FF : For Her Brother [Chapter 2]


Warning : Don’t Copas Without My Permission. Tuhan melihatnya.

Hallo! Aku balik lagi, cepet kann? Hehe. Sebenernya cerita ini tuh udah rampung nyampe ending cuma akunya aja yang males ngedit. Langsung aja deh, happy reading!

Author (Owner) : gluu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Drama, Romance

Rating : PG 17

Length : Chapter

Cast :

–       Kang Hyu Won (OC)

–       Cho Kyu Hyun of Super Junior

–       Lee Sungmin of Super Junior

–       Cho Ahra

–       Lee Donghae of Super Junior

–       Lee Hyukjae/Eun Hyuk of Super Junior

Kyunghee University

Seoul, South Korea

11.00 AM

Hyu Won menyantap makanan di hadapannya dengan lahap. Rasa laparnya meningkat dua bulan terakhir ini. Ia selalu merasa cepat kenyang kemudian kembali lapar, lalu setiap pagi ia akan memuntahkan semua makanan yang telah ia makan. Sekarang ia tahu mengapa ia selalu kelaparan dan sering muntah di pagi hari, semua karena kehamilannya.

Hyu Won menatap ke arah bawah, tepatnya ke arah perutnya. Ia lantas mengusap perutnya dengan sayang meskipun ada perasaan asing di hatinya. Ini anaknya, ia selalu meyakinkan hatinya berulang kali. Ia hanya butuh penyesuaian untuk menerima keadaannya sekarang. Ia bukan lagi seorang gadis muda yang bebas, ia adalah calon ibu muda untuk janin di perutnya. Ia tersenyum simpul–setelah menangis semalaman–akhirnya.

Hyu Won mengusap perutnya lembut. “Kau memang paham kita dalam penderitaan. Terima kasih karena tidak membuatku mual tadi pagi dan siang ini.” Ucap Hyu Won pelan lalu tertawa kecil, ia merasa lucu ketika berbicara seperti itu. Seolah janin di dalam perutnya dapat mengerti ucapannya. Tapi bukankah janin memiliki ikatan yang kuat dengan ibu mereka?

Mianhae karena membuatmu menderita.” Ucap Hyu Won pelan berubah sendu. Ia membenci keadaanya sekarang tetapi ia tak membenci janin di dalam perutnya. Sedikit pun ia tak membenci janin tersebut.

“Hei!” suara seorang pria mengagetkan Hyu Won. Hyu Won segera menarik tangannya dari perutnya.

“Sungmin oppa!” ucap Hyu Won senang.

Ommo… ommo! Apakah ini semua pesananmu? Mengapa banyak sekali?” tanya Sungmin terkejut saat melihat banyak makanan di atas meja. Hyu Won hanya tersenyum malu lalu menganggukan kepalanya.

“Aku kelaparan sekali.” Balas Hyu Won dengan senyum bodohnya.

“Benarkah?” tanya Sungmin. Ia menyipitkan matanya lalu menatap Hyu Won dengan curiga, gadis itu tak biasanya makan sebanyak ini. Ia kenal betul dengan gadis itu bahkan semua kebiasaannya.

Hyu Won mengerutkan dahinya bingung mendapat tatapan seperti itu dari Sungmin. “Wae?” tanya Hyu Won.

Pria itu memilih untuk mengabaikan keraguannya. “Tadi aku ke kelasmu untuk mencarimu, beberapa mahasiswa mengatakan kau diusir dari kelas. Kenapa?” tanya Sungmin.

Hyu Won tersenyum masam, gadis itu dengan cepat memutar otaknya untuk mencari alasan. “Aku lupa membawa tugasku.” Balas Hyu Won dengan tawa kecil. Ia berbohong tentu saja. Tadi malam ia diusir dengan sangat kejam oleh In Hye, ia hanya membawa beberapa baju yang In Hye kemasi dan uang di dompetnya saja. Semua buku dan tugas kuliah tertinggal di kamar. Ia akan memikirkan cara untuk mengambil barang-barangnya.

Jinjja?” tanya Sungmin tak percaya.

Ne, aku lupa.” Balas Hyu Won berusaha meyakinkan pria itu.

“Kalau aku tahu kau berbohong, kau akan tanggung akibatnya.” Ucap Sungmin sedikit mengancam.

Hyu Won mengangkat kepalan tangannya ke arah Sungmin lalu menirukan orang yang akan bersiap untuk menjitak, “kalau aku berbohong kau boleh menjitak kepalaku sepuasmu!” ucap Hyu Won berpura-pura kesal.

Sungmin menganggukan kepalanya menyetujui ucapan gadis itu. “Babo, bagaimana bisa lupa dengan kewajibanmu membawa tugas?” ucap Sungmin memarahi gadis itu.

“Aku kelelahan bekerja tadi malam.” Ucap Hyu Won santai.

Sungmin seketika terdiam. Hyu Won tak menangkap perubahan tiba-tiba di wajah Sungmin. Pria itu menatap Hyu Won dengan tajam, yang ditatap justru asik menyantap makanan tanpa sadar bahwa Sungmin mungkin saja tahu bahwa ia telah berbohong. Sungmin tahu sesuatu mungkin telah terjadi pada Hyu Won tapi ia tak ingin mengorek lebih dalam lagi. Tidak sekarang. Sudah dikatakan ia tahu semua kebiasaan gadis itu, melihat sikap Hyu Won yang seperti itu membuat Sungmin memilih untuk tak bertanya lebih atau memaksa gadis itu untuk bercerita.

“Apa rencanamu hari ini?” tanya Sungmin sambil mencomot makanan dari piring Hyu Won.

“Aku akan bekerja di kafe lalu pulang dan beristirahat.” Ucap Hyu Won.

“Bagaimana keadaan ahjumma?” tanya Sungmin berbasa-basi, ia tak ingin menanyakan keadaan wanita kejam itu sebenarnya. Ia tahu wanita itu tak menyukai Hyu Won sejak dulu begitu pun sebaliknya.

“Dia sehat.” Balas Hyu Won singkat. Hyu Won kembali menyantap makanannya.

“Astaga!” pekik Sungmin. Sungmin lantas berdiri lalu menyampirkan tas ke bahunya.

“Kau mau ke mana lagi, oppa?” tanya Hyu Won cepat. Rasa sepi seolah datang menyelimutinya tiba-tiba. Bila pria itu pergi maka ia akan sendiri lagi di kantin. Untuk saat ini ia benar-benar membutuhkan seorang teman di sisinya.

“Aku ada urusan sebentar. Aku lupa seharusnya aku menghadap Kim Songsaenim.” Ucap Sungmin lalu mengusap kepala Hyu Won meminta maaf. Ia lalu pergi meninggalkan gadis itu dengan terburu-buru. Hyu Won hanya menganggukan kepalanya pelan. Ia menatap Sungmin yang sudah berjalan menjauhinya.

“Setidaknya masih ada Sungmin oppa.” Ucap Hyu Won sendu. Pria itu sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri. Seketika rasa rindunya pada Ji Hoon dan kedua orang tuanya muncul begitu saja.

Hyu Won menatap makanan di hadapannya, ia sudah tak bernafsu lagi. Gadis itu duduk lalu bersandar pada kursi. Ia sudah bertekad akan menemui Kyu Hyun, biar bagaimana pun pria itu harus tahu tentang kehamilannya ini. Ia tahu Kyu Hyun tak ingin bertemu dengan dirinya lagi. Sejak awal Hyu Won sudah berjanji tak akan menemui pria itu lagi tapi tak disangka perbuatan mereka menghasilkan janin tak berdosa di perutnya. Hyu Won tidak tahu apalagi yang bisa ia lakukan saat ini, setidaknya Kyu Hyun berhak tahu tentang janin di dalam perutnya. Hyu Won tak mau memikirkan bagaimana reaksi pria itu nantinya. Ia hanya ingin pria itu tahu apa yang sudah terjadi padanya sekarang. Sebenarnya gadis itu bahkan tak tahu apa yang ia inginkan setelah Kyu Hyun tahu ia hamil. Ia hanya… hanya butuh seseorang yang setidaknya memiliki hubungan dengan janin dan kehamilannya ini untuk membantu dirinya melewati semua ini. Ia tahu ia bodoh karena kembali pada pria seperti Kyu Hyun tapi ia tak ingin melewati semua ini sendirian.

****

Cho Corporation

Seoul, South Korea

01.00 PM

Hyu Won menatap gedung pencakar langit di depannya, gedung itu memiliki tinggi menjulang. Ia kembali menatap kartu nama yang pernah Kyu Hyun berikan padanya untuk memastikan alamat yang tertera di sana. Kyu Hyun memang mengatakan ia adalah pemilik salah satu perusahaan besar di Korea tapi Hyu Won tak tahu bahwa perusahaan Kyu Hyun akan semegah ini, ia tak pernah tahu bahwa Kyu Hyun adalah seorang pria kaya raya. Tiba-tiba nyalinya menjadi ciut. Benarkah keputusan yang ia ambil ini?

Tentu saja!

“Seharusnya aku tahu, tak mungkin seorang CEO kaya sepertinya mau berteman dengan pelayan sepertiku.” Ucap Hyu Won pada dirinya sendiri. “Ia mungkin pria kaya yang suka berfoya-foya dan mempermainkan wanita.” Sambungnya lagi. Tiba-tiba perasaan sedih menghampirinya. Seperti itukah Kyu Hyun yang ia kenal selama ini?

Hyu Won menarik nafas meyakinkan dirinya sekali lagi. Ia harus masuk dan bertemu dengan Kyu Hyun. Apapun yang akan terjadi nanti, setidaknya ia sudah datang dan memberitahu pria itu tentang kehamilannya.

Hyu Won berjalan menuju gedung tersebut, matanya menatap orang-orang yang berlalu-lalang dengan pakaian kantoran. Mereka semua terlihat sangat sibuk, ia menggelengkan kepalanya dengan ngeri. Kelak bila ia sudah lulus, ia tak ingin bekerja di perusahaan seperti ini. Ia sudah melihat bagaimana Ji Hoon dan ayah angkatnya berkutat dengan tumpukan kertas –bahkan di hari libur. Ia tahu itu mungkin pekerjaan yang akan membuatnya tak bisa bebas menikmati hidup.

Gadis itu kembali melangkahkan kakinya untuk memasuki gedung. Ketika baru saja melangkahkan kakinya pada pintu masuk, seorang petugas keamanan datang dan menghampiri Hyu Won. Wajahnya tampak tak bersahabat sama sekali. Terlihat sekali kesinisan di wajahnya.

“Ada yang bisa saya bantu, nona?” tanya petugas keamanan tersebut. Matanya menatap Hyu Won seolah sedang mengingat sesuatu yang ia lupakan.

“Sa-…”

“Maaf, anda tidak diizinkan masuk ke sini.” Suara berat petugas keamanan tersebut membuat Hyu Won terkejut, gadis itu bahkan belum menyelesaikan ucapannya.

Mwo?”

“Kami memiliki daftar orang yang tidak bisa masuk dan menemui Tuan Cho Kyu Hyun, anda salah satunya nona.” Ucap petugas keamaan tersebut lagi. Wajahnya berubah datar seolah telah mengingat apa yang ia lupakan.

Mwo? Bagaimana bisa? Aku bahkan baru pertama kali ke mari. Mungkin kalian salah!” ucap Hyu Won tak terima mendapat perlakuan seperti itu.

“Kami tidak mungkin salah, nona. Wajah dan nama anda sudah ada di dalam data kami.” Balas petugas keamanan itu lagi dengan tegas. Ia jelas mengingat wajah Hyu Won setelah memutar ingatannya kembali. Beberapa bulan lalu semua petugas keamanan diberikan foto seorang gadis yang tak diizinkan masuk ke dalam perusahaan. Semua itu perintah langsung dari pemilik perusahaan ini.

MWO? Apakah Kyu Hyun oppa sendiri yang memerintahkan?” tanya Hyu Won masih tak percaya.

“Iya, nona.” Angguk petugas keamanan tersebut, ia mengerutkan dahinya saat mendengar Hyu Won memanggil atasan mereka dengan sebutan seperti itu. Rasanya seperti gadis itu memiliki hubungan yang cukup dekat dengan atasan mereka tetapi mengapa justru menjadi orang yang tak diizinkan untuk masuk ke dalam perusahaan.

“Hah! Ini keterlaluan sekali. Mengapa Kyu Hyun oppa bertindak seperti ini?” tanya Hyu Won setengah berteriak.

“Maaf nona, kami hanya menjalankan tugas.” Balas petugas keamanan tersebut singkat.

Hyu Won menatap petugas keamanan tersebut lalu dengan cepat ia berusaha menerobos masuk ke dalam perusahaan namun dengan cepat pula ia di tahan. Dua orang petugas keamanan datang dari arah belakang, mereka lalu membantu untuk mengeluarkan Hyu Won. Mengapa mereka begitu tega mengeluarkan seorang gadis dengan tidak sopan?

Yak! Jangan menyentuhku! Aku harus bertemu Kyu Hyun oppa!” teriak Hyu Won kesal. Ia tak bisa mengerti dengan semua ini. Bagaimana bisa Kyu Hyun bertindak seperti ini. Ini sudah sangat keterlaluan. Dirinya adalah korban dari pria itu tetapi justru diperlakukan seolah dirinya yang melakukan kejahatan.

“Anda tidak bisa masuk, nona.” Ucap para petugas keamanan lalu menyeret Hyu Won keluar. Hyu Won meronta meminta di lepaskan, gadis itu benar-benar marah sekarang.

“Lepaskan aku! Aku harus bertemu Kyu Hyun oppa!!”

“Pergi nona!”

Dengan kejam para petugas keamanan tersebut menghempaskan tubuh Hyu Won hingga terjerembab ke lantai. Gadis itu terengah-engah kelelahan. Melawan tiga orang berbadan besar tidaklah mudah. Ketiga petugas keamanan tersebut menatap Hyu Won seolah memperingati ia bahwa mereka bisa melakukan tindakan kekerasan bila ia mencoba kembali masuk ke dalam perusahaan. Gadis itu membuang wajah lalu air matanya mengalir tiba-tiba. Ia kembali menatap ketiga petugas keamaan tersebut, mereka telah berjalan meninggalkannya.

“Kenapa kau selalu menangis?” ucap Hyu Won kesal pada dirinya sendiri. Ia mengusap air matanya dengan kasar, dirinya merasa sangat terhina. Bagaimana bisa Kyu Hyun memperlakukannya seperti itu setelah dirinya membuat gadis itu hamil? Ia merasa dibuang dan tak diharagai sama sekali. Benarkah hanya sampai di sini hubungannya dengan pria itu?

Orang-orang yang berlalu-lalang menatap Hyu Won dengan iba, beberapa menatap dengan tatapan sinis, dan bahkan ada yang menatapnya dengan tatapan hina. Dengan tak acuh Hyu Won lantas berdiri lalu berjalan dengan linglung meninggalkan perusahaan, ia tak tahu harus melakukan apa lagi. Satu-satunya orang yang ia harapkan bahkan menolak dirinya sebelum mereka bertemu.

Eottohkae…” desah Hyu Won putus asa. Ia kembali merasakan perasaan takut menyelimutinya sama seperti semalam saat In Hye mengusirnya dari rumah. Hyu Won berjalan dengan menundukan kepalanya, ia tak sadar seseorang tengah berdiri di hadapannya; menatapnya dengan tajam.

