FF: Trilogy In Time (After Midnight)


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Halo apa kabar? Aku balik lagi! Mumpung libur iseng-iseng bikin FF. Aku lagi mellow nih. Yang gak suka FF nyesek jangan baca. Aku gak tau sedih atau gak tapi pas aku baca lagi, ini FF sedih. Semoga seneng, maaf kalo pasaran atau sinetron banget. Recommended song Lara Fabian – Broken Vow. Happy reading all!

Author (Owner) : gluu

Genre : Angst, Sad story, Hurt

Rating : PG 17

Cast :

–       Kang Hyu Won

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Han Jung An

–       Choi Si Won of Super Junior

(Kang Hyu Won)

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa kau akan mencintai seseorang meskipun orang tersebut terus menyakitimu, bahkan lebih dari sekali menyakitimu. Sepertinya aku mempercayai bunyi ungkapan itu. Karena meskipun hatiku sakit berulang kali, aku tetap memaafkannya. Wajahnya saat memohon padaku meminta kesempatan benar-benar membuatku  tak berdaya. Aku akan selalu kembali padanya lalu mengulang kembali semua kesakitan-kesakitan yang ia ciptakan untukku. Bodoh? Tidak. Tentu saja tidak walaupun Eun Ji sahabatku sering mengatakan aku bodoh karena menerimanya kembali. Aku selalu percaya pada kesempatan. Aku percaya bahwa seorang narapidana bahkan bisa berubah karena ia mempunyai kesempatan. Lalu kenapa tidak pada kami. Aku dan dia? Aku punya kesempatan untuk bersamanya dan dia punya kesempatan untuk memperbaiki dirinya agar bisa bersamaku.

****

Seoul International Hospital

Seoul, South Korea

05.00 PM

Aku merasa lega luar biasa saat melihat siluet tubuhnya, ia berjalan ke arahku. Kutilik dandanannya dari atas hingga bawah. Ujung sepatunya kotor karena lumpur yang menempel. Rambutnya basah seolah ia baru saja berlari dari serbuan hujan. Dan wajahnya benar-benar pucat seolah ia menahan rasa dingin. Aku menatap langit. Ya, tadi sempat turun hujan.

“Kau dari mana Kyu?” Tanyaku khawatir. Ia memberikanku seulas senyuman seolah memintaku untuk tak bertanya lebih. Ia hanya diam dan berjalan melewatiku. Tak hanya diam, aku mengikuti langkah cepatnya. Aku tak melihat jas tugasnya ataupun tas jinjingnya. Ia berbelok cepat melewati beberapa dokter, aku tersenyum sebagai bentuk kesopananku menggantikannya. Lagipula aku juga mengenal beberapa dokter itu.

“Kyu, tunggu, jangan berjalan terlalu cepat.” Protesku padanya.

“Mulai besok jangan lagi memakai heels-mu bila kau kesulitan berjalan.” Ucapnya datar meskipun begitu aku tahu ia mengkhawatirkanku. Aku tersenyum dalam diam. Ia berbelok menuju ujung koridor lalu mendorong pintu kaca untuknya dan untuk diriku. Aku tahu ke mana ini akan berakhir. Kami memasuki kantin Rumah Sakit.

“Ahjumma, dua kopi hitam tanpa gula.” Ucapku pada seorang ahjumma penjaga kantin. Ia tersenyum padaku seolah ia sudah paham dengan pesananku. Kyu Hyun berjalan menuju pojok kantin lalu mulai duduk. Aku menghampirinya. Ia terlihat sedikit bersin-bersin.

“Kau pikir kau bocah SD? Bagaimana bisa kau bertingkah tak bertanggung jawab seperti ini dengan bermain hujan? Bagaimana kalau kau sakit lalu menulari pasienmu sendiri?” Sindirku setelah duduk di hadapannya.

“Aku tidak bermain hujan.”

“Jadi katakan padaku dari mana saja kau?” Tanyaku.

“Aku tak ingin membahasnya.” Balasnya.

Kutarik nafasku dengan jengkel. “Kyu, aku ini kekasihmu.” Ucapku dengan lelah. Aku menatap kedua matanya seolah memintanya untuk memahamiku juga.

Ia mengetuk meja seolah tidak yakin dengan apa yang akan ia ucapkan. “Maafkan aku. Aku dari kantor Jung An. Ia mengatakan perutnya sakit.” Jawab Kyu Hyun dengan enggan. Aku memutar mataku seolah sudah biasa dengan nama gadis itu.

“Dasar manja,” cibirku sambil mengibaskan rambutku ke belakang. Kyu Hyun tahu aku sangat membenci gadis itu jadi ia sudah biasa dengan respon yang aku keluarkan. Ahjumma penjaga kantin datang dengan dua cangkir kopi di atas nampan.

“Ini kopi untuk Dokter Cho dan Nona Hyu Won.” Ucap Ahjumma itu dengan senyum lebar. Aku selalu suka senyuman wanita ini.

“Kamsahamnida.” Ucapku lembut. Kyu Hyun ikut tersenyum pada wanita itu. Ahjumma itu pergi meninggalkan kami berdua. Kutatap Kyu Hyun yang mulai meraih kuping cangkir lalu mendekatkan gelas ke bibirnya, ia lantas meniupnya dan mulai menyeruput sedikit. Aku suka melihat wajahnya saat meminum kopi. Kulakukan hal yang sama dengan apa yang ia lakukan.

Suasana menjadi hening. Selalu seperti ini. Ia selalu diam dan tak banyak bicara. Hanya aku yang lebih banyak berbicara. Aku mengenal pria ini sejak kami kecil, kami bahkan bersahabat akrab. Kami bersekolah di SD yang sama namun saat SMP aku dan Kyu Hyun tidak satu sekolah, kami kembali bertemu di SMA bahkan berlanjut di bangku kuliah meskipun berbeda jurusan. Sebenarnya Kyu Hyun tidak sediam ini tapi semenjak putusnya hubungan cinta antara dia dan Jung An, ia berubah menjadi sosok pria yang begitu dingin dan pendiam. Aku tahu sebesar apa ia mencintai gadis itu. Gadis itu adalah semua hal yang Kyu Hyun inginkan. Sama sepertiku menjadikan Kyu Hyun semua hal yang aku inginkan.

Saat kuliah dulu Kyu Hyun dan Jung An adalah pasangan favorit di Universitas kami. Di manapun Kyu Hyun berada di sana ada Jung An, begitupun sebaliknya. Mereka bertemu pada acara malam amal saat tahun pertama kami kuliah. Semua orang suka dengan mereka kecuali aku. Ya, tentu saja. Aku menyukai Kyu Hyun sejak kami di bangku SMA. Ia tak pernah tahu persaanku hingga kami memasuki tahun kedua di Universitas. Saat itu ia baru saja putus dari Jung An. Gadis itu memutuskan hubungan karena lebih memilih bersama dengan senior dari jurusan yang sama dengannya. Di situlah semua berubah. Kyu Hyun hancur. Ia benar-benar hancur. Aku tak pernah melihat ia begitu sedih. Dia berubah menjadi pribadi yang tidak kukenali lagi.

Aku menyatakan perasaanku di tahun ketiga kami. Kupikir aku bisa mengubah Kyu Hyun seperti semula. Aku tak suka dengan ia yang suka menutup diri. Aku ingin ia kembali menjadi seperti Kyu Hyun sahabatku sejak kami kecil. Ia hanya menanggapi perasaanku sama seperti ia tak pernah dengar sebelumnya bahwa aku mengatakan aku menyukainya. Aku tak peduli, aku hanya ingin ia tahu bahwa ia masih memiliki cinta dari orang lain. Tidak hanya Jung An di dunia ini. Ada aku, ada aku di sini.

Kebahagiaanku akhirnya terwujud saat Kyu Hyun memintaku untuk menjalin hubungan dengan dirinya. Kupikir akhirnya ia bisa melihat perasaanku tapi itu ternyata salah. Ia melakukannya karena Jung An telah memutuskan bertunangan dengan kekasihnya saat itu. Aku tahu aku hanya menjadi pelampiasan Kyu Hyun. Ia bersama denganku karena ia ingin Jung An melihatnya sebagai pria yang tak terlalu berkubang di dalam kesedihan. Ia memang bisa menipu Jung An dengan topeng wajahnya tapi tidak padaku. Tidak pada diriku.

Hubungan kami mulai berjalan seperti kekasih pada umumnya, ia sedikit mulai kembali seperti Kyu Hyun yang dulu meskipun ia cenderung banyak berdiam diri. Kupikir akhirnya aku berhasil membawanya kembali tapi lagi-lagi aku salah. Jung An, gadis itu kembali masuk ke dalam hidup Kyu Hyun. Ia seperti pengacau dalam hubungan kami. Ia selalu bertingkah seolah ia membutuhkan Kyu Hyun tetapi ia tak pernah melepaskan tunangannya ataupun memberi Kyu Hyun kepastian. Ia hanya menempatkan Kyu Hyun pada sebuah harapan kosong. Ia menarik ulur perasaan Kyu Hyun seolah ia tak peduli bagaimana perasaan Kyu Hyun. Aku tak tahu apa maksud dibalik semua itu. Kyu Hyun mengabaikanku. Aku hanya menjadi sebuah tempat saat ia kacau dan frustrasi. Saat ia bahagia, aku tak pernah ada dalam daftar kebahagiaannya. Selalu ada gadis itu. Aku membenci kebahagiannya. Aku egois? Semua orang akan sama sepertiku. Siapa yang suka melihat sang kekasih lebih mementingkan mantan kekasih mereka? Tidak ada, kecuali kau tidak mencintai kekasihmu.

Hubunganku, Kyu Hyun, dan Jung An seperti tak pernah ada habisnya dari masalah. Kyu Hyun kekasihku tapi aku merasa ia juga kekasih Jung An. Hingga sekarangpun masih seperti itu. Walaupun tidak seintens dulu. Gadis itu sepertinya akan terus ada di dalam hidupku dan Kyu Hyun kecuali ia mati.

“Jadi bagaimana pekerjaanmu hari ini?” Tanya Kyu Hyun tiba-tiba. Aku tersentak dari lamunanku. Kopi hitam di depanku sudah tak sepanas tadi.

“Seperti biasa mengurusi merger dan akuisisi, melihat nilai saham, lalu membantu Appa merebut tender.” Balasku.

“Benar-benar wanita karir.” Ucapnya. Aku hanya tersenyum menanggapi candaannya. “Eomma memintamu datang ke rumah. Ia merindukanmu.” Ucap Kyu Hyun. Aku hanya tersenyum lalu menganggukan kepalaku. Aku sudah jarang mengunjungi rumah Kyu Hyun. Sejak lahir hingga SMA rumahku berada pada perumahan yang sama dengan rumah Kyu Hyun. Aku selalu mengunjungi rumah Kyu Hyun. Bahkan saat keluarga kami memutuskan pindah, aku masih tetap mengunjungi rumah Kyu Hyun. Intesitas kunjunganku sedikit berkurang saat memasuki dunia kerja.

“Ayo kuantar pulang. Kopiku sudah habis.” Ucap Kyu Hyun. Aku mengemasi barang-barangku lalu bernajak. Belum sempat aku berdiri, Kyu Hyun mencegahku. Ia meremas pergelangan tanganku dengan erat.

“Wae?” Tanyaku tak mengerti. Ia menatap mataku dengan sangat dalam. Aku menjadi gugup karenanya.

“Hyu Won-ah…”

“Apa?” Tanyaku.

“Bersabarlah, bersabarlah padaku. Kumohon.” Ucapnya dengan raut penuh permohonan. Aku mengerti ke mana arah pembicaraannya. Kyu Hyun selalu tahu apa yang kupikirkan, ia pandai membaca raut wajahku. Aku tahu ia merasa bersalah karena kembali mengunjungi Jung An.

Kau pikir aku akan menyerah setelah bertahun-tahun berusaha? “Tentu saja.” Jawabku ringan berusaha meringankan beban hatinya. Aku tahu ia selalu berusaha untuk menjalani hubungan yang telah kami bangun tapi lagi-lagi ia kembali tertarik ke dalam lubang yang sama, lubang yang diciptakan Jung An.

“Kajja!” Ucapnya setelah tersenyum. Aku mengikuti langkah ringannya. Ia tak berjalan seperti tadi saat kami memasuki kantin ini.

****

Kang Corporation

Seoul, South Korea

07.00 PM

Aku berjalan dengan setumpuk kertas di dekapanku. Hari ini aku punya pekerjaan rumah lagi. Kudorong pintu menuju lobi dengan susah payah, saat berhasil melewatinya mataku menangkap seseorang yang sudah tak asing lagi. Ia berdiri dengan lambaian tangan dan senyum merekah. Kugigit bibir bawahku menahan jeritan karena rasa terkejut. Ia berdiri dengan santai walaupun aku tahu wajahnya terlihat begitu lelah. Dengan cepat aku berjalan ke arahnya.

“Kyu!” Jeritku akhirnya. Ia tertawa menanggapi jeritanku. Ya, aku sangat terkejut. Ia jarang sekali datang ke perusahaan seperti saat ini.

“Hai Nona karir,” sapanya lalu dengan cepat meraih tumpukan kertas di dekapanku. Sekarang ia yang membawa kertas-kertas itu. Aku tersenyum merekah sama seperti senyum di wajahnya.

“Dokter Cho, apa yang kau lakukan di sini?” Tanyaku masih dengan senyuman di bibirku. Ia tak mengatakan sebelumnya bahwa ia akan datang ke mari.

“Aku ingin mengajakmu makan malam, sudah lama kita tidak pergi ke luar.” Balasnya.

Aku tersenyum menggoda ke arahnya. “Apakah kita akan berkencan?” Tanyaku antusias.

Ia mengangkat bahunya dengan ringan, “Ya. Bisa jadi.” Balasnya santai. Aku berjinjit lalu mengecup pipinya dengan cepat. Aku tak peduli tingkahku terlihat seperti gadis remaja, aku benar-benar senang.

“Kajja!” Ucapku lalu melingkarkan tanganku pada lengan berototnya, ia balas memeluk pinggangku. Oh… adakah sesuatu yang lebih membahagiakan daripada ini?

****

Pierre Gagnaire

Seoul, South Korea

07.00 PM

Kyu Hyun menarik kursi lalu mempersilahkanku untuk duduk. Aku tersenyum menggodanya seolah ia bertingkah seperti pangeran, ia balas tersenyum dengan santai. Ia lantas berjalan menuju tempatnya duduk, ia duduk lalu mulai melambaikan tangannya pada seorang pelayan. Seorang pria dengan dasi kupu-kupu merah berjalan menuju ke arah kami dengan buku menu di tangannya. Aku hanya menatap Kyu Hyun dengan menopang dagu.

“Kau mau pesan apa?” Tanyanya padaku. Ia meraih buku menu yang disodorkan pelayan.

“Apapun yang kau pesan.” Balasku. Aku benar-benar tidak peduli dengan apapun yang akan kumakan malam ini.

Ia manganggukan kepalanya. “Baiklah,” ucap Kyu Hyun ke arahku. Ia menatap deretan menu. “Kami pesan mushrooms and seasonal vegetables, untuk makanan penutup kami pesan A decadent chocolate pairing dan Desserts galore. Dan bawakah wine apapun yang ada di restoran ini.” Ucap Kyu Hyun lalu menyerahkan buku menu pada pelayan tadi. Pelayan tadi mengucapkan kembali pesanan lalu berjalan meninggalkan kami.

