Yakin lah cerita ini pasti bakal bikin aku ngeluarin air mata lagi kek ff yg sebelum nya…. Buatlah Kyuhyun menderita juga Eonni, biar fair! 😀 di tunggu eonni kelanjutannya… fighting ^^9

    • Gak tau kenapa Hyu Won selalu menderita ._.
      Jangan benci, gak ada maksud buat benci sama dia. Sumpah huhu. Kita liat di chap selanjutanya siapa yg jadi malaikat buat Hyu Won. Gak mau bikin keluar air mata sumpah tapi selalu ke arah situ ya aku kalo bikin hehe. Sipp,semoga gak males edit jadi cepet publish. Makasih udah dibacaa 🙂

  16. Akhir2 ini sering baca ff Kyuhyun yg dianya punya dendam kesumat 😒 Chokyuuu kamu kejam banget sih 😡 kasian Hyu won, terus dia tinggal dimana itu? Kasih tahu Kyuhyun gih kalau Hyu Won hamil, siapa tau aja kyu jadi merasa sedikit bersalah. Donghae ya kenapa kamu bantuin kyu melancarkan dendamnya 😠 next part ditunggu banget. Semoga ngepost nya gak terlalu lama 🙏

  17. anyeong
    woaa daebak , astaga , nangis*lap pipi* ya ampun hyu won selalu menderita di judul manapun(?) hahaha
    itu yang ngikutin siapa donghae?? ah nggak mungkin apa kyuhyun?? hyaaa jahat sekali kyuhyun ,kyuhyun si setan jahat*plakkk* haha

    ya ampun , keren , semoga part selanjutnya cepet2 deh dipublish,,keke

    @_@+fighting

    • Annyeong Nay, hahha udah jadi hobi kali ya bikin Hyu Won menderita! Semoga gak bosen hehe, Siapa ya? Mungkin pangeran penggoda lain hahah *ngaco* Iya lagi diedit2 nih, semoga cepet. Makasih udah dibacaa 🙂

  18. Hi…readers bru in here hehe
    suka banget sama ff ini yg penyampaiannya jauh dari kata ngebosenin,jgn terlalu membuat hyu won menderita ya ga tega liatnya,ditunggu next chapternya ;))

  19. duuuuuh annyeong aku novia 97 Line new readers disini,sumpah ya baca ni epep nangis:” Si uyun jahat lah,adeknya Jihoon enggak salah kok malah jadi korban dendamnya dia sama Jihoon, Hyuwon sabar yaaaah:’)
    Ijin ngubek-ngubek wp nya ya author wqwq Ghamsahamnida~

  20. Sialannn cho kyuhyun tega bngeeettt.. Penasaran sma maslah kknya kyuhyun sma kk’nya hyuwon.. Ayo dong thor next next next

  21. kerennnnn bgt sumpah. bacanya sampe mau nangis……aduh kyu lu ga punya hati nurani bgt dah kasian bgt hyu won ga salah apa2 jadi korban:(( ditunggu chapt selanjutnya. ga sabar banget>< jangan2 ntar hyu won jadi cewek perkasa(?) yg ga lemah lg dan ga mudah ditindas kyk ff kakak yg judulnya apa gt aku lupa -_- hehehe

    • Dia punya hati nurani kok cuma Author yg sialan bikin karakternya gitu wkwk. Sabar, sabarr. Orang sabar disayang Tuhan. perkasa lahh kayak gatot kaca aja. Mungkin destroy her heart yg ditindas habis2an hehe.

  22. galuh balik dengan epep yg lagi2 pengen maki2 Kyuhyun -_____-

    tapi kerenn suka bngt sama cerita ky gini.. nyeseknya itu lho.. kkk~~~

    itu kira-kira beneran ada yang ngikuti hyuwon? kyuhyun kah?
    penasaran!! ><
    semangat buat next part nya.. ditunggu 😀 😀

    • Ehhh emang eonni gakkk? Mending aku cuma pingin maki2 doang, ff hurt-nya eonni mah bikin darah tinggi+siksaan batin bagi yg baca wkwk.
      Iya sama suka yg nyesek2 eon hahaha *dasarotaksinetron* Kita liat di chap selanjutanya eon. Yakali hantu yang ngikutin si Hyu Won wkwk. Sipp, diusahain cepet nih eon 🙂

  23. hoooo SERU!!! itu siapa yg ngikutin hyo won?? jgn” si kyubul? apa orng jahat?
    ah gpp hyooo jgn takuut bljr mndiri ..
    Hwaiting HYO WON
    Hwaiting AUTHORnya
    ditunggu next chap nyo