“Kang Hyu Won.” Suara berat seorang pria membuat Hyu Won terkejut. Hyu Won lantas mengangkat kepalanya lalu menatap sosok tampan di depannya, bagaimana bisa pria itu berada di sini?

“Sungmin oppa?” ucap Hyu Won dengan suara bergetar, ia lupa bahwa ia masih memiliki Sungmin yang selalu berada di sisinya. Seketika perasaannya berubah tenang meskipun pria itu belum melakukan apapun. Tapi Hyu Won tahu bahwa pria ini adalah orang yang akan selalu menolongnya.

****

Cho Corporation

Seoul, South Korea

03.00 PM

Kyu Hyun menatap lembaran foto di tangannya, itu semua adalah hasil foto dari orang suruhannya. Ia melihat semua satu per satu. Setelah hari di mana ia meninggalkan Hyu Won di hotel, ia tak benar-benar meninggalkan gadis itu. Ia menyuruh orang untuk mengikuti Hyu Won ke manapun gadis itu pergi. Bahkan sebelum pertemuan pertamanya dengan gadis itu pun, ia sudah menyuruh orang untuk mengintai Hyu Won. Setiap hari ia selalu mendapatkan hasil foto dari orang suruhannya, dari sana ia mulai memantau hidup Hyu Won. Ia menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan hidup gadis itu dan Ji Hoon.

Kyu Hyun menatap foto terkahir yang baru saja dikirimkan padanya, itu adalah foto di mana Hyu Won diusir oleh ibu angkatnya. Kyu Hyun tak mengalihkan pandangannya sama sekali. Bukankah ini yang ia harapakan? Hidup gadis itu menderita. Dengan begitu Ji Hoon akan merasakan apa yang pernah ia rasakan dulu. Tapi mengapa ia justru menjadi emosi saat melihat foto tersebut. Perasaannya menjadi sangat terganggu tanpa tahu apa penyebabnya. Belum lagi raut putus asa dan kesedihan di wajah Hyu Won menunjukan gadis itu benar-benar menderita dan… sangat ketakutan.

Tok… Tok… Tok…

Kyu Hyun dengan cepat memasukan semua foto yang berserakan di meja kerjanya, ia menyimpan semua ke dalam laci mejanya.

“Masuk.” Ucap Kyu Hyun.

Kepala Donghae menyembul dari sela pintu, Kyu Hyun tersenyum miring menatap sahabatnya itu. Ia menilik rambut pria itu, Donghae mengganti warna rambutnya dengan warna biru. Mungkin karena pekerjaannya yang selalu dikelilingi banyak wanita cantik membuatnya harus selalu tampil berani dan gila.

“Wah, tampaknya kau sedang santai direktur Cho.” Ucap Donghae lalu berjalan menuju meja kerja Kyu Hyun.

“Ada apa ke mari?” tanya Kyu Hyun santai.

Donghae duduk pada kursi lalu mulai membuka tas ranselnya, “aku membawa video aslinya dan mencetak beberapa foto yang kau minta. Untuk apa memintaku mencetak beberapa foto? Untuk Koleksi pribadi?” canda Donghae. “Yang kuedit sudah kau kirimkan?” tanya Donghae lagi, ia sibuk mengeluarkan barang-barang di dalam tasnya.

“Belum.” Balas Kyu Hyun singkat.

“Mwo? Ini sudah hampir tiga bulan, bagaimana bisa kau belum mengirimkan hasil kebejatanmu.” Ucap Donghae setengah bercanda.

“Sialan kau, aku sedang menunggu waktu yang tepat. Tidak lama lagi semua akan terbalaskan.” Ucap Kyu Hyun dengan suara datarnya. Sebenarnya bukan hanya itu alasan utama ia belum mengirimkan video hasil pekerjaan Donghae. Hatinya. Hatinya selalu ragu saat akan melakukan rencananya itu. Donghae menganggukan kepalanya lalu menyerahkan USB berisi video Kyu Hyun dan Hyu Won.

“Ini yang asli?” tanya Kyu Hyun.

“Ya, tanpa editan.” Ucap Donghae. Kyu Hyun tersenyum menyeringai. “Kau menyimpan untuk dirimu?” tanya Kyu Hyun penasaran, mungkin saja Donghae mengcopy untuk dirinya sendiri.

“Tidak tentu saja.” Balas Donghae setengah mencibir. Ia benar-benar tak menyimpannya. Ia tak tertarik untuk mengurusi dendam Kyu Hyun.

“Bagus.” Angguk Kyu Hyun, ia percaya dengan ucapan Donghae.

“Urusanku sudah selesai jadi aku bisa pergi. Ada beberapa model yang harus kupotret untuk majalah.” Ucap Donghae sambil mengemasi barang-barangnya yang tadi sempat ia keluarkan.

“Hmm. Gomawo, Donghae-ah.” Angguk Kyu Hyun.

Donghae berjalan menuju pintu lalu keluar dari kantor Kyu Hyun. Kyu Hyun menatap USB di tangannya, pikirannya tengah berkecamuk. Ia memutar-mutar USB di tanganya dengan gamang. Tiba-tiba ia teringat dengan kedatangan Hyu Won siang tadi di perusahaannya, beberapa petugas keamanan melaporkan kejadian siang tadi padanya. Ia tahu ia semakin brengsek dengan melarang gadis itu masuk ke dalam perusahaannya tapi ia harus melakukan itu. Awalnya ia berpikir Hyu Won mungkin akan terus mendatanginya semenjak ia meninggalkan gadis itu di hotel, ia berpikir Hyu Won akan sama seperti gadis-gadis lainnya yang akan terus mendesak dirinya bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lalukan. Kyu Hyun berpikir mungkin Hyu Won akan memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan keuntungan. Namun, gadis itu justru tak pernah muncul sama sekali. Dan setelah hampir tiga bulan berlalu, mengapa gadis itu justru baru muncul? Ia penasaran dengan apa tujuan Hyu Won datang ke perusahaannya. Kyu Hyun menarik laci lalu mengeluarkan semua foto berisi wajah Hyu Won. Ia memandangi satu per satu lalu seringai kejam muncul di bibir tebalnya. Gadis itu sama saja seperti gadis lainnya, bisik Kyu Hyun dalam hati.

“Mungkin sekarang waktunya.” Ucap Kyu Hyun dingin.

****

Shin Ramen

Seoul, South Korea

07.00 PM

Sungmin berdiri dengan tangan bertolak pinggang, wajah pria itu mengeras dan disertai warna merah padam. Pria itu benar-benar marah pada Hyu Won. Hyu Won hanya duduk menundukan kepala, ramen di depan mereka tak tersentuh sama sekali. Gadis itu baru saja mengungkapkan semua kejadian yang terjadi padanya. Semuanya.

“Kau benar-benar membuatku marah.” Ucap Sungmin.

Hyu Won masih menundukan kepalanya tak berani melihat Sungmin. Ia bersyukur karena mereka berada di privet room pada kedai ramen ini sehingga orang tak akan mendengar kemarahan Sungmin padanya.

“Kang Hyu Won, seperti ini dirimu saat orang sedang berbicara? Angkat kepalamu!” sentak Sungmin.

Hyu Won mengangkat kepalanya dengan bola mata yang mulai berkaca-kaca. “Jangan membentakku, oppa membuatku takut setengah mati.” Ucap Hyu Won pelan, Sungmin tidak pernah berteriak-teriak seperti ini padanya. Baru kali ini ia melihat kemarahan pria itu.

“Kenapa kau tidak pernah bercerita padaku tentang semuanya? Pria itu mempermainkan dirimu! Dia… astaga, dasar pria bajingan!” umpat Sungmin dengan sangat emosi. Perasaan Hyu Won menghangat tiba-tiba, ternyata ada orang yang marah melihatnya diperlakukan seperti ini. Ia pikir ia mungkin akan menanggung semuanya sendiri.

“Aku tahu tadi malam kau tidak bekerja. Ahjumma mengusirmu, di mana kau tinggal?” tanya Sungmin memojokan Hyu Won, ia tahu Hyu Won berbohong padanya saat mereka di kantin tadi. Ia tak menemukan gadis itu sedang bekerja di kafe tadi malam. Dan benar saja dugaannya, sesuatu memang terjadi pada gadis itu, kan?

Oppa tahu aku tidak bekerja?” tanya Hyu Won merasa bersalah karena sudah berbohong.

“Benarkan, kau memang membohongiku. Aku datang tadi malam ke kafe untuk menjemputmu tapi bosmu bilang kau tak masuk. Tinggal di mana kau semalam?” tanya Sungmin berusaha tak membentak gadis itu.

“Aku… aku pergi ke sauna.” Balas Hyu Won masih ketakutan dengan kemarahan Sungmin.

“Astaga! Bagaimana bisa kau tak menghubungiku? Kau anggap apa diriku ini? Kang Hyu Won, kau sudah seperti dongsaengku sendiri. Tuhan! Bagaimana aku mempertanggujawabkan semua ini pada Ji Hoon?” ucap Sungmin dengan kesal.

Mianhae. Aku tak bermaksud seperti itu, oppa. Aku… aku hanya ketakutan dan begitu kebingungan.” Ucap Hyu Won dengan suara yang berubah pelan di akhir kalimat, ia ingin menangis setiap kali mengingat apa yang sudah terjadi tadi malam. Tadi malam adalah hal menakutkan yang pernah terjadi pada dirinya.

Sungmin melunak saat melihat Hyu Won hampir menangis, pria itu kembali duduk dan mengatur pernafasannya. Ia lantas merengkuh wajah Hyu Won. “Hei… hei, lihat aku.” Ucap Sungmin lalu mendongakan kepala Hyu Won. Gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap Sungmin.

Mianhae, bukan maksudku membentakmu. Aku hanya… hanya merasa tidak berguna.” Ucap Sungmin lembut. Ini yang Hyu Won suka dari Sungmin, pria itu adalah sosok yang akan selalu diinginkan semua gadis. Ia begitu dewasa dan penyayang. Sungmin menyayangi dirinya sudah seperti saudari kandung. Pria itu tampan dan begitu lembut.

Aniyo, oppa jangan mengatakan kalimat seperti itu.” Ucap Hyu Won pelan.

“Kau pasti sangat ketakutan, kan?” tanya Sungmin. Pria itu mengusap lembut pipi Hyu Won. Ia tahu gadis ini pasti sangat menderita sekarang. Rasanya ingin sekali dirinya mencari pria bajingan yang tega mempermainkan Hyu Won-nya. Hyu Won memejamkan matanya menikmati perlakukan Sungmin. Sudah lama tak ada orang yang memperhatikannya dengan sayang seperti ini. Andai Ji Hoon ada di sini, semua tak akan seperti ini. Ji Hoon tak akan membiarkan ia merasakan penderitaan seperti ini.

Ne.” Balas Hyu Won berbisik. Ia akan kembali menangis kalau Sungmin tak mengusap kembali pipinya. Perlakukan pria itu membuatnya tenang dan nyaman.

“Ji Hoon sudah tahu?” tanya Sungmin. Ia melepas rengkuhannya pada wajah Hyu Won.

Hyu Won menggelengkan kepalanya pelan, “aku tak ingin memberitahu oppa, ia akan sangat khawatir padaku.” ucap Hyu Won pelan. Sungmin mengutuk tindakan gadis itu tapi ia tahu Hyu Won akan melakukan hal seperti itu. Gadis itu tak akan membuat Ji Hoon bersedih dan khawatir padanya.

Arraseo…” ucap Sungmin. Mereka terdiam beberapa detik, Hyu Won masih mengingat semua yang sedang terjadi sementara Sungmin sedang memikirkan cara agar Hyu Won bisa tenang.

“Berapa usia kandunganmu?” tanya Sungmin kemudian.

Hyu Won menggeleng pelan. “Molla, aku baru tahu tadi malam.” Ucap Hyu Won pelan.

“Siapa pria itu?” tanya Sungmin lagi. Hyu Won menggelengkan kepalanya tak mau memberitahu. “Kang Hyu Won, aku harus tahu siapa dia.” Ucap Sungmin pelan mencoba meyakinkan Hyu Won.

Aniyo, aku tak mau membicarakan pria itu.” Ucap Hyu Won tegas, ia benar-benar tak ingin membicarakan Kyu Hyun. Mengingat bagaimana ia dibuang lalu diusir oleh pria itu membuatnya yakin pria itu benar-benar pria bajingan yang tak memiliki hati.

“Katakan saja padaku. Apakah ia mengancammu?” tanya Sungmin.

Aniyo, aku tak ingin membicarakannya. Hanya itu, oppa.” Ucap Hyu Won dengan dingin, ia benar-benar menunjukan keenganannya. Kyu Hyun benar-benar sudah tak berarti lagi, ia tak ingin membicarakan pria itu. Bahkan ia ingin sekali menghapus pria itu dari benaknya.

Sungmin mencoba mengabaikan keingintahuannya. “Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Sungmin.

“Aku akan mengurus bayi ini sendiri, oppa. Aku bisa tanpa pria itu.” Ucap Hyu Won yakin. Sungmin dapat melihat emosi yang tergambar jelas di mata Hyu Won. Untuk sepersekian detik Sungmin begitu kagum dengan Hyu Won. Gadis ini benar-benar mandiri.

“Ya, kau bisa tanpa pria bajingan itu. Tenanglah, masih ada aku.” Ucap Sungmin tulus.

Perasaan Hyu Won menghangat seketika. Ia begitu terharu dengan perlakukan Sungmin. “Oppa, aku… aku sudah memutuskan untuk mengambil cuti kuliah,” ucap Hyu Won pelan. Ia tahu ini bukan keputusan yang mudah tapi ia tak bisa menjalani kuliah dalam keadaan seperti ini.

“Kau serius?” tanya Sungmin setengah memekik.

“Ya.” Ucap Hyu Won yakin, gadis itu kembali menundukan kepalanya. Semua sudah dipikirkan matang-matang semalam, ia akan mencari uang dengan bekerja di kafe lalu mencari rumah kontrakan yang murah. Tapi untuk malam ini, ia bingung harus pergi ke mana. Gadis itu merenung memikirkan tempat tinggal untuk malam ini.

Wae?” tanya Sungmin mengagetkan Hyu Won dari lamunannya, gadis itu tersenyum lemah lalu menggelengkan kepalanya. “Kang Hyu Won, sudah cukup kau tidak jujur padaku selama ini. Sekarang katakan apa yang mengganggu pikiranmu?” tanya Sungmin memaksa.

Hyu Won menggigit bibir bawahnya, ia ragu untuk mengatakan hal yang mengganggu pikirannya.

“Ayo…” bujuk Sungmin tak sabar.

“Aku… aku tidak tahu harus tinggal di mana malam ini.” Ucap Hyu Won pelan.

Sungmin menghembuskan nafasnya kesal. Bagaimana bisa gadis itu tidak meminta padanya saja untuk tinggal di apartementnya?

“Tinggalah di apartementku, aku punya tiga kamar.” Ucap Sungmin mencoba menekan rasa kesalnya. Hyu Won mengangkat kepalanya lalu menatap Sungmin dengan raut wajah berterima kasih. Ini benar-benar pertolongan untuknya.

Oppa…” ucap Hyu Won menggantung tak sanggup melanjutkan ucapannya. Ia tak ingin berbasa-basi untuk menolak tawaran pria itu karena ia memang membutuhkan tempat tinggal malam ini.

“Ah… tidak perlu berterima kasih. Setidaknya ini yang bisa kulakukan untuk menjaga dongsaeng-ku.” Ucap Sungmin penuh kasih sayang.