“Jadi berapa lama kau mereservasi restoran ini?” Tanyaku. Aku tahu restoran ini tak bisa di datangi tanpa reservasi sebelumnya. Kyu Hyun sudah menyiapkan ini sejak jauh-jauh hari? Ini benar-benar manis sekali.

“Sejak satu bulan lalu.”

“Jadi kau sudah merencanakan makan malam ini?” Tanyaku menuntut balas.

“Ya,” balasnya dengan ringan.

“Aku benar-benar senang.” Balasku.

“Sudah seharusnya,” kekehnya pelan. Aku balas tertawa kecil.

“Jadi mengapa kita makan malam seperti sekarang ini?” Tanyaku padanya. Ia berdehem lalu menarik kursinya semakin mendekati meja makan. Ia lantas meraih tanganku dan mulai mengusap punggung tanganku. Aku tersipu malu mendapat perlakuan seperti ini.

“Jadi aku tidak boleh makan malam dengan kekasihku sendiri?” Tanyanya lagi. Aku tersipu mendengar pertanyaannya, ini manis sekali.

“Tidak, bukan begitu. Hanya saja kita jarang seperti ini.” Balasku hati-hati.

“Aku juga ingin memiliki hubungan seperti pasangan lain. Makan malam bersama, mengajakmu berbelanja, pergi ke manapun.” Ucapnya masih menggenggam tanganku.

“Terdengar seperti pasangan lainnya,” balasku mencoba menggodanya. Ia hanya tersenyum. Pelayan datang lalu mulai menata makanan kami. Kami menatap pelayan itu, ia sedikit tersipu kurasa. Ia pria yang manis, kutaksir usianya sekitar dua puluh tahun.

“Silahkan menikmati hidangan kami.” Ucapnya lalu tersenyum ke arahku dan Kyu Hyun. Pelayan itu pergi dan meninggalkan suasanan yang berubah menjadi aneh.

“Dia tertarik padamu,” ucap Kyu Hyun tiba-tiba.

“Mwo? Tidak… tidak. Ia hanya gugup karena kita terus menatapnya.” Balasku.

“Kita? Yang benar adalah kau.” Ucap Kyu Hyun lalu tertawa kecil. Aku hanya mengangkat bahuku tak peduli.

Kami mulai menyantap hidangan di hadapan kami. Kami mengobrol membahas bagaimana hari ini terlewati.

“Bagaimana harimu?” Tanyaku lalu menyendokan makanan ke dalam mulutku.

“Mengesankan seperti biasanya,” balasnya.

“Pekerjaanmu selalu mengesankan sedangkan pekerjaanku selalu membosankan.” Balasku dengan kekehan.

“Maka berhentilah bekerja.” Candanya.

“Tapi aku mencintai pekerjaanku,” balasku.

“Nona karir.” Cibirnya.

“Aku tidak suka diam di balik meja dengan setumpuk kertas, aku lebih suka berada di lapangan untuk beraksi.” Balasku lebih terdengar seperti curahan hati. Appaku belum membiarkanku mengurus tender besar, ia masih menyimpanku di dalam perusahaan. Ia bilang ia percaya pada kemampuanku tapi aku akan dikeluarkan sebagai senjata pada suatu saat nanti.

“Mungkin belum saatnya,” balasnya.

“Ya, Appa selalu mengatakan hal yang sama.”

“KYU!”

Kepalaku sontak menoleh dengan cepat ke arah munculnya suara. Tiba-tiba tubuhku seolah meluruh ke lantai, gadis itu berdiri di sana dengan gaun merah menyala. Ia tersenyum lebar ke arah kami, tidak maksudku Kyu Hyun. Kyu Hyun melepas sendok di tangannya lalu melambaikan tangannya ke arah gadis itu. Aku menatap sosok pria di samping gadis itu. Itu masih pria yang sama saat gadis itu meninggalkan Kyu Hyun. Choi Si Won.

“Annyeong!” Sapanya dengan riang. Sejak kapan ia berjalan hingga mendekati meja kami? Aku terlalu terpaku padanya.

“Annyeong Jung An.” Balas Kyu Hyun, kulihat bibirnya tersenyum lebar. Kyu Hyun yang tersenyum seperti itu membuatku meringis di dalam hati. Mengapa ia harus sesumringah itu? Pria di samping Jung An ikut tersenyum. Secara spontan aku juga ikut tersenyum menyambut mereka.

“Bolehkan kami bergabung?” Tanya Jung An tiba-tiba. Aku hampir saja berteriak untuk menolak saat Kyu Hyun menganggukan kepalanya.

“Tentu saja.” Balas Kyu Hyun. Ia melirik cepat ke arahku tapi dengan cepat pula ia menatap Jung An.

“Whoaa… ini akan sangat seru,” ucap gadis itu. Ia benar-benar gadis yang sangat periang. Pria di sampingnya meringis pelan seolah mengutuk tingkah gadis itu. Aku juga ikut mengutuk di dalam hati.

“Sayang, tidakkah ini menganggu mereka? Mereka mungkin ingin menikmati makan malam ini. Lagipula aku sudah mereservasi meja,” ucap pria itu dengan senyum manisnya.

“Gweanchanna, lagipula ini tidak menganggu kami. Benarkan, Hyu Won?” Tanya Kyu Hyun ke arahku.

“Ne? Ya… tidak apa-apa.” Balasku dengan senyum manis. Dalam hati aku ingin menjerit menolak tapi aku bukan gadis remaja yang akan bertingkah dengan tidak sopan di hadapan mereka.

“Lihat, tidak apa-apa. Lagipula aku merindukan pertemuan seperti ini. Mereka juga teman kuliah kita, kan?” Ucap gadis itu. Aku hanya memutar mataku mendengar ucapannya. Teman darimana? Aku bahkan tak mengenal kekasihnya itu? Hanya kebetulan saja bahwa kami semua berada di satu Universitas yang sama.

“Duduklah, Jung An-ah, Si Won-si…” Ucap Kyu Hyun. Aku menatap Kyu Hyun tapi ia tak mau menatapku. Ada apa dengannya? Ia selalu seperti ini saat ada gadis itu. Melupakan semuanya.

Kutatap meja bundar ini, mengapa mereka mendesain meja sebesar ini kalau hanya ada dua kursi? Kutatap Jung An yang sedang memanggil pelayan, ia lantas memerintah pelayan tersebut untuk menarik dua kursi ke arah meja kami. Ya Tuhan! Aku benar-benar kesal dan muak melihat tingkahnya. Ia sama seperti Kyu Hyun, tak memperdulikan apapun lagi. Tidakkah ia peduli pada kekasihnya? Bukankah kekasihnya sudah meresevasi meja untuk mereka?

Mereka duduk lalu mulai memesan makanan pada pelayan. Aku dan Kyu Hyun terpaksa menghentikan acara makan kami. Kami mengobrol dengan santai, aku jadi sedikit tahu tentang Si Won dan Jung An. Si Won adalah seorang arsitek. Mereka bekerja dibidang yang sama tetapi berbeda perusahaan.

Saat pelayan datang mengantar makanan, mereka mulai makan. Nafsu makanku sudah menghilang sebagai ganti aku hanya menikmati dessert yang Kyu Hyun pesankan untukku. Mereka terus mengobrol, aku dan Si Won lebih banyak diam. Sesekali kami mengangguk atau menimpali dengan santai. Meja makan hanya diisi oleh obrolan Kyu Hyun dan Jung An. Aku mulai kesal, seharusnya malam ini berakhir dengan sempurna. Berulang kali aku mendesah kesal dengan pelan. Aku ingin segera pulang tapi aku tak bisa menghentikan obrolan mereka. Mereka terlalu menikmati waktu.

Aku menyesap wine-ku lalu melepas serbet di pahaku. “Aku permisi ke belakang, urusan wanita.” Ucapku pelan lalu tertawa kecil. Kyu Hyun meraih tanganku tanpa alasan yang jelas. Aku menatapnya dengan santai seolah mengatakan aku akan cepat kembali, aku benar-benar tidak mengerti dengan tatapannya.

“Aku akan segera kembali,” ucapku pada semuanya lalu menghempaskan tangan Kyu Hyun dengan lembut. Ia menganggukan kepalanya seolah membiarkanku mengambil waktu sendiri.

****

Kusapukan bedak pada wajahku, wajahku terlihat begitu melelahkan. Ya, aku merasa seribu kali lebih lelah karena malam ini. Bagaimana bisa ia membiarkan gadis itu bergabung bersama kami? Tapi ia juga tak mungkin menolak ajakan gadis itu, kan? Kuoles maskara dengan kasar pada bulu mataku.

“Setidaknya kau tak perlu berbicara seakrab itu dengan gadis itu! Tak bisakah kalian menghargai perasaanku dan Si Won?”

Kuolesi bibirku dengan lipstik, kusemprotkan parfume pada pergelangan tanganku lalu memasukan semua alat-alat kecantikanku ke dalam tas. Aku lantas berdiri dan menatap pantulan diriku pada cermin di hadapanku.

“Mau sampai kapan gadis itu ada di dalam kehidupanmu, Kyu?” Tanyaku pelan. Kau benar-benar menghancurkan harapanku tentang malam ini. Kau ingin seperti pasangan lainnya? Pasangan lain tidak harus terganggu karena mantan kekasih mereka!

Aku masih berdiri lama di dalam toilet ini, aku tak ingin cepat keluar. Untuk apa keluar dan bergabung bersama mereka kalau aku hanya merasa seperti lalat dalam obrolan mereka? Kuraih ponselku lalu mulai melihat schedule besok.

Drrt Drrt

From: Kyu Hyun

Mau berapa lama lagi kau di dalam toilet?

Aku tidak membalas pesannya, aku hanya memasukan ponsel ke dalam tas. Apakah ia peka dengan perasaanku? Seharusnya ia tahu aku sangat kesal dengannya.

Kurapihkan baju kerjaku lalu meraih tasku, aku lantas berjalan menuju pintu toilet. Kutarik pintu lalu mulai berjalan ke luar. Baru selangkah berjalan, suara seorang pria membuatku menghentikan langkahku.

“Jadi apa yang kau lakukan hingga begitu lama di dalam toilet? Hampir lima belas menit, Hyu Won-ah.” Ucap Kyu Hyun padaku.

“Buang air kecil, merapihkan pakaian dan dandananku.” Balasku datar setelah membalikan tubuhku dan menatapnya yang tengah bersandar pada dinding di samping pintu.

“Tidak berusaha menghindari obrolan di meja makan?” Tanyanya dengan senyum miring, aku tahu ia sedang menyindirku.

“Tidak, aku tidak menghindari apapun.” Balasku. Aku hanya muak dan takut akan memuntahkan makananku bila berada terlalu lama bersama mereka. Ia tahu aku membenci gadis itu tapi mengapa ia tak paham juga dengan situasi yang ia ciptakan tadi?

“Ayo kita kembali mereka sudah pergi karena urusan mendadak,” ajak Kyu Hyun.

“Tidak, aku sudah kenyang. Lagipula ini sudah malam, besok aku ada rapat pagi-pagi sekali.” Tolakku, Kyu Hyun menganggukan kepalanya seolah ia paham dengan penolakanku. Ia berjalan ke arahku dan berdiri tepat di hadapanku. Ia menatap manik mataku, aku balas menatap lalu melemparkan tatapan mataku ke arah lain.

“Maafkan aku,” ucapnya singkat. Aku memutar mataku seolah bosan mendengarnya.

“Sudahlah, aku lelah. Ayo kita pulang.” Ucapku lembut. Ia tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Aku mengerutkan dahiku tak mengerti dengan tingkahnya.

“Aku benar-benar tidak tahu ia akan ada di sini.” Ucap Kyu Hyun.

“Ya kita tidak tahu,” balasku malas.

“Bersabarlah denganku, kumohon.” Ucap Kyu Hyun lagi.

Kuhembuskan nafasku dengan lelah, “Ya.”

****

Kang Corporation

Seoul, South Korea

10.00 PM

Eun Ji meletakan secangkir kopi hitam di mejaku, ia lantas menarik kursi lalu duduk di hadapanku. Pekerjaannya sudah selesai jadi ia bisa santai merecokiku.

“Kau semakin kurus saja, Kang Hyu Won,” ucapnya setengah mencibir.

“Terima kasih untuk kopinya, kau memang sahabatku.” Ucapku tak memperdulikan cibirannya.

“Kau masih bersama Mr. Masa lalu?” Tanyanya, ia sibuk membalikan kertas-kertas yang kuyakini tak menarik perhatiannya. Ia hanya sedang mencari kesibukan.

“Jangan memanggilnya seperti itu, semua orang punya kenangan.” Balasku santai. Eun Ji selalu tidak suka kepada Kyu Hyun. Ia tak pernah menyukai Kyu Hyun sedikitpun. Ia tahu Kyu Hyun adalah orang yang selalu menyakiti hatiku tapi ia tahu bahwa Kyu Hyun jugalah orang yang menjadi penawar untuk setiap luka hatiku.

“Jangan terus membelanya sementara hatimu membenci itu, kau juga tahu ia selalu terperangkap pada masa lalunya. Kau juga membencinya sama sepertiku.” Ucap Eun Ji tak mau kalah.

“Aku dan kau berbeda. Aku tidak membencinya, aku membenci masa lalunya bersama gadis itu sementara kau, kau membenci dirinya.” Balasku lagi. Ia meniup poninya lalu menatapku dengan garang.

“Ya terserah padamu. Aku akan selalu ada di sini saat kau menangis karena ulahnya,” ucapnya.

“Behenti berkata seperi itu, kau menyebalkan Eun Ji-ya.” Ucapku dengan kesal. Tetapi jauh di lubuk hatiku, aku sangat berterima kasih karena memiliki sahabat seperti Eun Ji. Ia selalu ada di saat aku membutuhkannya. Kami bersahabat sejak kami di bangku kuliah.

“Kau cantik, manis, mempesona, sukses, cerdas, dan percaya diri Hyu Won-ah, mengapa kau tak mencari orang lain yang jauh lebih baik darinya?” Tanya Eun Ji. Ia selalu bertanya padaku seperti ini. Aku bahkan tak bisa mengingat berapa kali ia bertanya padaku tentang pertanyaanya seperti ini.

“Itu mudah saja. Aku tak mencari yang lain karena aku mencintainya. Aku hanya harus bersabar untuknya, aku tahu ia juga berusaha untuk hubungan ini. Aku hanya harus bersabar.” Ucapku membalas pertanyaannya.