  24. Annyeong,,mila dunka imnida,reader baru disini,aq tau nee ff dari april,salam kenal ya^.^

    Aduhh,,bener” deh pengen ngejambak kyu kkkk~ kasihan banget hyu won,,itu yang ngikutin siapa yak,kyu apa donghae ? Next ditunggu (˘⌣˘ʃƪ)

    • Annyeong Mila-ssi! Selamat datang di blog aku hehe. Asikkk, makasih gitu udah rekomendasiin wkwk. Salam kenal juga 🙂
      Silahkan jambak Kyu Hyun hehe, Hyu Won emang selalu menderita di ff buatan aku hehe. Yang ngikutin mungkin malaikat penolong wkwk. Sipp diusahain minggu ini publish 🙂

  25. yaa dimana kyuhyun ? Kurang ajar si kyuhyun, emang ada apa sama kakak lu yun sampe kayak gitu sama hyuwon, next part sangat ditunggu penasaran sama kelanjutan hidup hyuwon

  26. Eonni haloo~ saya reader baru disini 😀
    Langsung aja deh, itu Kyu saking sayangnya sama kakaknya sampek tega nyakitin anaknya orang?
    Ckckck emang kakaknya Hyuwon udah ngelakuin apa ke kakaknya Kyu? Apa ngelakuin hal yg sama kayak yg Kyu lakuin ke Hyuwon?
    Tapi kayaknya si Jihoon gak sejahat itu deh O_o
    Hahaha oke deh eonni, next chap ditunggu 😉
    Aku mau baca” ff mu yg lainnya dulu XD

  27. yeaayy akhirnya ada ff terbaru lagi… dr prolog emg kyuhyun di jelaskan berperilaku bejat, dan di part 1nya emg bejat bgt wkwkwk. walaupun jalan ceritanya udh sering ditemui tp kalo kak galuh yg bikin jelas pasti bedaaa >< tp semoga kelanjutannya gak lama yahh hehehe

  28. kyuhyun-ah sadis banget sich kamu jahat tau gk tega teganya nyakitin hyu won kayak gitu kalo emang dendam ma ji hoon balas dong keoppanya bukannya bikin adeknya menderita nyesekkk banget sih liat hyu won mirisss

  29. Kereennn.. aku pengen nangis pas baca hyu won yg di usir itu T_T
    pokoknya kyupil harus nyesel, Hyu won bukan adik kandung ji hoon kah? kalo ia, salah sasaran lo pil :p

  30. cho kyuhyun kurang ajar… hyuwon harus nanggung semua ggra perbuatan oppa.a
    sbner.a apa sih yg dilakuin ji hoon ke ahra??

  31. Neh bener kan kyuhyun memang berniat nyakitin hyuwon..
    tapi aku merasa bukan jihoon dech yg nyakitin ahra..
    Dan kyuhyun cuma salah paham..
    Yg akhirnya membuat dy nanti terjebak sama perasaannya dy ke hyuwon..

    Ya ampun hyuwon kasian sekali..
    Udah hamil diusir lagi..
    Kalau kyu tau hyuwon hamil gimana ya??
    Apakah dy akan berubah pikiran??

  32. Eummmmmmm menyedihkan, apa donghae gak tergoda sm kelakuan kyu yg lg asik 😀 hahaha ngenes jg sii. Siapa yg ngikutin hyu won saat ia akan pulang kerumah? Sedikit ada Typo.

  33. Lagi lagi kyuhyun kejam..terlalu cocok sih karakternya..hehehhehehe..
    Bagus bgt..sebenernya pas baca prolognya aku ngerasa ff ini bakalan mirip sama ff yg pernah aku baca dan masih on going juga kayaknya..*lupa nama ffnya*
    Tpi ternyata plotnya beda banget..dan jujur aja…lebih bagus..hehehhe

    Mau lanjuttttttt

    • Bukan cocok tapi mainstream hahah. FF genre ini emang pasaran, aku aja yg penasaran pingin bikin. Jadi kalo sama ya begitulah hehe. Syukur kalo ff ini bagus hoho. Yo silahkan dilanjutt 🙂

  34. sumpah keren banget deh kak ….
    kenapa yah kalo kakak buat ff pasti yuh ngena banget di hati serasa ng JLEB banget gitu loh…….
    pokoknya keren banget deh. 🙂

  35. woah.. Kyuhyun jahat banget.. dia emang sayang sama kakanya tpi ga harus balas dendam dengan cara seperti itu. yg salah siapa yg nanggung siapa??
    trus ibu angkatnya Hyu Won knapa ga suka banget sih sama Hyu Won?? emang Hyu Won pernah bikin salah sama dia??
    Jihoon cepet pulang dong.. Kasian Hyuwon sendirian.. 😥

  36. balas dendam akut krn harus merebut satu”nya harta berharga milik hyu won…meweeks..kyu tega nian dirimu…semoga hyu won bisa melewati semuanya dgn baik dan bisa buktikan ke kyuhyun kalo apa yg dilakukannya itu salah dan berakhir dengan penyesalan.