****

A Morning

Kyu Hyun’s Home

Seoul, South Korea

07.00 AM

Kyu Hyun menatap Ahra –kakak perempuannya– dengan perasaan sayang. Wanita itu sudah menunjukan sedikit kemajuan dengan tidak melamun sepanjang hari lagi, sekarang wanita itu terlihat sedang menyiram bunga di halaman rumah mereka. Walaupun wajahnya tak bersinar seperti biasanya, wanita itu tetap menjadi lambang kecantikan yang sempurna bagi Kyu Hyun.

Drrt Drrt Drrt

Ponsel Kyu Hyun bergetar, pria itu lantas merogohnya dari dalam saku celana. Dahinya berkerut saat mendapati nama ayahnya di layar ponsel. Dengan santai ia menolak panggilan tersebut, ia tak bisa berbicara dengan orang tua yang membuang anak perempuan mereka sendiri. Cho Yeung Hwan –ayah Kyu Hyun– mengasingkan Ahra begitu tahu wanita itu tengah hamil. Ia bahkan tak memperdulikan perasaan Ahra yang hancur, pria paruh baya itu lebih mementingkan kehormatan keluarga daripada kebahagiaan putri mereka. Bahkan saat Ahra keguguran pun pria paruh baya itu tak manunjukan kesedihannya. Kyu Hyun sangat menyayangi Ahra, dengan emosi ia meninggalkan rumah bersama Ahra. Ia menempati rumah pribadi miliknya, di sana ia bisa memfokuskan diri untuk memulihkan kesehatan dan psikologis Ahra. Dan untuk semua ini, ia menyalahkan Ji Hoon –pria yang pernah menjadi kekasih kakaknya itu.

Kyu Hyun berjalan lalu menghampiri kakaknya itu, senyumnya tersungging melihat raut wajah Ahra. “Noona…” panggil Kyu Hyun pelan.

Ahra membalikan tubuhnya dan tersenyum melihat Kyu Hyun. “Ah… Kyunie?” balas Ahra dengan senyuman.

“Bagaimana kabarmu noona-ya?” tanya Kyu Hyun.

“Jauh lebih baik.” Balas wanita itu dengan ringan.

“Apakah mimpi burukmu masih terus datang?” tanya Kyu Hyun santai.

“Ya, sesekali aku mendengar tangisan bayi.” Ucap Ahra lalu tiba-tiba berubah sedih, Kyu Hyun tahu kakaknya sangat terpukul dengan keguguran yang ia alami setengah tahun lalu. Hingga sekarang kesehatan dan psikologis wanita itu masih tidak stabil. Kyu Hyun akan menemukan Ahra terdiam melamunkan sesuatu yang tak jelas, lalu menemukan wanita itu menangis, lalu menemukan wanita itu tertawa santai. Ia merindukan sosok Ahra yang dulu, wanita kuat yang tak akan mudah goyah oleh apapun. Mungkin karena cintanya yang sangat mendalam pada Ji Hoon membuatnya tak bisa melupakan pria itu hingga terpuruk seperti saat ini.

Noona, aku merindukan dirimu yang dulu. Kumohon demi diriku, kembalilah seperti dulu.” Ucap Kyu Hyun penuh dengan kasih sayang. Ia selalu mengatakan kalimat seperti ini, berharap Ahra akan cepat sembuh dari luka hatinya.

“Maafkan aku karena selalu menyusahkanmu.” Ucap Ahra dengan sedih.

Aniyo, kau tak pernah menyusahkan diriku. Aku hanya terlalu menyayangimu noona-ya. Aku tak ingin melihatmu selalu bersedih.” Balas Kyu Hyun dengan lembut.

Gomawo.” Ucap Ahra berbisik.

Kyu Hyun menganggukan kepalanya, pria itu menatap jam tangannya lalu menatap kakaknya itu. “Noona, aku harus pergi. Sebentar lagi ada rapat.” Ucap Kyu Hyun penuh penyesalan. Selalu menyedihkan meninggalkan Ahra di rumah hanya dengan pelayan mereka. Ia ingin selalu menjaga Ahra.

“Ah, ne pergilah…” ucap Ahra dengan senyum sedih, sebenarnya ia suka saat adiknya itu menemani dirinya di rumah mereka.

“Aku akan pulang cepat, aku akan makan malam di rumah.” Ucap Kyu Hyun menghibur kakaknya itu.

“Hmm.” Angguk Ahra lalu tersenyum.

“Aku pergi, sampai jumpa nanti malam.” Ucap Kyu Hyun. Kyu Hyun berjalan meninggalkan Ahra menuju ke dalam rumah. Ia berbalik dan menatap Ahra ketika sudah mencapai pintu rumah. Pria itu merogoh ponsel di saku celananya. Dengan mata yang masih menatap Ahra dengan tajam, Kyu Hyun menempelkan ponsel di telinganya menunggu telepon tersambung.

Yeobosseo.” Ucap Kyu Hyun datar.

“…”

“Kirim sekarang pada Ji Hoon.” Ucap Kyu Hyun memerintah pada orang di seberang telepon. Kyu Hyun tengah berbicara pada salah satu orang suruhannya di London.

Kyu Hyun lantas mematikan ponsel lalu menatap Ahra lagi, ia menjadi yakin dengan rencana yang ia lakukan setelah melihat Ahra. Ahra mungkin akan marah padanya bila mengetahui semua ini tapi hati Kyu Hyun sudah diliputi dendam yang tak bisa dihentikan. Kakaknya menderita karena ulah Ji Hoon, sekarang pria itu akan merasakan hal yang sama seperti apa yang ia rasakan.

****

Seoul International Hospital

Seoul, South Korea

01.00 PM

Hyu Won dan Sungmin berjalan meninggalkan rumah sakit. Mereka baru saja melakukan pemeriksaan pada kandungan Hyu Won. Kandungan gadis itu memasuki usia sebelas minggu. Hyu Won sejak tadi terus tersenyum senang karena dokter mengatakan janin di dalam kandungannya dalam keadaan sehat.

“Kau tidak sedih mengambil cuti untuk kuliahmu?” tanya Sungmin.

Hyu Won tersenyum kecut, sebelum melakukan pemeriksaan mereka mengurus cuti kuliah gadis itu di Kyunghee University. “Sejujurnya aku sedih, seharusnya aku lulus lebih cepat dan membanggakan Ji Hoon oppa,” ucap Hyu Won pelan.

Gweanchanna, ia tak akan kecewa hanya karena kau terlambat lulus.” Ucap Sungmin menghibur Hyu Won.

“Ya, kuharap Ji Hoon oppa tak kecewa padaku.” Ucap Hyu Won pesimis.

Mereka kembali melanjutkan langkah mereka menuju parkiran namun Hyu Won tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu berbalik dan menatap ke arah belakang. Sungmin juga menghentikan langkahnya karena gadis itu.

Wae?” tanya Sungmin dengan dahi berkerut.

Hyu Won menatap Sungmin lalu kembali menatap ke arah belakang. “Aku selalu merasa seseorang sedang mengikutiku, oppa.” Ucap Hyu Won dengan wajah penuh kecurigaan.

Jinjja? Ah… mungkin hanya perasaanmu saja, Hyu Won-ah. Kajja!” ucap Sungmin lalu menarik gadis itu untuk berjalan kembali. Pria itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, sejujurnya ia merasakan apa yang Hyu Won katakan tadi. Hyu Won hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan Sungmin. Ia mengabaikan kecurigaannya dan berjalan mengikuti Sungmin.

Mereka tiba di mobil Sungmin, keduanya lalu masuk ke dalam mobil. Sungmin mulai membawa mobil keluar dari parkiran rumah sakit. Pria itu lantas memutar musik kesukaannya. Lagu everybody’s changing mengalun menemani Sungmin dan Hyu Won dalam perjalanan menuju apartement pria itu.

“Aku suka lagu ini.” Ucap Sungmin pada Hyu Won.

“Keane? Ya, aku juga suka lagi ini.” Ucap Hyu Won pelan, ia menatap ke arah jendela. Lagu ini sedikit membuatnya sensitif, ia merasa akan menangis sebentar lagi. Ingatan tentang perubahan sikap Kyu Hyun yang sangat drastis pagi itu di hotel membuat Hyu Won selalu bertanya-tanya apakah memang seperti itu sifat asli seorang Cho Kyu Hyun. Ia merasa tak dihargai dan dibuang begitu saja.

“Hyu Won?” panggil Sungmin pelan. Hyu Won tak mendengar panggilan Sungmin, ia terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Kang Hyu Won!” panggil Sungmin sedikit keras, ia khawatir dengan raut wajah gadis itu. Apa yang dipikirkan gadis itu? Ibu hamil tak boleh banyak memikirkan hal-hal yang bisa menganggu psikologis mereka. Setidaknya itu yang ia tangkap dari pesan dokter Choi tadi.

Nde?” balas Hyu Won tersadar dari lamunannya.

“Aku akan mengantarmu ke apartement setelah ini, lalu aku akan kembali ke Kyunghee, ada urusan yang harus kuselesaikan.” Ucap Sungmin.

“Ne, oppa.” Balas Hyu Won setengah mengangguk. Sungmin kembali menatap jalanan, ia tak ingin menanyakan apa yang dipikirkan gadis itu meskipun ia sangat ingin. Ia menjadi sedikit kasihan dengan apa yang dialami Hyu Won. Dan sampai sekarang ia masih sangat penasaran siapa sebenarnya pria yang melakukan semua ini pada Hyu Won.

****

Kyu Hyun’s Home

Seoul, South Korea

07.00 PM

Kyu Hyun berjalan dengan membawa sebuket mawar putih untuk Ahra, wanita itu menyukai bunga mawar putih. Langkah Kyu Hyun begitu mantap, ia sudah berjanji akan pulang cepat dan makan malam dengan kakaknya itu. Dilihatnya rumah yang tertata rapi dan lebih… hidup? Biasanya rumah terasa seolah tak berpenghuni tapi malam ini Kyu Hyun merasa ada yang berbeda mekipun ia tak tahu apa itu.

“Selamat malam tuan Cho.” Ucap seorang pelayan wanita.

Noona di mana?” tanya Kyu Hyun pada pelayan tersebut.

“Nona sedang menyiapkan makanan di meja makan, tuan.” Ucap pelayan itu dengan wajah berseri-seri.

“Kau keliatan senang sekali, wae?” tanya Kyu Hyun penasaran.

“Nona Ahra… nona Ahra tak seperti biasanya, ia lebih bersemangat dan terlihat sangat bahagia, tuan.” Ucap pelayan itu lagi, Kyu Hyun mengerutkan dahinya. Apakah ini yang membuat rumah terasa hidup.

“Ia tak menangis dan melamun lagi?” tanya Kyu Hyun.

“Tidak tuan, nona justru terlihat seolah tak pernah mengalami masa-masa sulit seperti beberapa bulan lalu.” Ucap pelayan itu dengan wajah masih merona, ia ikut senang melihat nona majikannya menunjukan perubahan yang ditunggu-tunggu semua orang.

Jinjja?” tanya Kyu Hyun tak percaya.

Ne, nona bahkan memasak semua makanan kesukaan tuan sendiri. Ia tak ingin dibantu, kami hanya membantu menyiapkan piring dan meja makan.” Ucap pelayan itu.

Kyu Hyun menolehkan kepalanya menatap ke dalam rumah, apakah kakaknya itu akhirnya kembali seperti dulu? “Ah, lanjutkan pekerjaanmu.” Ucap Kyu Hyun pada pelayan tersebut. Pelayan tersebut menganggukan kepalanya memberi hormat lalu meninggalkan Kyu Hyun.

Kyu Hyun berjalan dengan tidak sabaran ke ruang makan, pria itu ingin memastikan apa yang dikatakan pelayan tadi tentang kakak perempuannya adalah kebenaran. Kalau semua itu benar, tak akan ada yang bisa menandingi rasa bahagia yang akan ia rasakan nanti.

Noona?” panggil Kyu Hyun ragu saat melihat Ahra tengah sibuk mengatur meja makan.

“AH! Kyunie?” ucap Ahra dengan wajah berseri-seri. Kyu Hyun hanya terpaku untuk sepersekian detik. Benar apa yang dikatakan pelayan tadi. Kyu Hyun tak menyangka kakaknya yang tadi pagi berbeda sekali dengan kakaknya malam ini.

Noona?” ucap Kyu Hyun lagi.

Ya! Jangan hanya berdiri di sana, ke marilah kita makan malam. Aku sudah memasak makanan kesukaanmu.” Ucap Ahra masih tak meninggalkan senyuman di wajahnya. Ia mengabaikan raut bingung di wajah Kyu Hyun.

Kyu Hyun mengangguk lalu duduk dengan cepat pada kursi makan, ia menatap Ahra lagi. “Noona, benarkah ini dirimu?” tanya Kyu Hyun. Ahra tersenyum melihat raut bingung Kyu Hyun. Pria itu bahkan meletakan sebuket mawar putih di atas meja begitu saja. Ahra meraih bunga tersebut lalu menghirup aromanya.

“Iya ini aku. Kita makan dulu, ne?” ucap Ahra santai.

“Ah… ne. Aku juga sangat lapar.” Ucap Kyu Hyun masih dengan kebingungannya. Meskipun begitu, ia bahagia melihat perubahan sikap Ahra.

Kyu Hyun dan Ahra mulai menyantap makanan, Kyu Hyun sesekali memejamkan mata menikmati rasa makanan buat Ahra, ini benar-benar buatan Ahra yang sama seperti dulu. Mereka mengobrol ringan selama makan malam. Kyu Hyun menyimpan semua pertanyaan tentang perubahan Ahra, ia akan menayakan semuanya setelah mereka makan malam.

Kyu Hyun dan Ahra telah menyelesaikan makan malam mereka, Kyu Hyun terus memuji kehebatan kakaknya dalam memasak sejak tadi. Ahra hanya tersipu, ia senang bisa membuat adiknya senang. Berbulan-bulan Kyu Hyun menjaga dan mengurus dirinya, kini saatnya ia kembali menjadi Ahra yang kuat dan tak membuat banyak orang khawatir. Ia akan membalas semua kebaikan adiknya itu.

“Terima kasih ahjumma,” ucap Ahra pada Sun Hye yang tengah membereskan meja makan. Sun Hye adalah pembantu rumah tangga Kyu Hyun dan Ahra sejak mereka kecil. Wanita paruh baya itu juga mengasuh mereka ketika mereka kecil. Kyu Hyun yang meminta Sun Hye untuk membantunya menjaga Ahra. Hingga sekarang ia tetap setia bersama Ahra dan Kyu Hyun.

“Aku tahu kau menyimpan banyak pertanyaan di dalam kepalamu.” Ucap Ahra pada Kyu Hyun dengan senyum ringan.

Kyu Hyun mengelap bibirnya dengan serbet di atas meja lalu menatap Ahra. “Ya, tentu saja.” Balas Kyu Hyun bersemangat.

Kajja! Kita pergi ke ruang tengah saja.” Ajak Ahra pada Kyu Hyun.

Ahra dan Kyu Hyun berdiri dari kursi makan lalu berjalan menuju ruang tengah di mana mereka sering menggunakan ruangan tersebut untuk mengobrol santai. Keduanya duduk bersebelahan pada sofa yang mengarah ke arah televisi, Ahra menyalakan televisi namun dengan volume suara yang tak terlalu keras. Ia tahu Kyu Hyun akan membombardir dirinya dengan banyak pertanyaan.

“Jadi, apa yang ingin kau tanyakan Kyunie?” tanya Ahra lembut.