“Kesabaran akan membawamu pada kebahagiaan atau… kesedihan. Kang Hyu Won, aku berbicara sebagai orang yang sangat menyayangimu. Kau sudah seperti saudariku sendiri. Kesabaranmu memang patut diacungi jempol tapi kau harus bisa memilah kesabaranmu, Hyu Won-ah. Beri dia waktu Hyu Won-ah, kau tak bisa hanya bersabar sementara ia tak memberikanmu kepastian yang jelas. Sampai kapan kau akan bersabar? Sampai gadis itu tak berada lagi di antara kalian? Ia selalu mengulangi semua kelakuan buruknya padamu. Apa yang kau lakukan bila akhirnya kesabaranmu tak berarti apapun? Bagaimana bila ia pergi bersama wanita lain? Beri dia batas waktu Kang Hyu Won atau setidaknya berikan dirimu sendiri batas waktu untuk dirinya!” Ucap Eun Ji sedikit meninggi. Aku ingin meneteskan air mataku saat ini juga. Aku mengerti dengan apa yang Eun Ji katakan, ini sudah terlalu lama. Aku sudah terlalu lama bersabar untuk Cho Kyu Hyun. Aku tak ingin mengakhirinya tapi aku juga merasa sangat lelah dengan semuanya.

Flashback

Aku berdiri di depan kafe sendirian, aku sedang menunggu Kyu Hyun. Ia bilang setelah kelasnya usai, ia akan menjemputku di depan kafe. Sudah hampir satu jam ia tak datang juga. Aku sudah berulang kali menghubunginya tapi ia tak juga mengangkat ponselnya. Hujan rintik mulai membasahai jalanan di depan kafe. Orang-orang mulai berlarian mencari tempat berteduh. Aku menatap langit lalu beralih menatap jam tanganku. Ke mana dia sebenarnya? Tiba-tiba ponselku berdering, nama Kyu Hyun tertera di layar ponselku.

“Yeobboseo!” Ucapku keras.

“Hyu Won, kau masih di kafe?” Tanyanya tergesa-gesa.

“Ya, aku masih di sini.” Balasku.

“Pulanglah.” Ucapnya singkat.

“Mwo?”

“Aku tidak bisa menjemputmu. Sekarang aku sedang bersama Jung An. Dia butuh bantuanku.” Ucapnya.

Kugigit bibir bawahku menahan emosi, aku benar-benar kesal sekali sekarang. Satu jam lamanya aku menunggu dan ia dengan santainya menyuruhku pulang begitu saja? “YA! Kau sangat menyebalkan.” Ucapku padanya menutupi rasa sedihku. Aku tak suka ia tahu aku bersedih karena dirinya.

“Pulanglah. Aku akan menebusnya lain kali.”

“Tidak perlu. Aku tutup.”

KLIK

Kutatap jalanan kafe yang mulai basah, untungnya hujan sudah berhenti turun. Sepertinya hujan memang hanya berniat menggoda bumi dengan turun tidak terlalu lebat. Kututup kepalaku dengan tas lalu berjalan menerobos sisa-sia rintik hujan.

Flashback end

“Aku… aku ingin memberinya kesempatan. Aku percaya kami bisa bersama Eun Ji-ya, aku tidak ingin menyerah setelah bertahun-tahun ada di sampingnya. Aku mencintainya, sangat mencintainya Eun Ji-ya.” Ucapku dengan parau. Eun Ji menarik tissue dari dalam tasnya.

“Ini, ambil tissue ini. Aku tak suka melihatmu menangis karenanya. Maafkan aku karena berbicara kasar padamu,” ucap Eun Ji sedikit melunak. Aku tak marah padanya, ia hanya khawatir padaku.

“Gomawo.” Ucapku berbisik.

“It’s okay,” balasnya acuh.

Drrt Drrt Drrt

Kyu Hyun?

Ponselku berdering, kuraih ponselku lalu mulai menempelkannya pada telinga kananku. Baru saja aku kan berbicara, suara berat seseorang membuat dahiku berkerut. Ini bukan suara Kyu Hyun.

“Apakah kau mengenal pemilik ponsel ini?” Suara pria di seberang ponsel membuatku semakin bingung.

“Ya, aku kekasihnya.” Ucapku masih dengan kebingungan. Tiba-tiba perasaan takut menjalar di dalam hatiku. Mengapa orang lain yang berbicara? Di mana Kyu Hyun? Apakah dia baik-baik saja? Eun Ji menatapku dengan ngeri, mungkin ia melihat ekspresi ketakutanku.

“Ah syukurlah. Nona, bisakah kau menjemput Tuan Cho? Ia mabuk berat, sejak tadi ia terus meracau. Kami kahawatir ia tak bisa mengendarai mobilnya sendiri. Kam-…”

“DI MANA!?” Tanyaku memotong ucapannya. Pria disebrang ponsel menjawab dengan cepat di mana letak club malam tempat Kyu Hyun mabuk. Aku segera mematikan ponselku lalu memasukan semua barang-barangku ke dalam tas.

“Ada apa Hyu Won-ah?” Tanya Eun Ji panik. Kutatap Eun Ji dengan panik.

“Eun Ji-ya, bantu aku. Kita harus menemui Kyu Hyun.” Ucapku pada Eun Ji. Ia sempat memasang wajah kesal setelah mendengar apa yang kukatakan tapi segera berubah simpati saat ia melihat raut wajahku.

“Okay,” balasnya malas. Aku hanya menganggukan kepalaku lalu kami berjalan beriringan menuju pintu kantorku.

****

Fun Night Club

Seoul, South Korea

10.30 PM

Aku berjalan dengan tergesa-gesa memasuki pintu masuk club malam ini, mataku berpendar mencari Kyu Hyun. Suasana remang-remang benar-benar membuatku tak bisa menemukan Kyu Hyun. Eun Ji tiba di sampingku dengan tergesa-gesa, ia ikut mengedarkan pandangannya mencari Kyu Hyun.

“Di mana Eun Ji-ya?” Tanyaku gusar.

“Kita ke sana…” tunjuknya padaku, kami berjalan menuju bar di mana seorang bartender sedang melayani pembeli.

“Permisi, aku mendapat telepon tadi. Aku mencari pelanggan bernama Kyu Hyun, seseorang yang menelponku bilang ia mabuk berat.” Ucapku tak sabar.

Pria itu sedikit mengerutkan dahinya menatapku. “Oh Tuan Cho? Aku yang menelponmu, ke mari aku tunjukan di mana mejanya.” Ucap pria itu. Kami mengikuti langkah lebar pria itu. Eun Ji meremas tanganku mencoba menenangkanku. Apa yang membuat Kyu Hyun datang ke tempat seperti ini? Ia sudah lama meninggalkan kebiasaan mabuk-mabuknya sejak kami lulus dua tahun yang lalu.

“Itu Tuan Cho.” Tunjuk pria itu ke arah meja di mana seorang pria dengan kemeja biru muda tengah duduk dalam posisi menyedihkan. Kepalanya tertunduk menyedihkan di atas meja dengan menjadikan lengan kanannya sebagai bantalan.

“Gomawo.” Bisiku pelan mungkin pria itu tak mendengar ucapan terima kasihku.

Kulangkahkan kakiku ke arah meja itu, suara racauan terdengar begitu menyesakan dadaku. Belum lagi suara isakan kecil sesekali keluar dari mulutnya. Ada apa dengan dirinya? Kau kenapa Kyu?

“Kyu?” Panggilku pelan. Eun Ji berdiri menjaga jarak dariku walaupun tak begitu jauh. Aku tidak tahu mengapa ia bertingkah seperti itu. Apa karena kebenciannya pada Kyu Hyun atau ia ingin memberi kami waktu untuk berbicara.

“Kyu?” Panggilku lagi, kali ini Kyu Hyun mengangkat kepalanya. Ia menolehkan kepalanya ke arahku dan menatapku dengan bola mata yang bergoyang-goyang tak fokus.

“Ahh… Uri Hyu Won.” Racaunya. Ia sedikit tersedak, ia meraih kembali gelas di depannya tapi dengan cepat kuhentikan. Aku menatapnya dengan tajam.

“Apa yang terjadi? Kau kenapa?” Tanyaku pelan, aku ingin menangis melihat matanya. Ia begitu menunjukan raut kesedihannya. Aku tak pernah melihatnya sesedih ini, terakhir kali aku melihatnya bersedih adalah saat ia gagal dalam menangani operasi pada salah satu pasiennya. Ia bahkan tak menangis saat itu, hanya kecewa dan sangat sedih. Tapi sekarang, aku melihatnya seperti dulu saat hubungannya berakhir bersama Jung An. Ia terlihat begitu hancur. Malam ini aku melihat sosok Kyu Hyun seperti beberapa tahun lalu.

“Kyu, wae irrae?” Tanyaku mulai tak sabar. Ia menangkupkan wajahnya ke dalam kedua tangannya. Ia menundukan kepalanya seolah ia tak mampu menghadapi semuanya lagi.

“Kyu? Katakan padaku, kau membuatku takut.” Ucapku mulai panik.

“Dia akan menikah.” Ucap Kyu Hyun singkat.

Kutatap Kyu Hyun dengan nanar, suara musik yang keras seolah tenggelam begitu saja. Pernyataannya barusan benar-benar meremas hatiku. Kurasakan perih mulai menjalar hingga ke dalam jantungku. Seketika itu juga air mata berdesakan ingin keluar tapi aku menahannya. Mengapa ia bertingkah seperti ini untuk wanita itu? Mengapa ia menghancurkan hidupnya hanya untuk gadis yang berulang kali menyakitinya? Kau benar-benar masih mengharapkannya, bukan?

“Wae?” Bisikku pelan tak mengerti dengan jalan yang ia ambil malam ini. Aku tak mengerti mengapa ia masih mengharapkan gadis itu setelah bertahun-tahun putusnya hubungan mereka? Sehebat apa gadis itu sebenarnya?

Aku tak mengerti mengapa ia sangat mencintai wanita itu? Kutolehkan kepalaku ke arah Eun Ji, ia menatapku seolah aku adalah kaca yang mudah retak. Aku bisa melihat tatapan kebencian di matanya sekaligus tatapan ibanya padaku. Jangan mengasihaniku Eun Ji-ya. Jangan pernah.

“Dia akan menikah dengan Si Won besok.” Racau Kyu Hyun lagi. Kali ini kulihat air mata mengalir di sudut matanya, aku merasa tidak berharga sama sekali. Hatiku hancur melihatnya menangisi wanita lain, hatiku hancur melihat kesedihannya. Tak bisakah ia melihatku? Tak bisakah ia bersedih sekali saja karena diriku? Tak bisakah sekali saja dalam hidup pria ini menganggapku ada? Kang Hyu Won, mengapa menjadi begitu sangat bodoh untuk pria yang selalu menyakitimu? Aku sama seperti Kyu Hyun. Kami mencintai orang yang selalu menyakiti kami.

“Mengapa kau tega sekali, Kyu.” Bisiku pelan, nyaris berbisik.

“Ayo kita pulang Hyu Won-ah. Tinggalkan pria ini!” Teriak Eun Ji di belakangku, ia meraih tanganku hendak menarikku. Aku menatap Kyu Hyun yang kini setengah tak sadar, ia masih sesenggukan di atas meja.

“Tidak Eun Ji-ya, kita harus pulang bersamanya. Kau akan mengantar kami ke apartementnya.” Ucapku memerintah. Suaraku terdengar begitu parau.

“Apa? Tidak!” Teriak Eun Ji marah.

“Aku mohon, aku tidak bisa menyetir dalam keadaan seperti ini.” Ucapku memohon pada Eun Ji. Mataku bahkan berkaca-kaca tak mampu melihat wajah Eun Ji dengan jelas. Kejadian malam ini benar-benar membuatku terpukul.

“Lalu kau pikir aku bisa? Aku sangat marah dengamu sekarang! Aku bisa saja menyetir seperti orang gila!” Teriak Eun Ji marah.

“Aku mohon,” isakku padanya. Ia memejamkan matanya seolah ia tak bisa menolakku.

“Aku mohon,” pintaku lagi. Kali ini aku berbisik tak mampu berbicara. Eun Ji menatapku dengan marah.

“Kau benar-benar gadis paling bodoh yang pernah aku temui.” Ucapnya dengan kejam lalu berjalan ke arahku, aku tak peduli dengan makiannya. Kami bersama-sama membantu Kyu Hyun untuk berdiri. Kyu Hyun terus meracau tak jelas dan aku menangisi dirinya dalam diam. Menangisi dirinya yang begitu tega padaku. Aku hancur sama seperti dirinya malam ini.

****

Kyu Hyun’s Apartement

Seoul, South Korea

07.00 AM

Kutatap wajahnya yang lusuh, sisa-sisa kesedihan masih menempel di sana. Sehancur itukah dirimu, Kyu? Sehancur itukah? Selama ini apa artinya diriku untukmu? Hanya sebagai tempat persinggahan bila kau hancur? Aku memang tak bisa menyalahkanmu untuk semua ini, tapi kau memberiku harapan Kyu. Kau memberiku harapan. Kau memintaku bersabar tapi kau tak pernah mencoba dengan serius.

“Nghhh…” Lenguhnya. Kuhapus air mataku dengan cepat, ia tak boleh melihatku menangisi diriku sendiri.

Aku bersiap akan berdiri saat ia meraih tanganku. “Jangan pergi,” ucapnya parau. Kuhentikan langkahku lalu kembali duduk. Aku menarik nafasku mencoba meloloskan rasa marah dan sesak dari dadaku.

“Kepalamu pusing? Aku akan ambilkan obat untukmu.” Ucapku mencoba berlari dari tatapan matanya. Aku tak bisa melihatnya pagi ini lebih lama lagi. Mengingat semalam ia memberiku luka yang sangat perih, aku tak bisa melihatnya lebih lama lagi.

“Tidak, aku tidak pusing.” Ucapnya pelan. Aku tahu ia berbohong, bagaimana bisa ia tak pusing sementara ada lebih tiga botol minuman keras di mejanya semalam? Beruntung ia tak merusak hatinya. Bukankah ia seorang dokter?

“Lalu, kau ingin apa?” Tanyaku datar.

“Kau.” Balasnya singkat. Dahiku berkerut mendengar jawabannya. Aku ingin tertawa menghinanya tapi lebih memilih untuk menahannya.

“Kenapa?” Tanyaku padanya.

“Tidak tahu.” Balasnya singkat. Aku melepas tangannya tapi ia kembali mencengkram tanganku.

“Jangan pergi.”

“Aku harus bersiap-siap ke kantor, Kyu.”

“Jangan pergi.” Cegahnya masih mencengkram tanganku.

“Jangan kekanak-kanakan, kau sudah besar. Aku harus ke kantor, aku sudah terlambat.” Ucapku mencoba melepaskan tanganku.

“Bertunanganlah denganku.” Ucapnya tiba-tiba.

Kutatap ia dengan rasa tak percaya, semudah inikah? Tidak Kyu, tidak akan terulang kesalahan yang sama seperti dulu. Aku menatapnya seolah aku tak paham dengan apa yang ia ucapkan.

“Benarkah ini kau? Kau yang berbicara padaku? Bukan pria patah hati yang mengambil keputusan tanpa berpikir panjang?” Tanyaku menghinanya. Ia menegakkan tubuhnya tanpa melepas tanganku.

“Bertunanganlah denganku.” Ucapnya lagi, kali ini aku tertawa menanggapi ucapannya.

“Tidak.” Jawabku singkat, suasana berubah hening.

“Kenapa?” Tanyanya.

Kutatap ia dengan nanar. Kulepaskan tanganku dari cengkramannya, lantas aku berdiri menjauhi ranjang tempatnya tidur.