  37. kasian hyu won:(( dooh ini gara2 bls dendam tak beralasan kyu nih mentang2 hyuwon adik ny ji hoon org yg udh bkin ahra sakit hati eeh hyuwon nya jd korban huhu sedih bgt

  38. Jadi ji hoon dan hyu won itu saudara kandung yang diadopsi bersama ya ? Sedikit sebel juga ma kyu , tp tindakan dia ke gyu won itu gak bener juga sih , alhasil hidup gyu won jadi hancur seperti itu , mungkin memang itu kan yang di kehendaki kyu ? Kejamnya ;(

  39. kyu jahat banget… yg salah kan kakaknya hyuwon, harusnya balas dendamnya juga ke kakaknya hyuwon…
    tapi masalah kakaknya hyuwon n kyuhyun apa ya??…..

  40. Annyeong readers baru 🙂 izin ubrak abrik Blog nya yah ‘lol || masih awal jadi ga tau mau koment apaan 😀 No Coment aja lah ‘lol

  41. Nysek bnget kasihan hae.. dia begitu menderita.. udah di benci omma angkatnya.. diperkosa ama kyu, hamil dan terakhir dia di usir ama ommanya… aigooo next capher

  42. annyeong salam kenal q reader baru
    baru ketemu bloq ini,,
    seru cerita y…. jd sedih kasian hyu won y diusir krn hamil mana udah buruk ngak disayang sama keluarga angkat y sekarang diusir dia gara2 hamil….
    sekuaby gara2 kyuhyun yg balas dendam n ngak punya hati….

  43. yaaa ampun kyu tega bener yaa sama hyu won, ternyata hyu won cuma dipakai untuk balas dendam 😦
    terus skr kemana hyu won harus pergi sementara dia gak punya siapa siapa ???
    btw tadi yang ngikutin hyu won bener bener ada apa enggak yaa. feeling aku yang ngikutin dia itu kyu~

  44. Annyeöng, q reader bru. Widya Choi imnida line 91. Ijin bc ff dsni y n slam knal 😀 .
    Aigo ksian bgt hyu won. Sbnrny ap ksalahan ji hoon sampe2 kyu tega nglampiaskan kesalahan oppa ny k hyu won. N skrg dy hamil ankny kyu. Trz ap yg bkal dlakukan am hyu won. Ap dy akan tetp mbesarkan ank ny tnp kyu?.. N it orang tua angkatny tega bgt ngusir hyu won 😦

  45. Annyeong ^^ aku reader baru. Wah, Kyuhyun jahat, tapiaku selalusuka dg katakter Kyu seperti itu #loh. Ya ampun nasib Hyu won 😦
    Wuiiihhh, aku suka ceritanya. Penasaran kelanjutannya, oke pindah ke part berikutnya

  46. Dan setelah membuat hyuwon menderita ternyata kyuhyun salah sasaran ughhh kalo benar seperti itu,,aku akan wakilkan jihoon jadiin perkedel kyuhyun campur kornet wkwk
    Gemes liat kyuhyun..
    Dan author sukses bikin aku emosi di chapter ini ;;;;;

  47. Woooaaaahhhhh kyuhyun di balik kekejamannya sama hyuwon terdapat rasa kasih sayang yg besar sama kakaknya sendiri.
    Tapi kasian hyuwon udah di perkosa lalu di cuekin.
    Ayo hyuwon cairin cek yg di kasih kyuhyun buat idup kamu. Jangan nyerah gtu aja sama idup kamu.