“Kau yang tadi pagi dan malam ini sangat berbeda, noona-ya. Aku melihat noona-ku yang dulu lagi, apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Kyu Hyun akhirnya.

Ahra tersenyum, ia menatap adiknya itu dengan sayang. “Yang kau katakan semuanya benar. Aku tak bisa terus-menerus terpuruk dan menangisi keadaanku. Seharusnya aku bangkit dan melawan semuanya. Maafkan aku karena sudah menyusahkanmu berbulan-bulan lamanya, Kyu Hyun-ah.” Ucap Ahra sendu.

Kyu Hyun tersenyum lega. “Sudah menjadi tugasku menjaga dirimu, noona-ya. Aku sangat bersyukur karena kau kembali seperti dulu. Aku benar-benar senang, noona-ya.” Ucap Kyu Hyun dengan senyum yang tak pernah meninggalkan wajahnya.

“Aku sudah memikirkan semua ini matang-matang. Aku akan kembali ke rumah, dan aku mau kau juga kembali. Aku tak ingin hubungan kita dengan appa terus memburuk. Aku ingin kita pulang ke rumah.” Ucap Ahra lagi.

Kyu Hyun menyandarkan tubuhnya. “Kalau noona ingin kembali, maka kembalilah. Aku akan tetapi di sini. Lagipula hubunganku dengan appa tak buruk.” Ucap Kyu Hyun tak meninggalkan kesinisan dalam suaranya. Jelas ia tak akan kembali ke rumah itu, bagaimana ayahnya bersikap dalam menghadapi kasus Ahra sudah membuat Kyu Hyun membuka matanya. Ia tak bisa tinggal dengan pria paruh baya itu.

“Kyu, aku mohon. Hubunganmu dan appa memburuk karena diriku. Aku mohon ikutlah denganku kembali ke rumah. Aku akan memperbaiki semuanya seperti semula. Aku juga berencana untuk turun kembali ke perusahaan dan membantumu juga appa.” Ucap Ahra terlihat sangat yakin.

“Aku mengatakan yang sejujurnya noona-ya, aku akan tetap di rumah ini. Jarak rumah dan perusahaan lebih dekat. Aku akan lebih fokus mengerjakan semuanya di sini.” Ucap Kyu Hyun berusaha menolak permintaan Ahra.

Ahra menganggukan kepalanya mengalah terhadap Kyu Hyun. “Baikalah. Kau memang tak bisa dilawan sejak kita kecil. Aku tak akan memaksamu untuk kembali ke rumah tapi kuharap kau mau mempertimbangkan apa yang kukatakan. Lakukan apapun yang kau inginkan. Besok aku akan menemui appa.” Ucap Ahra lagi.

“Kau yakin kau akan menemui appa besok?” tanya Kyu Hyun. Ia merasa semua terlalu cepat, ia tahu bila Ahra sudah memiliki keyakinan pasti akan diwujudkan apapun caranya.

Ne, aku harus menyelesaikan semuanya dan meminta maaf padanya. Aku pengecut karena pergi dari rumah tanpa berbicara padanya.” Ucap Ahra dengan wajah sendu.

“Aku yang membawamu pergi dari sana.” Ucap Kyu Hyun sinis, ia kembali ingat dengan apa yang ayah mereka lakukan pada Ahra.

“Tetap saja, aku akan meminta maaf pada appa.” Ucap Ahra.

Tch~ mengapa kau harus meminta maaf padanya? Kau tak perlu meminta maaf. Seharusnya pria bajingan itu yang meminta maaf padamu dan appa atas apa yang sudah terjadi padamu. Ia benar-benar pria bajingan, Ji Hoon seharusnya bertanggung jawab untuk semua ini.” Ucap Kyu Hyun berubah emosi. Pria itu tak memperhatikan perubahan wajah Ahra, mendadak Ahra menundukan kepalanya dan menatap lantai seolah menyembunyikan banyak kesedihannya.

“Kyu…” ucap Ahra pelan seolah tak sanggup melanjutkan ucapannya.

“Aku senang karena kau akhirnya kembali seperti dulu. Kau tak pantas menangisi pria brengsek seperti dirinya. Ia yang seharusnya berlutut dan menangis di kakimu. Kupastikan hidupnya tak akan bahagia setelah apa yang telah ia lakukan padamu, noona-ya.” Ucap Kyu Hyun.

“Kyu Hyun dengar…” ucap Ahra berbisik. Kyu Hyun tertegun saat melihat air mata mengalir dari mata Ahra. Pria itu menegang seketika, apakah ucapannya membangkitkan kembali kesakitan wanita itu?

Noona-ya?” panggil Kyu Hyun pelan, ia merengkuh tubuh kakaknya yang kini bergetar hebat.

Ahra terisak pelan. Kyu Hyun memeluk tubuh Ahra lebih erat, tangan pria itu bergerak menepuk punggung Ahra, ia mencoba menenangkan wanita itu.

Ssst~ noona-ya, kenapa kau kembali menangis?” tanya Kyu Hyun masih memeluk Ahra.

“Aku mencintainya Kyu, aku sangat mencintainya…” isak Ahra, Kyu Hyun memejamkan matanya mengutuk kalimat yang dilontarkan Ahra.

Noona! Berhentilah seperti ini.” Ucap Kyu Hyun marah.

“Aku mencintainya, aku… aku menyakiti pria yang sangat menyayangiku.” Ucap Ahra lagi.

“Kau memulainya lagi.” Kesal Kyu Hyun. “Ia tak akan meninggalkanmu setelah menghamilimu kalau ia menyayangi dirimu.” Tambah Kyu Hyun marah.

“Kau salah.” Ucap Ahra pelan.

“Hmm?”

“A-ku berselingkuh dengan Jung Mo…” Ucap Ahra tak sanggup melanjutkan ucapannya.

Mwo?” tanya Kyu Hyun tak mengerti, ia melepas pelukannya lalu menatap Ahra dengan pandangan menuntut. “Apa yang kau bicarakn, noona-ya?” tanya Kyu Hyun tak mengerti.

Ahra menghapus air matanya lalu menatap Kyu Hyun dengan raut wajah seolah meminta maaf pada pria itu. Kyu Hyun merasakan sesuatu yang aneh pada hatinya. Tiba-tiba ia menjadi takut mendengar apa yang akan dikatakan Ahra padanya.

“Aku membohongimu selama ini, bukan Ji Hoon yang menghamiliku.” Ucap Ahra kemudian.

DEG!

Seperti Baru saja disambar petir, Kyu Hyun menatap Ahra dengan mata yang membulat tak percaya. Tubuhnya berubah kaku, wajahnya bahkan memucat seolah aliran darahnya berhenti begitu saja. Ia tak tahu apa yang akan ia lakukan sekarang. Rasanya seperti akan meledak mendengar ucapan Ahra. Hanya satu yang ada di dalam pikirannya sekarang. Gadis itu… Kang Hyu Won.

“Bagaimana bisa kau membohongiku?” tanya Kyu Hyun masih dengan wajah pucatnya, ia menelan ludahnya yang terasa membantu. Rasanya tenggorokannya sakit sekali.

Mianhae…”

“Jelaskan padaku!” bentak Kyu Hyun. Ahra terkejut dengan reaksi Kyu Hyun.

Mianhae, Kyu…” isak Ahra.

“Berhentilah menangis dan jelaskan padaku, Cho Ahra!” bentak Kyu Hyun lagi. Ia bahkan tak peduli dengan kesopanan lagi. Apa yang dikatakan Ahra sebentar lagi mungkin akan membuat Kyu Hyun merasakan penyesalan seumur hidupnya. Itu artinya ia sudah menghancurkan hidup orang yang tak bersalah sama sekali.

“Ayo noona…” desak Kyu Hyun mencoba menahan emosinya.

“Hubunganku dan Ji Hoon sedikit memburuk beberapa bulan menjelang keberangkatannya ke London.” Ucap Ahra memulai cerita. “Diperburuk dengan kedekatanku dengan Jung Mo. Saat itu aku sedang mengerjakan proyek dengan Jung Mo. Jung Mo adalah mantan kekasihku saat kami SMA. Seiring berjalannya waktu, aku kembali merasakan perasaan seperti dulu terhadap Jung Mo. Kami semakin dekat. Dari situlah hubunganku dengan Ji Hoon menjadi berantakan. Malam itu aku dan Jung Mo pergi ke club malam untuk merayakan keberhasilan proyek kami, kami mabuk bersama. Ia mengantarku ke apartementku. Di situlah semua kebodohan itu terjadi. Aku tak ingat kami melakukan hal terlarang itu. Hingga pagi menjelang, kami dikagetkan dengan munculnya Ji Hoon di kamarku. Mendapati kekasihmu tidur dengan pria lain, apa yang bisa kau lakukan lagi? Ji Hoon pergi tanpa melihat diriku. Aku tahu aku sudah menyakiti hatinya. Aku sudah menginjak-injak harga dirinya, Kyu.” Ucap Ahra mencoba menahan air matanya. Bila mengingat raut kesakitan di wajah Ji Hoon hari itu, ia merasa menjadi wanita paling bodoh di dunia ini. Ia menyakiti pria yang sangat berharga di dalam hidupnya.

Kyu Hyun bernafas dengan sangat berat setelah mendengar pengakuan Ahra. Ia mencoba menahan nyeri di kepalanya. Mendadak kepalanya sakit. “Andwae…” bisik Kyu Hyun tak percaya. “Kenapa kau tak pernah mengatakan semua kebenaran ini? Kau membohongiku, noona!” Ucap Kyu Hyun marah.

“Maaf… maaf, maafkan aku.” Ucap Ahra setengah berbisik. Ia tahu Kyu Hyun sangat marah padanya.

“Kau bahkan tak mengatakan kebenaran ini pada appa! Kalau kau mengatakannya, Jung Mo akan bertanggung jawab untuk semua ini.” Ucap Kyu Hyun mencoba menahan emosinya. “Kami bahkan tak tahu tentang Jung Mo sama sekali. Kau benar-benar membohongi kami!” ujar Kyu Hyun kasar.

Ahra menunduk semakin dalam. Ia lantas mulai berbicara. “Jung Mo sudah memiliki tunangan saat itu, ia mengatakan tak bisa bersama denganku. Ia memohon padaku agar menggugurkan kandunganku tapi aku tak mau. Aku membiarkan ia pergi karena pertunangannya adalah pertunangan politik untuk membantu perusahaannya. Ak-…”

“Brengsek!” potong Kyu Hyun. “Lalu Ji Hoon? Mengapa kau bersikap seolah Ji Hoon yang sudah melakukan semua ini padamu?” tanya Kyu Hyun kasar. Ahra selama berbulan-bulan selalu menyebut nama Ji Hoon setiap kali Kyu Hyun bertanya tentang semua hal yang terjadi padanya. Menurut Kyu Hyun Ji Hoon-lah penyebab semua kehancuran Ahra tapi malam ini, malam ini ia tahu siapa yang bersalah sebenarnya. Ahra seharusnya menjelaskan semuanya sejak awal. Tuhan, Kyu Hyun merasa begitu bodoh dan terkutuk.

Ahra kembali terisak, ia tak memperdulikan pertanyaannya Kyu Hyun. Ia kembali melanjutkan kalimatnya yang terpotong. “Dan Ji Hoon, aku tak mungkin memintanya kembali padaku sementara aku sudah menghancurkan hatinya. Ia akan pergi ke London untuk melanjutkan bisnis keluarga. Aku tahu itu adalah impiannya. Jadi melepaskannya adalah apa yang bisa aku lakukan. Tapi semakin aku berusaha melupakannya, aku tak bisa. Aku selalu mengharapkannya kembali. Aku mengharapkannya hingga aku bahkan tak bisa membedakan kenyataan dan khayalanku. Aku berbohong padamu karena aku begitu berharap ialah yang melakukan semua ini padaku. Aku juga… aku juga sangat malu dengan diriku. Aku tak ingin kalian tahu tentang hubunganku dengan Jung Mo. Aku selalu menyangkal semua hal yang sudah kulakukan pada Ji Hoon, aku mengatakan ia menyakitiku sementara faktanya akulah yang menyakitinya. Aku tidak bisa menerima diriku mengkhianati pria sebaik dirinya. Aku sangat menyesal… Aku merasa sangat bersalah padanya. Aku mendorongnya pergi meninggalkanku. Aku menyebut namanya di setiap waktu berharap ia kembali padaku lagi.” Ucap Ahra dengan semua penyesalannya. Ia benar-benar mencintai Ji Hoon.

Kyu Hyun mulai berdiri dari duduknya, pria itu menatap Ahra dengan tajam. “Apakah Ji Hoon tahu kau hamil?” tanya Kyu Hyun tidak sabaran.

Ahra menggelengkan kepalanya. “Ji Hoon tidak tahu aku hamil. Setelah kepergiannya ke London, aku baru tahu aku mengandung anak Jung Mo.” Ucap Ahra pelan. Ia semakin mengutuk dirinya saat ia tahu ia mengandung anak dari pria yang tak ingin bersama dengannya sama sekali.

“Ya Tuhan! Dia bahkan tak ada sangkut-pautnya dengan semua ini!” bentak Kyu Hyun lagi. Pria itu meremas rambutnya kasar, ia mengusap wajahnya gusar.

“Maafkan aku.” Ucap Ahra lemah. “Maafkan aku, Kyu.” Ucap Ahra memohon.

“Kalau sejak awal kau menjelaskan semuanya, tak akan ada kesalahpahaman seperti ini noona! Dan maaf tak akan mengembalikan keadaan seperti semula!” ucap Kyu Hyun dengan emosi yang meluap-luap. Ia merasa dibodohi, berbulan-bulan menyimpan dendam dan amarah pada orang yang tak bersalah sama sekali. “Kau… kau!” bentak Kyu Hyun marah, ia mulai merasa kalut.

“Kenapa kau bereaksi seperti ini? Aku minta maaf karena sudah membohongimu tapi tak seharusnya kau seperti ini. Reaksimu sungguh berlebihan sekali.” Ucap Ahra tak mengerti dengan reaksi yang Kyu Hyun tunjukan padanya.

Kyu Hyun bertolak pinggang, Kyu Hyun memijat dahinya dengan kasar. Memang apa yang dikatakan Ahra benar. Ia tak akan bereaksi berlebihan seperti ini kalau ia tak menghancurkan hidup orang lain.

“Aku bahkan menghancurkan hidup orang yang tak bersalah sama sekali karena kesalahpahaman yang kau buat.” Ucap Kyu Hyun dengan kasar. Ia tak bisa mengontrol emosinya hingga mengatakan kalimat seperti itu.

“Mwo?” tanya Ahra bingung. “Apa yang kau bicarakan?” tanya Ahra lagi. Wanita itu menatap Kyu Hyun dengan cemas dan bingung. Kyu Hyun tak memperdulikan pertanyaan Ahra. Hanya satu orang yang kini memenuhi pikirannya.

“Aku harus pergi.” Ucap Kyu Hyun terburu-buru.

“Cho Kyu Hyun apa yang sudah kau lakukan sebenarnya?” tanya Ahra mulai panik melihat kegelisahan di wajah Kyu Hyun. Mungkinkah adiknya itu sudah melakukan sesuatu yang buruk tanpa sepengetahuannya?

Kyu Hyun tak menjawab pertanyaan Ahra, pria itu justru berjalan terburu-buru menuju pintu rumah mereka. Ahra mengikuti dari belakang dengan panik.

“Cho Kyu Hyun!” teriak Ahra panik.