“Dulu saat kau memintaku untuk menjadi kekasihmu, kau baru saja kehilangan dirinya. Lalu sekarang kau memintaku bertunangan denganmu sama seperti dulu, kau juga baru saja kehilangan dirinya. Dia akan menikah dan kau benar-benar tak punya kesempatan lagi, kan? Lalu kau pikir aku apa? Tempatmu kembali bila ia menyakitimu? Mengertilah Kyu, aku bukan hanya sekedar tempat di mana kau bisa kembali dan pergi sesuka hatimu. Aku punya perasaan. Kau selalu memperlakukanku sesuka hatimu karena kau berpikir aku akan selalu kembali padamu meskipun kau menyakitiku. Tak bisakah kau menganggap serius rasa cintaku padamu? Tak masalah selama ini kau memanfaatkan perasaanku tapi aku benar-benar tak bisa menerima semua ini lagi. Aku tak bisa bertunangan denganmu sementara bukan hatimu yang memintaku. Ini terlalu menyakitkan.” Ucapku mencoba membuka hatinya. Aku bukan memohon, aku hanya tak bisa diperlakukan seperti barang yang tak berharga lagi.

Ia menurunkan kakinya lalu mulai berpijak pada lantai kamarnya, ia menatapku seolah aku baru saja memukulnya dengan keras di wajahnya. Ia berdiri mendekatiku, secara reflek aku memundurkan tubuhku. Bisa kulihat raut kecewa di wajahnya saat aku berjalan mundur menjauhinya.

“Maafkan aku,” ucapnya.

Aku tertawa kecil.

“Sudahlah, selalu seperti ini. Aku akan kembali lagi padamu.” Ucapku lalu hendak berjalan keluar dari kamarnya.

“Maafkan aku. Jangan pergi. Aku benar-benar bodoh, Hyu Won-ah.” Ucapnya penuh penyesalan.

Kuhentikan langkahku dan menatapnya seolah ia adalah bocah berumur belasan tahun. “Cho Kyu Hyun, kita sudah dewasa. Kau dan aku, kita sudah dewasa. Tak bisakah kau memegang setiap kalimat yang kau lontarkan padaku? Aku mengerti bagaimana rasanya patah hati tapi kau sungguh sangat memuakan. Kau tak bisa terus berkubang di dalam kesedihanmu. Kau tak bisa terus menerus seperti ini. Kau tak pernah mencoba memperbaiki semuanya. Kau selalu mengulang lagi setiap kesalahan yang kau ciptakan. Aku benar-benar lelah asal kau tahu saja. Sangat lelah.” Ucapku dengan lelah ke arahnya.

“Aku tahu… aku tahu.” Ucapnya seolah membenarkan semua ucapanku. “Berikan kesempatan sekali lagi. Aku akan mencoba. Aku akan mencoba dengan segenap hatiku, Hyu Won-ah. Kumohon. Maafkan aku.” Ucapnya dengan mata sendunya. Aku mengatakannya untuk berubah tapi aku selalu tak bisa menang dalam menghadapi permohonannya. Tubuhnya yang lusuh, rambut acak-acakannya benar-benar membuatku tak mampu menolak dirinya. Ia seperti bocah kecil yang kehilangan ibunya. Tapi faktanya ia adalah pria dewasa yang menutup hatinya hingga ia kehilangan arah untuk kebahagiaannya.

Aku menutup mataku mencoba mencerna semuanya, bagaimana bila ia kembali mengulanginya? Bagaimana bila ini akan berujung pada kejadian yang sama? Meminta dan memohon padaku lagi? Bagaimana bila ia memang benar-benar mencobanya? Bagaimana bila ia memang berusaha melupakan gadis itu?

“Ya.” Balasku. Aku mengutuk hatiku yang selalu luluh padanya. Ia tak tersenyum seperti biasanya, ia menarikku lalu memelukku dengan erat seolah ia baru saja mendapatkan kembali udara setelah lama menyelam di dalam air.

“Gomawo.” Ucapnya setengah berbisik. Aku menganggukan kepalaku mencoba menenangkannya.

****

One Year Later…

Hyu Won’s Balcony

Seoul, South Korea

11.00 PM

Kusandarkan kepalaku pada dada bidang Kyu Hyun, tangannya melingkar pada perutku. Pemandangan malam dari atas balkon kamarku begitu indah. Lampu-lampu kota Seoul benar-benar kombinasi menarik ditambah udara sejuk malam ini. Kyu Hyun baru datang satu jam yang lalu setelah menyelesaikan tugasnya di Rumah Sakit.

“Besok malam kau menginap di rumah Eomma?” Tanya Kyu Hyun. Kami mengulang kembali kebiasaan kecil kami. Aku akan menginap di rumah keluarga Cho lalu ia akan menginap di rumah keluargaku. Kyu Hyun hanya tinggal di apartementnya bila dalam keadaan terdesak.

“Sebagai calon menantu yang baik, aku harus pandai menarik hati Eomma.” Ucapku dengan kekehan kecil.

“Tanpa harus menarik perhatiannya, kau sudah menjadi calon menantu idamannya. Sejak dulu Eomma sangat menyayangimu.” Ucap Kyu Hyun. Aku hanya menganggukan kepalaku di dalam dekapannya. Sudah satu tahun berlalu, hubungan kami berjalan seperti pasangan lainnya. Tak ada lagi Jung An. Eun Ji mulai membuka hatinya untuk Kyu Hyun, maksudku mencoba menerima Kyu Hyun sebagai pria yang aku cintai. Kyu Hyun tak pernah lagi membicarakan Jung An. Gadis itu benar-benar menghilang semenjak pernikahannya. Aku dan Kyu Hyun tak tahu ke mana ia pindah. Aku mensyukuri semua yang terjadi. Kyu Hyun benar-benar mencoba dengan sepenuh hatinya.

“Besok hari pertuanangan kita, bagaimana perasaanmu?” Tanya Kyu Hyun padaku.

“Gugup.”

“Aku juga.” Ucapnya.

“Semoga semuanya berjalan lancar besok. Kau tidak boleh bermain game malam ini. Kau tidak boleh kesiangan, besok hari yang penting bagiku.” Ucapku mengancamnya.

“Ya. Besok hari yang penting juga untukku.” Balasnya.

“Setelah besok kau tidak punya alasan untuk meninggalkanku.” Ucapku setengah bercanda.

“Tanpa menunggu besokpun, aku tak akan meninggalkanmu. Setelah bertunangan, aku akan menikahimu. Aku berjanji.” Ucap Kyu Hyun serius.

“Hmm…” Anggukku. Tiba-tiba air mata seolah berdesakan ingin keluar, rasa haru membanjiriku. Aku tak percaya  semua penantianku selama ini akan berujung kebahagiaan.

Kyu Hyun melepas pelukannya lalu menatap jam tangannya. “Ini sudah malam. Aku harus pulang dan beristirahat. Besok adalah hari yang penting untuk kita.” Ucapnya menggodaku.

“Ya. Kau akan langsung pulang?”

“Aku mau ke apartement dulu mengambil beberapa barang.”

“Hmm, hati-hati…” ucapku seolah tak rela ia pergi.

“Hei, besok kita akan bertemu lagi.” Ucapnya lalu mengecup dahiku dengan sangat dalam.

“Sampai jumpa besok pagi,” ucapku saat ia melepas kecupannya.

“Sampai jumpa besok pagi,” balasnya lalu tersenyum padaku.

****

A Morning

Kang’s Family Home

Seoul, South Korea

09.30 AM

Aku berjalan mondar-mandir di depan halaman rumahku, sejak tadi aku mencoba menghubungi Kyu Hyun tapi ponselnya tidak bisa dihubungi terus-menerus. Hatiku mulai gelisah. Satu jam yang lalu aku masih bisa mentolerir keterlambatannya. Mungkin dia terjebak macet atau terlambat bangun. Tapi hatiku berubah semakin panik saat melihat keluarganya datang tanpa dirinya. Ahra Eonnie bilang Kyu Hyun tidak pulang ke rumah semalam, ia mengira Kyu Hyun tinggal di apartementnya. Kutatap undangan yang mulai gelisah di kursi tamu. Acara seharusnya sudah bisa dimulai setengah jam yang lalu. Kutatap satu per satu keluarga dan beberapa rekan bisnis Appaku. Wajah mereka penuh dengan pertanyaannya. Aku sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang keluargaku lontarkan sejak tadi.

Kuraih ponselku lagi lalu mencoba menghubunginya, masih tidak ada jawaban. Eun Ji datang lalu mengusap lenganku, ia tampak cantik sekali hari ini.

“Sudah bisa dihubungi?” Tanyanya padaku.

“Tidak, tidak bisa. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya? Bagaimana kalau ia kecelakaan?” Tanyaku mulai panik.

“Tidak Hyu Won, tidak.” Ucap Eun Ji menenangkanku.

Drrt Drrt Drrt

Ponselku berdering tiba-tiba, kutatap siapa yang menelponku. Senyum sumringah menempel pada bibirku.

“Yeobboseo!” Teriakku merasa lega.

“Hyu Won-ah.” Ucap Kyu Hyun singkat. Kutarik nafasku dengan lega, ia masih hidup.

“Kyu Hyun-ah, kau di mana? Kau baik-baik saja?” Tanyaku cepat. “Bagaimana bisa kau belum sampai di rumahku? Kau terjebak macet? Semua tamu undangan sudah berkumpul. Eomma dan Appa kita juga sudah menunggu sejak tadi…” ucapku lagi dengan cemas.

“Hyu Won-ah mianhae.” Ucapnya singkat.

“Apa?” Tanyaku tak mengerti.

“Mianhae, jeongmal mianhae.” Ucapnya lagi. Aku menggigit bibir bawahku dengan keras. Suaranya terdengar begitu perih, aku tahu sesuatu yang buruk sedang terjadi. Ya Tuhan kumohon jangan hancurkan hari ini. Ini hari bahagia kami.

“Kenapa Kyu Hyun-ah? Ada apa?” Aku mencoba menahan jeritanku. Aku benar-benar tak sabar mendengar jawabannya. Eun Ji menatapku dengan serius.

“Aku tidak bisa datang. Aku sedang berada di Incheon sekarang.”

Apa? Jantungku berdetak tak tentu. Mengapa ia ada di sana sementara hari ini adalah pertunangan kita?

“MWO?” Teriakku tak mengerti. “Kenapa kau di Incheon? Kau tak lupa ini hari apa, kan?” Tanyaku mulai panik.

“Tidak, tidak. Aku tidak melupakan hari ini. Semalam ketika aku pulang dari rumahmu, aku mendapat telepon dari orang tua Jung An,” ucapnya lalu berhenti.

Jung An? Perasaanku berubah menjadi kalut. Mengapa nama gadis itu kembali muncul?

“Lalu?” Tanyaku. Suaraku berubah dingin.

“Ia dan suaminya mengalami kecelakaan kemarin sore, Si Won meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit; putranya dalam keadaan kritis.” Ucap Kyu Hyun.

“Astaga!” Pekikiku tertahan. Bagaimana bisa musibah terjadi seperti ini. Si Won meninggal? Bagaimana nasib Jung An? Walaupun aku membenci Jung An, aku masih punya hati untuk memikirkan bagaimana perasaannya. “Apakah dia baik-baik saja?” Tanyaku cemas.

“Ya, dia baru sadar dini hari. Ia begitu shock melihat keadaan putranya. Tubuhnya luka parah tapi tidak sampai menyentuh organ vitalnya.”

“Syukurlah. Aku bisa menunda pertunangan ini hingga besok. Kau bisa mengurus Jung An dan putranya,” ucapku pada Kyu Hyun. Ada jeda sebentar. Kyu Hyun seolah sedang berpikir.

“Yeobboseo? Kyu?”

Kenapa dia diam?

“Tidak Hyu Won, aku tidak bisa datang hari ini atau besok. Sekarang aku sedang berada di bandara. Aku akan terbang ke London. Keluarganya ingin agar putra Jung An dirujuk ke Rumah Sakit internasional di London, aku menjadi dokter pendamping untuk Jung An dan putranya.” Ucap Kyu Hyun dengan suara yang terdengar semakin lemah. Seolah ia tak tega mengatakan semua itu padaku.

“Apa yang kau bicarakan?” Tanyaku sedikit tercekat.

“Dia depresi. Dia membutuhkanku.” Ucap Kyu Hyun lagi. “Keluarganya membutuhkanku.” Ucap Kyu Hyun seolah mencoba tak memperdulikan diriku. Aku tahu ia malakukan semua ini dengan berat hati tapi ia tak bisa menolaknya. Mengapa? Permintaan keluarga atau keinginan hatinya? Lalu bagaimana dengan diriku?

“Kenapa harus kau?” Tanyaku dengan suara bergetar. Eun Ji berjalan menuju ke arahku. Ia memelukku seolah ia tahu apa yang sedang terjadi.

“Eommanya memintaku Hyu Won-ah, kondisinya begitu hancur Hyu Won-ah. Ia kehilangan orang tercintanya.” Suara Kyu Hyun terdengar seolah ingin membuatku mengerti.

“Mengapa harus dirimu!” Bentakku keras tak mengerti. Ini seperti gadis itu sedang mengambil barang kesukaanku. Faktanya Kyu Hyun bukan barang, ia adalah semua hal yang aku inginkan.

“Aku tidak tahu. Keluarganya memintaku, Hyu Won-ah.”

“Mengapa mereka harus menghubungimu?” Ucapku pada diriku sendiri.

“Maafkan aku, penerbanganku sepuluh menit lagi. Aku mohon maafkan aku, kau akan mengerti suatu hari nanti. Ini demi kemanusiaan, mereka membutuhkanku sebagai dokter, Hyu Won-ah.” Ucapnya memelas padaku. Aku tak suka mendegarnya memelas seperti itu. Ini bukan masalah kemanusiaan, ini menyangkut hatinya. Aku benar-benar takut bahwa ia masih menyimpan perasaan untuk gadis itu. Aku tahu ia mungkin bersimpati pada gadis itu tapi ia tak bisa melakukan semua ini padaku.

Mataku terpejam dengan emosi, kubuka mataku dan membiarkan air mata mengalir begitu saja. “Demi Tuhan Cho Kyu Hyun. Ini hari pertunangan kita, tak bisakah kau menyingkirkan dirinya dari kehidupan kita? Kau sudah berjanji padaku untuk menjauh dari dirinya.” Bisikku memelas padanya. Aku ingin egois untuk kali ini saja. Masih banyak dokter yang lain mengapa harus Kyu Hyun?

“Jung An mengalami kecelakaan. Suaminya meninggal dan putranya kritis, Hyu Won-ah… dia membutuhkan bantuan, kau tahu dia membutuhkanku.” Suara Kyu Hyun terdengar lebih keras. Bukan dia yang membutuhkamu tapi dirimulah yang dengan sengaja membuatnya membutuhkanmu.

“Tidak. Kau bukan orang yang harus bertanggung jawab dengan kondisinya, kau tak bisa membuat dirimu untuk selalu terikat dengan dirinya. Kau sudah berjanji Cho Kyu Hyun, kau sudah berjanji padaku bahwa kau tidak akan meninggalkanku.” Ucapku memohon dengan isakan. Eun Ji bahkan menangis di belakangku. Eun Ji jangan menangis, kau membuatku merasa begitu menyedihkan. Hanya Eun Ji yang akan melihatku memohon seperti ini pada seorang pria.