  48. aargh baru baca awalnya aja udah bikin orang nyesek, rasanya nano nano eonni. Sumpah kenapa kyuhyun jahat bgt sih ? ada masalah apa juga sebenernya, jadi penasaran

  49. ya ampuuunnn,,, bukannya dibantu malah diusir! pantesan gak punya anak
    kyu juga,, nyakitin orng gak liat2, cek dlu kek latar blakangnya
    sip saeng! sukses bikin rambut jd keriting 😀

  50. makasih thor buat ceritanya 🙂
    ceritanya bener2 sedih bgt .. bener2 nyesek bgt 😥
    aku kira kyuhyun cuma pura2 ngelakuin itu’ ke hye won, eh ternyata kyuhyun bener2 ngelakuin itu k hye won … aaakkkh kyuhyun jahaaaat 😦

  51. iihhh kyuhyun jahat banget sih !!
    terus kenapa hyu won bisa kenal sama kyuhyun ?? tapi hyu won sama ji hoon beneran saudara kandung kan ??
    adduhh thorr aku lanjut baca ajja deh udh penasaran banget 🙂

  52. Ji hoon yg jahat sma ahra..
    Knapa hyu won yg nanggung smua…

    Ehhh kyuhyun kau akan menyesal suatu saat nanti

  53. kyuhyun benar benar -_- menakutkan, mungkin yg salah kakaknya, tp yg jadi korban malah adiknya, nyampe hamil kan.

  54. uwaaa~~ini f fkedua yang aku baca disini kakak.hehe #sook akrab luu..#biarin..
    kkyu jahat banget…sbenarnya pas scene ngajakin minum wine hyuwon..feeling udah kaga enak…
    #cieeleh..
    Dan akhirnya terbukti juga di bag akhirnya…ahhh nyesek banget jadi hyuwon..mana diberi boonus sama eommanya
    Klo masalah hamil mah,yg aku denger dr guruku #cieeleh bawa guru segala XD
    Anak itu sebuah anugrah,sekalipun lahir dari kesalahan,bayi itu tetep suci dan yang saalah itu orang tuanya..hehehe #iniceramahdari guru ku..

  55. Ayankyu tega sekali!! Jahat!! Ksel bgt sumpah! Ksian wonnie eonni 😥 greget bc’a! Hepi ending lh jebaaaal ({})

  56. jahat banget sie kyu disini
    jd antagonis dia
    arghh
    sebenrnya apa salah jihoon sie
    tp eomma angkatnya galak banget..jahat y

  57. oh cho kyuhyun dendam emang bisa membutakan mata hati mu. tp tenang aja pasti ada balasan di akhir cerita nanti yg bisa membuat kamu menyesal seumur hidup. hidup cho kyuhyun emang penuh penyesalan di blog ini hahahahaha…#ketawanista

  58. feelnya selalu dapet. nyesekkkㅠ.ㅠ balas dendam menguasai hati dan fikiranmu cho kyuuu. hatihati dgn penyesalan dasarrrrrr menyebalkan><

  59. nyesek bacanya..feelnya berasa👍
    dendam seorang Cho Kyu Hyun yg ngk main2..tega banget bikin Hyu Won sampai segitunya…
    tapi sebenernya apa sih masala antara Ji Hoon sana Ah Ra..aoa yg udah dilakuin Ji Hoon sampai2 Ah Ra sakit hati kya gitu???
    ituh si Kyu Hyub sebenernya udah mulai punya perasaan aneh buat Hyu Won…

  60. Aduuuh sumpah ya hyu won jgn terlalu sabar dan baik dong… knp sih orang tua angkatnya benci bgt sm hyu won. Pdhl sm ji hoon sayang bgt… kyuhyun nyebelin btt. Biarin dia dibikin kapok deh ntar yaa

  61. Kasihan bgt hyuwon, kyuhyun udah gelap mata n hati nuraninya.sbnrnya kakkaknya dah diapain sih ma kakaknya hyuwon, pnsaran

  62. ya tuhan malang skalinasibmu hyu won……
    kyu emang kurang asem nih
    aduh bingung m komen apa cz miris bnget ama hidup hyu won….
    dh jatoh ketimpa kyu pula….

  63. Kyuhyun parah banget sama Hyu won. Kan Hyu won polos gitu, masa Kyuhyun tega banget ih, sebel sama Kyuhyun kan di sini :v

  64. kyu kejam n tega bener dgn hyu won dan lagi sebenarny kesalahan apa yg sudah dilakukan oleh ji hoon hingga kyu harus melampiaskan kemarahanny terhadap hyu won. .. kira2 siapa ya yg ngebuntuti hyu won di supermarket apa mungkin itu kyuhyun??

  65. Hyu won lugu malah di mamfaatin sm kyu buat balas dendam..
    Sayang sm saudara sih boleh aja tp klu buat balas demdam kyk y engk bgus deh . Bg kyu kebangetan deh

  66. Cho kyuhyun brengsek nya dirimu.
    Ksihan hyuwon. Kk.y yg slah tp dia yg hrus mnanggung akibat.y. Tp bnrkah jihoon ninggalin ahra?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s