“Berhenti Cho Kyu Hyun! Jawab pertanyaanku!” teriak Ahra memaksa Kyu Hyun untuk berhenti namun pria itu terus berlari tak memperdulikan Ahra. Pria itu berlari kesetanan.

“Kyu Hyun! Aku memanggilmu!” teriak Ahra lagi. Kali ini Kyu Hyun berbalik dan menatap Ahra dengan dingin.

“Tetap di sana dan jangan mencoba mengikutiku.” Ucap Kyu Hyun datar lalu berjalan menuju mobilnya. Ahra tercengang melihat sikap dingin Kyu Hyun padanya.

“Kyu?”

“Tetap di sana, noona!” bentak Kyu Hyun tak ingin dilawan.

Mesin mobil dinyalakan setelah Kyu Hyun masuk, ia lalu meluncur meninggalkan Ahra yang berdiri mematung di halaman rumah mereka. Kyu Hyun punya satu tujuan malam ini, Kang Hyu Won. Ia benar-benar sangat tak sabar untuk mencari Hyu Won. Ia harus menemui gadis itu.

****

Tous Les Jours Café

Seoul, South Korea

09.30 PM

Kyu Hyun memarkirkan mobilnya serampangan di depan kafe di mana ia pertama kali bertemu dengan Hyu Won. Hanya tempat ini yang ada di dalam pikirannya, ia tahu gadis itu diusir dari rumahnya tetapi ia tak tahu di mana gadis itu tinggal. Dari foto-foto terakhir yang ia dapat dari orang suruhannya, gadis itu menetap satu malam di sebuah sauna umum. Ia belum menerima informasi lagi. Jadi besar kemungkinan gadis itu mungkin sedang berada di tempat kerjanya.

Kyu Hyun berjalan tergesa-gesa menuju ke dalam kafe, ia tahu ini adalah kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan di dalam hidupnya. Sepanjang perjalanan ia mengutuk kebodohannya karena bisa dengan brengseknya memikirkan balas dendam sekeji itu. Sekarang ia hanya menunggu hasil terburuk yang akan terjadi selanjutnya. File berisi kekejian yang ia lakukan terhadap Hyu Won mungkin sudah sampai di tangan Ji Hoon. Ia tak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti, yang ia pikirkan sekarang hanya Hyu Won. Gadis itu mungkin tak akan pernah memaafkan Kyu Hyun bila tahu semua rencana kejam yang telah ia atur sejak awal pertemuan mereka.

Annyeong haseyo…” sapa seorang gadis mungil saat Kyu Hyun masuk ke dalam kafe, perawakan gadis itu mengingatkan Kyu Hyun pada Hyu Won.

“Di mana Hyu Won?” tanya Kyu Hyun to the point.

Nde?” pegawai kafe tersebut bingung dengan pertanyaan Kyu Hyun.

Kyu Hyun mencoba menahan kegelisahannya. “Aku ingin bertemu dengan pegawai kafe yang bernama Kang Hyu Won.” Ucap Kyu Hyun lagi.

“Permisi?” suara berat seorang pria mengangetkan Kyu Hyun. Kyu Hyun lantas berbalik dan mengerutkan dahinya karena tak mengenal pria tersebut.

Ne.” Balas Kyu Hyun.

“Kau pelanggan yang sering menemui Hyu Won, tuan?” tanya pria tersebut.

“Ya, aku… aku teman Hyu Won.” Ucap Kyu Hyun dengan keraguan. Benarkah ia teman Hyu Won? Ia hanya pria yang datang dan menghancurkan hidup gadis sepolos Hyu Won. Hatinya tersenyum mengejek kejahatan yang sudah ia lakukan pada Hyu Won.

“Ah, aku benar. Kau sudah jarang ke mari, aku hanya ingat sekilas. Perkenalkan namaku Lee Hyukjae, panggil saja Eun Hyuk. Aku pemilik kafe ini. Ada yang bisa kubantu? Tampaknya kau sangat gelisah.” Ucap pria yang mengaku pemilik kafe itu. Ia mencoba menawarkan bantuan pada Kyu Hyun.

“Aku ingin menemui Hyu Won, ada urusan yang ingin kuselesaikan. Apakah aku bisa bertemu dengannya?” tanya Kyu Hyun.

Eun Hyuk tampak menatap jam dinding lalu kembali menatap Kyu Hyun. “Kau datang terlambat, gadis itu baru saja pulang. Kira-kira lima belas menit yang lalu.” Ucap Eun Hyuk dengan nada menyesal.

Jinjja?” tanya Kyu Hyun kecewa.

Ne, kalau kau mau menemuinya lagi, datang lagi saja besok. Waktu kerja Hyu Won dari pukul dua siang sampai sembilan malam.” Ucap Eun Hyuk.

Kyu Hyun menganggukan kepalanya. Ia menutupi kekecewaanya dengan tersenyum. “Kalau begitu aku permisi dulu, gomawo Eun Hyuk-ssi.” Ucap Kyu Hyun.

Ne, cheonmaneyo.” Ucap Eun Hyuk. Kyu Hyun berbalik dan meninggalkan kafe tersebut. Eun Hyuk lantas menepuk jidatnya.

“Bagaimana bisa aku lupa menanyakan namanya?” ucap Eun Hyuk pada dirinya sendiri.

****

Cho’s Corporation

Seoul, South Korea

11.00 PM

Kyu Hyun memilih untuk tak kembali ke rumah karena ia tak ingin semakin bertambah emosi bila melihat Ahra. Ia tak hanya marah pada Ahra, ia justru lebih marah terhadap dirinya sendiri. Karena amarah dan dendam, ia menghancurkan hidup gadis sebaik Hyu Won. Bagaimana keadaan gadis itu sekarang?

“Seharusnya aku mempercayai feeling-ku.” Ucap Kyu Hyun pada selembar foto di mana wajah Hyu Won terpampang jelas di sana.

Kyu Hyun sedang menunggu orang suruhannya untuk datang dan mengantar foto-foto terbaru Hyu Won, ia harus tahu di mana gadis itu tinggal. Kyu Hyun memijat dahinya ketika melihat foto di mana Hyu Won diusir dari rumahnya. Perasaan bersalah semakin menghantuinya. Rasanya sakit sekali melihat raut wajah gadis itu di dalam foto yang ia genggam.

“Mengapa ia diusir?” gumam Kyu Hyun penuh dengan rasa ingin tahu. “Tuhan, kutuklah aku.” Desah Kyu Hyun kasar, ia mengingat semua kejahatan yang ia lakukan untuk Hyu Won.

Tok… Tok… Tok…

Kepala pria itu terangkat dan mengarah ke arah pintu masuk kantornya. “Masuklah.” Perintah Kyu Hyun kasar. Ia sudah tak sabar menunggu kedatangan orang suruhannya itu.

Seorang pria dengan tinggi kurang lebih 179 cm, lengkap dengan jas hitam masuk setelah mendengar perintah dari Kyu Hyun. Pria itu menundukan kepalanya memberi hormat pada Kyu Hyun. Ia memasang wajah seriusnya, kali ini atasannya itu tak memasang wajah santai seperti biasanya. Semua orang mudah terintimidasi dengan tatapan Cho Kyu Hyun.

“Saya membawa foto yang anda minta, sajangnim.” Ucap pria tersebut.

Kyu Hyun menganggukan kepalanya, “duduklah, Jang Hyuk-ya.” Ucap Kyu Hyun memerintah.

Jang Hyuk menganggukan kepalanya lalu duduk pada kursi tepat di hadapan Kyu Hyun. Pria itu mengeluarkan amplop coklat besar dari dalam tasnya. Ia lantas menyerahkan amplop tersebut pada Kyu Hyun.

“Ini adalah hasil hari ini dan kemarin, sajangnim.” Ucap Jang Hyuk pelan.

Kyu Hyun dengan cepat membuka amplop coklat tersebut. Tangannya bergerak menarik lembaran foto keluar dari dalam amplop. Wajahnya terlihat begitu serius mengamati foto-foto tersebut. Lembaran pertama dimulai dari malam ini, di mana Hyu Won terlihat sedang bekerja di kafe seperti biasanya. Hanya saja wajah gadis itu tak seceria biasanya, Kyu Hyun bisa melihat semua itu. Lalu foto berpindah pada saat Hyu Won keluar dari kafe dengan seorang pria.

“Siapa pria ini?” tanya Kyu Hyun reflek menunjuk pada pria di lembaran foto.

“Dia Lee Sungmin.” Ucap Jang Hyuk.

“Lee Sungmin? Apa hubungan yang ia miliki dengan Hyu Won?” tanya Kyu Hyun tak sabar.

“Saya belum menemukan data lengkapnya, sajangnim. Tapi ia adalah teman dari kakak gadis itu. Ia mengambil study magister-nya di tempat yang sama dengan Hyu Won.” Balas Jang Hyuk. Ia tahu Kyu Hyun tak puas dengan jawabannya.

Kyu Hyun kembali menatap Jang Hyuk, “di sini terlihat Hyu Won masuk ke dalam sebuah apartement dengan pria ini. Bisakah kau jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Kyu Hyun sedikit meninggi, ia tak sadar ia menunjukan sikap yang tak wajar. Ia tak sadar ia baru saja menunjukan kecemburuannya di depan Jang Hyuk.

“Semenjak malam di mana gadis itu tinggal di sauna, hari berikutnya ia terlihat bersama dengan Lee Sungmin, sajangnim. Saya menduga ia tinggal bersama Lee Sungmin karena pagi ini mereka terlihat keluar dari tempat yang sama.” Ucap Jang Hyuk.

Kyu Hyun menyandarkan tubuhnya pada kursinya, pria itu mengerutkan dahi mencoba mencerna semuanya. “Aku tak pernah melihat Hyu Won dekat dengan pria ini, apakah kau pernah mengirim foto pria ini?” tanya Kyu Hyun.

“Saya pernah mengirim foto di mana gadis itu terlihat bersama Sungmin, sajangnim. Anda mungkin tidak memperhatikan dengan detail. Saya rasa mereka bersahabat dekat tapi dari pengamatan saya, mereka lebih terlihat seperti saudara.” Ucap Jang Hyuk. Kyu Hyun menganggukan kepalanya merasa tenang, ia merasa lega dengan hubungan antara Sungmin dan Hyu Won. Tapi siapa yang tahu hubungan mereka sebenarnya? Jang Hyuk hanya menduga dan berspekulasi. Ia butuh informasi lebih detail lagi.

Kyu Hyun kembali melanjutkan melihat lembaran foto-foto Hyu Won. Matanya membulat saat melihat Hyu Won keluar dari sebuah rumah sakit dan lagi-lagi gadis itu bersama Lee Sungmin. Sekarang Kyu Hyun semakin tak tenang, ia tak paham dengan perasaan gusar yang ia rasakan saat ini.

“Mengapa mereka bisa keluar bersama dari rumah sakit?” tanya Kyu Hyun keras. Ia jelas menunjukan rasa khawatirnya.

“Saya rasa gadis itu sakit, sajangnim. Lee Sungmin terlihat terus memapah gadis itu ketika mereka tiba di apartement.” Ucap Jang Hyuk.

Kyu Hyun dengan kasar melempar foto-foto tersebut di atas meja. Ia merasa seolah dirinyalah penyebab gadis itu sakit. Dengan wajah mengeras ia menatap Jang Hyuk yang tak gentar sama sekali. Pria itu memasang wajah datarnya meskipun ia benar-benar khawatir dengan atasannya itu. “Selidiki lebih jauh apa hubungan Hyu Won dengan Sungmin, laporkan segera padaku. Dan, terus ikuti ke mana pun mereka pergi. Oh ya, kirimkan alamat lengkap Lee Sungmin ke emailku.” Ucap Kyu Hyun memerintah.

Ne, sajangnim.” Balas Jang Hyuk dengan anggukan.

“Kau boleh pergi.” Ucap Kyu Hyun.

Ne, saya permisi, sajangnim.” Ucap Jang Hyuk lalu berdiri dari kursi. Pria itu lantas berbalik dan menghilang di balik pintu kantor Kyu Hyun.

Kyu Hyun menekuk tangan kirinya di meja, lantas jari-jarinya bergerak mengusap dagu tanda ia sedang dalam keadaan gusar. Ia benar-benar dihantui perasaan bersalah dan penasaran setengah mati. Seribu pertanyaan merengsek masuk ke dalam kepalanya.

“Siapa Lee Sungmin itu?” gumam Kyu Hyun. “Sakit apa dirimu, Hyu Won-ah?” tanya Kyu Hyun pada lembaran foto di mana Hyu Won dan Sungmin terlihat keluar dari sebuah rumah sakit.

Drrt Drrt Drrt

Kyu Hyun dikejutkan dengan ponselnya yang bergetar di atas meja. Ia melirik pada layar ponsel dan menemukan nama Ahra tertera di sana. Pria itu memilih mengabaikan panggilan Ahra. Ini pertama kali ia mengabaikan panggilan Ahra karena perasaan marah.

Mianhae noona-ya…” ucap Kyu Hyun.

****

Two Days Later…

Sungmin Apartement

Seoul, South Korea

09.00 AM

Hyu Won berdiri dengan wajah tertekuk, Sungmin sibuk menertawakan wajah gadis itu. Pagi ini gadis itu melakukan hal bodoh dengan membawa ponsel ke dalam kamar mandi alhasil ponsel gadis itu terjatuh ke dalam kloset dan tak bisa dinyalakan lagi.

“Ayolah, ponselmu bahkan masih ada. Ponselku yang malang dicuri orang kemarin.” Ucap Sungmin tanpa wajah cemas sama sekali. Ia sempat mengamuk karena ponselnya hilang tapi mau bagaimana lagi, ia akan membeli ponsel baru hari ini.

“Itu satu-satunya ponsel yang kumiliki.” Ucap Hyu Won sedih.

“Aku akan membelikan yang baru untukmu dan untukku.” Ucap Sungmin menghibur Hyu Won.

Mwo! Andwae! Oppa tidak boleh membelikan aku ponsel, aku akan membelinya dengan uangku sendiri. Kau tidak boleh membelikanku ponsel, aku sudah menumpang di tempatmu.” Ucap Hyu Won menolak tawaran Sungmin.

“Eihh~ gweanchanna,” ucap Sungmin dengan senyum dibibirnya.

Andwae! Kalau oppa membelikanku ponsel untukku, aku akan keluar dari apartementmu.” Ancam Hyu Won, ia tak bercanda. Sudah cukup ia menumpang dan menyusahkan pria itu.

Geurae… geurae…” ucap Sungmin mengalah, ia memutuskan untuk tak membelikan ponsel untuk Hyu Won. Ia tahu Hyu Won bukan gadis yang suka meminta-minta. Ia kenal betul dengan gadis itu.

“Begitu lebih baik, oppa-ya. Aku tak mau terus-menerus merepotkanmu.” Ucap Hyu Won.

Sungmin mengacak rambut gadis itu pelan. “Wah! Dongsaeng-ku sudah tumbuh besar.” Ucap Sungmin menggoda Hyu Won.

Ishhh…” desis Hyu Won tak suka diperlakukan seperti anak kecil. Sungmin dan Ji Hoon selalu memperlakukan dirinya seperti anak kecil.

“Kalau begitu aku pergi dulu, jam kerjamu di kafe jam dua?” tanya Sungmin bersiap akan pergi.

“Hmm. Mungkin aku akan membereskan apartement dan membeli bahan makanan untuk kita.” Ucap Hyu Won.