“Maafkan aku, dia benar-benar membutuhkanku. Keluarganya memintaku untuk membuatnya pulih. Pandanglah ini sebagai bantuan sesama manusia, aku adalah dokter dan dia adalah pasienku. Tidak ada hubungan lain di sana, Hyu Won. Aku sudah melupakannya untuk dirimu. Dia membutuhkanku. Hanya itu. Jangan menjadi egois hanya karena perasaanmu.” Ucap Kyu Hyun lagi mencoba memberikan pengertian padaku. Dia bilang hanya karena perasaanku aku egois? Aku sangat yakin banyak dokter lain yang bisa menangani gadis itu. Aku tak bisa menerima ini. Mengapa ia masih saja tak bisa terlepas dari gadis itu? Tak cukupkah aku yang selalu mendampinginya saat dirinya hancur karena ulah gadis itu? Tak cukupkah aku dengan semua cinta yang kuberikan? Apakah aku penting di dalam hidupnya?

Kututup mulutku menahan isakanku, dia benar-benar tak peduli padaku. Ia tak pernah benar-benar melihatku. Mengapa setelah satu tahu berlalu gadis itu harus muncul? Mengapa ia harus muncul hari ini? Ya Tuhan, apa kesalahan yang sudah kuperbuat hingga semua terjadi seperti ini?

“Aku membutuhkanmu,” suaraku terdengar begitu lemah. Aku benar-benar membutuhkannya. Bukan hanya gadis itu tapi aku. Apakah ia tak bisa sadar bahwa aku begitu membutuhkannya? Aku tak bisa membiarkannya pergi. Ya… aku terlihat begitu egois. Tapi di sini semua dipertaruhkan, bila ia pergi maka ia tak akan pernah kembali padaku lagi. Gadis itu memiliki semua perhatian yang Kyu Hyun miliki. Kyu Hyun akan selalu terikat pada gadis itu. Aku memohon dengan semua energiku.

Ada jeda di antara kami, aku bisa mendengar tarikan nafas Kyu Hyun. Ia benafas seolah ada ribuan ton batu yang menimpanya. “Tidak, kau kuat Hyu Won. Kau kuat tanpaku, aku akan kembali. Dengar aku akan kembali.” Ucapnya penuh penenkanan.

Kugelengkan kepalaku. Aku tidak percaya. “Tidak, kau tidak akan kembali Kyu. Kau tidak akan pernah kembali padaku. Kau selalu terikat dengannya. Kumohon jangan pergi. Kau adalah pria brengsek kalau kau meninggalkanku di hari pertunangan kita.” Ucapku dengan memelas. Biarkan kali ini aku memelas tanpa harga diri untuk dirinya. Aku tak bisa terima semua ini terenggut begitu saja. Tidak setelah semua usahaku bertahun-tahun setia di sisinya.

“Aku akan kembali dan meneruskan pertunangan kita, aku akan menikah denganmu. Hanya denganmu.” Ucapnya seolah ia benar-benat tak marah dengan ucapanku. Siapa yang bisa jamin bahwa benih-benih cinta tak akan tumbuh kembali di antara mereka?

“Jangan pergi, jebal…” pelasku lagi. Suaraku terdengar seperti bisikan. Eun Ji menutup mulutnya dan menatapku dengan iba. Aku tak peduli ia akan mengasihaniku seperti apa lagi.

“Maafkan aku Hyu Won-ah, percayalah. Percayalah padaku.” Ucapnya lagi.

“Kau tak bisa mengabulkan permohonanku? Jangan pergi padanya Kyu,” ucapku lagi. Kali ini aku meraung benar-benar memintanya untuk tidak pergi.

“Kang Hyu Won!” Sentaknya padaku, aku terkejut seperti anak kecil yang sedang dimarahi. Ia benar-benar marah padaku. “Kau tak bisa bersikap egois. Kau harus paham pekerjaanku sebagai dokter. Dia membutuhkan bantuan, kau tahu itu! Hanya itu.” Suara Kyu Hyun terdengar begitu keras, ia membentakku. Aku paham pekerjaanmu sebagai dokter yang tak kupahami adalah caramu menggunakan pekerjaanmu untuk gadis itu.

“Kau yang membutuhkannya,” ucapku dengan isakan. “Kau masih memikirkannya. Kau khawatir padanya.” Ucapku lagi. “Kau masih mencintainya.”

“Tidak! Aku hanya membantunya pulih. Demi Tuhan dia sedang depresi. Aku tidak mencintainya.” Ucap Kyu Hyun dengan tajam.

“Mengapa harus kau?” Tanyaku lagi, kali ini air mata semakin mengalir dengan deras. Aku masih menuntut jawab untuk pertanyaan ini. Ia tahu jawabannya. Ia yang memegang keputusan di sini. Ia tahu mengapa ia harus pergi menemani gadis itu. Aku ingin mendengar alasan sesungguhnya dari dirinya. Tubuhku seperti tidak memiliki energi lagi. Aku tahu Kyu Hyun tak akan kembali dan meneruskan pertunangan ini bila ia pergi ke London bersama gadis itu. Ia tak akan mendengarkan permohonanku. Aku tak tahu ia pergi karena sebuah alasan kemanusiaan atau karena perasaannya. Apakah ia senang akhirnya suami gadis itu meninggal?

“Kenapa Kyu? Kenapa keluarganya harus memilihmu? Kenapa kau harus pergi?” Tanyaku lagi. Ia seharusnya memilihku kalau ia menganggap diriku penting di dalam hidupnya. Fakta bahwa ia meninggalkanku di hari pertunangan kami benar-benar sebuah bukti nyata bahwa ia tak pernah benar-benar melupakan gadis itu. Sampai kapanpun gadis itu akan selalu ada di dalam hatinya.

“Karena… Karena kami begitu dekat dulu, keluarganya tahu diriku dengan sangat baik. Aku menginginkan kesembuhannya. Kami menginginkan kesembuhannya untuk putra semata wayangnya. Dia depresi Hyu Won-ah, dia depresi. Dia sangat membutuhkanku. Kumohon mengertilah.” Air mataku meledak bersamaan dengan emosiku. Perkataannya seolah menunjukan padaku bahwa mereka begitu saling membutuhkan satu sama lain.

Aku juga sangat membutuhkanmu Kyu. Aku benar-benar membenci gadis itu, Kyu Hyun tahu aku membencinya tapi mengapa ia masih saja memperdulikan gadis yang sangat sering menyakiti hatinya? Kyu Hyun adalah pria yang paling bodoh. Sama sepertiku yang selalu terikat dengan Kyu Hyun meskipun ia selalu menyakitiku. Aku adalah gadis paling bodoh di dunia ini.

Aku menarik nafasku dalam, rasa sesak ini semakin tak bisa kutahan lagi. Ia harus bisa memilah perasaanya. Ia tak akan kembali saat ia sudah bersama gadis itu.

“Aku atau dia, Kyu?” Tanyaku. Ini adalah pertanyaan yang sangat kutakutkan. Aku tak pernah berani menanyakan pertanyaan seperti ini padanya. Aku tak bisa menerima kenyataanya bila ia lebih memilih gadis itu. Tapi aku sadar, sudah seharusnya aku tegas untuk hatiku dan hatinya.

“Astaga! Kau tak bisa membuat pilihan seperti itu. Kau tahu dia membutuhkanku, kau atau dia tidak bisa menjadi pilihan saat ini. Aku benar-benar tak mengenalmu sekarang. Mengapa kau benar-benar egois?” Ucapnya seolah tak mengerti dengan diriku. Mengapa aku tak boleh egois sementara kalian bisa? Mengapa kau begitu egois dengan mempermainkan hatiku? Kau bisa meminta dokter lain untuk menggantikanmu bila kau benar-benar mementingkanku, kau akan berlari ke Seoul bila kau memang menginginkanku. Kau tak bisa terus membuatku menunggu seperti gadis bodoh. Kau tak bisa membuatku selalu mencoba memahami dan mengerti tentang dirimu. Sekali saja, bisakah dirimu yang memahami dan mengerti diriku?

“Baik, pergilah Kyu. Kau akan selalu seperti ini. Berlari ke pelukannya meskipun ia menyakitimu. Kau akan selalu memohon padaku untuk memaafkanmu lalu kau mengulangi kesalahan yang sama. Pergilah.” Ucapku tanpa emosi lagi. Aku benar-benar tak mau berharap lagi.

“Hyu Won dengar, dia membutuhkanku, dia me-…”

“Pergilah. Kau tak akan datang kembali ke sini meski aku berlutut memohon padamu. Pergilah, ia lebih membutuhkanmu. Benar. Dia membutuhkanmu. Aku tidak membutuhkanmu.” Ucapku lagi tak memperdulikan kegelisahannya. Aku tahu ia panik mendengar ucapanku.

Kyu Hyun membuat jeda di antara kami. “Aku akan kembali padamu, kita akan bertunangan lalu aku akan menikahimu. Aku mencintaimu. Percayalah.” Suaranya terdengar lelah seolah ia sangat ingin aku percaya pada perkataannya.

“Pergilah.” Ucapku dengan isakan tertahan. Kau tidak akan kembali padaku begitupun diriku padamu Kyu, kita sama-sama tidak akan kembali satu sama lain. Aku lelah harus selalu menjadi tempat persinggahan yang tak berarti. Aku lelah selalu menjadi tempat di mana kau selalu bersedih dan terpuruk. Aku juga ingin menjadikanmu sebagai tempat saat diriku terpuruk, Kyu. Mengapa aku bodoh sekali? Mengapa kau tega sekali?

Kumatikan ponselku dengan cepat. Baru sedetik kumatikan, ponselku kembali berdering. Namanya tertera di layarku.

“Halo…” sapaku datar.

“Apa maksudmu mematikan ponselmu? Kau tak percaya padaku?” Suara Kyu Hyun terdengar penuh amarah.

Aku terdiam lama, kuhentikan isakanku. “Untuk terakhir kali, apa kau akan kembali ke sini sekarang? Aku memohon padamu, Kyu.” Tanyaku lagi, aku masih ingin berharap untuk terakhir kalinya. Tolong kabulkan satu permohonanku, Kyu.

“Hyu Won dengar, ak-…”

“Tidak. Kau yang mendengarkanku.” Ucapku memotongnya. “Aku lelah Kyu, aku hanya selalu menjadi tempat sampah untuk dirimu. Aku lelah setiap kali kau memohon padaku, aku sangat lelah membiarkan hatiku menjadi begitu tidak berharga. Aku hanya tempat istirahat untukmu, setelah itu kau kan berjalan lagi untuk mencapai tujuanmu. Aku tak pernah menjadi tujuan untuk hidupmu. Aku benar-benar lelah. Kita selalu membicarakan ini bertahun-tahun. Sekarang, kalau kau ingin pergi untuk gadis itu. Pergilah. Aku tidak akan menjadi tempat persinggahan atau tempatmu kembali lagi bila ia menyakitimu. Aku tidak akan menyediakan tempat seperti itu lagi. Pergilah kalau itu memang keinginanmu. Aku tidak akan kembali padamu dan kau pun demikian. Kita tidak akan kembali pada satu sama lain bila kau pergi hari ini pada gadis itu.” Ucapku dengan pandangan kosong.

“Jangan mencoba mengatakan kalimat seperti itu. Kau hanya mengancamku. Hyu Won, kau akan mengerti suatu saat nanti. Kau seharusnya bisa mempercayaiku, kau seharusnya bisa paham dengan keputusan yang kuambil. Pada akhirnya kau hanya akan berlari ke arahku. Hanya padaku. Dari dulu kau seperti itu. Aku tidak akan menganggap ucapanmu barusan sebagai suatu keseriusan. Aku tahu kelemahanmu. Kau akan mengerti suatu saat nanti.” Ucapnya dengan dingin seolah ia mencoba menjatuhkanku. Ia berusaha mengikatku. Ia berusaha membuat kalimatku tak berarti apapun. Aku tahu ia ketakutan dengan apa yang kukatakan tapi ia selalu tahu kelemahanku. Kelemahanku adalah dirinya.

“Pergilah. Lakukan apa yang memang menjadi keputusanmu.” Balasku dengan dingin. Aku tak peduli lagi dengan dirinya. Aku melepaskanmu Cho Kyu Hyun. Begitu kau pergi pada gadis itu, kau tak akan pernah kembali lagi padaku.

Kyu Hyun menarik nafasnya dengan kasar, aku bisa mendengarnya. “Aku harus pergi, aku sudah dipanggil. Maafkan aku. Aku mencintaimu. Aku akan kembali.” Suaranya terdengar begitu tenang seolah ia memang menjanjikan hal itu padaku. Seolah semua akan berjalan seperti semula. Seolah aku dan dia bersama lagi setelah ia kembali.

“Selamat tinggal.” Ucapku padanya.

“Sampai jumpa.” Balasnya padaku.

KLIK

Kumatikan ponselku. Aku tak akan percaya lagi padamu, Kyu. Tidak setelah semua yang sudah terjadi. Kau bahkan tak peduli dengan permohonanku padamu. Aku memohon, menangis, lalu memelas tanpa harga diri untuk dirimu tapi kau tak memperdulikanku. Jadi mengapa aku harus mempercayaimu sekali lagi? Seribu permohonanmu kukabulkan lalu hanya satu permohonanku tak bisa kau kabulkan? Sebenarnya kau mencintaiku atau tidak?

Dasar pembohong. Apa yang kau katakan semalam benar-benar hanya bualan, bukan? Kau bilang tanpa menunggu hari ini pun kau tak akan meninggalkanku tapi hanya dalam sekejap, kau  pergi meninggalkanku. Setelah semalam, gadis itu membawamu pergi dari dirku. Semuanya hilang begitu saja.

“Hyu Won?” Eun Ji memanggilku dengan serak. Aku tahu dia menangis.

Ponselku terlepas dari genggamanku begitu saja, air mata mengalir dengan deras. Dia pergi. Pergi ke pelukan gadis itu. Kali ini aku tak akan berlari ke pelukanmu seperti dulu. Tidak akan lagi. Cukup sudah. Apa yang Eun Ji katakan memang benar. Kesabaranku bisa berujung pada sebuah kebahagiaan atau pada sebuah… kesedihan.

“Hyu Won-ah, ada apa?” Kudengar suara Eomma begitu khawatir. Ia berjalan ke arahku dan Eun Ji berdiri.

“Hyu Won-ah…” isak Eun Ji. Ia memelukku dengan erat. Aku menjadikannya tumpuanku sekarang. Kakiku benar-benar sangat lemas.

“Eun Ji…” isakku tak mampu berkata-kata lagi. Aku melepaskannya… aku melepaskannya Eun Ji-ya. Aku melepaskan Cho Kyu Hyun seperti apa yang kau inginkan.

“Hyu Won kenapa, Eun Ji-ya?” Tanya Eomma semakin panik.

Kutatap Eun Ji lalu beralih pada Eomma. “Dia tidak akan datang. Kyu Hyun tidak akan datang, Eomma. Pertunangan ini batal.” Ucapku dengan pandangan nanar ke depan. Tubuhku seolah tidak bertulang. Begitu lemas hingga aku tak bisa menopang diriku lagi. Pandanganku semakin kabur.

“HYU WON-AH!”

TBC

Gimanaaaa? Pasaran? Sinetron? Drama banget? Ampyunnn, lagi suka bikin FF nyesek. Komentarnya coba, pingin tahu apa komentar kalian. Gimana Feelnya? Maksa gak ceritanya atau kurang apa gitu? Kalo ada kesalahan penulisan kasih tau hhee. Pokoknya aku cuma nulis apa yang ada di kepala, aku juga masih belajar haha. Mau bagi-bagi cerita di kepala aja sih. Ini ide udah dari dulu-dulu tapi baru bisa sekarang dikerjainnya. Semoga FF ini gak mengecewakan! Aamiin.

Makasih buat yang udah main ke twitter, ke blog, baca FF di sini, follow blog, komen di FF, siders juga. Pokoknya makasih buat semuanya! I love you all ♥

Advertisements

333 thoughts on “FF: Trilogy In Time (After Midnight)

  1. thor demi apa ini nyesek banget ceritanya astaga dari dulu tuh pengen banget nemu ff kaya gini tapi sekarang author buat ㅠ.ㅠ lanjutin lanjutin thor itu masih tbc kan?berarti akan berlanjut kan thor

    • Iyaa sama pas baca juga kok aku lebay ya wkwk tapi biarin ah aku suka bikin ff beginian. Dari dulu juga ff ini udh jadi di kepala cuma gak punya waktu aja. Iya kalo gak ada halangan dilanjutin kok. Makasih udah bacaaa 🙂

  2. Ahh sumpah nyesek banget… arrrgg kyu..rasanya aku mo gigit si kyuhyun skrg jg ..!! Egois bangt.. kan kasian hyu won nya… ditunggu sequel nya thor.. cpet ya ^^ .. smoga happy end^^

  3. sumpah,
    sedih bgt thor,
    w aja smpe ikut nangis,
    kyu,, jahat bgt dy,,
    demi mantan dy rela ninggalin hyuwon d hari tnangan mrk,,
    thor, plis jngn biarin hyu won blik ma kyu,,
    w kgak ikhlas,, tolong dngerin prmintaan w thor..
    Klo bsa, bkin kyu nyesel senyesel nyesel nya..
    Biarin dah hyu ma namja lain, ma top, kris, lee minho, atw donghae pun gak papa thor..
    Nice story thor,,
    next part ny d tnggu..

    • Whoaa tumben Shellychibi eonnie komennya panjang hahahaa. Aku baca komennya pelan-pelan nih. Jangan ikutan nangis eon, cuma FF. Pas ngetik gak pake emosian kan ya? Ini bacanya ikut kebawa emosi sama Kyu Hyun wkwk. Permintaan ditampung! Kita liat di Chap selanjutnya, makasihh udah baca eon 🙂

  4. Aaiiisshhh sumveehh.. Miavah… Kesel banged ma Kyuhyun…
    Thoor bkin Kyuhyun nyesel-senyeselnya donk cus dach ninggalin hyu Won/ bkin cast namja bru ajha… Buad mnas2in Kyuhyun, v end Kyu hrus sma Hyu Won ya..

  5. Matiiiii,, ceritanya bener2 sedih..
    Sumpah nangis bacanya,, nangis looohh ini (T_T)

    Merinding bgt baca percakapan mereka yg terakhir..
    Sumpaaahhh,, ceritanya bener bener jeongmal daebak *saking gregetannya

    Itu si kyuhyun kayak gk punya hati bener,, kasihan bgt hyuwon..
    Dan bener2 berharap kl hyuwon bakalan ngelupain si kyuhyun *apa dibuat amnesia aja???
    Terlalu sakiiiitttttt (TT_TT)
    Ini reader yg lagi berapi2 *maafkhan laahh

    Tapi sumpah ceritanya kereeeennn bangetttttt..
    Oh, baru sadar,, disini gak ada kyuhyun pov ya??

  6. Bikin mewek, jadi ngebayangin gimana besok saat kyuhyun kembali, tapi hyuwon sudah punya pasangan walaupun hanya sebatas kekasih. Dan wajib happy ending:D

  7. Ampun deh cerita y super duper keren, nyesek..;-(
    kyu jahat bnget, tp aq jg ngerasain sih gimana rasa y gk bisa ngelupain masa lalu cuma beda y aq gk kyak kyu yg bisa melampiaskan sma orang lain.
    Aq jg ngerasain gimana kita mencintai org lain yg berulang kali nyakitin kita kyak hyu won ( lha malah curhat, he’ maaf)

    inti y cerita y bkin galau dan penasaran, antara sad atau happy end.. Moga cerita y cpet d lanjut y eon, please penasaran bnget 😀

    • Maafin kalo nyesek, sinetron banget akunya hohoho. Kyu gak ngelampiasin, dia berusaha juga tapi emang susah banget move on dari Jung An. Move on emang susahh banget ya kayaknya. Nah sakit banget kayaknya cinta sama yang sering nyakitin tapi emang susah buat pindah ke yang lain. Gak apa-apa curhat jugaa, nanti buka page curhat *becanda. Maafin kalo ceritanya bikin flashback masa lalu *huhu*

      Syukur deh kalo ceritanya bikin penasaran, aku mau main-main dulu sama perasaan cast hahahaha *ketawasetan* Semoga aku gak males lanjutin hheee. Makasih udah baca 🙂

  8. Benar benar menyedihkan.
    Dapet banget feelnya. Ikutan nangis aku kak bacanya. Hikseu~ 😥

    Serius ini nyesek banget aku bacanya.
    Ampuuun, paling suka dah sama cerita yang sedih-sedih enggak tau kenapa hahahaha

    Next di tunggu lagi kelanjutannya~ ya kak.
    🙂

    • Aaaah jangan nangis, cuma FF. Tapi emang sedih sih pas baca ulang lagi, otak sinetron aku lagi cerah hahaha. Tarik nafas biar gak sesek! Aku juga suka cerita kayak beginian, kita sehati wkwk. Makasihh udah bacaa :’)

  9. Sunfeh thor nyesek bngt…np ff ny dianjuttt paliiiii!!!pkoknya bikin kyu yg bodoh itu menyesal lbih mnyesl saat dy tau klo jungah maunikah pkokyaharus bkin kyu menyesallllll!!!!!

  10. Akk reader baru nin iktn comnt…
    Kyu jhat bgt ya akk kra dy udh sadar…
    Ehh nyta engk…
    Btuh sequel ni bwt kyu mnyesal gt…

  11. Nyesek banget.. kyu sama kyu won tuh sama2 buta sama cinta.. tapi kalo udah cinta itu emang bikin buta..

    aku berharap di next part nya kyu won konsisten sama keputusannya..ditunggu banget next partnya 🙂

  12. aduh..hyuwon setia banget ma kyuhyun,udah sering pth hati,sakit hati msh ja ma kyuhyun.dan knp kyuhyun itu kejam banget sadar gk sih dia tuh selalu nyakitin hyun won!!!udah gk usah balikan/tungguin dri pd mkn hati melulu….cr yg lain ja hihihihi….^_^

  13. bagus!!!tinggal ja si kyuhyun itu udah sering nyakitin hati!!!knp dia selalu mementingkan mantannya ketimbang kekasihan ahkkk…pingin hajar ja!!!!

  14. FF nya nyesekkk bngtt chingu bagus ga ky sinetron koq, ga lebay juga..tipe ff yg aku sk tuhh cryanya ky bgni..hohoo
    pas udah slsai baca td, tiba2 ja radio yg lg aq dngerin muterin lagunya Kyu. biasanya aq sneng dengernya, tp ini malah pengen cekek lehernya Kyu saking ksel dan emosinya..ahhhh Kyu nyebelin..
    bkin Kyu nyesel, Hyuwon jng blik lg ma kyu. ksih cast namja lain ja Chingu..
    klo bs Eunhyuk jaa..pembalasan dia ga dptin Hyuwon di Alter Love..hahaha
    mian komentku kepanjangan, curhat pula lg..
    ah pkoknya bkin yg terbaik ja bwt mrka trs next partnya berharap bs cpt^^

    • Iya nih hobi aku banget bikin yg nyesek-nyesek wkwk. Syukur dehh kalo hak sinetron haha.
      Wahh kok langsung benci sihhh? Jangan dongg, jadi ngerasa bersalah gini. Ini cuma FF hahaha.

      Wahh Eunhyuk banyak yg belain, nanti kita lihat di part selanjutnya gimana. Aku suka komen yg panjang kok, curhat juga boleh *plak.

      Makasih udah bacaa 😀

  15. Tenang Hyu won..msh byk pria lain diluar sana.. Bkn hanya Cho Kyuhyun, Msh ada Lee Donghae yg manis kok..#wew? Akakakakak..
    Lanjutannya jgn lama2 donk.. Spy aku ga gelisah sana sini..hahahaa..

    • Iya tenang masih ada yang ganteng tapi Kyu selalu yang paling ganteng wakakak. Mau bikin kakak gelisah ah terus nangis nungguin lanjutannya, becanda deng. Aku usahain cepet, senin udah kuliah lagi nih masalahnya hoho. Makasih udah baca :’)

  16. Gosh…. what should i say? I really really like it!!!!
    Asli.. ini terlalu nyesek dan sgt kebetulan sy suka ff yg kyk gini ><♡
    Dan ini sm sekali bkn sinetron yg pasaran ataupun drama pokoknya ini daebak!
    lanjutnya jgn terlalu lama ya ditunggu loh ;D

  17. Eonni…..
    Paling pandai buat orang nangis
    huhuhu
    sedih sekali eonni
    keren…. Seru…. Feel dapat banget…
    Semangat eonni. Di tunggu lanjutannya………….
    Jangan lama-lama eonni

  18. Ini nyeseeeek banget banget banget oh my god astagaaa kasian banget pokonya di part selanjutnya kyuhyun hatus tau rasa harus dapet balesanny gemes banget sama tingkahnya pembuual luar biasaaaaaaaa tuhaaaaan tolong sadarkan hambamu yang satu itu aaaaaaaaaaaaaa sumapah greget bacanya dapet banget feelnya… oke dan makin penasaran sama part selanjutnya di tunggu 🙂

    • Iya aduhh gak tau akunya lagi lebay huhu, iya nanti kita liat di part selanjutnya gimana nasib mereka.

      Hahaha ngakak banget ini baca komenannya wkwkw, kesel banget kayaknya. Just fiction hohoho. Ampyunin aku kalo bikin Kyu jadi jahat 😦

      Makasih udah bacaa 🙂

  19. Ya… oenie Kenapa besambung nyesek banget baca sampai lily pun menangis,onie memang bisa buat orang menangis dgn baca ff oenie tapi masalah nya knp bersambung,yg nangis pun jadi bersambung oenie.
    oenie ff nya jangan lama ya di post soal nya lily mau nyambungi lagi mewek nya,oenie ff mu deabak sad nya.

  20. OH MY GOD,….
    daebak banget,kata2nya menyentuh hati menusuk kalbu #lebay
    ok eon aku berharap eonni bisa ngelanjutin ff yang daebak ini
    see you eon,love you, fighting

  21. ini bner2 nyesek thor… aku pengen nangus 😥
    kyu bner2 bego!! bkin kyu nyesel tapi tetep sama hyu won ya hehe . di tunggu kelanjutannya . jan lama2 ya hehe seru keren ceritanya.
    pengunjung baru. salam kenal 🙂

  22. ooh ,,, eonnie ,,
    DAEBAK !!! aku sampe nangis bacanya , kyuhyunnya sadis banget sih .
    gak ngertiin perasaannya hyuwon 😥
    aah ,, aku jadi pernasaran sama kelanjutan hubungan mereka berdua !!

  23. DEMI SUSU STRAWBERRY HYUK JAE AKU BENER-BENER EMPET SAMA KELAKUAN NYA KYUHYUN -_-
    Jadi sebeber nya Kyu itu bener-bener cinta sama Hyu Won apa cuma jadiin Hyu Won sebagai tempat pelarian nya doang? Akh~ Asem nih Si Cho Kyu! -_-
    Dari awal baca udah nyesek uniie TT jdi ikut ngerasain gimana menderita
    nya Hyu Won…. apa lagi pas mau tunangan di tinggalin pula cuma buat Nolongin Jung An. ;;;;;; sampe bikin Hyu won mohon mohon TT
    Next part nnti aku berharap nya Gantian kyuhyun yg di buat menderita…. jdi empet sm kyuhyun >< unnie hrus tanggung jawab/? *nah lo*

    • Aduhhhhhh kaget baca tulisan capslock eh eh isinya minuman favorit Eunhyuk.
      Ampunn, eike lagi lebay pas bikin FF ini. Dari dulu sihh emang udah lebay kalo bikin yang nyesek-nyesek, asli dahh ini komen bikin takut wakakak.
      Ya, kita liat di next chap yang tinggal satu scene lagi di word tapi kepentok jadwal kuliah dan males ngedit. Aku bakal tanggung jawab kok wkwkw.

      Makasihh udah baca ff ini 🙂

  24. arrrrggghhhhhh…..
    Gila ini ff stright paling nyeseeeekkkk,
    Si kyuhyun kamvreto masa-,- gak punya hati
    Ya alloh nyesek2 senyeseknya,
    Rasanya pen ta pites itu si kyunya, jahat bener sama si hyuwon, udah si hyu won nya lupain si kyupil, bikin cast namja lagi thor, biar si kyu nyesel ninggalin hyu won,
    Eh kira2 si kyu bakal balik lagi enggak yaa,
    Pen liat si kyu menderita donk unni, kesian kan masa hyuwon terus yang menderita,
    next chap selalu di tunggu^^ apdet kilat ya unni 🙂

    • Whoaa! Calm down hahaha, emosi gitu komennnya haha. Iya nih Kyu dibikin nyebelin sama aku di sini, maafin ya. Biasa lagi sinetron otaknya.
      Balik lagi gak ya? Liat aja nanti di chap selanjutnya, otak aku masih lebay atau gak wkwk. Btw makasih udah mampir+baca FF di blog 🙂

  25. Aduh gilak.ff ini membunuh perla tapi ini style gue banget!! ㅋㅋ
    angstnya puooooollll !! Yg kedua gimana nih?ditunggu ya 🙂

  26. Daebakk.. Gak tau mau ngomong apa lagi.. Ni ff bner2 bikin nyesekk.. Dpt bgt feel nyaa,, ditunggu next part nyaa..

  27. anyeong.
    astaga feelnya dapet banget , jujur nangis aku baca ni ff, bener seperti bisa merasakan apa yang di rasaka hyu won , daebak ,ya ampun jadi benci kyuhyun,haha

    @_@ fighting

    • Pada bilang nangis jadi ngerasa dosa ke Kyu wkwk, biarin lahh dia juga sering bikin sparkyu nangis. Tapi beneran deh jangan nangis, cuma FF doang. Dannnn… jangan benci Kyu! Dia makhluk ganteng di muka bumi ini haha.

  28. SAENGIIIEEEEEW
    WHY ANGST WHY.?????
    ARGGGHHHHH STRES GUE KALO BCA GENRE KAYAK GINI BAWAAN NANGIS MULUK
    TANGGUNG JAWAB~ SEQUEL PLISSS =p

    xx

    • Whoaaa capslock-nya keinjek shindong oppa eon? Kaget ih liat komennya 😦
      Why angst? Hahah kita suka yg angst-nyesek-sinetron gituhh eon wkwk. Masih ada kelanjutannya kok eon, kan trilogy. Tunggu sajahhh.