“Jangan membereskan apartement, ingat kau sedang mengandung.” Ucap Sungmin perhatian, perasaan Hyu Won lagi-lagi menghangat seketika. Selintas ia berpikir bagaimana bila Kyu Hyun yang bersikap seperti ini padanya. Seolah mendapat tamparan, ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Bagaimana bisa ia memikirkan pria yang tak ingin berhubungan dengannya lagi? Kyu Hyun dan Sungmin jelas dua pribadi yang sangat berbeda. Sungmin sehangat musim panas sementara Kyu Hyun adalah pria yang sangat dingin dan tak memiliki hati.

Wae?” tanya Sungmin ketika melihat Hyu Won menggelengkan kepalanya.

Anniyo…” ucap Hyu Won dengan senyum masam.

Sungmin tak mau bertanya lebih, ia menatap jam tangannya lalu menatap Hyu Won. “Aku harus pergi kuliah, jaga dirimu baik-baik.” Ucap Sungmin. Pria itu lantas menatap perut Hyu Won. Ia lalu meletakan tangannya di sana. “Nah, anak manis di dalam perut Hyu Won, kau tak boleh menyusahkan eomma-mu. Sementara ahjussi pergi, kau tenanglah di dalam perut eomma-mu.” Ucap Sungmin dengan nada humor. Ia sedang menggoda Hyu Won.

Aishhh! Jangan nasihati anakku seperti itu. Dia tak menyusahkanku!” kesal Hyu Won namun ia tertawa pelan menikmati candaan Sungmin.

Ommo, lihatlah eomma-mu melindungimu. Cha! Aku pergi saja, jaga dirimu Hyu Won-ah.” Ucap Sungmin lalu pergi setelah menggoda Hyu Won.

“Hmm.” Angguk Hyu Won.

Sungmin berjalan meninggalkan Hyu Won yang masih berdiri menatap dirinya. Sungmin berbalik dan menyuruh Hyu Won masuk dengan isyarat dari jauh. Hyu Won balas melambai. Tiba-tiba ia meresa kesepian, ia tak ingin masuk karena ia akan berpikiran macam-macam. Semenjak kehamilannya, ia selalu memikirkan semua hal secara berlebihan.

Hyu Won memutuskan untuk kembali masuk ke dalam apartement. Katika akan berbalik, seorang pria memanggil namanya dengan lembut.

“Hyu Won.” Panggil pria tersebut, Hyu Won mengangkat kepalanya dan tubuhnya membeku seketika. Cho Kyu Hyun berdiri di depan apartementnya –apartement Sungmin. Pria itu masih tetap tampan menurut Hyu Won walaupun berbulan-bulan tak bertemu, wajah pria itu masih tetap wajah seorang Cho Kyu Hyun yang mempu membuat wanita diam tak berkutik sama sekali. Dia memang pria yang sanggup mengintimidasi seseorang dalam keadaan apapun termasuk dalam keadaan diamnya.

Oppa?” ucap Hyu Won tercekat, ia masih terkejut dengan kehadian pria itu. Kyu Hyun menatap Hyu Won seolah ia ingin sekali menarik gadis itu untuk pergi bersamanya. Melihat keakraban Hyu Won dan Sungmin membuat Kyu Hyun begitu sangat marah, ia tak tahu mengapa ia harus marah tapi ia tak suka melihat Sungmin bersikap baik pada Hyu Won. Seharusnya ia tak bisa membenci perlakukan Sungmin pada Hyu Won karena ia bahkan tak bisa memperlakukan Hyu Won dengan lembut.

Kyu Hyun maju selangkah karena menurutnya, jarak antara dirinya dan Hyu Won cukup jauh. Diluar dugaan, Hyu Won melangkah mundur seolah gadis itu takut berdekatan dengan Kyu Hyun. Kyu Hyun tertawa masam, sudah barang tentu gadis itu akan menjauhinya. Justru akan terasa aneh bila gadis itu tidak menunjukan sikap antisipasi sama sekali.

“Aku ke mari un-…”

“Aku tak akan datang lagi ke perusahaanmu, Jadi kau tidak perlu ke mari untuk memperingatiku.” Potong Hyu Won cepat. Tiba-tiba rasa panik menghampirinya, ia takut Kyu Hyun mungkin datang untuk marah kepadanya karena tingkahnya beberapa hari lalu. Kyu Hyun sudah memutuskan hubungan di antara mereka, itu artinya ia tak ingin bertemu dengan Hyu Won lagi. Mungkin pria itu merasa terganggu dengan kehadirannya di perusahaan.

“Bukan itu,” ucap Kyu Hyun.

“Aku minta maaf karena mengganggumu, tapi aku tak akan menemuimu lagi. Sekarang oppa bisa pergi.” Ucap Hyu Won dengan suara bergetar, ia selalu takut dan sedih bila mengingat apa yang sudah Kyu Hyun lakukan padanya. Ia tak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya sekalipun In Hye sering menyiksanya. Apa yang Kyu Hyun lakukan lebih menyakitkan daripada apa yang sering In Hye lakukan padanya. Perilaku Kyu Hyun semacam menimbulkan trauma tersendiri padanya. Ia takut dirinya akan ditolak, diabaikan, dan dibuang lagi.

Kyu Hyun memejamkan matanya sekilas lalu membukanya kembali, ia mengutuk sikap Hyu Won yang seperti itu. Di mana Hyu Won yang selalu kuat dan tak goyah seperti ini. Gadis ini terlihat begitu rapuh menurut Kyu Hyun. Apa yang sudah ia lakukan pada gadis polos ini?

“Dengar aku ta-…”

BLAMMM

Kyu Hyun menahan nafasnya saat pintu apartement terbanting tepat di hadapannya. Pria itu tersenyum sedih. Belum pernah ada yang melakukan hal seperti itu padanya. Gadis itu benar-benar berpikir dirinya ke mari untuk membuat perhitungan. Gadis itu benar-benar takut padanya sekarang, Kyu Hyun tahu itu.

Kyu Hyun membalikan tubuhnya dan menatap mobilnya yang terparkir lumayan jauh dari apartement Sungmin, pria itu bertolak pinggang lalu memikirkan apa cara yang bisa ia lakukan untuk berbicara dengan Hyu Won. Ia berdiri lama sekali di depan apartement Sungmin memikirkan hal-hal yang muncul di kepalanya. Ia terus berdiri hingga setengah jam, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke mobilnya. Hyu Won mungkin tak ingin melihatnya.

****

Tous Les Jours Café

Seoul, South Korea

08.40 PM

Kyu Hyun tak menghentikan usahanya untuk berbicara dengan Hyu Won. Pria itu memutuskan untuk mengikuti Hyu Won seharian ini. Hingga malam tiba, ia masih setia menunggu Hyu Won di depan kafe tempat gadis itu bekerja. Sekilas memori tentang pertemuan pertama mereka di kafe ini muncul dalam benak Kyu Hyun. Pria itu tersenyum mengenang memori tersebut, itu pertemuan yang sangat mendebarkan tetapi dalam konteks tidak dalam keadaan jatuh cinta. Saat itu ia berdebar karena akhirnya ia bertemu langsung dengan adik Ji Hoon. Hyu Won terlihat manis dan begitu polos. Sekarang ia sudah tahu semua kebenarannya, gadis itu menjadi korban untuk sesuatu yang tak ia lakukan. Penyesalan Kyu Hyun membuatnya tak tenang. Ya, ia memang pantas untuk hidup tidak tenang.

Kyu Hyun duduk dengan gelisah, ia tak bisa menunggu terlalu lama lagi. Sejak siang ia begitu bosan hanya duduk di dalam mobil dan mengamati Hyu Won dari jauh. Beberapa panggilan dari Ahra masih ia abaikan, Yesung –sahabatnya–bahkan harus merelakan tenaganya untuk mengerjakan pekerjaan yang Kyu Hyun terlantarkan. Fokus Kyu Hyun hanya benar-benar pada Hyu Won. Dua hari lalu urusan perusahaan membuatnya gila karena tak bisa menemui Hyu Won. Hari ini ia harus berhasil menemui gadis itu.

Ahjussi, aku akan masuk ke dalam. Tunggulah di sini.” Ucap Kyu Hyun tak tahan lagi, ia memutuskan untuk masuk dan menemui Hyu Won. Ia tak peduli gadis itu akan menolaknya lagi, kali ini ia harus berhasil menarik gadis itu untuk keluar dan berbicara dengannya.

Kyu Hyun membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil. Pria itu berdiri memantapkan diri. Ia mengancingkan jas hitam miliknya lalu berjalan dengan mantap menuju kafe. Pria itu bisa melihat Hyu Won yang berdiri melayani beberapa pelanggan.

Kyu Hyun mendorong pintu kafe lalu berjalan menuju sudut ruangan, ia menempati meja favoritnya. Ia tahu Hyu Won akan datang padanya. Dengan wajah datarnya, pria itu menunggu Hyu Won datang padanya.

Hyu Won yang memang sedang sibuk tak menyadari sama sekali kedatangan Kyu Hyun. Ia berjalan menuju meja tiga belas –tempat Kyu Hyun duduk– setelah diperintahkan.

Annyeong Has-…” ucapan Hyu Won terpotong saat menyadari siapa pelanggan yang akan ia layani. Matanya membulat besar, ia merasa begitu marah melihat pria itu berada di hadapannya. Ia hendak membalikan tubuhnya saat Kyu Hyun mencengkram tangannya, tidak keras tapi bisa menghentikan langkah Hyu Won.

“Kau tidak bisa pergi sesukamu, aku di sini sebagai pelanggan.” Ucap Kyu Hyun dengan intonasi mengancam.

“Temanku yang akan mel-…”

“Seperti itukah pelayanan di sini? Apakah aku perlu memanggil pemilik kafe ini?” ucap Kyu Hyun mencibir. Hyu Won menegang. Benar apa yang dikatakan Kyu Hyun, ia tak bisa mengabaikan pelanggan. Bagaimana bila Kyu Hyun melakukan kekacauan karena sikapnya itu. Hyu Won menolehkan kepalanya ke arah meja kasir di mana Eun Hyuk tengah berdiri dan tersenyum ramah pada pelanggan lainnya. Kyu Hyun tak boleh mengacaukan keadaan. Gadis itu kembali menatap Kyu Hyun lalu menatap tangannya yang masih dipegang erat oleh Kyu Hyun, ia menaikan satu alisnya seolah meminta Kyu Hyun untuk melepas cengkramannya. Seolah mengerti dengan maksud Hyu Won, Kyu Hyun melepas cengkramannya pada tangan Hyu Won.

Hyu Won menahan kekesalannya, ia memundurkan tubuhnya lalu berdiri tegak di hadapan Kyu Hyun. Gadis itu lantas tersenyum singkat pada Kyu Hyun, Kyu Hyun tertawa bangga di dalam hati. Ia tahu ia tak bisa berbicara dengan Hyu Won seperti tadi pagi, gadis itu butuh sedikit ancaman dan tekanan. Kyu Hyun tak akan bersikap lunak.

“Apa yang ingin anda pesan, tuan?” tanya Hyu Won mencoba bersikap ramah. Ia berusaha mengabaikan pria di hadapannya adalah pria yang menghancurkan hidupnya. Ia tak mengerti mengapa Kyu Hyun kembali datang dan menemuinya lagi. Bukankah pria itu yang tak ingin bertemu dengan dirinya lagi. Mungkinkah pria itu akhirnya sadar dan menyesali semua perbuatannya di hotel beberapa bulan lalu?

Kyu Hyun menatap Hyu Won tepat di manik mata gadis itu, Hyu Won tak membalas tatapan pria itu. Yang Kyu Hyun rasakan adalah tatapan marah, emosi, dan penuh akan sikap antisipasi. Tak ada tatapan ramah dan bersahabat seperti dulu. Gadis itu jelas banyak berubah.

“Seperti biasa.” Ucap Kyu Hyun.

Hyu Won bersiap akan mencatatat seolah paham dengan maksud Kyu Hyun. Lalu detik berikutnya ia merasa seperti baru saja ditampar. Mengapa ia dengan mudahnya mengingat kebiasaan pria itu di sini? Itu akan membuat pria itu besar kepala karena dirinya tak melupakan kebiasaan mereka dulu. Dulu saat Kyu Hyun sering ke mari, Hyu Won hafal benar dengan pesanan pria itu, ia akan langsung membawakan pesanan tanpa diminta. Tapi kini ia menolak untuk memperlakukan Kyu Hyun seperti dulu.

“Maaf, bisakah kau lebih spesifik menyebut pesananmu?” tanya Hyu Won menutupi sikap bodohnya.

Kyu Hyun tertawa mengejek gadis itu, “kau tahu kesukaanku.” Ucap Kyu Hyun memojokan Hyu Won. Ia tahu tadi Hyu Won akan mencatat apa yang ia pesan. Hyu Won pasti hafal benar dengan minuman favoritnya. Setiap kali datang ke kafe ini, Kyu Hyun selalu memesan caramel macchiato.

Hyu Won menggigit bibir bawahnya menahan emosi. “Maaf? Katakan saja, aku tidak mengerti.” Ucap Hyu Won tegas.

“Kau tahu.”

“Katakan saja, tuan!” teriak Hyu Won menjadi marah. Kyu Hyun mengangkat kepalanya lalu menatap Hyu Won dengan tajam, gadis itu benar-benar berteriak padanya.

“Kau berteriak padaku?” tanya Kyu Hyun dengan senyum dingin dibibirnya, Hyu Won tak pernah bersikap kasar dan tak hormat padanya.

Ne, kau menghambat pekerjaanku, tuan!” balas Hyu Won marah. Kyu Hyun bersiap untuk berbicara saat Eun Hyuk datang dan memotong pertengkaran kecil Hyu Won dan Kyu Hyun.

“Maaf, aku mendengar keributan kecil di sini. Ada apa?” tanya Eun Hyuk yang baru saja muncul. Hyu Won terkejut melihat atasannya berdiri di sampingnya, gadis itu menarik nafasnya seolah menyesali emosinya yang cepat meluap seperti tadi. Ia memijat dahinya kecil, akhir-akhir ini ia mudah emosi dan pusing. Ia tahu kehamilannya yang menyebabkan semua ini. Berbicara mengenai kehamilan, ia menatap Kyu Hyun tajam. Sempat terpikir untuk memberitahukan pria itu tentang kehamilannya tetapi ia segera mengurungkan niatnya itu. Kyu Hyun mungkin akan mengatakan ia wanita murahan yang memanfaatkan keadaan. Ia tak bisa menerima hinaan lagi. Cukup sudah ia diperlakukan dengan tak hormat oleh pria itu. Ia tak sanggup bila harus menerima penolakan lagi.

Aniyo.” Balas Kyu Hyun dengan senyuman, ia menatap Hyu Won sekilas. Wajah gadis itu berubah pucat. Kyu Hyun menyangka gadis itu ketakutan karena atasannya datang tapi alasan sebenarnya dari perubahan wajah Hyu Won adalah karena ia mereka pusing tiba-tiba.

Eoh? Anda yang beberapa hari lalu datang ke sini untuk mencari Hyu Won?” suara Eun Hyuk terdengar riang, Hyu Won menatap Eun Hyuk dengan kebingungan. Rasa pusingnya semakin bertambah saja.

Kyu Hyun tersenyum kecil lalu menganggukan kepalanya. “Ne.”

“Hyu Won-ah, pria ini beberapa hari lalu datang dan mencarimu.” Ucap Eun Hyuk.