  29. OMG!!!! KYU GILA PARAH -_-
    masa demi masa lalunya dia ninggalin hyu won?!
    ini nyesek beneran deh eonnn. kasian hyu won aku bener2 sampe sedih bacanya:( jahat banget kyu 😦
    eon aku kira ini oneshoot syukur bukan ya hahahaha klo oneshoot gila sendiri akunya suka banget ceritanya iniii. jangan lama2 ya thor update next chapternya *plak* xD

  30. Ah jam 1 malem liat2 blog eonni. ktemu ini ff. pas baca aku nangis tau 😥 T.T apa boa ih eon udh bkin mewek. pokoknya hrus cpet di lanjut :’v

  31. Keren eon!!! Air mata ngucur terus inii hiks:”( part 2 ditunggu yaa ohya kalo bisa si hyuwon gausah sama kyu ending nyaaa biar mposs si kyu hehehe

  32. eonni keren banget ffnya,
    part selanjutnya jangan lama2, penasaran banget kyu jahat bacanya ampe hampir nangis kyu pasti akan menyesal udah ninggalin hyu won 😦

  33. sumpah demi ketampanan kyuhyun.ff ini nguras emosiku..
    bener2 bagus bgt.aku tunggu klanjutan’a thor..!
    buat kyuhyun merasakan penderitaan yg hyu won rasakan…!!!
    author hwaiting 😀

  34. Ihhh sumpah gereget akuuu kkkkk perkenalan dulu kali yahhhh :)))))annyeong , eonni aku readers baru, tau blogmu dr temenku dan dia nyaranin ff ini. Sebetulnya aku paling anti baca ff genre gini T.T tapiii tdi pas diawal udh bikin aku gregetan ehhh akhirnya smpe akhirrr , cptnnn update lg yah eonni 😀 udh gak sbr pgn lempar si kyunyuk ke atlantik wkwk

  35. aduhh demi apa ini ff something banget.. nyeseknnya bener-bener..
    mao nangis ngga bisa..
    jadi gregetan sendiri liat kelakuan hyuwon..

    thoor pokoknya ini ff daebak..
    next. ya cepet yah thor.. di tunggu banget soalnya

  36. Aahhhh good job author good job! Sukses bikin readers nyesek, nangis, ikutan kesel!!! Ya ampun kyu jahat bgt disini u.u emg sih bakalan bingung jg kalo ada d posisi kyu. Sementara yg disana sekarat yg disini jg dlm keadaan genting T_T
    Untung lah masih TBC soalnya kalo End gantung bgt 😦 pokoknya i’ll wait for this continued thor!
    Ayolah eon jgn lama2 lanjutnya, aku readers setia eon nih!
    Semangat fighting!!^^

    • Kyu susah move on banget ceritanya. Ini trilogy jadi masih ada dua story lagi, tenanggg aja wkwk. Tahan keselnya. Tugas kuliahh banyak banget asli. Susah nyari waktu buat ngedit hhehe. Makasihh udah bacaa 🙂

  37. ff nya bagus ga sinoteon ah,.. jauh..haha tapi Nyeseek 😥 di bagian akhir ngerasa kyuhyun emang bener2 ga bakalan kembali kemasa lalu nya tp ga tau juga kamu buat seperti apa next nya, tp kalo emang kyuhyun kembali ke jung An, itu ga ada harapan lagi buat bersama ma Hyu Won, aku sih bakalan frustasi, nangis kejerr, ga mau makan pkoknya stresss *kaya kyu mau aja ma aku :*
    oya salam kenal, aku lg nyari ff yg nyesek2 😀 seneng banget ngeliat si OC menderita tp ga suka sad ending hehehe pas banget ketemu ff kamu..

    • Iya emang nyesek+sedihh. Tunggu aja di next part-nya. Hahaha jangan stress dong, kan cuma FF. Salam kenal juga, wahh beruntungnya ff ini yang ketemunya wkwk. Makasihh udah bacaa 🙂

  38. Tarik napas dulu..
    Huu,,
    suka bgd ma ceritanya, wlw sinetron tpii seneng cerita kayak gini.
    Nyesek2 nyes gitu, kkk
    kyu bebal bgd ya, nggak peka2..
    Mau dijitak rasanya..

  39. ASDFGHJKLOTYEDEFYJGGHFXSGFAZGR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    UGHHHHH gondok banget sama kyu,,
    sumpah ya,, tega banget di ninggalin hyu won di hari pertunangan mereka…

    pokoknya buat Kyu nyesel se-nyeselnya udah buat keputusan ninggalin Hyu Won demi Jung An,,
    trus buat Hyu Won bahagia karna dah ngelepasin Kyu,, buat Hyu Won punya pacar, tunangan atau suami aja sekalian,,,!!!!!!

  40. mana kyuhyun? mana? biar aku getok kepalanya. serius, dia bener bener tega dan nggak peka.
    bukan cuma hyuwon, aku juga dibikin nangis. hyuwon, jangan mau balik ke kyuhyun. jangan pernah sampe dia ngerasain apa yg kamu rasain.
    sesek banget yaampun. feelnya daebak

  41. mana kyuhyun? mana? biar aku getok kepalanya. serius, dia bener bener tega dan nggak peka.
    bukan cuma hyuwon, aku juga dibikin nangis. hyuwon, jangan mau balik ke kyuhyun. jangan pernah, sampe dia ngerasain apa yg kamu rasain.
    sesek banget yaampun. feelnya daebak

  42. Author! Demi apapun ini nyesek banget! Serius nangis loh ini pas bacanya. Kenapa harus ada jung an dan kenapa siwonnya harus mati ?
    Kyuhyun itu egois. Dia gamau ninggalin jung an tapi gamau ditinggal hyuwon! Sumpah kereeeeen!!!!

    • Iya nyesek banget pas aku baca ulang juga haha. Kenapa harus ada Jung An sama Siwon mati supaya ceritanya makin rameee wkwk. Nahhh, aku suka nih sama komenannya. Kyu emang egois, gak mau ninggalin dua-duanya. Makasihh udah bacaa 🙂

  43. Bacanya sampe sedia tissue. Rasanya pengen banget jitakin kyu. Bukan jung ahn nya tp kyunya yg plin plan banget.. Huaaa. Cinta hyu won tegar banget yah… Duanjempol klo di dunia ini asli ada org sesabar dia…. Huaaa

  44. nyesek bangeeeeeeet
    keren bangeeeeeeeet
    kenapa kyuhyun PHP mampus siiiiiih…
    kesel bgt jadinya,,plin plan gitu..
    padahal aku yakin dia cintanya sama hyu won deh
    keren banget deh author..
    udah lama juga gak baca story yg senyesek inih..
    THUMBS UP!

  45. annyeong saeng q reader baru,,salam kenal:)

    jujur paling ga suka baca ff genre kayak gini, pasti bikin emosi bgt tp buat ff km pengecualian nii hehe

    pas baca dari awal uda, bikin jengkel bgt, ya ampun hyu won bener2 kuat bgt jadi cewek,
    pas ditengah uda emosi tingkat dewa dewi ..??? pokoknya,sekali lagi salut bgt ama hyu won, tapi juga sebel sebagai cewek harusnya g kyak gitu jg yah,,,,
    pas uda di akhir,,,heeemmmmmffft uda pengen bunuh orang niiii….aaaaaa pokok nya kyu br*ngs*k bgt, yyy ampun q sampe bisa ngrasain perasaan hyuwon disini sampe q mewek??? semoga kyu dpt balesan niiihh,,, hyuwon hrs dpt cow lain jgan sampe balik ma kyu,,,,,huft

    • Annyeong eonnie! Selamat datang di blog, salam kenal juga. Wahhh terharu ff ini pengecualian wkwk. Ya Hyu Won cinta jadi dia bertahan terus walaupun kyu jahat sama dia. Tapi di akhir aku bikin kesabaran dia habis, semua punya batas sabar. Syukur kalo bisa ngerasain perasaan Hyu Won, berarti nyampe maksud aku hhee. Makasih udah main ke blog eon 🙂

  46. hai salam kenal. Aku reader baru disini.
    Suka bgt sm ffnya, nyeseknya minta ampun. Semoga kyuhyun dpt karma atas skpnya.

  47. nggx tega baca dr awalnya bacanya
    tp bahasa yang digunakan bagus dan enak untuk dibaca
    kisahnya yang bener2 sad and angst
    hyu won disini benar2 jd tokoh yg berjuang sendiri dan cinta yg disia2 kan
    sedangkan kyuhyun dapat karakter egoisnya dia
    dan feelnya dapat

    • Takut nyesek ya? Syukur kalo bahasanya bagus, masih harus belajar lagi hehe. Iya di part ini full dari Hyu Won jadi kita tahu gimana isi hati dia. Makasih udah bacaaa 🙂

  48. omg, knp kyuhyun jadi karakter yg egois, jahat, gak punya hati dan nganggep org yg mencintainya sekarang sampah..
    nyesek bangettt.. serius nyesekkk bangettt

  49. Ya ampun Kyu hatinya mana? Udh gak ada ya?? Lu itu maunya apa sih?? Sungguh terlalu.
    Kasian Hyu Won nya…
    Pokoke ntar kyu nya disiksa aja thor ampe bedarah_bdrah juga gak papa .

  50. asemm bikin mewek ff ini -_- Hyu Won malang sekali nasibmu, Kyuhyun jahat ih hari tunangan malah ditinggal, bodo! kenapa Kyuhyun suka inget2 mantannya padahal udah janda XD keep writing 🙂

  51. Huuu, sediiih banget. Nusuk banget ceritanya. Tapi kereeen! Ada lanjutannya gak chingu ?penasaran, kalo ada kasih tau ya ke aku chingu!

    • Nusukkk? Emang belati wkwk. Ada kelanjutan kok, ini kan Trilogy jadi ada dua story lagi dan cerita ini udah tamat kok. Cari di library deh, Trilogy In Time. Abis After midnight ada before sunset dan My Sunrise 🙂

  52. aish sbel gw sama cho kyuhyun
    apa susah.a blg ke keluarga.a jung an klo dy acara penting gak bisa ditinggal, gila aja udah mau tunangan mlah btal ggra cwe absurd itu
    Heol~ gw jadi hyu won udah gw tinggalin kyuhyun.. itu baru tunangan yg btal, gmna klo mreka nikah trus tba2 batal -_-

    daebakk keren eonni
    next ah

  53. Nyeseknya nusuk banget..
    Kyuhyun aku gak taunya maumu seperti apa..
    Tapi dari sikapmu memang gak ada yg bisa dipercaya..
    Aku ajja yg baca ragu banget gimnaa dengan hyu won yg udah kamu lukain sebegitu dalamnya..
    Kamu pergi dihari pertunagan kalian hanya untuk wanita itu??
    OMG aku gak habis pikir..

    • Tarik nafas biar gak sesek hehe. Ini udah tamat kok, udah sampe ending. Yang kedua itu Before sunrise lalu My Sunrise yg terakhir. Cek library aja biar gampang nemu link-nya. Salam kenal juga 🙂

  54. si kyu breng***
    astaga, moga di part yg ke2 dpt blsn yg setimpal.
    maaf saeng, astaga q msh terbw suasana hatiny hyu won, klu q lnjitin nulis komen, ntar yg ada malah isinya sumpah serapa bwt kyuhyun.

  55. Jung An , Jung An dan Jung An. Omg.. gue aja lelah banget apalagi Hyuwon.. bukan hanya lelah, tapi muak sampek mau muntah..
    Pakek acara kecelakaan segala lagi. Meninggal pula lagi. Suami gue.. *lirikwon*… makin susahlah kyu lepas dari tuh janda baru.
    Pertunangannya batal sudah.. dan Hyuwon eonnie.m udahlah gk usah ngarep kyu lagi. Lupain dia. Hidup bahagia ma namja yg baru. Cari yg lebih baik.. orang baik pasti akan dapet orang yg baik pula..
    Benci aja tuh kyupil. Dasar kyupret ppabo!!!

  56. Demi apaa part ini udah bikin aku cengeng banget. nggak tau kerasa aja gimana perasaan hyu won, gimana seenak nya kyuhyun bilang kayak gitu, gimana kyuhyun balik dan minta kesabaran hyu won sementara hyu won udah capek sama semuanya… Aku nangis 😥

  57. annyeong perkenalkan aku reader baru di sini..
    aku ska bnget bget semua ff d blog ini apalagi genre y sad, feel y tuh kena bnget..hua aku nangis bca ff ini kyu y g peka bnget, sbel sma kyuhyun dia kok tega bnget..dan msih bngung sma prasaan y kyuhyun dia tuh g tegas..kasian sma hyewon y :-(..

  58. annyeong perkenalkan aku reader baru di sini..
    aku ska bnget bget semua ff d blog ini apalagi genre y sad, feel y tuh kena bnget..hua aku nangis bca ff ini kyu y g peka bnget, sbel sma kyuhyun dia kok tega bnget..dan msih bngung sma prasaan y kyuhyun dia tuh g tegas..kasian sma hyewon y :-(..ijin bca klnjutan y thor

  59. annyeong perkenalkan aku reader baru di sini, nuri imida slam knal y thor..
    aku ska bnget bget semua ff d blog ini apalagi genre y sad, feel y tuh kena bnget..hua aku nangis bca ff ini kyu y g peka bnget, sbel sma kyuhyun dia kok tega bnget..dan msih bngung sma prasaan y kyuhyun dia tuh g tegas..kasian sma hyewon y :-(..ijin bca klnjutan y thor

  60. Yaampun author yatuhan demi apa ini nyeseekkkkkkkk ! Ini menyakitkan !! ChoKyu kauuuuuuuuuuuuu !! Jahat bgt ! Please author bikin Kyu nyesel se nyesel mungkin !! Hohooo ..

  61. Omo ini knp nyesekin gni crtany. Q jd kesel ndri bc ny. Aigo ksian bgt hyu won. Dy pzt kecwa bgt am kyu. Kyu kok tega bgt sih ngrusak momen bhagia yg udh dtgu2 am hyuwon. Pdhl tgl slangkah lg. Tp smua rusak gr2 kyu lebih mentingin jung an. Kurang sabar gmn cb si hyuwon. Sbnrny kyu cnta g sih am hyuwon. Q kok jd pengen jambak rmbt ny kyu y o.O

  62. Nyesek bgt bc ff ini..sumpah feelnya dpat, sakit bgt memang rasax klo kita udah cinta bgt trs gak prnah d anggap, pdhl kita selalu memberi maaf ketika dia menyakitiki kita, sakit bgt rasax klo gak d anggap..daebak thor nim ff, aku sukaaaaa….neomu johaeee :’) terus brkaryaa yaaa 🙂

  63. sumpah nyesek banget eonni ini critanya,, sebesar itukh cinta hyu won ke kyuhyunn, “ada cinta adapula luka”konfliknya keliatannya berat ini mah,,

  64. Halo slm kenal ini kunjngn.pertama ke sini. Dn ff ini asli bkn.emosi tingkat dewa, aoa maunya kyu, sbnrnya, ikelah dmei profesi, tp tiap tndknya hyowon hnya jd tmot pelarian, she just second choice, miris bngt jd wanita itu. . . Smoga kyu bs lht htnya

  65. ish nyesek banget 😦
    btw part siwon ngenes bgt tumben visual dpt peran kyak gitu
    haduh saking nyeseknya pengen aku cekik leher nya kyukyu

  66. Ya ampunn suka bgt sm cerita ff ini,,berasa flashback wkwk#curcol..
    Aku ngerti banget perasaan hyuwon&semoga hyuwon tdk semudah itu menerima kyuhyun kembali..
    Ayo hyuwon semangat \o/ tunjukan pd kyuhyun bahwa dia bukan segalanya untukmu*emosimodeon

  67. Sumpah ka ini nyesek bangetttt ,,
    Kyuhyunnnnnnnnnnn menyebalkan.
    Tapi ada apa dngan mantap kekasih kyuhyun itu sebenernya ??

  68. kyuhyun kau sungguh tak berperasaan,. kenapa harus kau yan jadi penolong jung an??,. thor aku ikut nangis ketika kyu membatalkan pertunangannya dengan hyu woon,. 😥
    kasihan hyu woon,. 😥

  69. Nie ff sedih bngt.. Sampe nyesek sya bacanya.. Aduh si kyuhyun labil bngt.. Kasian hyu won.a.. Ah hyu won mending cari yg laen aja lah.. Hehe salam kenal chingu ary imnida 95′ line

  70. Nie ff sedih bngt.. nyesek sya bacanya.. Aduh si kyuhyun labil bngt.. Kasian hyu won.a.. Ah hyu won mending cari yg laen aja lah daripada sakit hati mulu.. Hehe salam kenal chingu ary imnida 95′ line

  71. Nie ff sedih bngt.. nyesek sya bacanya.. Aduh si kyuhyun labil bngt.. Kasian hyu won.a.. Ah hyu won mending cari yg laen aja lah.. Dri pd makan ati mlu

  72. Ouemjiiii…… kyuhyun sialan banget disini!!! Bagus hyuwon akhirnya bisa bersikap tegas begitu. Keseringan mudah dimaafin ama hyuwon jadi ngelunjak gitu~

  73. ampyyuuunnn dua2 nya gak bisa melepaskan penderitaan
    untung hyu won sadar, biarin aja kyu hyun bergaul dg penderitaannya lebih lama,, hyu won udah bebas
    ya ampuunnn q ngerasa jd eun ji.. ikutan nangis 😥

  74. halo^^
    baru dateng kesini gara2 rekomendasi dari blog sebelah..
    feel nya bagus kesara nyesek nya..
    tpi emang kadang ada spasinya yg kurang jadi kerasa panjang banget percakapannya ..
    thankyou😀

  75. Gue nangis baca ini ff demi apa. T.T
    Feelnya dapet banget ohmygadddd :””””
    Kyuhyun brengsek keparat sialan!!!!!!!!!! Benci gue sama kyuhyun. Kecewa gue sama lu kyuuh. :’3 /plok
    Kyuhyun nganggep enteng hyuwon. Hyuwon terlalu sabar sampek kata maaf dr kyu itu bukan hal istimewa lagi. :”””
    Awas aju itu kyuhyun!!! Abes ini tau rasa lu d tinggal hyu won brneram!!!
    Btw gue lupa thor cara ngapus tanda seru yg kebanyakan itu/? Thor. Sorry. Kebawa empsi sama kyuhyun. :3
    Gue reader baru. Dapet rekomendasi ini ff dr blog sebelsh. Emang bener ini ff bagus banget top._.b

    • Wahhh bahaya nihh, Si Kyu dibenci banget. Please dia cuma korban di ff akuu hehe. Makasihh buat siapa pun yg udah rekomendasiin ff ini, and welcome to my blog hoho 🙂

  76. Dasar luu kyuhyun kamvrett.. Luu bner” jahat bingo ama hyuwon.. Hmm smoga luu nyesel udh perlakuindgn buruk si hyuwon…

  77. Hyu won keputusanmu tepat…
    Walaulun kau skit setidaknya kau tak akan skit lg oleh kyuhyun…

    Kyuhyun kau tak kasian sma hyu won..
    Omg kau laki” yg sngat jhat…

  78. kyuu koqq tegaa bangett sii…
    kaloo dy cintaa am hyuwon ya jangan am jungah
    udaa tw mw tunangan,,.
    hihh ngeselinnn

  79. yaa ampunnn ya anpunn nangis darah nih saya.. ada aja ya cowo yg kaya s brengsek kyuhyun.. euhhh enekkkk kejam demi apa>_<
    kerenn binggow bisa bkin readers canpur aduk^^

  80. hallo salam kenal
    reader baru disini…
    baca recommended ff n nyampek sini deh 🙂
    n ternyata emang bagus banget ffnya
    kok ada cewek hyuwon yang masih bertahan padahal kyu udah jahat banget

  81. Benar2 nyesekk..ga terasa air mata bercucuran seiring kata2 berlanjut..kyu jahat(ditabok sm fans kyu)benar2 jahatt..

    Ini ff keren abizz..feelnya dpet,benar2 dapet..
    Thanks udah bkn aku mewek..
    Fighting thor.

  82. Asli nyesek banget nih FF.
    Chapter 1 udah bikin emosi aku tumpah. Aku pengen liat Kyu jera, menyesal sejadi2nya udah ninggalin Hyu Won. Dasar kyupil kamvreet!

    Yaudaaah, cap cus aku mau baca next chap nya thor, hehe 😀

  83. huaaa..”mewek” malem2 si kyu bener2 pria PHP , aku setuju tinggalkan dia…keptusannya udah bener..ugh.. pengen liat si kyu ngerakak minta baik..-_- #aku typo thor maaf..tolong dihapus komenanku yang sebelumnya ..ga nyaman banget ..hihihi..maaf ya..

  84. Feelnya dapet bngt malah sampe nangis gini…. Gk nyangka kyu plin plan bngt apa lagi dengan kata2 yang bilang kalau hyu won gk bakal bisa pergi dari kyuhyun di situ terasa bngt kata2nya jahat bngt…..

  85. kalo Hyuwon bilang Kyujyun itu brengsek itu emang bener
    ya ampun. kuatkanlah Hyuwon ..Kyuhyun bisa yahhhh kaya gituuuu
    aku speechles … 😦

  86. Ya ampun kesel bgt sma sifatnya kyu, dasar nyebelin..
    Pergi sana yg jauh, yg sbr hyu won..
    Kalau emg bnrn cinta ga mungkin bisa melakukn kya gtu..

  87. annyeong~ aku readers baru nih hehehe tiba2 aku kesasar di blog ini dan langsung jatuh cinta kkkk

    ffnya bagus bangeeet aku suka, aku emang lagi nyari ff yg genrenya seperti ini dan ketemulah disini.
    whoaah eonni-ya kamu keren sekali membuat ff seperti ini ^^
    aku izin baca ya 🙂

  88. Gue sebel, kesel, gedek, marah ah ama sifat Kyuhyun di Ff ini kok dia jahat gitu sih ish ngeselin orang kayak gitu ga pantes dapet maaf

  89. Kyuhyuuunnnnnnnnn sumpah ngeselin banget sifatnya….labil sangattttttt>.< Kesian banget sama hyu won, tapi di part 2 gantian si kyuhyunya yang kasian tapi itu impas sama apa yang dia kasih sama hyu won

  90. sumpah yaaa…ini nyesek bgt bacanya. Jengkel bgt sm jun an. Gak tau diri bgt . Kyuhyun gak mikirin perasaannya hyu won. Hyu won harus tegas nih. Jgn mau dijadiin rest area sm kyuhyun..

  91. anyyeong authornim,,, new reader imnida…
    meski telat aye pengen ikut berpartisipasi jg…
    ijin ubeg2 blog_nya yah…..
    soal_nya ff_nya keren…

  92. Rasanya mendalami sosok hyowon itu benerbener rapuh, dia dengan semua pengorbanan selama bertahun tahun itu ga berarti sama sekali. Jahatnya kyuhyun disini selalu terikat sama jung an dan gakmau lepasin hyuwon dan sll ngasih harapan. Egois.
    Karma menunggumu kyu! kesel bgt sama karakternya kyuhyunnnnnnnnnn 😬😬😬
    Fighting author ~😄 bener bener mengayat dan menyentuh. Godjob 😊😉😊

  93. Akhirnya baca juga cerita dengan genre gini.
    Cerita ini ringan, tapi nyeseknya bener-bener dah. Feelnya ngena sampe mau nafas aja rasanya harus mengap-mengap dulu karna terlalu sesak.
    Apalagi pas part di club dan hari pertunangan mereka. Itu bener2 nyesek.

  94. hallo, aku reader baru disni, salam kenal. Dari semua ff yang pernah aku baca kayaknya ff ini bakal jadi ff favorit. suka bgt sama ff yang genrenya gini 😍 kerenn dan nyeseknya dapat bgt.

  95. ya ampun,, jd crita’a nih hyu won jd t4 pelarian kyu gitu,, trus status’a jg kekasih tak d anggap…
    nyesek bgt … lagian Jung An rakus banget sih, uda punya tunangan masi ga cukup malah pengen gaet mantan lg.. 
    hai hai… akira balik lg ya, uda baca smua dr awal.. hehe…

  96. Duh bnran nyesek bgt, q hrp nanti jka kyuhyun kembali hyuwon nggak akan goyah hatinya untuk tdk kembali lg ke pelukan kyuhyun, tp kyknya tdk mungkin y
    ?

  97. Sumpah demi apa,ini geregeeetttt banget
    kyu tega amat sama hyuwon,pakai bilang egois segala lagi.Nyadar dikit lah,seberapa egoisnya dirimu bang kyu.Beneran,sakit hati aku bacanya,kak buat kyuhyun nyesel lah.Biar dia mohon-mohon sampai nangis darah sekalian

  98. duhhh sumpah kyuhyunnya pengen jitak. Kurang baik apa coba hyuwon, selalu maafin kesalahannya kyu bahkan walaupun berkali-kali dikecewakan dan disakiti tetep mau kembali. dan di akhir ketika rasa kecewa dan tidak diinginkan sudah bertumpuk dan mirisnya dia harus dikecewain di momen bahagianya. Feel-nya dapef banget, tengah malam gini nangis gara² ini ff. keren pokoknya. btw salam kenal yaa. Ini ff pertama yang aku baca di blog ini. dan sukses bikin nagih hehe

  99. Hay minn readersss baruuu imnidaaa,,, ijin bc ffnya authornimmm dpt recomen ff ini dr blog sebelah efefnyaaaa kerennnnnnn buat mewekkkk,, sumpah pengen tepok jidat kyuhyunnnn ya tuhannn 😂😂😂 semangat buat karyanya thorr 😊😊😊

  100. tarik napaaasss…
    Oh My God, what are you doing Cho Kyuhyun??
    Kenapa ninggalin Hyu Won?
    ini nyesak bgtt sumpaahh, apa lagi yg pas mereka teleponan. Aku atau Dia? pertanyaan sederhana tapi sulit jawabannya.

  101. Tariikk napaasss…
    Oh my god… Cho Kyuhyun what are you doing???
    kenapa ninggalin Hyu Won cuma gara2 Jung An?
    ini nyeseeekkk bgt ya apalagi pas mereka teleponan. “Aku atau dia?” pertanyaan sederhana tapi sulit untuk dijawab

  102. astaga kyuhyun nekat amat ttp pergi demi masa lalu nya yg gk penting itu ..
    kn kasihan hyuwon nya ..
    kejam !!

  103. Serius aku sampe nangis baca pas kyuhyun lebih milih jung an yg nyia2in dia dibandingin sm hye won yg selalu ngasi dia kesempatan, itu rasanya nyesek bgt

  104. Baca ff ini bikin sedih bngett .. Gila ! Perasaan hyu won bener2 sampai … Rasanya hyu won itu aku sendiri 😥 , kyuhyun kau tega sekali … Bagaimana bisa kau melakukan hal itu lagi …
    kyuhyun apakah kau tak akan menyesal nantinya ? Karena kesempatan yang diberikan hyu won pada mu sudak tidak lagi …
    Aku kasian dg hyu won ,, OMG ! Aku bener nangis baca saat kyuhyun lebih memilih jung an … ku harap ia(hyu won) nanti bertemu dengan namja yang mencintai nya dengan tulus …
    Hyu won fighting …
    Bwt mba … Semangat nulis nya 🙂

  105. Halo.. Kenalin aku readers baru. Waktu nyari rekomendasi ff ada blog ini terus aku mampir.
    Baru baca pertama kali karyamu sih kak, dan wowo banget.. Aku suka banget.. Feelnya dapet banget..
    Khyuhyun tega, jahat banget sih.. Kasiankan Hyun Woo. Ya, meskipun mungkin dia belum mencintai Hyunwoo dan masih menginginkan Jung An tapi seharunya kan dia bisa menjaga perasaan Hyunwoo. Sebel banget sama sikapnya Kyuhyun yg semena-mrna sama Hyunwoo. Lagian pede banget dia, berpikir kalo Hyunwoo bakal nungguin dia yg pergi di hari pertunanngan mereka dan berjuang demi wanita lain. Berharap banget hyunwoo nantinya bs nemuin penggantinya kyuhyun dan bikin kyuhyun nyesel banget karna udah ninggalin hyunwoo

  106. Sumpah rasanya pengen getok kyuhyun disini.. ya tuhan. Kyuhyun buat palak gila. Serius eon.. baru ni ff yg buat beneran geregetan sama karakter kyuhyun. Huaaa.. nyesek bacanya.. huft

  107. Bagaimana kalau kita hajar aja tuh kyuhyun … gue kesel bgt. kenapa harus kyu sih yg hrus dampingi tuh perempuan, gak dokter lain aja?? kyu nya aja juga terlihat pasrah aja, mau mau aja dia disuruh.. heuhh.. gue kesel..

    • Sumpah nyesek banget bacanyaa… rasanya benci banget sama kyu… ga bisa tegas sama pilihannya. Aneh udah tau dia itu disakitin jung an, tapi masih tetep aja ngejar2. Kan kasian malah hyu won.😡 kalo udah ditinggal baru tau rasa tuhh wkwkwk

  108. Hai thor aku reader baru nih. Ijin baca yah ..
    Loh ko kyuhyub gtu sih, masih mengharapkan masa lalu yang ga pasti yang pasti malah diacuhin.

  109. Aq prnh bca ff ini tp ga tau kpn. Dan aq bca lg skrng 😊
    Ff nya keren bnr2 nyesek bget, klo jd hyuwon aq bkln ninggalin kyuhyu dan memilih mencari yg lain.

  110. annyeong aku reader baru lgi serching2 ff kyuhyun taunya nemu ff ini 😀
    ya ampun si kyuhyun jahat bnget ihhh ;'(
    dia kok tega ninggalin Hyu won trus lebih milih si ji ahn yg ninggalin dia semoga aja karma berlaku ;'(

  111. Nangis bacanya, kyuhyun b******k ga lihat apa yg ada di depan mata terus menatap masa lalu, hyu won sampe rendahin diri mohon biar kyuhyun ga pergi eh si kyuhyun tetap ga pernah natap hyuwon, semoga kyuhyun karma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s