Hyu Won menatap Kyu Hyun, ia tak bisa lebih fokus lagi. Ia ingin segera ke pantry untuk minum. Ia benar-benar butuh air putih. “Aku tak memiliki urusan dengan pria ini, Eun Hyuk oppa.” Ucap Hyu Won. Kyu Hyun membulatkan matanya mendengar ucapan Hyu Won.

Nde?” tanya Eun Hyuk tak percaya. Tentu ia tak akan percaya, biar bagaimana pun ia tahu kedekatan antara Hyu Won dan Kyu Hyun.

Kyu Hyun dengan cepat berdiri dari kursi tempat ia duduk, mata pria itu memancarkan emosi yang menghujam ke arah Hyu Won. “Cukup sudah. Kau ikut denganku sekarang.” Ucap Kyu Hyun lalu menarik tangan Hyu Won dengan kasar, Eun Hyuk terkejut melihat sikap Kyu Hyun. Pria itu tak sempat mencegah Kyu Hyun membawah Hyu Won pergi. Pria itu akan mengejar Hyu Won dan Kyu Hyun sebelum Kyu Hyun berbalik dan meminta izin pada Eun Hyuk.

“Aku pinjam pegawaimu!” ucap Kyu Hyun setengah berteriak.

N-ne…” balas Eun Hyuk ragu.

“Tidak mau. Aku tak mau pergi denganmu!” ucap Hyu Won menolak.

“Diamlah.” Ucap Kyu Hyun.

Ya! Lepaskan aku!” teriak Hyu Won marah. Kyu Hyun tak memperdulikan ucapan Hyu Won. Cukup sudah gadis itu mempermainkan kesabarannya hari ini.

“Lepaskan aku, jebal…” ucap Hyu Won melemah. Ia mulai merasa lantai tempatnya berjalan seolah berputar-putar. Pandangannya mulai sedikit mengabur. Rasa pening di kepalanya semakin menjadi-jadi. Ia seharusnya mematuhi ucapan dokter yang memintanya untuk menjaga kesehatannya dan tak boleh terlalu kelelehan.

Kyu Hyun menarik pintu kafe lalu membukanya lebar-lebar, ia masih menarik Hyu Won keluar dari dalam kafe. Hyu Won hanya pasrah, keringat dingin mulai bermunculan.

“Hentikan, aku lelah…” ucap Hyu Won lemah, Kyu Hyun tak memperdulikan. Ia benar-benar tak melihat wajah Hyu Won yang mulai melemah.

“Kita harus bicara.” Ucap Kyu Hyun ketika sampai di mobilnya, ia membuka pintu untuk menyuruh Hyu Won masuk.

“Kau tak bisa memaksaku seperti ini.” Ucap Hyu Won lalu menghempaskan tangan Kyu Hyun, gadis itu berbalik dan hendak meninggalkan Kyu Hyun sebelum tubuhnya oleng ke samping. Pandangan Hyu Won mengabur, tiba-tiba perutnya terasa begitu mual. Ia tak bisa menopang tubuhnya lebih lama lagi.

Kyu Hyun yang melihat tubuh Hyu Won seolah tak kuat untuk berdiri, dengan cepat menahan tubuh gadis itu. Hyu Won jatuh pingsan tepat dalam pelukan Kyu Hyun.

“Kang Hyu Won?” panggil Kyu Hyun panik.

Kyu Hyun menepuk-nepuk pipi gadis itu dengan panik. Mata Hyu Won tertutup rapat dan wajah gadis itu pucat sekali. Tanpa membuang waktu, Kyu Hyun membopong tubuh mungil Hyu Won dan membawanya masuk ke dalam mobil. Ia lantas menutup pintu mobil dengan kencang.

“Kita ke rumah sakit. Sekarang!” ucap Kyu Hyun memerintah pada supirnya.

Ne.”

Kyu Hyun membuka jasnya lalu mulai menyelimuti tubuh Hyu Won, pria itu panik setengah mati. Ia masih terus berusaha menyadarkan Hyu Won.

Irreona Hyu Won-ah…” ucap Kyu Hyun, tangannya bergerak menghapus butir-butir keringat di dahi Hyu Won. Ia menatap wajah mungil Hyu Won. Tidak. Itu tak lagi mungil, wajah gadis itu sedikit tirus. Berbeda dengan beberapa bulan lalu. Kyu Hyun memejamkan matanya saat menyadari satu hal; tubuh Hyu Won begitu ringan saat ia membopong gadis itu ke dalam mobil. Gadis itu jelas kehilangan banyak berat badannya. Seharusnya ia tak memaksa gadis itu, seharusnya ia melihat perubahan pada raut wajah gadis itu. Gadis itu benar-benar pucat.

Mianhae…” desah Kyu Hyun pelan.

TBC

Gimanaa? Komentarnya coba, pingin tau kayak gimana. Maafkan kalo pasaran wkwk, abis gak tega bikin Ji Hoon buruk. Ji Hoon kan kakak kesayangan, maaf buat pecinta Ahra hehe. Mampusin si Kyu galau sekarang, gimana coba kalo Hyu Won tau semua rencana Kyu Hyun? Behubung lagi jatuh cinta sama Sungmin, dia masuk jadi cast. Yeahh! Malaikat penolong banget, kan? Makasih udah baca ff ini. Pokoknya gitu deh, kritik dan saran selalu ditunggu banget hehe 😀

Makasih buat yang udah main ke twitter, ke blog, baca FF di sini, follow blog, komen di FF, siders juga. Pokoknya makasih buat semuanya! I love you all ♥

Advertisements

220 thoughts on “FF : For Her Brother [Chapter 2]

  1. keren bgt sumpah ffnya .. ayo ayo .. udah gk sabar mau baca part slanjutnya .. hehehehe sumpah si kyuhyun jahat bgt .. !! dan trnyata cuma salah paham doang .. kasian hyuwon .. 😥

  2. Berterima kasihlah pada Cho Ahra…karna kebohongan dia akhirnya Kyu bisa berkenalan dengan Hyu won…hahahhah…
    Semoga aja Hyu won nantinya ga mudah maafin Kyuhyun…. bikin Kyuhyun ngemis2 ke Hyu won !! Wkwwkkwkk…. makin nyesel tuh dia klo tau Hyu won hamil..kkeekeuttt

    trus Ji hoon gmana? Apa dia ud nonton video yg dikirim Kyu?? Jrreengjreeenngggh….

    Lanjuuuttttttt…hahahhhahaa

  3. Alhamdulillah kelanjutannnya cepet bgt :))) kalo buat keseluruhannya sih udh pasti oke deh, tp aku pengen deh si kyuhyun menderita bingit gitu sblm dptin hyuwon kkk. tp gmnpun endingnya, pokoknya postnya jgn lama2 ya kak galuh ;;;;;)

  4. Tuh kan, tuh kan, ff mu selalu bikin galau eonie, pengen terus baca sedikit ksel pas liat tulisan tbc, hehe’
    tp td aq baca waktu hyu won kluar dr rumah sakit kandungan nya udah 11 bulan? Entah aq yng salah baca atau eonie nya yang salah ketik, hehe’ tapi over all semuanya bagus dan seperti biasanya feel_nya ngena banget,
    gomawo eon udah cepet posting ff y 😀

    • Sukurin galau hahaha *jahat* gak kesel ke aku kan. Iya salah, harusnya 11 minggu, aku cek dan ngakak. Pembaca gak salah kok, semua salah author yang salah ketik. Makasih koreksiannya. Iya sama-sama 🙂

  5. Kok usia kandungannya udh 11 bulan aja sih kak? Aku salah baca atau gimana?._. Aku pikir yg suka ngikutin hyuwon itu donghae terus dia juga yg ngebantuin hyuwon eh ternyata bukan wkwk terus reaksi ji hoon gimana tuh nanti? sekarang masih adem ayem aja kayaknya haha

    • Aku salah ketik ._. harusnya 11 minggu itu, lagian lama amat yak 11 bulan wkwk. Gak salah baca kok, aku yg salah ketik wkwk. Donghae kan sohibnya Kyu hehe. Kita liat gimana Ji Hoon di chap 3 ya 🙂

  6. Tuhkan ngena banget (╥﹏╥)…
    Rasain lu bang, nyesek lu kalo ntar tau hyu won hamil… Iyasih kebohongannya Ahra jadi jalan mempertemukan Kyuhyun sama Hyu won, tapi jalan penderitaan hidup Hyu Won 3 bulan ini, gak tau juga sih ntar kalo malah bisa bahagia sama Kyuhyun… Nah sekarang yang bikin penasaran gimana reaksi Jihoon setelah liat video kirimannya si Kyu, dan reaksi Kyu waktu denger kabar kalo Hyu Won hamil *JDERRRRR* terus ntar si Hyu Won bakal maafin Kyuhyun dengan gampang atau buat Kyuhyun lebih nyesek??? berharapnya sih buat si Kyu jadi nyesek sampe cengeng” gitu hahaha… ah udah panjang banget komennya nih –” *ditampol galuh eonni*
    Oh iya eon thankyu udah mau bales email aku yang saking penasarannya kapan nih ff publish? abisnya keren sih ffnya (y) (y) sekali lagi thankyu~ :* *bow bareng donghae*

    • Kita liat semua reaksi mereka di chap 3 ya. Hahaha masa cengeng sihh, entar gak ganteng lagi wkwk. Iya panjang nih komenannya Tia, emang mau bikin essay *plak* tapi aku suka kok.
      Pasti aku bales, buat ngingetin juga biar cepet publish hehe. Makasih udah dibacaaa 🙂

  7. Satu kata saat slesai baca part ini : “WOOOOOW”

    daebaaaak.. Jinjja daebaaaak… Uwaa.. Tau rasa tu si kyupil… Akhrnya dy tau kbenarannya… Emanx ya, penyesalan t slalu dtg blakangan… Hyu won pasti susah maafin kyupil… Trus gmna reaksi jihoon sma ahra nanti?? Penasaran saeng… Bakalan brp part ya saeng?? Gk sabar next partnya… Fighting yaaa… ^^

  8. wah kukira bakal benci yg berubah cinta.
    tp klo ky gini makin seru. pd akhirnya kyuhyun yg menderita krn rasa bersalah.
    haha
    🙂
    yah sesekali kyuhyun galau kn gpp.

  9. ternyata ahra biang keroknya hadeuhhhh bikin kesel aja udah bikin kyuhyun jadi penjahat sementara
    pasti ji hoon dah nrima file dari kyu wahhh makin gregetan akunya dah pasti emosinya gk kebendung
    sekarang kyuhyun dah berubah pengen minta maaf gitu sabar kyu jangan maksa hyu won kan jadinya dia pingsankan bentar lagi pasti kyu tahu hyu won hamil
    next part jangan lama lama ya chingu

  10. huwaaaaaa……… Semoga aja kyuhyun th lau hyu won hamil biar tambah nyesel ……………

    Ternyata ahra bohong kasian jg kyuhyun bls dendam ke orang yg slh,

    next chapx jgn lama” donk……..

  11. lanjuuuutttttttttt

    kalau bisa Sungmin mencintai Hyu Won ya thor.
    bukan menganggap sebagai adik.
    Kyuhyun harus menderita dulu ya thor.
    kalau bisa Kyuhyun jangan tau dulu kehamilan Hyu Won tapi kayaknya nggak mungkin soalnya Hyu Won mau dibawa kerimah sakit ya.

  12. sepertinya perjalanan kyuhyun mulai dari awal gak semulus yg di lakukanya, gimana reaksi ji hoon, melihat keadaan kyuwon,
    next part di tunggu!!

  13. anyeong
    akhirnya,, ni ff beneran menguras emosi(?) haha ya ampun penasaran lanjutannya apa hyu won menerima kyuhyun?? nggak yakin kalau ji hoon akan diam saja bahkan menerima kyuhyun,, huaaaaa nangis ,, keke

    @_@+fighting

  14. Keren kak , gue dukung usaha kyuhyun ,walopun brengsek nya kyuhyun tetep aje ane dukung ,hoho yg penting kan kyu udah tau smuanya

  15. ahhh ,,,
    eonnie gak nyangka sikap ahra eonnie kyk gituh ??
    ji hoon oppany kapan kelur eon (?)
    satu kata buat Ff eonnie DAEBAKK !!

  16. Berlinang air mata nih thir bacanya.. Ya ampun.. Daebak authornya bkin crt ampe aku jd kek lupa daratan gtu.. Baca trus ga berenti2 netes air matanya.. Hyu won hrs jd wanita yg kuat.. Mau tabokin kyu.. Masi aja ngelakuin hyuwon dgn sikap intimidasinya

  17. Nahloh Kyu… bagaimana perasaan anda setelah mengetahui faktanya? :-/
    Nyesel senyesel nyeselnya pasti..
    Kasian banget lah Hyuwon, sudah jatuh tertimpa tangga 😦
    Semoga pas di rumah sakit ntar Kyu tau kalo Hyuwon lagi hamil anak dia..
    Penasaran sama lanjutannya eonni XD
    Ditunggu 😉

  18. knpa ahra mesti boong sih, kan jdi kyak gini. Kasian hyu won mesti nanggung semuanya pdhal dia kan gak tau apa2. Nah lohh kyu nyesel kan, makannya jd org jgn suka dendam. Dendam kan gak baik :p
    Lanjut thor, ff keren kok. Fighting eoh 🙂

  19. keren uu.. aku udah udah kyuhyun pasti salah paham-__ kaaaa next chap kirakira kapan di post nya? hahaha sumpah aku pemasaran sama cerita selanjutnya;; keep write yah^^

  20. Wah aq bner2 kebawa ma alur critax,,

    sampai nangis,, 😦
    adegan kyu pas dateng ke apartemenx sungmin
    .
    Jadi bner2 gak sabar nunggu part selanjutx,, 🙂

    semangat 😀

  21. makin greget ceritanya :3 thor janan buat Hyu Won luluh dengan mudahnya sama Kyuhyun..bikin Kyuhyun tersiksa dulu T_T hahaha keep writing 🙂

  22. yah yah yah ahra ternyata boong udh feeling pasti ini ada kesalahpahaman. aaaa sungmin emang bener bener malaikat banget ya. ceritanya makin seru ajaaaa aah tbc nya kenapa harus disitu eon ;~; ffnya keren bangettt>< keep writing!^^

  23. Teganya ahra, gara-gara ketidak jujurannya orang lain yg dpt imbasnya. Nah kalau kyuhyun tau hyuwon hamil gimana jadinya? Dan hyuwon tau rncana kyuhyun bagaimana sikap hyuwon. Wahhhh penasaran…..

  24. Hahaa mampus tuh kyu salah balas dendamnya,, hyu won buat kyu menyesal,,and jatuh cinta setengah mati ma kamu kkkk~

    Aduh ahra kenapa g jujur dari awal sih,,hih gemes sendiri jadinya. Duh sungmin malaikat penolong deh,,Ji hoo gimana ya setelah dapat video itu,kyaaa~ makin penasaran nih thor,,di tunggu lanjutanya 😀

  25. Haiiii galuhhh udah lama banget rasa nya baru baca ff kamu lagi.. Seperti biasa ff kamu itu the best pokoknya.. Always kyu jadi jahat.. Tapi bagus deh kalau cuma salah paham doang lkasian kan hyuwon nya gak salah apa” hehe..

    Semoga next part nya cepat pubilsh yah kalau perlu sekalian ending juga hahaha maafin yah kalau menurut kamu aku kayak maksa hhehe

    • Hai Ainun, syukur kalo the best hehe. Udah hobi kali ya kyu diginiin, dia gak jahat kok cuma khilaf aja wkwk. Iya semoga cepet, maunya juga langsung sama ending tapi malesnya itu loh wkwk.

  26. TBC nya ngeselin amat yak disitu -_________- #jambakgaluh ^^v

    tapi dimaafin deh soalnya part ini panjangggg kkk~~~
    ini demi apa aku greget sm Kyu yg asal balas tp ragu itu bener apa ga.! perasaan kaya nyindir ff sendiri wkwkwkwk 😀 😀

    pengen bngt Ji Hoon kasih bogem sama Kyu biar dia tau rasa,, kk~~

    ok berharap malesnya galuh pulang kampung dulu biar cepet pubhlishnya wkwkwkwk 😀 😀

    • Aduuhh aku dijambak coba? Iya ini dipanjangin biar rada puas dikit eon. Harusnya dia percaya feeling dia ya eon wkwk, semoga kyu di ff eonni berubah jadi baik tiba2 karna ragu wkwk. Kasian dong kalo dibogem. Sayangnya malesnya itu udah mendarah daging wkwk.

  27. Huaaaa aku ketinggalan baca FF ini lagi…. 😦
    jadi ceritanya si Kyu salah orang ?? udah bikin ancur idup orang tau tau nya salah orang, aku bingung mau nyalahin siapa jadi nya… Ahra atau Kyuhyun… -_-
    Padahal Lagi seru seru nya eh tbc… dikira di part ini kyu bakal tau klo Hyu Won lagi hamil…. Gimana nasib Hyu Won kedepan nya? Kyuhyun harus tanggung jawab! Ayo Eonni bikin Kyuhyun Menderita sama rasa bersalahnya ke Hyu Won 😀

    • Hahaha emang aku mah selalu terlupakan *apadeh* Ya, dia salah orang banget. Salahin yang bikin cerita lahhhhh.
      Aduh minta kyu dibuat menderita, dia juga kasian tau. Dia juga korban wkwk.

  28. yess ketahuannn.. aku sukaaa sama ff ini hahaha
    author, buat kyupil semenyesal mungkin yah 😀
    semangaaattt,, ditunggu lanjutannya 🙂

  29. Mampus..dah itu kyuhyun makin nyesell.. Buat yang greget lg thorr.. Buat kyuhyun’nya makin nyesel, jd penasaran pngen liat reaksinya jihoon pas liat foto hyuwon sma kyuhyun.. Ikhhh rasanya pengen jambak itu kyuhyun.

  30. Gara2 ahra, satu orang jadi korban T.T
    Ck! Jadi pelajarannya skrg jangan nyimpen dendam ke orang. Apalagi bls dendamnya ke orang yg jelas2 gak punya salah ke kita. Asli, rasanya pengen nonjokin kyu -__-

  31. huuuaaaa..
    author tanggung jawab aku nangis sebaskom(?) grgr baca ff ini..
    si epil brengsek bgt.. -________-
    untung hyuwon pny sungmin.. sungmin dsni baik hati sekali,, ahhh cinta bgt deh ma ming.. lope lope buat ming… 😀
    itu gmna ya reaksi jihoon saat ngeliat video itu… ‘-‘
    di tunggu ya next partnya… 🙂

  32. Biasanya di ff lain, malaikat penolongnya donghae atau siwon tapi kali ini sungminnnn>﹏< aku suka, masalahnya langsung kebuka. Aku suka juga sama sikap hyu won! Sikap hyu won jangan berubah jadi lembek& dengan mudah jatoh ke dekapan kyuhyun ya thorrrr! Aku suka kalau kyuhyun tersiksa hehe. I'll wait the next chapter!

  33. mampus lo kyu -_- mngkanya jgn mntingin emosi :/ #dslepetSparkyu
    yahhh pdhl gk sbr pngin tau reaksi kyu klo tw hyuwon hmil 😦
    ak tunggu part 3 nya nde eon 😦
    fightingghhhh ^^

  34. kayaknya seru ya kalo kyu dibuat menderita karena cemburu sama hyuwon/? XDD
    ahra nya tega banget sih-,-
    ji hoon nya kapan muncul nih? Hihi.
    Ditunggu next partnya kak 😀

  35. dohhh mampus kan lo kyu..klo udh gini gimana cobaaa – _ – nyeselll kan dasar kyu kejaammm…ehh ahra eonni jga ikut andil tu buat masalah:D…haha gk nyangka..

    buat deh kyu mohon2 gitu..ampe nangis2 jga lah..:Dhahaha aku jadi ikut kejamm:D

    yahh semoga cepet publish yg k 3nyaa..

  36. dohhh mampus kan lo kyu..klo udh gini gimana cobaaa – _ – nyeselll kan dasar kyu kejaammm…ehh ahra eonni jga ikut andil tu buat masalah:D…haha gk nyangka..

    buat deh kyu mohon2 gitu..ampe nangis2 jga lah..:Dhahaha aku jadi ikut kejamm:D

    yahh semoga cepet publish yg k 3nyaa..
    🙂

  37. Wahaaaaaaaa makin penasaran sama kelanjutannya…. aku setuju kalau hyu won oppa ga jd penjahat hahaha yah kyu kesalahanmu memang fatal sangat sangat fatal sekali kamu harus bertanggung jawab pokonya titik.. semoga hyu won ga hidup menderita lagi yaa kasian banget dia

  38. Neh bener seperti dugaanku kan..
    Kyuhyun pasti salah paham..
    Dan sekarang dy harus memperbaiki semua yg sudah dy hancurkan..
    Tapi aku rasa itu gak akan mudah..
    Apalagi dy sudah mengirim video itu ke jihoon..

    Duhh sekarang dah kyuhyun tau hyuwon hamil..
    Gimna reaksinya ya??
    Apakah seperti yg dipikirkan hyuwon atau dy mau bertanggung jawab??

  39. Ihhh serius kyuhyun disini nyebelin banget, berbuat sesuka hatinyaaa tapi malah jadi salah paham. Eunhyuk juga aneh pegawainya di bawa paksa bukannya dibantuin-,- semangat author lanjutinnyaaa. Ini ffnya bagus banget

  40. Jihoon ga mungkin sejahat itu sama Ahra. apalagi melihat Jihoon yg begitu sayang sama adiknya, Hyuwon. Jihoon pasti tidak akan tega menyakiti seorang wanita. dan ternyata semuanya hanya salah paham. jelas Kyuhyun sangat marah pada Ahra. apalagi mengingat apa yg sudah Kyuhyun lakukan pada Hyuwon. orang yg sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan semua masalah yg terjadi.
    kasian Hyuwon.. Kyuhyun juga.. 😥
    gimana reaksi Jihoon pas dapet kiriman Kyuhyun ya??

  41. ya ampun ahra eonni bohong? jd yg bilang jihoon yg ngehamilin itu semua bohong?? ck ga nyangka ahra bsa berbuat kya gtu dan kyu….. doonh ga bsa kasih koment apa2 hati aku mumet lah sm kebohongan ahra dan kelakuan kyu ke hyu won ck!

  42. si kyu jadi galau ,,,
    tapi itu pantas didapatnya karena menyakiti seseorang yang tulus sayang ma dia , tapi malah dimanfaatkan untuk balas dendam yang hanya salah paham ..

  43. ternyata semua hanya salah paham,,kyu siap” untuk menyesal dengan apa yg telah dilakukan terhadap hyu won…rasaiin kyu…hehehehehe

  44. Tau yang menghamili ahra bukan ji hoon , kepalaku langsung berasab ! Rasanya pengen bnget mengintimidasi seorang kyuhyun dengan semua rencana jahatnya itu ….

  45. wah baru kebongkar semua y dr ahra,,,, kyuhyujn salah balas dendam bukan jihoon yg hamilin ahra taoi org lain n ahra yg salah…
    kyuhyun nyesel deh,,, dia dah buat k3jam bgt ke hyu won,,, bakalan susah oa lg hyu won y dlm keadaan hamil n kyuhyun y blm tau…

  46. Ini nyesekkkkkkkkkk ! Apalagi part waktu Kyu tau kalau ahra yg salah buat Ji hoon gue banjir air mata uu 😦 rasakan kau ChoKyu ! 😀 #Evil makax jangan asal balaas dendam , nyesal kan kau 😀 Kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn \=D/

  47. Kesalh pahaman ini buat kyu myesal sehingga kyu ingin bertanggung jwab… hyuwon apa mau memaafkan kyu setelah dia buat hyuwoon menderita… next part

  48. Nah loh akhrny kbongkar smua,, tnyta ji hoon g slah tp hyu won udh tlanjur jd korban ksalah fahaman. Ksian bgt sih hyu won.
    Skrg kyu pzt nyesel bgt, aplg kalo smpe dy tau hyu won hamil anakny.

  49. Hihihi asik banget kok kak ceritanya 🙂
    Seneng bisa tahu kalo kyuhyun nyesel kek gitu haha
    Salah dia sih nyebelin banget, semoga dia tambah klepek klepek sm hyuwon

  50. Aku sedih baca FFmu part ini, gak kebayang punya nasib kayak Hyu Won 😦 ckckckck
    Jihoon..kapan kamu datang nak. Good job (y)

  51. kak aku uda baca semua partnya
    maaf baru coment sekarang disini lagi comentnya xD
    duh kyu pasti dia nyesel banget deh,hurt banget thor T.T
    tapi gantung thor,itu sih jii cinta sama kyu
    kayaknya iya deh
    oh iya thor btw
    anyeong thor ^~^
    kenalkan new bie here ^~^
    ijin baca karya ffnya yah thor ^~^
    oh iya thor-nim klo mo minta pw dimana thor?
    gomawo author nim ^~^

  52. Aku malah rasanya pengen jitak ahra wkwk tega banget dia membohongi semua orang hanya untuk menenangkan perasaan nya..tp kyuhyun jg ga kalah ngeselin nya 👹
    Ayo hyuwonn jangan semudah itu memaafkan kyuhyun..
    Penasaran sm reaksi jihoon setelah liat rekaman yg kyuhyun kirimkan..

  53. Jihoon mana jihoon.
    Ahhhh semoga mereka menikah.
    Dan happy ending,

    Kalo aja ahra ga boong kyuhyun ga akan mungkin nyakitin hyuwon, dan kalo ahra ga boong kyuhyun juga ga akan ketemu sama hyuwon.
    Jadi biarkanlah ahra berbohong. Hihihi

  54. jangan buat hyu won maafin kyu gitu aja ya…
    buat kyu nya sedikit lebih menyesal 🙂
    kalo ahra stress llu kyuhyunnya maen balas gtu aja ya bukan salah ahra juga kurasa 🙂

  55. adduhh kyuhyun udh jahat salah lagii…
    maka nya kyu tanya dulu bener-bener … itu video udh ke kirim lagi ke ji hoon
    aku jadi kesel sama ahra eonni

  56. Wah skarang terbukti kan kyu kau menyesal..
    Apa yg telah kau lakukan dlu..
    Terbukti slah ji hoon tak menghamili ahra..

    Lalu kau akn bertindak seperti apa ?

  57. sudah nyangka dari awal sih kalo kyuhyun salah paham, dan ternyata benar sekali. Bakal tau kalo hamil ni

  58. huweee #hikshiks…
    sedih,sebel,marah apapun deh sama si kyuuu..
    lgpula knp ahraa eonni tega bener…biasanya kan di ff, eonni ini yg sllu bantuin kyuhyun kalo ada masalah.hiks hiks…
    nasi sudah jadi bubur~~
    tau nggak kakak #nggak tau #abaikan..
    aku baca ff ini kemaren malem sambil makan,sambil dengerin lagu mellow si kyu..yg ada malahan air mata meler,hidung ikutan meler,makanannya udh dingin….mewek gak jadi makan…hiks hiks .. aduh lengkap banget buat hayatin ini ff … xDD
    nyesek se-nyesek2 nya…huweeee
    map ya kakak ini aku malahan curhat…huweee~~

  59. tuh kan..nyesel tingkat dewa…
    kalo syudah seperti ini giman
    q juga ikutan kaget..knapa ahra juga kesannya sprti nuduh jihoon

  60. hemm..agak BT sama ahra..arghhh..knapa dia kesannya malah nyalahin kakak hyowon…arghh
    apa mau dikata
    nasi syudah menjadi bubur

  61. hallo kak aku reader baruuu :$ salam kenal ya. cerita nya bagus kk suka sama karakter hyu won yg gak mau nyusahin orang :” izin baca ya. makasiiiiii

  62. kan bener tenyata cuma salah paham doang..kenapa Ah Ra ngak jujur aja dari awal ke Kyu Hyun…jadi kant Kyu Hyun ngak bikin masalah serumit ini…terus gimana reaksi Ah Ra pas tau kalo Kyu Hyun udah bikin hidup dari adik Ji hoon menderita cuma karna masalah dendam salah paham ini???
    moga aja file laknat yg Kyu Hyun kirim buat Ji Hoon belom sampe ketempat Ji Hoon…
    kira2 Kyu Hyun bakal bertanggung jawab sepenuhnya buat Hyu Won ngak ya???

  63. Sial! Ternyata ini cuma salah paham. Dan otak Kyuhyun benar-benar dangkal. Kenapa gak di pikir lagi waktu itu.
    Ahra juga. Kenapa selalu bilang Jihoon? Jadi ribet kan ini semua urusannya.
    Masalahnya yang jadi korban disini itu Hyuwon. Dia yang paling tersakiti disini.

  64. Ahra ini ternyata kampret bgt yah. Udh dia yg selingkuh, eh malah adiknya ji hoon yg jd korban. Kapok kan kyuhyun abis tau yg sebenernya…
    Ayoo hyu won harus tegas dan tega sm kyuhyun and siapa aja yg nyakitin dia…

  65. kyu hrs dibuat bner2 menderita. dia itu emang dr awal udh slh. wlaupun ji hoon yg bkin hml ka2kny tpi kan bls dndam ga hrs lewat hyu won jg.

  66. nah loh nyeselan lo kyu….
    trnyata ahra ky gitu karna peruatannya sendiri selingkuh d belakan ji hoon…..
    senjata makan tuan…
    hidup hyu won jd menderita karna dendam kesumat lo…

    hyu won semangat terus….

  67. Tuh kan nyesel kan makanya bang jangan keburu2 bales dendam. Keren thor, ngmng2 ide ceritanya aku sukaaaaa sekali
    … Hihi

  68. Kyu kesalahanmu tak termaafkan terhadap hyu won .. ternyata ji hoon tdk bersalah dan srkrg hhyu won hrz menanggung kslahan yg gak seharuzny .. Mwo hyu won. dibawa ke rs gimana reaksi kyuhyun klw tw hyu won hamil??

  69. ha..ha.haaaa…rasakan
    makan tu rasa bersalah sampai ke ubun2
    lgian ambil kesimpulan dri orang yg gak sadar (ahra)
    ya berabelah…

  70. Nyesel kan kyuhyun ternyata semua salah paham gara2 ahra bohong, panik tuh kyuhyun hyuwoo pingsan

  71. Kirain mmg beneran abg y hyu won yg bkin ahra kyk gt..
    Eh trnyata bkan ..
    Tu kn nyesel bget kn bg kyu nya padahal hyu won kn engk salah.
    Engk sabar pingin lihat hyu won bisa maafin kyu engk ya

  72. Jdi ahra bhongin kyuhyun dn keluarganya? Dn sbnrnya jihoon itu tdk slh apa2. Hrusnya ahra ga ush bhong, kn ksihan hyuwon jd korbannya. Kyuhyun hrus sgra mnta maaf ke hyuwon dn critain smunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s